ekonomi petani

Top PDF ekonomi petani:

Petunjuk pelaksanaan kelembagaan ekonomi petani

Petunjuk pelaksanaan kelembagaan ekonomi petani

Undang-Undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan mengamanatkan bentuk kelembagaan pelaku utama meliputi kelompok, gabungan kelompok, asosiasi, atau korporasi. bahwa kelembagaan pelaku utama difasilitasi dan diberdayakan oleh Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan para anggotanya. Selanjutnya pada Permentan No. 273/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani bahwa pengembangan kelembagaan petani diarahkan pada peningkatan kemampuan dan penguatan kelembagaan petani menjadi organisasi yang kuat dan mandiri dalam bentuk kelembagaan ekonomi petani.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Gambir

Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Gambir

Pengusahaan akan Gambir bagi petani tentu saja memang menghasilkan uang dan bisa menutupi untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari mereka namun mengingat Indonesia sebagai pemasok ekspor gambir terbesar di dunia memiliki kebanggaan tersendiri serta tentu saja nilai ekonomi yang tinggi dan penyerapan tenaga kerja yang banyak kiranya perlu tetap dipertahankan malah berusaha untuk ditingkatkan karena kebutuhan akan komoditi tersebut tadi tidak mungkin akan berkurang, Industri pasti akan bertambah, penduduk bertambah banyak yang pada akhirnya kebutuhan akan hasil industri yang berbahan baku dari pertanian gambir bertambah. Sehubungan dengan hal tersebut di atas penelitian ini difokuskan tentang kehidupan sosial ekonomi para petani gambir di Desa Mbinalun, Kecamatan Si Tellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat yang mencakup bagaimana : proses Produksi dan Pemasaran, partisipasi Pemerintah dalam pertanian gambir dan pendapatan serta peningkatan taraf kehidupan sosial ekonomi petani.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Perilaku Ekonomi Petani Garam dalam Kerangka Industrialisasi Kelautan

Perilaku Ekonomi Petani Garam dalam Kerangka Industrialisasi Kelautan

Menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag) (2001), setiap jenis garam memiliki standar kualitas mutu yang telah disahkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Kualitas mutu garam dipengaruhi oleh kualitas air laut, struktur lahan, kondisi iklim, teknologi dalam proses produksi, waktu produksi (penguapan), serta faktor sumberdaya masyarakat (SDM). Jenis garam berdasarkan kualitasnya dikelompokkan menjadi K1 dan K2, yang memengaruhi penentuan harga penjualan. Produk garam bahan baku industri yang terdapat di pasar Indonesia terbagi menjadi dua tipe, yaitu garam sebagai bahan baku soda serta garam sebagai bahan penolong industri tekstil, kertas, plastik, alumunium. Sedangkan produk garam konsumsi terbagi dalam garam halus, garam kasar, serta garam sodium rendah. Pengelola garam di Indonesia selama ini dipegang oleh pihak PT. Garam yang berada di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selain itu juga ada petani garam Indonesia sebagai penghasil garam rakyat.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Strategi Ekonomi Petani Lapisan Atas Dalam Mengakumulasi Modal

Strategi Ekonomi Petani Lapisan Atas Dalam Mengakumulasi Modal

Haji Ong (47 Tahun) merupakan salah satu petani lapisan atas dalam di desa dan juga memiliki akses yang sangat kuat dalam sektor pertanian terutama dalam hal kepemilikan lahan pertanian di desa yang semuanya telah disewakan kepada penggarap dan sekarang beliau bekerja pada sektor non pertanian yakni berdagang bahan bangunan dengan mendirikan toko yang besar di desa. Bahan baku dalam hal ini tanah atau lahan pertanian yang dimiliki hampir tiga hektar dan berpotensi mendapatkan surplus karena semuanya berasal dari pembayaran sewa yang didapat dari petani penggarapnya. Mata pencaharian utama sekarang ini pada sektor non pertanian yakni menjadi pedagang toko bangunan di desa. Selain itu mengenai sistem irigasi untuk mengari areal persawahan yang disewakan sangat melimpah karena telah disediakan oleh sumberdaya alam di desa yakni Sungai Parabakti yang mengalir sepanjang tahun. Persediaan mengenai alat-alat pekerjaan yaitu bibit, ternak, peralatan, pupuk, dan sebagainya tidak menjadi tanggungan beliau karena semua alat-alat pekerjaan seperti bibit, pupuk dan peralatan disediakan sendiri oleh para penggarapnya.
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT EKONOMI PETANI PADI

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT EKONOMI PETANI PADI

Data sekunder diperoleh melalui dinas atau instansi yang terkait dan studi literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Data dari kantor Kepala Desa meliputi : keadaan umum desa, yaitu batas wilayah desa, keadaan topografi dan iklim, luas dan penggunaan lahan, jumlah penduduk menurut umur dan pendidikan serta agama, fasilitas sosial ekonomi dan budaya. Data dari instansi terkait dan literatur meliputi : data potensi lahan rawa lebak di Sumatera Selatan, produksi tanaman pangan di Sumatera Selatan, kondisi iklim daerah Sumatera Selatan, luas areal garapan tanaman padi rawa lebak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Dengan Pemahaman Pranata Mangsa Dan Hubungannya Dengan Penerapan Usahatani Padi Sawah Di Desa Karangjatiecamatan Wonosegoro T1  BAB I

