Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Top PDF Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA):

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Semakin pesat perkembangan teknologi informasi membuat keamanan data menjadi salah satu faktor yang penting dalam komunikasi data. Hal ini diperlukan untuk menghindari akses oleh pihak yang tidak berhak. Salah cara yang digunakan untuk menjaga kerahasian pesan dan menjamin pengirim pesan dapat dikenali adalah dengan menggunakan sistem kriptografi. Dalam penelitian ini, penulis menggabungkan penggunaan algoritma Rivest-Shamir-Adleman (RSA) yang dimodifikasi dengan algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), dimana pengirim akan membuat tanda tangan digital untuk pesan kemudian dienkripsi bersamaan dengan pesan dengan menggunakan kunci penerima. Modifikasi pada algoritma RSA bertujuan untuk mempercepat proses dalam algoritma tersebut. Proses pembacaan pesan yang sudah disamarkan dan pengidentifikasian pengirim hanya dapat dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan algoritma ECDSA keaslian dan kepemilikan dari pesan dan dijamin.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Semakin pesat perkembangan teknologi informasi membuat keamanan data menjadi salah satu faktor yang penting dalam komunikasi data. Hal ini diperlukan untuk menghindari akses oleh pihak yang tidak berhak. Salah cara yang digunakan untuk menjaga kerahasian pesan dan menjamin pengirim pesan dapat dikenali adalah dengan menggunakan sistem kriptografi. Dalam penelitian ini, penulis menggabungkan penggunaan algoritma Rivest-Shamir-Adleman (RSA) yang dimodifikasi dengan algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), dimana pengirim akan membuat tanda tangan digital untuk pesan kemudian dienkripsi bersamaan dengan pesan dengan menggunakan kunci penerima. Modifikasi pada algoritma RSA bertujuan untuk mempercepat proses dalam algoritma tersebut. Proses pembacaan pesan yang sudah disamarkan dan pengidentifikasian pengirim hanya dapat dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan algoritma ECDSA keaslian dan kepemilikan dari pesan dan dijamin.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Semakin pesat perkembangan teknologi informasi membuat keamanan data menjadi salah satu faktor yang penting dalam komunikasi data. Hal ini diperlukan untuk menghindari akses oleh pihak yang tidak berhak. Salah cara yang digunakan untuk menjaga kerahasian pesan dan menjamin pengirim pesan dapat dikenali adalah dengan menggunakan sistem kriptografi. Dalam penelitian ini, penulis menggabungkan penggunaan algoritma Rivest-Shamir-Adleman (RSA) yang dimodifikasi dengan algoritma Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), dimana pengirim akan membuat tanda tangan digital untuk pesan kemudian dienkripsi bersamaan dengan pesan dengan menggunakan kunci penerima. Modifikasi pada algoritma RSA bertujuan untuk mempercepat proses dalam algoritma tersebut. Proses pembacaan pesan yang sudah disamarkan dan pengidentifikasian pengirim hanya dapat dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan algoritma ECDSA keaslian dan kepemilikan dari pesan dan dijamin.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan skripsi den gan judul “Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)” .

4 Baca lebih lajut

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Contoh tanda tangan digital untuk pesan ”abc” dengan menggunakan algoritma tandatangan digital ECDSA berdasarkan standar FIPS.186-2 untuk kurva elips berukuran 256 bit (DSS, 2010) dengan kunci privat dc51d386 6a15bacd e33d96f9 92fca99d a7e6ef09 34e70975 59c27f16 14c88a7f adalah :

25 Baca lebih lajut

Implementasi Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) untuk Mengatasi Black Hole dan Worm Hole Attack pada Komunikasi V2V di Lingkungan VANETs - ITS Repository

Implementasi Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) untuk Mengatasi Black Hole dan Worm Hole Attack pada Komunikasi V2V di Lingkungan VANETs - ITS Repository

Pada Tugas Akhir ini penulis akan mengimplementasikan routing protocol AODV yang dimodifikasi dengan menambahkan proses evaluasi untuk mendeteksi dan mengatasi Black hole dan Worm hole attack. Proses evaluasi pertama dilakukan dengan cara merekam keluar masuknya paket dalam suatu node. Proses evaluasi ini digunakan untuk dapat mendeteksi apakah node tetangga dari suatu node berpotensi melakukan Black Hole attack. Sedangkan proses evaluasi kedua dilakukan dengan mengimplementasikan ECDSA sebagai algoritma digital signature untuk memvalidasi keaslian paket yang diterima. Proses evaluasi ini digunakan untuk dapat mendeteksi apakah node tetangga dari suatu node berpotensi melakukan Worm Hole attack. Analisis dan perancangan modifikasi routing protocol AODV guna mendeteksi dan mengatasi Black Hole dan Worm Hole attack ini dijelaskan pada subbab 3.4.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Implementasi Modifikasi Sistem Kriptografi RSA dan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA)

Miller, V. S. 1986. Use of elliptic curves in cryptography. Advances in Cryptology ’8 , Lecture Notes in Computer Science (LNCS) 218 : pp. 417-426. (Online) http://link.springer.com/chapter/10.1007/3-540-39799- X_31. (2 Maret 2016).

