E-Voting

Top PDF E-Voting:

IMPLEMENTATION OF E-KIOSK INTEGRITY CONTROL FOR THE SECURITY OF ELECTRONIC VOTING (E-VOTING) SYSTEM - ITS Repository

IMPLEMENTATION OF E-KIOSK INTEGRITY CONTROL FOR THE SECURITY OF ELECTRONIC VOTING (E-VOTING) SYSTEM - ITS Repository

Voting in Indonesian elections is still carried out manually by using paper as the media. In such system, there is a high risk of errors in counting the huge numbers of ballots. In addition, electoral fraud to bring the winning for certain groups often occurs. As a result, the implementation of election is incompatible with the applied principles and the result is not accurate. To overcome this, the voting system is designed to be more modern called as electronic voting (e-voting). E-voting system uses e- kiosk that allows voters to cast their vote because they do not need to be cast and put the paper into a ballot box. In addition, data integrity and security factors of voters are more secure because it uses secure encryption method and data transmission.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

e voting berbasis web solusi alternatif

e voting berbasis web solusi alternatif

Dengan banyaknya permasalahan tersebut, maka muncullah gagasan untuk melaksanakan pemilihan umum dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada khususnya teknologi elektronik dan teknologi berbasis web. Hal ini juga didukung dengan semakin luasnya jaringan komunikasi dan biaya komunikasi yang semakin murah. Pada penelitian e-voting ini, solusi e-voting lebih difokuskan pada keamanan personal identification pada saat login dengan menggunakan finger print dan keamanan jaringan teknologi berbasis web pada saat pengiriman data hasil penghitungan suara dari tingkat TPS ke KPU pusat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR KEPERCAYAAN TERHADAP TEKNOLOGI PADA KEINGINAN MASYARAKAT DALAM MENGADOPSI E-VOTING

ANALISIS FAKTOR KEPERCAYAAN TERHADAP TEKNOLOGI PADA KEINGINAN MASYARAKAT DALAM MENGADOPSI E-VOTING

Electronic voting (e-voting) adalah penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras untuk memfasilitasi proses Pemilihan Umum (Pemilu) melalui sistem informasi komputer, baik menggunakan remote machine atau bilik suara (Lippert et al., 2008). Pengimplementasian e-voting dan internet voting mengindikasikan bahwa masyarakat meyakini ICT dapat meningkatkan kualitas proses Pemilihan Umum. Manfaat lainnya dari e-voting adalah hasil yang lebih cepat dan akurat, peningkatan kualitas data, serta efisiensi. Berdasarkan manfaat tersebut, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga mencoba menguji pengimplementasian e-voting.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Website E-Voting Organisasi Kemahasiswaan pada Universitas Padjajaran Menggunakan Java Enterprise.

Website E-Voting Organisasi Kemahasiswaan pada Universitas Padjajaran Menggunakan Java Enterprise.

E-voting merupakan perangkat elektronika yang digunakan untuk pemungutan suara bagi suatu kelompok atau organisasi untuk menghasilkan suatu keputusan, tidak terkecuali oleh organisasi kemahasiswaan pada Universitas Padjadjaran. Proses voting sendiri membutuhkan prosedur pelaksanaan yang dapat menjamin kerahasiaan dan keabsahan dari hasil pelaksanaan voting tersebut. Namun pada kenyataannya banyak dari mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam mensukseskan jalannya pemilihan karena masih dilakukan secara manual, yang dinilai tidak akurat dan menyita banyak waktu. Sistem berbasis web dengan menggunakan framework JSF, EJB dan JPA ini dibangun untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan tersebut, yaitu dengan menyediakan pemilihan ketua seluruh organisasi kemahasiswaan, dimulai dari proses pengiriman akun melalu e-mail yang nantinya digunakan sebagai kunci untuk masuk ke dalam sistem, proses pemilihan calon ketua organisasi kemahasiswaan, proses penghitungan jumlah suara secara cepat dan akurat, hingga hasil akhir pemilihan yaitu pengumuman pemenang. History pemilihan dapat dilihat, yaitu berupa data statistik jumlah mahasiswa yang melakukan pemilihan dan jumlah mahasiswa yang tidak melakukan pemilihan (abstain). Website ini juga menyediakan fitur forum mahasiswa sebagai sarana diskusi dan komunikasi antar mahasiswa yang telah dibagi menjadi 3 kategori sesuai dengan hak akses komentar mahasiswa yang telah diberikan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