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Dengan Pemahaman Pranata Mangsa Dan Hubungannya Dengan Penerapan Usahatani Padi Sawah Di Desa Karangjatiecamatan Wonosegoro T1 BAB I

Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan dalam negeri maupun regional. Tanaman pangan yang memiliki posisi penting dalam sektor pertanian salah satunya adalah padi. Padi merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia sebagai bahan pokok konsumsi masyarakatnya (Sukayat, 2014). Pemenuhan konsumsi bahan pokok tersebut didukung oleh perencanaan aspek teknis usahatani padi yang benar dalam meningkatkan produksinya. Perencanaan aspek teknis usahatani padi, salah satunya dengan penentuan waktu tanam sesuai dengan musim tanam.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Before-After Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Organik T1 522009005 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Before-After Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Organik T1 522009005 BAB V

1. Terdapat perbedaan kehidupan sosial ekonomi sebelum dan sesudah menjadi petani organik. Terlihat dari peningkatan pendapatan, pemenuhan gizi dalam keluarga, memperbaiki rumah, dapat membeli hewan ternak, kendaraan bermotor. Selain hal itu intensitas pertemuan dengan kelompok tani lebih sering, yaitu setiap satu bulan sekali.

1 Baca lebih lajut

Telaah Sosial dan Ekonomi Petani Padi Organik

Telaah Sosial dan Ekonomi Petani Padi Organik

Departemen Pertanian memberikan introduksi dan bantuan untuk mendukung program “Go Organik 2010”, hal ini tidak didukung dengan banyaknya petani yang menerapkan pertanian organik. Merujuk pada penelitian Widiarta (2011) hanya 14 orang dari 374 petani yang menerapkan pertanian organik yaitu anggota paguyuban di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, sedangkan sebagian besar petani masih menerapkan pertanian konvensional. Alasan yang menyebabkan masih sedikitnya petani yang mengadopsi pertanian organik tersebut adalah sebagai berikut: 1) pola pikir petani yang masih pragmatis terhadap praktik pertanian organik dan rendahnya kesadaran para petani terhadap kelestarian lingkungan, 2) petani tidak puas jika hanya menggunakan pupuk organik karena warna hijau daun tanaman padi kurang terlihat, 3) praktik pertanian organik tidak menjamin bebas hama, 4) penggunaan pupuk organik lebih sulit daripada pupuk kimia sintetik, 5) sebagian petani tidak memiliki pasokan pupuk kandang, 6) banyak petani di Desa Ketapang yang berstatus sebagai buruh tani, sehingga mereka harus mengejar target hasil panen dari petani pemilik lahan, 7) sumber air irigasi jauh dari lahan pertanian dan kemungkinan besar sudah tercemar oleh bahan kimia sintetik dari lahan pertanian konvensional di sekitarnya, 8) tingkat produktivitas pertanian organik lebih rendah daripada pertanian konvensional, sehingga jumlah hasil panen kurang memuaskan khususnya pada masa-masa awal bertani organik.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Moral Ekonomi dan Tindakan Ekonomi

Moral Ekonomi dan Tindakan Ekonomi

Moral Ekonomi Petani – James Scott  Sebagai pengertian petani tentang keadilan ekonomi dan definisi mereka tentang eksploitasi  Pandangan mereka tentang pungutan-pungutan... Moral [r]

15 Baca lebih lajut

Analisis Kemampuan Permodalan Usahatani Palawija (Ubi Jalar, Kentang) dan Hortikultura (Kubis, Cabai, Jeruk) di Pedesaan (Studi Kasus: Desa Parbuluan III Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi)

Analisis Kemampuan Permodalan Usahatani Palawija (Ubi Jalar, Kentang) dan Hortikultura (Kubis, Cabai, Jeruk) di Pedesaan (Studi Kasus: Desa Parbuluan III Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi)

Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive yaitu daerah penelitian dipilih secara sengaja. Penentuan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling dibagi atas luas lahan yang diusahakan. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi petani, pengalokasian pendapatan yang diterima oleh petani, kebutuhan permodalah petani, cara dan sumber pengadaan modal, serta peran pemerintah dalam penguatan modal bagi petani menggunakan analisis deksriptif.

