Ekonomi Moral

Top PDF Ekonomi Moral:

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Skripsi ini mengkaji tentang Ekonomi Moral Dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa Di Pegajahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ekonomi ubi kayu di Pegajahan, serta mengetahui ekonomi moral mereka yang mempengaruhi pelaku ekonomi dalam menentukan keputusan serta membuat strategi-strategi dalam memajukan usaha. Lokasi penelitian adalah Dusun II Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dimana penulis terjun langsung kelapangan dan tinggal di rumah pemilik usaha pengolahan ubi kayu Dusun II Pegajahan. Ekonomi moral dalam industri rumah tangga usaha pengolahan mie rajang di Desa Pegajahan Dusun II terjadi dan terbentuk diantara pelaku ekonomi dengan tanpa disadari oleh mereka. Ekonomi moral yang lahir di sana dipengaruhi oleh mayoritas suku bangsa yang ada yaitu suku bangsa Jawa. Secara tidak langsung nilai-nilai ke-jawa-an yang ada dan dimiliki oleh mereka memberikan ruang bagi ekonomi moral untuk tumbuh dan berkembang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

baik dan lihai. Kaum muslimin di Cina dikenal sebagai pedagang yang mengkhususkan diri dibidang transportasi, perdagangan wol, kerajinan permata, dan warung-warung makanan. Kaum muslimin di Cina memang memiliki kekayaan, mereka dikatakan berhasil karena memiliki rumah yang bertingkat, bahkan hingga bertingkat empat. Namun dalam sebuah penjelasan dikatakan bahwa meskipun mereka kaya, tetapi kekayaan mereka tidak untuk mereka pribadi melainkan untuk melayani masyarakat dan keyakinan agamanya, sehingga kekayaan tidak menjadi mulia bagi mereka jika mereka tidak bersedekah dan memberikan sebagian harta mereka untuk agamanya (Hefner, 1999: 146-163). Ekonomi moral telah dijelaskan diatas bahwa dimiliki oleh manusia yang memiliki kepercayaan. Kepercayaan yang dimiliki oleh manusia memiliki nilai- nilai mengenai apa yang benar dan apa yang salah seperti apa yang dijelaskan oleh Hefner.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Penelitian ini mengambil topik mengenai ekonomi moral usaha pengolahan mie rajang yang dijalankan oleh orang Jawa di Desa Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai. Moral dijelaskan oleh Wilk (Ahimsa-Putra, 2003:29) sebagai sesuatu yang menentukan atau berpengaruh terhadap perilaku dan pilihan-pilihan yang dijatuhkannya. Lebih lanjut lagi Wilk menjelaskan bahwa moral ekonomi menjadi sesuatu yang dianggap penting karena di dalamnya terdapat motivasi- motivasi seseorang yang dibentuk oleh nilai dan kepercayaan (culturally specific belief system and values). Motivasi yang dimiliki oleh pelaku ekonomi salah satunya dibentuk oleh nilai. Nilai budaya didefenisikan oleh Koentjaraningrat (1987:85) terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam fikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang dianggap mulia. Sistem nilai itu sendiri dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Setiap budaya memiliki nilai-nilainya sendiri, dan nilai tersebut yang mereka ikuti dan jalankan dalam kehidupan mereka.
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Skripsi ini mengkaji tentang Ekonomi Moral Dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa Di Pegajahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ekonomi ubi kayu di Pegajahan, serta mengetahui ekonomi moral mereka yang mempengaruhi pelaku ekonomi dalam menentukan keputusan serta membuat strategi-strategi dalam memajukan usaha. Lokasi penelitian adalah Dusun II Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dimana penulis terjun langsung kelapangan dan tinggal di rumah pemilik usaha pengolahan ubi kayu Dusun II Pegajahan. Ekonomi moral dalam industri rumah tangga usaha pengolahan mie rajang di Desa Pegajahan Dusun II terjadi dan terbentuk diantara pelaku ekonomi dengan tanpa disadari oleh mereka. Ekonomi moral yang lahir di sana dipengaruhi oleh mayoritas suku bangsa yang ada yaitu suku bangsa Jawa. Secara tidak langsung nilai-nilai ke-jawa-an yang ada dan dimiliki oleh mereka memberikan ruang bagi ekonomi moral untuk tumbuh dan berkembang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

3 Gambar Opak yang sudah Kering Gambar Mesin Penggiling Gambar Hasil Penggilingan Ubi Gambar Hasil Penggilingan Ubi Gambar Mie Rajang yang Dijemur.[r]

4 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Budaya Pasar Masyarakat dan Moralitas dalam Kapitalisme Asia Baru.. Antropologi Hukum Sebagai Bunga Rampai.[r]