E VOTING BERBASIS WEB DAN WAP DALAM PEMI

E VOTING BERBASIS WEB DAN WAP DALAM PEMI

,output, dan skema basis data. Dimana peneliti melakukan analisis terhadap jenis inputan dan keluaran yang dihasilkan seperti penggunaan nomor KTP sebagai identitas pemilih serta analisa terhadap formulir pemilihan kepala desa. Selain identifikasi input dan output, peneliti juga melakukan analisis terhadap proses. Analisis proses merupakan pendefinisian dari skema sistem e-voting dalam bentuk fungsi-fungsi yang akan digunakan dalam sistem untuk mengolah masukan sehingga menghasilkan keluaran yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

kpu e voting bisa digunakan pada pemilu 20142

kpu e voting bisa digunakan pada pemilu 20142

MK menyatakan e-voting dapat digunakan asalkan memenuhi sejumlah persyaratan kumulatif yakni tidak melanggar asas luber (langsung, umum, bebas, dan rahasia) serta jurdil (jujur dan adil). Serta daerah yang akan menerapkan metode e-voting sudah harus siap baik dari sisi teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia, perangkat lunaknya, dan kesiapan masyarakat.

1 Baca lebih lajut

Pengembangan Web E-Voting Menggunakan Secure Election

Pengembangan Web E-Voting Menggunakan Secure Election

Irpan Adiputra Pardosi, Ronsen Purba | JSM STMIK Mikroskil 74 setiap pemilih sehingga panitia tidak dapat mengetahui suara yang diberikan oleh setiap pemilih, hanya pemilih sah yang dapat memilih, setiap pemilih hanya dapat memilih satu kali, tidak ada yang bisa menduplikasi atau mengubah pilihan seseorang dan setiap pemilih yakin kalau suaranya sudah masuk dalam penghitungan suara [3]. Protokol ini menggunakan satu panitia pengawas dan pelaksana, algoritma RSA (Rivest, Shamir & Adleman) digunakan untuk mengamankan kunci, algoritma AES- 128 mengamankan data dan SHA-1 digabung dengan DSA sebagai tanda tangan digital, untuk menghindari penyangkalan. Penulis membuat perangkat lunak pemilihan online atau e-voting menggunakan prosedur kerja dari Secure Election Protocol, dengan menerapkan konsep keamanan untuk memenuhi pemilihan secara jujur dan adil.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan E-Voting berbasis Web | Azwanti | Jurnal Komputer Terapan

Perancangan E-Voting berbasis Web | Azwanti | Jurnal Komputer Terapan

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi muncullah istilah e-voting (electronic voting) yang memberikan kemudahan dalam melakukan pemungutan suara. Sistem pemungutan e-voting memberikan beberapa karakteristik yang berbeda dari teknik voting tradisional dan juga menyediakan fitur yang ditingkatkan dari sistem pemungutan suara atas sistem voting tradisional seperti akurasi, kenyamanan, fleksibilitas, privasi, verifiability dan mobilitas [4]. Melalui sistem e-voting, penggunaan kertas dapat ditekan sesedikit mungkin. Sistem e-voting dapat dilihat sebagai “proses bisnis” dari rangkaian proses pemilihan umum, dan diharapkan dapat menekan penggunaan kertas dalam pemungutan suara [5].
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM E-VOTING PEMILIHAN KETUA OSIS

ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM E-VOTING PEMILIHAN KETUA OSIS

Tahap implementasi merupakan tahap pembuatan sistem informasi sesuai hasil pada tahap perancangan. Pengimplementasian sistem E-Voting pemilihan ketua OSIS menggunakan PHP/WEB Browser yang mana dapat digunakan di laboratorium komputer sekolah, melalui komputer pribadi siswa maupun smart phone siswa tersebut. Dalam tampilan sistem ini dirancang semudah mungkin dalam hal penggunaan dan semenarik mungkin.

6 Baca lebih lajut

ANALISIS VULNERABILITAS BERBASIS GRAF SERANGAN TERHADAP KEAMANAN E-VOTING

ANALISIS VULNERABILITAS BERBASIS GRAF SERANGAN TERHADAP KEAMANAN E-VOTING

2. Dari beberapa algoritma yang dihasilkan untuk mengkonstruksi graf serangan, belum terlihat yang dapat mengevaluasi kinerja jaringan dengan eksploitasi vulnerabilias remote dan lokal serta metode komputasi komputer. Untuk hal tersebut dapat menjadi peluang penelitian untuk membuat suatu algoritma yang menghasilkan Graf Status keamanan jaringan serta Graf Host dan Graf Vulnerabilitas pada e-voting dengan metode komputasi komputer serta asumsi vulnerabilitas yang dieksploitasi dapat secara remote dan lokal.

