evaluasi kurikulum

Top PDF evaluasi kurikulum:

pengabdian masyarakat evaluasi kurikulum 30 juli 2010

pengabdian masyarakat evaluasi kurikulum 30 juli 2010

Pemahaman mengenai pengertian evaluasi kurikulum dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian kurikulum yang bervariasi menurut para pakar kurikulum. Oleh karena itu penulis mencoba menjabarkan definisi dari evaluasi dan definisi dari kurikulum secara per kata sehingga lebih mudah untuk memahami evaluasi kurikulum. Pengertian evaluasi menurut joint committee (1981) ialah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna beberapa obyek. Purwanto dan Atwi Suparman (1999) mendefinisikan evaluasi adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang suatu program.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Evaluasi Kurikulum dalam Sistem Pendidik

Evaluasi Kurikulum dalam Sistem Pendidik

Penggunaan perspektif kurikulum yang berbeda sebagai pembanding Postner mengemukakan ada lima perspektif dalam kurikulum yaitu traditional, experiential, behavioral, structure of discipline, dan constructivist. Masing- masing perspektif ini memiliki tujuannya masing-masing. Dalam melakukan evaluasi kurikulum kita harus mengetahui perspektif kurikulum yang akan dievaluasi dan perspektif kurikulum pembanding. Hal ini sering terlihat dalam evaluasi kurikulum dengan menggunakan metode comparative outcome based yang bila tidak memperhatikan masalah ini akan melahirkan bias dalam evaluasi. Kurikullum dengan perspektif tradisional tentu saja belainan dengan kurikulum yang memiliki perspektif construtivist. Contoh kurikulum tradisional menekankan pada konsep dasar dan keterampilan berpikir. Apabila ada penelitian yang menghasilkan bahwa kurikulum tradisional dipendidikan dokter lebih baik dalam hal knowledge dibandingkan dengan PBL hal ini tentu saja dapat dimengerti karena perspektifnya berbeda. Penelitian yang menggunakan metode perbandingan kurikulum yang perspektifnya berbeda ini seringkali menjadi kritikan oleh para ahli.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MODEL MODEL dan EVALUASI KURIKULUM

MODEL MODEL dan EVALUASI KURIKULUM

Perkembangan lain yang menarik dalam masalah model evaluasi kurikulum ialah adanya suatu usaha untuk bersikap eklektik. Eklektik dalam penggunaan baik paradigm positivism maupun fenemenologi. Walaupun usaha ini tidak menghasilkan model dalam pengertian yang dikelompokkan dalam model kuantitatif dan kualitatif, usaha ini terutama dilakukan dalam pengumpulan data. Gerakan ekelektik ini oleh Patton (1980) dalam (Hamid Hasan. 2009:186) dinamakan paradigm of choice memberikan kemungkinan baru dalam melakukan evaluasi kuikulum. Model yang dilahirkan lebih bersifat gabungan. Ianni dan Orr (Hamid Hasan. 2009:186) menggunakan istilah “rapproachment” untuk menggunakan gabungan kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan Trend (Hamid Hassan. 2009:186) menggunakan istilah “reconcilitation”.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

lampiran v pedoman evaluasi kurikulum

lampiran v pedoman evaluasi kurikulum

Sebagai bagian dari pengembangan kurikulum, evaluasi kurikulum merupakan kegiatan yang dilakukan sejak awal pengembangan ide kurikulum, pengembangan dokumen, implementasi, dan sampai kepada saat di mana hasil kurikulum sudah memiliki dampak di masyarakat. Evaluasi dalam proses pengembangan ide dan dokumen kurikulum dilakukan untuk mendapatkan masukan mengenai kesesuaian ide dan desain kurikulum untuk mengembangkan kualitas yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi lulusan (SKL). Evaluasi terhadap implementasi dilakukan untuk memberikan masukan terhadap proses pelaksanaan kurikulum agar sesuai dengan apa yang telah dirancang dalam dokumen. Evaluasi terhadap hasil memberikan keputusan mengenai dampak kurikulum terhadap individu warga negara, masyarakat, dan bangsa. Secara singkat, evaluasi kurikulum dilakukan untuk menegakkan akuntabilitas kurikulum terhadap masyarakat dan bangsa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Evaluasi Kurikulum Untuk Efisiensi Dalam

Evaluasi Kurikulum Untuk Efisiensi Dalam

pemikiran tersebut dapat dijadikan suatu gambaran untuk melakukan perbaikan kegiatan evaluasi berikutnya. Oleh karena itu dengan memahami pengertian evaluasi kurikulum dan persamaan serta perbedaannya dengan penelitian diharapkan evaluasi kurikulum yang akan dibuat dapat menjadi valid, reliabel dan sangat berguna sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan tentang kurikulum tersebut.

