ekstrak etanol daun binahong

Top PDF ekstrak etanol daun binahong:

TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG ( Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) TERHADAP TIKUS BETINA GALUR WISTAR - repository perpustakaan

TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG ( Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) TERHADAP TIKUS BETINA GALUR WISTAR - repository perpustakaan

Latar Belakang : Daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai obat. Wardhani dan Sulistyani tahun 2012 juga telah membuktikan bahwa ekstrak etil asetat dari daun binahong mengandung polifenol, yang mempunyai efek antibakteri terhadap Shigella flexneri 8% b/v. Salep dari ekstrak daun binahong yang telah diteliti oleh Paju et al (2013), juga dapat menyembuhkan luka yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% dan 40%, dan penyembuhan yang dihasilkan lebih efektif. Ekstrak etanol daun binahong dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kg BB dapat menurunkan kadar kreatin sehingga dapat memperbaiki gagal ginjal (Sukandar, et al., 2010), selain itu pada konsentrasi 4,25 mmol/100 g (segar) dan 3,68 mmol/100 g (kering) daun binahong ini memiliki aktivitas antioksidan (Selawa et al, 2013). Hermila (2011) juga telah melaporkan bahwa pada Kadar Bunuh Minimum (KBM) 40%, ekstrak etanol daun binahong memiliki aktivitas sebagai antifungi terhadap Candida albicans , selanjutnya penelitian yang dilakukan Orbayinah dan Kartyanto (2008) menunjukan bahwa pada konsentrasi 289,8 mL / 200 g BB jus daun binahong dapat menurunkan efek hepatotoksisitas pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EFEK PROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI OLEH ETANOL

EFEK PROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI OLEH ETANOL

Di zaman yang modern sekarang ini radikal bebas tersebar di mana-mana, pada setiap kejadian pembakaran seperti merokok, memasak, pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. Paparan sinar ultraviolet yang terus- menerus, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita, bahkan karena olah raga yang berlebihan, menyebabkan tidak adanya pilihan selain tubuh harus melakukan tindakan protektif. Untuk itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui efek protektif ekstrak etanol daun binahong terhadap kerusakan hati yang terjadi akibat radikal bebas .
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) SECARA IN VITRO

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) SECARA IN VITRO

Senyawa berwarna yang terbentuk tersebut akan diukur dengan sinar tampak yang dalam hal ini adalah spektrofotometer UV-Vis. Pengukuran diawali dengan pencarian panjang gelombang dan operating time, dengan tujuan dapat diketahui panjang gelombang yang menghasilkan absorbansi maksimum dan untuk mengetahui waktu pengukuran hasil reaksi atau pembentukan warna yang stabil. Konsentrasi kolesterol yang digunakan pada penelitian ini yaitu 140 ppm. Percobaan didahului dengan mengukur konsentrasi awal larutan kolesterol. Pengukuran konsentrasi awal setiap kali mengukur bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan kolesterol secara kuantitatif sebelum ditambahkan dengan ekstrak etanol daun binahong. Pada percobaan ekstrak etanol dilakukan pengukuran aktivitas terhadap penurunan kolesterol dengan tujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun binahong mempunyai aktifitas terhadap penurunan kolesterol apa tidak. Ekstrak etanol daun binahong dibuat deret konsentrasi yang sama yaitu 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm. Dari masing-masing deret konsentrasi dipipet 2,0 ml ekstrak etanol kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi yang sudah ditambahkan baku kolesterol 140 ppm. Ekstrak etanol dilarutkan dalam kloroform, dikarenakan baku kolesterol yang digunakan untuk percobaan juga dilarutkan dalam kloroform sehingga sampel ekstrak etanol dan isolat flavonoid dapat bercampur dan bereaksi dengan kolesterol. Kemudian ekstrak etanol daun binahong direaksikan dengan 2 ml asam asetat anhidrat dan 0,1 ml asam sulfat pekat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Optimasi gelling agent carbopol dan humektan propilen glikol dalam formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis).

Optimasi gelling agent carbopol dan humektan propilen glikol dalam formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis).

Binahong merupakan tumbuhan menjalar, berumur panjang, bisa mencapai panjang lebih dari 6 m. Memiliki batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun yang berbentuk tidak beraturan dan memiliki tekstur kasar. Daun tunggal bertangkai sangat pendek, tersusun berseling, berwarna hijau, berbentuk jantung, panjang 5-10 cm, lebar 3-7 cm, helaian daun tipis lemas, berujung runcing, pangkal berlekuk, tepi rata, permukaan licin, dapat dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak saling berlekatan, panjang helai mahkota 0,5-1 cm, harum. Akar berbentuk rimpang dan berdaging lunak (Badan POM RI, 2008).
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Binahong ( Anredera cordifolia(Ten.) Steenis ) terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Mencit betina Galur Swiss Webster.

