Ekstrak Rimpang Jahe Merah

Top PDF Ekstrak Rimpang Jahe Merah:

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Tahapan penelitian ini adalah pemeriksaan karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan gel berbasis HMPC (Hidroksi Propil Metil Selulosa) dan krim menggunakan dasar vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak rimpang jahe merah 2%, 4%, 6%, dan 8% pada kedua jenis sediaan, penentuan mutu fisik sediaan selama 12 minggu pada suhu kamar meliputi pemeriksaan stabilitas dan homogenitas, penentuan pH, viskositas (gel), dan tipe emulsi (krim), dan uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, serta uji penilaian organoleptik sediaan dengan metode Hedonik menggunakan 20 panelis berdasarkan parameter aroma, sensasi di kulit, dan warna sediaan. Ekstrak diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan menggunakan freeze dryer sehingga diperoleh ekstrak kental.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian uji efek analgesik ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber Officinale Roxb. Var. Rubrum) dan sebagai hewan coba digunakan mencit putih jantan (Mus muculus) yang diinduksi dengan pemberian stimulus elektrik pada bagian telapak kaki mencit. Pada penelitian ini digunakan 45 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing 15 ekor untuk kelompok uji, 15 ekor untuk kelompok pembanding dan 15 ekor untuk kelompok kontrol. Untuk kelompok uji diberi ekstrak rimpang jahe merah (yang diperoleh dari penyeduhan serbuk rimpang jahe merah dengan dosis 52 mg/kg), kelompok pembanding diberi larutan asetosal dengan dosis 80mg/kg dan kelompok kontrol diberi aquadem 20 ml/kg dimana setiap kelompok diberikan secara oral. Parameter yang diamati berupa lamanya waktu (detik) tangisan atau jeritan yang dikeluarkan oleh mencit putih jantan selama diberi tegangan listrik 15 volt setiap 10 menit sebagai respon nyeri dari akibat stimulus nyeri yang diberikan oleh alat pododolorimeter. Berdasarkan analisis data secara statistik disimpulkan pada kelompok uji memiliki hasil yang berbeda bermakna dengan kelompok kontrol dan kelompok uji juga memiliki hasil yang berbeda bermakna dengan kelompok pembanding. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) mempunyai efek analgesik namun tidak sebaik asetosal (sebagai pembanding).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

G1: basis gel tanpa ekstrak rimpang jahe merah (blanko) G2: sediaan gel dengan ekstrak rimpang jahe merah 2% G3: sediaan gel dengan ekstrak rimpang jahe merah 4% G4: sediaan gel dengan ekstrak rimpang jahe merah 6% G5: sediaan gel dengan ekstrak rimpang jahe merah 8% Formula Waktu penyimpanan (Minggu ke)

44 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Tahapan penelitian ini adalah pemeriksaan karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan gel berbasis HMPC (Hidroksi Propil Metil Selulosa) dan krim menggunakan dasar vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak rimpang jahe merah 2%, 4%, 6%, dan 8% pada kedua jenis sediaan, penentuan mutu fisik sediaan selama 12 minggu pada suhu kamar meliputi pemeriksaan stabilitas dan homogenitas, penentuan pH, viskositas (gel), dan tipe emulsi (krim), dan uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, serta uji penilaian organoleptik sediaan dengan metode Hedonik menggunakan 20 panelis berdasarkan parameter aroma, sensasi di kulit, dan warna sediaan. Ekstrak diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan menggunakan freeze dryer sehingga diperoleh ekstrak kental.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Jahe merah sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam formula tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah ( Zingiber officinale Roxb. var Rubrum). Serta memperoleh komposisi formula optimum yang memiliki sifat fisik tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var Rubrum) yang memenuhi persyaratan. Teknik optimasi yang digunakan dalam penelitian adalah metode faktorial desain dengan dua faktor dan dua level yaitu natrium sitrat dan asam fumarat dengan level rendah 80 mg, dan level tinggi 120 mg. Respon yang diamati untuk memperoleh formula optimum adalah kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut (effervescent time). Hasil yang diperoleh adalah konsentrasi natrium sitart dan asam fumarat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan tablet effervesen. Sedangkan, konsentrasi natrium sitrat dan konsentrasi asam fumarat berpengaruh secara signifikan terhadap kerapuhan dan waktu larut tablet effervesen. Namun, interaksi antara natrium sitrat dan asam fumarat tidak berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah. Formula optimum tablet effervesen yang diperoleh yaitu natrium sitrat 80 mg dan asam fumarat 80 mg dengan respon kekerasan tablet 6,529 kgf, kerapuhan tablet 0,1354%, dan waktu hancur tablet 5,98 menit.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

