faktor biotik

Top PDF faktor biotik:

LAPORAN EKOLOGI PERTANIAN FAKTOR BIOTIK ID

LAPORAN EKOLOGI PERTANIAN FAKTOR BIOTIK ID

(pembentukan mineral). Komponen tanah yang utama, yaitu bahan organik, air, bahan mineral, dan udara. Tumbuhan mengambil air dan garam-garam mineral yang ada di dalam tanah. Sementara manusia memanfaatkan tanah sebagai lahan pemukiman, peternakan, perkantoran, pertanian, pertambangan, perindustrian, dan kegiatan transportasi. Tanah adalah faktor abiotik yang tersusun oleh kombinasi mineral, air, udara, dan bahan organik yang berasal dari penguraian tumbuhan atau hewan. Perbedaan zat penyusun tanah akan menghasilkan jenis tanah yang berbeda. Tanah berfungsi sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat zat hara yang merupakan mineral penting untuk
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

diutamakan sehingga dapat mendorong berfungsinya mekanisme pengendali alami seperti, pemanfaatan musuh alami, budidaya tanaman sehat, dan penggunaan varietas tahan. Dalam keadaan seimbang, populasi hama dapat ditekan dan dijaga pada tingkat yang tidak merugikan. Akibatnya, usaha pengendalian hama pada lingkungan stabil tersebut dapat berjalan secara alami dan akan menimbulkan terciptanya pola ketahanan lingkungan pertanaman . Kajian yang dipelajari dalam ekologi adalah pemahaman tetang susunan, fungsi, dan interaksi makhluk hidup dalam suatu kesatuan dengan semua benda di sekitarnya. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan bahwa setiap organisme mempunyai lingkungan hidup (seperti faktor fisik dan faktor biotik) yang berbeda dengan yang lain walaupun hidup pada satu lokasi tertentu
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

BAB I GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

menjadi mahkluk hidup (biotik), akan tetapi apakah bisa bertumbuh atau mati sangat ditentukan oleh faktor abiotik di lingkungannya. Jika temperatur sesuai dan tanah tempatnya berada cukup subur maka biji akan tumbuh menjadi tanaman baru. Keadaan akan berbeda jika temperatur sangat panas atau sangat dingin serta tanah yang gersang maka kemungkinan biji tidak akan tumbuh dengan baik. Nah..anda tahu bahwa temperatur dan tanah adalah faktor abiotik sedangkan biji adalah faktor biotik. Dalam hal ini faktor abiotik sangat berpengaruh terhadap faktor alam biotik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

A. PENGERTIAN ABIOTIK - Abiotik Dan Biotik

A. PENGERTIAN ABIOTIK - Abiotik Dan Biotik

Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara ebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. Lihatlah Gambar Di bawah ini.

6 Baca lebih lajut

Kelimpahan predator  Aphis gossypii di pertanaman cabai serta sumbangan pada MK Entomologi

Kelimpahan predator Aphis gossypii di pertanaman cabai serta sumbangan pada MK Entomologi

Populasi A. gossypii pada pertanaman cabai di Soak Palembang selama satu musim tanam berfluktuasi dipengaruhi faktor biotik dan abiotik. Menurut Afshari dkk., (2009) bahwa kelimpahan populasi A. gossypii dapat terjadi secara musiman pada pertanaman kapas di Gordan Iran Utara. Faktor abiotik khususnya suhu dan curah hujan, faktor biotik seperti tumbuhan inang dan serangga predator, penggunaan herbisida dan insektisida sekitar lahan cabai dan sanitasi lahan cabai juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap fluktuasi kelimpahan populasi A. gossypii.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SYMPHYLID ABUNDANCE IN PINEAPPLE, BANANA, GUAVA AND ALOEVERA ECOSYSTEMS IN TERBANGGI BESAR AREA, CENTRAL LAMPUNG

SYMPHYLID ABUNDANCE IN PINEAPPLE, BANANA, GUAVA AND ALOEVERA ECOSYSTEMS IN TERBANGGI BESAR AREA, CENTRAL LAMPUNG

Naik turunnya populasi organisme dalam hal ini hama ditentukan oleh dua kekuatan ekosistem yaitu kemampuan hayati atau potensi biotik dan hambatan lingkungan (Untung, 2006). Potensi biotik merupakan kemampuan organisme untuk berkembangbiak dalam kondisi yang normal. Potensi biotik suatu jenis organisme di alam selalu akan dipengaruhi oleh faktor biotik (misalnya, makanan dan pasangan) dan faktor abiotik atau lingkungan fisik (misalnya, temperatur, kelembaban dan intensitas cahaya). Berbagai faktor biotik dan abiotik di ekosistem yang cenderung menurunkan fertilitas dan kelangsungan hidup individu-individu dalam populasi organisme dikenal dengan istilah hambatan lingkungan (Untung, 2006) atau ketahanan lingkungan (environmental resistance) (Sembel, 2012).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

B1J010198 9.

