ekstrak etanol daun pepaya

Top PDF ekstrak etanol daun pepaya:

Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan   Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Ekstrak etanol daun pepaya dibuat dengan cara maserasi, dipekatkan dengan alat penguap berputar (rotary evaporator), dan kemudian dikeringkan dengan pengering beku (freeze dryer). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH . Formulasi masker gel dibuat dengan basis polivinil alkohol dengan konsentrasi 10% dan ekstrak etanol daun pepaya dengan konsentrasi 0,020; 0,059; 0,119; dan 0,178%. Evaluasi sediaan masker gel meliputi uji iritasi, aktivitas antioksidan, efektifitas masker gel sebagai anti aging, dan pengamatan perubahan konsistensi, warna, bau, pH, lama sediaan mengering, dan daya sebar selama penyimpanan 60 hari pada suhu kamar (30 ± 2 o C). Pengukuran efektifitas anti aging dilakukan terhadap kulit 18 sukarelawan wanita umur 20-30 tahun sebelum dan setelah 15 menit penggunaan masker gel 1 kali seminggu selama 4 minggu.
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan

Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan

Meningkatnya penderita diabetes mellitus dari tahun ke tahun memerlukan usaha untuk mengatasinya. Penggunaan obat tradisional menjadi alternatif mengingat obat-obat sintetik memiliki berbagai efek samping. World Health Organization juga merekomendasikan pentingnya pengobatan tradisional yang berasal dari tanaman obat. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan adalah daun pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun pepaya dan efek ekstrak etanol daun pepaya (EEDP) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Formulasi Masker Gel Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.)” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

16 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) Terhadap Tukak Lambung Yang Diinduksi Dengan Etanol Absolut Pada Tikus Putih Betina.

Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) Terhadap Tukak Lambung Yang Diinduksi Dengan Etanol Absolut Pada Tikus Putih Betina.

Alkohol dapat merusak sawar mukosa lambung karena alkohol cepat berpenetrasi ke dalam mukosa lambung dengan cara melepaskan radikal bebas, meningkatkan permeabilitas mukosa dan sawar epitel sehingga memungkinkan difusi balik HCl yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada mukosa lambung, khususnya pembuluh darah dan sel parietal yang berada pada dinding lambung sehingga dapat menimbulkan tukak (Suleyman, H. 2001; Narayan, S. 2004; Khazaei, M. 2006 ). Berdasarkan data-data diatas, maka dicoba melakukan penelitian mengenai pengaruh ekstrak etanol daun pepaya terhadap tukak lambung tikus putih betina terhadap tukak lambung yang diinduksi dengan etanol absolut pada tikus putih betina (Vogel, H.G. 2002)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro.

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro.

Pioderma adalah penyakit kulit yang ditandai dengan pembentukan pus oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus β Hemolitikus. Pioderma dapat diobati menggunakan antibiotik tetapi memiliki banyak efek samping. Selain menggunakan antibiotik, juga terdapat bahan-bahan alami yang dapat mengobati penyakit kulit, salah satunya adalah daun pepaya. Daun pepaya banyak terdapat di Indonesia dan memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun pepaya sebagai antimikroba terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya terhadap Jumlah Trypanosoma evansi pada Paru-Paru dan Limpa Mencit | Sari | Jurnal Sain Veteriner 17925 41235 1 PB

Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya terhadap Jumlah Trypanosoma evansi pada Paru-Paru dan Limpa Mencit | Sari | Jurnal Sain Veteriner 17925 41235 1 PB

diinfeksi 0,2 mL (1x10 ) isolat Trypanosoma evansi secara intraperitonial. Pengamatan natif dilakukan untuk menentukan tingkat parasitemia. Pemberian ekstrak etanol daun pepaya dosis 75 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB yang dilarutkan dalam Na-CMC 0,5% diberikan secara oral sebanyak 0,3 mL selama 3 hari berturut-turut. Pembuatan sediaan apus organ menggunakan metode sitological smear dengan pewarnaan giemsa 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak etanol daun pepaya dapat menurunkan jumlah Trypanosoma evansi pada paru-paru dan limpa. Ekstrak etanol daun pepaya pada dosis 300 mg/Kg BB merupakan dosis yang paling efektif menurunkan jumlah Trypanosoma evansi pada paru-paru dan limpa mencit.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) Terhadap Tukak Lambung Yang Diinduksi Dengan Etanol Absolut Pada Tikus Putih Betina.

Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) Terhadap Tukak Lambung Yang Diinduksi Dengan Etanol Absolut Pada Tikus Putih Betina.

Telah dilakukan uji efek ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya Linn) sebagai pemulihan iritasi lambung pada tikus putih betina yang diinduksi dengan etanol absolut 1 ml/200 gram BB secara oral. Parameter yang diamati adalah perubahan pH cairan lambung dan nilai indeks tukak menuju normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 10, 30 dan 100 mg/kg BB dapat memperbaiki keparahan tukak lambung dengan persentase penyembuhan masing-masing 25,872%; 30,813% dan 43,022% (untuk pemberian ekstrak 1 kali sehari selama 1 hari) serta 1,84%; 89,572% dan 92,638% (untuk pemberian ekstrak 1 kali sehari selama 3 hari) jika dibandingkan terhadap kontrol positif. Ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 10, 30 dan 100 mg/kg BB juga dapat menurunkan pH cairan lambung tikus menuju pH cairan lambung tikus normal secara signifikan (P<0,01).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analgesic Activity of Papaya Leaf Extract (Carica papaya L.) on Male Mice induced by Acetic Acid 1

Analgesic Activity of Papaya Leaf Extract (Carica papaya L.) on Male Mice induced by Acetic Acid 1

yang menunjukkan ekstrak etanol daun pepaya memberikan efek proteksi terhadap penghambatan rasa nyeri. Persentase inhibisi pada menit ke 5 hingga menit ke 60 berturut-turut adalah: 67,5; 44,6: 43,1; 49,3; 47,5: 40; 39,5; 38,5; 53,4; 54,5; 53,6; dan 53,2%. Dari uji statistik menggunakan ANOVA satu arah, ekstrak etanol daun pepaya dosis 300 mg/kgBB berbeda nyata. Dari menit ke 10 sampai menit ke 60 tidak berbeda nyata, tapi berbeda nyata pada menit ke 5. Pada kelompok yang diberi ekstrak etanol daun pepaya dosis 600 mg/kgBB menunjukkan jumlah geliatan mencit percobaan dari menit ke 5 sampai menit ke 15 mengalami peningkatan yang disebabkan asam asetat terus mengalami peningkatan efek dan pada menit ke 20 sampai menit ke 60 jumlah Tabel 1. Persentase Inhibisi Nyeri Setelah Pemberian Ekstrak Daun Papaya (Carica papaya L.)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efek Larvisida Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Aedes sp.

Efek Larvisida Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Aedes sp.

Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif seperti enzim papain, alkaloid karpain, pseudokarpain, glikosid, karposid, saponin, flavonoid, tanin, sakarosa, dekstrosa dan levulosa. Senyawa kimia seperti alkaloid berperan sebagai racun perut dan menghambat acetylcholinesterase, papain dapat mempengaruhi proses metabolisme tubuh dan menghambat hormon pertumbuhan, sedangkan flavonoid

22 Baca lebih lajut

Efek Analgesik Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa) dan Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Efek Analgesik Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa) dan Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Nyeri merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai dalam praktik dokter sehari-hari. Banyak obat-obatan untuk mengatasi gejala nyeri dengan segala efek sampingnya. Akhir-akhir ini, masyarakat di dunia semakin banyak yang menggunakan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit. Contoh tanaman obat untuk mengatasi nyeri adalah brotowali dan daun pepaya.

18 Baca lebih lajut

View of Analgesic Effectivty Of Nanoparticles ChitosanEthanol Leaf Extract Papaya (Carica Papaya L.) In White Male Mice (Mus Mucculus) 978 2 10 20180523

View of Analgesic Effectivty Of Nanoparticles ChitosanEthanol Leaf Extract Papaya (Carica Papaya L.) In White Male Mice (Mus Mucculus) 978 2 10 20180523