2 Baca lebih lajut

EVALUASI KURIKULUM   lagi memimpin dunia

EVALUASI KURIKULUM lagi memimpin dunia

62. Akuntabilitas yang berkenaan dengan prosedur dan jumlah uang dalam kaitannya dengan kegiatan tidak menjadi kepedulian evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum memperdulikan masalah efisiensi pemanfaatan dana. Dalam konsep efisiensi ini evaluasi kurikulum sangat peduli. Bahkan evaluasi kurikulum menjadikan fokus ini sedemikian rupa sehingga berbagai model kurikulum dihasilkan. Model yang terkenal seperti cost-benefit model dan cost-effectiveness model dikembangkan untuk melakukan evaluasi yang berkenaan dengan akuntabilitas finansial. Oleh karena itu, ketika evaluasi kurikulum membahas mengenai akuntabilitas finansial maka pengertian akuntabilitas finansial dibatasi pada cost-benefit dan cost effectiveness dan bukan pada akuntabilitas finansial yang dibahas pada bagian awal (Hamid Hasan.2009:63).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

EVALUASI KURIKULUM

EVALUASI KURIKULUM

8. Penggunaan Perspektif kurikulum yang berbeda sebagai pembanding. Postner mengemukakan ada lima perspektif dalam kurikulum yaitu traditional, experiential, Behavioral, structure of discipline dan constructivist. Masing-masing perspektif ini memiliki tujuannya masing- masing. Dalam melakukan evaluasi kurikulum kita harus mengetahui perspektif kurikulum yang akan dievaluasi dan perspektif kurikulum pembanding. Hal ini sering terlihat dalam evaluasi kurikulum dengan menggunakan metode comparative outcome based yang bila tidak memperhatikan masalah ini akan melahirkan bias dalam evaluasi. Kurikulum dengan perspektif tradisional tentu saja berlainan dengan kurikulum yang memiliki perspektif konstruktivist. Contoh kurikulum tradisional menekankan pada recall of knowledge sedangkan kurikulum konstruktivist menekankan pada konsep dasar dan ketrampilan berpikir. Apabila ada penelitian yang menghasilkan bahwa kurikulum tradisional di pendidikan dokter lebih baik dalam hal knowledge dibandingkan dengan PBL hal ini tentu saja dapat dimengerti karena perspektifnya berbeda. Penelitian yang menggunakan metode perbandingan kurikulum yang perspektifnya berbeda ini seringkali menjadi kritikan oleh para ahli.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Tujuan dan Fungsi Evaluasi Kurikulum

Tujuan dan Fungsi Evaluasi Kurikulum

Mengevaluasi keberhasilan sebuah pendidikan berarti juga mengevaluasi kurikulumnya. Hal ini berarti bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan perhatiannya pada program-program untuk peserta didik. Sedangkan evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum, baik dalam pembuatan kurikulum baru, memperbaiki kurikulum yang ada atau menyempurnakannya. Evaluasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya fase pengembangan ini dengan efektif dan bermakana.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MAKALAH EVALUASI KURIKULUM Disusun Oleh

MAKALAH EVALUASI KURIKULUM Disusun Oleh

Dalam pengembangan kurikulum, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan kurikulum. Evaluasi menjadi bagian integral dari kurikulum. Evaluasi menjadi bagian dari sistem manajemen, yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kurikulum juga dirancang dari tahap perencanaan, organisasi kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka kita tidak akan bisa mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Tapi, dengan adanya evaluasi, kita dapat menjadikan hasil yang diperoleh sebagai balikan (feed-back) dalam memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum. Hasil-hasil kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EVALUASI KURIKULUM [Compatibility Mode]

EVALUASI KURIKULUM [Compatibility Mode]

KATEGORI EVALUASI KURIKULUM KATEGORI EVALUASI KURIKULUM PENILAIAN KONTEKS PENILAIAN KONTEKS Dasar dalam menentukan tujuan program Dasar dalam menentukan tujuan program Fisibilitas den[r]

