e-procurement

Top PDF e-procurement:

PENGARUH PENERAPAN E-PROCUREMENT DAN KOMPETENSI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN TERHADAP PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYERAPAN BELANJA MODAL (Studi Pada Satuan Kerja Lingkup Pembayaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara B

PENGARUH PENERAPAN E-PROCUREMENT DAN KOMPETENSI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN TERHADAP PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYERAPAN BELANJA MODAL (Studi Pada Satuan Kerja Lingkup Pembayaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara B

Dari penerapan e-Procurement diperoleh beberapa manfaat seperti dijelaskan oleh Teo (2009) dalam (Wu, Zsidisin, & Ross:2007) yang membagi keuntungan dari e-Procurement menjadi dua, yaitu keuntungan langsung (meningkatkan akurasi data, meningkatkan efisiensi dalam operasi, proses aplikasi yang lebih cepat, mengurangi biaya administrasi dan mengurangi biaya operasi) dan keuntungan tidak langsung (e-Procurement membuat pengadaan lebih kompetitif, meningkatkan customer services, dan meningkatkan hubungan dengan mitra kerja).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TESIS  KAJIAN TERHADAP KESIAPAN PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DI PEMERINTAHAN DAERAH BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NO. 54 TAHUN 2010.

TESIS KAJIAN TERHADAP KESIAPAN PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DI PEMERINTAHAN DAERAH BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NO. 54 TAHUN 2010.

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan Daerah Kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera Selatan telah menerapkan sistem e-procurement dalam pelaksanaan lelang namun dari 15 instansi hanya 5 instansi yang sudah siap dalam pelaksanaan e-procurement . Hal ini dikarenakan kurangnya pengadaan sarana dan prasarana yang dapat melaksanakan seluruh kegiatan pelelangan yang ada dengan menggunakan metode e-procurement . Hasil analisis Korelasi Pearson menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kesiapan dengan tingkat kesulitan pelaksanaan e-procurement di Pemerintahan Daerah Kabupaten Musi Rawas.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

EVALUASI PENAWARAN E-PROCUREMENT MENGGUNAKAN AMBANG BATAS

EVALUASI PENAWARAN E-PROCUREMENT MENGGUNAKAN AMBANG BATAS

Kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah rawan memicu tindak korupsi di berbagai lapisannya karena banyak celah yang terbuka untuk “bermain” di situ. Dalam upaya meminimalisir tindak korupsi yang terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah kemudian melakukan reformasi sistem pengadaan barang dan jasa, reformasi adalah suatu proses untuk membangun, memperbaiki, menata kembali suatu yang sudah ada menjadi suatu tatanan baru yang lebih baik daripada sebelumnya. Reformasi sistem pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan e- Procurement. E-Procurement merupakan bentuk perubahan sistem pengadaan nasional yang pada awalnya menggunakan sistem konvensional atau sistem manual dengan cara tatap muka langsung antara panitia penyelenggara pengadaan dengan para pemilik barang dan kemudian lahirlah sistem pengadaan secara elektronik atau e-Procurement.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi E-Procurement Dalam Mendukung Asset Management

Pembangunan Aplikasi E-Procurement Dalam Mendukung Asset Management

Proses pengadaan barang atau dalam hal ini adalah e-Procurement (e- Proc) merupakan sebuah istilah dari pengadaan (procurement) atau pembelian secara elektronik. e-Proc merupakan bagian dari e-bisnis dan digunakan untuk mendesain proses pengadaan berbasis internet yang dioptimalkan dalam sebuah perusahaan. E-Proc tidak hanya terkait dengan proses pembelian itu saja tetapi juga meliputi negosiasi-negosiasi elektronik dan pengambilan keputusan atas kontrak-kontrak dengan pemasok. Ada beberapa definisi e-Proc, diantaranya :
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PERANCANGAN E-PROCUREMENT PADA LEMBAGA XYZ - Binus e-Thesis

ANALISIS DAN PERANCANGAN E-PROCUREMENT PADA LEMBAGA XYZ - Binus e-Thesis

Puji syukur dan terima kasih penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Analisis dan Perancangan E-Procurement pada Lembaga XYZ” dengan baik dan tepat waktu. Adapun skripsi ini disusun sebagai salah

