Ekstrak Rimpang Kunyit

Top PDF Ekstrak Rimpang Kunyit:

Kajian Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit sebagai Model Penderita Diabetes

Kajian Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit sebagai Model Penderita Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat yang berlangsung kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Kaki diabetik adalah luka pada kaki yang sulit disembuhkan dan merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita diabetes. Disamping itu kejadian luka baik pada manusia maupun hewan sangat tinggi prevalensinya, sehigga diperlukan obat luka yang mudah diperoleh dan harga yang terjangkau dengan memanfaatkan tanaman obat yang banyak tersedia di Indonesia. Luka pada kulit adalah kerusakan morfologi jaringan kulit atau jaringan yang lebih dalam. Kehilangan integritas kulit akibat luka atau cedera dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Kunyit telah lama dikenal berkhasiat dan digunakan sebagai obat tradisional antara lain sebagai obat luka. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh ekstrak rimpang kunyit, kandungan fitokimianya dan jenis ekstrak yang berpotensi sebagai obat luka. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi, fraksinasi rimpang kunyit dan uji fitokimia yang kemudian diuji pada 90 ekor mencit untuk mengetahui pengaruhnya dalam persembuhan luka. Pengamatan dilakukan secara patologi anatomi dan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE) pada hari ke 2, 4, 7, 14 dan 21 hari pasca perlukaan. Hasil uji fitokimia diketahui ekstrak etanol mengandung senyawa kuinon dan alkaloid, fraksi air mengandung kuinon, fraksi etil asetat mengandung flavonoid dan kuinon serta fraksi hexan mengandung saponin, kuinon, dan alkaloid. Secara patologi anatomi dan hispatologi proses persembuhan luka kelompok kontrol positif (diberi obat komersial) dan kelompok yang diberi ekstrak dan fraksi rimpang kunyit menunjukkan proses persembuhan luka yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan kontrol negatif (tidak diobati). Berdasarkan patologi anatomi dan hispatologgi fraksi etil asesat menunjukkan hasil yang paling baik diikuti secara berurutan oleh fraksi hexan, ekstrak etanol dan fraksi air. Secara umum pemberian ekstrak rimpang kunyit efektif untuk mempercepat proses persembuhan luka.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

Penelitian sebelumnya oleh Tutik Siswanti, dkk (2003) tentang “Pengaruh Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap Spermatogenesis dan Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus L.)” menyatakan bahwa ekstrak kunyit dapat memberikan pengaruh spermatogenesis dan menurunkan kualitas spermatozoa pada mencit jantan pada pemberian dosis 300 mg/kg BB/hari. Dadang Kusmana, dkk (2007) tentang “Efek Estrogenik Ekstrak Etanol 70% Kunyit (Curcuma domestica VAL.) terhadap Mencit (Mus musculus L.) Betina yang Diovariektomi” membuktikan secara nyata menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit dosis 310 mg/kg BB dan 390 mg/kg BB memberikan efek estrogenik pada epitel vagina, ketebalan endometrium, dan diameter kelenjar mamae.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (CURCUMA CAESIA ROXB.) Desire Janetha Asdedi, Hanggara Arifian, Laode Rijai

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (CURCUMA CAESIA ROXB.) Desire Janetha Asdedi, Hanggara Arifian, Laode Rijai

alkaloid (Fong, 2012, Sarangthem dkk, 2010). Senyawa-senyawa bioaktif ini memiliki sifat antibakteri. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan adanya daya antibakteri beberapa bagian tumbuhan kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) (Chatoopadhyay, dkk, 2004). Pada penelitian ini, bagian tumbuhan kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) yang akan diuji daya antibakterinya adalah rimpang. Ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) akan diuji aktivitasnya dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis. Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut aktivitas antibakteri yang terkandung dalam rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) berdasarkan letak geografisnya dan menambah informasi ilmiah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BERBAGAI KELUHAN FISIK YANG DIALAMI PASIEN OSTEOARTRITIS AKIBAT TERAPI NATRIUM DIKLOFENAK DIBANDINGKAN KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT

BERBAGAI KELUHAN FISIK YANG DIALAMI PASIEN OSTEOARTRITIS AKIBAT TERAPI NATRIUM DIKLOFENAK DIBANDINGKAN KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT

Sedang pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa keluhan nyeri kepala, berdebardebar, sesak nafas, mual, diare dan sering berkemih terjadi pada beberapa subjek yang mendapat terapi natrium diklofenak. Pada kelompok yang mendapat terapi kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit beberapa subjek mengeluh nyeri kepala dan sering berkemih. Secara statistik tidak ada perbedaan yang bermakna baik pada variabel keluhan kepala, keluhan dada, keluhan saluran cerna dan keluhan saluran kemih antara kedua kelompok (Tabel 2), namun dengan analisis number needed to harm tampak jumlah subjek yang diperlukan sampai adanya perbedaan keluhan tersebut (Tabe13)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Isolasi dan identifikasi golongan senyawa aktif penangkap radikal bebas, antibakteri, dan uv protection ekstrak rimpang kunyit (curcuma longa l.).

Isolasi dan identifikasi golongan senyawa aktif penangkap radikal bebas, antibakteri, dan uv protection ekstrak rimpang kunyit (curcuma longa l.).

Sejauh pengamatan penulis, penelitian berjudul “Isolasi d an Identifikasi Golongan Senyawa Aktif Penangkap Radikal Bebas, Antibakteri, dan UV Protection Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) ” belum pernah dilakukan. Penelitian mengenai rimpang kunyit yang terkait aktivitas antibakteri pernah dilakukan oleh Naz, Jabeen, Ilyas, Manzoor, Azlam, dan Ali (2010) yang menguji tentang aktivitas antibakteri pada kurkuminoid dan minyak atsiri dari rimpang kunyit terhadap bakteri Bacillus subtilis, Bacillus macerans, Bacillus licheniformis dan Azotobacter dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pada penelitian ini, kurkuminoid diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut etanol, sedangkan minyak atsiri diekstraksi dengan cara hidrodistilasi yang kemudian didilusi dengan menggunakan metanol. Penelitian lain terkait dengan aktivitas antibakteri juga pernah dilakukan oleh Helen, Prinitha, Sree, Abisha, dan Jacob (2012) yang menguji minyak atsiri, ekstrak metanol, ekstrak aseton, dan ekstrak n-heksan rimpang kunyit terhadap bakteri Gram positif, Gram negatif, serta fungi dengan metode Kirby – Bauer. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berbagai macam ekstrak rimpang kunyit tersebut memiliki daya antibakteri.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Kajian aktivitas ekstrak rimpang kunyit (curcuma tonga) dalam proses persembuhan luka pada mencit sebagai model penderita diabetes

Kajian aktivitas ekstrak rimpang kunyit (curcuma tonga) dalam proses persembuhan luka pada mencit sebagai model penderita diabetes

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak rimpang kunyit dalam prows persembuhan luka pada mencit yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin. Ekstrak rimpang kunyit yaitu fraksi etil asetat dan hexan dibuat sediaan farmasi salep. Enam puluh ekor mencit diinduksi sterptozotocin dengan dosis 40mg/kg secara intraperitonial (ip). Mencit dibagi men jadi 4 kelompok yaitu kontrol positif (obat komersial neomycin sulfat 5%), kelompok diabetes (diinduksi diabetes, tidak diobati); kelompok III (salep fraksi etil asetat) dan kelompok IV (salep fraksi hexan). Salep diberikan secara topikal 2 kali/hari. Tiga mencit dari setiap kelompok dinekropsi pada hari ke 2, 4, 7, 14 dan 21 hari pasca perlukaan untuk pemeriksaan patologi anatomi dan histopatologi. Secara patologi anatomi kelompok yang diberi salep fraksi etil asetat dan hexan menunjukkan persembuhan yang lebih baik dari kelompok diabetes. Secara mikroskopis kelompok yang diberi salep fraksi etil asetat dan hexan rnenunjukkan pembentukan neovaskularisasi dan reepitelisasi yang lebih cepat dibanding kelompok diabetes. Jurnlah sel neutrofil pada kelompok diabetes lebih banyak dibandingkan kelompok yang diberi salep fraksi etil asetat dan hexan,hal ini menunjukkan kemampuan anti inflamasi pada fraksi etil asetat dan hexan. Berdasarkan perubahan makroskopik dan mikroskopik, sediaan salep fraksi etil asetat dan hexan dapat memperbaiki proses persembuhan luka pada mencit diabetes.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Uji angka lempeng total, angka kapang/khamir ekstrak rimpang kunyit [Curcuma domestica Val.] dan ekstrak daging buah asam Jawa [Tamarindus indica L.] dari PT. X - USD Repository

