Ekstrak Rimpang Kunyit

Top PDF Ekstrak Rimpang Kunyit:

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Campuran fisik dibuat dengan mencampurkan isolat ekstrak rimpang kunyit dan gom guar, yang masing-masing telah diayak sebelumnya dengan ayakan no. mesh 60. Jumlah isolat ekstrak rimpang kunyit dan gom guar yang dicampurkan dihitung berdasarkan jumlah dispersi padat yang diperoleh tiap replikasinya. Pencampuran isolat ekstrak rimpang kunyit dan gom guar dilakukan dengan mortar dan stemper hingga homogen. Kemudian, hasil campuran fisik tersebut dibungkus dengan aluminium foil dan disimpan selama 24 jam dalam desikator.setelah 24 jam, campuran fisik dimasukkan ke dalam kapsul dan disimpan lagi selama 24 jam dalam desikator sebelum diuji disolusi.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Daya analgesik dari campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa dengan komposisi 20% : 10% dan optimasi menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

Daya analgesik dari campuran ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa dengan komposisi 20% : 10% dan optimasi menggunakan metode simplex lattice design - USD Repository

(Tamarindi Pulpa Ekstraktum). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Praswanto, Nurendah, Dzulkarnain, dan Dian (1996) dilaporkan bahwa 30% rimpang kunyit digunakan dalam salah satu jamu kunyit asam instan lain dan berefek analgesik. Dalam penelitian yang sama, 4% rimpang kunyit masih memberikan efek analgesik. Penelitian lain dilakukan oleh Rahmawati (2008) tentang perbandingan daya analgesik jamu kunyit asam instan dan jamu kunyit asam segar dengan menggunakan komposisi yang sama dengan PT SM. Dalam penelitian tersebut, jamu kunyit asam instan yang mempunyai daya analgesik adalah dengan dosis 18200 mg/kg BB, sedangkan jamu kunyit asam segar pada dosis 5460 mg/kg BB hanya mempunyai daya analgesik sebesar 49,57%. Komposisi tertentu ekstrak rimpang kunyit dan daging buah asam jawa akan menghasilkan efek analgesik tertentu pula. Oleh karena itu perlu dilakukan optimasi komposisi ekstrak rimpang kunyit dan ekstrak daging buah asam jawa agar dapat memberikan efek analgesik yang optimal dalam meredakan nyeri pada saat haid.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (CURCUMA CAESIA ROXB.) Desire Janetha Asdedi, Hanggara Arifian, Laode Rijai

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (CURCUMA CAESIA ROXB.) Desire Janetha Asdedi, Hanggara Arifian, Laode Rijai

Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) secara empiris memiliki aktivitas sebagai antibakteri dalam pengobatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas rimpang kunyit hitam sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dilakukan uji pendahuluan aktivitas antibakteri dari ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.). Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi 15% 30%, 40%, 45%, 60%, 75%, 80%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam mempunyai daya hambat sebagai antibakteri pada konsentrasi 45% terhadap Staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 7,93 mm , 9,04 mm, 9,12 mm, dan 10,74 mm.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji angka lempeng total, angka kapang/khamir ekstrak rimpang kunyit [Curcuma domestica Val.] dan ekstrak daging buah asam Jawa [Tamarindus indica L.] dari PT. X - USD Repository

Uji angka lempeng total, angka kapang/khamir ekstrak rimpang kunyit [Curcuma domestica Val.] dan ekstrak daging buah asam Jawa [Tamarindus indica L.] dari PT. X - USD Repository

Ucap syukur dan terima kasih penulis panjatkan ke hadirat Allah Bapa yang Penuh Kasih, atas segala berkat dan anugerah-Nya dalam proses penyelesaian skripsi. Skripsi dengan judul “Uji Angka Lempeng Total, Angka Kapang/Khamir Ekstrak Rimpang Kunyit ( Curcuma domestica Val.) dan Ekstrak Daging Buah Asam Jawa ( Tamarindus indica L.) dari PT. X” merupakan karya ilmiah penulis untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana farmasi (S. Farm) di fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

