fasilitas pendidikan dasar

Top PDF fasilitas pendidikan dasar:

ANALISIS SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2007.

ANALISIS SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2007.

Hasil dari penelitian ini berupa peta sebaran fasilitas pendid ikan dasar di Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri, faktor- faktor yang mempengaruhi sebaran pendidikan dasar, asal murid masing- masing sekolah di setiap kelurahan di Kecamatan Jatisrono. Pola sebaran lokasi gedung sekolah di Kecamatan Jatisrono mempunyai pola sebaran acak (random) sebab nilai pola sebaran gedung Sekolah Dasar (SD) mempunyai nilai T=1,804 dan pola sebaran gedung Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) mempunyai nilai T=1,2882. Nilai ini memiliki kecenderungan mendekati pada nilai 1, sedangkan T=1 menunjukkan pola sebaran acak. Selanjutnya untuk faktor aksesibilitas dapat diketahui bahwa daerah yang memiliki nilai aksesib ilitas tinggi mempunyai sebaran fasilitas pendidikan dasar sebanyak 37 buah fasilitas (86,04%), sedangkan untuk aksesibilitas sedang sebanyak 4 buah fasilitas (9,30%) dan aksesibilitas rendah sebanyak 2 buah fasilitas (4,65%). Ketersedian fasilitas pelayanan pendidikan baik SD maupun SMP memiliki kategori sedang hal ini disebabkan memiliki kemampuan yang sama dalam menunjang kebutuhan fasilitas pelayanan pendidikan, kecenderungan penduduk dalam memanfaatkan fasilitas pendidikan penduduk yang jauh dari fasilitas pendidikan di daerahnya sendiri cenderung memilih memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada di luar daerahnya, dalam hal ini lebih mempertimbangkan yang dekat dengan permukiman, faktor kualitas sekolah. Asal murid pada masing- masing sekolah di setiap kelurahan didominasi oleh kelurahan dari mana sekolah tersebut berada dan kelurahan terdekatnya dengan kata lain terdapat variasi daerah asal murid pada masing- masing sekolah di Kecamatan Jatisrono.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

ANALISA PEMANFAATAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI.

ANALISA PEMANFAATAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI.

Dalam rangka memperluas kesempatan belajar pada pendidikan dasar serta dalam usaha meningkatkan pencapaian tujuan program wajib belajar sembilan tahun bagi anak usia 7 – 15 tahun, maka diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, termasuk di dalamnya penambahan gedung sekolah dan ruang belajar/ruang kelas agar terjadi keseimbangan antara jumlah murid yang harus ditampung dengan ruang kelas yang tersedia. Apabila keseimbangan ini terjadi maka hal itu akan selaras dengan Tujuan Nasional Bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam pasal 31 UUD 1945. Namun apabila jumlah lokal kelas tidak memadai, maka akan menimbulkan masalah yang harus segera mendapatkan jalan pemecahan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Sebaran Fasilitas Pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri Di Kabupaten Boyolali.

PENDAHULUAN Analisis Sebaran Fasilitas Pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri Di Kabupaten Boyolali.

Krisna Margiatno Mawardhono (2006), dengan judul penelitiannya “Analisis Sebaran Fasilitas Pendidikan Dasar di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar”. Adapun tujuan dari penelitiannya adalah (a) mengetahui pola sebaran fasilitas pendidikan dasar di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar, (b) mengetahui faktor apakah yang mempengaruhi sebaran fasilitas dasar di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar, (c) mengetahui asal murid pada masing-masing sekolah di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan adalah survei dengan didukung dengan interpretasi data peta data sekunder. Hasil dari penelitiannya adalah peta pola sebaran fasilitas pendidikan dasar di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar adalah acak, (b) faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran pendidikan dasar yaitu aksesbilitas, kecenderungan penduduk dalam memenfaatkan fasilitas pendidikan cenderung memilih diluar daerahnya, dalam hal ini lebih mempertimbangkan yang dekat dengan pemukiman, faktor kualitas sekolah asal murid pada masing-masing sekolah setiap sekolahan di dominasi oleh kelurahan dari mana sekolah tersebut berada dan kelurahan tetangga terdekatnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PELAYANAN KESEHATAN IBU DI FASILITAS KESEHATAN DASAR DAN RUJUKAN