Uji angka lempeng total, angka kapang/khamir ekstrak rimpang kunyit [Curcuma domestica Val.] dan ekstrak daging buah asam Jawa [Tamarindus indica L.] dari PT. X - USD Repository

Pada uji ini akan dilihat jumlah bakteri yang mencemari ekstrak rimpang kunyit dan ekstak daging buah asam jawa yang merupakan bahan baku untuk pembuatan jamu kunyit asam. Masing-masing sampel direplikasi 3 kali, dan masing-masing replikasi dibuat duplo untuk pengujian ALT ini. Tiap sampel yang telah diencerkan dan dibuat seri larutan, selanjutnya ditanam pada media Plate Count Agar (PCA) yang berisi digesti pankreatik kasein, yeast extract, glukosa dan agar. Digesti pankreatik kasein menyediakan asam amino dan substansi nitrogen yang penting untuk pertumbuhan bakteri. Yeast extract terutama menyediakan vitamin B-kompleks, dan glukosa merupakan sumber energi. Agar merupakan zat yang ideal untuk kebanyakan pembenihan padat. Agar merupakan suatu polisakarida asam yang diekstraksi dari ganggang merah tertentu. Sel-sel yang terletak di atas atau dalam pembenihan padat tidak dapat bergerak. Karena itu, jika beberapa sel diletakkan pada atau dalam pembenihan padat, setiap sel akan tumbuh dan membentuk koloni yang terpisah.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Dalam pembuatan dispersi padat, isolat ekstrak rimpang kunyit yang digunakan berasal dari PT. Phytochemindo Reksa dengan komponen 97,20% kurkuminoid, yang tertera pada Certificate of Analysis. Dalam kurkuminoid terdapat kandungan kurkumin sebesar 60% (Parinussa dan Timotius, 2010). Isolat ekstrak rimpang kunyit yang dilarutkan dalam etanol 70% (suhu 50°C) didispersikan ke dalam gom guar yang dilarutkan dalam aquadest, hingga homogen. Etanol yang digunakan sebagai pelarut serbuk kunyit sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu hingga suhu 50°C karena bila tidak dipanaskan gom guar yang terdispersi akan menggumpal. Pelarut pada campuran tersebut dihilangkan dengan menggunakan vacuum rotary evaporator.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica  Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

Oleh karena syarat uji statistik One Way ANOVA terpenuhi, maka dilanjutkan analisis data menggunakan uji statistik One Way ANOVA dan didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan terdapat perbedaan ukuran luka yang signifikan antar kelompok hewan uji. Dari hasil uji one way ANOVA dapat ditentukan bahwa hipotesis H1 peneliti diterima. Maka ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat yang signifikan pada hewan uji.

