Ease of Use

Top PDF Ease of Use:

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN  PERAN ARSITEK PADA PEKERJAAN REHABILITASI.

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERAN ARSITEK PADA PEKERJAAN REHABILITASI.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perceived Ease of Use dan Perceived Complexity terhadap Computer Self Efficacy. Penelitian dilakukan dengan cara pendistribusian kuesioner kepada teller Bank Lippo di wilayah Yogyakarta dan Magelang. Fokus penelitian adalah melihat pengaruh secara simultan dan parsial persepsi teller terkait kemudahan dan kompleksitas pengoperasian software Mozaik sebagai software baru yang harus diterapkan pasca merger dengan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan mengunakan metode Regresi Berganda dengan bantuan program SPSS versi 15.0. Sebelum dilakukan uji pengaruh dalam hal ini hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian instrumen (kuesioner) berupa uji validitas dan reliabilitas, serta uji normalitas data. Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa semua data terdistribusi normal. Kemudian dari pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara Perceived Ease of Use dan Perceived Complexity terhadap Computer Self Efficacy. Hal itu ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,621 atau berpengaruh sebesar 62,1%. Sedangkan secara parsial, hanya Perceived Ease of Use yang berpengaruh karena memiliki t hitung 6,798, lebih besar dari t tabel (2,04).Perceived Complexity tidak berpengaruh terhadap Computer Self Efficacy karena memiliki t hitung 0,390, jauh lebih kecil dari t tabel (2,04).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE, WORD OF MOUTH DAN

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE, WORD OF MOUTH DAN

This study is to determine the influence of Perceived Ease of Use (X1), Word of Mouth (X2) and Service Quality (X3) variables on the Decision of Use (Y). This research is a case study with associative research methods. The sampling technique was carried out by purposive sampling as many as 50 respondents, students of the Faculty of Economics and Business, the Management Department of UPI-Y.A.I. Data collection uses observation, interviews and questionnaires. Quantitative data analysis includes the analysis of determination and multiple linear regression (simultaneous), as well as the t-test hypothesis test and F-test.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP BEHAVIOR INTENTION TO USE

PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP BEHAVIOR INTENTION TO USE

Hasil penelitian TAM menunjukkan bahwa perceived ease of use dipengaruhi oleh self efficacy, perceived of internal control, kemahiran komputer, dan kenyamanan yang dirasakan berhubungan dengan pelatihan, dukungan komputasi dan manajemen. Dalam lingkungan yang diwajibkan (mandatory) perceived ease of use berpengaruh kuat terhadap kepuasan pemakai akhir sistem informasi. Meskipun hasil penelitian Agarwal dan Prasad [6] menyatakan bahwa perceived ease of use tidak signifikan berhubungan dengan penggunaan sistem informasi saat ini. Pada organisasi yang sudah menerapkan Enterprise Resources Planning (ERP), ternyata end user lebih menyukai sisi perceived ease of use.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH USEFULNESS, EASE OF USE, RISK TERHADAP INTENTIONTO BUY ONLINEPATISSERIE MELALUI CONSUMER ATTITUDE BERBASIS MEDIA SOSIAL DI SURABAYA | Irawati | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4782 9106 1 SM

PENGARUH USEFULNESS, EASE OF USE, RISK TERHADAP INTENTIONTO BUY ONLINEPATISSERIE MELALUI CONSUMER ATTITUDE BERBASIS MEDIA SOSIAL DI SURABAYA | Irawati | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4782 9106 1 SM

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perceived usefulness, perceived ease of use, perceived risk berpengaruh terhadap intention to buy online patisserie melalui consumer attitude dengan media sosial instagram di masyarakat Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS). Hasil menunjukkan bahwa perceived usefulness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap consumer attitude, perceived ease of use memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap consumer attitude, perceived risk memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap consumer attitude¸dan consumer attitude memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to buy online. Sehingga consumer attitude adalah variabel yang harus ada antara perceived usefulness, perceived ease of use, perceived risk dan intention to buy online. Kata Kunci:
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Perceived ease of use

Perceived ease of use

Dalam konteks penggunaan mobile application terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keinginan seseorang dalam menggunakan suatu aplikasi seperti perceived ease of use. Perceived ease of use merupakan tingkatan dimana aplikasi mobile dirasa mudah dipahami dan dioperasikan, tanpa menimbulkan masalah sehingga pengguna tidak perlu mengeluarkan usaha yang signifikan dalam mengoperasikan aplikasi tersebut (Lin, 2011). Penggunaan mobile application itu sendiri mengacu pada tingkat dimana pengguna mengharapkan aplikasi yang digunakan bisa menjadi user friendly (Teo, 2011). Semakin pengguna merasa mudah ketika menggunakan serta mengoperasikan suatu aplikasi maka akan mempengaruhi attitude seseorang untuk menggunakanya, hal ini didukung oleh Pietro et al. (2012) yang menyatakan bahwa perceived ease of use memiliki pengaruh terhadap attitude to use mobile application. Pernyataan ini juga diperkuat dengan adanya penelitian Curan dan Meuter (2005) yang menunjukkan bahwa perceived ease of use dari suatu aplikasi akan berpengaruh positif terhadap attitude toward use apliksi tersebut. Berdasarkan paparan diatas, maka dibuat hipotesis penelitian sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Keywords— perceived usefulness, perceived ease of use, behavioural intention to use, academic portal

