Evaluasi implementasi kebijakan sekolah

Top PDF Evaluasi implementasi kebijakan sekolah:

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Implementasi Kebijakan Sekolah dalam Menanggulangi Kasus Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Implementasi Kebijakan Sekolah dalam Menanggulangi Kasus Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan

Segala puji syukur penulis pada Tuhan karena hanya dariNya, olehNya, dan untukNya tesis ini ada. Sebuah anugerah semata jika akhirnya tesis yang berjudul “EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENANGGULANGI KASUS KENAKALAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN” ini bisa terselesaikan.

15 Baca lebih lajut

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidik (1)

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidik (1)

Bagi siswa yang mengambil waktu prakerin 6 bulan setelah selesai harus segera melapor ke sekolah, pada guru pembimbing, serta ketua program studi masing-masing. Selanjutnya siswa tersebut masuk untuk mengikuti penajaman kompetensi sekaligus persiapan melaksanakan tugas akhir yang akan dilaksanakan di sekolah. Evaluasi pelaksanaan praktek kerja industri dimulai dengan melakukan uji prakerin di sekolah oleh pembimbing prakerin bagi siswa. Dalam rangka melakukan uji kompetensi ini semua siswa yang mengikuti prakerin dilakukan uji satu persatu untuk mendapatkan hasil akhir tentang hasil prakerin yang dilakukan. Menurut Ketua Pokja PSG selama ini hasil uji kompetensi menunjukkan bahwa semua siswa cenderung berhasil, terutama dalam hal ketrampilan bekerjanya. Sebagai bukti fisik akhir dari pelaksanaan prakerin bagi siswa adalah dengan dikumpulkannya laporan kegiatan yang berupa tugas akhir selama prakerin oleh siswa. Hal itu diperlukan untuk persyaratan kelulusan dari sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

D IPS 1302897 Chapter1

D IPS 1302897 Chapter1

Masyarakat, terutama para akademisi dan praktisi lingkungan juga memiliki peran strategis dalam mensosialisasikan dan meningkatkan kualitas dari program Adiwiyata, baik melalui seminar, lokakarya, workshop maupun melalui penelitian, kajian ilmiah dan penulisan literatur yang berkaitan dengan Eco School atau Adiwiyata. Landriany (2014) melakukan penelitian mengenai implementasi kebijakan Adiwiyata dalam upaya mewujudkan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan hidup di sekolah sudah dituangkan dalam surat keputusan dan terintegrasi dalam masing-masing mata pelajaran. Selanjutnya masih dijumpai berbagai situasi permasalahan yang menghambat pelaksanaan Adiwiyata, seperti satuan tugas yang tidak tepat waktu serta ada sekelompok siswa yang masih belum sadar dalam memahami konsep sekolah berwawasan lingkungan hidup, masalah pendanaan, dan dukungan masyarakat serta instansi lain yang masih rendah. Berdasarkan dua penelitian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa masih terdapat berbagai kendala dalam pelaksanaan program Adiwiyata di tingkat sekolah, dan hal ini harus menjadi perhatian semua pihak apakah perlu untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Adiwiyata.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN (ADIWIYATA).

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN (ADIWIYATA).

