Estimasi arah kedatangan sinyal

Top PDF Estimasi arah kedatangan sinyal:

APLIKASI COMPRESSIVE SENSING UNTUK ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL PROPOSAL DISERTASI

APLIKASI COMPRESSIVE SENSING UNTUK ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL PROPOSAL DISERTASI

Proposal ini berisi tentang rencana penelitian penggunaan teknik compressive sensing untuk pengurangan sinyal pada skema estimasi arah kedatangan sinyal. Algoritma penentuan arah sinyal klasik secara umum terdiri dari dua skema besar yaitu skema yang berbasis maximum likelihood (Delay and Sum dan Capon) dan skema berbasis sub-space (MUSIC dan ESPRIT). Pada perkembangannya, algoritma yang berbasis sub-space memperoleh perhatian yang besar di kalangan peneliti karena kemampuan mendeteksi beberapa sumber sekaligus dengan resolusi pemisahan yang tinggi. Meski memiliki keunggulan ini, algoritma estimasi arah kedatangan berbasis sub-space memiliki permasalahan komputasi berat yang antara lain disebabkan karena proses perhitungan matriks kovariansi, analisis eigen dan exhaustive search pada arah kedatangan. Evolusi dan modifikasi pada algoritma berbasis sub-space umumnya berupa modifikasi pada penyederhanaan komputasi pada sisi penyederhaan dan transformasi nilai eigen dari kompleks ke real. Modifikasi ini kemudian dituangkan dalam algoritma baru seperti Root-MUSIC, Unitary MUSIC, Beamspace-MUSIC, Unitary ESPRIT, dan Beamspace ESPRIT. Perkembangan pada bidang compressive sensing membuka arah yang berbeda dalam penyederhanaan skema yaitu dengan cara pengurangan sampel. Terdapat tiga jenis teknik popular dalam teknik compressive sensing untuk estimasi arah kedatangan sinyal, yaitu teknik sparsitas waktu, sparsitas spasial, dan sparsitas sudut. Teknik sparsitas sudut menjadi fokus dalam penelitian ini karena teknik ini dapat mengestimasi arah kedatangan sinyal dengan satu sampel saja. Meski demikian, masih terdapat kekurangan dari skema ini, yaitu sensitif terhadap noise. Perbaikan yang diusulkan adalah memperluas algoritma ini agar dapat mengakomodasi multi-snap sampel. Hasil simulasi awal menunjukkan perbaikan akurasi estimasi pada lingkungan dengan SNR kurang dari 5 dB. Pengembangan lainnya adalah penanganan hasil estimasi yang jauh menyimpang (outliers) untuk meningkatkan akurasi lebih tinggi lagi.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

NON-EXHAUSTIVE SEARCH DENGAN TAIL-SCAN PADA ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL BERBASIS REKONSTRUKSI SPARSE

NON-EXHAUSTIVE SEARCH DENGAN TAIL-SCAN PADA ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL BERBASIS REKONSTRUKSI SPARSE

Secara umum, terdapat tiga kategori besar dalam pemanfaatan compressive sensing untuk estimasi arah kedatangan sinyal: skema sparsitas waktu, skema sparsitas ruang, dan skema sparsitas sudut. Sparsitas waktu mengambil asumsi bahwa sinyal yang diterima sensor bersifat sparse secara sampel per sampel. Mengambil asumsi ini, maka pengurangan sampel dilakukan dalam ranah waktu. Penelitian yang memanfaatkan skema ini antara lain adalah Wang dkk. (2009). Di sisi lain, skema sparsitas ruang mengambil asumsi bahwa sinyal yang diterima suatu sensor adalah sama dengan sinyal yang diterima oleh sensor yang lain dengan perbedaan pada fasa. Dengan asumsi ini, maka jumlah sensor dapat dikurangi sampai menjadi sebanyak sinyal yang diterima. Pengurangan jumlah sensor berarti juga mengurangi jumlah sampel yang diterima. Penelitian yang memanfaatkan skema ini antara lain adalah Gurbuz dan McClellan (2008), dan Jouny (2011). Skema sparsitas sudut mengambil asumsi bahwa sinyal yang datang hanya pada sudut-sudut tertentu. Dengan asumsi ini, maka algoritma estimasi arah kedatangan dilakukan dengan mencari spektral tak nol pada matrik sinyal penerima yang disusun terdiri dari semua sudut arah kedatangan yang dipindai. Penelitian yang menggunakan skema ini antara lain adalah Gorodnitsky dan Rao (1997) dan Stoica dkk. (2011).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Sinyal dengan Metode Propagator - Direction of Arrival Estimation Simulation Using Propagator Method.

