Eritrosit (Sel Darah Merah

Top PDF Eritrosit (Sel Darah Merah:

EFEK JUS TERUNG PIRUS (Cyphomandra betacea Sendtn.) TERHADAP JUMLAH SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) DAN NILAI HEMATOKRIT PADA MENCIT PUTIH JANTAN ABSTRACT

EFEK JUS TERUNG PIRUS (Cyphomandra betacea Sendtn.) TERHADAP JUMLAH SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) DAN NILAI HEMATOKRIT PADA MENCIT PUTIH JANTAN ABSTRACT

Kata kunci : Jus terung pirus, eritrosit, hematologi PENDAHULUAN Anemia merupakan kelainan hematologi yang paling sering dijumpai baik di klinik maupun lapangan (Bakta, 2006). Anemia adalah berkurangnya kadar eritrosit (sel darah merah) dan kadar hemoglobin (Hb) dalam setiap milimeter kubik darah dalam tubuh manusia. Hampir semua gangguan pada sistem peredaran darah disertai dengan anemia yang ditandai dengan warna kepucatan pada tubuh, penurunan kerja fisik, penurunan daya tahan tubuh. Penyebab anemia bermacam- macam diantaranya adalah anemia defisiensi zat besi (Ganong, 2000).
Show more

11 Read more

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sel Darah Merah - Sistem Untuk Mengklasifikasikan Bentuk Sel Darah Merah Normal Dan Abnormal Dengan Metode Self-Organizing Map (SOM)

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sel Darah Merah - Sistem Untuk Mengklasifikasikan Bentuk Sel Darah Merah Normal Dan Abnormal Dengan Metode Self-Organizing Map (SOM)

Sel yang paling banyak di dalam selaput darah adalah sel darah merah atau juga dikenal dengan eritrosit. Sel darah merah berbentuk cakram bikonkaf dengan diameter sekitar 7,5 mikron, tebal bagian tepi 2 mikron dan bagian tengahnya 1 mikron atau kurang, tersusun atas membran yang sangat tipis sehingga sangat mudah terjadi diffusi oksigen, karbondioksida dan sitoplasma, tetapi tidak mempunyai inti sel (Tarwoto & Wartonah, 2008). Dilihat dari samping, eritrosit nampak seperti cakram atau bikonkaf dengan sentral akromia kira- kira ⅓ - ½ diameter sel (Warni, 2009).
Show more

9 Read more

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi utama dari sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit,

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi utama dari sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit,

mampu (non-viable), tetapi alasan yang tepat mengapa sel darah merah mati tidak jelas. Sel darah merah pecah membebaskan besi untuk sirkulasi melalui transferin plasma ke eritroblas sumsum, dan protoporfirin yang dipecah menjadi bilirubin. Bilirubin beredar ke hati dimana ia dikonjugasikan dengan glukoronida yang dieksresi ke dalam usus melalui empedu dan dikonversi menjadi sterkobilinogen dan sterkobilin (diekskresi dalam feses). Sterkobilinogen dan sterkobilin sebagaian diserap kembali (reabsorpsi) dan diekskresi dalam urin sebagai urobilinogen dan urobilin. Fraksi kecil protoporfirin dikonversi menjadi karbon monoksida (CO) dan diekskresi melalui paru-paru. Rantai globin dipecah menjadi asam amino yang dipakai kembali (reutilisasi) untuk sintesis protein umum dalam tubuh. Hemolisis intravaskular (pemecahan sel darah merah di dalam pembuluh darah) memainkan peranan sedikit atau tidak sama sekali pada penghancuran sel darah merah.
Show more

23 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berjumlah sekitar 55% dari volume darah, sedangkan sel darah merupakan. 1. Sel darah merah atau eritrosit (99%)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berjumlah sekitar 55% dari volume darah, sedangkan sel darah merupakan. 1. Sel darah merah atau eritrosit (99%)

