Efektivitas Vaksin

Top PDF Efektivitas Vaksin:

7 http:www.scientificunsrat.org EFEKTIVITAS VAKSIN TY21A ORAL DIBANDINGKAN DENGAN VAKSIN PARENTERAL DALAM PENCEGAHAN TRANSMISI DEMAM TIFOID BAGI WISATAWAN

7 http:www.scientificunsrat.org EFEKTIVITAS VAKSIN TY21A ORAL DIBANDINGKAN DENGAN VAKSIN PARENTERAL DALAM PENCEGAHAN TRANSMISI DEMAM TIFOID BAGI WISATAWAN

Vaksin Ty21a sangat berpotensi untuk mencegah transmisi demam tifoid bagi manusia terlebih wisatawan yang berisiko terpapar di daerah yang memiliki insidensi tinggi terhadap demam tifoid. Vaksin ini dapat memberikan perlindungan jangka panjang bukan saja dari S. typhi tapi juga dri S. paratyphi A dan B. Perlindungan kekebalan aktif melalui Cell Mediated Immune, Antigen Secreting Cells dan memberikan respon imun khusus spesifik dan profil imunoglobulin A (IgA) yang lebih kuat daripada vaksin parenteral. Potensi vaksin juga dipengaruhi oleh pemberian dosis vaksinasi dimana diperoleh hasil pemberian 3 dosis vaksinasi selang sehari tiap dosis, memberikan efektivitas mencapai 50-80% dan efektivitas selama 3 tahun. Bentuk vaksin tidak terlalu mempengaruhi efektivitas vaksin secara signifikan, sebab bentuk vaksin dalam efektivitasnya juga dipengaruhi oleh usia dimana dari hasil percobaan sebelumnya, vaksin dalam bentuk cair lebih unggul memberi perlindungan terhadap anak yang lebih muda (5-9 tahun) efektivitasnya 82,3%, sedangkan vaksin dalam bentuk kapsul lebih unggul melindungi anak yang lebih tua.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS EFEKTIVITAS VAKSIN BCG TERDAHAP PENCEGAHAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI PUSKESMAS 7 ULU KOTA PALEMBANG

ANALISIS EFEKTIVITAS VAKSIN BCG TERDAHAP PENCEGAHAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI PUSKESMAS 7 ULU KOTA PALEMBANG

Segala puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan ksih sayang karunia-Nya proposal penelitian yang berjudul “Analasis Efektivitas Vaksin BCG Terhadap Pencegahan Kejadian Tuberkulosis pada Anak di Layanan Primer di Kota Palembang” ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi penelitian ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S. Ked)

25 Baca lebih lajut

Efektivitas vaksin DNA anti-KHV pada benih ikan mas Cyprinus carpio melalui metode perendaman dan perlakuan hiperosmotik

Efektivitas vaksin DNA anti-KHV pada benih ikan mas Cyprinus carpio melalui metode perendaman dan perlakuan hiperosmotik

nilai RPS disarankan lebih dari 60% untuk proteksi yang efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa vaksinasi yang diberikan memberikan peningkatan kekebalan pada ikan uji. Pada penelitian sebelumnya (Nuswantoro 2012), hasil perhitungan kelangsungan hidup relatif (RPS) antar perlakuan dengan ikan kontrol menunjukkan hanya satu perlakuan yang nilai RPS mencapai 50% dan nilai RPS antar perlakuan tidak berbeda nyata. Berbeda dengan nilai RPS pada penelitian Khodijah (2012) yang bernilai 80%. Perbedaan nilai RPS tersebut diduga berkaitan dengan perkembangan kemampuan ikan dalam merespons serangan penyakit dan memproduksi antibodi. Efektivitas vaksin dalam memberikan imunitas juga tergantung dari metode aplikasi yang diberikan seperti Nuryati (2010) menggunakan metode injeksi ataupun Khodijah (2012) dengan menggunakan metode oral melalui pakan. Dosis vaksin yang digunakan pada penelitian ini adalah 1,3 x 10 8 cfu/mL sama dengan dosis yang digunakan pada penelitian Nuswantoro (2012).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS VAKSIN BIVALEN Aeromonas hydrophila DAN Mycobacterium fortuitum UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PENYAKIT PADA IKAN GURAMI (Osphronemus goramy)