21 Baca lebih lajut

pedoman evaluasi kurikulum

pedoman evaluasi kurikulum

Dalam menetapkan bahan kajian harus mempertimbangkan standard isi pembelajaran, yaitu kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Tingkat kedalaman serta keluasan dalam definisi ini merujuk pada capaian pembelajaran yang ditetapkan. Tingkat kedalaman adalah sebuah tingkatan pencapaian kemampuan lulusan yang dirancangkan untuk memenuhi standar kompetensi lulusannya. Sementara keluasan materi adalah jumlah dan jenis kajian, atau ilmu atau cabang ilmu ataupun pokok bahasan yang diperlukan dalam mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk dapat mengimplementasikan capaian pembelajaran yang sesuai dengan bidang ilmu serta kualifikasi KKNI, program studi perlu merumuskan dan melakukan perencanaan secara integratif antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan dengan kurikulum pembelajarannya. Pemetaan bahan kajian dalam kurikulum untuk dapat dikembangkan dan atau dikupas dalam sebuah penelitian, akan menjadi kekuatan tersendiri bagi program studi agar menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

proposal penelitian evaluasi kurikulum

proposal penelitian evaluasi kurikulum

Hasil kajian yang dilakukan Depdikbud terhadap pelaksanaan kurikulum 2006 yang kemudian diacu dalam rasional pengembangan kurikulum 2013 menunjukkan bahwa ada banyak kelemahan dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum 2006 untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan baik di tingkat Pendidikan Dasar maupun Pendidikan Menengah. Untuk itu kemudian dikembangkanlah kurikulum 2013 sebagai pengganti Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 dan KTSP 2006. Diharapkan melalui pengembangan kurikulum ini berbagai kelemahan yang dijumpai dalam kurikulum 2004 dan 2006 dapat diperbaiki.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

2010.10.11 MP Evaluasi Kurikulum

2010.10.11 MP Evaluasi Kurikulum

Kurikulum ialah seperangkat rencana dan pengaturan berdasarkan standar pendidikan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar mengajar, wahana dan pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi, serta penilaian yang berbasis pada potensi dan kondisi peserta didik. Kurikulum harus mengandung seperangkat materi mata kuliah, tujuan instruksional/kompetensi, pengalaman belajar yang dirancang untuk mencapai kompetensi, pemanfaatan student centered approach, dan upaya pencapaian kompentensi tertinggi.

29 Baca lebih lajut

Evaluasi Kurikulum

Evaluasi Kurikulum

relat if karena selalu dihubungkan dengan t uj uan yang hendak dicapai sebagai krit eria perbandingan. Kelem ahan dari konsep ini t erlet ak pada ruang lingkup evaluasinya. Sekalipun t uj uan evaluasi diarahkan pada kepent ingan penyem purnaan program kurikulum , t api konsep ini t idak m enj adikan input dan proses pelaksanaan sebagai obyek langsung evaluasi. Yang dij adikan perhat ian oleh konsep ini adalah hubungan ant ara t uj uan dan hasil belaj ar. Fakt or- fakt or pent ing yang t erdapat diant ara t uj uan dan hasil yang dicapai kurang m endapat perhat ian, padahal yang dim ensi akan disem purnakan j ust ru adalah fakt or- fakt or t ersebut yait u input dan proses belaj ar- m engaj ar, yang keseluruhannya akan m encipt akan suat u t ipe pengalam an belaj ar t ert ent u. Masih berhubungan dengan persoalan ruang lingkup evaluasi di at as, pelaksanaan evaluasi dari konsep ini t erj adi pada saat kurikulum sudah selesai dilaksanakan, dengan j alan m em bandingkan ant ara hasil pret est dan post t est . Sebagai akibat nya inform asi yang dihasilkan hanya dapat m enj aw ab pert anyaan t ent ang t uj uan- t uj uan m ana yang t elah dan yang belum dapat dicapai. Pert anyaan t ent ang m engapa t uj uan- t uj uan t ert ent u belum dapat dicapai, sukar unt uk dapat dij awab m elalui inform asi perbedaan pret est dan post t est . Dengan kat a lain, pendekat an yang digunakan oleh konsep ini m enghasilkan suat u t eknik evaluasi yang sifat nya t erm inal / post fact o. Pendekat an sem acam ini m em ang m em bant u pengem bang kurikulum dalam m enent ukan bagian- bagian m ana dari program yang m asih lem ah, t api kurang m em bant u di dalam m encari j aw aban t ent ang segi- segi apanya yang m asih lem ah dan bagaim ana kem ungkinan m engat asi kelem ahan t ersebut .
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

HAND OUT EVALUASI KURIKULUM

HAND OUT EVALUASI KURIKULUM

PERBEDAAN PENGUKURAN, PENGUJIAN, , J , PENILAIAN, DAN EVALUASI • PENGUKURAN ADALAH KEGIATAN YANG SISTEMATIS UNTUK MENENTUKAN ANGKA PADA OBJEK ATAU GEJALA • PENGUJIAN TERDIRI DARI SEJ[r]

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...