energi kinetik dan momentum

Top PDF energi kinetik dan momentum:

T1 192004019 Full text

T1 192004019 Full text

Setelah diketahui konsep awal WJ ternyata salah, maka dilakukan pembelajaran untuk menanamkan konsep yang benar. Untuk mengetahui hubungan hukum kekekalan energi dengan tumbukan lenting sempurna pembelajaran dilakukan melaui animasi dan diskusi. Pembelajaran diawali dengan memberikan informasi Perlu diketahui bahwa biasanya dua benda yang bertumbukan bergerak mendekat satu dengan yang lain dan setelah bertumbukan keduanya bergerak saling menjauhi. Ketika benda bergerak, maka tentu saja benda memiliki kecepatan. Karena benda tersebut mempunyai kecepatan (dan massa), maka benda itu pasti memiliki momentum (p = mv) dan juga Energi Kinetik (EK = ½ mv 2 ). Kemudian animasi dimainkan, setelah melihat animasi diketahui bahwa dua benda dikatakan melakukan Tumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik, karena total massa dan kecepatan kedua benda sama, baik sebelum maupun setelah tumbukan. Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada Tumbukan lenting sempurna karena selama tumbukan tidak ada energi yang hilang.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

I. TUJUAN PEMBELAJARAN : - 6. IMPULS MOMENTUM

I. TUJUAN PEMBELAJARAN : - 6. IMPULS MOMENTUM

 Dalam kasus kereta dan air hujan, energi kinetik berkurang dan kemana hilangnya energi kinetik ini ? Energi kinetik ini hilang berubah menjadi panas. Bagaimana proses perubahan energi kinetik menjadi panas ? Anggap tetes air hujan seperti bola kecil pejal yang jatuh vertical. Bayangkan lantai gerbong pengangkut barang licin dan gerbong tidak mempunyai sisi samping.

12 Baca lebih lajut

BAB 4 ENERGI DAN MOMENTUM - 3 ENERGI DAN MOMENTUM

BAB 4 ENERGI DAN MOMENTUM - 3 ENERGI DAN MOMENTUM

Secara umum, energi potensial diartikan sebagai energi yang tersimpan dalam sebuah benda atau dalam suatu keadaan tertentu. Energi potensial, karena masih tersimpan, sehingga baru bermanfaat ketika berubah menjadi energi lain Misalnya pada air terjun, energi potensial diubah menjadi energi kinetik sehingga dapat menggerakan turbin yang kemudian akan digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

39 Baca lebih lajut

Analisis Kemampuan Rompi Anti Peluru yang Terbuat dari Komposit HGM - Epoxy dan Serat Karbon dalam Menyerap Energi Akibat Impak Peluru - ITS Repository

Analisis Kemampuan Rompi Anti Peluru yang Terbuat dari Komposit HGM - Epoxy dan Serat Karbon dalam Menyerap Energi Akibat Impak Peluru - ITS Repository

Pada penelitian ini dilakukan analisis rompi anti peluru yang terbuat dari komposit matrix epoxy dengan penguat hollow glass microsphere dan serat karbon melalui simulasi dengan metode finite element. Simulasi dilakukan sesuai dengan national institute of justice standard 0101.06 U.S. department of justice, dimana kecepatan awal peluru sebesar 426 m/s untuk kategori senjata kelas IIIA dan energi kinetik dari peluru sebesar 528,37 Joule. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan ketebalan rompi anti peluru hingga didapatkan ketebalan optimal. Setelah didapatkan ketebalan optimal dari rompi anti peluru, kemudian verifikasi dengan eksperimental akan dilakukan untuk memvalidasi hasil simulasi.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Energi total dilepaskan per fisi akan me

Energi total dilepaskan per fisi akan me

Semua energi dilepaskan, dengan pengecualian energi nuetrino yang diubah menjadi panas yang melewati beberapa proses. Hasil belah fisi bermuatan positif dan memiliki energi kinetik yang tinggi, menyebabkan ionisasi pada atom-atom sekitar. Dalam proses ionisasi ini, energi kinetik ditransfer ke atom-atom bahan material di sekitarnya dan menghasilkan kenaikan temperatur. Partikel beta dan sinar gamma juga menaikkan suhu sekitar melalui proses ionisasi. Sementara netron-netron hasil fisi berinteraksi dengan atom-atom material di sekitanya dan kehilangan energi lewat hamburan elastik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB 3   ENERGI DAN MOMENTUM

