Ekspor Biji Kakao

Top PDF Ekspor Biji Kakao:

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor biji kakao indonesia di Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam Skema CEPT-AFTA

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor biji kakao indonesia di Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam Skema CEPT-AFTA

Sektor pertanian di Indonesia sampai saat ini masih memegang peranan cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Selain sebagai penghasil bahan baku bagi industri juga merupakan penyerap tenaga kerja serta penghasil devisa bagi negara. Salah satu produk pertanian yang menjadi andalan ekspor Indonesia adalah biji kakao. Indonesia merupakan negara penghasil sekaligus pengekspor biji kakao terbesar nomor tiga di dunia saat ini. Sedangkan di posisi pertama dan kedua ditempati oleh Pantai Gading dan Ghana. Dari tahun 1989 sampai dengan tahun 2007, Indonesia telah mengekspor biji kakao ke negara anggota ASEAN yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perkembangan permintaan ekspor di ketiga negara tersebut mengalami fluktuasi, kadang meningkat kadang juga menurun. Untuk permintaan ekspor biji kakao Indonesia di negara Malaysia cenderung meningkat dari tahun 1989 sampai tahun 2007. Namun, permintaan ekspor biji kakao Indonesia di Singapura dan Thailand cenderung menurun dari tahun 1989 sampai tahun 2007. Fluktuasi permintaan ekspor biji kakao ini diduga disebabkan oleh fluktuasi beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan analisa time series untuk memperoleh peramalan pada variabel-variabel independent, dan digunakan analisa kausal (causal / explanatory model) untuk memperoleh peramalan pada variabel dependent yaitu penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia tahun 2020. Data yang digunakan adalah data time series tahunan selama 15 tahun yaitu periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2014. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara ialah produksi kakao Sumatera Utara, harga domestik biji kakao Sumatera Utara, dan harga Internasional biji kakao ; faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia ialah konsumsi biji kakao Malaysia, harga Internasional biji kakao, dan GDP per kapita Malaysia, sedangkan nilai tukar riil Rupiah terhadap Dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan ; penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara pada tahun 2015-2020 mengalami penurunan sedangkan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia pada tahun 2015-2020 mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Daya Saing Ekspor Biji Kakao Indonesia Tahun 2007-2012.

Analisis Tingkat Daya Saing Ekspor Biji Kakao Indonesia Tahun 2007-2012.

Biji kakao merupakan komoditi ekspor yang memiliki kontribusi yang besar dalam menyumbang devisa bagi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi daya saing ekspor biji kakao Indonesia di pasar dunia dan memproyeksikan jumlah ekspor biji kakao Indonesia untuk lima tahun mendatang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan metode pengumpulan data secara observasi non prilaku, dengan perhitungan indeks RCA (Revcaled Comparative Adventage) dan uji analisis trend. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa indeks RCA ekspor biji kakao Indonesia berkisar antara 1.88 sampai 7.44 sepanjang tahun 2007-2012. Berdasarkan kuantitas, ekspor biji kakao Indonesia menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia namun jika dilihat dari hasil perhitungan RCA ekspor biji kakao Indonesia memiliki nilai terkecil bila dibandingkan dengan lima negara pengekspor biji kakao terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas ekspor biji kakao Indonesia belum mampu meningkatkan daya saing ekspornya. Hasil perhitungan proyeksi ekspor biji kakao Indonesia diprediksi akan meningkat sebesar 9,9099,034 kilogram setiap tahunnya dengan asumsi ceteris paribus. Peningkatan ini akan sangat menguntungkan Indonesia dalam menyambut Asean Economic Community yang akan dilaksanakan di tahun 2015 mendatang. Kata Kunci: Daya Saing, Ekspor, Kakao, RCA, Proyeksi
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan analisa time series untuk memperoleh peramalan pada variabel-variabel independent, dan digunakan analisa kausal (causal / explanatory model) untuk memperoleh peramalan pada variabel dependent yaitu penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia tahun 2020. Data yang digunakan adalah data time series tahunan selama 15 tahun yaitu periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2014. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara ialah produksi kakao Sumatera Utara, harga domestik biji kakao Sumatera Utara, dan harga Internasional biji kakao ; faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia ialah konsumsi biji kakao Malaysia, harga Internasional biji kakao, dan GDP per kapita Malaysia, sedangkan nilai tukar riil Rupiah terhadap Dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan ; penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara pada tahun 2015-2020 mengalami penurunan sedangkan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia pada tahun 2015-2020 mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA TAHUN 1996-2015