EFEKTIVITAS VAKSIN BIVALEN Aeromonas hydrophila DAN Mycobacterium fortuitum UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PENYAKIT PADA IKAN GURAMI (Osphronemus goramy)

Gudmundsdottir et al. (2009) melakukan penelitian untuk mempelajari tingkat antibodi spesifik pada ikan Cod sebelum dan setelah divaksinasi terhadap Vibrio anguillarum dengan pemberian vaksin melalui perendaman, injeksi, dan kombinasi keduanya. Tanggapan antibodi terhadap antigen V. anguillarum dalam kelompok ikan yang divaksinasi melalui perendaman dan injeksi sama-sama menunjukkan respons antibodi yang signifikan lebih tinggi jika dibanding dengan kontrol. Akan tetapi ketika diuji tantang, beberapa kelompok ikan yang divaksin melalui perendaman menunjukkan mortalitas yang tinggi dan tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kelompok ikan kontrol. Melihat hasil ini, disimpulkan bahwa pengukuran titer antibodi tidak dapat dijadikan satu-satunya cara untuk menilai efektivitas dari vaksin. Perbedaan rute pemberian vaksin berpengaruh terhadap antibodi yang dihasilkan, hal ini berkaitan dengan dosis antigen yang masuk ke dalam tubuh yang kemudian mencetuskan respons imun. Menurut Caron & Penn (1992), tempat dan cara masuknya antigen ke dalam tubuh turut menentukan jenis respons yang dihasilkan, dan hal ini bergantung pula pada APC (anti- gen presenting cells) yang menangkap dan memproses antigen bersangkutan. Berbagai jenis APC memproses
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS VAKSIN DARI BAKTERI Mycobacterium fortuitum YANG DIINAKTIVASI DENGAN PEMANASAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy).

EFEKTIVITAS VAKSIN DARI BAKTERI Mycobacterium fortuitum YANG DIINAKTIVASI DENGAN PEMANASAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy).

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang efektif dalam menginaktivasi Mycobacterium fortuitum, status keberadaan Mycobacterium fortuitum pada ikan gurami setelah masa induksi vaksin dan uji tantang dari gejala klinis serta mengetahui tingkat kelangsungan hidup ikan gurami setelah diuji tantang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (vaksin dengan kepadatan 1011 cfu), B (vaksin dengan kepadatan 108 cfu), C (vaksin dengan kepadatan 105 cfu), D (vaksin dengan kepadatan 102 cfu) dan E (kontrol/tanpa pemberian vaksin). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositik, diferensial leukosit dan gejala klinis. Data hasil tingkat kelangsungan hidup ikan gurami dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf nyata 5%. Sedangkan hasil diagnosa kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositosis, diferensial leukosit dan gejala klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin dari bakteri Mycobacterium fortuitum kepadatan 102 cfu yang diinaktivasi dengan heat kill merupakan kepadatan yang paling efektif dan efisien dalam memicu imunitas gurami terhadap bakteri Mycobacterium fortuitum dengan nilai kelangsungan hidup 80%, kelangsungan hidup relatif 71,43%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS VAKSIN BIVALEN Aeromonas hydrophila DAN Mycobacterium fortuitum UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PENYAKIT PADA IKAN GURAMI (Osphronemus goramy)

EFEKTIVITAS VAKSIN BIVALEN Aeromonas hydrophila DAN Mycobacterium fortuitum UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PENYAKIT PADA IKAN GURAMI (Osphronemus goramy)