Keywords— perceived usefulness, perceived ease of use, behavioural intention to use, academic portal

Suatu sistem yang sukses dan berjalan dengan baik umumnya dapat diterima oleh penggunanya sehingga memicu minat untuk terus menggunakan sistem tersebut. Namun apakah faktor-faktor yang mempengaruhi minat perilaku pengguna untuk menggunakan sistem. Technology Acceptance Model (TAM) menawarkan suatu penjelasan yang kuat dan sederhana untuk penerimaan teknologi dan perilaku para penggunanya [1]. Model ini mengeluarkan konstruk sikap (attitude) yang membuat model lebih sederhana dan untuk menjelaskan niat (intention) dengan lebih baik. Dasar teori ini dikembangkan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang merupakan teori perilaku manusia yang paling mendasar dan berpengaruh, serta mampu memberikan penjelasan dengan baik bagi para pemakai dalam menggunakan suatu teknologi informasi. TAM menambahkan dua konstruk utama dalam model TRA, dua konstruk ini adalah manfaat (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use). TAM berargumen bahwa penerimaan individual terhadap sistem teknologi informasi ditentukan oleh dua konstruk tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use dalam penggunaan sistem informasi keuangan daerah 18

Pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use dalam penggunaan sistem informasi keuangan daerah 18

Penelitian ini dirancang (research design) dengan sifat survei sebagai proses pengukuran yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dalam sebuah wawancara yang terstruktur dengan baik. Survei digunakan untuk memperoleh data yang dapat dibandingkan dengan data dari bagian lain dari sampel yang terpilih sehingga kesamaan atau perbedaan dapat ditemukan tentang pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap penggunaan sistem informasi keuanga daerah. Metode survei ini dilakukan melalui pendistribusian surat lewat kurir, wawancara langsung dengan responden baik dengan peneliti langsung maupun dengan pewawancara yang sudah terlatih, dan melalui telpon. Alasan digunakan beberapa metode tersebut adalah untuk mengantisipasi tingkat pengembalian dan keakuratan jawaban responden. Alat bantu kuesioner digunakan dalam penelitian ini, sehingga responden akan memberikan jawaban berdasar item pertanyaan yang telah disediakan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan memakai skala ordinal berupa skala Likert 1-5. Sumber data yang dipergunakan adalah data primer yaitu data yang langsung diambil dari objek penelitian, yang berasal dari jawaban atas kuesioner yang diberikan langsung kepada responden.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

EFEK PERCEIVED EASE OF USE DAN CONFIRMATION TERHADAP ANTESEDEN ONLINE REPURCHASE INTENTION.

EFEK PERCEIVED EASE OF USE DAN CONFIRMATION TERHADAP ANTESEDEN ONLINE REPURCHASE INTENTION.

The results showedthat hypothesis 1, perceived ease of use influences on perceived usefulness; hypothesis 2, perceived usefulness has a significant affects on online repurchase intention; hypothesis 3, confirmation affects on perceived usefulness; hypothesis 4, confirmation significantly influences on satisfaction; hypothesis 5, perceived usefulness has not significant on satisfaction; hypothesis 6, satisfaction influences on online repurchase intention; hypothesis 7, perceived ease of use has a significant affects on trust; hypothesis 8, trust influences on perceived usefulness; hypothesis 9, trust has not significant on online repurchase intention and hypothesis 10, perceived enjoyment has significant influences on online repurchase intention.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EASE OF USE TERHADAP KEPUASAN KERJA PENGGUNA SISTEM

EASE OF USE TERHADAP KEPUASAN KERJA PENGGUNA SISTEM

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah adalah untuk menguji secara empiris pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi dan perceived ease of use (persepsi kemudahan penggunaan) terhadap kepuasan kerja pengguna sistem informasi akuntansi berbasis komputer

20 Baca lebih lajut

ANALISIS TRUST,  PERCEIVED RISK DAN PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK  Analisis Trust, Perceived Risk, Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Keputusan Pembelian Secara Elektronik (Survei Pada Komunitas OLX Regional Solo).

ANALISIS TRUST, PERCEIVED RISK DAN PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK Analisis Trust, Perceived Risk, Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Keputusan Pembelian Secara Elektronik (Survei Pada Komunitas OLX Regional Solo).

Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan tentang pengaruh Trust (kepercayaan), Perceived risk (risiko e-commerce) dan Perceived ease of use (kemudahan) terhadap keputusan pembelian secara elektronik. Data yang berhubungan dengan variabel penelitian dikumpulkan dari responden dengan kuesioner yang diambil dari penelitian Handayani (2010).

14 Baca lebih lajut

ANALISIS TRUST, PERCEIVED RISK, DAN PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK  Analisis Trust, Perceived Risk, Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Keputusan Pembelian Secara Elektronik (Survei Pada Komunitas OLX Regional Solo).

ANALISIS TRUST, PERCEIVED RISK, DAN PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK Analisis Trust, Perceived Risk, Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Keputusan Pembelian Secara Elektronik (Survei Pada Komunitas OLX Regional Solo).

Decision making in electronic purchasing is very risky to consumers, therefore consumers must to be careful with the seller integrity with the risks which are guaranteed. This research is aim to analyze are the consumers benefit, the risk s and the perceived of use e-commerce.

15 Baca lebih lajut

EKONM   5(EKON08 Feronica M, Elisabeth, Paskah Ika N UKSW)

EKONM 5(EKON08 Feronica M, Elisabeth, Paskah Ika N UKSW)

Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa dalam menggunakan sistem tertentu tidak diperlukan usaha yang keras. Meskipun usaha menurut setiap orang bebeda-beda tetapi pada umumnya untuk menghindari penolakan dari pengguna sistem atas sistem yang dikembangkan, maka sistem harus mudah diaplikasikan oleh pengguna tanpa mengeluarkan usaha yang dianggap memberatkan, dengan begitu pengguna akan mau menggunakan sistem tersebut [20]. Hasil penelitian dari Wang et al. [21] adalah persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) memiliki pengaruh signifikan pada intensi perilaku (behaviour intention), sedangkan hasil penelitian menurut Maharsi dan Yuliani [14] adalah pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dengan intensi perilaku (behaviour intention) terbukti signifikan. Niat seseorang untuk menggunakan suatu sistem informasi juga didorong oleh persepsi mereka tentang kemudahan menggunakan sistem tersebut [14]. Hipotesis yang diuji adalah:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisa Minat Masyarakat Surabaya Dalam Melakukan Online Booking Hotel Berdasarkan TAM (Technology Acceptance Model) | Rahardja | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4758 9058 1 SM

Analisa Minat Masyarakat Surabaya Dalam Melakukan Online Booking Hotel Berdasarkan TAM (Technology Acceptance Model) | Rahardja | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4758 9058 1 SM

Menurut Davis (1989) TAM memiliki dua keyakinan variabel perilaku utama dalam mengadopsi sebuah sistem teknologi, yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Perceived usefulness diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu dapat meningkatkan kinerjanya, dan perceived ease of use diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tidak diperlukan usaha apapun (free from effort). Perceived ease of use juga berpengaruh pada perceived usefulness yang dapat diartikan bahwa jika seseorang merasa sistem tersebut mudah digunakan maka sistem tersebut berguna bagi pengguna (Venkatesh & Davis, 1996).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran Media Jejaring Sosial Abstrak 2014

Peran Media Jejaring Sosial Abstrak 2014

Contributions made to the field of entrepreneurship research that is able to see the use of technology through social networking website and its influence by using social networking media. It also reflects the influence of perceived ease of use and how it can develop perceived of use and sosial networking media intensity. This research concluded that higher perceived ease of use led to higher perceived usefulness and ultimately greater intensity of use of the social networking media. Most of the students surveyed considered that Instagram is easy to use. This will assist in determining how this technology can be used more effectively in business applications.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Jurnal ECONOMIA 2014

Jurnal ECONOMIA 2014

Perceived ease of use, merupakan keyakinan bahwa penggunaan suatu teknologi tidak akan menyusahkan, menurut Lewis, Agarwal, dan Sambamurthy (2003) dinyatakan sebagai prediktor utama terhadap penerimaan teknologi. Ketika individu mempersepsikan bahwa teknologi tersebut mudah digunakan dan tidak akan menyusahkan, maka mereka akan melihatnya sebagai sesuatu yang dapat diaplikasikan pada pekerjaan yang lain. Atau dengan kata lain, individu akan lebih mudah menerima jika teknologi tersebut berguna dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa persepsi individu tentang kemudahan penggunaan suatu teknologi dipengaruhi oleh keinovatifan individu terhadap teknologi informasi tingkatan sampai di mana individu bersedia mencoba teknologi informasi yang baru (Agarwal dan Prasad, !998). Semakin besar kesediaan individu untuk mencoba teknologi informasi yang baru, maka semakin tinggi persepsi individu tentang kemudahan penggunaan suatu teknologi informasi tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Perceived Ease-of-Use Terhadap