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Sinyal dengan Metode Propagator - Direction of Arrival Estimation Simulation Using Propagator Method.

Pada Tugas Akhir ini dibuat sebuah simulasi dari estimasi arah kedatangan sinyal dengan metode propagator. Algoritma ini lebih sederhana apabila dibandingkan dengan algoritma MUSIC dan ESPRIT. Pada Tugas Akhir ini digunakan 2 buah Uniform Linear Array (ULA) sensor yang disusun secara paralel. Dari konfigurasi ini dibentuk 3 sub ULA yang diberi nama X, Y dan Z. Solusi propagator dapat dicari dengan menggunakan Sample Covariance Matrix (SCM) dari keluaran pada masing-masing sub ULA. Estimasi sudut elevasi dan azimuth dari sumber sinyal dapat dilakukan dengan menggunakan Eigenvalue Factorization dari partisi solusi propagator yang sesuai.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Sinyal Menggunakan Algoritma L1-SVD Yang Dimodifikasi Berdasarkan Subruang Noise.

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Sinyal Menggunakan Algoritma L1-SVD Yang Dimodifikasi Berdasarkan Subruang Noise.

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala berkat, perlindungan, dan kemurahan-Nya selama pengerjaan Tugas Akhir ini hingga akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas Akhir yang berjudul “Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Sinyal Menggunakan

22 Baca lebih lajut

NON-EXHAUSTIVE SEARCH DENGAN TAIL-SCAN PADA ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL BERBASIS REKONSTRUKSI SPARSE

NON-EXHAUSTIVE SEARCH DENGAN TAIL-SCAN PADA ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SINYAL BERBASIS REKONSTRUKSI SPARSE

Teknik compressive sensing untuk estimasi arah kedatangan sinyal memperoleh perhatian yang besar pada dekade saat ini. Meski pun CS mulai dianggap sebagai bidang ilmu yang cukup matang pada pertengahan tahun 2000an (Donoho (2006), Candes dan Wakin (2006), Baraniuk (2007)), teknik yang mendasarinya telah berkembang lebih dahulu, seperti matching pursuit (Mallat dan Zhang (1993)), basis pursuit Chen dkk. (2001), algoritma greedy (Tropp (2004)) maupun wavelet. Penerapan teknik CS telah dilakukan pada berbagai bidang, antara lain: kompresi data (Candes dan Wakin (2006), Wahidah dan Suksmono (2010)), channel coding (Candes dan Wakin (2006)), MRI imaging (Swastika dan Haneishi (2012)), wireless channel estimation (Hayasi dkk. (2013)).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

TEKNIK PENGINDERAAN KOMPRESIF UNTUK ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SUDUT

TEKNIK PENGINDERAAN KOMPRESIF UNTUK ESTIMASI ARAH KEDATANGAN SUDUT

Teknik compressive sensing untuk estimasi arah kedatangan sinyal memperoleh perhatian yang besar pada dekade saat ini. Meski pun CS mulai dianggap sebagai bidang ilmu yang cukup matang pada pertengahan tahun 2000an (Donoho (2006), Candes dan Wakin (2008), Baraniuk (2007)), teknik yang mendasarinya telah berkembang lebih dahulu, seperti matching pursuit (Mallat dan Zhang (1993)), basis pursuit Chen dkk. (2001), algoritma greedy (Tropp (2004)) maupun wavelet. Penerapan teknik CS telah dilakukan pada berbagai bidang, antara lain: kompresi data (Candes dan Wakin (2008), Wahidah dan Suksmono (2010)), channel coding (Candes dan Wakin (2008)), MRI imaging (Swastika dan Haneishi (2012)), wireless channel estimation (Hayasi dkk. (2013)).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Estimasi Arah Kedatangan Sumber Jamak Menggunakan Bayesian Predictive Densities.

