Efektifitas Penggunaan Antihipertensi pada Pasien GGK

Top PDF Efektifitas Penggunaan Antihipertensi pada Pasien GGK:

SKRIPSI ANNA TRESIA BR.S.DEPARI STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI

SKRIPSI ANNA TRESIA BR.S.DEPARI STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI

Progresifitas penyakit GGK dapat diatasi dengan pemberian terapi yang mengawali penyakit GGK tersebut, salah satunya adalah antihipertensi. Pengendalian tekanan darah pada pasien GGK harus cukup agresif untuk mencegah terjadinya komplikasi, disamping untuk mencegah progesifitas penyakit ginjal itu sendiri. Golongan antihipertensi untuk mengatasi GGK dengan hipertensi , yaitu ACE inhibitors, ARBs, CCBs, diuretik (diuretik loop, diuretik thiazid, dan diuretik hemat kalium), β blockers, α-1 blockers, α-2 agonist, vasodilator langsung, antagonis aldosteron, dan antagonis adrenergik. Tujuan pemberian antihipertensi pada GGK adalah menurunkan tekanan darah <130/80 mm Hg.
Show more

22 Read more

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI (Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI (Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang) Anna Tresia Br.S.Depari Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama untuk penyakit gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kerusakan ginjal yang ditandai penurunan laju GFR <60 ml/menit/1,73 m 2 dalam waktu tiga bulan. Pada penyakit GGK dengan hipertensi, hipertensi dapat disebabkan oleh akibat dari GGK atau pasien sejak awal mengalami hipertensi dan bertambah buruk dengan adanya GGK. Oleh karena itu, pengendalian tekanan darah pada pasien GGK harus cukup agresif untuk mencegah terjadinya komplikasi, disamping untuk mencegah progesifitas penyakit ginjal itu sendiri.
Show more

26 Read more

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan GGK dengan Hemodialisa  di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2017

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan GGK dengan Hemodialisa di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2017

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit gagal ginjal kronik karena dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah dalam ginjal sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring darah dengan baik. Pemberian dan analisis obat antihipertensi sangat penting pada keadaan tersebut, karena dapat mengurangi perkembangan penyakit dan laju mortalitas pasien. Oleh karena itu, aspek kemanfaatan (efikasi) dan keamanan (safety) penggunaan obat pada pasien perlu dievaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pasien, ketepatan obat dan ketepatan dosis yang dievaluasi berdasarkan buku acuan dalam penggunaan terapi antihipertensi pada pasien rawat jalan gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data diambil dari catatan medis secara retrospektif, yang menggunakan metode non-eksperimental. Sampel pasien diambil sesuai dengan kriteria inklusi penelitian dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 55 pasien yang dievaluasi terdiri dari laki-laki 35 (64%) dan perempuan 20 (36%). Berdasarkan data yang diperoleh disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2017 tepat pasien (100%), tepat obat (90,92%) dan tepat dosis (98,19%).
Show more

7 Read more

EFEKTIFITAS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA.

EFEKTIFITAS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari masing-masing obat antihipertensi yang digunakan, adanya perbedaan tekanan darah antara ketiga obat antihipertensi tersebut, dan ada atau tidaknya efek samping yang terkait dengan penggunaan ketiga obat antihipertensi tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian kohort prospektif yang dilakukan pada 33 responden dengan mengukur tekanan darah pada hari ke-1 bertemu di puskesmas, pengukuran kembali dilakukan pada hari-ke10 dan hari ke-30 untuk menilai efektivitas dan efek sampingnya. Data dianalisis melalui uji Wilcoxon dan uji Kruskall-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan HCT hanya 1 orang yang mencapai target terapi, sedangkan pada 11 orang tidak mencapai target terapi. Pada Kaptopril sebanyak 10 orang mencapai target terapi, dan hanya 1 orang tidak mencapai target. Dan pada Amlodipin semua pasien berjumlah 11 orang berhasil mencapai target terapi. Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa HCT tidak signifikan dengan Kaptopril dan Amlodipin, akan tetapi Kaptopril signifikan dengan Amlodipin. Presentase kejadian efek samping akibat penggunaan obat pada HCT sebesar 0%, pada Kaptopril sebesar 36% dan pada Amlodipin sebesar 45%
Show more

13 Read more

Efektifitas dan Efek Samping Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kalirungkut Surabaya - Ubaya Repository