14 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT TERHADAP MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK RIMPANG KUNYIT TERHADAP MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

Penggunaan bahan-bahan farmasi cair oral sangat efektif bagi individu- individu yang mempunyai kesulitan menelan bentuk sediaan farmasi yang padat, misalnya tablet, kapsul, dan lain-lain. Sebagai obat antidiare, larutan oral ekstrak rimpang kunyit bekerja lokal di usus sebagai antidiare dengan mekanisme kerja antimotilitas. Obat yang diberikan dalam bentuk larutan lebih cepat memberikan efek terapi dan lebih efisien dibandingkan dengan obat dalam bentuk tablet ataupun kapsul. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi sediaan kunyit (Curcuma domestica Val.) yang lebih praktis dan efisien penggunaanya dalam bentuk sediaan larutan oral.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO

Dari hasil penelitian terdahulu diketahui ekstrak rimpang kunyit menghasilkan daya antimikroba terhadap MRSA (Methilcillin Resistant Staphylococcus aureus) dan Salmonella typhi (Kim et al, 2001). Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ekstrak rimpang kunyit dapat digunakan sebagai antimikroba terhadap Escherichia coli. Selain itu, belum ada bukti ilmiah mengenai penggunaan rimpang kunyit sebagai ramuan obat khususnya dalam pengobatan penyakit diare dan penyakit lain yang disebabkan oleh Escherichia coli. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk mendapatkan dasar teoritis dan bukti-bukti ilmiah tentang penggunaan rimpang kunyit dalam pengobatan penyakit diare serta penyakit lain yang disebabkan oleh Escherichia coli.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT Curcuma domestica TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN Rattus norvegicus Oleh: DWI UTARININGSIH 06330029 Finance a[r]

1 Baca lebih lajut

Pembuatan Tablet Parasetamol Untuk Anak-anak Secara Granulasi Basah Dengan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica Valeton Rhizoma) Sebagai Pewarna

Pembuatan Tablet Parasetamol Untuk Anak-anak Secara Granulasi Basah Dengan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica Valeton Rhizoma) Sebagai Pewarna

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Pembuatan Tablet Parasetamol Untuk Anak-anak Secara Granulasi Basah Dengan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica Valeton Rhizoma) Sebagai Pewarna. Skripsi ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

110 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(Curcuma  Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(Curcuma Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

Skripsi dengan judul “ Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka SayatpadaMencit ( Mus Musculus) Jantan ” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Daya analgesik dari campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa dengan komposisi 20% : 10% dan optimasi menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

Daya analgesik dari campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa dengan komposisi 20% : 10% dan optimasi menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

Pada tabel VIII terlihat bahwa perubahan % daya analgesik campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa dibandingkan dengan asetosal pada ketiga peringkat dosis berturut-turut adalah -41,48%, -10,04%, dan -26,85%. Perubahan % daya analgesik untuk ketiga peringkat dosis lebih kecil dibandingkan dengan asetosal. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga peringkat dosis kurang efektif dibanding asetosal. Namun berdasarkan perbandingan dengan kontrol negatif, maka yang mempunyai daya analgesik yang sesuai acuan prosedur evaluasi Anonim (1991) adalah perlakuan dengan dosis 2730 mg/kg BB dan 5460 mg/kg BB dimana kedua dosis ini menunjukkan hubungan berbeda tidak bermakna, sehingga dosis efektif dari campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa adalah 2730 mg/kg BB. Dosis 2730 mg/kg BB ini juga dipakai untuk menentukan komposisi dengan metode Simplex Lattice Design.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

Standarisasi ekstrak rimpang kunyit [curcuma domestica val.] - USD Repository

Standarisasi ekstrak rimpang kunyit [curcuma domestica val.] - USD Repository

Tabel IV menunjukkan hasil rata-rata kadar minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak rimpang kunyit adalah sebesar 0,10 %. Hasil kadar minyak atsiri dari ekstrak rimpang kunyit yang diteliti tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan dalam Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia yaitu tidak kurang dari 3,2 % (Anonim, 2004). Hal ini dapat disebabkan karena minyak atsiri larut dalam pelarut lipofil tetapi ekstrak rimpang kunyit yang diteliti diperoleh dari hasil pengepresan rimpang kunyit segar sehingga hanya sedikit minyak atsiri yang terekstraksi ke dalam ekstrak rimpang kunyit. Pada saat pengentalan ekstrak, walaupun suhu yang digunakan relatif rendah yaitu 40-50 0 C tetapi tidak dapat dipastikan adanya kandungan minyak atsiri yang menguap.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Pembuatan Tablet Parasetamol Untuk Anak-anak Secara Granulasi Basah Dengan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica Valeton Rhizoma) Sebagai Pewarna