15 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN

Pengadaan adalah upaya pihak pengguna untuk mendapatkan atau mewujudkan barang/jasa yang diinginkannya, dengan menggunakan metode dan proses tertentu agar dicapai kesepakatan harga, waktu dan kesepakatan lainnya [1]. Belanja pemerintah melalui belanja barang dan belanja modal mendapat perhatian yang cukup besar karena pengaruhnya yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Apabila anggaran tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan nasional, maka laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tentu akan semakin meningkat [2]. Teknologi informasi dan komunikasi mendorong proses bisnis baik yang ada di pemerintah agar dapat berjalan lebih efisien. Teknologi mengubah cara pandang kegiatan pengadaan barang/jasa tradisional dengan tatap muka langsung menjadi pengadaan barang/jasa secara elektronik. E-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh E Procurement Terhadap Good Gov (1)

Pengaruh E Procurement Terhadap Good Gov (1)

Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot). Sampel penelitian ini adalah pegawai Pemkot yang pernah melakukan kegiatan e-procurement. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Data diperoleh dengan membuat daftar pertanyaan (kuisioner). Penyebaran kuisioner dilakukan secara langsung (kuisioner diantarkan secara langsung ke responden/instansi yang bersangkutan). Kuisioner disebarkan sebanyak 79 eksemplar, kepada setiap SKPD yang berjumlah 23 dinas, 5 Badan, 4 Kantor dan 9 Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD di bawah Pemkot Surabaya, dan anggota ULP (Unit Pelayanan Pengadaan) yang berjumlah 38 orang. 3.2. Identifikasi Variabel
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

STUDI PENERAPAN E PROCUREMENT PADA PROSE (1)

STUDI PENERAPAN E PROCUREMENT PADA PROSE (1)

Panayitou et al., (2004) melaporkan bahwa e-procurement juga dapat mengurangi supply cost (rata-rta 1%), mengurangi cost per tender ( 20 % cost per tender), lead time savings (4,1 bualan – 6,8 bulan untuk tender terbuka dan 7,7 bulan – 11,8 bulan untuk tender terbatas). Dalam perkembangannya, sistem e-procurement diharapkan akan menjadi aplikasi yang mampu mendukung pelaksanaan perwujudan kinerja yang lebih baik di kalangan internal instansi pemerintah maupun pihak ketiga, serta dapat membantu menciptakan pemerintahan yang bersih (Good Governance).

10 Baca lebih lajut

e-Procurement pada Pt. Gajah Tunggal Tbk

e-Procurement pada Pt. Gajah Tunggal Tbk

Pembangunan sistem perangkat lunak yang diterapkan dalam bidang apapun dapat disamakan seperti ketika membangun sebuah gedung. Sebuah gedung yang baik mustahil untuk dibangun tanpa ada cetak biru arsitektur yang lengkap. Begitu juga dalam membangun sebuah aplikasi program atau suatu perangkat lunak. Tantangan dalam membangun suatu perangkat lunak terdapat pada biaya dan waktu. Untuk menghadapi tantangan tersebut digunakanlah suatu metode pemodelan. Pengembangan suatu peragkat lunak yang sedemikian komplek dan rumit, memerlukan suatu model untuk membantu dalam proses desain. Ini berguna untuk menemukan kesalahan dan menyusun hipotesa suatu desain perangkat lunak. UML merupakan suatu bahasa pemodelan standart dalam rekayasa perangkat lunak. Dengan menggunakan UML akan berdampak dalam peningkatan produktifitas dan efisiensi dalam biaya dan waktu. E-procurement di Indonesia telah terbukti memberikan manfaat positif dan mampu mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang menerapkan prinsip Good Corporate Governance. Banyak kalangan departemen / instansi pemerintah pusat yang mampu menghemat anggaran maupun waktu yang digunakan. E-procurement juga dianggap bisa “membebaskan” proses pengadaan barang dan jasa dari tudingan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Baca lebih lanjut