Prinsip yang digunakan adalah pendaran cahaya yang terjadi ketika sel mengalir melewati celah dan berkas cahaya yang difokuskan ke sensing area yang ada pada aperture tersebut. Apabila cahaya mengenai sel, maka cahaya akan dihamburkan, dipantulkan, atau dibiaskan ke semua arah. Kemudian hamburan cahaya yang mengenai sel akan ditangkap oleh detektor yang ada pada sudut- sudut tertentu sehingga menimbulkan pulsa. Pulsa cahaya yang berasal dari hamburan cahaya, inensitas warna, atau fluoresensi, akan diubah menjadi pulsa listrik. Pulsa ini dipakai untuk menghitung jumlah, ukuran, maupun inti sel yang merupakan ciri dari masing-masing sel. Hamburan cahaya dengan arah lurus (forward scettered light) mendeteksi volume dan ukuran sel. Sedangkan cahaya yang dihamburkan dengan sudut 90º menunjukkan informasi dari isi granula sitoplasma. Pada metode ini juga dapat dilakukan pewarnaan dengan cara menambahkan pewarna pada reagen. Sel yang telah diberi pewarna akan memberikan pendaran cahaya yang berbeda-beda, sehingga akan lebih banyak informasi untuk mendeteksi atau mendeteksi berbagai jenis sel (Mengko R,2013)
Show more

15 Read more

PENGARUH TINGKAT INTENSITAS GELOMBANG ULTRASONIK TERHADAP JUMLAH SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) DAN SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) PADA MENCIT

PENGARUH TINGKAT INTENSITAS GELOMBANG ULTRASONIK TERHADAP JUMLAH SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) DAN SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) PADA MENCIT

Eritrosit memiliki bentuk cakram bikonkaf yang tidak berinti. Diameter kira- kira 7,8 mikrometer dengan ketebalan pada bagian yang paling tebal 2,5 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau ku- rang. Komponen utama sel darah merah ada- lah protein hemoglobin (Hb). Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen dari pa- ru-paru kejaringan. Selain mengangkut oksi- gen, eritrosit juga mempunyai fungsi lain yaitu mengkatalisis reaksi antara karbon di- oksida dan air. Hemoglobin yang terdapat sel dalam sel juga merupakan daparasam-basa (seperti juga pada kebanyakan protein), se- hingga sel darah merah bertanggungjawab untuk sebagian besar daya pendaparan se- luruh darah (Guyton, 2006).
Show more

8 Read more

Penentuan Morfologi Sel Darah Merah (eritrosit) Berbasis Pengolahan Citra dan Jaringan Syaraf Tiruan

Penentuan Morfologi Sel Darah Merah (eritrosit) Berbasis Pengolahan Citra dan Jaringan Syaraf Tiruan

liketahui bahwa keakuratan sistem untuk citra normal dimana hasil ekstraksi cirinya tidak disimpan sebagai pola data referensi (citra latih) adalah :. Yo keakumtan = ( [r]

11 Read more

Analisis Plasmodium Malaria dalam Sel Darah Merah (Eritrosit) melalui Segmentasi Warna dan Deteksi Tepi Sobel

Analisis Plasmodium Malaria dalam Sel Darah Merah (Eritrosit) melalui Segmentasi Warna dan Deteksi Tepi Sobel

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Plasmodium malaria diproses segmentasi warna ditandai dengan warna hitam (0), sedangkan citra yang bukan plasmodium malaria atau eritrosit ditandai dengan warna putih (255). Dengan menggunakan deteksi tepi sobel terlihat adanya penebalan garis tepi antara plasmodium malaria dengan yang bukan plasmodium malaria. (2) Persentase luas piksel plasmodium dalam eritrosit untuk masing-masing sediaan darah tipis (Dti) secara berurutan adalah 4,6 %; 2,3 %; 2,7 %; 2,7 %, sediaan darah tebal (DTe) 3,5 %; 8,8 %; 4,1 %; 3,5 %, dan penggunaan mikroskop cahaya 1,1 %. (3)
Show more

14 Read more

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Anemia adalah Kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit)

