Ekstrak Daun Salam

Top PDF Ekstrak Daun Salam:

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEH HIJAU, EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI, DAN EKSTRAK DAUN SALAM PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS TERHADAP TOTAL BAKTERI SELAMA PENYIMPANAN

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEH HIJAU, EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI, DAN EKSTRAK DAUN SALAM PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS TERHADAP TOTAL BAKTERI SELAMA PENYIMPANAN

Penelitian yang dilakukan Baskoro, dkk (2010) menunjukkan bahawa daun Salam (Syzygium polyanthum) dapat menghambat Salmonella typhi secara in vitro. Daun salam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dengan persentase yang bervariasi. Daun salam dari Sukabumi mengandung minyak atsiri sebesar 0,023%, sedangkan daun salam dari Bogor 0,018% (Sembiring dkk, 2003). Beberapa minyak atsiri dikenal memiliki aktivitas antijamur dan antibakteri. Atsiri daun salam menunjukkan aktivitas antijamur melawan kapang kontaminan pada produk roti yaitu Euroticum sp., Aspergillus sp. dan Penicillium sp. (Guynot, 2005). Infus daun salam ternyata mampu menghambat bakteri V.cholerae dengan konsentrasi hambat minimal 3,12%. Sementara pada bakteri E. coli enteropatogen, infus daun salam mempunyai konsentrasi hambat minimal sebesar12,5% (Hendradjatin, 2009). Ekstrak jambu biji mempunyai antibakteri paling baik jika dibandingkan dengan ekstrak teh hijau maupun ekstrak daun salam karena mempunyai total bakteri sebanyak 2,4 x 10 7 cfu/gr.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Efektivitas Berkumur dengan Larutan Ekstrak Daun Salam dalam Menghambat Akumulasi Plak.

Efektivitas Berkumur dengan Larutan Ekstrak Daun Salam dalam Menghambat Akumulasi Plak.

Penggunaan bahan herbal pada obat kumur didasari atas kandungan senyawa kimia yang terkandung didalamnya, seperti sifat antibakteri sehingga dapat mengontrol perkembangan plak gigi. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan berkumur menggunakan larutan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dalam menghambat akumulasi plak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental pre and post test with control group design yang dilakukan selama tujuh hari dengan metode double-blinded study. Subjek penelitian adalah mahasiswa FKG angkatan 2010 dan berjumlah empat puluh orang yang dipilih dengan metode purposive random sampling. Subjek penelitian dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, berkumur dengan obat kumur ekstrak daun salam 1,25%, berkumur dengan obat kumur ekstrak daun salam 2,5% dan berkumur dengan obat kumur ekstrak daun salam 5%. Pemeriksaan skor menggunakan indeks plak Loe dan Silness. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-7 setelah pasien menggunakan obat kumur. Seminggu sebelum pemeriksaan skor plak awal, seluruh subjek penelitian diskeling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna secara statistik antara penggunaan obat kumur yang mengandung ekstrak daun salam terhadap penurunan akumulasi plak. Obat kumur ekstrak daun salam pada konsentrasi 2.5% merupakan konsentrasi obat kumur yang paling optimal dalam menghambat akumulasi plak. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti efek jangka panjang dari penggunaan obat kumur ekstrak daun salam sehingga dapat dikembangkan sebagai penunjang pemeliharaan kesehatan rongga mulut.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM DAN DAUN MINT SEBAGAI OBAT KUMUR ALAMI  Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM DAN DAUN MINT SEBAGAI OBAT KUMUR ALAMI Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam dan Daun Mint sebagai Obat Kumur Alami” Skripsi ini d isusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SALAM Eugen