Abstrak: Daun pepaya telah terbukti memiiki khasiat sebagai analgetik. Efek analgetik disebabkan oleh kandungan fl avonoid didalam daun pepaya. Untuk meningkatkan efektivitas analgetik daun pepaya dilakukan formulasi menjadi sediaan nanopartikel. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan mengkarakterisasi nanopartikel dari ekstrak etanol daun pepaya untuk kemudian diuji efektivitas analgetiknya. Penelitian ini menggunakan polimer kitosan dan NaTPP untuk membentuk nanopartikel melalui metode gelasi ionik dan diuji aktivitas analgetik menggunakan metode writhing test untuk kemudian diuji secara statistik. Formula optimal nanopartikel yang dihasilkan adalah pada konsentrasi kitosan 0,2%, Na-TPP 0,1% dan ekstrak 4% dengan perbandingan 6:1:1. Nanopartikel yang terbentuk memiliki ukuran 255,4 nm dengan indeks polidispers sebesar 0,7, zeta potensial sebesar +11,1mV, efi siensi penjerapan sebesar 87% dan bentuk morfologi bulat (sferis). Efektivitas analgetik dilakukan dengan perbandingan aktivitas analgetik antara kelompok ekstrak etanol daun pepaya dan kelompok nanopartikel kitosan-ekstrak etanol daun pepaya secara statistik menggunakan uji Independent T-test. Hasil pengujian secara statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifi kan (p< 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah sediaan nanopartikel kitosan-ekstrak etanol daun pepaya lebih efektif sebagai analgetik dibandingkan dengan ekstrak etanol daun pepaya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 10

Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 10

Sampel yang digunakan pada penelitian adalah daun, batang dan buah kinca. Masing-masing bahan dipotong-potong kecil kemudian di- keringkan dalam alat pengering, lalu dihaluskan untuk memperbesar luas permukaan sehingga kontak antara cairan penyari dan sampel lebih besar. Hal ini akan memudahkan pro- ses penyarian komponen kimia dalam sampel. Ekstraksi sampel pertama kali dilakukan dengan pelarut etanol yang selanjutnya difraksinasi dengan pela- rut yang memiliki tingkat kepolaran berbeda yaitu heksan, etil asetat dan butanol untuk memisahkan kelompok senyawa berdasarkan kepolarannya. Hasil ekstraksi tersebut dapat dilihat pada tabel 1.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya dalam Etanol 70 pada Proses Penyembuhan Luka Insisi

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya dalam Etanol 70 pada Proses Penyembuhan Luka Insisi

dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Simplisia ditempatkan pada wadah yang bermulut lebar bersama larutan penyari yang telah ditentukan. Wadah ditutup rapat kemudian dikocok berulang-ulang sehingga memungkinkan pelarut masuk ke seluruh permukaan simplisia. Rendaman tersebut disimpan terlindung dari cahaya langsung (mencegah reaksi yang dikatalisasi oleh cahaya atau perubahan warna). Etanol 70% dipilih sebagai penyari karena stabil secara kimia dan fisika, tidak menyebabkan pembengkakan membran sel dan memper- tahankan stabilitas bahan yang terlarut. 8
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN - Uji sitotoksisitas ekstrak etanol dan senyawa alkaloid hasil fraksinasi ekstrak etanol daun senggugu (Clerodendron Serratum L.) dengan metode brine shrimp lethality test. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Uji sitotoksisitas ekstrak etanol dan senyawa alkaloid hasil fraksinasi ekstrak etanol daun senggugu (Clerodendron Serratum L.) dengan metode brine shrimp lethality test. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

4 Senyawa bioaktif pada tumbuhan pada umumnya bersifat toksik pada dosis tinggi oleh karena itu daya bunuh in vivo dari senyawa terhadap organisme hewan dapat digunakan untuk menapis ekstrak tumbuhan yang mempunyai bioaktivitas sebagai antikanker. Golongan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antikanker salah satunya adalah alkaloid. Alkaloid merupakan kelompok terbesar dari metabolit sekunder yang memiliki atom nitrogen. Sebagian besar atom nitrogen merupakan bagian dari cincin heterosiklik (Lenny, 2006). Salah satu isolasi alkaloid yang berpotensi sebagai antikanker adalah vinblastin, vinkristin dari tanaman tampak dara (Vinca rosea) (de Padua, Banyapraphatsara, and Lemmens, 1999). Senyawa antikanker ini menekan atau menghambat pembelahan sel dengan membekukan protein mikrotubular, terutama pada metafase (Alexandrova et al., 2000; de Padua, Banyapraphatsara, and Lemmens, 1999).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Serta Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat Chapter III V