2 Baca lebih lajut

Sistem tanda tangan digital online untuk naskah dinas menggunakan algoritma DSA (Digital Signature Algorithm)

Sistem tanda tangan digital online untuk naskah dinas menggunakan algoritma DSA (Digital Signature Algorithm)

Tanda tangan digital adalah hasil transformasi kriptografi dari suatu pesan dengan panjang bit tertentu yang mampu menyediakan mekanisme untuk memverifikasi otentikasi asal, integritas data, dan non-repudiasi dari penanda tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan tanda tangan digital pada surat dinas menggunakan algoritma DSA serta melakukan uji execution time terhadap proses pembentukan pasangan kunci, pembentukan tanda tangan, dan verifikasi tanda tangan. Pengguna sistem terdiri dari tiga entitas, yaitu pegawai, admin, dan certification authority. Sistem yang dibangun mampu membangkitkan kunci pribadi dan kunci publik, membangkitkan tanda tangan ke dalam bentuk file terkompresi (zip), serta memverifikasi tanda tangan dan kunci publik beserta sertifikatnya. Uji terhadap fungsionalitas sistem menunjukkan bahwa 100% fungsi berjalan dengan baik. Uji execution time menyimpulkan bahwa jenis dan ukuran surat dinas tidak berkaitan langsung dengan waktu eksekusi saat pembangkitan dan verifikasi tanda tangan. Uji verifikasi tanda tangan dengan skenario tertentu menunjukkan bahwa file tanda tangan tidak tahan terhadap usaha ekstraksi dan kompresi ulang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Cambridge.University.Press.Advances.in.Elliptic.Curve.Cryptography.May.2005.eBook DDU

Cambridge.University.Press.Advances.in.Elliptic.Curve.Cryptography.May.2005.eBook DDU

What makes elliptic curves particularly fruitful for designing countermea- sures is the ability to represent elements of the underlying group in many dif- ferent, randomized ways while keeping a good computational efficiency. This section presents a variety of strategies built on the mathematical structure of the curves, which lead to efficient and simple techniques for randomizing (the representation of) base-point P in the computation of Q = [k]P. V.4.1. Point Blinding. The method is analogous to Chaum’s blind signa- ture scheme for RSA [65]. Point P to be multiplied is “blinded” by adding a secret random point R for which the value of S = [k]R is known. The point multiplication, Q = [k]P , is done by computing the point [k](P + R) and subtracting S to get Q. Points R and S = [k]R can be initially stored in- side the device and refreshed at each new execution by computing R ← [r]R and S ← [r]S, where r is a (small) random generated at each new execu- tion [87, 205]. As R is secret, the representation of point P ∗ = P + R is
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Elliptic Curve Cryptography: An Implementation Guide

Elliptic Curve Cryptography: An Implementation Guide

where 4a 3 + 27b 2 ≠ 0. Each value of the ‘a’ and ‘b’ gives a different elliptic curve. All points (x, y) which satisfies the above equation plus a point at infinity lies on the elliptic curve. The public key is a point in the curve and the private key is a random number. The public key is obtained by multiplying the private key with the generator point G in the curve. The generator point G, the curve parameters ‘a’ and ‘b’, together with few more constants constitutes the domain parameter of ECC. The EC domain parameters are explained in section 9.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Electronic power of attorney by using digital signature algorithm