Estimasi Arah Kedatangan Sumber Jamak Menggunakan Bayesian Predictive Densities.

Perkembangan dunia teknologi yang sangat pesat memungkinkan sensor array sebagai suatu penerima pasif untuk mendeteksi lokasi dari suatu sumber di medan jauh, hal ini sangat berguna dalam dunia telekomunikasi maupun hal-hal yang menyangkut navigasi. Untuk estimasi lokasi pada medan jauh, parameter yang perlu diketahui adalah sudut arah kedatangan / DOA (Directions Of Arrival). Pendekatan dari Bayesian predictive densities (BPD) dapat diimplementasikan sebagai suatu algoritma yang digunakan untuk mendapatkan perkiraan mengenai sudut arah kedatangan/ DOA (Directions Of Arrival) suatu sumber terhadap sensor array penerima dalam medan jauh. Berdasarkan sinyal yang diterima oleh sensor array tersebut, maka posisi sumber yang diwakili oleh DOA sumber sinyal dapat diketahui.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Dua Dimensi Sinyal Menggunakan Metode Propagator dengan Dua Sensor Array Paralel.

Simulasi Estimasi Arah Kedatangan Dua Dimensi Sinyal Menggunakan Metode Propagator dengan Dua Sensor Array Paralel.

� ⁄ 4 meter (J=200, SNR=20 dB, N=10), dan jumlah sensor (2N+1) dengan nilai N lebih besar dari 6 (J=200, SNR=20 dB, d= � ⁄ 2 meter). Algoritma yang telah direalisasikan juga dapat digunakan untuk kedatangan sinyal dengan arah yang berbeda-beda.

18 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE SEBAGAI CONTROL COMMANDS PENGATURAN KECEPATAN GERAK KURSI RODA DENGAN METODA PID CONTROLLER

PENGEMBANGAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE SEBAGAI CONTROL COMMANDS PENGATURAN KECEPATAN GERAK KURSI RODA DENGAN METODA PID CONTROLLER

Belakangan ini telah dilakukan berbagai penelitian terkait dengan sinyal bioimpedance tubuh.Salah satu pencapaian yang didapatkan adalah sinyal bioimpedance ini telah berhasil digunakan untuk menggerakkan kursi roda dengan beberapa gerakan sederhana, seperti gerakan maju, belok kiri dan belok kanan [2].Namun, masih terdapat berbagai permasalahan sehingga belum layak digunakan oleh penderita yang mengalami kelumpuhan. Pada penelitian ini, kami mencoba menampilkan hasil eksperimen terhadap output sinyal bioimpdance yang dijadikan perintah kontrol (control commands) untuk mengatur kecepatan dari kursi roda.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Rancangan Aplikasi Web Monitoring Estimasi Kedatangan Bus Trans-Jogja Berdasarkan Lokasi Bus dengan GPS Smartphone

Rancangan Aplikasi Web Monitoring Estimasi Kedatangan Bus Trans-Jogja Berdasarkan Lokasi Bus dengan GPS Smartphone

Beberapa shelter Trans – Jogja sudah memiliki fasilitas monitor yang menampilkan rencana penjadwalan bus. Akan tetapi monitor yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik karena informasi yang ditampilkan dimonitor tersebut belum memberikan informasi yang relevan, kemudian sistem yang ada juga tidak membuahkan solusi dari permasalahan penjadwalan bus sendiri karena sistem yang berjalan hanya merupakan rencana penjadwalan dan bukan berdasarkan aktifitas bus yang sebenarnya. Karena monitor belum digunakan secara maksimal dan belum berjalannya sistem, maka pihak Trans – Jogja melakukan pencatatan jeda waktu kedatangan masing-masing bus sebagai arsip data. Namun hal tersebut tidak memberikan informasi yang memuaskan bagi penumpang karena data interval yang dicatat dapat berubah setiap saat. Berdasarkan hasil kuesioner juga diketahui bahwa para responden menjawab perlu dibangunnya sebuah aplikasi yang dapat membantu para penumpang dalam mengetahui waktu kedatangan bus secara real-time .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG MARKAS  PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA SELATAN.

