ekstrak angkak

Top PDF ekstrak angkak:

SKRIPSI  MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

SKRIPSI MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

(Vitis vinifera) dan Ekstrak Angkak (Monascus purpureus) ”. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program sarjana Strata-1 di Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan penelitian di bidang industri, terutama mengenai kosmetik dari bahan alami.

13 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak angkak menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat stabil selama 30 hari, homogen, titik lebur 60°C, memiliki kekuatan 154-164 gram, mudah dioleskan dengan warna yang merata, memiliki pH 6-6,3, tidak menyebabkan iritasi dan sediaan yang disukai adalah sediaan 4 yaitu sediaan dengan konsentrasi pewarna ekstrak angkak 10%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak angkak dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan lipstik, sediaan stabil selama penyimpanan, dan tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman digunakan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Penelitian ini dilakukan untuk membuat sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam angkak. Dilakukan ekstraksi angkak dengan cara perendaman menggunakan akuades panas kemudian pelarut diuapkan dengan bantuan alat freeze dryer sehingga didapatkan ekstrak kental angkak. Formula sediaan lipstik terdiri dari komponen yaitu cera alba, lanolin, vaselin alba, carnauba wax, setil alkohol, oleum ricini, propilen glikol, tween 80, titanium dioksida, minyak mawar (oleum rosae), butil hidroksitoluen, nipagin, serta penambahan pewarna ekstrak angkak dengan konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10% dan 12%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari pada suhu kamar, uji oles, dan pemeriksaan pH, serta uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna Chapter III V

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna Chapter III V

Hasil pemeriksaan titik lebur lipstik menunjukk an bahwa seluruh sediaan lipstik dengan menggunakan pewarna ekstrak angkak melebur pada suhu 60°C. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki titik lebur yang baik yaitu berada di antara 55 – 75°C (Ditjen POM, 1985). Hasil uji titik lebur dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini.

20 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

I. PENDAHULUAN MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

Linda (2012) dalam penelitiannya membuat sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam angkak. Ekstraksi angkak dilakukan dengan cara perendaman menggunakan akuades kemudian pelarut diuapkan dengan bantuan alat freeze dryer sehingga didapatkan ekstrak kental angkak. Konsentrasi ekstrak angkak yang digunakan adalah 4, 6, 8, 10 dan 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak angkak dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan lipstik, sediaan stabil selama penyimpanan, dan tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman digunakan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ANGKAK TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Bacillus cereus DAN Bacillus stearothermophillus

KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ANGKAK TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Bacillus cereus DAN Bacillus stearothermophillus

propionate 0,1 persen bertahan selama 23 jam ( Tandijo, 2011). Angkak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri perusak seperti Bacillus cereus dan Bacillus stearothermopillus (Astawan, 2006). Bacillus cereus telah dikenali sebagai salah satu penyebab keracunan pada makanan, sehingga mikroorganisme ini telah menarik banyak perhatian dan menjadi salah satu penyebab keracunan pada pangan yang termasuk sering ditemukan. Sedangkan Bacillus stearothermophilus dikenal sebagai penyebab keasaman dari makanan kaleng karena fermentasi gula yang terkandung pada pangan. Bakteri termofilik, seperti Bacillus stearothermophilus menyebabkan busuk asam (flat sour) pada makanan kaleng berasam rendah. Oleh karena itu ekstrak angkak merupakan alternative pengganti zat pengawet sintetis yang diketahui bersifat karsinogen, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui berapa konsentrasi minimum ekstrak angkak yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Bacillus stearothermophillus dan berapa konsentrasi minimum ekstrak angkak yang dapat membunuh bakteri Bacillus cereus dan Bacillus stearothermophillus.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

View of FORMULASI TABLET EKSTRAK ANGKAK (RED YEAST RICE) DENGAN VARIASI CROSCARMELLOSE SODIUM SEBAGAI PENGHANCUR DAN LAKTOSA SEBAGAI PENGISI

View of FORMULASI TABLET EKSTRAK ANGKAK (RED YEAST RICE) DENGAN VARIASI CROSCARMELLOSE SODIUM SEBAGAI PENGHANCUR DAN LAKTOSA SEBAGAI PENGISI

Angkak merupakan fermentasi dari beras dengan menggunakan kapang Monascus purpureus yang mengandung senyawa golongan statin. Dalam suatu penelitian yang menggunakan tikus jantan galur wistar yang diberikan diet tinggi lemak dan diberikan ekstrak angkak dengan dosis 20mg/200gramBB dan 40mg/200gramBB, sesuai dengan dosis manusia sebesar 1200mg – 2400mg/70kgBB/hari dilaporkan terjadinya peningkatan HDL (1) . Hal ini menunjukkan bahwa kandungan senyawa

8 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan atas segala limpahan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus purpureus) Sebagai Pewarna.