B1J010198 9.

Populasi tungau hama dalam mempertahankan hidupnya mengadakan pencaran harian mengikuti pencaran mangsa keseluruh bagian tanaman. Pencaran harian merupakan kebiasaan tungau hama dalam rangka memperoleh sumber daya pakan yang diperlukan. Populasi cenderung diatur oleh komponen-komponen abiotik seperti kelembaban udara, temperatur, intensitas sinar matahari yang menjadi faktor pembatas dalam ekosistem. Faktor negatif ataupun positif bagi populasi adalah, ketidaktergantungan pada kepadatan (density independent), apabila pengaruhnya tidak tergantung dari besarnya populasi, contohnya iklim. Ketergantungan pada kepadatan (density dependent), apabila pengaruhnya pada populasi merupakan fungsi dari kepadatan, contohnya faktor biotik (persaingan) (Odum,1993).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Materi IPA Kelas 7 10. IPA KLS 7 BAB 9

Materi IPA Kelas 7 10. IPA KLS 7 BAB 9

Faktor biotik berinteraksi dengan faktor abiotik. Semua organisme berpengaruh pada lingkungannya sebab mereka makan, membuang kotoran dan memperoleh ruangan dari lingkungannya. Beberapa organisme bahkan dapat mengubah lingkungan fisiknya, misalnya petani menanam pohon mengitari kebunnya untuk mengurangi erosi. Pohon dapat memperlambat hembusan angin, sehingga dapat memperlambat erosi. Naungan di bawah pohon mencegah sinar matahari mencapai tanah, dan mendinginkan daerah di bawah naungan. Saat pohon masih muda daerah yang dinaungi masih sempit, tetapi setelah dewasa daerah yang dinaungi lebih luas. Pohon asam mencegah sinar matahari mencapai tanah di bawahnya. Temperatur naungan paling bawah ternyata paling rendah, dan memungkinkan tumbuhnya tumbuhan yang sesuai dengan kondisi naungan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pengembangan Energi Terbarukan Dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Pengembangan Energi Terbarukan Dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Suhu merupakan faktor penting mempengaruhi aktifitas mikroorganisme. Suhu optimal proses perombakan anaerob (fermentasi) dibedakan menjadi tiga macam yaitu suhu termofil (45-60) o C untuk penghancuran cepat dan produksi tinggi (m 3 gas/m 3 bahan per hari) serta waktu retensi pendek bebas dari desinfektan, suhu mesofil 27-40 o C (suhu kamar ruang/lingkungan), dan suhu kryofil < 22 o C (banyak dipengaruhi udara musim sedang, biaya relatif lebih murah) (Metcalf dan Eddy 2003). Pada kondisi kryofilik, 5-25 o C, proses perombakan berjalan lambat, kondisi mesofilik, 30-40 o C, perombakan berlangsung cukup baik dan terjadi percepatan proses perombakan dengan kenaikan suhu, serta kondisi termofilik, 45-65 o C untuk bakteri termofil dengan perombakan optimal pada 55 o C (NAS 1981, Bitton 1999). Proses perombakan anaerob sangat peka terhadap perubahan suhu, suhu optimal termofil umum pada kisaran 52-58 o C, namun dampak negatif dapat terjadi pada suhu lebih tinggi dari 60 o C. Hal ini disebabkan oleh toksisitas ammonia meningkat dengan meningkatnya suhu, sementara pengenceran substrat pada suhu tinggi memudahkan difusi bahan terlarut. Di lain pihak pada suhu di bawah 50 o C laju pertumbuhan bakteri termofil rendah dan lebih rendah dari pada laju tinggal hidraulik. sehingga populasi mikroba dapat tercuci (washout) (Wellinger 1999).
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