Electronic power of attorney by using digital signature algorithm

Protokol surat kuasa elektronik yang dibuat mengacu pada pembuatan surat kuasa pada umumnya, yaitu ada pemberi dan penerima kuasa, hal-hal yang dikuasakan serta tanda tangan kedua pihak. Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa menggunakan DSA. DSA pertama kali dicetuskan oleh US National Institute of Standard and Technology (NIST) pada tahun 1991. Kemudian NIST membuat standar baku digital signature yang disebut Digital Signature Standard (DSS). DSS memerlukan DSA sebagai algoritme penandatangan dan fungsi hash standar yang disebut Secure Hash Algorithm (SHA-1). SHA digunakan untuk membangkitkan message digest dari pesan. DSA termasuk ke dalam algoritme kriptografi kunci publik. DSA menggunakan dua buah kunci yaitu kunci publik dan kunci privat. Kunci privat digunakan untuk proses penandatanganan dan kunci publik digunakan untuk verifikasi tanda tangan. Skema DSA termasuk dalam skema digital signature dengan apendiks. Skema ini memerlukan pesan asli untuk algoritme verifikasinya. Selain itu, DSA menggunakan fungsi hash
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

makalah digital signature

makalah digital signature

Amerika Serikat harus menggunakan versi internasional. Sedangkan GPG sendiri karena dikembangkan di luar wilayah hukum Amerika Serikat, maka bebas digunakan oleh siapapun. Restriksi ini berkaitan dengan aturan ekspor produk enkripsi yang berkait dengan pemakaian kunci sandi untuk pemakaian tanda tangan digital ini [DIR04]. Penggunaan tanda tangan digital ini tidak terlalu sulit. Kedua belah pihak yang akan berkomunikasi harus menyiapkan sepasang kunci, yaitu kunci privat (private key) dan kunci publik (public key). Kunci privat hanya dipegang oleh pemiliknya sendiri. Sedangkan kunci publik dapat diberikan kepada siapapun yang memerlukannya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

sigma07-082. 578KB Jun 04 2011 12:10:06 AM

sigma07-082. 578KB Jun 04 2011 12:10:06 AM

Abstract. The logarithmic connections studied in the paper are direct images of regular connections on line bundles over genus-2 double covers of the elliptic curve. We give an explicit parametrization of all such connections, determine their monodromy, differential Galois group and the underlying rank-2 vector bundle. The latter is described in terms of elementary transforms. The question of its (semi)-stability is addressed.

31 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DSA (DIGITAL SIGNATURE ALGORITHM) MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DSA (DIGITAL SIGNATURE ALGORITHM) MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

selanjutnya, pertama, Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap dua konsep tanda-tangan digital yaitu, tanda-tangan digital menggunakan enkripsi pesan dan tanda-tangan digital menggunakan fungsi hash. Selanjutnya hasilnya dibandingkan dengan hasil penelitian ini agar dapat ditentukan metode tanda-tangan digital yang optimal. Kedua, Diharapkan dengan adanya aplikasi tanda-tangan digital dapat diterapkan di lingkungan intranet Universitas Diponegoro seperti untuk pengiriman email antar fakultas, ataupun kegiatan akademik yang lainnya, sehingga keamanan pesan yang terkirim terjaga keasliannya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Implementasi Digital Signature Dan Kriptografi Pada Penyampaian Hak Akses Ke Aplikasi Monitoring Online Span Di KPPN Sorong Dengan Skema Digital Signature Algorithm Dan Kriptografi Advanced Encryption Standard

Implementasi Digital Signature Dan Kriptografi Pada Penyampaian Hak Akses Ke Aplikasi Monitoring Online Span Di KPPN Sorong Dengan Skema Digital Signature Algorithm Dan Kriptografi Advanced Encryption Standard

Digital signature dapat memberikan layanan keamanan otentikasi pesan. Layanan keamanan otentikasi pesan menggunakan digital signature dapat diwujudkan oleh proses sign dan proses verify. Proses sign akan membentuk tanda tangan digital untuk suatu dokumen. Tanda tangan digital tersebut kemudian digunakan pada proses verify untuk melakukan otentikasi pada dokumen sehingga validitas tanda tangan digital pada dokumen dapat diketahui. Digital Signature Algorithm (DSA) merupakan salah satu skema digital signature yang dipublikasi oleh National Institute of Technology and Standard (NIST) [1]. Terdapat 2 proses pada DSA, yaitu proses sign dan proses verify. Proses sign DSA menggunakan fungsi hash untuk menghasilkan sidik pesan (message digest) suatu dokumen. Dengan sidik pesan dan kunci privat, proses sign DSA menghasilkan tanda tangan digital untuk suatu dokumen. Proses verify DSA pula menggunakan fungsi hash pada dokumen yang akan di otentikasi validitasnya. Dengan sidik pesan dan kunci publik, proses verify DSA dapat melakukan otentikasi tanda tangan digital pada suatu dokumen. Selain layanan keamanan otentikasi pesan, layanan keutuhan data pun diwujudkan oleh Digital Signature Algorithm.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sertifikat Digital dan Public Key Infrastructure (PKI) (2018)