Protokol pelaksanaan vaksinasi harus diikuti dengan seksama. Penggunaan vaksinasi melalui oral (pakan) disesuaikan dengan ukuran ikan, penyimpanan vaksin harus pada suhu dingin (2°C-8°C), ikan dipuasakan 48-72 jam sebelum vaksinasi, semua peralatan vaksinasi harus dalam keadaan steril (didesinfeksi), dilakukan penimbangan ikan dan merekam minimum-maksimum dan rata-rata bobot ikan untuk menghitung dosis vaksin apabila diberikan dengan dicampur pakan. Penggunaan vaksinasi melalui injeksi dilakukan secara intreperitoneal dengan panjang jarum yang digunakan 1-2 mm agar dapat penetrasi ke dalam rongga perut, setiap ikan disuntik pada 1-1,5 cm setelah anterior sampai ke pangkal sirip perut, metode vaksinasi harus diatur secara benar untuk meminimalkan penanganan stres pada ikan. Penggunaan vaksinasi melalui perendaman dilakukan pada media air 30 li- ter diisi dengan 80 ekor ikan (rata-rata bobot ikan 35,5 ± 6 g; dengan panjang rata-rata 12,7 ± 3 cm) direndam selama satu jam menggunakan volume vaksin dari dosis hasil injeksi terbaik yaitu campuran antara bakteri A. hydrophila 10 11 cfu dan M. fortutium 10 10 cfu proporsi 1:1 (50%:50%, v/v). Uji tantang dilakukan dengan tiga kali ulangan di mana setiap bak pemeliharaan dengan perlakuan vaksiansi diisi dengan 25 ekor ikan, sedangkan pada perlakuan kontrol diisi 20 ekor ikan. Jumlah ikan pada bak perlakuan vaksinasi lebih banyak karena pada kelompok ini diperlukan sampel darah ikan lebih banyak untuk beberapa parameter uji hematologi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Uji Efektivitas Vaksin Flu Burung Subtipe H5N1 pada Ayam Kampung di Legok, Tangerang, Banten

Uji Efektivitas Vaksin Flu Burung Subtipe H5N1 pada Ayam Kampung di Legok, Tangerang, Banten

Berdasarkan hasil yang diperoleh antibodi pada ayam kampung yang diberikan vaksinasi sudah muncul pada minggu ketiga. Vaksinasi inaktif yang diberikan ternyata mampu menginduksi tanggap kebal dari ayam kampung sehingga terjadi peningkatan titer antibodi 3 minggu setelah vaksiasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tizard (1988) yang menyatakan bahwa pembentukan antibodi pada tanggap kebal primer dapat terlihat setelah 10-14 hari setelah diberikannya antigen (vaksin).

6 Baca lebih lajut

Apa itu vaksin

Apa itu vaksin

Berangkat dari angka memprihatinkan ini, pemerintah lalu meluncurkan program pemberian imunisasi pada tahun 1974 dengan Program Pengembangan Imunisasi (Expanded Program on Imunization). UNICEF juga mencatat, sejak tahun tersebut, imunisasi telah menyelamatkan lebih dari 20 juta jiwa dalam dua dasawarsa. Kendati demikian, sampai kini tidak semua masyarakat bisa menerima imunisasi. Kontroversi tentang vaksin dan imunisasi tetap menjadi perbincangan yang kadang tidak berujung. Menurut Dr. Piprim B. Yanuarso, SpA, Sekretaris I PP IDAI, meskipun telah banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) di berbagai belahan dunia, namun masih banyak miskonsepsi yang beredar dalam masyarakat. “Efektivitas vaksin ini sebenarnya telah terbukti dari berbagai data yang ada. Pada tahun 2003, WHO memerkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar dokter yang juga mengajar di FKUI-RSCM ini. Dalam seminar media mengenai kontroversi seputar imunisasi di Teater Titian Center, Bintaro, yang diselenggarakan KAF Management pada 19 Mei lalu, ia pun menuturkan berbagai miskonsepsi yang kerap terjadi dalam masyarakat.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Efikasi Vaksin dan Potensi.docx

Efikasi Vaksin dan Potensi.docx

vaksin sin bek bekerja erja pad pada a ind indivi ividu du tert tertent entu u den dengan gan ko kondi ndisi si yan yang g dik dikont ontrol rol. . Efi Efikasi kasi vaksin adalah persentase penurunan penyakit dalam kelompok yang divaksinasi vaksin adalah persentase penurunan penyakit dalam kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi, dalam kondisi yang baik  dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi, dalam kondisi yang baik  atau menguntungkan. Efikasi vaksin dirancang dan dihitung oleh %reen#ood dan atau menguntungkan. Efikasi vaksin dirancang dan dihitung oleh %reen#ood dan &
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Rantai Dingin Vaksin

Rantai Dingin Vaksin

Vaksin Oral Polio adalah Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus Poliomyelitis type 1 , 2 & 3 dari 3 strain Sabin yang sudah dilemahkan , dibuat dalam biakan jaringan kera dan distabilkan dengan sukrosa ( Vademecum Bio Farma Jan 2002)