PELAYANAN KESEHATAN IBU DI FASILITAS KESEHATAN DASAR DAN RUJUKAN

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera, Pertama - tama marilah kita panjatkan syukur ke hadirat Allah S.W.T, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya “BUKU SAKU PELAYANAN KESEHATAN IBU DI FASILITAS KESEHATAN DASAR DAN RUJUKAN”. Seyogyanya buku ini dapat menjadi pegangan dan panduan pada pelayanan di fasilitas kesehatan dasar dan fasilitas kesehatan rujukan. Dengan hadirnya buku ini kita semua berharap kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu - ibu hamil, melahirkan dan nifas dapat meningkat dan ditingkatkan secara bermakna. Dengan membaiknya kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu - ibu tersebut diharapkan akan dapat menurunkan angka kematian ibu serta meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas.
Baca lebih lanjut

368 Baca lebih lajut

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah  (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

Pendidikan adalah usaha sadar serta terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk menumbuhkan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU Sisdiknas Tahun 2003). Tujuan pendidikan dasar adalah mengajarkan kecakapan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung yang merupakan penunjang utama pengajaran pada jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 14 disebutkan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Ketersediaan Fasilitas Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Tahun 2014.

PENDAHULUAN Evaluasi Ketersediaan Fasilitas Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Tahun 2014.

Kecamatan Grabag menjadi salah satu kecamatan yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dasar bagi 32 desa yang secara administratif masuk di dalam wilayahnya. Kecamatan Grabag memiliki sejumlah 38 satuan pendidikan dasar setingkat sekolah dasar yang terbagi menjadi : 37 sekolah dasar (SD) dan 1 MI yang tersebar di wilayahnya. Dengan jumlah SD negeri sebanyak 37 buah, kecamatan ini masuk dalam 5 besar jumlah penyedia layanan pendidikan SD negeri di Kabupaten Purworejo. Sesuai Tabel 1.2 dimana kondisi pendidikan kecamatan ini memiliki kekurangan guru sejumlah 41 orang, Kecamatan Grabag juga termasuk dalam daerah terkena dampak banjir akhir tahun 2013 yang melanda Desa Rowodadi, Trimulyo, Tulusrejo, Bendungan, dan beberapa desa yang masuk wilayah administrasinya, dimana akan berdampak pada kerusakan fasilitas pendidikan yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Materi Bimbingan Teknis Pengelolaan DAK Bidang Pendidikan Tahun 2015 | Bidang Dikdas, Dinas Dikpora Kab. Magetan PROPOSAL  2015

Materi Bimbingan Teknis Pengelolaan DAK Bidang Pendidikan Tahun 2015 | Bidang Dikdas, Dinas Dikpora Kab. Magetan PROPOSAL 2015

Pada era globalisasi ini peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tertitik beratkan pada guru dan siswa. Namun ada beberapa hal yang juga harus ditingkatkan, salah satunya adalah sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang baik akan mendukung seluruh proses belajar mengajar untuk memberikan pengalaman yang cukup bagi peserta didik, sehingga mereka mampu mengartikulasikan nilai – nilai pendidikan dengan baik. Pemenuhan hal – hal tersebut tidak bisa dibebankan pada kemampuan sekolah saja, namun juga menjadi tanggung jawab Pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan masyarakat dalam mewujudkannya. Sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh stake holder pendidikan yang sebagaimana dijelaskan oleh UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat. Untuk itu Program Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak yang di koordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menjadi hal yang urgen guna peningkatan kualitas belajar-mengajar baik untuk murid maupun guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Microsoft Word   BAB I

Microsoft Word BAB I

Bagaimana merencanakan dan merancang suatu fasilitas pendidikan berbasis Islam yang didalamnya terdapat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang tergabung menjadi satu, dengan menerapkan kurikulum nasional Indonesia dan kurikulum Internasional sehubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu melaksanakan fungsi dan manfaatnya secara optimal dalam melayani anak didiknya, serta menerapkan ajaran dan pemahaman mengenai konsep Islam dalam bangunan.