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus untuk mengungkapkan situasi dan kondisi implementasi kebijakan program Adiwiyata di dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dijadikan obyek penelitian. Cara pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Arah kebijakan yang ditempuh dalam implementasi kebijakan adiwiyata telah tersedia dan dijadikan acuan untuk melaksanakan Program Adiwiyata, namun belum tersedia Surat Kesepakatan Bersama (SKB) Antara Dinas Pendidikan Kebudayaan dengan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) untuk mendukung implementasi program Adiwiyata lebih bermutu. 2). Proses implementasi program Adiwiyata sudah dilaksanakan dan cenderung menuju perbaikan dengan kegiatan yang dikembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Implementasi terkendala dengan proses sosialisasi dengan pelaksanaan, karena SMP yang ada wilayah Kabupaten Bandung belum semua terlibat dalam sosialiasi, 3).Strategi yang dilakukan cukup mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan program Adiwiyata. Strategi dilakukan melalui: a).Visi dan misi sekolah sudah terkait dengan isu lingkungan hidup, b). Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) masuk dalam Kurikulum Muatan Lokal, c). Program Adiwiyata dijadikan gerakan bagi warga sekolah melalui Iklar Hidup Bersih dalam Upacara Hari Senin, kegiatan“Lima Menit Operasi Bersih” sebelum pelajaran di mulai. Namun dukungan sumberdaya manusia yang berkompetensi PLH masih terbatas, demikian juga fasilitas pendukung belum memadai dan anggaran masih menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS), 4) Monitoring dan evaluasi implementasi program Adiwiyata dalam pelaksanaannya cenderung berpedoman kepada buku panduan pelaksanaan program Adiwiyata dari pusat, namun monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan belum rutin dan cenderung hanya ditekankan pada saat sekolah akan mendapat penilaian. (5) Dampak implementasi kebijakan Program Adiwiyata adalah prestasi siswa cenderung meningkat, siswa mempunyai keterampilan tentang lingkungan hidup,terjadi perubahan perilaku sehingga terwujud sekolah berwawasan lingkungan hidup sebagai hasil proses pendidikan. Sebagai alternative solusi untuk meningkatkancapaian implementasi Program Adiwiyata, peneliti merekomendasikan model hipotetik Implementasi Program Adiwiyata yang Bermutu di Kabupaten Bandung.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DI ... Mariane Evelyn Pani

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DI ... Mariane Evelyn Pani

Pada Puskesmas Kelimutu terjadi peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil K4 pada tahun 2011 setelah adanya dana BOK yaitu sebesar 17,82%. Demikian juga cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, cakupan desa UCI, cakupan neo- natus dengan komplikasi ditangani (15% dari neona- tus), cakupan penjaringan kesehatan anak Sekolah Dasar dan setingkat, cakupan penemuan dan pena- nganan penderita penyakit pneumoni, serta cakupan Desa Siaga Aktif mengalami peningkatan dari tahun- tahun sebelumnya. Pada cakupan komplikasi kebi- danan yang ditangani walaupun mengalami pening- katan dari tahun sebelumnya (2010), namun lebih kecil dari tahun 2009. Demikian juga pada cakupan pelayanan nifas, cakupan kunjungan bayi, cakupan pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu pada anak 6-24 bln dari keluarga miskin, cakupan pene- muan dan penanganan penderita penyakit TB meng- alami fluktuasi cakupan. Cakupan pelayanan anak balita, cakupan pelayanan gizi buruk mendapat pera- watan, dan cakupan peserta KB aktif terjadi penu- runan pada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Penempatan Guru Pada Sekolah Tingkat Dasar Di Daerah Terpencil Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah.

Implementasi Kebijakan Penempatan Guru Pada Sekolah Tingkat Dasar Di Daerah Terpencil Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah.

Penelitian ini di satu pihak dilatarbelakangi peran Pemerintah untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, di lain pihak masih tampak berbagai kesenjangan dalam penyelenggaraan pendidikan termasuk kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Kesenjangan ini menyebabkan tidak terselenggaranya proses belajar-mengajar di sekolah serta berakibat tingginya angka putus sekolah masyarakat di daerah terpencil.