279 Baca lebih lajut

9. Electronic Procurement (E-Procurement) - 10. Electronic Procurement

9. Electronic Procurement (E-Procurement) - 10. Electronic Procurement

Pendiri Microsoft, Bill Gates, dalam bukunya Business @ the Speed of Thought (1999) menggambarkan efek dari penempatan solusi e-procurement pada Microsoft. Di samping penghematan sekitar 140 juta dolar per tahun, efek mendasar dari penerapan tersebut adalah peralihan staf menjadi “knowledge workers”. Istilah ini menggambarkan bagaimana staf tidak lagi terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan administratif seperti mengisi dan menyampaikan form-form, karena semuanya dikomputerisasi dan staf-staf diberi informasi untuk memanage pengadaan, daripada “di-manage olehnya”.Mengubah staf menjadi knowledge workers menghasilkan produktivitas yang lebih baik dari seluruh dewan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi staf pembelian tetapi bagi seluruh orang yang terlibat dalam proses pengadaan yaitu penyusun pesanan, pemberi wewenang, manajer, staf keuangan, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan end- user untuk fokus sepenuhnya pada tugas mereka sendiri dengan dukungan suaut sistem pengadaan yang efektif, dan staf pengadaan dapat mengalihkan fokus mereka dari tugas administratif yang seringnya tidak berarti ke strategi dan analisis pengadaan. Pengadaan oleh sebuah organisasi dapat digolongkan sebagai pengadaan MRO (Maintenance, Repair, and Operating) dan pengadaan langsung. Pengadaan MRO terdiri dari semua pembelian tidak langsung yang meliputi perlengkapan kantor, suku cadang mesin, komputer dan asesorisnya, dan dapat juga meliputi jasa seperti travel, kurir, dan sebagainya. Walaupun hal ini menggambarkan hanya sebagian kecil persentase pengeluaran total sebuah perusahaan, untuk perusahaan besar nilai itu bisa jadi besar. Jumlah total pengadaan MRO bervariasi dari 10% untuk seluruh pengadaan untuk organisasi bidang manufaktur hingga 60% untuk organisasi pelayanan seperti bank dan konsultasi keuangan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PANDUAN PENGISIAN PENAWARAN e Procurement (TEB)

PANDUAN PENGISIAN PENAWARAN e Procurement (TEB)

6. Untuk memasukkan penawaran pada salah satu RFx, klik event number pada RFx yang akan ditindaklanjuti. Jika tidak muncul respon apa-apa ketika di Klik, anda harus memberikan izin website e-Procurement tersebut untuk menampilkan pop-up window. Hal ini dapat dilakukan pada notifikasi dibagian atas browser lalu pilih allow atau izinkan. Berikut contoh tampilan notifikasi pop-up pada browser Mozilla Firefox :

14 Baca lebih lajut

Aplikasi E-Procurement pada PT. Beta Farma.

Aplikasi E-Procurement pada PT. Beta Farma.

Dalam pembuatan penelitian aplikasi e-procurement pada PT.BETA FARMA masih terdapat kekurangan-kekurangan dari sisi perangkat lunak aplikasi, untuk itu beberapa saran yang dapat diberikan ketika akan melakukan pengembangan aplikasi e-procurement pada PT.BETA FARMA yaitu:

22 Baca lebih lajut

Pelaksanaan E-Procurement Oleh Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Banjarnegara

Pelaksanaan E-Procurement Oleh Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Banjarnegara

“The Government of Malaysia launched electronic government as one of the MSC Flasgship Applications with the aspiration to employ multimedia technologies to re-invent the way the government operates. One of the applications is e-procurement project known as e-Perolehan (eP). The eP streamlines government procurement activities and improves the quality of service it provides and converts traditional manual procurement process in the government machinery to electronic procurement on the internet (Rashid, 2007). ” (Pemerintah Malaysia meluncurkan elektronik government sebagai salah satu hasil aplikasi dari MSC demi melaksanakan aspirasi meletakkan teknologi multimedia untuk mengubah cara kerja pemerintah. Salah satu aplikasi tersebut ialah proyek e-procurement yang dikenal sebagai e-Perolehan (eP). eP memudahkan kegiatan pemerintah dalam pengadaan barang/jasa serta meningkatkan kualitas layanan dan mengubah proses pengadaan barang dan jasa secara manual dalam pemerintahan dan mengubahnya menjadi pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui internet)
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