Efektifitas dan Efek Samping Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kalirungkut Surabaya - Ubaya Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari masing-masing obat antihipertensi yang digunakan, adanya perbedaan tekanan darah antara ketiga obat antihipertensi tersebut, dan ada atau tidaknya efek samping yang terkait dengan penggunaan ketiga obat antihipertensi tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian kohort prospektif yang dilakukan pada 33 responden dengan mengukur tekanan darah pada hari ke-1 bertemu di puskesmas, pengukuran kembali dilakukan pada hari-ke10 dan hari ke-30 untuk menilai efektivitas dan efek sampingnya. Data dianalisis melalui uji Wilcoxon dan uji Kruskall-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan HCT hanya 1 orang yang mencapai target terapi, sedangkan pada 11 orang tidak mencapai target terapi. Pada Kaptopril sebanyak 10 orang mencapai target terapi, dan hanya 1 orang tidak mencapai target. Dan pada Amlodipin semua pasien berjumlah 11 orang berhasil mencapai target terapi. Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa HCT tidak signifikan dengan Kaptopril dan Amlodipin, akan tetapi Kaptopril signifikan dengan Amlodipin. Presentase kejadian efek samping akibat penggunaan obat pada HCT sebesar 0%, pada Kaptopril sebesar 36% dan pada Amlodipin sebesar 45%
Show more

2 Read more

Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi

Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi

Tuloli,T.S, et al., 2021; Indonesian Journal of Pharmacetical Education (e-Journal); 1(3): 127-135 134 didapatkan sebanyak 71 pasien dengan persentase 77% yang dianalisis adalah tepat dosis sedangkan tidak tepat dosis sebanyak 21 pasien dengan persentase 23%. Ketidaksesuaian ini disebabkan karena ketidaktepatan dalam pemberian terapi obat dan indikasi terhadap pasien dengan kategori hipertensi grade 1.Contoh kasusnya yaitu ny.HK yang diberikan obat amlodipin dengan dosis 10 mg lama pemberian 1x1 dengan kategori hipertense grade 1 dengan umur lansia yang seharusnya diberikan dosis awal 2,5 mgsebanyak 1 kali sehari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eka Kartika Utari, dkk (2018) yaitu pemberian dosis obat yang tidak sesuai standar, dapat memberikan dampak yang luas bagi pasien. Bila dosis obat yang tertera pada resep tidak tepat/tidak sesuai standar, maka pasien tersebut gagal mendapatkan pengobatan yang benar terkait penyakitnya. Hal ini dapat menimbulkan komplikasi berkaitan dengan penyakit tersebut [15].
Show more

9 Read more

Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan

Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan

Persistensi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi sangat diperlukan mengingat hasil utama terapi hipertensi adalah mencegah keja- dian penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, dan stroke yang beru- jung pada kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis ter- api dan jenis obat antihipertensi terhadap persistensi. Penelitian ini meng- gunakan desain studi kohort retrospektif dan menggunakan sumber data sekunder pasien hipertensi rawat jalan peserta asuransi kesehatan PT Askes di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode pengukuran per- sistensi adalah metode the gaps between refill dengan tenggang waktu pengambilan obat selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan uji kai kuadrat, Kaplan-Meier, dan Cox regression. Jumlah subjek yang ikut dalam penelitian ini adalah 304 pasien hipertensi yang menggunakan obat anti- hipertensi pertama kali (tanggal indeks diagnosis 1 Juli 2007 hingga 31 Desember 2008). Setelah pengamatan 4,5 tahun, hampir separuh subjek yang mendapat monoterapi (57,6%) dan kombinasi terapi (53,8%) tidak persisten menggunakan obat antihipertensi. Ketidakpersistenan penggu- naan obat antihipertensi lebih besar pada kelompok monoterapi daripada kelompok kombinasi, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan (RR = 0,94; 95% CI = 0,73 _ 1,21). Penggunakan diuretik (85,7%) dan kombinasi obat diuretik + ACE inhibitor (84,6%) cenderung tidak persisten dibandingkan subjek yang menggunakan ACE inhibitor (58,4%). Perbedaan ini bermak- na secara statistik (RR = 1,47; 95% CI = 1,05 _ 2,01 dan RR = 1,45; 95% CI = 1,10 _ 1,91). Persistensi dipengaruhi oleh jenis obat antihipertensi yang digunakan, yaitu ACE inhibitor.
Show more

