Etnis India Tamil

Top PDF Etnis India Tamil:

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Kota Medan saat ini banyak dijumpai etnis India Tamil.Salah satu yang masih dikenal dengan daerah Komunitas India Tamil adalah Kampung Madras.Komunitas India Tamil adalah orang-orang India Tamil yang membentuk komunitas saat pertama kali menetap di Medan.Kampung Madras merupakan salah satu daerah dimana etnis India Tamil banyak menetap. Kampung Madras merupakan nama salah satu kelurahan yang ada di Kota Medan berletak Jl. Zainul Arifin. Kampung Madras yang identik dengan Komunitas India Tamil dulunya lebih dikenal dengan sebutan Kampung Keling.Namun kini penghuni kampung madras sudah berganti dari orang India Tamil menjadi Etnis Tionghoa.Sehingga yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi bertahan etnis India Tamil di Kampung Madras.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perbedaan Self Regulated Learning Pada Siswa Etnis Batak dan Siswa Etnis India Tamil di SMK Swasta Raksana 2

Perbedaan Self Regulated Learning Pada Siswa Etnis Batak dan Siswa Etnis India Tamil di SMK Swasta Raksana 2

Selain siswa etnis Batak, SMK Swasta Raksana 2 juga memiliki siswa etnis India Tamil. Etnis India Tamil merupakan kelompok etnis yang berasal dari Asia Selatan. Pada umumnya, etnis India Tamil termasuk suku bangsa yang masih menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat. Di dalam seluruh kebudayaan India sifat yang paling kuat ialah susunan kasta (Waluya, 2007). Sistem kasta adalah bagian dari budaya Hindu yang membentuk nilai-nilai dan keyakinan individu (Audretsch dan Meyer, 2009). Sistem kasta telah dihapuskan sejak tahun 1950 tetapi dampaknya pada persepsi masyarakat India tetap bertahan (Hoff and Pandey, 2008). Dalam sistem kasta, India Tamil menduduki kasta Sudra sedangkan India Punjabi menduduki kasta Ksatria. Individu dalam kasta sudra bekerja dalam sektor informal khususnya dalam bidang ekonomi. Komunitas etnik India pada dasarnya telah dibentuk untuk menjadi pedagang yang gigih dalam usaha yang dijalankannya didalam memenuhi kebutuhan hidup (Florence, 2008).
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Penelitian ini berjudul Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stereotip yang berkembang dan faktor pembentuk stereotip tersebut, serta faktor yang mendukung terjalinnya hubungan harmonis antara Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil di Kel. Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan paradigma interpretif yang terfokus kepada teori stereotip dan komunikasi antarbudaya. Subjek penelitian ini adalah empat orang masyarakat Etnis Pribumi dan empat orang masyarakat Etnis India Tamil sebagai informan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik snowball sampling atau sampel bola salju. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa stereotip yang berkembang antara kedua etnis. Stereotip yang berkembang tersebut memiliki arah positif dan negatif. Adapun isi dari stereotip yang berkembang pada Etnis Pribumi terhadap Etnis India Tamil antara lain adalah toleran, pemabuk, kasar, serta suka berbohong dan menipu. Sedangkan stereotip yang berkembang pada Etnis India Tamil terhadap Etnis Pribumi antara lain adalah toleran, suka menolong, memiliki solidaritas tinggi serta berperilaku rasis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya stereotip adalah informasi dari orang terdekat yang berada dalam lingkungan sosial serta pengalaman pribadi yang didapat informan melalui interaksi secara langsung. Untuk kondisi komunikasi dan hubungan antarbudaya, peneliti menilai sudah sangat efektif. Hal ini ditandai dengan terjalinnya hubungan harmonis antar kedua etnis. Terdapat beberapa faktor yang mendukung terjalinnya hubungan harmonis tersebut antara lain (1)sikap toleransi antar umat beragam yang berbeda budaya, (2)kebersamaan, (3)tidak adanya perilaku diskriminatif, (4)adanya kagiatan formal maupun non formal yang melibatkan interaksi antaretnis, (5)menanamkan nilai-nilai pluralisme. Kelima faktor pendukung tersebut merupakan faktor nyata yang terjadi di lingkungan Kampung Madras dan dinilai telah mampu mewujudkan kehidupan masyarakat multietnis yang harmonis hingga saat ini.