E-Procurement Berbasis Intranet Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Barat

E-Procurement Berbasis Intranet Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Barat

Hal lain yang terjadi yaitu masih kurangnya informasi yang memberitahukan tentang adanya proses pengadaan barang secara penunjukan langsung kepada perusahaan penyedia barang. Jadi satu perusahaan baru akan mengetahui bahwa sedang ada proses pengadaan barang apabila perusahaannya ditunjuk sebagai penyedia. Itu pun hanya diketahui oleh satu perusahaan saja, sedangkan untuk perusahaan yang lain tidak ada informasi sama sekali. Dengan permasalahan yang ada seperti yang telah dijabarkan di atas, maka salah satu solusinya yaitu dibangun sebuah aplikasi yang dapat mengatasi segala permasalahan yang ada, aplikasi itu disebut dengan e-procurement. E-procurement yaitu pengadaan yang dilakukan secara elektronik, diharapkan dengan adanya e-procurement proses pengadaan barang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

Making e-procurement work in a decentralized procurement system A comparison of three Indonesian cities

Making e-procurement work in a decentralized procurement system A comparison of three Indonesian cities

Each ministry, non-ministry institution, and local government can set up an independent Procurement Service Unit which is separated from the organization units which make the budgets. This separation function is aimed to avoid the collusion and the autonomy of the procurement process. Each Institution which is called ULP (Procurement Service Unit) is created based on Minister Decree or Head of non-ministry institution and regional head. Yayan Rudianto ’ s (2011) study on legal format mentioned that based on the President Decree No. 54, 2010, that National Procurement Agency (LKKP) is the only non-department institution in Indonesia which has the authority to improve and formulate the policy of government goods/services procurement. Test results prove this analysis results in the previous test showing that the main weaknesses of the implementation of e-procurement is a legal vacuum or less strong legal basis that became the foundation for implementing procurement at the local level. One of the vacuums in e-procurement regulation is public watch regulation in order to prevent corruption in public purchasing. “ one of (the) factor(s) causing deviation of procurement is the vacuum of regulation on surveillance done in whole procurement phases and processes, so it creates the potential state budget loss or misuse ” stated by non government organization activist. ” In line with above statement, Transparency International interviewed some businessmen and confirmed the conclusion:
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Perencanaan Penguatan Kelembagaan Pemerintah Daerah Dalam E-Procurement

Perencanaan Penguatan Kelembagaan Pemerintah Daerah Dalam E-Procurement

Hasil analisis diketahui bahwa dalam perencanaan penguatan kelembagaan LPSE dilakukan dengan cara penguatan secara struktur organisasi dalam arti kelembagaan secara legal formal Institutional Stengthening, sejalan dengan penguatan dalam kapasitasnya Capacity Strengthening untuk mendukung e-Procurement. Kelembagaan LPSE perlu ditinjau kembali karena Peraturan Bupati Malang Nomor 11 Tahun 2011 belum menjelaskan secara rinci, kedudukan dan organisasi LPSE dan kewenangannya. Apabila Kelembagaannya jelas berarti jelas pula wadah yang menaungi personil-personil pelaksana LPSE yang harus terus dibina dan hargai. Ada enam syarat bagi implementasi efektif suatu keputusan kebijakan yang mewakili suatu substansi yang berasal dari status quo [14]. Salah satu hal diantaranya untuk pencapaian sasaran akan terjadi apabila legislasi menstrukturkan proses implementasi guna mencapai implementasi yang berhasil, seperti lembaga yang mendukung dan memiliki kemampuan, peraturan-peraturan yang mendukung dan sumber daya yang mencukupi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DALAM MENGIKUTI LELANG MENGGUNAKAN SISTEM E-PROCUREMENT DI KOTA LHOKSEUMAWE

DALAM MENGIKUTI LELANG MENGGUNAKAN SISTEM E-PROCUREMENT DI KOTA LHOKSEUMAWE

Faktor infrastruktur adalah sarana yang diperlukan dalam mendukung pelayanan e-procurement secara ideal seperti gedung LPSE dan beberapa fasilitas yang dibutuhkan. penyiapan hardware dan software dan beberapa fasilitas yang dibutuhkan antara lain, perangkat komputer, administrator, untuk klien, maupun untuk training serta menyiapkan back-up data yang selalu identik dengan server induk disertai instalasi software (sistem aplikasi server), penyiapan jaringan telepon dan fax, pemasangan jaringan LAN/ internet local area.