10 Baca lebih lajut

Perancangan dan Implementasi Sistem E-Voting untuk Pemilihan Umum.

Perancangan dan Implementasi Sistem E-Voting untuk Pemilihan Umum.

E-Voting merupakan perangkat elektronika yang makin banyak digunakan pada negara-negara yang menyelenggarakan pemungutan suara. Keunggulan perangkat terletak kepada kemampuan untuk melakukan perhitungan suara yang cepat dan tepat serta minimnya penggunaan kertas sejalan dengan konsep green earth.

35 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Web Sebagai Media e Voting PDF

Pemanfaatan Web Sebagai Media e Voting PDF

Perancangan website e-voting ini dilakukan berdasarkan berbagai permasalahan yang berhasil teridentifikasi pada pelaksanaan voting manual yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, seperti pada pemilihan kepada daerah, pemilihan presiden, pemilihan ketua organisasi. Beberapa permasalahan yang ditemukan pada pelaksanaan voting manual adalah :

7 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN SISTEM E – VOTING DENGAN METODE ENKRIPSI BLOCKCHAIN DI KOTA MOJOKERTO Rizal Ardilla Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Islam Majapahit Rizal.ardilla.154gmail.com ABSTRAK - RANCANG BANGUN SISTEM E – VOTING DENGAN METODE ENKRIPSI BLOCKC

RANCANG BANGUN SISTEM E – VOTING DENGAN METODE ENKRIPSI BLOCKCHAIN DI KOTA MOJOKERTO Rizal Ardilla Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Islam Majapahit Rizal.ardilla.154gmail.com ABSTRAK - RANCANG BANGUN SISTEM E – VOTING DENGAN METODE ENKRIPSI BLOCKC

Salah satunya cara untuk mengatasi masalah pada Pemilu konvensional adalah dengan menerapkan sistem Electronic Voting (E-Voting). Walaupun begitu sistem e-voting ini masih memerlukan sistem keamanan yang kuat karena pada sistem digital terdapat banyak celah keamanan yang bisa digunakan untuk merusak suatu sistem. Dengan menggunakan blockchain maka setiap transaksi yang terjadi akan di enkripsi menggunakan Secure Hash Algorithm 256 (SHA-256) dan secara bersambung sehingga terbentuk seperti rantai atau block dan kemudian di kirimkan ke seluruh jaringan yang terkoneksi dengannya secara peer – to – peer sehingga semua dapat memvalidasi transaksi tersebut dan tidak dibutuhkan server tunggal untuk menyimpan datanya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PERANGKAT E-VOTING BERBASIS E-KTP

PERANCANGAN PERANGKAT E-VOTING BERBASIS E-KTP

E-Voting (Electronic voting) adalah proses pemilihan umum yang memungkinkan pemilih untuk mencatatkan pilihannya yang bersifat rahasia secara elektronik yang teramankan (Husni Fahmi, Dwi Handoko, 2010). Pengertian lain e-voting adalah pemungutan suara yang dilakukan secara elektronik (digital) mulai dari proses pendaftaran pemilih, pelaksanaan pemilihan, penghitungan suara, dan pengiriman hasil suara (Ali Rokhman, 2011).

11 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. E-Voting - PRADANA BAB II

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. E-Voting - PRADANA BAB II

Pemilu dan pemungutan suara sangat penting bagi masyarakat berbasis konsensus. Mereka adalah salah satu dari sebagian besar fungsi penting demokrasi. Ada sejumlah sistem pemungutan suara yang diadopsi semua. Di atas dunia dengan masing-masing memiliki masalah yang berbeda. Sistem voting manual masih tampak menonjol di kalangan negara maju dan berkembang, dengan meningkatnya minat dan perhatian pada egovernment, Inisiatif e-voting e-demokrasi dan e-governance semakin penting. Demikian, Banyak negara melakukan uji coba dengan berbagai model dan sistem e-voting agar memungkinkan. Voting dari mana saja, juga organisasi internasional sedang mengembangkan standar dan rekomendasi di daerah ini. Makalah ini merinci tinjauan atas konsep dasar e-voting dan membahas beberapa masalah penting dalam masalah ini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS IMPLEMENTASI E VOTING DI INDONE

