ekstrak bawang merah

Top PDF ekstrak bawang merah:

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kadar trigliserida serum kelompok yang diberi diet kuning telur dilanjutkan dengan pemberian ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) tidak memiliki perbedaan yang bermakna dibandingkan dengan kelompok yang diberi diet kuning telur saja. Flavonoid meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase yang dapat menguraikan trigliserida yang terdapat pada kilomikron. 10 Pada penelitian ini,

14 Baca lebih lajut

APLIKASI SUMBER EKSTRAK DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH PADA PERTUMBUHAN KEDELAI Destriati H0713047

APLIKASI SUMBER EKSTRAK DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH PADA PERTUMBUHAN KEDELAI Destriati H0713047

Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia, baik sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Produksi kedelai di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Upaya pengembangan terus dilakukan dengan berbagai teknologi dan salah satu upaya yaitu dengan mengaplikasikan zat pengatur tumbuh dari ekstrak bawang merah pada kedelai. Ekstrak bawang merah merupakan salah satu sumber zat pengatur tumbuh alami yang terbukti mengandung auksin dan giberelin. Penggunaan ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh pada tanaman telah banyak diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lama perendaman dan sumber ekstrak bawang merah terbaik pada pertumbuhan kedelai.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Instumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lima buah kandang plastik polipropilen berukuran 40 cm x 60 cm dengan tutup anyaman kawat, alat penimbang berat badan, tempat pakan, botol air minum, alat pengukur glukosa darah merk EasyTouch , strip glucometer, alat suntik, sonde lambung, sarung tangan, kapas, toples, kertas label, alat tulis, dan alat dokumentasi. Pembuatan ekstrak bawang merah diperlukan gelas ukur, baskom plastik, timbangan, blender, saringan, spatula, corong Buchner, pompa hisap, rotavapour , labu pisah, kertas saring, dan lemari pendingin. Pemeriksaan histopatologi diperlukan optilab, dan mikroskop.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan Stek Anggur (Vitis vinifera L.) terhadap Pemberian Beberapa Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Growth Response of Grape (Vitis vinifera L.) Cutting after Shallot (Allium ascalonicum L.) extract application

Respon Pertumbuhan Stek Anggur (Vitis vinifera L.) terhadap Pemberian Beberapa Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Growth Response of Grape (Vitis vinifera L.) Cutting after Shallot (Allium ascalonicum L.) extract application

Naungan dibuat dengan menggu- nakan bambu dan bahan atap dari daun rumbia. Naungan dibuat menghadap ke arah Timur-Barat dengan tinggi bagian Ti- mur 1.50 m dan tinggi bagian Barat 1.30 m. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan volume 1:1:1. Cam- puran media tanam dimasukkan ke polibag dengan ukuran 10 cm x 20 cm. Tanaman anggur yang di gunakan adalah jenis ang- gur Probolinggo. Bahan stek diambil dari batang yang sudah cukup tua dan memiliki diameter sama sekitar 0.5 cm dengan war- na kecoklatan, sehat dan bebas dari serang- an hama penyakit. Batang anggur dipotong sepanjang 25 cm dan direndam selama 12 jam setinggi 3 cm dalam ZPT yang berasal dari ekstrak bawang merah sesuai dengan konsentrasi perlakuan (Siswanto et al., 2008). Stek ditanam 10 cm dari pangkal dan selanjutnya polibag diletakkan di da- lam naungan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum) TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL SERUM TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum) TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL SERUM TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Tidak terjadi penurunan kadar kolesterol HDL serum tikus wistar pada kelompok yang diberi diet kuning telur secara intermiten dibandingkan kelompok kontrol negatifnya. Tidak terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL serum tikus wistar pada pemberian ekstrak bawang merah dengan dosis 750 mg / 1 ml dan 1500 mg / 2 ml selama 3 minggu dibanding kelompok kontrolnya. Penggunaan ekstrak bawang merah sebagai cara untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL serum belum dapat dibuktikan dalam penelitian ini.