90 Baca lebih lajut

Standarisasi ekstrak rimpang kunyit [curcuma domestica val.] - USD Repository

Standarisasi ekstrak rimpang kunyit [curcuma domestica val.] - USD Repository

Obat tradisional yang digunakan dalam upaya pelayanan kesehatan harus memenuhi persyaratan yaitu bermutu, aman, dan bermanfaat. Oleh karena itu untuk memenuhi ketiga persyaratan tersebut maka diperlukan suatu standarisasi ekstrak rimpang kunyit sebagai salah satu bahan penyusun “Jamu Kunyit Asam”, dimana dilakukan identifikasi dan pengukuran beberapa parameter standar ekstrak rimpang kunyit dan membandingkan hasil idenifikasi dan pengukuran tersebut dengan persyaratan yang tercantum dalam Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia. Standarisasi ekstrak rimpang kunyit perlu dilakukan untuk setiap produksi ekstrak karena kualitas dan kuantitas kandungan kimia ekstrak rimpang kunyit dipengaruhi oleh lingkungan tempat tumbuh, umur, cara panen dan pasca panen, serta cara ekstraksi rimpang kunyit.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

UJI EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

Menyatakan bahwa karya ilmiah / skripsi ini yang berjudul : “Uji Efektifitas Berbagai Dosis Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus)” adalah bukan merupakan karya ilmiah/skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah kami sebutkan sumbernya.

30 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica  Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

Oleh karena syarat uji statistik One Way ANOVA terpenuhi, maka dilanjutkan analisis data menggunakan uji statistik One Way ANOVA dan didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan terdapat perbedaan ukuran luka yang signifikan antar kelompok hewan uji. Dari hasil uji one way ANOVA dapat ditentukan bahwa hipotesis H1 peneliti diterima. Maka ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat yang signifikan pada hewan uji.

14 Baca lebih lajut

Isolasi dan identifikasi golongan senyawa aktif penangkap radikal bebas, antibakteri, dan uv protection ekstrak rimpang kunyit (curcuma longa l.).

Isolasi dan identifikasi golongan senyawa aktif penangkap radikal bebas, antibakteri, dan uv protection ekstrak rimpang kunyit (curcuma longa l.).

Berdasarkan gambar 15 dan gambar 16, apabila pelarut semakin bersifat non – polar, maka perbedaan nilai Rf antara kurkuminoid dengan senyawa yang memiliki Rf 0,74 – 0,78 semakin jauh tetapi apabila sifat kepolaran pelarut ditingkatkan maka kurkuminoid akan semakin mendekati senyawa yang akan diisolasi. Hal tersebut dapat dilihat pada profil KLT dengan deteksi UV 366 nm, dimana terjadi peningkatan nilai Rf pada kurkuminoid. Berdasarkan hasil dengan deteksi UV 366 nm tersebut juga dapat mengartikan bahwa kurkuminoid memiliki sifat lebih polar apabila dibandingkan dengan senyawa yang memiliki kisaran nilai Rf 0,74 – 0,78 sehingga kurkuminoid akan terbawa oleh fase gerak yang cenderung lebih polar. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dipilih pelarut n-heksan : kloroform (75 : 25 v/v) dan n-heksan : kloroform (50 : 50 v/v) untuk kromatografi kolom karena mampu memisahkan antara senyawa yang diinginkan dari kurkuminoid dalam ekstrak rimpang kunyit yang memiliki aktivitas penangkap radikal bebas DPPH, antibakteri, dan UV protection.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

BERBAGAI KELUHAN FISIK YANG DIALAMI PASIEN OSTEOARTRITIS AKIBAT TERAPI NATRIUM DIKLOFENAK DIBANDINGKAN KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT

BERBAGAI KELUHAN FISIK YANG DIALAMI PASIEN OSTEOARTRITIS AKIBAT TERAPI NATRIUM DIKLOFENAK DIBANDINGKAN KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT

diklofenak mampu menghambat produksi prostaglandin-E2 (PG-E2) dengan penghambatan aktivitas cycloxygenase-2 (COX-2). Di sisi lain Natrium diklofenak juga menghalangi aktivitas jisiologis enzim cycloxygenase-l (COX-I), penghambatan ini dapat menyebabkan beberapa keluhan dari pasien mengingat COX-l penting dalam keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk menilai beberapa keluhan dari pasien dengan osteoarthritis dalam pengobatan menggunakan kurkuminoid Curcuma domestica Val dari. rhyzome ekstrak dibandingkan dengan natrium diklofenak. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan Penelitian ini menggunakan desain uji klinik secara acak terbuka dan membuta (PROBE). Sebanyak 80 pasien dengan osteoarthritis lutut dilibatkan dalam penelitian ini (39 pasien menerima 3x30 mg sehari dari kurkuminoid dari ekstrak Curcuma domestica Val. Rhyzome selama 28 hari pengobatan dan 41 pasien menerima 3x25 mg sehari natrium diklofenak selama 28 hari). Jumlah yang diperlukan untuk analisis bahaya dilakukan dalam membandingkan gejala kepala, dada, keluhan gastrointestinal dan saluran kemih. Hasil: The number needed to harm (NNH) untuk sakit kepala adalah 500, palpitasi adalah 42, sesak napas adalah 42, mual adalah 21, diare adalah 42 dan keluhan berkemih adalah 500. Kesimpulan: Meskipun jumlah pasien yang memiliki dada dan keluhan gastrointestinal lebih tinggi pada menggunakan natrium diklofenak, tetapi tidak ada perbedaan statistik yang signifikan baik dari kepala, dada, keluhan gastrointestinal dan saluran kemih antara kelompok natrium diklofenak kurkuminoid dan pengobatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(Curcuma  Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(Curcuma Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan.