10 Baca lebih lajut

PEMERATAAN PEMBAGUNAN FASILITAS PENDIDIKan pengaruh

PEMERATAAN PEMBAGUNAN FASILITAS PENDIDIKan pengaruh

Fasilitas pendidikan merupakan salah satu faktor yang menjadi daya dukung peningkatan kualitas pendidikan SDM. Apabila tidak tersedianya fasilitas pendidikan kita akan semakin sulit untuk dapat meningkatkan kualitas SDM yang mampu bersaing nantinya dan isu keuntungan dari bonus demografi tersebut tidak akan terwujud. Fasilitas pendidikan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali potensi diri sehingga potensi tersebut akan semakin berkembang dan dapat menjadi modal bagi masyarakat dalam persaingan di dunia kerja.

5 Baca lebih lajut

Dasar dasar Pendidikan

Dasar dasar Pendidikan

1. Perbandingan antara wanita Islam dan wanita Kristen di Abad pertengahan Bila kita membolak-balik halaman sejarah di abad pertengahan, kita akan melihat betapa wanita-wanita Kristen di Eropa tenggelam di dalam lautan kejahilan dan kita melihat betapa bangsa Romawi kuno-selain orang-orang Sparta dan Plato yang memiliki suatu civilisasi dan kebudayaan tinggi, menganggap wanita adalah suatu harta benda yang boleh dipermainkan oleh lelaki untuk berfoya-foya, tanpa memberikan kepada wanita hak untuk belajar dan persamaan dengan kaum pria dalam bidang kemasyarakatan. Bahkan orang Jerman berkata : "Almari pakaian adalah kantornya kaum wanita". Orang-orang Prancis berpendapat pula bahwa wanita haruslah hidup dalam empat dinding. Sedang sebaliknya, kita melihat bahwa wanita Islam di abad pertengahan itu sudah mencapai suatu tingkat yang tinggi dari segi ilmiah, kebangunan mental, ketinggian jiwa, dan turut berpartisipasi dalam kehidupan agama, sosial, politik dalam masyarakat Islam di zaman keemasannya, di saat mana mereka tidak mencapai tingkat pendidikan dan ilmu pengetahuan yang begitu tinggi yang cukup membuat iri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PERANCANGAN FASILITAS PENDIDIKAN ANAK US

PERANCANGAN FASILITAS PENDIDIKAN ANAK US

Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman proses perancangan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Gunung Sari Kecamatan Mauk, Tangerang. Kegiatan ini merupakan kerjasama program studi Arsitektur Universitas Pelita Harapan dengan Habitat for Humanity Indonesia, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Proses perancangan bangunan PAUD menggunakan pendekatan partisipasi dengan teknik mosaic approach (Clark and Moss, 2011), dengan tujuan untuk menghasilkan rancangan yang peka terhadap kebutuhan anak serta bermakna bagi anak. Mosaic approach merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk mendengar ‘suara’ anak dan mengakui kompetensi anak, terutama anak usia pra-sekolah (3-6 tahun). Tiga tahapan mosaic approach diterapkan dalam proses perancangan meliputi: 1) mengumpulkan pandangan anak dan orang dewasa; 2) membahas material yang terkumpul; 3) memutuskan apa yang perlu diteruskan dan diubah. Prinsip multi method mosaic approach yang dilaksanakan adalah observasi, child conferencing dan mapping. Hasil dari keseluruhan proses perancangan bangunan PAUD adalah rancangan final PAUD dalam bentuk gambar kerja, gambar presentasi serta maket bangunan yang digunakan oleh pihak Habitat for Humanity Indonesia untuk pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan. Tulisan ini fokus pada pendekatan partisipasi dengan teknik mosaic approach yang digunakan dalam melaksanakan proses perancangan bangunan PAUD, serta mendeskripsikan evaluasi keberhasilan pendekatan partisipasi dan teknik mosaic approach.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