12 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN BUBUK KOMPAK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK SEBAGAI PEWARNA

FORMULASI SEDIAAN BUBUK KOMPAK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK SEBAGAI PEWARNA

Ekstraksi ekstrak angkak dibuat dengan cara maserasi 500 gram angkak menggunakan pelarut alkohol 70%. Kemudian maserat yang diperoleh dipekatkan dengan penguap berputar pada suhu 45 0 C sampai diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya hasil yang diperoleh dilakukan pengeringan beku (freezy drying) selama 72 jam pada suhu -40 0 C dengan tekanan 2 atm sehingga didapatkan ekstrak kental angkak sebanyak 48 gram. Formula sediaan pewarna pipi terdiri dari kaolin ringan, kalsium karbonat, magnesium karbonat, seng stearat, talkum, minyak mawar (oleum rosae) dan zat pengikat isoprofil miristat dan lanolin, serta penambahan pewarna ekstrak angkak dengan konsentrasi 5; 7,5; 10; 12,5; 15; 17,5; dan 20%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan homogenitas dan uji stabilitas sediaan yang dibuat terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari pada suhu kamar. Selanjutnya dilakukan lagi uji poles, uji keretakan, uji kekerasan, uji iritasi pada lengan bawah bagian dalam dan uji kesukaan (Hedonic Test).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna

Pembuatan ekstrak angkak dilakukan secara maserasi menggunakan penyari Alkohol 70%. Angkak yang telah dipecah-pecah dengan mortir hingga menjadi serbuk kasar kemudian ditimbang sebanyak 500 g, kemudian dimaserasi dengan cara serbuk kasar angkak dimasukkan kedalam bejana, kemudian dituangi dengan 3750 ml alkohol 70% di tutup, dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil berulang-ulang diaduk. Setelah 5 hari sari diserkai, dan ampasnya diperas. Kemudian ampas ditambah cairan penyari secukupnya diaduk dan diserkai, sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 5000 ml. Setelah itu Bejana di tutup, dan dibiarkan ditempat sejuk. Terlindung dari cahaya selama 2 hari. Kemudian endapan dipisahkan (Ditjen POM, 1979). Maserat yang diperoleh dipekatkan dengan penguap berputar pada suhu ± 40 o C sampai diperoleh ekstrak kental. Kemudian hasil tersebut dikering anginkan dengan menggunakan alat pengering beku selama 72 jam pada suhu -40 o C dengan tekanan 2 atm sehingga diperoleh ekstrak angkak yang lebih kental.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Penelitian ini dilakukan untuk membuat sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam angkak. Dilakukan ekstraksi angkak dengan cara perendaman menggunakan akuades panas kemudian pelarut diuapkan dengan bantuan alat freeze dryer sehingga didapatkan ekstrak kental angkak. Formula sediaan lipstik terdiri dari komponen yaitu cera alba, lanolin, vaselin alba, carnauba wax, setil alkohol, oleum ricini, propilen glikol, tween 80, titanium dioksida, minyak mawar (oleum rosae), butil hidroksitoluen, nipagin, serta penambahan pewarna ekstrak angkak dengan konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10% dan 12%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan mencakup pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik, uji stabilitas terhadap perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari pada suhu kamar, uji oles, dan pemeriksaan pH, serta uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test).
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Kajian Penggunaan Ekstrak Angkak dalam Pembuatan Low Fat Fruity Yogurt Sebagai Pangan Fungsional.

Kajian Penggunaan Ekstrak Angkak dalam Pembuatan Low Fat Fruity Yogurt Sebagai Pangan Fungsional.

Angkak or red fermented rice is a product produced from the fermentation of rice substrates by Monascus sp. For centuries, angkak has been consumed extensively in Asia as a natural food coloring of fish, Chinese cheese, red wine and sausages. Angkak has been used as dietary supplement because of its chemic al compound that give advantages to human’s health. Therefore, angkak can be developed as functional food. Utilization of angkak extract is implemented to make low fat fruity yoghurt. The purpose of this study is to produce low fat fruity yoghurt with angkak extract that consumers like. This study also determines the effect of angkak extract to lactic acid bacteria, nutrition facts and antioxidant capacity of low fat fruity yoghurt. The result show that until 30% concentration of angkak exctract, there is no effect to the growth of lactic acid bacteria. The most favourite of low fat fruity yoghurt is yoghurt with 2.5% concentration of angkak extract and 20% of added fresh fruit. The chemical analysis results show that low fat fruity yoghurt contains 4.07 pH, 14.9 o Brix total soluble solid content and 1.26% titratable acid. The physical analysis result show that low fat fruity yogurt has 2500 mPas viscosity. The proximate analysis results show that low fat fruity yoghurt contains 85.59% water, 0.73% ash, 3.12% protein, 0.11% fat, and 10.45% carbohydrates. The microbial analysis results show that low fat fruity yoghurt contains 8.93 log CFU/ml total microbe, < 0.48 log CFU/ml total coliform, 9.65 log CFU/ml total lactic acid bacteria,and < 2 log CFU/ml total mold and yeast. The low fat fruity yoghurt has antioxidant capacity of 23.02 mgAEq/100ml, which means 100 ml low fat fruity yoghurt has equivalent antioxidant activity to 23.02 mg ascorbic acid.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kosmetik 2.1.1 Pengertian kosmetik - Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kosmetik 2.1.1 Pengertian kosmetik - Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna

Stabilitas pigmen angkak sangat di pengaruhi oleh suhu, lama pemanasan, sinar matahari, oksidator serta pH asam. Angkak dalam bentuk pekatan lebih stabil pada pH 7, sedangakan dalam bentuk bubuk lebih stabil pada pH 9,2. Penggunaan angkak secara tradisional biasanya dengan cara melarutkan beras angkak dalam air hangat, baru kemudian ditambahkan kedalam makanan yang hendak diwarnai. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kelarutan warna angkak dalam produk (Jenie, dkk.,1997).

10 Baca lebih lajut

1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Monascus purpureus adalah kapang utama pada angkak. Angkak adalah beras yang difermentasi oleh kapang sehingga penampakannya berwarna merah. Angkak sudah sejak lama digunakan sebagai bahan bumbu, pewarna dan obat karena mengandung bahan bioaktif berkhasiat. Kapang menghasilkan pigmen yang tidak toksik dan tidak mengganggu sistem kekebalan tubuh (Fardiaz dan Zakaria, 1996).

15 Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN  MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

V. SIMPULAN DAN SARAN MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

Pembuatan Ekstrak Biji Anggur Nomor Gambar Keterangan 1 Biji anggur 2 Serbuk biji anggur 3 Serbuk biji anggur dalam etanol 95% setelah melewati proses shaking incubator 4 Filtra[r]

34 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

II. TINJAUAN PUSTAKA MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus).

Pigmen angkak banyak dihasilkan dari beberapa jenis kapang. Beberapa galur yang mampu memproduksi pigmen adalah Monascus purpureus , Monascus rubropunctatus , Monascus rubiginosus , Monascus major , Monascus barkari dan Monascus ruber yang menghasilkan pigmen warna merah. Dari berbagai macam spesies tersebut yang paling umum digunakan adalah Monascus purpureus. Monascus purpureus juga disebut Monascus anka atau Monascus kaoliang . Pigmen merah merupakan salah satu warna yang menarik karena warna merah sangat populer pada pewarna makanan dan merupakan warna pigmen yang alami pada makanan (Hidayat dan Saati, 2006).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Penggunaan zat warna sintetis yang boleh digunakan semakin berkurang karena banyak yang menimbulkan alergi dan berbahaya bagi manusia. Kondisi ini mendorong usaha pengembangan produk bahan tambahan makanan terutama zat pewarna yang bersifat alami. Sebagian besar pewarna alami berasal dari ekstrak tumbuhan, hewan, atau dari mikroorganisme. Produksi bahan tambahan makanan menggunakan mikroorganisme semakin meningkat. Salah satu mikroorganisme yang dapat menghasilkan bahan pewarna alami adalah Monascus purpureus. Pigmen yang dihasilkan oleh M. purpureus sangat stabil dan aman digunakan sebagai bahan tambahan makanan (Fabre, dkk., 1993)
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Angkak merupakan produk hasil fermentasi dengan substrat beras yang menghasilkan warna merah karena aktivitas kapang Monascus purpureus sebagai metabolit sekunder. Sejak dulu angkak telah banyak digunakan sebagai pewarna makanan. Disamping itu angkak dapat pula digunakan untuk mengawetkan daging karena mempunyai sifat anti bakteri, mengobati penyakit asma, gangguan saluran cerna, mabuk laut dan luka memar dalam seni pengobatan Cina, meningkatkan intensitas warna merah pada pengolahan daging, serta untuk menambah aroma (Hidayat dan Saati, 2006).

14 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Surat Pernyataan untuk Uji Iritasi SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Umur : Jenis Kelamin : Alamat : Menyatakan bersedia menjadi panelis untuk uji ir[r]

15 Baca lebih lajut

MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).

MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).

Pengujian homogenitas lipstik menunjukkan hasil yang merata pada sediaan lipstik kombinasi ekstrak angkak 12% dan ekstrak biji anggur 2%. Warna yang dihasilkan terdispersi merata ketika dioleskan pada kaca transparan dan tidak tampak bulir-bulir kasar, yang berarti bahwa sediaan lipstik tersebut homogen.Suatu emulsi dapat dikatakan homogen apabila tidak terlihat adanya pemisahan fase antara komponen penyusun emulsi. Homogenitas menunjukkan pencampuran bahan-bahan dalam formula lipstik. Homogenitas sistem emulsi dipengaruhi oleh teknik pencampuran, pemanasan dan komposisi kombinasi bahan yang tepat. Menurut Ansel (1989), suatu emulsi dianggap tidak stabil secara fisik jika fase terdispersi dan fase pendispersi pada penyimpanan cenderung untuk membentuk agregat dari bulatan- bulatan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...