6 Read more

Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan

Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan

Persistensi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi sangat diperlukan mengingat hasil utama terapi hipertensi adalah mencegah keja- dian penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, dan stroke yang beru- jung pada kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis ter- api dan jenis obat antihipertensi terhadap persistensi. Penelitian ini meng- gunakan desain studi kohort retrospektif dan menggunakan sumber data sekunder pasien hipertensi rawat jalan peserta asuransi kesehatan PT Askes di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode pengukuran per- sistensi adalah metode the gaps between refill dengan tenggang waktu pengambilan obat selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan uji kai kuadrat, Kaplan-Meier, dan Cox regression. Jumlah subjek yang ikut dalam penelitian ini adalah 304 pasien hipertensi yang menggunakan obat anti- hipertensi pertama kali (tanggal indeks diagnosis 1 Juli 2007 hingga 31 Desember 2008). Setelah pengamatan 4,5 tahun, hampir separuh subjek yang mendapat monoterapi (57,6%) dan kombinasi terapi (53,8%) tidak persisten menggunakan obat antihipertensi. Ketidakpersistenan penggu- naan obat antihipertensi lebih besar pada kelompok monoterapi daripada kelompok kombinasi, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan (RR = 0,94; 95% CI = 0,73 _ 1,21). Penggunakan diuretik (85,7%) dan kombinasi obat diuretik + ACE inhibitor (84,6%) cenderung tidak persisten dibandingkan subjek yang menggunakan ACE inhibitor (58,4%). Perbedaan ini bermak- na secara statistik (RR = 1,47; 95% CI = 1,05 _ 2,01 dan RR = 1,45; 95% CI = 1,10 _ 1,91). Persistensi dipengaruhi oleh jenis obat antihipertensi yang digunakan, yaitu ACE inhibitor.
Show more

6 Read more

ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI KOMBINASI DUA OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN   Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antihipertensi Kombinasi Dua Obat Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi

ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI KOMBINASI DUA OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antihipertensi Kombinasi Dua Obat Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi

Kata kunci : Hipertensi, pasien rawat jalan, analisis efektivitas biaya ABSTRACT Hypertension is one of the major factors of risk of death from cardiovascular disorders that result in 20-50% of all deaths. Health financing in Indonesia increase, the cost-effectiveness analysis is needed in order to assist in decision making these medicines are effective benefits and cost. This study aims to determine the antihypertensive combination of the most cost-effective in the Hospital Dr. Moewardi in 2012. This study is a non-experimental descriptive. The data collection is done retrospectively based on medical records, laboratory and administrative price ceilings on drugs. Cost-effectiveness analysis was done by comparing large direct medical costs on average per month against the percentage of patients reaching blood pressure targets based on parameter ACER.The results showed 8 pattern combinations that used by patient were beta blockers with ACE-inhibitor, ARBs with hidrochlorothiazid, ARB with a CCB, ARB with beta blockers, ACE- inhibitor with diuretics hidrochlorothiazid, ACE-inhibitors with furosemide, ACE-inhibitor with ARBs, ACE -Inhibitor with CCB. The pattern of treatment is the most cost-effective for patients with hypertension the effectiveness of blood pressure to reach the target group is ACE-inhibitors with hidrochlorothiazid with ACER 490,69 and ICER -13.663,68.
Show more

18 Read more

ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI KOMBINASI DUA OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2012

ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI KOMBINASI DUA OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2012

Kata kunci : Hipertensi, pasien rawat jalan, analisis efektivitas biaya ABSTRACT Hypertension is one of the major factors of risk of death from cardiovascular disorders that result in 20-50% of all deaths. Health financing in Indonesia increase, the cost-effectiveness analysis is needed in order to assist in decision making these medicines are effective benefits and cost. This study aims to determine the antihypertensive combination of the most cost-effective in the Hospital Dr. Moewardi in 2012. This study is a non-experimental descriptive. The data collection is done retrospectively based on medical records, laboratory and administrative price ceilings on drugs. Cost-effectiveness analysis was done by comparing large direct medical costs on average per month against the percentage of patients reaching blood pressure targets based on parameter ACER.The results showed 8 pattern combinations that used by patient were beta blockers with ACE-inhibitor, ARBs with hidrochlorothiazid, ARB with a CCB, ARB with beta blockers, ACE- inhibitor with diuretics hidrochlorothiazid, ACE-inhibitors with furosemide, ACE-inhibitor with ARBs, ACE -Inhibitor with CCB. The pattern of treatment is the most cost-effective for patients with hypertension the effectiveness of blood pressure to reach the target group is ACE-inhibitors with hidrochlorothiazid with ACER 490,69 and ICER -13.663,68.
Show more

18 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA  PASIEN PREEKLAMPSIA RAWAT INAP DI RSU   Evaluasi Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Rawat Inap Di Rsu Pku Muhammadiyah Delanggu Periode 2009-2010.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA RAWAT INAP DI RSU Evaluasi Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Rawat Inap Di Rsu Pku Muhammadiyah Delanggu Periode 2009-2010.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, hidayah dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Evaluasi Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia Rawat Inap di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Periode 2009- 2010”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan mulia yang mengantarkan ke jalan yang terang.

