efektif menulis karangan eksposisi

Top PDF efektif menulis karangan eksposisi:

RELATIONSHIP MASTERY OF VOCABULARY AND THE ABILITY TO COMPOSE THE SENTENCE EFFECTIVE WRITING SKILLS EXPOSITION GRADE XI SMA N 15 BANDAR LAMPUNG YEAR LESSONS 2012/2013

RELATIONSHIP MASTERY OF VOCABULARY AND THE ABILITY TO COMPOSE THE SENTENCE EFFECTIVE WRITING SKILLS EXPOSITION GRADE XI SMA N 15 BANDAR LAMPUNG YEAR LESSONS 2012/2013

Penelitian ini menyoroti beberapa faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yakni pengetahuan siswa tentang menulis eksposisi khususnya yang berhubungan dengan kosakata dan kemampuan menyusun kalimat efektif. Aspek kemampuan penggunaan ejaan, kosakata dan menyusun kalimat menjadi sangat penting agar karangan memiliki kualitas yang baik (Nurjamal, 2010: 217). Siswa yang memiliki penguasaan kosakata yang tinggi memungkinkan dapat menuangkan ide-ide atau gagasan dengan mudah dalam tulisannya. Dengan penguasaan kosakata yang baik, siswapun dimungkinkan dapat menyusun kalimat dengan benar sehingga maksud penulis dapat diterima oleh pembaca sesuai dengan maksud dan tujuan penulis dan diharapkan siswa dapat membuat karangan eksposisi dengan baik dan benar.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI.

Hal tersebut didukung pula oleh M. Bakri Natsir, seorang konsultan pendidikan yang dalam kesempatan Raker SMK Daarut Tauhiid Boarding School pada tanggal 26 Juni 2012 menyatakan bahwa bahasa Indonesia semestinya mampu menjadi solusi aktif dalam hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran. Namun, hal tersebut nampaknya masih jauh dari pengaplikasian. Salah satu buktinya adalah masih terdapat penggunaan bahasa yang kurang efektif dalam bahan ajar, sehingga siswa kesulitan untuk memahami materi ajar tersebut. Ketika bahasa Indonesia sudah mampu menjadi solusi aktif, maka hal-hal tersebut dapat dihindari.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Sebagai Upaya Peningkatan Intelegensi Siswa di Bidang Linguistik Dengan Strategi Pembelajaran Writing In The Here And Now (Menulis Di Sini Dan Kini) Studi Kasus: Kelas VIII B SMP Muhammadiyah 08 Surakar

PENDAHULUAN Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Sebagai Upaya Peningkatan Intelegensi Siswa di Bidang Linguistik Dengan Strategi Pembelajaran Writing In The Here And Now (Menulis Di Sini Dan Kini) Studi Kasus: Kelas VIII B SMP Muhammadiyah 08 Surakar

Menurut David Wechsler dalam (Azwar M.A, 1999: 7) menyatakan bahwa intelegensi sebagai kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional, serta menghadapi lingkungan dengan efektif. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran atau fakta yang ada di lingkungan sekitar.

10 Baca lebih lajut

T BIND 1007313 Chapter6

T BIND 1007313 Chapter6

1) Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis pendidikan kecakapan hidup efektif dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi, sehingga penelitian ini sangat bermanfaat bagi guru atau pendidik dalam memanfaatkan pendekatan ini sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran menulis karangan. Namun, dalam pelaksanaan pembelajarannya, guru perlu mempertimbangkan pemilihan pendidikan kecakapan hidup yang akan digunakan.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUASAAN KOMPETENSI SINTAKSIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT EFEKTIF PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS XI SMAN 19 BANDUNG.

PENGARUH PENGUASAAN KOMPETENSI SINTAKSIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT EFEKTIF PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS XI SMAN 19 BANDUNG.

Keterampilan menulis sangat diperlukan khususnya dalam proses belajar mengajar. Siswa-siswa yang berada di bangku pendidikan mendapatkan pembelajaran menulis. Pembelajaran menulis dibelajarkan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke Perguruan Tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa tidak bisa dipungkiri menulis itu harus dipelajari. Pada proses pelaksanaan wajib belajar, menulis menjadi satu dari empat aspek keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan menulis dapat dimiliki siswa setelah terlebih dahulu menguasai tiga aspek keterampilan bahasa lainnya. Salah satu materi pelajaran menulis yang harus dipelajari dalam proses wajib belajar adalah menulis karangan eksposisi.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMP NEGERI GRABAG MAGELANG.

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMP NEGERI GRABAG MAGELANG.