4 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Berdasarkan informasi yang didapat dari informan para pemilik usaha olahan ubi kayu ini sudah melakukan kegiatan ini rata-rata lebih dari 5 tahun, banyak juga diantara mereka yang telah[r]

29 Baca lebih lajut

Konsep pembangunan ekonomi: studi komparatif pemikiran mubyarto dan Umer chapra

Konsep pembangunan ekonomi: studi komparatif pemikiran mubyarto dan Umer chapra

Pembangunan Ekonomi dalam Islam harus selaras dengan tujuan-tujuan syari’ah, yakni komitmen Islam yang mendalam terhadap persaudaraan dan keadilan menyebabkan konsep kesejahteraan (falah) bagi semua umat manusia sebagai suatu tujuan pokok Islam. Kesejahteraan ini meliputi kepuasan fisik sebab kedamaian mental dan kebahagiaan hanya dapat dicapai melalui realisasi yang seimbang antara kebutuhan materi dan rohani dari personalitas manusia. Karena itu, memaksimumkan output total semata-mata tidak menjadi tujuan dari sebuah masyarakat muslim. Memaksimumkan output, harus dibarengi dengan menjamin usaha-usaha yang ditujukan kepada kesehatan rohani yang terletak pada batin manusia, keadilan, serta permainan yang fair pada semua peringkat interaksi manusia. Hanya pembangunan semacam inilah yang akan selaras dengan tujuan- tujuan syari’ah (maqasid asy-syari’ah). 97
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Pengertian Moral dan Etika moral

Pengertian Moral dan Etika moral

Dihubungkan dengan Etika Profesi Sekretaris, etika dalam arti pertama dan kedua adalah relevan karena kedua arti tersebut berkenaan dengan perilaku seseorang atau sekelompok profesi sekretaris. Misalnya sekretaris tidak bermoral, artinya perbuatan sekretaris itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam kelompok sekretaris tersebut. Dihubungkan dengan arti kedua, Etika Profesi Sekretaris berarti Kode Etik Profesi Sekretaris.

6 Baca lebih lajut

Norma moral Norma Moral

Norma moral Norma Moral

moral :"debes" hacer el bien. Y junto a la norma, junto al "deber" encontramos esa peculiar diferencia que llamamos bien y mal. Indefectiblemente nuestra decisión nos modifica en personas virtuosas o viciosas. Normas, Bienes, Virtudes, son las tres grandes dimensiones de la ética desde su nacimiento. Asistimos al arranque de la ética.

10 Baca lebih lajut

REKONSTRUKSI EKONOMI PANCASILA SEBAGAI P

REKONSTRUKSI EKONOMI PANCASILA SEBAGAI P

Pada saat komisi tersebut diadakan pertama kali, berlangsung juga pertemuan yang meng- kritik mengenai ideologi pertumbuhan (growth). Konferensi tersebut mengenai ―de-growth‖ yang bertema ―Economics de-growth for Ecological Sustainability and Sosial Equity‖ di Paris 18 -19 April 2008. Gagasan de-growth ini bermula dari tahun 1970 oleh Nicholas Georgescu-Roegen. Ia kemudian mendapatkan dukungan dari intelektual Club of Roma yakni Jean Baudrillard, André Gorz, Edward Goldsmith dan Ivan Illich, E. J. Mishan, Tom Rolt, dan sosialis radikal, Tony Turner. Hingga tulisan Mohandas Karamchand Gandhi mengenai hidup sederhana (voluntary simplicity) juga sebagai rujukan fakta empiris ― de-growth ‖ yang menginspirasi rakyat India dalam mencapai kemerdekaannya. Roegen mendefinisikan ― de-growth ‖ ialah upaya mengurangi konsumsi sebagai korbanan individu, tetapi akan memaksimumkan ke- bahagiaan (happiness) dan kemakmuran (well- being). Schneider et al., (2010) mempertajam definisinya, yaitu sebagai cara produksi dengan mengkonsumsi secukupnya sehingga meningkat- kan kesejahteraan manusia dan mempertahankan kondisi ekologi secara lokal/global dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam perkem- bangannya ternyata de-growth tak hanya menyangkut soal ekonomi semata, melainkan berbagai dimensi yaitu (i) ekologi-ekonomi/ bio-ekonomi; (ii) ekologi/lingkungan; (iii) keragaman budaya/post-development; (iv) demokrasi/sistem politik; hingga (v), spritualisme/kesederhanaan hidup (Schneider, 2010). Dalam konferensi de-growth, pertama di Paris tahun 2008 yang diprakarsai oleh ekonom yang bukan arus utama, gerakan masyarakat sipil hingga praktisi yang menyepakati batasannya sebagai cara manusia memenuhi kebutuhan dan menjamin kualitas hidupnya sembari mengurangi dampak ekologis (Deklarasi Konferensi Paris, 2008).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ETIKA 3 Corporate Ethics [Compatibility Mode].