Efek Ekstrak Etanol Daun Binahong ( Anredera cordifolia(Ten.) Steenis ) terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Mencit betina Galur Swiss Webster.

Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium sungguhan bersifat komparatif. Hewan percobaan yang digunakan adalah 25 ekor mencit betina galur Swiss Webster dengan luka insisi 20 mm pada punggung mencit dan dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok pertama diberi Ekstrak Etanol Daun Binahong (EEDB) 40%, kelompok kedua diberi EEDB 70%, kelompok ketiga diberi EEDB 100%, kelompok keempat diberi povidone iodine 10%, dan kelompok kelima diberi NaCl 0.9%. Pengobatan dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari selama tujuh hari.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

Luka bakar merupakan suatu kelainan akibat trauma terkena api, air panas atau air keras, apapun yang menyebabkan kulit rusak (Effendy, 1999). Berdasarkan literatur dan pengalaman yang berkembang di masyarakat, daun binahong digunakan untuk menyembuhkan luka bakar. Cara penggunaan masih sangat sederhana yaitu daun binahong ditumbuk sampai halus kemudian dibalurkan pada tubuh yang terkena luka bakar. Penggunaan tanaman binahong ini masih dalam batas berdasarkan pengalaman, belum ada dasar bukti penelitian ilmiah (Webb dan Harrington, 2005).

23 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.)Steenis) Dalam Mempercepat Durasi Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Efek Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.)Steenis) Dalam Mempercepat Durasi Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Penyembuhan luka dapat terjadi melalui empat fase yaitu fase respon inflamasi akut terhadap cedera, fase destruktif, fase proliferatif, dan fase maturasi. Fase respon inflamasi akut ditandai dengan reaksi radang berupa dolor, rubor, kalor, dan tumor. Pada fase destruktif terjadi pembersihan jaringan yang mati dan yang mengalami devitalisasi oleh leukosit polimorfonuklear dan makrofag. Pada fase proliferatif terjadi regenerasi atau fibroplasia dengan terbentuk jaringan granulasi. Sedangkan pada fase maturasi terjadi proses pematangan dan remodelling yang ditandai terbentuknya jaringan parut atau fibrosis (Morison, 2004; R. Sjamsuhidajat dan Wim De Jong, 2005). Daun binahong mengandung alkaloid, saponin, dan polifenol (Katno,dkk., 2006). Saponin mempunyai aktivitas merangsang sintesis kolagen ( Suratman dkk , 1996). Saponin juga mempunyai aktivitas antiseptik dan pembersih serta meningkatkan kekebalan tubuh. Polifenol merupakan senyawa turunan fenol yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan yang berperan dalam mengurangi oksidan berlebih yang dikeluarkan oleh sel PMN pada fase I penyembuhan luka (De Padua ., 1999). Kelompok5kelompok senyawa fenolik terdiri dari asam5asam fenolat dan flavonoid. Flavonoid selain memiliki efek antioksidan juga memiliki sifat antibakterial (Hernani dan Mono Rahardjo, 2005). Hal5hal di atas dapat menyebabkan daun binahong dapat mempercepat durasi penyembuhan luka.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (ANREDERACORDIFOLIA) SECARA ORAL.

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (ANREDERACORDIFOLIA) SECARA ORAL.

Penggunaan tanaman binahong ini hanya berdasarkan pengalaman, belum ada dasar bukti penelitian ilmiah (Puryanto, 2009). Penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun binahong dan kandungan metabolit sekundernya pernah dilakukan, bahwa dalam simplisia daun binahong terkandung senyawa alkaloid, polifenol, saponin, dan total fenol yang cukup tinggi (Manoi, 2009). Penelitian lain yang dilakukan Rachmawati, (2008) mengungkap daun binahong mengandung saponin triterpenoid, flavonoid dan minyak atsiri. Flavonoid merupakan senyawa yang memiliki berbagai bioaktivitas, termasuk antiinflamasi (Buhler, 2003).Berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas peneliti ingin menguji efek antiinflamasi ekstrak daun binahong.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Optimasi gelling agent carbopol 940 dan humektan sorbitol dalam formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis).