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Modal sosial adalah hubungan sosial yang terjalin dalam kehidupansehari- hari warga masyarakat. Hubungan sosial mencerminkan hasil interaksi sosialdalam waktu yang relatif lama sehingga menghasilkan jaringan, pola kerjasama,pertukaran sosial, saling percaya, termasuk nilai dan norma yang mendasari hubungansosial tersebut. Teori modal socialdi pakai untuk mengetahui bagai bagaimana cara etnis India Tamil yang bertahan di kampung Madras memeprtahankan Eksistensi mereka. Etnis India Tamil walau dalam kehidupan sosialnya berbaur menjadi satu dengan etnis lainnya dan etnis India Tamil sudah menghasilkan jaringan-jaringan social,saling percaya dan kerja sama dengan etnis lainNamun dalam hal semua itu hanya dalam bentuk kekerabatan. jaringan social kerja sama dan kepercayaan yang menghasilkan perekonomian, dalam hal ini etnis India Tamil tidak melakukan itu semua. Mereka dalam perekonomian berdiri sendiri, tidak ada jaringan atau kerja sama diantara mereka dalam segi Ekonomi. Bahkan sebenarnya Etnis India Tamil sangat menyedihkan jika di lihat dari perekonomian mereka.Hanya sedikit dari mereka yang kaya dan bisa berjualan di ruko yang besar.Hal ini di jelaskan Ibu Ritha Tambunan, seorang antropolog di Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian mendalam mengenai Etnis India Tamil. Hasil berdiskusi dengan Ibu Ritha Tambunan pada tanggal 9 November 2016 beliau menjelaskan :
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Hasil penelitian di lapangan etnis India Tamil dalam mempertahan kan strateginya melalukan strategi tertentu. Walau dari segi ekonomi mereka mayoritas adalah sebagai pedagang.Namun hanya sedikit dari mereka yang bisa membuka usaha besar di ruko.Selebihnya hanya berjualan kecil-kecilan di pinggir jalan dan bahkan mereka menjadi tukang parkir.Mereka kalah dari etnis Tionghoa dari segi ekonomi. Etnis India Tamil dalam hal social mereka berbaur dengan etnis lain. Mereka tidak menutup diri.Hal ini bisa menjadi modal social dalam mempertahakan etnis mereka di kampung Madras.Namun mereka tidak ada jaringan sesame etnis mereka. Mereka tidak mempunyai kerja sama dalam bidang ekonomi untuk membantu perekonomian mereka. Mereka hanya mempunyai jaringan kekerabatan dengan etnis lain. Dari segi kebudayaan mereka tetap mempertahankan Identitas diri mereka.Mereka tetap melakukan upacara adat dan keagamaan.Dari segi kebudayaan etnis India Tamil mempertahankan Eksistensinya di masyarakat Kampung Madras.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Disebabkan masalah ekonomi yang semakin menekan mereka dan perkembangan zaman yang semakin maju serta kalah dalam persaingan ekonomi dengan etnis tionghoa membuat mereka harus merantau keluar dari Kampung Madras untuk mencari nafkah. Sedangkan Etnis India Tamil yang memilih bertahan di kampung Madras harus melakukan segala cara untuk bertahan hidup dari kondisi ekonomi yang sedang kritis ini.Kondisi perekonomian etnis India Tamil tidak seberuntung Etnis Tionghoa.Sangat sedikit dari etnis India Tamil memiliki ruko besar untuk berjualan.Sedangkan etnis Tionghoa sangat banyak memadati ruko ruko besar yang ada di kampung Madras.Etnis India Tamil hanya membuka warung-warung kecil dan beberapa diantara mereka menjadi tukang parkir.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya pada penulis, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya (Studi Kasus Mengenai Stereotip Etnis Pribumi Dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya di Kel. Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan). Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia, kemudahan, dan ridho-Nya dalam penyelesaian skripsi ini dengan judul “Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil ”. Adapun penyusunan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.