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG MARKAS PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA SELATAN.

Estimasi dimensi kolom tiap lantai Momen rencana balok arah X Momen rencana balok arah Y Penulangan lentur balok arah X Penulangan lentur balok arah Y Momen kapasitas negatif balok arah X Momen kapasitas positif balok arah X Momen kapasitas negatif balok arah Y Momen kapasitas positif balok arah Y Gaya geser rencana balok arah X Gaya geser rencana balok arah Y Penulangan geser balok arah X Penulangan geser balok arah Y

14 Baca lebih lajut

Tujuan dari kedatangan pada tiap

Tujuan dari kedatangan pada tiap

Tujuan dari kedatangan VOC dengan perjalanan De Haen ke mataram pada tahun 1623 adalah untuk memastikan export beras terbesar dari kota pesisir di Jawa ke Btavia dimana itu disediakan dalam kapasitas yang sedikit. Meskipun Sultan agung telah memblokade jalur pelabuhan, dikarenakan ada gangguan dijalur perdagangan. Dibawah peraturan amangkurat 1 (1646-1577) kebijaksananya itu telah tetapkan. Raja baru itu menawarkan belanda ini kembali pada bantuan untuk melawan musuh- musuhnya dan kebebasan dari perdagangan untuk orang jawa selain jawa, dan untuk semua orang malaysia dimana didalamnya ada kerajaan Mataram. Sebuah persamaan yang kontras dapat disimpulkan pada tahun 1647, walaupun orang-orang jawa dilarang melakukan perdagangan ke pulau penghasil rempah-rempah di maluku. Sampai pada tahun 1652 beras telah terjual pada jumlah yang besar ke batavia, dimana dari tahun 1641 juga biberi kebebasan untuk mendapatkan beras dari Malaka, semua bahan baku yang penting telah diambil oleh VOC pada tahun tersebut.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PROYEK  pada proyek pengembanga (12)

MANAJEMEN PROYEK pada proyek pengembanga (12)

Logistik ‐ Koneksi internal dua arah Dengan Procurement ‐ Berkoordinasi menyangkut informasi kedatangan raw material ‐ Berkoordinasi dalam penggunaan stock material yang sudah tersedia[r]

7 Baca lebih lajut

CONTOH STUDI KASUS ANTRIAN

CONTOH STUDI KASUS ANTRIAN

a. Bagaimana distribusi tingkat kedatangan pelanggan (  ) ? b. Bagaimana distribusi tingkat pelayanan pelanggan (  ) ? c. Berapa estimasi waktu tunggu yang ditolerir oleh konsumen ? d. Berapa total biaya penambahan untuk 1 unit server ?

28 Baca lebih lajut

Aplikasi Support Vektor Machine (SVM) Untuk Proses Estimasi Sudut Datang Sinyal.

Aplikasi Support Vektor Machine (SVM) Untuk Proses Estimasi Sudut Datang Sinyal.

Universitas Kristen Maranatha BABBIBPENDAHULUAN... Universitas Kristen Maranatha BABBIBPENDAHULUAN.[r]