BAB 3 ENERGI DAN MOMENTUM

11. Dua buah bola bermassa sama saling bertumbukkan dengan tidak lenting sama sekali. Bola pertama kecepatannya 8 m/s dan bola kedua 4 m/s, dengan arah sama. Jika massa bola 2 kg, energy kinetik total sesudah dan sebelum tumbukan adalah

3 Baca lebih lajut

PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (Analisa Sistem Termal Boiler Furnace dan Kinerja Turbin Uap) - POLSRI REPOSITORY

PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (Analisa Sistem Termal Boiler Furnace dan Kinerja Turbin Uap) - POLSRI REPOSITORY

Parameter kinerja boiler, seperti efisiensi dan rasio penguapan, berkurang terhadap waktu disebabkan buruknya pembakaran, kotornya permukaan penukar panas dan buruknya operasi dan pemeliharaan. Bahkan untuk boiler yang baru sekalipun, alasan seperti buruknya kualitas bahan bakar dan kualitas air dapat mengakibatkan buruknya kinerja boiler. Neraca panas dapat membantu dalam mengidentifikasi kehilangan panas yang dapat atau tidak dapat dihindari. Uji efisiensi boiler dapat membantu dalam menemukan penyimpangan efisiensi boiler dari efisiensi terbaik dan target area permasalahan untuk tindakan perbaikan. Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir energi (UNEP, 2006). Gambar 17 menggambarkan secara grafis tentang bagaimana energi masuk dari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan menjadi aliran kehilangan panas dan energi. Panah tebal menunjukan jumlah energi yang dikandung dalam aliran masing-masing.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Membuat rumus energi kinetik dengan visu

Membuat rumus energi kinetik dengan visu

Untuk menghitung energi kinetik kita perlu mengamati komponen dari rumus energi kinetik tersebut. Rumus energi kinetik yang saya gunakan adalah rumus energi kinetik menggunakan dua kecepatan yang berbeda yaitu kecepatan awal dan kecepatan akhir. Dapat didemonstrasikan dengan sebuah benda yang mempunyai massa (m) kg bergerak dengan keceptan awal (Vo) m/s kemudian mengalami percepatan sehingga kecepatannya menjadi (Vt) m/s. Dari demonstrasi ini, kita dapat kita buat sebuah rumus untuk

19 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI UKURAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI KINCIR AIR SUDU DATAR

PENGARUH VARIASI UKURAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI KINCIR AIR SUDU DATAR

Kedua, berdasarkan perubahan momentum fluida kerjanya. Dalam hal ini, turbin air dapat dibagi atas dua tipe, yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Pada turbin impuls, semua energi potensial air pada turbin ini dirubah menjadi menjadi energi kinetis sebelum air masuk menyentuh sudu-sudu roda gerak oleh alat pengubah yang disebut nozzel. Yang termasuk jenis turbin ini antara lain turbin Pelton dan turbin cross-flow. Sedangkan, pada turbin reaksi, seluruh energi potensial dari air dirubah menjadi energi kinetis pada saat air melewati lengkungan sudu-sudu pengarah, dengan demikian putaran roda gerak disebabkan oleh perubahan momentum oleh air. Yang termasuk jenis turbin reaksi, diantaranya turbin Francis, turbin Kaplan, dan turbin Propeller.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan pemahaman belajar siswa mengenai usaha dan energi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas XII IPA SMA Kristen Sinar Kasih Sintang.