2 Baca lebih lajut

2. Hubungan dengan klien - 08092016205854 Evaluasi Prog Saras

2. Hubungan dengan klien - 08092016205854 Evaluasi Prog Saras

Evaluasi menyimpulkan bahwa pendidikan orang tua yang berkualitas tinggi dan program dukungan selama pertama anak tiga tahun meningkatkan perkembangan intelektual anak pada usia tiga. penilaian staf menunjukkan bahwa kualitas tinggi keterlibatan orang tua dengan pendidik orangtua selama kunjungan rumah adalah kunci keberhasilan program. Hubungan karakteristik latar belakang dan keuntungan sosial ekonomi dengan kemampuan anak-anak tidak signifikan. Hubungan yang konsisten antara diamati karakteristik yang berisiko dan hasil memberikan dukungan untuk teori bahwa situasi stres memproduksi dapat memiliki dampak langsung pada perkembangan bahasa anak-anak dan prestasi-bahkan oleh usia tiga.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI I WONOGIRI.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI I WONOGIRI.

Sejalan diberlakukannya Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, rekomendasi Bank Dunia mendorong diberlakukannya otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Implementasinya, pada tingkat pendidikan dasar dan menengah berupa School-based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) (Nurkolis,

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH DAN PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MEMPERSIAPKAN SISWA MENGIKUTI LOMBA KOMPETENSI SISWA DI SMK SE KOTA WONOSARI.

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH DAN PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MEMPERSIAPKAN SISWA MENGIKUTI LOMBA KOMPETENSI SISWA DI SMK SE KOTA WONOSARI.

Lomba Kompetensi Siswa telah tumbuh menjadi program reguler tahunan pada tingkat sekolah, tingkat provinsi dan tingkat nasional. Kegiatan ini bermaksud untuk dijadikan sebagai media persaingan bagi SMK dan untuk menghadapi persaingan mereka memerlukan mutu dan keunggulan. Selain sebagai pranata (means) persaingan, LKS juga terbukti efektif menjadi media promosi bagi SMK, karena melalui unjuk kemampuan pada saat lberlomba, masyarakat semakin mengenal kualitas SMK dan sekaligus memudahkan pemasaran tamatan SMK (Wardiman Djojonegoro, 1998:109). LKS adalah suatu kegiatan lomba yang dilaksanakan melalui kompetisi siswa/siswi SMK yang dititikberatkan pada bidang keterampilan praktik, didukung oleh pemahaman teori yang relevan serta sikap kerja dalam menyele-saikan pekerjaan sesuai standar industri. Pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dimaksud adalah manifestasi kemampuan yang dilandasi oleh daya pikir, daya qolbu, dan daya fisik, untuk menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang handal dalam bidang masing-masing sesuai tuntutan kebutuhan dunia kerja (Sutopo, 2007).
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

D IPS 1302897 Bibliography

D IPS 1302897 Bibliography

Al Anwari, A. M. (2014). Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Adiwiyata Mandiri. Jurnal Ta’dib , Vol. XIX, No. 02, Edisi November 2014. Ali, F & Alam, A.S. (2012). Studi Kebijakan Pemerintah. Bandung: Refika Aditama. Ali, M. (2001). Memahami Riset dan Prilaku Sosial. Bandung: CV. Pustaka Cendekia

11 Baca lebih lajut

 J01062

J01062

Sebagai contoh yang terjadi pada sekolah dasar SDI Waingapu 2 Kecamatan Kota Waingapu memiliki kelebihan guru dimana jumlah keseluruhan guru yang ditempatkan pemerintah maupun yang diangkat oleh sekolah tersebut sebanyak 41 orang guru, dengan rincian guru PNS sebanyak 27 orang, guru komite 13 orang dan guru PTT 1 orang, sedangkan jumlah rombongan belajarnya hanya sebanyak 21 rombel. Maka bila dilakukan perhitungan di SDI Waingapu 2 memiliki kelebihan guru sebanyak 20 orang bila dalam perhitungannya menyesuaikan rombongan belajar yang ada. Sedangkan berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah lain, seperti halnya yang terjadi pada sekolah dasar SDN Kabanda yang terletak di Kecamatan Ngadu Ngala dengan jumlah rombongan belajar pada sekolah tersebut sebanyak 6 (rombel), tetapi pada kenyataannya guru yang ditempatkan hanya sebanyak 2 orang guru PNS. Maka dapat dikatakan pada SDN Kabanda mengalami kekurang guru sebanyak 4 orang, sedangkan dilain sekolah memiliki kelebihan guru yang cukup besar seperti SDI Waingpu 2 terdapat kelebihan guru sebanyak 20 orang baik itu guru pns maupun guru honor.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Evaluasi Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Camat Kisaran Timur Kabupaten Asahan