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA TAHUN 1996-2015

Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis nilai ekspor biji kakao Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier barganda Ordinary Least Square (OLS). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai ekspor biji kakao Indonesia, sedangkan variabel independennya meliputi harga internasional biji kakao, kurs rupiah terhadap US$, produksi domestik biji kakao Indonesia dan Gross Domestic Product (GDP) dunia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series dari tahun 1996-2015 (20 tahun). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah harga internasional biji kakao berpengaruh positif dan signifikan, kurs rupiah terhadap US$ berpengaruh negatif dan signifikan, produksi domestik biji kakao Indonesia berpengaruh positif dan signifikan dan Gross Domestic Product (GDP) dunia berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor biji kakao Indonesia tahun 1996-2015.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sumatera Utara ke Malaysia Tahun 2020

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan analisa time series untuk memperoleh peramalan pada variabel-variabel independent, dan digunakan analisa kausal (causal / explanatory model) untuk memperoleh peramalan pada variabel dependent yaitu penawaran dan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia tahun 2020. Data yang digunakan adalah data time series tahunan selama 15 tahun yaitu periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2014. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara ialah produksi kakao Sumatera Utara, harga domestik biji kakao Sumatera Utara, dan harga Internasional biji kakao ; faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia ialah konsumsi biji kakao Malaysia, harga Internasional biji kakao, dan GDP per kapita Malaysia, sedangkan nilai tukar riil Rupiah terhadap Dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia, dan ; penawaran ekspor biji kakao Sumatera Utara pada tahun 2015-2020 mengalami penurunan sedangkan permintaan ekspor biji kakao Sumatera Utara ke Malaysia pada tahun 2015-2020 mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA KE MALAYSIA DAN SINGAPURA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA KE MALAYSIA DAN SINGAPURA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Permasalahan utama yang diambil dalam penelitian ini adalah bahwa ada ketidaksesuaian antara teori yang dipakai sebagai acuan dengan praktek atau keadaan nyata. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan kenaikan harga biji kakao Indonesia ke Malaysia dan Singapura dan terjadi apresiasi kurs Rupiah terhadap US$, akan tetapi permintaan biji kakao Indonesia oleh Malaysia dan Singapura cenderung mengalami kenaikan. Sehingga permasalahan ini memerlukan penelitian lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Hasil analisis menunjukkan: Secara parsial, variabel produksi biji kakao dan ekspor biji kakao tahun sebelumnya menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan. Harga domestik biji kakao dan harga internasional biji kakao tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan kebijakan pemerintah berupa penerapan bea keluar terhadap biji kakao menunjukkan pengaruh yang negatif dan signifikan.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PAJAK EKSPOR (BEA KELUAR) TERHADAP VOLUME EKSPOR, KETERSEDIAAN DOMESTIK DAN HARGA DOMESTIK BIJI KAKAO INDONESIA.

ANALISIS PENGARUH PAJAK EKSPOR (BEA KELUAR) TERHADAP VOLUME EKSPOR, KETERSEDIAAN DOMESTIK DAN HARGA DOMESTIK BIJI KAKAO INDONESIA.

Komoditas kakao merupakan komoditas unggulan yang mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Berbagai kebijakan telah dibuat pemerintah untuk terus mengembangkan komoditas ini. Di sektor hulu, pemerintah melakukan revitalisasi tanaman kakao dan peningkatan produksi serta mutu sedangkan di sektor hilir membuat kebijakan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditi ini. Pemerintah pun menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk komoditas primer yang diperdagangkan di dalam negeri agar mampu menumbuhkan industri pengolahan cokelat dalam negeri. Kebijakan ini kemudian didukung dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.011/2010 tanggal 22 Maret 2010 tentang bea keluar (BK) terhadap ekspor biji kakao. Tujuan dari kebijakan ini untuk menjamin pasokan kakao
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PAJAK EKSPOR (BEA KELUAR) TERHADAP VOLUME EKSPOR, KETERSEDIAAN DOMESTIK DAN HARGA DOMESTIK BIJI KAKAO INDONESIA.