13 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH  EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH SURAKARTA PERIODE SEPTEMBER- OKTOBER TAHUN 2010.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH SURAKARTA PERIODE SEPTEMBER- OKTOBER TAHUN 2010.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- Nya bagi kita semua dan memberikan petunjuk, kekuatan, dan kemudahan sehingga dapat terselesaikannya dengan baik karya tulis yang berjudul “EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DAN KEPATUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DAERAH SURAKARTA PERIODE SEPTEMBER-OKTOBER TAHUN 2010”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai derajat Sarjana Farmasi (S.Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP  DI RUMAH SAKIT “X” SUKOHARJO  Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo Tahun 2013.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT “X” SUKOHARJO Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo Tahun 2013.

ABSTRAK Penyakit dengan kondisi dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal biasa disebut Hipertensi. Penggunaan obat perlu dievaluasi untuk menilai kerasionalitasan suatu terapi serta untuk mencapai keberhasilan pengobatan dan mengurangi efek samping yang tidak diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit “X” Sukoharjo tahun 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medik dan resep dokter pada pasien hipertensi rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel yang diambil memenuhi kriteria inklusi pasien hipertensi. Sampel berjumlah 100 sampel, jumlah tersebut merupakan ketersediaan dari pihak Rumah Sakit memberikan 100 sampel saja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis golongan obat antihipertensi yang paling sering digunakan ada 2 obat yaitu Captopril sebanyak 67 peresepan (20,14%) dan Furosemid sebanyak 39 peresepan (34,7%). Penggunaan obat antihipertensi tepat indikasi 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100%, dan tepat pasien 94%.
Show more

11 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SUKOHARJO TAHUN 2013  Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo Tahun 2013.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SUKOHARJO TAHUN 2013 Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo Tahun 2013.

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. wb Alhamdulillahirrabbil’alamiin, segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan menyusun skripsi yang berjudul “Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Penyakit Hipertensi Pasien Rawat Inap di RSUD Sukoharjo Tahun 2013” sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

12 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI   evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit “X” karena merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di daerah Surakarta. Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Rumah Sakit “X”. Menurut bagian rekam medik, hipertensi menduduki peringkat ketiga terbanyak pada pasien rawat inap tahun 2014 sebanyak 923 pasien. Sehingga lebih mendorong peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui ketepatan penatalaksanaan terapi yang diberikan kepada pasien hipertensi di Rumah Sakit “X”. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai dokumentasi dan sebagai bahan evaluasi terhadap pelayanan baik oleh dokter maupun farmasis dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Show more

16 Read more

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI DI RUMAH  evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI DI RUMAH evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikumWarahmatullahiWabarakatuh. Dengan menyebut nama Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Alhamdulillah atas segala petunjuk dan perlindunganNYA penulisan Skripsi yang berjudul Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien dengan Hipertensi Komplikasi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

13 Read more

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas               Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas Kota Medan

Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah di atas normal. Meningkatnya tekanan darah dan gaya hidup yang tidak seimbang adalah faktor risiko meningkatkan berbagai penyakit seperti arteri koroner, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu studi menyatakan pasien yang menghentikan terapi antihipertensi kemungkinan lima kali lebih besar terkena stroke. Penyakit ini seringkali disebut Silent killer karena tidak adanya gejala dan tanpa disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital. Penyakit ini menyebabkan tingginya biaya pengobatan dikarenakan alasan tingginya angka kunjungan ke dokter, perawatan di rumah sakit dan penggunaan obat jangka panjang (Depkes RI, 2006).
Show more

76 Read more

Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Prolanis di Puskesmas Karangpandan Kabupaten Karanganyar.

Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Prolanis di Puskesmas Karangpandan Kabupaten Karanganyar.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “ Rasionalitas Penggunaan ob[r]

16 Read more

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas Kota Medan

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Empat Puskesmas Kota Medan. Skripsi ini diajukan untuk melengkapi salah satu

14 Read more

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas Kota Medan

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Empat Puskesmas Kota Medan

Hipertensi adalah penyakit yang paling sering terjadi di dunia dan termasuk masalah kesehatan penting karena angka prevalensi yang tinggi. Penggunaan obat antihipertensi adalah salah satu cara untuk mengobati dan mengatasi penyakit tersebut. Pemilihan antihipertensi ditentukan oleh keadaan klinis pasien, derajat hipertensi dan sifat obat antihipertensi tersebut. Merupakan faktor yang perlu diperhatikan pada pemberian obat antihipertensi dari segi klinis penggunaan obat yang rasional. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketidaktepatan peresepan terjadi di banyak negara terutama negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Masalah tersebut telah menjadi perhatian serius sebagai indikator dari kualitas suatu proses pengobatan.
Show more

2 Read more

Show all 10000 documents...