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SALAM Eugen

Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pemberian ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar kolesterol total tikus putih. Hal ini didasarkan hasil uji ANOVA dengan nilai p = 0,000, hal ini membuktikan adanya perbedaan yang bermakna pada kelompok hewan uji. Penurunan kolesterol total pada tikus putih dengan pemberian ekstrak daun salam diduga akibat adanya aktivitas antioksidan yang meningkatkan sekresi kolesterol di usus dan menurunkan sintesis kolesterol di hati. Kandungan pada daun salam yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol total adalah saponin dan flavonoid. (8)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Klinis Pendahuluan Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto     (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness) Dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp)Pada Pasien Hiperkolesterolemia

Uji Klinis Pendahuluan Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness) Dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp)Pada Pasien Hiperkolesterolemia

Pembuatan ekstrak daun salam dilakukan dengan cara perkolasi. Serbuk simplisia daun salam sebanyak 650 g dimasukkan kedalam bejana tertutup, ditambahkan etanol 70% sehingga semua simplisia terendam, aduk- aduk dan diamkan selama 3 jam. Pindahkan sedikit demi sedikit kedalam perkolator sambil tiap kali ditekan hati-hati, tuangkan cairan penyari secukupnya sampai cairan mulai menetes dan diatas simplisia masih terdapat selapis cairan penyari, tutup perkolator, biarkan selama 24 jam. Buka kran perkolator. Biarkan cairan menetes dengan kecepatan 1 ml per menit, tambahkan berulang-ulang cairan penyari secukupnya hingga selalu terdapat selapis cairan penyari diatas simplisia. Perkolasi dihentikan jika 500 mg perkolat terakhir diuapkan, tidak meninggalkan sisa. Selanjutnya ekstrak cair dipekatkan dengan menggunakan rotavapor, dan didapat ekstrak kental (Ditjen POM, 1986)..
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Uji Klinis Pendahuluan Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness) Dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp)Pada Pasien Hiperkolesterolemia

Uji Klinis Pendahuluan Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness) Dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp)Pada Pasien Hiperkolesterolemia

Bapak ibu yang terhormat, nama saya Arif Siddiq Siregar, saya mahasiswa fakultas farmasu Universitas Sumatera Utara di Medan yang saat ini sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan program studi S1 untuk judul penelitian saya UJI KLINIS PENDAHULUAN KOMBINASI EKSTRAK HERBA SAMBILOTO DAN EKSTRAK DAUN SALAM PADA PASIEN HIPERKOLESTEROLEMIA .penelitian ini adalah kelanjutan dari uji preklinik yang pernah dilakukan di fakultas farmasi Universitas Sumatera Utara. maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan manfaat dari kombinasi ekstrak herba sambiloto dan ekstrak daun salam terhadap pasien hiperkolesterolemia, dimana biasanya obat hiperkolesterolemia dikonsumsi dalam jangka panjang dan kurang diminati karena ada efek samping yang dirasakan sehingga masyarakat cenderung menggunakan obat tradisional sebagai pengobatan alami dan sudah terbukti manfaatnya.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

PENDAHULUAN Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

Daun salam merupakan tumbuhan yang mudah hidup di dataran rendah maupun tinggi. Tanaman ini dapat hidup tanpa perlakuan khusus. Daun salam biasanya digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan. Harmanto (2007) menyatakan bahwa daun salam tingginya mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong/bulat telur, berujung runcing bila diremas mengeluarkan bau harum. Daun salam mengandung zat-zat bahan warna, zat samak dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Zat tannin yang terkandung bersifat menciutkan (astringent). Daun salam juga bermanfaat untuk mengatasi diare, diabetes, kudis atau gatal dan lambung lemah. Pada penelitian Sudirman (2014) efektifitas antimikroba yang ditunjukkan ekstrak daun salam memiliki zat aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri berupa tannin, flavonoid dan minyak atsiri, yang mana ketiga zat tersebut merupakan komposisi kimia yang terkandung dalam ekstrak daun salam.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM DAN DAUN MINT SEBAGAI OBAT KUMUR ALAMI  Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM DAN DAUN MINT SEBAGAI OBAT KUMUR ALAMI Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Mint Sebagai Obat Kumur Alami.