16 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM E-PROCUREMENT PADA PT. JAYA KENCANA - Binus e-Thesis

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM E-PROCUREMENT PADA PT. JAYA KENCANA - Binus e-Thesis

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkatnya yang membimbing dan menyertai penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis dan Perancangan Sistem E- Procurement pada PT.Jaya Kencana” ini tepat pada waktunya. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program pendidikan Strata-1 (S1), Jurusan Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

21 Baca lebih lajut

ANALISA DAN PERANCANGAN E-PROCUREMENT PADA PT. VICTORY RETAILINDO - Binus e-Thesis

ANALISA DAN PERANCANGAN E-PROCUREMENT PADA PT. VICTORY RETAILINDO - Binus e-Thesis

PT. Victory Retailindo adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk- produk yang sebagian besar produk dari Jepang. PT. Victory Retailindo menjalankan proses bisnis dalam bentuk supermarket sehingga faktor pengadaan barang menjadi sangat penting. Alasan dilakukan penelitian skripsi ini adalah masalah dalam PT. Victory Retailindo terhadap proses pengadaan barangnya seperti keberadaan Additional dan Revised PO yang sangat rumit, ketergantungan terhadap pemasok yang sangat tinggi, dan proses pengadaan barang yang lama. Oleh karena itu, tujuan dibuatnya sistem perancangan pengadaan barang ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang saat ini terjadi sekaligus menciptakan suatu inovasi baru yang bisa menjadi keunggulan kompetitif yang dimiliki PT. Victory Retailindo. Metode penelitian yan digunakan adalah dengan melakukan perancangan suatu sistem pengadaan barang (procurement) yang berbasis teknologi informasi, sehingga dengan sistem yang baru tersebut, PT. Victory Retailindo dapat menjalankan proses procurementnya dengan lancar dan cepat, interaksi dan integrasi dengan pemasok menjadi sangat baik, ketergantungan terhadap pemasok menjadi rendah karena dengan adanya sistem tersebut, PT. Victory Retailindo bisa melakukan peyeleksian terhadap para supplier yang tentu saja lebih menguntungkan. Selain itu, inovasi-inovasi baru juga dapat diimplementasikan dalam sistem e-procurement ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

E PROCUREMENT DALAM PENGADAAN BARANG DAN

E PROCUREMENT DALAM PENGADAAN BARANG DAN

dan jasa ini memiliki keunggulan atau manfaat dari penggunaan E-Procurement, seperti membantu mempermudah proses transaksi antara pejabat publik dengan calon perusahaan yang akan terlibat dalam pengadaan barang dan jasa, mengurangi anggaran pemakaian kertas (karena penawaran barang dan jasa menggunakan soft file), efisiensi waktu proses penawaran tender hingga proses transaksi, dan sebagainya. Namun, keuntungan utama adanya sistem E-Procurement dalam bahasan ini ialah adanya transparansi dalam pengadaan barang dan jasa publik. Seperti yang telah dibahas sebelumnya terkait dengan pentingnya transparansi, dengan E-Procurement, adanya kesalahan perincian, kejanggalan, penyelewengan dana, korupsi, serta berbagai kekeliruan lainnya yang tidak sesuai dengan prosedur pengadaan barang dan jasa dapat dengan mudah diidentifikasi. Berbeda dengan jika proses penawaran proyek dilakukan secara konvensional dengan dokumen-dokumen penawaran dimana peserta tender harus bertemu langsung dengan pejabat publik yang seringkali menimbulkan benih-benih korupsi dan cenderung mempersulit dilacaknya kasus korupsi yang terjadi didalamnya. Dengan sistem ini, proses penawaran tender secara terbuka dengan sistem online menjadi harus dilakukan oleh pejabat publik kepada semua calon peserta tender, sehingga kecurangan terhadap pemberian perlakuan “istimewa” dari pejabat publik kepada salah satu peserta tender dapat diminimalisir.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...