Optimasi gelling agent carbopol 940 dan humektan sorbitol dalam formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis).

perhitungan desain faktorial untuk mengetahui efek dari Carbopol 940, sorbitol, dan interaksinya. Analisis menggunakan pendekatan desain faktorial untuk menghitung koefisien b0, b1, b2, b12 sehingga didapatkan persamaan Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b12X1X2. Dari persamaan tersebut lalu dapat dibuat contour plot setiap sifat fisik gel ekstrak etanol daun binahong, kemudian digabungkan dalam superimposed contour plot untuk mengetahui area komposisi optimal gelling agent Carbopol 940 dan humektan sorbitol terbatas pada level yang diteliti. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi program Design Expert versi 9.0.6.2 dan program Rstudio versi R.3.2.3 dengan uji two way ANOVA pada confidence interval 95%
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN  Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Waktu Perdarahan (Bleeding Time) Pada Men

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Waktu Perdarahan (Bleeding Time) Pada Men

Penelitian yang dilakukan Wahyuni dan Nova Rahma menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun binahong secara topikal mempunyai efek terhadap kesembuhan luka sayatan pada Mencit ( Mus Musculus ) (Wahyuni dan Rahma 2014). Sejauh itu belum ada penelitian ilmiah yang membahas efek ekstrak etanol 70% daun binahong terhadap bleeding time . Pada penelitian ini didapatkan hasil terdapat pemendekan rata-rata waktu perdarahan pada mencit yang diberikan ekstrak etanol 70% daun binahong dibandingkan dengan kontrol negatif. Persentase penurunan waktu perdarahan kontrol positif menunjukkan hasil sebesar 57%. Persentase penurunan waktu perdarahan ekstrak etanol 70% daun binahong konsentrasi 10%, 15%, dan 20% secara berturut-turut adalah 27%, 33,3%, dan 43,4%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol 70% daun binahong memiliki efek dalam memperpendek waktu perdarahan meskipun tidak sebaik kontrol positif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan

Widjayanti (1999) dalam Nur Iman (2009) menjelaskan salah satu tanaman yang secara empiris digunakan sebagai obat antibakteri adalah tanaman binahong. Secara khusus seluruh bagian-bagian tanaman binahong bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, misalnya biji binahong dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit diabetes, pembengkakan liver, dan radang usus, sementara daun binahong dimanfaatkan untuk reumatik dan penyembuhan luka infeksi. Pada penelitian yang meneliti tentang kandungan daun binahong menjelaskan bahwa dalam daun binahong terdapat aktivitas antioksidan dan total fenol yang cukup tinggi. Daun binahong diketahui memiliki kandungan asam oleanolik. Asam oleanoik merupakan golongan triterpenoid, selain itu terdapat pula saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin (Wongso,2008). Selain itu menurut Yin et al., (2007) daun binahong diketahui memiliki kandungan minyak atsiri.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

UJI POTENSI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS DAN KETEBALAN KOLAGEN PADA LUKA BAKAR TIKUS WISTAR

UJI POTENSI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS DAN KETEBALAN KOLAGEN PADA LUKA BAKAR TIKUS WISTAR

organoleptis, penentuan pH dan uji homogenitas. Uji organoleptis bertujuan untuk mengetahui bentuk warna dan bau. Salep ekstrak etanol daun binahong memiliki bentuk sediaan salep, berwarna hijau tua dan berbau khas. Selain itu, tujuan dari pengujian organoleptis adalah memberikan pengenalan awal dengan cara yang sederhana dan seobyektif mungkin, yaitu menggunakan panca indra untuk mendapatkan deskripsi mengenai bentuk, warna dan bau. Pengujian pH dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui derajat keasaman dari sediaan, jika sediaan terlalu basa dapat menyebabkan kulit menjadi besisik sebaliknya jika sediaan terlalu asam dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Uji pH pada salep ekstrak etanol daun binahong mendapatkan hasil pH 5,7 yang memenuhi pH persyaratan untuk sediaan salep yakni pH kulit (4,5 – 6,5). Alasan disesuaikan dengan pH kulit adalah agar tidak mengiritasi pada saat pengaplikasian sediaan salep. Uji homogenitas memiliki tujuan untuk mengetahui ketercampuran antara basis salep dan ekstrak etanol daun binahong dengan mengamati bahwa sediaan tidak memiliki butiran kasar, tidak ada perbedaan warna dan tidak terdapat gumpalan-gumpalan pada sediaan. Sediaan dikatakan homogen bila zat aktif pada salep ekstrak etanol daun binahong memiliki kadar yang sama pada setiap pengaplikasian, sehingga homogenitas juga mempengaruhi efektivitas sediaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa salep ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (TEN) Steenis) homogen.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

AKTIVITAS PENGHAMBATAN TIROSINASE DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steen)

AKTIVITAS PENGHAMBATAN TIROSINASE DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steen)