16 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN ASAM ASETAT SEBAGAI PENGAWET ALAMI BAKSO

PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN ASAM ASETAT SEBAGAI PENGAWET ALAMI BAKSO

Bawang merah mempunyai sifat antimikroba sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat merusak makanan.Paduan antara asam asetat (cuka pasar) dan ekstrak bawang merah diharapkan dapat digunakan sebagai pengawet alami pada bakso.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1).Untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang merah dan asam asetat sebagai pengawet alami bakso, (2). Untuk mengetahui waktu optimum ekstrak bawang merah dan asam asetat yang efektif digunakan sebagai pengawet alami pada bakso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2015 di Laboratorium Bahan Alam Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perendaman dengan pengawet dari campuran asam asetat dan ekstrak bawang merah dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%,selanjutnya dilakukan pengujian organoleptik terhadap ekstrak bawang merah dan asam asetat sebagai bahan pengawet pada bakso. Hasil yang diperoleh yaitu ekstrak bawang merah dan asam asetat cukup efektif sebagai bahan pengawet alami bakso dan ekstrak bawang merah dan asam asetat dengan konsentrasi 15% dapat dimanfaatkan sebagai pengawet alami bakso selama 11 hari.Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu data akurat bagi calon penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Uji Antioksidan Ekstrak Air Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Putih (Allium Sativum L Bawang Batak (Allium Chinense L.) dengan Metode DPPH

Uji Antioksidan Ekstrak Air Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Putih (Allium Sativum L Bawang Batak (Allium Chinense L.) dengan Metode DPPH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari bawang merah, bawang putih dan bawang batak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 20 ppm yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi. Bawang (150 g) dibersihkan dan diblender kemudian direndam dengan aquadest selama 24 jam pada suhu kamar. Ekstrak air yang diperoleh diuapkan dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga diperoleh ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak bawang merah menunjukkan nilai IC 50 sebesar 71,5935 mg/L dan merupakan antioksidan kuat,
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji daya hambat antibakteri ekstrak umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pertumbuhan bakteri pembentuk karies gigi streptococcus mutans.

Uji daya hambat antibakteri ekstrak umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pertumbuhan bakteri pembentuk karies gigi streptococcus mutans.

Meski demikian, kelima jenis konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Jika dikaitkan dengan kontrol positif kloramfenikol, zona hambat yang terbentuk dari antibiotik ini mencapai luas 21,09 mm, dan mampu membunuh bakteri dengan menghambat sintesa protein bakteri. Sehingga hasil dari kedua variasi jenis ekstrak terbilang memiliki kekuatan antibakteri yang lemah. Bila dibandingkan dengan kontrol negatif yang menggunakan larutan aquades steril, tidak terdapat zona hambat yang terbentuk sehingga dapat dikatakan aktivitas antibakteri tidak dipengaruhi oleh faktor pelarut tetapi kandungan senyawa aktif yang memiliki daya hambat bahkan daya bunuh terhadap bakteri. Bakteri yang digunakan yakni Streptococcus mutans merupakan bakteri bergram positif dimana rata-rata bakteri bergram positif mengandung kadar lipid yang rendah dengan lapisan peptidoglikan yang tebal sehingga ketika direaksikan dengan senyawa aktif dari ekstrak bawang merah, membran peptidoglikan yang mudah larut ini terlarut dengan senyawa-senyawa aktif tersebut.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

Uji Antioksidan Ekstrak Air Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Putih (Allium Sativum L Bawang Batak (Allium Chinense L.) dengan Metode DPPH

Uji Antioksidan Ekstrak Air Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Putih (Allium Sativum L Bawang Batak (Allium Chinense L.) dengan Metode DPPH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari bawang merah, bawang putih dan bawang batak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 20 ppm yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi. Bawang (150 g) dibersihkan dan diblender kemudian direndam dengan aquadest selama 24 jam pada suhu kamar. Ekstrak air yang diperoleh diuapkan dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga diperoleh ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak bawang merah menunjukkan nilai IC 50 sebesar 71,5935 mg/L dan merupakan antioksidan kuat,
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Nanopartikel Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) sebagai Inhibitor Tirosinase

Nanopartikel Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) sebagai Inhibitor Tirosinase