14 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI - Perbedaan Self Regulated Learning Pada Siswa Etnis Batak dan Siswa Etnis India Tamil di SMK Swasta Raksana 2

BAB II LANDASAN TEORI - Perbedaan Self Regulated Learning Pada Siswa Etnis Batak dan Siswa Etnis India Tamil di SMK Swasta Raksana 2

Etnis India Tamil memiliki berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat yang sampai sekarang masih dijalankan oleh etnis India Tamil di kota Medan maupun di kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti perayaan Adhi Tiruvilla (upacara tolak bala) dan Navaratri (penghormatan kepada tiga dewi yaitu Dewi Durga, Dewi Laksmi, dan Dewi Saraswathi) (Pina, 2010). Selain itu, etnis India Tamil juga dikenal dengan kesustertaan, yang dibagi ke dalam 3 kelas yakni aksara, musik, dan drama. Bahkan musik dan tarian menjadi suatu tradisi yang dilakukan dalam kegiatan ibadah (Pang & EK Sng, 1991).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Dalam berkomunikasi antara satu kelompok dengan kelompok lain yang berasal dari latar belakang yang berbeda, ada kecenderungan yang mewarnai sikap dan perilaku. Diantaranya adalah stereotip dan prasangka. Seringkali kedua hal tersebut dijadikan pegangan atau landasan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain daripada mempertimbangkan ciri-ciri individu dari suatu kelompok tersebut. Akibatnya komunikasi didasarkan atas stereotip dimana unsur-unsur yang banyak dan beraneka ragam digolongkan ke dalam suatu gambaran tertentu dan gambaran inilah yang dimaksud dengan stereotip. Stereotip merupakan suatu penilaian terhadap sesuatu yang pada dasarnya belum dapat dibuktikan kebenarannya secara faktual. Stereotip dalam hal ini merupakan keyakinan yang terlalu digeneralisasi, disederhanakan, atau dilebih-lebihkan terhadap kelompok etnis tertentu. Dengan demikian, ketika kita memberikan stereotip kepada seseorang, pertama kali yang kita lakukan adalah mengidentifikasi individu tersebut pada basis anggota kelompok etnis tertentu, dan langkah berikutnya adalah menilai diri individu tersebut.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Secara sederhana stereotip merupakan salah satu mekanisme penyederhana untuk mengendalikan lingkungan, karena keadaan lingkungan yang sebenarnya terlalu luas, terlalu majemuk, dan bergerak terlalu cepat untuk bisa dikenali dengan langsung. Sedangkan stereotip etnis adalah kepercayaan yang dianut bersama oleh sebagian besar warga suatu golongan etnis tentang sifat-sifat khas dari berbagai golongan etnis, termasuk golongan etnis mereka sendiri.

Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

I : Ada dulu ada namanya LKM Madras, sekarang kan udah jadi PNPM nah PNPM itu anggotanya itu orang Pribumi sama orang India. Kita kayak program bangun infrastruktur terus kegiatan sosial, dananya kan memang PNPM itu hibah dari pemerintah tapi pelaksanaannya kan warga sekitar. Disitu tergabung semua, ya membaur lah. Jadi kalau untuk kerukunan, kerja sama di Kampung Keling ini masih bagus. Saling tolong menolongnya juga bagus. Cuma kan karena berantem- berantemnya itu tadi jadi malas berurusan gitu. Nanti anaknya dimarahin dikit mamaknya udah nyerang gitu kan, jadi kita takut hal itu lebih bagus kita jaga jarak aja sama mereka gitu. Kalau non formalnya paling 17 agustus tapi di Kediri sana ramenya. Kalau jaman saya kecil-kecil dulu ada disini sering malahan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Etnis India Tamil juga merupakan kelompok minoritas yang ada di kota Medan. Minoritas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah jumlah orang paling sedikit yang memperlihatkan ciri tertentu menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri tersebut. Menurut Mendatu (2010) suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain di dalam komunitas. Minoritas merupakan suatu jumlah persentase kelompok yang besarnya kurang dari 50% (UTC, 2006). Dalam analisis klasik, kelompok minoritas menurut Louis Wirth (dalam Liliweri, 2005), diartikan sebagai kelompok yang memiliki karakteristik fisik dan budaya yang sama, kemudian ditunjukkan kepada orang lain dimana mereka hidup dan berada. Akibatnya, kelompok itu diperlakukan secara tidak adil sehingga mereka merasa bahwa kelompoknya dijadikan objek sasaran diskriminasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Komunitas India yang tinggal di Jakarta biasanya berasal dari keturunan kelompok masyarakat Punjabi yang berasal dari India Utara. Kebanyakan dari mereka adalah orang Sikh, yang bukan merupakan penganut agama Hindu, melainkan agama Sikh dengan guru besarnya, guru Nanak. Komunitas Punjabi sendiri banyak terdapat di pesisir Jawa, terbanyak di Surabaya, dan beberapa di Bandung dan Yogyakarta. Kebanyakan profesi dari keturunan Punjabi adalah pedagang, baik pedagang textile, export import, dan lain sebagainya. Raam Punjabi adalah salah seorang keturunan Punjab yang terkenal sebagai boss film film di Indonesia (Coats, 2010).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