Obat kumur merupakan larutan yang digunakan untuk membilas rongga mulut agar terhindar dari bakteri. Salah satu bahan yang digunakan untuk membuat obat kumur alami adalah daun salam dan daun mint. Daun salam memiliki kandungan minyak atsiri, flavonoid dan tanin yang dapat berperan sebagai antibakteri, sedangkan daun mint mengandung mentol yang dapat memberikan rasa segar pada mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas ekstrak daun salam dengan penambahan daun mint sebagai obat kumur alami serta mengetahui kualitas organoleptik obat kumur alami dari daun salam dan penambahan daun mint. rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu: jenis obat kumur (S), S1: akuades, S2: Konsentrasi ekstrak daun salam 60 % dan konsentrasi ekstrak daun mint 50 %, S3: Konsentrasi ekstrak daun salam 70 % dan konsentrasi ekstrak daun mint 60 %.Data populasi bakteri dianalisis menggunakan Man-Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwapopulasi S1, S2 dan S3 tidakmenunjukkanhasil yang signifikan. Produk obat kumur yang paling dominan adalah warna coklat tua, aroma khas daun salam sedikit daun mint, rasa agak sepet, agak jernih dan daya terima masyarakat lebih dominan menyukai perlakuan S2 karena rasanya tidak terlalu sepet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan S2 dan S3 kurang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada saliva.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN SALAM (

PENGARUH EKSTRAK DAUN SALAM (

Diabetes mellitus (DM), di beberapa negara Asia, erat kaitannya dengan jumlah konsumsi beras harian yang berpengaruh pada kadar gula darah. Agar nasi yang dikonsumsi aman bagi penderita DM, daya cerna atau tingkat hidrolisis patinya harus diturunkan. Penambahan ekstrak daun salam diyakini dapat mempengaruhi metabolisme pati karena mengandung senyawa polifenol. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi optimal ekstrak daun salam yang menghasilkan nasi instan dengan tingkat hidrolisis pati rendah, aktivitas antioksidan tinggi dan sifat sensori yang disukai. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan enam konsentrasi ekstrak daun salam, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% terhadap volume larutan untuk pemasakan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak daun salam tidak berpengaruh terhadap tingkat hidrolisis pati dan total fenol nasi instan, namun berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dan sifat sensori nasi instan. Perlakuan terbaik adalah nasi instan dengan penambahan ekstrak daun salam 0 % yang memiliki karakteristik tingkat hidrolisis pati 15,21 %, aktivitas antioksidan 79,44 % dan total fenol 186,00 ppm GAE, persentase panelis dengan kriteria suka terhadap aroma sebesar 49,52 %, rasa sebesar 59,05 %, warna sebesar 86,67 % dan kepulenan sebesar 41,90 %.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP PERTUMBUHANBAKTERI BACILLUS CEREUS.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP PERTUMBUHANBAKTERI BACILLUS CEREUS.

Ekstrak bunga kecombrang juga memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri, salah satunya Bacillus cereus (Naufalin, 2005). Daun pacar air (Impatiens balsamina) telah diisolasi senyawa aktif antibakterinya. Senyawa murni hasil isolasi memperlihatkan aktivitas antibakteri 0,5-0,6 kali tetrasiklin terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus (Adfa, 2008).

16 Baca lebih lajut

Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis Secara In Vitro.

Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis Secara In Vitro.