Sertifikat Digital dan Public Key Infrastructure (PKI) (2018)

• Encryption alone is not enough as it provides no proof of the identity of the sender of the encrypted information. Used in conjunction with Encryption, Digital Certificates provides a more complete security solution, assuring the identity of all the parties involved in a

Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Digital Signature Algorithm dan Gost Digital Signature Algorithm Pada Tanda Tangan Digital File .Txt

Analisis Perbandingan Digital Signature Algorithm dan Gost Digital Signature Algorithm Pada Tanda Tangan Digital File .Txt

Berdasarkan uraian dan latar belakang masalah yang telah disebutkan diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kinerja Digital Signature Algorithm dan GOST digital signature algorithm pada pembuatan tanda tangan digital file .txt dalam kompleksitas waktu yang efisien dan algoritma apa yang cepat untuk diimplementasikan.

Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Digital Signature Algorithm dan Gost Digital Signature Algorithm Pada Tanda Tangan Digital File .Txt

Analisis Perbandingan Digital Signature Algorithm dan Gost Digital Signature Algorithm Pada Tanda Tangan Digital File .Txt

1) Tanda tangan digital merupakan teknik yang sangat tepat digunakan untuk menjamin keaslian suatu dokumen serta menghindari adanya penyangkalan bahwa seseorang telah menandatangani suatu dokumen. Teknik ini jauh lebih canggih dan lebih efisien daripada tanda tangan yang dilakukan secara manual. 2) Analisis teori menyimpulkan bahwa DSA dan GOST digital signature algorithm memiliki perbedaan komputasi dalam proses pembentukan sepasang kunci tetapi hasil komputasi yang didapatkan sama. DSA didesain untuk dapat melakukan pembentukan tanda tangan seefisien mungkin melalui penggunaan perkalian modular di dalam prosesnya. Akan tetapi, invers dari beberapa parameternya memiliki efisiensi yang rendah. DSA dan GOST digital signature algorithm melakukan empat operasi modular eksponensial pada proses verifikasi, akibatnya proses verifikasi tanda tangan menjadi lambat dalam implementasinya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Otentikasi Pesan Menggunakan Elliptical Curve Digital Signature Algorithm

Otentikasi Pesan Menggunakan Elliptical Curve Digital Signature Algorithm

Dalam konteks keamanan data selalu dihubungkan dengan kriptografi. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan keamanan informasi. Dalam pengiriman pesan, aspek keamanan sangatlah penting karena banyak terjadi penyadapan dan penukaran data oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini bisa menyebabkan perubahan pesan yang dikirim. Untuk menvalidasi pesan itu asli atau tidak ada perubahan maka pesan dibubuhi tanda tangan digital. Dengan tanda tangan digital maka integritas data terjamin. Salah satu metode yang digunakan untuk tanda tangan digital adalah ECDSA (Elliptical Curve Digital Signature Algorithm) yang beroperasi dengan kelompok kurva elliptik sebagai basis perhitungan. Penelitian ini hanya di aplikasikan untuk pengiriman pesan teks pada email. Maka dari itu hasil dari penelitian ini merupakan sebuah aplikasi yang dapat mengirim pesan teks dan memverifikasi pesan teks.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

2.1 Pengenalan Kriptografi - Otentikasi Pesan Menggunakan Elliptical Curve Digital Signature Algorithm

2.1 Pengenalan Kriptografi - Otentikasi Pesan Menggunakan Elliptical Curve Digital Signature Algorithm

sebuah kurva eliptik dan menghasilkan sebuah titik lain yang ada pada kurva tersebut. Struktur yang unik ini memberikan keuntungan dalam kriptografi dikarenakan kesulitan untuk menemukan 2 buah titik yang menentukan sebuah titik tertentu tersebut tidak dapat ditemukan dengan mudah. Tingkat kesulitan untuk menemukan 2 buah titik termasuk dalam golongan yang rumit sama seperti kesulitan untuk memperhitungkan variasi eksponensial yang digunakan dalam algoritma RSA yang telah banyak diimplementasikan. Untuk memecahkan Elliptic Curve Cryptography sendiri dibutuhkan perhitungan matematis yang sangat tinggi. Elliptic Curve Cryptography terdiri dari beberapa operasi basic dan juga aturan yang mendefinisikan penggunaan dari operasi operasi basic seeperti penambahan, pengurangan, perkalian dan perpangkatan yang didefinisikan sesuai dengan kurvakurva yang ada. Berikut adalah operasi matematika yang digunakan pada Elliptical Curve Cryptography didefinisikan dengan persamaan :
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...