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Anemia adalah Kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit)

2.5 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil pada Kejadian Anemia Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan insidennya yang tinggi dan komplikasi yang dapat timbul[r]

16 Read more

Efek Berbagai Dosis Radiasi Terhadap Fragilitas Eritrosit Dan Kadar Kalium Pada Produk Sel Darah Merah Pekat

Efek Berbagai Dosis Radiasi Terhadap Fragilitas Eritrosit Dan Kadar Kalium Pada Produk Sel Darah Merah Pekat

Salah satu reaksi transfusi lambat yang bersifat fatal adalah TA GVHD (Transfusion Associated Graft Versus Host Disease). Kejadian TA GVHD pada pasien immunocompromised diperkirakan sebesar 0,1- 1,0% dengan angka kematian sekitar 80- 90%. 7 Upaya radiasi komponen darah seluler saat ini merupakan cara yang paling efisien dan dapat diandalkan untuk mencegah TA-GVHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek berbagai dosis radiasi terhadap sel darah merah selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik pada 54 sediaan sel darah merah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sediaan sel darah merah dibagi menjadi 4 grup, yaitu grup yang mendapat dosis 2500,3000,5000 cGy dan kontrol. Dilakukan pengujian OFT dan kadar kalium pada hari pertama, ketiga dan kelima penyimpanan. Terjadi peningkatan kadar kalium yang bermakna secara statistik mulai dari hari pertama setelah dilakukan radiasi pada semua dosis. Tidak ditemukan perbedaan bermakna ketahanan membran sel darah merah terhadap semua dosis radiasi selama penyimpanan sampai hari kelima. Radiasi pada dosis 2500-5000 cGy dapat menyebabkan peningkatan kadar kalium dan tidak menyebabkan perubahan fragilitas sel darah merah yang disimpan selama 5 hari setelah radiasi. Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai mutu sediaan sel darah merah selama penyimpanan setelah dilakukan radiasi seperti melihat tingkat hemolisis (hemolisis rate).
Show more

6 Read more

Efek Berbagai Dosis Radiasi Terhadap Fragilitas Eritrosit dan Kadar Kalium pada Produk Sel Darah Merah Pekat

Efek Berbagai Dosis Radiasi Terhadap Fragilitas Eritrosit dan Kadar Kalium pada Produk Sel Darah Merah Pekat

Salah satu reaksi transfusi lambat yang bersifat fatal adalah TA GVHD (Transfusion Associated Graft Versus Host Disease). Kejadian TA GVHD pada pasien immunocompromised diperkirakan sebesar 0,1- 1,0% dengan angka kematian sekitar 80- 90%. 7 Upaya radiasi komponen darah seluler saat ini merupakan cara yang paling efisien dan dapat diandalkan untuk mencegah TA-GVHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek berbagai dosis radiasi terhadap sel darah merah selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik pada 54 sediaan sel darah merah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sediaan sel darah merah dibagi menjadi 4 grup, yaitu grup yang mendapat dosis 2500,3000,5000 cGy dan kontrol. Dilakukan pengujian OFT dan kadar kalium pada hari pertama, ketiga dan kelima penyimpanan. Terjadi peningkatan kadar kalium yang bermakna secara statistik mulai dari hari pertama setelah dilakukan radiasi pada semua dosis. Tidak ditemukan perbedaan bermakna ketahanan membran sel darah merah terhadap semua dosis radiasi selama penyimpanan sampai hari kelima. Radiasi pada dosis 2500-5000 cGy dapat menyebabkan peningkatan kadar kalium dan tidak menyebabkan perubahan fragilitas sel darah merah yang disimpan selama 5 hari setelah radiasi. Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai mutu sediaan sel darah merah selama penyimpanan setelah dilakukan radiasi seperti melihat tingkat hemolisis (hemolisis rate).
Show more

6 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. darah dan sel darah. Sel darah terdiri atas tiga jenis yaitu eritrosit, leukosit dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. darah dan sel darah. Sel darah terdiri atas tiga jenis yaitu eritrosit, leukosit dan