The aim of this study is to describe self disclosure on Indian Tamil adolescents. Self disclosure is one part of the communication of the individual where the individual has explicitly discusses everything about themselves to others, which includes information about self-worth, confidence, desire, behavior and quality.

2 Baca lebih lajut

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Gambaran Self Disclosure pada remaja etnis India Tamil

Lain halnya dengan komunitas India Selatan, dimana hanya sesama kasta yang boleh menikah, misalnya Brahmin dengan Brahmin, serta Kasatria dengan Kasatria. Daeri adalah mahar yang harus disediakan oleh pihak wanita, semakin tinggi jabatan dan status social si pria maka semakin tinggi mahar yang harus disediakan oleh pihak wanita. Perjodohan dalam komunitas ini menggunakan primbon dan hitungan lahir yang dinamakan dengan Rashi. Rashi orang India berbeda dengan Rasi atau bintang orang Cina atau Romawi. Rasi orang India hanya bisa diketahui melalui ahli astrologi, biasanya dengan mengambil data-data kelahiran sang bayi seperti jam dan hari, letak rumah/kamar tempat dia dilahirkan, dan sebagainya. Para ahli astrologi ini tidak bisa sembarang pilih, ditentukan juga berdasarkan sejarah orang tua/keturunannya. Sekali sang astrolog memberitahukan rasi apa yang dibawa oleh seorang bayi yang baru lahir, sampai besar rasi itu dibawa sang bayi untuk: Mencari jodoh, mencari hari baik pernikahan, berpergian, membeli barang, sampai dengan membangun rumah, dan menyewa rumah (Coats, 2010).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Strategi Bertahan Etnis India Tamil di Kota Medan (Studi Kasus Etnis India Tamil di Kampung Madras )

Tokoh penting yang menggambarkan tentang kemajemukan masyarakat Hindia Belanda adalah Furnivall (1939). Ciri masyarakat Hindia Belanda pada masa itu terdiri dari berbagai kelompok etnik yang tinggal bersama dalam suatu wilayah namun tidak membaur dan masing-masing memiliki suatu perangkat pranata social (sistem keluarga dan kekerabatan, agama, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya) yang khas secara formal terpisah dan memenuhi kebutuhannya sendiri (selfcontained) serta tidak memiliki suatu cita-cita yang sama (common social will). DiHindia Belanda, kelompok etnik yang secara sosial-budaya terpisah (tidak membaur)ini hanya bertemu di pasar untuk melakukan perdagangan dan tukar menukar barang dan jasa. Integrasi sosial dalam masyarakat yang seperti ini dikendalikan oleh suatu kekuatan dominan.Hal ini tercermin dalam stratifikasi sosial masyarakat Hindia Belanda yang terstruktur berdasarkan perbedaan rasial. Bangsa Eropa dan kulit putih menduduki strata teratas, kemudian ras Timur Asing (Cina, India, Arab, dan lain-lain) pada posisi kelas menengah dan golongan pribumi yang terdiri dari berbagai kelompok etnik yang beragam berada pada lapisan kelas bawah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Stereotip Etnis Pribumi dan Etnis India Tamil dalam Interaksi Komunikasi Antarbudaya