2. Pembelajaran keterampilan menulis karangan eksposisi kelompok ekperimen dengan strategi pembelajaran berbasis masalah lebih efektif dibandingkan dengan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah. Keefektifan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis eksposisi juga ditandai dari hasil perbandingan uji t pada skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukakan dengan menggunakan program SPSS 16. Kedua kelompok tersebut sama-sama mengalami peningkatan keterampilan menulis karangan eksposisi tetatp pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih besar. Rata-rata skor pretest kelompok kelompok kontrol 74, 85 dan skor rata-rata pada kelompok eksperimen 78, 82. Kenaikan skor rata- rata antara tes awal dan tes akhir pada kelompok kontrol sebanyak 12, 19, sedangkan kenaikan skor rata-rata antara tes awal dan tes akhir pada kelompok ekperimen sebesar 15,21. Hal ini membuktikan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis eksposisi.
Baca lebih lanjut

218 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 KERTEK TAHUN AJARAN 20162017

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 KERTEK TAHUN AJARAN 20162017

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Kertek yang berjumlah 28 siswa. Sumber data terdiri dari peristiwa proses pembelajaran menulis karangan eksposisi, informan dan dokumen. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, analisis dokumen, pemberian tugas, wawancara. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber data, trianggulasi metode pengumpulan data dan trianggulasi teori. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI ANALISIS PROSES BERBASIS KECAKAPAN VOKASIONAL DENGAN METODE KOLABORASI : Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Mutiara Baru Kota Bekasi Tahun Ajaran 2013/2014.

PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI ANALISIS PROSES BERBASIS KECAKAPAN VOKASIONAL DENGAN METODE KOLABORASI : Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Mutiara Baru Kota Bekasi Tahun Ajaran 2013/2014.

Dalam pengolahan data hasil tes, penulis melakukan dua cara analisis yaitu analisis data dan analisis statistik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan parameter penilaian karangan eksposisi analisis proses. Karena pembelajaran menulis di sini diorientasikan pada kecakapan vokasional, maka penilaiannya pun didesain dengan memperhatikan aspek kecakapan vokasional yang berkaitan dengan dunia kerja. Selain itu, dalam analisis data ini pula dilakukan analisis karangan siswa sesuai dengan parameter penilaian karangan eksposisi analisis proses. Sementara itu, analisis statistik dilakukan untuk mengolah skor-skor hasil pretes dan postes siswa yang nantinya akan berujung pada uji efektivitas metode pembelajaran atau uji hipotesis.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI - repository UPI S IND 0907233 Title

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI - repository UPI S IND 0907233 Title

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas XI SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandun[r]

3 Baca lebih lajut

T BIND 1007313 Chapter3

T BIND 1007313 Chapter3

(McCrimmon, 1984) Pedoman penulisan karangan eksposisi tersebut di atas masing- masing bobot penilaiannya berbeda. Yang dapat membedakan bobot tersebut ditentukan dari tingkat kesulitan terhadap komponen-komponen penilaian yang telah ditentukan dalam menulis karangan eksposisi. Masing-masing skor pada aspek yang dinilai, menggunakan lima interval. Jika seluruhnya dijumlahkan, maka memperoleh nilai 100, untuk lima interval tersebut dengan bobot yang berbeda-beda. Sebaran komponen tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Mata Kuliah Semester I Jenis jenis wacana

Mata Kuliah Semester I Jenis jenis wacana

Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulisnya. Untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca, penulis merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dilihat dari sifat objeknya, deskripsi dibedakan atas 2 macam, yaitu deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.

1 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Analisis Proses melalui Teknik Menulis Objek Langsung pada Siswa Kelas XI SMA N 1 Pecangaan Tahun Ajaran 2008/2009.

Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Analisis Proses melalui Teknik Menulis Objek Langsung pada Siswa Kelas XI SMA N 1 Pecangaan Tahun Ajaran 2008/2009.

Pembelajaran menulis mempunyai peranan penting dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Semua pendidik berharap anak didiknya menguasai keterampilan menulis. Salah satunya adalah siswa dapat menulis karangan eksposisi analisis proses. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, diketahui bahwa kemampuan siswa untuk menulis karangan masih rendah. Rendahnya keterampilan menulis karangan disebabkan oleh faktor teknik pembelajaran yang digunakan guru masih kurang sesuai. Guru masih menerapkan pola pembelajaran konvensional, sehingga tidak ada variasi dalam pembelajaran. Untuk mengatasi rendahnya keterampilan menulis karangan eksposisi analisis proses tersebut, peneliti memberikan solusi dengan menggunakan teknik menulis objek langsung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Bepikir Berpasangan Berbagi Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Eksposisi Siswa Kelas X SMA Harapan 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013-2014.

Pengaruh Model Pembelajaran Bepikir Berpasangan Berbagi Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Eksposisi Siswa Kelas X SMA Harapan 1 Medan Tahun Pembelajaran 2013-2014.

Pernyataan di atas juga didukung oleh Samsudin. Menurut Samsudin (2012:2) kegiatan menulis eksposisi menjadi kegiatan pembelajaran yang sulit karena belum tersedianya bahan ajar tentang keterampilan menulis siap pakai yang dapat memenulihi kebutuhan pembelajaran serta minimnya pelatihan menulis eksposisi bagi siswa. Padahal kegiatan menulis ini merupakan suatu wadah yang bisa dijadikan siswa sebagai sarana pencurahan gagasan. Selain itu, Ariningsih, dkk (2012:41) mengatakan bahwa masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam menulis karangan eksposisi antara lain: (1) Sulit menentukan tema; (2) keterbatasan informasi yang disebabkan kurangnya referensi; (3) adanya rasa malas dan bosan; dan (4) penguasaan kaidah bahasa yang kurang baik. Dari berbagai masalah tersebut, muncul anggapan bahwa menulis karangan eksposisi merupakan beban berat bagi siswa yang mengakibatkan rendahnya kemampuan menulis karangan eksposisi siswa.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Menulis Eksposisi dengan Metode Inquiry Based Learning.