Penelitian eksperimental laboratorium ini untuk menilai efek antimikroba daun salam terhadap koloni E. coli dan Bacillus subtilis melalui pembentukan zona inhibisi pada metode difusi cakram. Data dianalisis dengan tes one way ANOVA, lalu dengan Post Hoc Test Fisher LSD, p<0,05. Hasil uji ekstrak daun salam 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan metode difusi cakram terhadap koloni E. coli tidak ada yang menunjukkan pembentukan zona inhibisi. Hasil uji ekstrak daun salam 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan metode difusi cakram terhadap koloni Bacillus subtilis semua menunjukkan adanya pembentukan zona inhibisi dan diameter zona inhibisi paling lebar adalah pada konsentrasi 100% dengan rerata 14,16 mm, tetapi masih lebih kecil dibandingkan zona inhibisi kontrol positif Gentamisin yaitu 17,09 mm .
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

EKSTRAK KLOROFORM DAUN SALAM DENGAN PEMBAWA MINYAK KEMIRI

EKSTRAK KLOROFORM DAUN SALAM DENGAN PEMBAWA MINYAK KEMIRI

Ekstrak daun salam diperoleh dengan metode maserasi dan diuji kelarutannya terhadap surfaktan dan kosurfaktan. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode Simplex Latice Design dengan pengujian terhadap nilai transmitan dan emulsification time untuk memperoleh formula optimum.Verifikasi formula optimum dianalisis dengan software SPSS 21 sertadilakukan karakterisasi tetesan nanoemulsi. Pada tahap akhir dilakukan penentuan loading dose ekstrak dalam sediaan SNEDDS.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN PEPAYA, DAUN SALAM, DAN DAUN TEH TERHADAP KADAR PROTEIN TELUR ASIN  Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Pepaya, Daun Salam dan Daun Teh Terhadap kadar Protein Telur Asin.

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN PEPAYA, DAUN SALAM, DAN DAUN TEH TERHADAP KADAR PROTEIN TELUR ASIN Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Pepaya, Daun Salam dan Daun Teh Terhadap kadar Protein Telur Asin.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun pepaya, daun salam dan daun teh terhadap kadar protein telur asin. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi UMS pada bulan Agustus 2011. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen, dengan jumlah perlakuan sebanyak 4 yaitu tanpa penambahan ekstrak daun, dengan penambahan ekstrak daun pepaya, dengan penambahan ekstrak daun salam, dan dengan penambahan ekstrak daun teh. Data dianalisis dengan Anava Satu Jalur dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 5,94 > F tabel 4,07. Kadar protein tertinggi pada perlakuan dengan penambahan ekstrak daun teh yaitu 64,98 %, penambahan ekstrak daun pepaya yaitu 63,02 %, penambahan ekstrak daun salam yaitu 55,64 % dan kadar protein terendah pada perlakuan tanpa penambahan ekstrak daun yaitu 35,69 %. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun pepaya, daun salam dan daun teh berpengaruh terhadap kadar protein pada telur bebek asin.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemberian Ekstrak Etanol Daun Salam Untuk Menurunkan Ekspresi Fibronektin Mesangial Tikus Sprague Dawley DM - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pemberian Ekstrak Etanol Daun Salam Untuk Menurunkan Ekspresi Fibronektin Mesangial Tikus Sprague Dawley DM - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pemberian ekstrak daun salam untuk menurunkan gula darah sewaktu perlu dipertimbangkan waktu yang tepat, berapa lama ekstrak daun salam dapat.[r]

2 Baca lebih lajut

STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium  STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium polyanthum [Wight] Walp.).

STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium STANDARDISASI EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Sizygium polyanthum [Wight] Walp.).

Salam (Sizygium polyanthum [Wight] Walp.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang telah lama digunakan dalam pengobatan. Tanaman obat kandungan kimianya tidak dapat dijamin selalu konstan karena ada variabel lokasi tumbuh, waktu panen dan penyimpanan. Penetapan standardisasi ekstrak adalah suatu upaya pengembangan ekstrak daun salam menjadi obat herbal terstandar yang menjamin bahwa bahan suatu produk obat tradisional dapat terjamin mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standardisasi ekstrak air daun salam yang meliputi parameter non spesifik dan parameter spesifik ekstrak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Optimasi dosis kombinasi fraksi air polyanthi folium dan andrographidis herba sebagai antiinflamasi pada tikus putih jantan galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi dosis kombinasi fraksi air polyanthi folium dan andrographidis herba sebagai antiinflamasi pada tikus putih jantan galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

berbagai perbandingan dari kombinasi ekstrak daun salam dan herba sambiloto (6:1, 2:1, 1:6, 1:2). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun salam dan herba sambiloto mempunyai efek antidiabetes, terutama kombinasi ekstrak daun salam dan herba sambiloto dengan perbandingan 1:2 dan 1:6, di mana efek antidiabetes yang dihasilkan adalah sebanding dengan metformin yang digunakan sebagai pembanding (Widjajakusuma et al., 2011).