Skripsi dengan judul “ Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) dalam Mempercepat Proses Penyembuhan Luka SayatpadaMencit ( Mus Musculus) Jantan ” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Kajian aktivitas ekstrak rimpang kunyit (curcuma tonga) dalam proses persembuhan luka pada mencit sebagai model penderita diabetes

Kajian aktivitas ekstrak rimpang kunyit (curcuma tonga) dalam proses persembuhan luka pada mencit sebagai model penderita diabetes

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemik ekstrak daun mimba (Azadirachta indica J) pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan, indentifikasi senyawa aktif dengan GC-MS , dan pengembangan formulasi tablet. Untuk uji antihiperglikemik menggunakan 18 ekor tikus galur Spraque Dawley dibagi menjadi 6 kelompok . Hasil penelitian menunjukkan ekstrak yang diberikan secara oral dosis 30, 60 dan 90mg /kg bobot badan menunjukkan penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes aloksan yang bermakna (P<0,05) sebesar 7%, 8%, dan 14,8% setelah pemberian ekstrak secara berulang pada hari kesepuluh yang dibandingkan dengan hari keenam. Indentifikasi golongan senyawa flavonoid menujukan keberadaan fraksi gabungan 1 yaitu antosianidin yang mempunyai struktur umum ion flavylium (2-fenil-benzopyrylium) , sedangkan fraksi gabungan 2 diduga mengandung senyawa golongan flavonoid yaitu antosianidin yang mempunyai struktur umum ion flavylium (2-fenil-benzopyrylium) dan beberapa senyawa yang diduga turunan antosianidin yaitu 7-hidroksi flavylium. 4’-hidroksi flavylium, dan 3,4,7’-trihidroksi flavylium. Ekstrak kental daun mimba dapat dibuat sediaan tablet menggunakan PVP K-30 sebagai pengikat dengan metode granulasi basah. Kata kunci: Azadirachta indica J , antihyperglycaemic, alloxan, ethanol extract.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Efek Antidiare Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Efek Antidiare Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi dan banyak menimbulkan kematian dalam masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan diare yang mudah diperoleh dan efektif, salah satunya adalah rimpang kunyit. Rimpang kunyit mempunyai zat tertentu yang dapat menghentikan diare. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui efek antidiare ekstrak etanol rimpang kunyit (EERK) pada mencit Swiss Webster jantan.

Baca lebih lajut

Identifikasi Kadar dan Pengaruh Sifat Kimia Tanah terhadap Metabolit Sekunder Kunyit (Curcuma domestiva Val.) di Bangkalan

Identifikasi Kadar dan Pengaruh Sifat Kimia Tanah terhadap Metabolit Sekunder Kunyit (Curcuma domestiva Val.) di Bangkalan

Sifat Kimia Tanah Bangkalan Kandungan unsur hara makro di Bangkalan (tabel 1) yaitu N dan P tergolong rendah sedangkan kandungan kalium dan C organik tergolong tinggi berdasarkan nilai sifat kimia tanah dalam Hardjowigeno (2003). Pemupukan belum dilakukan secara intensif, umumnya hanya bergantung pada pupuk organik kotoran ternak yang dipelihara petani dan seresah tanaman. Kecamatan Bangkalan memiliki kandungan unsur Kalium dan C organik yang lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain. Hal ini memungkinkan Kunyit yang berasal dari kecamatan Bangkalan memiliki berat kering yang lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Gambar 2. Berat kering kunyit di Bangkalan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI DAN RIMPANG KUNYIT TERHADAP MORTALITAS DAN AKTIVITAS MAKAN ULAT KROP (Crocidolomia pavonana F.) PADA TANAMAN SAWI CAISIM (Brassica juncea L.) - Raden Intan Repository