Pengaruh Perceived Ease-of-Use Terhadap

Dalam proses pembelian konsumen secara online, perceived ease of use (persepsi akan kemudahan) sangat penting. Situs website yang digunakan oleh Zalora dapat memberikan akses kemudahan untuk konsumen dalam hal melihat-lihat detail produk maupun untuk membeli sebuah produk. Pengaruh kuat dari persepsi akan kemudahan pada niat membeli kembali mungkin karena sifat konteks yang diteliti. Toko online sering membuat perubahan signifikan pada desain dan tata letak situs webnya selama periode waktu tertentu, dan dengan demikian pelanggan harus terus- menerus mengeluarkannya usaha agar bisa terbiasa dengan perubahan situs web
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGUKURAN PERSEPSI MANFAAT DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP SIKAP SERTA DAMPAKNYA ATAS PENGGUNAAN ULANG ONLINE SHOPPHING PADA E-COMMERCE

PENGUKURAN PERSEPSI MANFAAT DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP SIKAP SERTA DAMPAKNYA ATAS PENGGUNAAN ULANG ONLINE SHOPPHING PADA E-COMMERCE

Operasional variabel dalam penelitian ini meliputi aspek perceived usefulness, perceived ease of use, attitude pengguna e-commerce dan perilaku intention to use e-commerce. Adapun instrumen penelitian dengan menggunakan teknik skala Likert. (Summated Rating Scale) dimana setiap pernyataan yang telah ditulis dapat disepakati sebagai pernyataan favourable atau pernyataan unfavourable, dan subjek menanggapi setiap butir pernyataan dengan menggunakan taraf (intensitas) selalu atau tidak pernah terhadap pernyataan- pernyataan yang tersedia, dan selanjutnya skor-skor tersebut dijumlahkan. (Sugiyono, 2011)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Dwi Nurani1 , Wing Wahyu Winarno2 , Syamsul A Syahdan3

Dwi Nurani1 , Wing Wahyu Winarno2 , Syamsul A Syahdan3

Kepuasan pengguna dapat dijadikan parameter dalam mengukur usability selain efektifitas dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan model penelitian dari green dan pearson berkaitan dengan kepuasan user. Tujuan penelitian ini untuk analisis usability pada aplikasi berbasis web dengan mengadopsi model penerimaan pengguna aplikasi. Penelitian ini dilakukan pada aplikasi i-SISKA milik PT. Telkom Yogyakarta jadi responden dalam penelitian ini adalah pengguna yang bekerja dengan i- SISKA. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden dalam penelitian ini ada 51 dan setelah sudah dilakukan penelitian terhadap objek dan uji statistik untuk menganalisis data menggunakan software PLS (Partial Least Square) yang merupakan metode analisis berbasis variance atau Component Based SEM. Pengaruh hubungan masing-masing variabel terhadap usability bernilai berbeda tetapi ada nilai yang tertinggi yaitu download delay terhadap usability yaitu 4,035480. Dari hasil penelitian usability dipengaruhi oleh ease of use, content, download delay dan customization sebesar 86,07% dan sisanya 13,93% dipengaruhi faktor lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Usability Evaluation of Mobile-Based Application for Javanese Script Learning Media

Usability Evaluation of Mobile-Based Application for Javanese Script Learning Media

Abstract. Indonesian people should actively preserve Indonesian culture. A way to preserve Indonesian culture can be done by using Javanese scripts as a local content subject at elementary to middle school level. In the conventional learning method,   almost all teachers teach writing Javanese manuscript with conventional instructional media by using a white board. We proposed a mobile application that can help students to learn how to write Javanese script in attractive way by using their finger. Since this application still in prototype stage, further study and analysis of the usability of this application are necessary to validate the feasibility in real implementation. Usability testing using USE questionnaire had been conducted to find out if application of Javanese script writing can be accepted by users.   We give 30 questions about usability to 5 respondents that are familiar with android application. The result show that, the proposed application is acceptable to users in term of Usefulness, ease of use, ease of learning and satisfaction.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kualitas Sistem Informasi Dan Kepuasan P

Kualitas Sistem Informasi Dan Kepuasan P

DeLone dan McLean (2003); Illias et al., (2007)., Xiao dan Dasgupta (2002); Yeo et.al., (2002), Zviran et al., (2005) menganggap variabel ini sebagai salah satu variabel yang mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Duggan dan Reichgelt (2006) memasukkan variabel ini sebagai bagian dari persepsi pada model kualitas sistem informasi. Sementara, Rai et al., (2002) menyatakan bahwa ease of use merupakan salah satu variabel yang mendefinisikan kualitas sistem. Berdasarkan hasil beberapa penelitian tersebut, maka hipotesis kedua penelitian dirumuskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...