Evaluasi Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Camat Kisaran Timur Kabupaten Asahan

Nugroho D Riant, 2008, Analisisi Kebijakan Publik, Malang, Banyu Media. Singarimbun, Masri, 1997. Metode Penelitian Survei, Jakarta; LP3ES. Wibawa dkk, 1994, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Jakarta; Erlangga. Winarno, Budi, 2007, Dasar-dasar Kebijakan Publik, Yogyakarta; Media Press. Winarno, Budi, 2008, Kebijakan Publik Teori dan Proses, Yogyakarta; Media

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN PADA ERA OTONOMI DAERAH DI SMP NEGERI 3 KOTA TARAKAN.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN PADA ERA OTONOMI DAERAH DI SMP NEGERI 3 KOTA TARAKAN.

10. Kendala yang dihadapi sekolah dalam menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah yang mencakup seluruh mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik adalah pada proses pengadaan buku tersebut. Pihak CV Pengadaan yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Tarakan belum dapat memenuhi kebutuhan buku mata pelajaran khususnya pada kelas 7. Selain itu pada faktor proses pemeliharaannya, kedisiplinan dalam menjaga buku teks oleh peserta didik sering terabaikan, masih ada keraguan apakah buku harus dibagi ke siswa untuk di bawa pulang atau hanya dipinjamkan saat pelajaran berlangsung serta kurangnya sosialisasi baik pada peserta didik, orang tua peserta didik, serta komite sekolah tentang bagaimana seharusnya buku yang ada disekolah dimanfaatkan.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Article Text 7393 3 10 20171030

Article Text 7393 3 10 20171030

Temuan penelitian menunjukkan bahwa standar mutu yang dikembangkan BAN PT maupun badan akreditasi internasional semakin kompleks, di samping terbitnya Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan tuntutan pengelolaan kurikulum yang mengacu pada capaian pembelajaran UUPT No.12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3), serta kebutuhan standar mutu layanan terhadap para pemangku kepentingan (stakeholders) makin tinggi. Hal ini berdampak pada penataan ulang standar-standar mutu dan prosedur operasi standar yang telah dikembangkan di Prodi MP S2 agar sejalan dengan tuntutan tersebut. Diketahui, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 8 Tahun 2012 dan UUPT No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3), diakui bahwa kebijakan-kebijakan tersebut berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

1. Realisasi atau implementasi suatu kebijakan - 0909201600757 Pengertian Program dan Evaluasi Program

1. Realisasi atau implementasi suatu kebijakan - 0909201600757 Pengertian Program dan Evaluasi Program

Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang sistematis yang dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah suatu kegiatm pendidikan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum. Teknis pelaksanaan evaluasi meliputi penetapan objek yang akan dievaluasi, menentukan instrumen yang cocok dengan apa yang akan dievaluasi, melakukakn pengukuran terhadap objek evaluasi, mengumpulkan data hasil pengukuran data mengolah data yang didapatkan dari basil pengukuran. Berdasarkakn data pengukuran dapat dijadikan babagai rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan keputusan. Evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Dalam melakukan evaluasi, perlu dipertimbangkan model evaluasi yang akan dibuat. Model evaluasi merupakan suatu desain yang dibuat oleh para ahli atau pakar evaluasi. Biasanya model evaluasi ini dibuat berdasarkan kepentingan seseorang, lembaga atau instansi yang ingin mengetahui apakah program yang telah dilaksanakan dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

d pmp 0909445 bibliography

d pmp 0909445 bibliography

Effektifitas Implementasi Kebijakan Akselerasi Penuntasan Wajar 9 tahun Bagi Anak Keluarga Miskin Studi Evaluasi Kinerja Kebijakan di Kabupaten Cianjur , Bandung, UPI Disertasi Tidak Di[r]