1 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Ubi Kayu (Manihot esculanta) (Studi Kasus : Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang)

Faktor-faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Ubi Kayu (Manihot esculanta) (Studi Kasus : Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang)

Pada penelitian yang dilakukan oleh Tota Totor Naibaho (2012) dengan judul “Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Petani Terhadap Produksi Usahatani Sawi” diperoleh kesimpulan berdasarkan Uji Serempak variabel umur petani, tingkat pendidikan, lama berusahatani, biaya tenaga kerja, jumlah tanggungan keluarga, luas usahatani, dan modal berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. Beberapa kendala yang dihadapi petani sawi dalam upaya pengembangan budidaya sawi diantaranya hama dan penyakit tanaman, harga jual yang tidak stabil bahkan dalam waktu yang relatif singkat harga dapat berubah, kurangnya modal dan pembagian pupuk bersubsidi yang tidak adil.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Communication pattern on vegetable farmers’ entrepreneurship capacity development (case: Taiwan Technical Mission Assistance)

Communication pattern on vegetable farmers’ entrepreneurship capacity development (case: Taiwan Technical Mission Assistance)

Lingkungan fisik yang secara sangat signifikan (p<0,01) berpengaruh langsung terhadap kapasitas kewirausahaan petani sayuran, adalah sarana komunikasi dan karakteristik teknologi. Bedanya sarana komunikasi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai negatif. Artinya, semakin tinggi sarana komunikasi semakin menurun kapasitas kewirausahaan petani sayuran. Hal ini disebabkan oleh perilaku petani yang mencari informasi tidak menggunakan sarana komunikasi yang tersedia seperti internet, televisi, radio, majalah, telepon seluler dll. Para petani cenderung memanfaatkan sarana komunikasi untuk kebutuhan hiburan, dan jarang sekali digunakan untuk mencari informasi pertanian. Kalaupun petani hendak mencari informasi terkait dengan pertanian para petani lebih mempercayai media komunikasi yang bersifat interpersonal seperti kepada petani lain, petani maju, dan penyuluh dari misi teknik Taiwan. Semakin karakteristik teknologi diterapkan oleh petani sayuran, makin meningkatkan kapasitas kewirausahaannya. Contohnya, pemanfaatan teknologi budidaya pertanian sayuran yang tepat guna. Pengaruh lingkungan fisik terhadap kapasitas kewirausahaan petani sayuran tidak langsung melalui pola komunikasi. Pengaruh lingkungan sosial ekonomi langsung dan tidak langsung terhadap kapasitas kewirausahaan petani sayuran yang sangat signifikan (p<0,01) adalah dukungan sistem sosial dan informasi media massa. Dukungan keluarga, dukungan kelembagaan dan keberfungsian kearifan lokal yang berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kapasitas kewirausahaan seorang petani. Dukungan kelembagaan memiliki pengaruh negatif, dimana semakin besar dukungan kelembagaan maka semakin menurun kapasitas kewirausahaan seorang petani. Hal tersebut diakui oleh beberapa petani bahwa petani kurang tertarik untuk bekerja sama dengan lembaga yang berada di sekitar wilayah mereka. Mereka beranggapan bahwa lembaga tersebut (BPP, LSM Pertanian, Koperasi simpan pinjam) hanya berbicara mengenai moral dan tidak berbicara banyak mengenai bagaimana meningkatkan produktivitas dalam waktu yang lebih pendek. Alasan tersebutlah yang membuat para petani lebih senang bekerja sama dengan misi teknik Taiwan karena mereka langsung kepada hal teknis budidaya sayuran.
Baca lebih lanjut

371 Baca lebih lajut

Diskusi konsolidasi ekonomi kerakyatan - Serikat Petani Indonesia

Diskusi konsolidasi ekonomi kerakyatan - Serikat Petani Indonesia

sejumlah ekonom Indonesia. Yakni, dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua di bawah pimpinan dan penilikan anggota- anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang.

10 Baca lebih lajut

TINGKAT ADOPSI ANGGOTA KELOMPOK TANI TERHADAP SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADI SAWAH

TINGKAT ADOPSI ANGGOTA KELOMPOK TANI TERHADAP SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADI SAWAH

Pembangunan pertanian akan memberi harapan dengan hasil yang optimal, jika penyuluhan pertanian dilakukan secara baik. Penyuluhan pertanian yang baik, disertai dengan sistem pelayanan yang teratur akan menjadi jaminan yang efektif untuk tercapainya tujuan pembangunan pertanian itu sendiri. Inti dari kegiatan penyuluhan pertanian adalah komunikasi gagasan inovatif yang dapat memberi nilai ekonomis yang lebih baik kepada para petani dan keluarganya. Hal terpenting dalam komunikasi inovasi adalah terjadinya komunikasi antara komunikator dengan komunikan (petani). Interaksi tersebut tergantung pada sistem sosial budaya masyarakat setempat dan latar belakang petani penerima pesan. (Levis, 1996)
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI KOPI DI SUMBUL.

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI KOPI DI SUMBUL.

Harga pasar kopi akan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat petani kopi di Sumbul khususnya di Desa Hutamanik Kabupaten Dairi, karena harga dari kopi tersebut sewaktu-waktu dapat berubah, dimana harga kopi sebelumnya sangat murah sehingga masyarakat menjadi resah dan tidak mengurus kebun kopi tersebut sehingga masyarakat melakukan peralihan tanaman yaitu dari tanaman kopi menjadi tanaman jeruk dan coklat. Akan tetapi peralihan tersebut dilakukan hanya beberapa orang petani saja. Namun sebagian besar petani tetap mempertahankan tanaman kopi tersebut. Pada saat ini harga dari kopi sudah tinggi dipasaran, sehingga masyarakat mempunyai kesempatan untuk mengelola dan merawat kembali tanaman kopi tersebut.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...