LAMPIRAN N HASIL UJI WAKTU LARUT TABLET ANTAR FORMULA TABLET EFFERVESEN EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH WAKTU LARUT N Mean Std.. Error 95% Confidence Interval for Mean Min..[r]

42 Baca lebih lajut

Uji Efek Antiinflamasi Dari Kombinasi Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.)Dan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit Jantan

Uji Efek Antiinflamasi Dari Kombinasi Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.)Dan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit Jantan

Rimpang kunyit kering mengandung kurkuminoid sekitar 10%, kurkumin 1-5% dan sisanya terdiri dari demetoksikurkumin, serta bisdemetoksikurkumin. Selain itu rimpang kunyit juga mengandung minyak atsiri sebanyak 1-3%, lemak, protein, karbohidrat, pati, dan sisanya terdiri dari vitamin C, garam-garam mineral seperti zat besi, fosfor, dan kalsium. Bau dan rasa berasal dari beberapa zat yang terdapat di dalam minyak tersebut. Zat-zat tersebut meliputi keton sesquiterpen, turmeron, zingiberen, borneol, dan sineol (Nugroho, 1998).

74 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan - Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan - Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Komposisi kimia jahe merah terdiri dari minyak atsiri 2-4% yang menyebabkan bau harum, dimana komponen utamanya adalah zingiberen (35%), kurkumin (18%), farnesene (10%), serta bisabolene dan b-sesquiphellandrene dalam jumlah kecil, 40 hidrokarbon monoterpenoid yang berbeda seperti 1,8- cineole, linalool, borneol, neral, dan geraniol. Di samping itu, rimpang jahe merah juga mengandung lemak, lilin, karbohidrat, vitamin A, B, dan C, mineral senyawa-senyawa flavonoid, enzim proteolitik yang disebut zingibain, kamfena, limonene, sineol, zingiberal, gingerin, kavikol, zingiberin, zingiberol, minyak damar, pati, asam malat, asam oksalat (Govindarajan, 1982).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

Namun, daya anttiinflamasi kombinasi ekstrak tersebut dianggap relatif kecil sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efektifitasnya. Salah satunya adalah dengan mengubah ukurannya menjadi nanopartikel dalam bentuk sediaan topikal yaitu lotion. Ukuran nanopartikel yang kecil menyebabkan kelarutannya lebih tinggi karena luas permukaannya meningkat sehingga penyebaran zat aktif ke dalam darah lebih mudah dan kemampuan penyerapan ke dalam sel target semakin besar (Mohanraj et al. 2006). Sistem pengiriman obat secara topikal (melalui kulit) merupakan salah satu konsep yang menjanjikan karena kulit mudah untuk diakses, memiliki luas permukaan yang besar dengan area ekspos yang luar menuju ke sistem jaringan sirkular dan limfatik, serta rute yang noninvasif (Koliyote et al. 2013). Hal ini dibuktikan dengan penelitian Saida (2009) bahwa ekstrak rimpang jahe merah 4% pada sediaan topikal memberikan efek anti inflamasi yang hampir sama dengan NSAIDs.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S BIO 1006346 chapter5

S BIO 1006346 chapter5

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui dosis ekstrak rimpang jahe merah yang paling berpengaruh terhadap perkembangan embrio praimplantasi. Dibutuhkan pula penelitian lanjutan terhadap fetus mencit agar terlihat korelasi antara terhambatnya perkembangan embrio dengan jumlah dan morfologi fetus. Analisis kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak pun perlu dilakukan untuk benar-benar mendapatkan senyawa yang paling berpengaruh menghambat perkembangan embrio praimplantasi.