PENGAMATAN GEJALA BIOTIK DAN ABIOTIK

PENGAMATAN GEJALA BIOTIK DAN ABIOTIK

Gejala biotik dan abiotik saling berkaitan dan tidak dapat di- pisahkan. Kejadian yang terjadi pada komponen biotik akan berpen- garuh terhadap komponen abiotik, demikian sebaliknya. Contohnya kasus banjir, air sebagai komponen abiotik yang merupakan kompo- nen vital yang dibutuhkan makhluk hidup justru sebagai penyebab banjir. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya lahan resapan akibat penggundulan hutan atau penebangan tanaman (komponen biotik), belum lagi kebiasaan buruk manusia terhadap lingkungan yang dapat mengakibatkan banjir. Akibat dari banjir tentu saja merugikan seluruh lapisan masyarakat. Coba kamu sebutkan contoh lainnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GAMBARAN KEPADATAN TIKUS DI KELURAHAN RANDUSARI KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG TAHUN 2015

GAMBARAN KEPADATAN TIKUS DI KELURAHAN RANDUSARI KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG TAHUN 2015

Hasil observasi dan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari 2015, menunjukkan bahwa banyak terdapat genangan air dan selokan yang tidak mengalir di sekitar pemukiman RW II. Selain itu, banyak ditemukan tumpukan sampah yang merupakan sumber makanan bagi tikus. Menurut Priyambodo (2003), faktor lingkungan yang berupa faktor biotik dan abiotik akan mempengaruhi naik turunnya (dinamika) populasi tikus. Faktor abiotik yang penting dalam mempengaruhi dinamika populasi tikus adalah air untuk minum.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI  tampil

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI tampil

Produsen adalah komponen biotik yang dalam ekosistem berperan sebagai penghasil makanan. Produsen disebut juga makhluk hidup autotrof.Makhluk hidup yang termasuk produsen adalah makhluk hidup yang sel- sel penyusun tubuhnya mempunyai klorofil, mulai dari fitoplankton di perairan sampai tumbuhan tingkat tingkat tinggi. Dengan bantuan cahaya matahari., produsen mampu

46 Baca lebih lajut

Mudah dan Aktif Belajar Biologi elas 10 Rikky Firmansyah Agus Mawardi H M Umar Riandi 2009

Mudah dan Aktif Belajar Biologi elas 10 Rikky Firmansyah Agus Mawardi H M Umar Riandi 2009

Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa karakter ekosistem sangat dipengaruhi oleh keadaan faktor abiotiknya. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh yang lain. Di ekosistem gurun, terdapat tumbuhan kaktus dan ular derik. Kaktus memiliki struktur daun berbentuk jarum, batang berklorofil, dan akar menyebar jauh sampai ke dalam tanah. Sementara itu, ular derik memiliki sisik yang keras, warna cokelat seperti warna pasir, dan bergerak menyamping. Dari fakta tersebut, tampak jelas bahwa cara hidup kedua organisme tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk dapat hidup di gurun harus memiliki struktur anatomi dan fisiologi yang khusus.
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

INTERDEPENDENSI FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK DAN BIOTIK DI EKSOSISTEM PERAIRAN.

INTERDEPENDENSI FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK DAN BIOTIK DI EKSOSISTEM PERAIRAN.

Pertumbuhan tanaman seagrass tidak dipengaruhi oleh nutrien di dalam air karena tanaman lamun mampu memperoleh nutrin dari substrat (Speight and Henderson, 2010). Selanjutnya dikatakan bahwa kepadatan, pertumbuhan dan distribusi tanaman lamun sangat sensisitive terhadap faktor ligkungan terutana ketersediaan cahaya dan peningkatan kekeruhan air akibat eutrophikasi. Sehingga penurunan intensitas cahaya akan berakibat terhadap peroduktifitas dan sintasan hidup lamun. Karena intensitas dan durasi cahaya menurun maka pertumbuhan, biomasa, kepadatan akan menurun, sementara level nitrat dan fosfat meningkat akibat physiologis yang tidak seimbang dan penguraian material yang mati.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

MAKALAH LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK (1)

MAKALAH LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK (1)

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian Lingkungan Biotik dan Abiotik, dan juga Masalah Lingkungan yang menyebabkan Masalah Kesehatan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

15 Baca lebih lajut

Ekologi Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides Blkr.) di Danau Lubuk Siam Kabupaten Kampar, Riau.