Pembuatan nanopartikel lipid padat dilakukan dengan berbagai varian bobot ekstrak. Fase lipid yang terdiri atas 1% virgin coconut oil (VCO) dan ekstrak Allium cepa (0.01, 0.10, 1.00%) dipanaskan pada suhu 70°C sambil diaduk. Fase berair yang terdiri atas 0.50% minyak kacang kedelai dan akuades juga dipanaskan pada suhu yang sama. Fase lipid lalu didispersikan ke dalam fase berair sambil diaduk menggunakan pengaduk magnet selama 1 jam dengan kecepatan 1000 rpm. Masing-masing emulsi yang dihasilkan kemudian diultrasonikasi dengan frekuensi 20 KHz dan amplitudo 20% selama 1 jam. Proses sonikasi ini sangat berperan dalam memperkecil ukuran NLP. Ac-NLP yang diperoleh didinginkan pada suhu kamar dengan cara ditempatkan pada penangas air sehingga dihasilkan Ac-NLP dalam bentuk emulsi.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Sifat Antirayap Ekstrak Kulit Bawang merah (Allium cepa L.)

Sifat Antirayap Ekstrak Kulit Bawang merah (Allium cepa L.)

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan. Pestisida nabati bisa dibuat secara sederhana yaitu dengan menggunakan hasil perasan, ekstrak, rendaman atau rebusan bagian tanaman baik berupa daun, batang, akar, umbi, biji ataupun buah. Pestisida atau biotermitisida sangat diperlukan dalam pengendalian hama sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Senyawa bioaktif hampir selalu toksik pada dosis tinggi, oleh karena itu daya bunuh in vivo dari senyawa terhadap organisme hewan dapat digunakan untuk menapis ekstrak tumbuhan yang mempunyai bioaktivitas dan juga memonitor fraksi bioaktif selama fraksinasi dan pemurnian. Salah satu organisme yang sesuai untuk hewan yang menyerang kayu yakni rayap (Natawiria, dkk., 1973).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sifat Antirayap Ekstrak Kulit Bawang merah (Allium cepa L.)

Sifat Antirayap Ekstrak Kulit Bawang merah (Allium cepa L.)

Dalam penelitian ini, umpan makan yang digunakan adalah kertas selulosa (paper disc). Kertas selulosa diberi ekstrak kulit bawang merah dengan konsentrasi 2%, 4%, 6% dalam skala laboratorium mengacu pada penelitian sebelumnya, memakai interval taraf konsentrasi yang sama (Sari, dkk, 2004) mengenai Sifat Antirayap Damar Mata Kucing dari Shorea K. et V., dan (Mariyati, 2000) tentang Daya Racun Zat Ekstraktif Kulit Kayu Jati (Tectona grandis). Sebelum diumpankan, paper disc yang telah direndam ekstrak kulit bawang merah terlebih dahulu dikeringudarakan selama 24 jam. Untuk kontrol digunakan kertas selulosa tanpa diberi perlakuan.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Perancangan papertoy sebagai media untuk bercerita

Perancangan papertoy sebagai media untuk bercerita

5 Suatu hari ayah Bawang Putih harus pergi berdagang ke negeri yang jauh dan meninggalkan Bawang Putih. Sejak saat itu Bawang Merah dan Ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang Putih. Bawang Putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang Merah dan Ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang Putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat Ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Karakter Morfologi dan Agronomi Bawang Merah Varietas Lokal Samosir (Allium ascalonicum L.) Pada Beberapa Dosis Iradiasi Sinar Gamma

Karakter Morfologi dan Agronomi Bawang Merah Varietas Lokal Samosir (Allium ascalonicum L.) Pada Beberapa Dosis Iradiasi Sinar Gamma

Bawang merah yang akan dijadikan bahan tanam sebelum diseleksi Lampiran 46.. Bawang merah yang akan dijadikan bahan tanam setelah diseleksi..[r]

50 Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN  PENGARUH INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP MORTALITAS KUTU DAUN PERSIK (Myzus persicae Sulz) TANAMAN CABAI MERAH.

V. SIMPULAN DAN SARAN PENGARUH INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP MORTALITAS KUTU DAUN PERSIK (Myzus persicae Sulz) TANAMAN CABAI MERAH.

Rosmahani. L., Korlina, E., Baswarsiati dan F. Kasijadi, 1998, Pengkajian Teknik Pengendalian Terpadu Hama dan Penyakit Penting Bawang Merah Tanam di Luar Musim, Eds. Supriyanto A, Prosid, Sem.Hasil Penelitian dan Pengkajian Sistem Usaha Tani Jawa Timur, Balitbang, Puslit Sosek Pertanian, BPTP Karangploso, Hal. 116-131.