Peningkatan pemahaman belajar siswa mengenai usaha dan energi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas XII IPA SMA Kristen Sinar Kasih Sintang.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kristen Sinar Kasih Sintang pada tanggal 16 – 18 juli 2012. Peneliti memilih SMA Kristen Sinar Kasih sebagai tempat penelitian, karena pada bulan Juli peneliti sedang libur kuliah sehingga peneliti melakukan penelitian di Sintang yang merupakan tempat asal peneliti. Penelitian tidak mengikuti jam pelajaran dari sekolahnya, karena pada saat memulai penelitian sekolah belum efektif belajar. Minggu pertama masuk sekolah dilakukan peneliti untuk observasi sekolah dan kelas yang akan digunakan untuk penelitian serta siswanya. Penelitian baru dilakukan pada minggu ketiga setelah masuk, karena pada minggu kedua sekolah langsung libur menyambut bulan puasa. Penelitian dlakukan di luar jam pelajaran sekolah yang dibagi dalam 4 kali pertemuan. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, yaitu mengetahui peningkatan pemahaman siswa melalui metode pembelajaran aktif dangan tipe NHT maka diperlukan data yang menunjukkan pemahaman siswa sebelum dan setelah pembelajaran berlangsung. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah usaha dan energi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode kooperatif learning tipe NHT.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

Peningkatan pemahaman belajar siswa mengenai usaha dan energi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas XII IPA SMA Kristen Sinar Kasih Sintang

Peningkatan pemahaman belajar siswa mengenai usaha dan energi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas XII IPA SMA Kristen Sinar Kasih Sintang

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kristen Sinar Kasih Sintang pada tanggal 16 – 18 juli 2012. Peneliti memilih SMA Kristen Sinar Kasih sebagai tempat penelitian, karena pada bulan Juli peneliti sedang libur kuliah sehingga peneliti melakukan penelitian di Sintang yang merupakan tempat asal peneliti. Penelitian tidak mengikuti jam pelajaran dari sekolahnya, karena pada saat memulai penelitian sekolah belum efektif belajar. Minggu pertama masuk sekolah dilakukan peneliti untuk observasi sekolah dan kelas yang akan digunakan untuk penelitian serta siswanya. Penelitian baru dilakukan pada minggu ketiga setelah masuk, karena pada minggu kedua sekolah langsung libur menyambut bulan puasa. Penelitian dlakukan di luar jam pelajaran sekolah yang dibagi dalam 4 kali pertemuan. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, yaitu mengetahui peningkatan pemahaman siswa melalui metode pembelajaran aktif dangan tipe NHT maka diperlukan data yang menunjukkan pemahaman siswa sebelum dan setelah pembelajaran berlangsung. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah usaha dan energi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode kooperatif learning tipe NHT.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Karakteristik KERS E3 (Kinetik Energi Recoveri Sistem Evolusi 3) Sebagai Pengisi Energi Listrik Kendaraan Listrik Universitas Jember

Karakteristik KERS E3 (Kinetik Energi Recoveri Sistem Evolusi 3) Sebagai Pengisi Energi Listrik Kendaraan Listrik Universitas Jember

Pada sistem yang dibuat oleh Flybrid, komponen utama terdiri dari rodagila dan CVT (Continuously Variable Transmission) yang dipasang antara transmisi dan poros roda belakang. Jika mobil direm, CVT mempercepat putaran roda gila dengan perbandingan 6 : 1. Rodagila berputar lebih cepat dan menyimpan energi dari mesin yang tidak sepenuhnya digunakan untuk menjalankan mobil. Begitu gas digeber, CVT memperkecil rasio, dan giliran rodagila yang menyalurkan energinya ke transmisi untuk memperkuat traksi atau mempercepat akslerasi. Pada Flybrid, putaran roda gila untuk menyimpan energi mencapai 64.500 rpm[3]. Meski KERS Flybrid (perusahaan automotif) dinilai unggul untuk pembangkitan energi, beberapa ahli masih mengkhawatirkan masalah keamanan. Dikarenakan, putaran roda gila yang sangat tinggi, menyebabkan bearing (laher) cepat aus, rontok dan bisa menimbulkan pecahan logam. Pernyataan Flybrid mengemukakan bahwa masalah keamanan merupakan aspek pertama yang diperhitungkan. Karena itu pula, roda gila dibuat dari karbon dan ditaruh di dalam tabung baja yang kuat [4]
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TEORI KUANTUM RADIASI ELEKTROMAGNETIK DAN MATERI