7 Baca lebih lajut

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan - Pengaruh ekstrak air herba sambiloto (andrographis paniculata) dan daun salam (syzygium polyanthum) terhadap jumlah tnf-α, makrofag dan neutrofil pada tikus yang diinduksi aloksan - Widya Mandala Catholic University

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan - Pengaruh ekstrak air herba sambiloto (andrographis paniculata) dan daun salam (syzygium polyanthum) terhadap jumlah tnf-α, makrofag dan neutrofil pada tikus yang diinduksi aloksan - Widya Mandala Catholic University

Riansari, A. 2008, „Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam ( Eugenia polyantha) Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Tikus Jantan Galur Wistar Hiperlipidemia‟, Skripsi, Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang.

11 Baca lebih lajut

Uji potensi ekstrak etanol daun salam (syzygium polyanthum) hasil perkolasi terhadap aktivitas inhibisi enzim hmg-coa reductase secara in vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji potensi ekstrak etanol daun salam (syzygium polyanthum) hasil perkolasi terhadap aktivitas inhibisi enzim hmg-coa reductase secara in vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Daun salam dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dibuktikan dengan penelitian terdahulu yaitu, ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) yang diberikan secara peroral pada tikus jantan galur Wistar selama 15 hari dengan dosis ekstrak dari 0,18 gram, 0,36 gram dan 0,72 gram dapat menurunkan kadar kolesterol total dari tikus secara bermakna. Dosis optimal pemberian ekstrak daun salam adalah ekstrak dari 0,72 gram daun salam segar dengan penurunan kolesterol total dalam darah yang paling besar dibandingkan dosis perlakuan yang lainnya. Semakin besar dosis ekstrak daun salam, semakin besar penurunan kolesterol total (Riansari, 2008).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Uji efek antiinflamasi kombinasi fraksi ekstrak polyanthi folium dan andrographidis herba yang mempunyai aktivitas antioksidan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Uji efek antiinflamasi kombinasi fraksi ekstrak polyanthi folium dan andrographidis herba yang mempunyai aktivitas antioksidan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

saponin, terpen, steroid, tanin dan flavonoid sebagai hasil uji fitokimia dari ekstrak daun salam (Giri, 2008). Flavonoid telah terbukti merupakan antioksidan yang berpotensi untuk mencegah pembentukan radikal bebas (Sunarni et al., 2007).

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Pepaya, Daun Salam dan Daun Teh Terhadap kadar Protein Telur Asin.

PENDAHULUAN Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Pepaya, Daun Salam dan Daun Teh Terhadap kadar Protein Telur Asin.

Daun teh berbau aromatik, mengandung kafein, theobromin, theofilin, tannin, xanthine, adenine, minyak atsiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Setiap 100 gr daun teh mempunyai kalori 17 kJ dan mengandung 75- 80% air, polifenol 25%, protein 20%, karbohidrat 4%, kafein 2,5-4,5%, serat 27%, dan pektin 6% (Dalimartha, 2008). Menurut Kusuma (2007) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Teh, Daun Delima, Jambu Biji, dan Lama Penyimpanan Terhadap Total Mikroba dan Kadar Protein Serta Analisis Daya Terima Telur Asin” menunjukkan bahwa berbagai macam ekstrak daun yang mengandung senyawa polifenol tannin ini dapat mempertahankan kadar protein telur asin pada masa simpan tertentu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...