ANALISIS PENGARUH PAJAK EKSPOR (BEA KELUAR) TERHADAP VOLUME EKSPOR, KETERSEDIAAN DOMESTIK DAN HARGA DOMESTIK BIJI KAKAO INDONESIA.

Pendapatan pemerintah dari penerimaan pajak tersebut dapat digunakan antara lain untuk membiayai fasilitas dan membiayai Program Revitalisasi Perkebunan. Pajak ekspor biji kakao ini perlu dikembalikan kepada petani dan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman kakao. Peningkatan produktivitas dan kualitas biji kakao itu penting, karena ekspor kakao dengan mutu bagus menentukan harga yang akan diperoleh nantinya. Jika hasil pungutan pajak ekspor kakao itu tidak dikembalikan kepada petani untuk meningkatkan aktivitas on farm maupun off farm, maka penerapan pajak ekspor biji kakao hanya akan menimbulkan kontra peningkatan kesejahteraan petani.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebijakan Pemerintah Terhadap Daya Saing Komoditas Kakao Di Sulawesi Tengah

Pengaruh Kebijakan Pemerintah Terhadap Daya Saing Komoditas Kakao Di Sulawesi Tengah

secara tidak langsung menunjukkan bahwa harga kakao luar jauh lebih tinggi daripada harga kakao dalam negeri. Pemerintah memperketat peraturan ekspor untuk kakao melalui kebijakan pajak ekspor atau lebih dikenal dengankebijakan bea keluar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 67/PMK.011/2010 tentang Penetapatan Barang Ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluar. Menurut Peraturan tersebut, kebijakan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku serta peningkatan daya saing industri pengolahan dalam negeri. Dengan kata lain peraturan ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan industri pengolahan biji kakao di dalam negeri dan meningkatkan ekspor produk olahan kakao yang bernilai tambah. Namun, pada kenyataannya industri cokelat dalam negeri belum mampu menampung produksi biji kakao dalam negeri. Berdasarkan penelitian Rifin (2012) mengungkapkan bahwa kebijakan menetapkan bea keluar bagi biji kakao yang akan diekspor yang dikeluarkan pemerintah sudah berdampak pada perubahan komposisi ekspor kakao Indonesia yang semula ditahun 2009 komposisi biji kakao sebesar 75.30 %, telah berkurang di tahun 2011 menjadi 51.76 %. Namun pertumbuhan ekspor kakao Indonesia periode 2009-2011 jauh dibawah pertumbuhan ekspor dunia bahkan mengalami pertumbuhan yang negatif. Produk kakao Indonesia kurang mengikuti kebutuhan pasar. Negara yang memiliki komposisi produk yang positif merupakan negara yang memiliki kontribusi cukup tinggi pada ekspor kakao dalam bentuk produk-produk hilir (pasta kakao, kakao butter , bubuk kakao dan cokelat). Oleh karena itu ekspor produk biji kakao Indonesia harus dialihkan ke produk bernilai tambah seperti biji kakao terfermentasi, dan selanjutnya mengkhususkan pada ekspor produk setengah jadi seperti pasta kakao dan kakao butter. Meskipun Indonesia merupakan produsen biji kakao utama di dunia, posisi daya saing produk kakao Indonesia masih sangat lemah bila dibandingkan Pantai Gading dan Ghana. Berbeda dengan penelitian sebelumnya Widyastutik dan Arianti (2013) menyatakan bahwa peluang ekspor biji kakao Indonesia masih terbuka lebar ke Jerman dengan memperbaiki mutu dan standar ekspor biji kakao Indonesia.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Kakao merupakan produk yang digemari dan bercita rasa tinggi serta tidak ada produk alami yang dapat menjadi subtitusinya sehingga pasar produk kakao memiliki pasar tersendiri. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dunia seharusnya permintaan terhadap kakao akan meningkat dan perubahan harga tidak akan mempengaruhi jumlah yang dikonsumsi. Faktor lainnya seperti kebijakan pemerintah juga akan dianalisis pada penelitian ini apakah ada pengaruhnya dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekspor biji kakao.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberlakuan Kebijakan Bea Keluar Terhadap Produksi Biji Kakao Dan Ekspor Produk Kakao Indonesia