Sel darah merah atau eritrosit adalah, dilihat secara mikroskopik, merupakan piringan bikonkaf tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8 mikron, tebalnya 2 mikron pada perimeter sebelah luarnya dan berkurang menjadi 1 mikron atau kurang di tengah-tengahnya. Karena sel itu lunak dan lentur, maka dalam perjalanannya melalui mikro sirkulasi konfigurasinya berubah. Stroma bagian luar yang mengandung protein terdiri dari antigen kelompok A dan B serta faktor Rh yang menentukan golongan seseorang. Komponen utama sel darah merah adalah protein hemoglobin (Hb) yang mengangkut oksigen dan karbondioksida dan mempertahankan PH normal melalui serangkaian dasar intrasel. Molekul-molekul Hb terdiri dari dua pasang rantai polipeptida (globulin) dan empat gugus hem, masing-masing mengandung atom besi. Konfigurasi ini memungkinkan pertukaran gas dengan sempurna. Jumlah sel darah merah pada orang dewasa kira-kira
Show more

9 Read more

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA STRUKTUR SEL DARAH MERAH DAN KONSENTRASI SEL-SEL DARAH MERAH

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA STRUKTUR SEL DARAH MERAH DAN KONSENTRASI SEL-SEL DARAH MERAH

Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup. Dalam keadaan fisiologik, darah selalu ada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai: pembawa oksigen, mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan mekanisme hemostatis. Darah terdiri atas dua komponen utama yaitu plasma darah yang merupakan bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah, sedangkankan butir darah terdiri atas eritrosit, leukosit dan trombosit.

21 Read more

Gambaran Jumlah Sel Darah Merah, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit, dan Indeks Eritrosit pada Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) Betina

Gambaran Jumlah Sel Darah Merah, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit, dan Indeks Eritrosit pada Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) Betina

Pembacaan nilai hematokrit atau PCV dilakukan menggunakan International Micro Capillary Reader. Tabung mikro kapiler yang digunakan adalah tabung mikro dengan panjang 7 cm dan diameter 0,1 mm. Darah dimasukkan dalam tabung mikro kapiler dengan cara menempelkan bagian ujungnya pada sampel darah dengan posisi mendatar atau sedikit ke bawah. Bagian tabung mikro kapiler diisi darah hingga 70 sampai 90% dari panjang tabung mikro kapiler. Tabung mikro kapiler kemudian dipegang secara horizontal untuk mencegah darah menetes keluar. Setelah itu, bagian ujung tabung mikro kapiler disumbat dengan penyumbat agar darah tidak keluar. Tabung mikro kapiler kemudian disentrifugasi selama 5 menit dengan kecepatan 10.000 rpm dengan bagian yang tak tersumbat mengarah ke pusat sentrifuse. Hasil sentrifugasi akan terlihat tiga lapisan yang terbentuk yaitu sel darah merah dibagian dasar yang memadat, lapisan tipis seperti pita putih yang merupakan buffycoat yang tersusun atas leukosit dan trombosit, dan lapisan paling atas berwarna bening merupakan plasma yang terpisah dari benda-benda darah. Tabung mikro kapiler yang telah disentrifugasi kemudian dibaca dengan menggunakan alat international micro capillary reader (Theml et al. 2004).
Show more

84 Read more

GAMBARAN JUMLAH SEL DARAH MERAH, KADAR HEMOGLOBIN, NILAI HEMATOKRIT, DAN INDEKS ERITROSIT PADA KERBAU LUMPUR (Bubalus bubalis) BETINA