2 Baca lebih lajut

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Ada berbagai macam bentuk sediaan topikal seperti lotion, cream, gel, emulgel dan masker. Kelebihan gel yaitu dapat memberikan rasa dingin di kulit dengan adanya kandungan air yang cukup tinggi sehingga nyaman digunakan. Adanya sistem emulsi dalam bentuk sediaan emulgel, maka akan memberikan penetrasi tinggi di kulit. Bentuk sediaan masker peel-off dapat memberikan kenyamanan penggunaan kepada konsumen serta memberikan rileksasi saat digunakan. Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah dalam bentuk sediaan masker emulgel peel-off dan menguji aktivitas antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

S BIO 1006346 chapter1

S BIO 1006346 chapter1

Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap tahapan perkembangan embrio praimplantasi dan kemungkinan terbentuknya embrio abnormal pada mencit (Mus musculus) Swiss Webster.

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Fusobacterium nucleatum secara In Vitro

Efektivitas Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Bakteri Fusobacterium nucleatum secara In Vitro

12. Fadillah H. Optimasi Sabun Cair Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var Rubrum) Variasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan Kalium Hidroksida (KOH) menggunakan Simplex Lattice Design. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN. 2014; 1(1): 2.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

PENDAHULUAN AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D.

proanthosianidin yang terdapat dalam jahe merah merupakan konstituen yang dapat menghambat produksi NO (Nitrit oksida) (Shimoda et al ., 2010). Penelitian lain menyebutkan bahwa senyawa 10-dehydroginger-dion, 10-ginger-dion, 6- gingerdion, 6-gingerol, dan kapsaisin yang terdapat dalam jahe merah bekerja sebagai anti-inflamasi yang dapat menyebabkan terjadinya relaksasi otot polos trakhea (Andini, 2008).

17 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) dan LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L.) PADA MENCIT JANTAN

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) dan LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L.) PADA MENCIT JANTAN

Oleh karena itu masyarakat, khususnya kaum pria banyak yang mengonsumsi tonikum. Beberapa contoh tanaman yang sering digunakan sebagai tonikum adalah Lengkuas (Alpinia galanga L.) (Rahardian, 2007), akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) (Dewi, 2007), rimpang jahe merah (Zingiber officinal, Rosc) (Setyowati, 2007) dan buah jabe jawa (Piper retrofractum, Vahl) (Ikawati, 2007).

20 Baca lebih lajut

Efek Antivirus Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn var. rubrum) terhadap Virus Dengue In Vitro.

Efek Antivirus Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn var. rubrum) terhadap Virus Dengue In Vitro.

Puji syukur penulis kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan penyertaan- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Efek Antivirus Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah ( Zingiber officinale Linn var. rubrum ) terhadap Virus Dengue In Vitro ”. Penyusunan skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa pengarahan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

12 Baca lebih lajut

Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) terhadap Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) terhadap Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Metode penelitian ini bersifat prospektif eksperimental sungguhan, bersifat komparatif, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini dilakukan uji pemberian ekstrak etanol jahe terhadap mencit jantan galur Swiss- Webster untuk melihat efeknya terhadap penurunan suhu tubuh mencit setelah diinduksi dengan pepton. Data yang diukur adalah suhu tubuh mencit dalam derajat Celsius.

20 Baca lebih lajut

Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro

Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro

Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Minyak atsiri dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 – 3 %. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Tanaman obat yang berefek afrodisiak adalah tanaman yang dapat meningkatkan dan merangsang aktivitas seksual, salah satunya adalah jahe merah (Zingiber officinale). Tanaman ini berasal dari Asia Selatan (India) dan RRC, kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di Indonesia. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia (Asiamaya, 2007).

34 Baca lebih lajut

GINGEROL PADA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale, Roscoe) DENGAN METODE PERKOLASI TERMODIFIKASI BASA

GINGEROL PADA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale, Roscoe) DENGAN METODE PERKOLASI TERMODIFIKASI BASA

Plat KLT yang digunakan yaitu silika GF 60 plat alumunium, yang diaktifkan terlebih dahulu selama 1 jam pada oven 100ºC. Larutan heksana dan dietil eter dengan perbandingan 3 : 7 dicampurkan dan dijenuhkan didalam bejana pengembang. Ekstrak ditotolkan pada plat KLT yang telah diberi tanda batas. Kemudian dimasukkan kedalam cawan pengembang yang telah jenuh dengan pelarut, lalu dibiarkan hingga pelarut mencapai garis tanda batas. Spot yang diperoleh dapat dilihat di bawah sinar UV pada panjang gelombang 254 nm. Analisis Data
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...