RUP REVISI DINAS PENDIDIKAN T.A. 2014

RUP REVISI DINAS PENDIDIKAN T.A. 2014

Peranap Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pembangunan Taman, Lapangan Upacara dan Fasilitas Parkir Belanja Modal Konstruksi Gedung Pendidikan Jasa Konsultansi Perencanaa[r]

16 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Indragiri Hulu Revisi rup apbd2014

LPSE Kabupaten Indragiri Hulu Revisi rup apbd2014

Peranap Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pembangunan Taman, Lapangan Upacara dan Fasilitas Parkir Belanja Modal Konstruksi Gedung Pendidikan Pengadaan Whiteboard Pengad[r]

16 Baca lebih lajut

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

kabupaten dan daerah kota yang didesentralisasikan oleh pemerintah pusat. Dan pada pasal 31 ayat 4 dinyatakan bahwa negara memprioritaskan sekurang – kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah”. Hal ini berarti bahwa pemerintah daerah dapat menetapkan besarnya biaya sektor pendidikan.

7 Baca lebih lajut

Peranan Fasilitas Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Kinerja Staf Dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Peranan Fasilitas Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Kinerja Staf Dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Fasilitas kantor merupakan hal yang memang harus diperhatikan dan harus ada dalam mendukung segala aktifitas yang ada didalam suatu instansi baik itu instansi pemerintah maupun swasta. Biasanya fasilitas kantor digunakan oleh suatu instansi maupun organisasi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dikerjakan secara berulang - ulang dengan jumlah banyak serta dalam bentuk yang sama, sehingga membuang waktu dan membosankan bagi yang mengerjakan karena memerlukan ketelitian dalam pengerjaanya untuk mencegah terjadinya kesalahan.

49 Baca lebih lajut

PENGARUH MANAJEMEN FASILITAS BELAJAR TERHADAP LAYANAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN WALED KABUPATEN CIREBON.

PENGARUH MANAJEMEN FASILITAS BELAJAR TERHADAP LAYANAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN WALED KABUPATEN CIREBON.

Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi tentang pengaruh manajemen fasilitas belajar terhadap layanan pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Oleh karena itu, desain penelitian yang digunakan yaitu desain survey. Dalam desain survey ini, teknik pengumpulan data yang digunakan dengan angket dan juga wawancara.

47 Baca lebih lajut

Analisis Ergonomi Redesain Meja dan Kursi Siswa Sekolah Dasar

Analisis Ergonomi Redesain Meja dan Kursi Siswa Sekolah Dasar

1. Ruang belajar gedung sekolah 4 lantai milik sendiri dan fasilitas pendukung, setiap kelas maksimum 30 orang, perpustakaan dengan lebih dari 1000 judul buku dilengkapi fasilitas multimedia audio visual, laboratorium sains, laboratorium komputer terkoneksi internet, laboratorium praktek menjahit. 2. Penunjang ruang makan atau kantin, ruang bimbingan dan konseling, ruang

12 Baca lebih lajut

Analisis Ergonomi Redesain Meja Dan Kursi Siswa Sekolah Dasar

Analisis Ergonomi Redesain Meja Dan Kursi Siswa Sekolah Dasar

Aktivitas sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan sekolah secara aktif dalam pembelajaran. Aktifitas sekolah dapat dilihat dari jadwal kegiatan sekolah tiap harinya. Adapun rincian aktivitas Sekolah Dasar ABC dapat dilihat pada Tabel 2.2.

12 Baca lebih lajut

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Di Kabupaten Karo Di Era Otonomi Daerah (Sektor Pendidikan Dasar 9 Tahun)

Kuesioner ini disusun dan disebarkan dalam rangka penyusunan Skripsi pada Studi Pembangunan Program Sarjana USU untuk mengetahui penilaian publik terhadap fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupataen Karo. Saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/I untuk memberikan tanggapan atas pertanyaan kuesioner ini dengan baik dan benar, karena kuesioner ini digunakan hanya digunakan untuk keperluan penelitian ilmiah. Atas kesediaannya saya ucapkan terima kasih. Petunjuk:

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...