Pembuatan Tablet Parasetamol Untuk Anak-anak Secara Granulasi Basah Dengan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica Valeton Rhizoma) Sebagai Pewarna

Untuk mengetahui ekstrak pewarna kuning dari rimpang kunyit Curcumae domestica Valeton Rhizoma dapat digunakan sebagai pewarna tablet.. Untuk mengetahui konsentrasi pewarna kuning dari[r]

4 Baca lebih lajut

S BIO 1000624 chapter3

S BIO 1000624 chapter3

Treatment dengan pemberian ekstrak rimpang kunyit ( Curcuma domestica Val.) ini dilakukan sebanyak 4 kali sejak hari ke-0 setelah ditemukannya sumbat vagina sampai hari ke-3. Pemberian ekstrak rimpang kunyit ( Curcuma domestica Val.) dilakukan dengan menggunakan jarum gavage . Ekstrak yang diberikan pada mencit sebanyak 0,3 ml dengan dosis yang berbeda-beda pada setiap kelompok yaitu dosis 0 mg/kg bb/hari (dengan pemberian akuades saja), 140 mg/kg bb/hari, 280 mg/kg bb/hari dan 700 mg/kg bb/hari. Setelah treatment selesai maka pada hari ke-3,5 mencit di-dislokasi leher, dibedah dan organ reproduksi diisolasi untuk tahap selanjutnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

S BIO 1000624 abstract

S BIO 1000624 abstract

Rimpang kunyit ( Curcuma domestica Val.) mengandung beberapa komponen kimia yang mampu menyebabkan terhambatnya pembelahan sel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit terhadap perkembangan embrio praimplantasi mencit ( Mus musculus ) Swiss Webster. Mencit diaklimatisasi selama tujuh hari lalu dikawinkan dan setelah adanya vaginal plug mencit diberi perlakuan ekstrak rimpang kunyit. Dosis kunyit yang digunakan adalah 0 mg/kg bb/hari, 140 mg/kg bb/hari, 280 mg/kg bb/hari, dan 700 mg/kg bb/hari. Pemberian ekstrak dilakukan secara gavage selama mencit bunting dari hari ke-0 sampai hari ke- 3. Pengamatan dilakukan terhadap hasil dari koleksi embrio dengan teknik flushing menggunakan medium PBS ( Phosfat Buffer Saline ). Pada tahapan ini dilihat persentase tahapan perkembangan embrio, abnormalitas embrio dan ukuran diameter embrio blastokista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan jumlah embrio yang mencapai tahap blastokista sejalan dengan naiknya dosis yang diberikan dibandingkan kontrol. Selain itu, ada peningkatan pada jumlah embrio tahap morula dan embrio abnormal yang ditemukan sejalan dengan naiknya dosis yang diberikan dibandingkan kontrol. Walaupun terdapat penurunan persentase embrio blastokista, namun secara statistik hasil tersebut tidak meunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. Pengamatan dilakukan pula terhadap ukuran diameter embrio blastokista dan menunjukkan hasil bahwa ukuran diameter blastokista pada kelompok kontrol dan perlakuan tidak jauh berbeda yaitu dengan rata-rata 0,09 ± 0,008 untuk diameter horizontal dan 0,09 ± 0,005 untuk diameter vertikal. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak rimpang kunyit pada mencit yang bunting selama 3,5 hari berpengaruh terhadap perkembangan embrio praimplantasi walaupun secara statistik tidak berbeda secara signifikan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Terhadap Mencit (Mus musculus)

Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Terhadap Mencit (Mus musculus)

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Rimpang Kunyit pada Mencit: Kajian Histopatologis Lambung, Hati dan Ginjal.[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...