GAMBARAN JUMLAH SEL DARAH MERAH, KADAR HEMOGLOBIN, NILAI HEMATOKRIT, DAN INDEKS ERITROSIT PADA KERBAU LUMPUR (Bubalus bubalis) BETINA

ternak herbivora nonsapi secara optimal, salah satu diantaranya ialah ternak kerbau maka hal ini dapat menunjang ketahanan pangan hewan di Indonesia. Program swasembada daging sapi dan kerbau (PSDSK) 2014 oleh pemerintah juga akan semakin mudah terlaksana. Kerbau akan menjadi penopang yang potensial untuk memproduksi pangan dan sebagai sumber energi. Suhubdy (2011) berpendapat bahwa optimalisasi peran serta ternak herbivora nonsapi pada masa mendatang tidak saja mempercepat swasembada daging tetapi turut mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa dari sektor peternakan. Salah satu upaya untuk mempertahankan dan memperbaiki jumlah populasi kerbau adalah dengan memperhatikan kondisi kesehatan ternak kerbau agar produktivitas kerbau menjadi optimal. Pemeriksaan darah lengkap sering dilakukan untuk mengetahui status kesehatan hewan. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk menunjang diagnosa terhadap suatu penyakit dan untuk melihat adanya respon tubuh terhadap suatu penyakit infeksi.
Show more

47 Read more

Analisis Jumlah Sel Eritrosit Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Strain Wistar Sebelum dan Setelah Perlakuan Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus)

Analisis Jumlah Sel Eritrosit Darah Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Strain Wistar Sebelum dan Setelah Perlakuan Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus)

Zat besi diperlukan sebagai suatu komponen dari hemoglobin dalam sel darah merah (eritrosit). Zat besi juga ditemukan dalam otot sebagai myoglobin, dalam serum sebagai transferen, dalam plasenta sebagai uteroferin, dan dalam hati sebagai feritrin dan haemosiderin. Zat besi juga mempunyai peranan penting dalam tubuh sebagai suatu unsur pokok dari sejumlah enzim metabolisme (Broek et al., 2000). Masukan zat besi setiap hari diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja, air kencing dan kulit. Kehilangan basal ini kira-kira 14 mg/kg BB/hari atau hampir sama dengan 0,9 mg zat besi pada laki-laki dewasa dan 0,8 mg bagi wanita dewasa (Munker, 2007; Ardian, 2010).
Show more

6 Read more

Analisa Metode Radial Basis Function Jaringan Saraf Tiruan untuk Penentuan Morfologi Sel Darah Merah (Eritrosit) Berbasis Pengolahan Citra

Analisa Metode Radial Basis Function Jaringan Saraf Tiruan untuk Penentuan Morfologi Sel Darah Merah (Eritrosit) Berbasis Pengolahan Citra

Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) 2012 http://fortei2012.ui.ac.id Abstrak —Sekarang ini tes hematologi atau tes darah merupakan suatu pemeriksaan yang penting untuk mendiagnosa kondisi medis pasien. Tes ini meliputi pemeriksaan jumlah, bentuk dan morfologi sel darah yang hingga saat ini umumnya masih dikerjakan secara manual. Pemeriksaan dengan cara manual ini sudah pasti memiliki tingkat ketelitian dan keakuratan yang rendah karena dilakukan oleh para dokter atau petugas laboratorium kesehatan yang secara manusiawi memiliki kemungkinan tingkat perbedaan identifikasi. Masalah kekurangan pada pemeriksaan hematologi secara manual ini dapat diatasi dengan menciptakan suatu sistem cerdas otomatis dengan bantuan komputer menggunakan jaringan syaraf tiruan. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap jaringan syaraf tiruan menggunakan metode Radial Basis Function untuk menentukan morfologi sel darah merah (eritrosit). Data citra eritrosit normal dan abnormal berasal dari Lembaga Penelitian ABX dari Montpeller Perancis berjumlah 175 sampel. Citra eritrosit tersebut akan diolah melalui proses akuisisi citra, grayscale, deteksi tepi dan ekstraksi ciri untuk menghasilkan input bagi jaringan syaraf tiruan Radial Basis Function. Penentuan morfologi
Show more