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI DAN RIMPANG KUNYIT TERHADAP MORTALITAS DAN AKTIVITAS MAKAN ULAT KROP (Crocidolomia pavonana F.) PADA TANAMAN SAWI CAISIM (Brassica juncea L.) - Raden Intan Repository

Namun setelah 24 jam setelah perlakuan, terdapat pengaruh yang jelas pada ekstrak campuran batang brotowali dan rimpang kunyit terhadap mortalitas larva C.pavonana F. yaitu dengan kematian beberapa ekor ulat dari total keseluruhan ulat pada tiap toples perlakuan. Gejala larva Crocodolomia pavonana F. yang terpapar campuran ekstrak campuran batang brotowali dan rimpang kunyit, ditandai dengan gerakannya yang semakin menjadi lambat, menurunnya aktivitas makan, dan semakin lama tidak mampu bergerak (mati). Tubuh larva mengalami pergantian menjadi kuning kecokelatan sampai berubah menjadi kehitaman dan terlihat menyusut. Hal ini dianggap terjadi karena adanya pengendapan campuran ekstrak batang brotowali dan rimpang kunyit yang ditemukan pada permukaan daun sawi yang dimakan oleh larva. Semakin banyak konsentrasi ekstrak pada permukaan daun sawi yang dimakan oleh larva C.pavonana F. maka semakin banyak pula endapan ekstrak yang masuk kedalam tubuh larva. Hal ini membuat larva menjauhi daun sawi dan menyebabkan menurunnya aktivitas makan. Selain itu senyawa saponin dan tanin yang terdapat pada campuran ekstrak batang brotowali dan rimpang kunyit juga dapat menyebabkan tubuh larva menjadi susut dan menghitam.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn)

FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn)

Alat yang digunakan untuk membuat salep ekstrak rimpang kunyit adalah vacum rotary evaporator, bejana maserasi, blender, pengaduk kayu, batang pengaduk, cawan porselen, mortir dan stamper, penangas air, timbangan digital, beaker glass, gelas ukur, sudip, spatula, serbet, kain flanel dan wadah (pot salep), kaca objek, kaca arloji, gelas ukur, batang pengaduk, stik pH universal dan anak timbangan.

Baca lebih lajut

Uji Efek Antiinflamasi Sediaan Topikal Ekstrak Etanol Dan Etil Asetat  Rimpang Tumbuhan Kunyit (Curcuma domestica Val.) Terhadap Mencit

Uji Efek Antiinflamasi Sediaan Topikal Ekstrak Etanol Dan Etil Asetat Rimpang Tumbuhan Kunyit (Curcuma domestica Val.) Terhadap Mencit

Sebanyak 600 g serbuk simplisia dimasukkan kedalam bejana tertutup dan dibasahi dengan 300 ml etil asetat, kemudian di maserasi selama 3 jam. Massa dipindahkan sedikit demi sedikit ke dalam perkolator sambil tiap kali di tekan hati-hati, kemudian cairan penyari dituangkan secukupnya sampai cairan mulai menetes dan di atas simplisia masih terdapat selapis cairan penyari, perkolator ditutup dan dibiarkan 24 jam. Cairan dibiarkan menetes dengan kecepatan 1 ml tiap menit, cairan penyari ditambahkan berulang-ulang secukupnya dengan memasang botol cairan penyari diatas perkolator dan diatur kecepatan penetesan cairan penyari sama dengan kecepatan menetes perkolat, sehingga selalu terdapat selapis cairan penyari diatas simplisia (Depkes RI, 2000). Perkolat diuapkan atau disuling dengan alat vacum rotavapor pada suhu tidak lebih dari 50 o C sampai diperoleh ekstrak kental (51,6 g).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Stability and Wound Healing Activity of Curcuma longa Gel in Hyperglycemic Mice