Pengaruh Pemberlakuan Kebijakan Bea Keluar Terhadap Produksi Biji Kakao Dan Ekspor Produk Kakao Indonesia

Sebelum diberlakukannya kebijakan bea keluar biji kakao pada tahun 2010, Indonesia cenderung mengekspor kakao dalam bentuk biji kakao, sedangkan ekspor kakao dalam bentuk olahannya belum berkembang dengan baik. Beberapa penyebab lambannya perkembangan ekspor olahan kakao adalah karena masih belum berkembangnya industri pengolah biji kakao dan juga rendahnya tingkat konsumsi cokelat dalam negeri (Haifan 2015). Hal ini memebuat sebagian besar ekspor kakao Indonesia berbentuk biji kakao. Ekspor biji kakao yang tinggi akan membuat ketersediaan biji kakao di dalam negeri berkurang sehingga mengurangi suplai bahan baku untuk keperluan industri pengolahan kakao di dalam negeri. Salah satu indikasinya adalah terdapat beberapa industri pengolahan kakao yang bekerja di bawah kapasitas terpasangnya. Pada tahun 2009, dari tujuh perusahaan pengolahan kakao yang beroperasi hanya tiga perusahaan saja yang bekerja sesuai dengan kapasitas terpasangnya (Kemenkeu 2014). Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No.67/PMK.011/2010, menerapkan bea keluar dengan tujuan untuk menjamin pasokan bahan baku industri pengolahan dalam negeri dan juga mendorong pertumbuhan industri hilir kakao dalam negeri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Bij Kakao Indonesia

Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor biji kakao Indonesia yang dilakukan dengan analisis regresi berganda. Selanjutnya akan diestimasi dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Variabel-variabel yang diestimasi mempengaruhi penawaran ekspor dalam penelitian ini antara lain: produksi biji kakao Indonesia, harga domestik biji kakao, harga internasional biji kakao, ekspor biji kakao tahun sebelumnya, dan kebijakan pemerintah berupa penerapan bea keluar terhadap ekspor biji kakao Indonesia (dummy). Pengujian hipotesis dilakukan satu arah dimana hasil dari pengujian nantinya ditentukan di depan apakah arahnya positif atau negatif.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberlakuan Pajak Ekspor Terhadap Harga Domestik Biji Kering Kakao Sumater Utara

Pengaruh Pemberlakuan Pajak Ekspor Terhadap Harga Domestik Biji Kering Kakao Sumater Utara

Komoditi ekspor Indonesia sesungguhnya ada yang mempunyai keunggulan hampir mutlak karena hanya diproduksi oleh 2 atau 3 negara saja. Kakao misalnya, hampir dimonopoli 3 negara yaitu Ghana, Pantai Gading, dan Indonesia. Sekalipun sepintas lalu kelihatan bahwa kedudukan Indonesia, Ghana dan Pantai Gading sebagai produsen kakao nampaknya kuat, namun dalam kenyataannya tidaklah demikian dan dapat dikatakan sangat lemah. Negara-negara produsen yang menguasai komoditi yang sesungguhnya ber “keunggulan -mutla k”, hanya menjadi bulan-bulanan dari negara Industri maju, yang mempunyai dana yang kuat (Amir, 1993).
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP KINERJA EKSPOR INDUSTRI BIJI KAKAO INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP KINERJA EKSPOR INDUSTRI BIJI KAKAO INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

2. Kebijakan penerapan BK ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam pengembangan industri pengolahan kakao. pemerintah sudah mulai memperhatikan hal ini sejak awal dekade tahun 2000-an. Namun baru pada tahun 2007 mulai di terbitkan kebijakan pro industri pengolahan kakao dengan dihapuskannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dalam perdagangan biji kakao di dalam negeri. Kebijakan penghapusan PPN 10 persen pada tahun 2007 tampaknya belum mampu menciptakan iklim usaha industri pengolahan kakao yang kondusif. Dari 40 industri pengolahan kakao yang ada sebelumnya, hanya 15 perusahaan yang mampu bertahan pasca penghapusan PPN. Dari 15 perusahaan itu, ternyata tidak semuanya dapat beroperasi dengan baik. Hanya lima perusahaan saja yang dapat beroperasi dengan baik, sisanya 10 perusahaan berhenti operasi (syadullah, 2012) Setelah tiga tahun kemudian kebijakan Pajak Ekspor yang disebut dengan kebijakan BK baru terbit pada tahun 2010.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberlakuan Pajak Ekspor Terhadap Harga Domestik Biji Kering Kakao Sumater Utara

Pengaruh Pemberlakuan Pajak Ekspor Terhadap Harga Domestik Biji Kering Kakao Sumater Utara

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun dengan tujuan memenuhi salah satu persyaratan yang untuk memperoleh gelar sarjana Pertanian di Universitas Sumatera Utara dengan judul: “Pengaruh Pemberlakuan Pajak Ekspor Terhadap Harga Domestik Biji Kering Kakao Sumater Utara ” .