Uji Aktivitas Antibakteri Serta Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat Chapter III V

Pembuatan ekstrak daun dan biji pepaya (Carica papaya L.) dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Maserasi adalah pengekstrakan simplisia menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pada temperatur ruang (kamar) dengan penggantian pelarut beberapa kali sampai agak jernih. Metode maserasi digunakan karena memiliki keuntungan yaitu menggunakan peralatan sederhana, efisien dalam segi waktu, dan baik untuk senyawa-senyawa yang tidak tahan terhadap panas. Pelarut yang digunakan adalah etanol 98%, karena merupakan pelarut yang bersifat polar, universal dan mudah didapat serta merupakan pelarut yang sering digunakan pada saat melakukan ekstraksi. Maserasi dilakukan selama 72 jam, kemudian seluruh filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotari evaporator hingga diperoleh ekstrak kental.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Efek proteksi ekstrak etanol daun pepaya

Efek proteksi ekstrak etanol daun pepaya

Meti Indrowati, Joko Ariyanto dari Universitas Sebelas Maret Surakarta program studi pendidikan biologi FKIP melakukan sebuah penelitian dengan judul Kadar Kolestrol dan Trigliserida Darah Pada Diabetes Melalui Perlakuan Ekstrak Daun Kluwih Artocarpus altilis Park. dengan metode penelitiannya yaitu menggunakan 12 ekor tikus putih yang dibebani glukosa 4,5 g/kg BB per oral. Tiap sampel dibagi dalam empat kelompok yaitu, K1 dibebani glukosa tanpa perlakuan, K2 glibenklamid, K3 kelompok uji ekstrak etanol daun kluwih, dan K4 kelompok uji ekstrak air daun kluwih. Dengan hasil penelitiannya yaitu ekstrak daun kluwih dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah pada tikus putih yang dibebani glukosa, dimana kedua bentuk ekstrak yaitu ekstrak etanol dan ekstrak air memiliki efektifitas yang relatif sama dalam menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. 5
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS ANALGESIC EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF MINDI LEAVES (Melia azedarach L.) ON MALE WHITE MICE STRAIN SWISS PENDAHULUAN

EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS ANALGESIC EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF MINDI LEAVES (Melia azedarach L.) ON MALE WHITE MICE STRAIN SWISS PENDAHULUAN

Secara empirik daun mindi berkhasiat sebagai obat nyeri perut, obat kencing manis dan menambah nafsu makan (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991). Khasiat lain antara lain sebagai diuretik, peluruh cacing serta daun segarnya bisa menghilangkan sakit kepala (Dalimartha, 2001). Obat tradisional diharapkan mampu berperan dalam usaha pencegahan dan pengobatan penyakit berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Pene-

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Nani Nurhayati Bab II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Nani Nurhayati Bab II

Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Proses ekstraksi dihentikan ketika tercapai kesetimbangan antara konsentrasi senyawa dalam pelarut dengan konsentrasi dalam sel tanaman. Setelah proses ekstraksi, pelarut dipisahkan dari sampel dengan penyaringan. Ekstrak awal sulit dipisahkan melalui teknik pemisahan tunggal untuk mengisolasi senyawa tunggal. Oleh karena itu, ekstrak awal perlu dipisahkan ke dalam fraksi yang memiliki polaritas dan ukuran molekul yang sama (Mukhriani, 2014). Ada beberapa metode ekstraksi, yaitu:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Potensi Aktivitas Antiagregasi Platelet Beberapa Lalap-Lalapan Khas Jawa Barat

Potensi Aktivitas Antiagregasi Platelet Beberapa Lalap-Lalapan Khas Jawa Barat

Perlu dilakukan isolasi dan identifikasi komponen aktif dari fraksi daun kedondong yang mempunyai aktivitas tinggi sehingga dapat diketahui secara pasti struktur komponen serta mekanisme aktivitas dan mempermudah dalam pemanfaatannya. Pada aplikasi dalam produk pangan perlu diperhatikan dosis ekstrak yang masih mampu memberi aktivitas fisiologis dan penerimaan konsumen dari cita rasa. Eksistensi aktivitas selama pencernaan juga perlu dipelajari lebih jauh.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...