71 Baca lebih lajut

Vaksin palsu Tgs.docx

Vaksin palsu Tgs.docx

(umah 'akit dalam pengadaan obatnya termasuk vaksin harus mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan 2omor >= ,ahun $%"& tentang 'tandar Pelayanan Ke6armasian di (umah 'akit. Dimana penyediaan obat harus aman dan bermutu. 'istem pengadaannya melibatkan nstalasi 6armasi (umah 'akit serta serta  pembeliannya melalui distributor resmi

15 Baca lebih lajut

PENGMUMUMAN PEMENANG VAKSIN

PENGMUMUMAN PEMENANG VAKSIN

588,029,556.00 Terbilang : Lima ratus Delapan Puluh Delapan Juta Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah Atas Pengumuman tersebut apabila ada keberatan dapat menyampaikan sanggahan secara[r]

1 Baca lebih lajut

BA PENJELASAN VAKSIN

BA PENJELASAN VAKSIN

----- Pada hari ini Jum ’ at tanggal dua puluh dua bulan Januari tahun dua ribu enam belas pukul sebelas nol nol Waktu Indonesia Barat, kami panitia pengadaan barang berupa Vaksin kekebalan tubuh di Rumah Sakit Setukpa Lemdiklat Polri yang dibentuk dan ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Kepala Layanan Pengadaan Lemdiklat Polri Nomor : Sprin / 2481/ XII/2015 tanggal 21 Desember 2015 tentang Penunjukan Pokja Layanan pengadaan barang / jasa Setukpa Lemdiklat Polri T.A. 2016 yang proses pengadaannya dilaksanakan dengan system e-procurement melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Polri -----------------------------------------------------------
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENG PEMENANG VAKSIN

PENG PEMENANG VAKSIN

2. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, diberitahukan kepada penyedia pengadaan barang, bahwa pelelangan Sederhana pengadaan barang Vaksin kekebalan tubuh Rumkit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat polri T.A. 2015, dengan Nilai Total HPS Rp. 681.329.000,- (Enam ratus delapan puluh satu juta enam ratus ribu rupiah),- pemenang sebagai berikut :

2 Baca lebih lajut

BA PENJELASAN  VAKSIN

BA PENJELASAN VAKSIN

----- Pada hari ini Senin tanggal dua puluh tiga bulan Nopember tahun dua ribu lima belas pukul sebelas nol nol Waktu Indonesia Barat, kami panitia pengadaan barang berupa vaksin influenza, Tipoid + typus dan vaksin ca cervik yang dibentuk dan ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Kepala Layanan Pengadaan Lemdikpol Nomor : Sprin / 06 / I/2015 tanggal 2 Januari 2015 tentang Penunjukan Pokja Layanan pengadaan barang / jasa Setukpa Lemdikpol T.A. 2015 yang proses pengadaannya dilaksanakan dengan system e-procurement melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Polri -------------------------------------------------------------------------------------
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pengumuman pemenang Vaksin

Pengumuman pemenang Vaksin

Bahwa berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan pekerjaan Pengadaan Vaksin Avian Influenza (AI) Nomor: 0561/PL.030/A.5.3/3/2016 tanggal 21 Maret 2016 dan Berita Acara Penetapan Pemenang 0562/PL.030/A.5.3/3/2016 tanggal 21 Maret 2016, dengan ini Pokja Pengadaan Barang/Jasa, Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian, mengumumkan pemenang Pelelangan Sederhana :

2 Baca lebih lajut

pengumuman lelang vaksin

pengumuman lelang vaksin

0361 265742 Website: http://ulp.denpasarkota.go.id Email: ulp@denpasarkota.go.id PENGUMUMAN PELELANGAN SEDERHANA DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor : 027/02.2/232/IX/ULP/2015 Pokja Pengada[r]

2 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN vaksin 2017

PENGUMUMAN vaksin 2017

2. Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan penelitian dokumen lelang menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku, maka ditetapkan pemenang Pelelangan Sederhana Pengadaan Vaksin Hepatitis A, Influenza 4 Strain dan Thypoid. Rumkit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung TA. 2017, sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...