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENCAPAIAN KEBIJAKAN PENERAPAN. pdf

PENGARUH PENCAPAIAN KEBIJAKAN PENERAPAN. pdf

Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan dari subsektor perkebunan yang memberikan sumbangan devisa ketiga terbesar setelah kelapa sawit dan karet. Pada tahun 2010 luas areal kakao mencapai 1.651.539 ha dengan produksi 844.626 ton (Ditjenbun, 2010) sehingga menempatkan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga yang memproduksi lebih dari 15% kakao dunia (ICCO, 2011). Pada Tahun 2009, ekspor kakao Indonesia berjumlah 535.236 ton dengan nilai sebesar US$ 1.413.535. Namun, sebagian besar masih dalam bentuk komoditas primer yaitu biji kakao kering sehingga harganya menjadi rendah (Pusdatin, 2010). Dari total ekspor kakao Indonesia, lebih dari 82% diantaranya berbentuk biji, selebihnya diekspor dalam bentuk pasta, butter, tepung, dan makanan yang mengandung cokelat (Ditjenbun, 2010). Kondisi ini tidak terlepas dari daya saing yang masih kuat dari ekspor biji kakao Indonesia di pasar internasional (Drajat dan Herman, 2009).Namun, Hasibuanet al. (2012) menyebutkan bahwa daya saing ekspor biji kakao Indonesia masih lebih banyak didorong oleh keunggulan komparatif Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar biji kakao dunia. Hal tersebut menunjukkan tidak berkembangnya industri pengolahan kakao. Minimnya pengolahan kakao diakibatkan agroindustri kakao belum berkembang dan beroperasi secara optimal (Drajat dan Wahyudi, 2008).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Aktivitas Lipase Indigenous Selama Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.).

Aktivitas Lipase Indigenous Selama Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.).

Biji merupakan tempat cadangan makanan bagi calon tanaman. Cadangan makanan tersebut akan dimetabolisme selama proses perkecambahan menjadi energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan (Sutopo, 2002). Lemak merupakan salah satu cadangan makanan dan akan dihidrolisis oleh lipase pada fase perkecambahan biji. Lipase mengatur kecepatan pemecahan lemak (hidrolisis) dan sintesa lemak (esterifikasi) pada tahap perkecambahan dan pertumbuhan embrio. Secara umum biji-bijian yang mengandung lemak tinggi merupakan sumber lipase (Lotti dan Alberghina. 2007). Menurut Huang dkk., (1988) lipase pada biji- bijian mempunyai afinitas yang tinggi terhadap asam lemak yang dominan pada biji tersebut. Sifat seperti ini yang tidak dimiliki oleh lipase dari mikroba. Sedangkan Enujiugha dkk., (2004) menyatakan bahwa lipase dari biji berlemak mempunyai kemampuan yang efektif untuk menghidrolisis trigliserida pada posisi sn-1,3. Lipase yang mempunyai sifat spesifik banyak dibutuhkan untuk industri dan pengembangan Iptek. Hal tersebut mendorong eksplorasi lipase dari biji-bijian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Aplikasi Lactobacillus coryneformis To8 Terhadap Cemaran Aspergillus flavus dan Salmonella Typhimurium Selama Fermentasi Biji Kakao

Pengaruh Aplikasi Lactobacillus coryneformis To8 Terhadap Cemaran Aspergillus flavus dan Salmonella Typhimurium Selama Fermentasi Biji Kakao

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Pengaruh Aplikasi Lactobacillus coryneformis To8 Terhadap Cemaran Aspergillus flavus dan Salmonella Typhimurium Selama Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.) adalah karya saya sendiri dengan arahan Komisi Pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan penulis lain, telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...