Ekologi Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides Blkr.) di Danau Lubuk Siam Kabupaten Kampar, Riau.

Secara umum faktor lingkungan abiotik Danau Lubuk Siam dilihat dari faktor fisika dan kimia cukup mendukung bagi kehidupan ikan motan (T. thynnoides) dan organisme pakannya. Kedalaman mencapai 3,2 m (kedalaman yang paling dalam) merupakan lubuk sebagai habitat (lingkungan optimal bagi kehidupan ikan motan (T. thynnoides) di Danau Lubuk Siam. Berdasarkan faktor biotik, dimana ketersediaan makanan di habitat alaminya tidak berpengaruh langsung terhadap distribusi ikan motan di Danau Lubuk Siam dimana kepadatan makanan yang tinggi tidak diikuti kelimpahan ikan yang tinggi lebih mementingkan lingkungan hidup optimal yaitu kedalaman 3,2 m yang merupakan lubuk dibandingkan dengan ketersediaan makanan yang berlimpah (kepadatan plankton yang tinggi).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

Di sekitar kita terdapat adanya benda-benda yang bisa kita golongkan menjadi 2, yaitu makhluk hidup (biotik) dan benda mati (abiotik). Tentu dengan mudah kamu dapat membedakan antara komponen biotik dan abiotik di sekitarmu. Batu dan kerikil yang berserakan di halaman rumah merupakan komponen abiotik, sedangkan kupu-kupu, burung, dan bunga mawar merupakan komponen biotik. Dengan demikian, berdasarkan

83 Baca lebih lajut

Karakterisitik Ekosistem Perairan Menggenang di Situ Gede

Karakterisitik Ekosistem Perairan Menggenang di Situ Gede

Interaksi antar komponen biotik penyusun ekosistem perairan dapat berbentuk sebuah kompetisi. Kompetisi ini dapat terjadi antar organisme, antar populasi bahkan antar komunitas. Kepentingan yang sama membuat mereka saling bersaing untuk mendapatkannya, seperti persaingan antar populasi antara plankton dan perifiton untuk mendapatkan cahaya matahari atau persaingan antar spesies antara nekton untuk mendapatkan fitoplankton sebagai bahan makanan mereka. Selain berkompetisi, interaksi yang terjadi juga dapat berupa interaksi yang saling menguntungkan (mutualisme) dan komensialisme. Contoh interaksi komensialisme adalah perifiton yang hidup menempel pada bentos. Akhirnya, apapun jenis interaksi yang terjadi, interaksi-interaksi tersebut akan menyusun ekosistem perairan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KELAS X RIKKY FIRMANSYAH

KELAS X RIKKY FIRMANSYAH

Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa karakter ekosistem sangat dipengaruhi oleh keadaan faktor abiotiknya. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh yang lain. Di ekosistem gurun, terdapat tumbuhan kaktus dan ular derik. Kaktus memiliki struktur daun berbentuk jarum, batang berklorofil, dan akar menyebar jauh sampai ke dalam tanah. Sementara itu, ular derik memiliki sisik yang keras, warna cokelat seperti warna pasir, dan bergerak menyamping. Dari fakta tersebut, tampak jelas bahwa cara hidup kedua organisme tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya. Untuk dapat hidup di gurun harus memiliki struktur anatomi dan fisiologi yang khusus.
Baca lebih lanjut

222 Baca lebih lajut

Studi Ekologi Tempat Perindukan Vektor Malaria Di Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung

Studi Ekologi Tempat Perindukan Vektor Malaria Di Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor abiotik seperti suhu air, oksigen terlarut (DO), dan kedalaman air memiliki korelasi terhadap kepadatan larva Anopheles sp. pada taraf nyata 5%. Kondisi ekologi perindukan nyamuk mendukung kehidupan larva dengan suhu tertinggi 31,33 0 C, salinitas 2,78 ‰, pH berkisar 5-6, DO berkisar 5- 6,23 mg/L, dan kedalaman air tertinggi 57,83 cm. Kepadatan larva paling tinggi terdapat pada tambak 3 yaitu 15,3 ekor/250 ml. Pengamatan faktor biologi ditemukan jenis tumbuhan air berupa ganggang dan lumut serta hewan air berupa kepiting (Uca pugnax), udang (Palaemonete sp), kecebong (Rana sp.), dan bentos.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...