77 Baca lebih lajut

Pemodelan Mitigasi Bencana Tsunami Di Pantai Losari - ITS Repository

Pemodelan Mitigasi Bencana Tsunami Di Pantai Losari - ITS Repository

Patahan strike-strip adalah patahan dimana kedua bongkahan batuan bergeser satu sama lain dalam arah horisontal. Patahan tipe ini dibagi menjadi patahan right-lateral atau left-lateral tergantung arah dari gerakan dari bongkahan pada sisi yang lebih jauh dari titik padangan jika seseorang melihat gerakannya dari sisi lainnya. Patahan besar Sumatera yang membelah Pulau Sumatera merupakan patahan strike slip (sesar geser). Strike (jurus) adalah arah garis yang dibentuk dari perpotongan bidang planar dengan bidang horizontal ditinjau dari arah utara. Sedangkan, Dip (bidang) adalah derajat kemiringan yang dibentuk antara bidang planar dan horizontal yang arahnya tegak lurus dari garis strike. Jadi, strike slip dapat diartikan sebagai patahan lempeng bumi secara horizontal yang tegak lurus dari garis strike. Arah strike and dip biasanya dengan menggunakan kaedah tangan kanan.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Analisa Koordinasi Sinyal antar Simpang  (Studi kasus : Jl. Jamin Ginting – Jl. Pattimura – Jl. Mongonsidi)

Analisa Koordinasi Sinyal antar Simpang (Studi kasus : Jl. Jamin Ginting – Jl. Pattimura – Jl. Mongonsidi)

Koordinasi sinyal antar simpang diperlukan untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan jalan karena dengan adanya koordinasi sinyal ini diharapkan tundaan (delay) yang dialami kendaraan dapat berkurang dan menghindarkan antrian kendaraan yang panjang. Kendaraan yang telah bergerak meninggalkan satu simpang diupayakan tidak mendapati sinyal merah pada simpang berikutnya, sehingga dapat terus berjalan dengan kecepatan normal. Sistem sinyal terkoordinasi mempunyai indikasi sebagai salah satu bentuk manajemen transportasi yang dapat memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya operasional (Arouffy dalam Sandra Chitra Amelia 2008 ).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

8 Pengem Pelacak Lokasi KA   Sofwan Hidayat

8 Pengem Pelacak Lokasi KA Sofwan Hidayat

54 sekarang telah menggunakan sistem gelombang mikro balise (microwave balise) yang terdiri dari pelacak, responden (yang terpasang di jalan dan responden di suatu tempat) dan yang terakhir unit pengolahan (kontroller). Pelacak dan responden pada trek dipasang berdekatan dengan sinyal datang dan sinyal masuk. Dan rel kereta harus berada di tengah-tengah pelacak dan responden jalan. Pada jalur lalu lintas lokal, tidak ada tempat yang memungkinkan pemasangan peralatan (construction gauge) antara bidang atas trek dan bidang bawah kereta di stasiun, dikarenakan kereta tidak melakukan perjalanan pada saat yang sama dekat dengan titik pemilihan trek (dekat dengan sinyal awal), maka perangkat ini dipasang diantara trek kereta dan kereta. Dengan demikian maka ketika stasiun berbentuk cangkang kura-kura yang biasa terdapat di jalur lalu lintas lokal digunakan sebagai model, pelacak dan responden di trek dipasang di empat posisi di setiap stasiun. Setiap unit pelacak terhubung dengan unit pengolah. Dua responden yang terpasang di kereta, dipasang masing-masing di depan dan belakang kereta.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Beamforming Adaptif pada Smart Antenna Menggunakan Algoritma Robust Kalman Filter : kondisi stasioner dan nonstasioner

Analisis Beamforming Adaptif pada Smart Antenna Menggunakan Algoritma Robust Kalman Filter : kondisi stasioner dan nonstasioner

Selanjutnya dilakukan analisa pengaruh perubahan parameter tersebut pada pembentukan beam antena. Sinyal yang diinginkan berupa sinyal digital acak yang dimodulasi menggunakan phase shift keying (PSK). Model antenna yang dipakai pada simulasi adalah antenna Uniform Linear Array (ULA) dengan jumlah sample sinyal sebanyak 100. Sinyal yang diinginkan berada pada sudut 0 o dengan SNR 10 dB. Sinyal diasumsikan mempunyai dua interferer pada sudut 50 o dan -40 o

6 Baca lebih lajut

10.SOP Kedatangan siswa

10.SOP Kedatangan siswa

Menimbang : Bahwa dalam rangka mengendalikan menertibkan dan mengembangkan pendidikan karakter, perlu ditetapkan prosedur operasional siswa <#NAMA_MADRASAH#> saat kedatangan di Madrasah, yaitu sebelum pelajaran jam pertama dimulai

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...