2 Baca lebih lajut

makalah evaluasi program id. docx

makalah evaluasi program id. docx

Evaluasi program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan.Dalam kegiatan penelitian peneliti ingin mengetahui gambaran tentang sesuatu kemudian dideskripsikan, sedangkan dalam evaluasi program, pelaksana (evaluator) ingin mengetahui seberapa tinggi mutu atau kondisi sesuatu sebagai hasil pelaksanaan program, setelah data terkumpul dibandingkan dengan kriteria atau standar tertentu.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) SEBAGAI PERUMUSAN KEBIJAKAN SEKOLAH DI SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA.

PENYUSUNAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) SEBAGAI PERUMUSAN KEBIJAKAN SEKOLAH DI SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA.

Harapan yang ingin dicapai melalui program EDS/M ini adalah terkumpulnya data yang valid yang dapat dipertanggungjawabkan tentang keadaan setiap satuan pendidikan. Melalui EDS/M ini, setiap satuan pendidikan dapat merumuskan rekomendasi secara tepat sesuai dengan data (bukti fisik dan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik tersebut), serta berdasarkan tahapan pengembangan pencapaian indikator setiap komponen dalam SNP/SPM. Secara umum, untuk menunjang keberhasilan SPMP di tingkat kabupaten/kota, kantor Dinas Pendidikan maupun Kantor Kemenag sudah mempunyai jalur perolehan data dan informasi tentang pelaksanaan pendidikan di daerahnya. Namun jalur yang sudah ada tersebut dirasakan belum optimal dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing karena masih ditemukan beberapa masalah dalam merancang suatu program guna memperbaiki mutu pendidikan. Banyak sekolah - sekolah yang kurang memahami tentang penerapan EDS itu sendiri, sedangkan EDS merupakan hal yang penting untuk melihat bagaimana keadaan sekolah dengan melihat data yang ada dalam pengembangan mutu pendidikannya. Dengan ini akan terlihat bagaimana sekolah dalam pemenuhan sarana dan prasana yang memadai akan mempengaruhi kemajuan sekolahnya karena semua akan terlihat kekurangan dan kelebihan sekolah. Guna mengoptimalkan upaya untuk memperoleh data dan informasi pelaksanaan pendidikan di daerah masing-masing akan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Pembelajaran Melalui Manajemen Biaya Operasional Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Mijen ebonagung Demak T2  BAB I

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Pembelajaran Melalui Manajemen Biaya Operasional Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Mijen ebonagung Demak T2 BAB I

Dengan adanya program dana BOS, sekolah dituntut kemampuannya untuk dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertang- gungjawabkan pengelolaan biaya-biaya pendidikan secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan pembiayaan pendidikan akan berpengaruh secara langsung terhadap mutu pendidikan sekolah, terutama berkaitan dengan sarana prasarana dan sumber belajar dalam rangka optimalisasi pembelajaran disekolah.

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PERANAN EKOSISTEM PENDIDIKAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

IMPLEMENTASI PERANAN EKOSISTEM PENDIDIKAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Afandi (2011) menyatakan penguatan pendidikan karakter saat ini memiliki peranan yang sangat strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. Dalam proses penguatan pendidikan karakter tersebut harus dilakukan dengan melalui perencanaan pembelajaran yang efektif dan efisien, pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat nilai pendidikan karakter merupakan usaha bersama sekolah dan oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru, semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. Adapun beberapa tujuan pendidikan karakter (1) dapat untuk mengembangkan potensi dasar nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik; (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; (3) menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa, (4) mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan, (5) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.; dan sebagainya. Mengingat pentingnya tujuan pendidikan karakter tersebut, pemerintah
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...