TEORI KUANTUM RADIASI ELEKTROMAGNETIK DAN MATERI

Di dalam tabung vakum terdapat lempeng metal/logam (katoda) dan kolektor untuk muatan ( ) (anoda). Cahaya (sinar monokromatis) dengan suatu frekuensi tertentu menyinari permukaan logam yang disearahkan oleh celah melalui jendela Quartz. Bila cahaya memiliki sinar energi yang cukup (E=hf), maka fotoelektron akan dikeluarkan dari permukaan logam, fotoelektron akan ditarik oleh anoda yang mempunyai potensial positif sebesar V terhadap katoda. Sehingga pada rangkaian luar terjadi arus elektrik yang diukur dengan Ammeter A sebesar i p

44 Baca lebih lajut

Energi Kinetik dan Energi Potensial

Energi Kinetik dan Energi Potensial

Dalam kehidupan sehari-hari semua aktivitas yang kita lakukan selalu memerlukan energi. Jika anda bekerja tanpa henti lama-lama anda akan kehabisan energi, maka anda butuh istirahat dan makan untuk memulihkan energi. Untuk meringankan pekerjaan anda, anda butuh tambahan energi lain, misalnya anda sedang mengangkat beban yang berat, maka anda butuh alat pengangkut beban, misalnya mobil. Dan mobil dapat mengangkut dan melaju dijalan raya juga butuh energi berbentuk bahan bakar yang mengandung energi kimia. Jadi dapat dikatakan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Dan energi secara umum justru bermanfaat ketika terjadi perubahan bentuk. Dalam pengamatan sehari-hari energi muncul dalam berbagai bentuk, misalnya: energi kimia, energi listrik, energi nuklir, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

MODUL 4 KEKEKALAN ENERGI MEKANIK Asisten

MODUL 4 KEKEKALAN ENERGI MEKANIK Asisten

Contoh aplikasi kekekalan energi pada kehidapan sehari - hari yaitu locat indah pada cabang olahraga renang. Saat peloncat melocati papan loncatan dan berada di puncak maka terdapat energi potensial gravitasi. Pada saat peloncat sudah mulai terjuan dan melakukan jungkir balik maka terdapat energi kinetik translasi dan rotasi.

14 Baca lebih lajut

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan

Secara harfiah memang kita melihat dan merasakan banyak wujud dan jenis benda yang diciptakan Allah SWT. Dibalik itu banyak juga yang tidak tampak dan berupa sifat atau potensi, antara lain seperti energi yang disediakan untuk manusia. Energi itu termasuk suhu dan kalor.

12 Baca lebih lajut

BAB 6 KERJA DAN ENERGI

BAB 6 KERJA DAN ENERGI

Dalam alam ini tidak ada energi yang diciptakan maupun hilang, tetapi berubah dari satu bentuk ke bentuk lainDengan demikian kalau ada suatu bentuk energi hilang maka harus ada energi bentuk lain yang timbul dimana besarnya harus sama dengan energi yang hilang.

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Energi Angin - Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 0012 Dan Analisa Perbandingan Efisiensi Menggunakan Variasi Jumlah Sudu Dan Sudut Pitch

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Energi Angin - Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 0012 Dan Analisa Perbandingan Efisiensi Menggunakan Variasi Jumlah Sudu Dan Sudut Pitch

dari 7 m/s pada ketinggian 10 m). Berdasarkan data kecepatan angin di berbagai wilayah, sumberdaya energi angin Indonesia berkisar antara 2,5 – 5,5 m/s pada ketinggian 24 meter di atas permukaan tanah. Dengan kecepatan tersebut sumberdaya energi angin Indonesia termasuk dalam kategori kecepatan angin kelas rendah hingga menengah. Secara keseluruhan, potensi energi angin Indonesia diperkirakan mencapai 9.290 MW. Wilayah yang mempunyai potensi angin cukup besar adalah Nusa Tenggara, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Saat ini pemanfaatan energi angin untuk pembangkit listrik masih terbatas pada pilot projects dengan kapasitas terpasang sekitar 500 kW. Berdasarkan data kecepatan angin Indonesia yang relatif rendah, aplikasi tenaga angin Indonesia sesuai untuk pengembangan dengan skema Pembangkit Skala Kecil tersebar dengan kapasitas maksimum sekitar 100 kW per turbin (Indonesia Energy Outlook, 2010).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...