5 Read more

PENCACAH SEL DARAH MERAH MENGGUNAKAN METODE MORFOLOGI

PENCACAH SEL DARAH MERAH MENGGUNAKAN METODE MORFOLOGI

Sel darah merah (eritrosit) adalah jenis sel darah merah yang paling banyak jumlahnya dan berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kepingan sel darah ini memiliki diameter sekitar 6-8μ m dan ketebalan 2 μ m, lebih kecil daripada sel - sel darah yang lain. Pada bagian dalam sel darah merah terdapat hemoglobin, yaitu sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen juga memberikan warna merah.Gambar 1 adalah salah satu bentuk sel darah merah.
Show more

6 Read more

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. darah merah (eritrosit) di dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin ibu hamil< 11

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. darah merah (eritrosit) di dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin ibu hamil< 11

Tablet zat besi bagi ibu hamil adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot). Zat besi juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh. Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata 800-1000 mg. kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta, serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin. Kurang lebih 200 mg lebih akan diekskresikan lewat usus, urin dan kulit. (Tarwoto & Wasnidar, 2007)
Show more

26 Read more

Penentuan Jenis Muatan Sel Darah Merah melalui Metode Dielektroporesis

Penentuan Jenis Muatan Sel Darah Merah melalui Metode Dielektroporesis

Darah merupakan cairan heterogen yang mengandung suspensi sel-sel darah yaitu eritrosit, leukosit, dan trombosit, di dalam cairan plasma yang tersusun atas air, protein, ion-ion dan mineral (Irawati, 2010). Pola protein dapat digunakan untuk membedakan spesies, populasi secara tepat apabila tidak dapat menggunakan pengamatan melalui morfologis saja. Fenomena ini pula yang menyebabkan metode elektroforesis banyak dilakukan untuk pengamatan taksonomi, sistematik dan genetik serta untuk mengindentifikasi spesies hewan maupun tumbuhan (Pratiwi, 2001). Sel darah secara umum berkaitan dengan transportasi komponen di dalam tubuh seperti nutrisi, oksigen, karbondioksida, metabolisme, hormon dan kelenjar endokrin, panas dan imun tubuh (Dutta, Beskok, dan Warburton, 2013). Penelitian sebelumnya, dilakukan perlakuan sel biologis oleh dua elektroda bertegangan listrik, telah ditemukan bahwa sel biologis dapat dipengaruhi medan listrik (Rizka, 2007). Hal tersebut sama dengan penelitian Abidin, Baik, dan Hafifudin (2008) yang menyatakan bahwa semakin besar medan listrik yang diberikan maka semakin banyak sel yang berpindah. Kecepatan sel yang bergerak dalam medan disebut sebagai kecepatan hanyut (drift velocity), nilai kecepatan hanyut sebanding dengan kuat medan listrik dan konstanta mobilitas sel (Nur dkk., 2012), Metode yang dipakai dalam penelitian lain adalah metoda dielektroforesis, yakni pemisahan muatan menggunakan dielektroda (Azam dkk, 2010). Gaya dielektroforesis terjadi ketika sel darah merah ayam berada dalam medan tak seragam akan menyebabkan terjadinya polarisasi (pemisahan muatan) dalam sel. Interaksi momen dipol listrik induksi dengan medan listrik menimbulkan sebuah gaya dorong pada sel yang sebanding dengan gradien medan listrik kuadrat (Azam dan Arif, 2002).
Show more

7 Read more

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI KELAINAN MORFOLOGI SEL DARAH MERAH

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI KELAINAN MORFOLOGI SEL DARAH MERAH

Krenasi sel adalah eritrosit yang kelihatan dengan dinding “bergerigi” karena adanya tonjolan-tonjolan sitoplasma yang tumpul dan tersebar merata di permukaan sel, umumnya terjadi karena kesalahan teknik dalam pembuatan sediaan apusan. Sel seperti ini merupakan artefak, dapat dijumpai dalam sediaan apus darah tepi yang telah disimpan 1 malam pada suhu 20°C atau eritrosit yang berasal dari “washed packed cell”.

16 Read more

Show all 10000 documents...