Intercultural Communication Interaction. This study aims to determine how the stereotypes developed and the factors that support the establishment of a harmonious relationship between Native Ethnic and Indian Tamil Ethnic in Kel. Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Medan. The method used in this research is qualitative analysis in the form of case studies with interpretive paradigm that focuses on the theory of stereotypes and intercultural communication. These research subjects are four persons from Native Ethnic and Indian Tamil Ethnic as an informant. Selection of research subjects was done by using snowball sampling or sample snowball. Collecting data is conducted by depth interviews with the informants. The results showed there are some stereotypes that developed between the two ethnic groups. The developing stereotype had a positive direction and negative. The contents of the stereotypes that developing in Native Ethnic against Indian Tamil Ethnic, among others are tolerant, drunks, abusive, and liar. Whereas the stereotypes that developed in Ethnic Indian Tamil against Native Ethnic, among others are tolerant, helpful, have the high solidarity and racism behavior. Ask for the influence factors of the stereotypes include information from the closest person in a social environment and a personal experience that the informants gained from the direct interaction. For conditions of communication and intercultural relations, researchers assessed it has been effective. It is marked by a harmonious relations between the two ethnic groups. There are several factors supporting the establishment of a harmonious relationship, among others are (1)tolerance attitude between people with different culture, (2)togetherness, (3)the absence of discriminative behavior, (4)formal and informal activities that involves the interaction between ethnic, (5)instilling the values of pluralism. These five supporting factors are a real factor that occurred in the neighborhood of Kampung Madras and assessed been able to realize a harmonious multiethnic society life until now.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

Peran Identitas Etnis Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras Kota Medan

Peran Identitas Etnis Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras Kota Medan

Penelitian ini berjudul Peran Identitas Etnis dalam Komunikasi Antarbudaya pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran identitas etnis yang ada dalam komunikasi antarbudaya pada Komunitas India Tamil yang ada di Kampung Madras Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yaitu memusatkan diri secara intensif terhadap suatu objek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yang cenderung dihubungkan dengan paradigma interpretif dengan lebih menspesifikasikan lagi kepada teori analisis interaksisme simbolik dan fenomenologi. Metode ini memusatkan penyelidikan terhadap cara manusia memaknai cara kehidupan sosial mereka, serta bagaimana manusia mengekspresikan pemahaman mereka. Subjek penelitian ini adalah enam orang masyarakat Etnis India Tamil sebagai informan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik snowball atau bola salju. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras sudah efektif. Baik itu dengan sesama etnis India Tamil atau pun dengan etnis lain. Hal ini yang membuat seluruh masyarakat yang ada di Kampung Madras menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan toleransi yang cukup tinggi. Masyarakat Komunitas India Tamil yang ada di Kampung Madras tetap menjaga peran identitas etnis mereka walaupun saat ini ada yang sudah mulai menghilang. Mengenai in-group dan out gruop masyrakat India Tamil yang ada di Kampung Madras lebih mencari kesamaan seperti makanan dan pakaian sehari-hari. Meskipun pakaian India tetap digunakan saat beribadah dan saat ada acara tertentu. Namun kebiasaan memakai pottu, kalung dan gelang tetap menjadi identitas etnis Inida Tamil. Mulai lunturnya kebudayaan India Tamil di Kampung Madras dikarenakan kurangnya kepedulian orang tua dan anak muda India Tamil sebagai generasi penerus. Sebagai daerah yang kini dipadati dengan penduduk beragam etnis dan kebudayaan mengakibatkan mulai jarangnya masyarakat India Tamil yang menggunakan bahasa Tamil, mereka lebih sering berbahasa Indonesia saat berkomunikasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks masalah - Peran Identitas Etnis Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras Kota Medan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks masalah - Peran Identitas Etnis Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Komunitas India Tamil di Kampung Madras Kota Medan

dan perilaku terkait etnisnya. Identitas etnis juga dibangun atas kesadaran akan budaya yang dimiliki, budaya juga mempengaruhi identitas etnis. Bahkan melalui konteks budaya lah, identitas etnis dipertukarkan dan dipelajari dari generasi ke generasi. Jika dilihat pada Komunitas Etnis India Tamil yang ada di Kampung Madras identitas etnis adalah apa yang mereka tunjukkan pada etnis lain. Apalagi saat ini Kampung Madras juga banyak di datangi oleh etnis lain yang ada di Kota Medan, seperti Tionghoa, Batak, Jawa serta Minang. Adanya identitas etnis Tamil dapat membedakan mereka dengan etnis lain. Hal tersebut bisa dilihat dari pargaulan mereka dan atribut yang mereka pakai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 3308 documents...