Stability and Wound Healing Activity of Curcuma longa Gel in Hyperglycemic Mice

Metode penelitian terdiri dari ekstraksi dan fraksinasi rimpang kunyit, penapisan fitokimia, formulasi sediaan gel, uji stabilitas fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptik (warna, bau, konsistensi), perubahan nilai pH dan nilai viskositas selama penyimpanan. Uji keamanan dilakukan pada 10 orang sukarelawan dengan mengoleskan sediaan gel fraksi n-heksan dan gel fraksi etil asetat pada punggung tangan. Semua uji dilakukan pada hari penyimpanan ke 1, 3, 5, 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, dan 56. Induksi hiperglikemik menggunakan STZ diberikan secara intraperitonial dengan dosis 40mg/kg BB. Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan pada hari ke 1, 7, 14, 21 setelah penyuntikan STZ atau sampai kadar gula darah ≥200mg/dl. Hewan coba yang digunakan adalah yang mempunyai kadar gula darah ≥200mg/dl. Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan pada hari ke 1, 7, 14, 21 menggunakan glukometer. Uji efektifitas sediaan gel dalam proses penyembuhan luka menggunakan 40 ekor mencit (Mus musculus albinus) hiperglikemik, strain DDY umur 4-6 minggu yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok KN yaitu kontrol negatif tidak diobati, kelompok KP yaitu kontrol positif diobati dengan obat luka komersial neomisin sulfat, Kelompok GH dan GE berturut-turut yaitu kelompok yang diobati dengan gel fraksi n-heksan dan gel fraksi etil asetat rimpang kunyit. Perlukaan dilakukan pada punggung mencit dengan membuat sayatan sepanjang 1,5cm. Gel fraksi n-heksan dan gel fraksi etil asetat diberikan secara topikal dengan cara mengoleskannya pada bagian luka mencit setiap pagi dan sore selama 21 hari pasca perlukaan. Pada hari ke 2, 4, 7, 14, 21 pasca perlukaan dilakukan nekropsi untuk mengambil sampel organ kulit. Sampel dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin untuk mengamati jumlah sel radang dan pewarnaan Masson Trichrome untuk mengamati pembentukan neovaskularisasi, merapatnya lapisan epidermis kulit, dan pembentukan jaringan kolagen. Analisis data menggunakan uji anova dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang nyata (P ≤0,05).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektivitas antiinflamasi ekstrak air kunyit (curcuma longa) terhadap jumlah makrofag dan ketebalan kornea mata tikus putih yang diinfeksi staphylococcus aureus - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Efektivitas antiinflamasi ekstrak air kunyit (curcuma longa) terhadap jumlah makrofag dan ketebalan kornea mata tikus putih yang diinfeksi staphylococcus aureus - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

antiinflammatory agent. Indian Journal Pharmachol, 37(3):141-147. Kusuma, R.W. 2012, „Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi in vito Serta Kandungan Curcuminoid dari Temulawak dan Kunyit asal Wonogiri‟, Skripsi, Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Antidepresan Non-Psikotropik Kombinasi Ekstrak Air Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) Dan Ekstrak Aseton Kulit Pisang (Musa Paradisisaca L.) Sebagai Moodbooster Pada Mencit Stres Kronis Ringan.

PENDAHULUAN Antidepresan Non-Psikotropik Kombinasi Ekstrak Air Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) Dan Ekstrak Aseton Kulit Pisang (Musa Paradisisaca L.) Sebagai Moodbooster Pada Mencit Stres Kronis Ringan.

Pengujian kombinasi ekstrak air rimpang kunyit dan ekstrak aseton kulit pisang perlu dilakukan untuk mengetahui peningkatan efek antidepresan melebihi ekstrak tunggalnya karena dapat meningkatkan kadar neurotransmiter (serotonin, norepinefrin dan dopamin) melalui penghambatan MAO dan peningkatan kadar serotonin diotak dari pasokan triptofan. Mekanisme peningkatan antidepresan kombinasi ekstrak tersebut diharapkan peningkatan kadar serotonin beserta neurotransmiter lain dapat tersebar melalui aliran darah ke bagian dorsal, amigdala, korteks, dan hippocampus otak sehingga kemampuan kognitif, peningkatan mood ( moodbooster ) untuk beraktivitas menjadi lebih baik dan optimal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bioaktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Secara In Vitro serta Kandungan Kurkuminoid Temulawak dan Kunyit Asal Sukabumi

Bioaktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Secara In Vitro serta Kandungan Kurkuminoid Temulawak dan Kunyit Asal Sukabumi

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman rempah dan obat. Habitat asli tanaman kunyit meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tumbuhan kunyit tergolong dalam kingdom Plantae, divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Monocotyledonae, ordo Zingiberales, suku Zingiberaceae, genus Curcuma dan spesies Curcuma xanthorrhiza Val. Tanaman kunyit dapat hidup dengan baik pada suhu yang berkisar antara 20-30 0 C dengan curah hujan 1500-2000 mm/tahun (Rukmana 2008). Tanaman kunyit memiliki daun besar berbentuk lonjong dengan ujung yang meruncing dan berwarna hijau (Gambar 2a). Tanaman kunyit tumbuh pada daerah dataran rendah hingga 2000 meter diatas permukaan laut dan memiliki tinggi kurang lebih 40-100 cm.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...