ETIKA 3 Corporate Ethics [Compatibility Mode].

Elements of Moral Judgment Amoral Managers Moral Managers Moral Imagination Moral Identification Moral Evaluation Tolerance of Moral Disagreement and Ambiguity Integration of Manager[r]

22 Baca lebih lajut

Relasi Hukum dan Kekuasaan doc

Relasi Hukum dan Kekuasaan doc

Kekuasaan supaya mantap, memerlukan legitimasi, antara lain legitimasi etis, etika politik menuntut agar kekuasaan sesuai dengan hukum yang berlaku (legalitas), disahkan secara demokratis (legitimasi demokratis), dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar moral (legitimasi moral). Ketiga tuntutan tersebut dapat disebut legitimasi normatif atau etis karena berdasarkan keyakinan bahwa kekuasaan hanya sah secara etis apabila sesuai dengan tuntutan tadi. Dalam kenyataannya, orang yang memiliki pengaruh politik atau keagamaan dapat lebih berkuasa daripada yang berwenang atau yang memiliki kekuatan fisik (senjata). Kekayaan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERITA PENDEK PADA MAJALAH BOBO EDISI JANUARI SAMPAI DESEMBER 2015.

ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERITA PENDEK PADA MAJALAH BOBO EDISI JANUARI SAMPAI DESEMBER 2015.

Kejujuran berawal dari kata jujur. Jujur merupakan suatu nilai moral yang bersifat positif dan penuh dengan suatu kebenaran ataupun tidak adanya suatu kebohongan. Menurut Mohammad (2014: 13), jujur adalah kesesuaian antara berita dengan kenyataaan yang ada. Kesesuaian antara berita dengan kenyataaan disini bukan hanya keadaannya saja akan tetapi bagaimana ucapan, dan juga pebuatan yang dilakukan. Jujur ini nantinya dapat menjadikan seseorang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Kejujuran berlaku terhadap orang lain dan dirinya sendiri. Lawan dari jujur adalah dusta, yakni berkata tidak sebenarnya. Tanpa kejujuran, kita sebagai manusia tidak dapat maju selangkah saja karena kita belum berani menjadi diri kita bahkan tanpa kejujuran, keutamaan moral lainnya kehilangan nilai (Frans Magnis & Suseno, 2002: 142).
Baca lebih lanjut

385 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBIN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBIN

PKn merupakan bidang studi yang bermuatan multi dimensional, karena ia memuat pendidikan nilai-moral, pendidikan sosial, pendidikan politik, dan pendidikan pendahuluan bela negara. Tujuannya adalah mengembangkan dan membina kepribadian warga negara, agar mampu memenuhi kewajiban dan hak partisipasinya dengan penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang taat pada nilai-nilai dasar Pancasila dan prinsip-prinsip demokrasi konstitusional Indonesia. Oleh karenanya pelaksanaan pembelajaran harus mampu menciptakan pembelajaran yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. Untuk itu diperlukan kemampuan guru mengelola proses belajar mengajar yang memadai dengan menggunakan pendekatan pendidikan nilai yang tepat
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ETIKA BISNIS DALAM EKONOMI ISLAM

ETIKA BISNIS DALAM EKONOMI ISLAM

Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai, norma atau moralitas. Dengan demikian, moral berbeda dengan etika. Norma adalah suatu pranata dan nilai mengenai baik dan buruk, sedangkan etika adalah refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa sesuatu itu baik dan buruk. Menipu orang lain adalah buruk. Ini berada pada tataran moral, sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa menipu itu buruk apa alasan pikirannya, merupakan lapangan etika.

17 Baca lebih lajut

S FIS 1002380 Chapter5

S FIS 1002380 Chapter5

Mengenai hasil dari Moral Judgement Test (MJT) menunjukkan bahwa tidak ada satu orang pun siswa yang masuk ke dalam kategori kompetensi pertimbangan moral sangat tinggi dan sebagian besar siswa masuk ke dalam kategori pertimbangan moral sedang dan sisanya masuk ke dalam kategori pertimbangan moral sangat rendah. Pada sekolah berbasis agama, jumlah siswa yang masuk ke dalam kategori pertimbangan moral sedang adalah yang terbanyak dibandingkan dengan sekolah lainnya dan sekolah cluster 2 lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan sekolah cluster 1.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ETIKA PROFESI KEDOKTERAN.

ETIKA PROFESI KEDOKTERAN.

Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif. Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian.

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...