15 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pembelahan Umbi pada Beberapa Jarak Tanam

Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pembelahan Umbi pada Beberapa Jarak Tanam

Wascing, P. F., and J. Patrick. 1975. Source Sink Relation an the Partition of Assimilates In the palant. In Photosyntesis an Productivity in Different Environmental by Cooper, J. P.(E). Cambridge University Press, USA. Wibowo, S. 2008. Budi Daya Bawang Putih, Merah dan Bombay. Penebar

2 Baca lebih lajut

Analisis efisiensi rantai pasokan komoditas bawang merah (Studi kasus di Kotamadya Bogor)

Analisis efisiensi rantai pasokan komoditas bawang merah (Studi kasus di Kotamadya Bogor)

Bawang merah yang beredar di Kota Bogor umumnya adalah bawang merah lokal. Tetapi jika harga bawang merah lokal mengalami kenaikan yang sangat tinggi, maka bawang merah impor akan dipasok ke Kota Bogor. Bawang merah impor biasanya berasal dari Myanmar, Vietnam, India, Pakistan dan Thailand. Bawang merah lokal yang biasa dijual di Kota Bogor adalah bawang merah yang berasal dari Brebes. Tetapi pada saat-saat tertentu, pengirim juga memasok bawang merah dari beberapa daerah di Jawa seperti Brebes, Cirebon, Sambas, Sukomoro, Banyuwangi, Bantul dan daerah lainnya. Penelitian ini dilakukan di beberapa pasar tradisional. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bogor, Kota Bogor mempunyai tujuh buah pasar tradisional, yaitu Pasar Baru, Pasar Kebon Kembang, Pasar Jambu Dua, Pasar Merdeka, Pasar Padasuka dan Pasar Sukasari. Pengelolaan pasar dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang berada di masing-masing pasar. Selain dari tujuh pasar tersebut, terdapat satu pasar induk yang pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta yaitu Pasar Induk Kemang. Pasar ini dikelola oleh PT. Galvindo Ampuh. Peta lokasi penelitian dapat dilihat pada Lampiran 2.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

Rata-Rata Average Fixed Cost, Average Variable Cost dan Average Cost Usahatani Bawang merah di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Per Musim Tanam Tahun 2016 Biaya Rata-Rata Produksi, Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Bawang merah di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir Per Musim Tanam Tahun 2016

14 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Aksesi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Lokal Humbang Hasundutan Pada Berbagai Dosis Iradiasi Sinar Gamma

Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Aksesi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Lokal Humbang Hasundutan Pada Berbagai Dosis Iradiasi Sinar Gamma

Kusandriani, Y. 2010. Eksplorasi dan Karakterisasi (60 aksesi) Plasmanutfah Bawang merah serta Rejuvinasi (330 aksesi) Koleksi Bawang merah, Kentang dan Sayuran Potensial (Cabai, Tomat, Bawang Daun, Kacang panjang dan Sayuran Indigenous). Warta Hasil Penelitian Balitsa, No. 01. Balai penelitian Tanaman Sayur.

3 Baca lebih lajut

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK BAWANG GORENG PALU | Nuriyanti | AGROLAND 8790 28873 1 PB

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK BAWANG GORENG PALU | Nuriyanti | AGROLAND 8790 28873 1 PB

Industri pengolahan bawang goreng Khas Palu di dalam penelitian ini terdapat 3 tempat industri pengolahan yaitu berada di Desa Wombo Kalonggo dengan nama Industri rumahan Nuranisa Tiga, Industri Hj Mbok Sri yang berada di jalan Abdurahman Saleh, dan Industri Mustika Bawang yang berada di jalan Nunu. Industri pengolahan ini tidak menggunakan banyak mata rantai karena ke tiga industri ini langsung membeli bahan baku ke pedagang pengumpul atau pedagang pengumpul sendiri yang datang membawa bahan bakunya ke industri. Industri Hj Mbok Sri dan Industri Mustika Bawang menjual hasil olahan bawang gorengnya langsung ke konsumen, dan industri rumahan Nuranisa Tiga menjual hasil olahan bawang gorengnya ke Pasar Masomba. Peran industri yaitu mengolah bawang mentah menjadi bawang goreng yang siap saji dan didalamnya terdapat nilai tambah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...