Dibawah bimbingan BINAR ASRINING DHIANI dan INDRI HAPSARI. Latar Belakang: Paparan sinar matahari (UV) dan paparan radikal bebas dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan rusak, sehingga proses penuaan dini dapat berlangsung cepat. Sinar UV sangat berperan penting dalam pembentukan pigmen melanin dalam tubuh (Winarsih, 2007). Binahong (Anredera cordifolia) termasuk dalam famili Basellaceae merupakan tanaman yang dikenal mempunyai aktivitas antioksidan yang baik. Sediaan kosmetik pemutih mengharapkan efek antioksidan dan penghambatan melanin. Ekstrak etanol daun binahong tidak memberikan efek sebagai inhibitor tirosinase (Rahayu,2012). Tetapi belum ada laporan ilmiah mengenai aktivitas penghambatan tirosinase ekstrak etil asetat daun binahong. Tujuan Penelitian: Menentukan apakah ekstrak etil asetat daun binahong mempunyai aktivitas penghambatan tirosinase dan seberapa besar aktivitas penghambatan terhadap tirosinase.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI DAN UJI FISIK TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia(Tenore) Steenis) SECARA KEMPA LANGSUNG | Siringo-Ringo | INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEU

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI DAN UJI FISIK TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia(Tenore) Steenis) SECARA KEMPA LANGSUNG | Siringo-Ringo | INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEU

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun binahong dapat dibuat menjadi sediaan tablet hisap dengan menggunakan variasi konsentrasi maltodekstrin sebagai pengikat.Bahan maltodekstrin selain dapat berfungsi sebagai bahan pengikat juga dapat berperan sebagai bahan pemanis. Dari semua hasil evaluasi tablet hisap terhadap semua uji yang dilakukan didapatkan hasil bahwa formula I tidak memenuhi persyaratan tablet hisap, sedangkan pada formula II, III, IV memenuhi semua persyaratan tablet hisap yang berlaku dan formula IV merupakan formula yang terbaik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Antihiperkolesterolemia Ekstrak Etil Asetat Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) pada Serum Darah Marmot

Uji Antihiperkolesterolemia Ekstrak Etil Asetat Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) pada Serum Darah Marmot

Astuti, S.M., Sakinah, M., Andayani, R., dan Risch, A. (2011). Determination of Saponin Compound from Anredera cordifolia (Ten.) Steenis Plant (Binahong) to Potential Treatment for Several Diseases. Journal of Agricultural Science. 3(4):224-232.

Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA QORI WAHYUNINGSIH  FARMASI’13

DAFTAR PUSTAKA QORI WAHYUNINGSIH FARMASI’13

Rochani, N. 2009. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia(Tenore) Steen) Terhadap Candida albicans serta skrining fitokimiannya. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surakarta : Fakultas Farmasi UMS Surakarta.

Baca lebih lajut

Uji aktivitas ekstrak Etanol 70% daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan Kafeina

Uji aktivitas ekstrak Etanol 70% daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan Kafeina

Berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang +/- 5 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Perbanyakan Generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya (http://www.plantamor.com).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Uji potensi antibakteri ekstrak etanol umbi binahong [Anredera cordifolia [Tenore] steen] terhadap staphylococcus aureus ATCC 25923 dan pseudomonas aeruginos ATCC 27853.

Uji potensi antibakteri ekstrak etanol umbi binahong [Anredera cordifolia [Tenore] steen] terhadap staphylococcus aureus ATCC 25923 dan pseudomonas aeruginos ATCC 27853.

Sejauh penelusuran pustaka dan pengamatan peneliti, pernah dilakukan penelitian mengenai potensi antibakteri ekstrak kloroform dari herba Anredera cordifolia (Tenore) Steen terhadap Bacillus cereus, Bacillus pulmilus, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Serratia marcescens, dan Enterobacter aerogenes (Meyer, 2004). Bahan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah herba dari binahong, maka perlu dilakukan penelitian mengenai potensi antibakteri dari salah satu organ tanaman binahong terhadap bakteri penyebab infeksi pada luka dalam hal ini yaitu umbinya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

UJI AKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

Berdasarkan literatur dan pengalaman yang berkembang di masyarakat, daun binahong digunakan untuk menyembuhkan luka bakar. Cara penggunaan masih sangat sederhana ya itu daun binahong ditumbuk sampai halus kemudian dibalurkan pada tubuh yang terkena luka bakar. Air rebusan daun binahong juga dapat digunakan untuk membasuh luka. Penggunaan tanaman binahong ini masih dalam batas berdasarkan pengalaman, belum ada dasar bukti penelitian ilmiah (Webb dan Harrington, 2005). Penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun binahong dan kandungan metabolit sekundernya pernah dilakukan oleh Nurul (2007) dan Annisa (2007). Keduanya menyatakan bahwa dalam simplisia daun binahong ( Anredera scandens (L.) moq) terkandung senyawa alkaloid, polifenol dan saponin. Saponin mempunyai kemampuan sebagai pembersih dan mampu memacu pembentukan kolagen I yang merupakan suatu protein yang berperan dalam penyembuh luka (Suratman dkk, 1996).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Antidiabetik Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan.

PENDAHULUAN Uji Antidiabetik Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, data, bukti, dan pengetahuan ilmiah mengenai efek uji antidiabetik daun binahong ( Anredera cordifolia (Ten.) Steenis ) pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...