ANALISIS IMPLEMENTASI E VOTING DI INDONE

Indonesia adalah negara demokrasi yang menggunakan pemungutan suara untuk pemilihan anggota legislatif, presiden ataupun kepala daerah. Hingga saat ini kebanyakan metode yang digunakan dalam pemungutan suara masih menggunakan kertas suara yang mempunyai banyak kelemahan. E-voting merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat menutupi kekurangan yang terjadi pada saat pemungutan suara menggunakan kertas suara. Dalam implementasinya Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT) telah mengembangkan perangkat e- voting yang telah berhasil diimplementasikan untuk pemilihan kepala desa di beberapa kabupaten di Indonesia. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari implementasi e-voting di Indonesia dengan menggunakan analisis SWOT.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

140 berita pers ksei tunjuk csd turki untuk mengembangkan e proxy dan e voting platform 20171004171419

140 berita pers ksei tunjuk csd turki untuk mengembangkan e proxy dan e voting platform 20171004171419

E-proxy dan e-voting platform yang akan dikembangkan tidak menggantikan proses RUPS yang ada saat ini. Sebagaimana diatur dalam pasal 77 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, platform ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan bagi Pemegang Saham dalam menggunakan hak suaranya dalam RUPS.

3 Baca lebih lajut

Vulnerability Analysis of E-Voting System Pilkada Kota Bogor using Attack Trees.

Vulnerability Analysis of E-Voting System Pilkada Kota Bogor using Attack Trees.

Proses pemilihan umum (pemilu) secara konvensional mempunyai beberapa kelemahan seperti pemilih ganda dan lamanya waktu rekapitulasi suara. Selain itu pemilu konvensional memerlukan biaya dan sumber daya yang relatif besar. E- voting merupakan salah satu alternatif untuk menggantikan pemilu konvensional. Pelaksanaan e-voting di Indonesia telah diterapkan dalam pemilihan kepala dusun di kabupaten Jembrana, Bali pada tahun 2009, dalam pilkades di Boyolali, Jateng pada bulan Maret 2013, dan dalam pilkada Bantaeng, Sulsel pada bulan April 2013. Permasalahan utama yang dihadapi dalam e-voting adalah terkait dengan faktor keamanan, oleh karena itu diperlukan metode yang baik untuk identifikasi dan analisis vulnerability agar dapat membantu analis keamanan untuk memahami cara menyerang dan letak kelemahan dari sistem e-voting, sehingga dapat ditentukan penanggulangan yang mungkin diperlukan untuk menggagalkan serangan. Attack trees memberikan cara untuk menyederhanakan tugas analisis vulnerability. (Kusumah 2011), (Prayatna 2011), dan (Priyanggodo 2012) melakukan penelitian dengan mendesian e-voting pilkada Kota Bogor menggunakan protokol Two Central Facilities yang dimodifikasi. Sistem ini telah diterapkan pada pemilihan Ketua RW 02, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada bulan Juni 2011.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

RANCAN BANGUN SISTEM E-VOTING MENGGUNAKAN PROTOKOL TWO CENTRAL FACILITIES

RANCAN BANGUN SISTEM E-VOTING MENGGUNAKAN PROTOKOL TWO CENTRAL FACILITIES

pelaksanaan sistem pemilu secara e-voting pun pasti tidak akan terhindar dari berbagai ancaman kecurangan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, sistem yang dibuat harus memenuhi standar secure voting requirements menurut paparan Bruce Schneier (1996) untuk dapat mengatasi dan menjamin keamanan setiap ancaman yang akan terjadi. Salah satu protokol yang dapat memenuhi sebagian standar kriteria secure voting requirements dan memiliki tingkat keamanan yang cukup baik adalah Two Central Facilities Protocol, dimana terdiri dari Central Legitimization Agency (CLA) untuk pengesahan pemilih dan Central Tabulating Facility (CTF) untuk perhitungan suara [1].
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Implementasi Sistem E-Voting Pilkada Indonesia Berbasis Direct Record Electronic Dengan Pendekatan Kiosk

Implementasi Sistem E-Voting Pilkada Indonesia Berbasis Direct Record Electronic Dengan Pendekatan Kiosk

Shalahuddin (2009) bertujuan untuk merancang e-voting berbasis internet voting untuk studi kasus legislatif dan presiden. Penelitian mengenai e-voting di Indonesia secara resmi telah dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT). BPPT telah mengembangkan e-voting terkontrol bertipe DRE VVPAT. E-voting yang telah dikembangkan ini telah diuji coba pemilihan Kepala Desa di Kabupaten/Kota Boyolali, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Musi. Hasil yang didapat dari penerapan e-voting ini ialah perhitungan yang jauh lebih cepat, meskipun penerapannya memerlukan biaya yang lebih tinggi dibanding Pemilu konvensional karena masih memakai sistem tempat pemungutan suara (TPS) (BPPT 2013).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...