Peningkatan Kemampuan Menulis Eksposisi dengan Metode Inquiry Based Learning.

Sapti Anayogyani S841402033. 2015. “Peningkatan Kemampuan Menulis Eksposisi dengan Metode Inquiry Based Learning (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 6 Surakarta)”. Tesis (Pembimbing I: Prof. Dr. Andayani, M. Pd. Pembimbing II: Dra.Ani Rakhmawati,M.A.,Ph.D.). Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

19 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS IV SDN KOWANGAN TEMANGGUNG

KEEFEKTIFAN MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS IV SDN KOWANGAN TEMANGGUNG

a. Imersi, yaitu pembelajaran bahasa dilakukan dengan menerjunkan siswa secara langsung dalam kegiatan berbahasa yang dipelajarinya. Contoh, ketika siswa belajar mengarang, terjunkanlah langsung dalam kegiatan mengarang. Berikan ia pengalaman bagaimana, seperti apa mengarang itu dengan memintanya menulis sebuah karangan dengan topik tertentu. Jika siswa kesulitan, berikan ia model atau contoh karangan yangs sesuai. Selanjutnya, guru memandu untuk menggali teori mengarang itu berdasarkan pengalaman siswa. jika ada yang kurang maka guru melengkapinya. Hal yang sama dilaukan untuk mengajarkan menyimak, berbicara, membaca, kesatraan, dan kebahasaan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Nurfaizah, Isfi. 2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Tema Kesehatan Melalui Media Gambar Seri pada Siswa Kelas IV SD 2 Sidorekso Kaliwungu Kudus. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing (I) Dr. Murtono, M.Pd., (II) Nur Fajrie, S.Pd., M.Pd.

21 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SIMO BOYOLALI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SIMO BOYOLALI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SIMO BOYOLALI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Sebagai Peryaratan G[r]

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PELAJARAN BAHASA INDONESIA : Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta didik Kelas V SDN Sukabakti 01 Kecamatan

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PELAJARAN BAHASA INDONESIA : Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta didik Kelas V SDN Sukabakti 01 Kecamatan

Pembelajaran yang berlangsung masih mengacu pada paradigma lama, yakni satu arah, peserta didik masih bersifat pasif. Dengan kata lain pembelajaran hanya terfokus pada guru saja, sehingga hasil pembelajaran yang diperoleh peserta didik belum optimal. Ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya; a) peserta didik kesulitan memunculkan ide/gagasan dalam mengarang, b) Peserta didik kurang tertarik pada pembelajaran menulis, dan c) peserta didik kesulitan dalam mengembangkan gagasan ke dalam bentuk karangan, hal ini terlihat peserta didik belum dapat menggunakan bahasa dan ejaan yang sesuai.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Portal Publikasi - STKIP Siliwangi Bandung – Jurnal Semantik Vol. 2 No. 1

Portal Publikasi - STKIP Siliwangi Bandung – Jurnal Semantik Vol. 2 No. 1

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (a) instrumen tes; (b) instrumen angket: (c) instrumen observasi: dan (d) instrumen wawancara. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (a) tes keterampilan menulis karangan eksposisi. Teknik tes tersebut dilakukan sebanyak dua tahap. Pretest, yaitu tes keterampilan menulis karangan eksposisi analisis proses yang dilakukan sebelum diberi perlakuan untuk mengukur kemampuan awal menulis siswa. Posttest, yaitu tes keterampilan menulis karangan eksposisi analisis proses yang dilakukan setelah diberi perlakuan untuk mengukur kemampuan akhir menulis siswa; (b) angket, digunakan untuk mengetahui pendapat siswa tentang pelajaran bahasa Indonesia terutama selama pembelajaran menulis karangan eksposisi analisis proses diberlakukan. Tipe atau bentuk pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan tertutup yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang tersedia; (c) observasi, dilakukan untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku siswa dan guru, kegiatan yang dilakukan, tingkat partisipasi dalam suatu kegiatan, dan hasil yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini, digunakan observasi langsung yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya dan langsung diamati oleh pengamat; (d) wawancara, dilakukan untuk mengetahui bagaimana profil kemampuan menulis siswa. Selain itu wawancara juga dilakukan untuk mengetahui respon guru dan siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran menulis dengan menggunakan metode kolaborasi.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

S IND 1104896 Chapter3

S IND 1104896 Chapter3

KOSAKATA 18-20 Sangat baik-sempurna: penugasan kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif (1) Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal, 2) Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula, 3) Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata- kata yang berlebih, 4) Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan, Kalimat efektif harus mudah dipahami. 5) Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.) ; menguasai pembentukan kata.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...