Fast Moving Consumer Goods

Top PDF Fast Moving Consumer Goods:

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Routes to Market (RtM) adalah seperangkat metodologi yang digunakan untuk merancang bangun rute distribusi menjadi sebuah sistim distribusi yang efektif dan efisien dengan menkombinasikan semua sumberdaya andalan yang dimiliki agar mampu mendorong pertumbuhan penjualan, memiliki daya saing tinggi, dan mampu mengantisipasi setiap perubahan pasar. Sebagian besar perusahaan multi nasional telah menggunakan RtM sebagai bagian dari strategi distribusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi outlet dan pengguna akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis bagaimana pengaruh perubahan RtM terhadap strategi distribusi untuk mendorong optimalisasi kinerja pemasaran pada perusahaan industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Routes to Market (RtM) adalah seperangkat metodologi yang digunakan untuk merancang bangun rute distribusi menjadi sebuah sistim distribusi yang efektif dan efisien dengan menkombinasikan semua sumberdaya andalan yang dimiliki agar mampu mendorong pertumbuhan penjualan, memiliki daya saing tinggi, dan mampu mengantisipasi setiap perubahan pasar. Sebagian besar perusahaan multi nasional telah menggunakan RtM sebagai bagian dari strategi distribusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi outlet dan pengguna akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis bagaimana pengaruh perubahan RtM terhadap strategi distribusi untuk mendorong optimalisasi kinerja pemasaran pada perusahaan industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG)
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Terhadap Data Survei Balita Indonesia Oleh Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Analisis Terhadap Data Survei Balita Indonesia Oleh Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Terhadap Data Survei Balita Indonesia Oleh Perusahaan Fast Moving Consumer Goods adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

38 Baca lebih lajut

Application of Theory of Constraint Supply Chain Replenishment System in Fast Moving Consumer Goods Company - Binus e-Thesis

Application of Theory of Constraint Supply Chain Replenishment System in Fast Moving Consumer Goods Company - Binus e-Thesis

Abstract — Today’s market competitiveness has reached its peak since the rapid growth of industrial and technology development. The market dominance aims to fulfill the consumer supply and demand, by giving excellent service, such as stabilizing the finished goods inventory level in the right time and quantity. This study was conducted in one of the Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Company in Indonesia which has several problems in supplying their product to market. Actual market condition and demand become the main factor why the company is unable fulfilling the right product to its consumer, despite the Production Planning and Inventory Control (PPIC) segment has made the right production target based on the Purchase Order and Selling Target from Distributors Company. Thus, further development by combining supply chain management system with several theory of constraints is required to manage the material inventory and finished goods, which meet the consumer needs such as integrated master production schedule, market demand condition, finished goods inventory, and material replenishment by suppliers. Keywords — Supply chain management, Theory of Constraint, Forecasting, Inventory, Fast Moving Consumer Goods (FCMG)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

this PDF file ANALISIS DAMPAK PEMASARAN DI MEDIA SOSIAL ONLINE TERHADAP CITRA MEREK, MINAT BELI KONSUMEN, DAN NET PROMOTER SCORE (Pendekatan Eksperimental Virtual Brand Following pada aplikasi Instagram produk Fast Moving Consumer Goods @erigostore pada M

this PDF file ANALISIS DAMPAK PEMASARAN DI MEDIA SOSIAL ONLINE TERHADAP CITRA MEREK, MINAT BELI KONSUMEN, DAN NET PROMOTER SCORE (Pendekatan Eksperimental Virtual Brand Following pada aplikasi Instagram produk Fast Moving Consumer Goods @erigostore pada M

The type of research used in this paper is Experimental Research using a qualitative approach. The total sample size of 96 participants who then will be split into 3 separate groups based upon their status of have they followed @erigostore before or not. Sampling technique used in this paper is Non-Probability technique with Purposive Sampling as the sampling method. Questionnaire is used as the primary means of data acquistion with a written questionnaire for the pre-test and using Google Forms for the post-test. The data would be analyzed using descriptive analysis and paired sample T-test.The result of the experiment shows that Brand Following has a positive and significant impact towards consumer perception towards Brand Image, Purchase Intention, and NPS scores by the experiment’s participants who were asked to carry out a Virtual Brand Following to Erigo. This research also indicate that social media marketing is an effective means of improving consumers purchase intentions and the brand image of the product, yet it is not enough to convince consumer to voluntarily risk their reputation to promote their product to the people around them.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BARU OLEH GROSIR INDUSTRI FAST MOVING CONSUMER GOODS (FMCG) DI PASAR TRADISIONAL.

PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BARU OLEH GROSIR INDUSTRI FAST MOVING CONSUMER GOODS (FMCG) DI PASAR TRADISIONAL.

Fast Moving Consumer Goods (FMCG) merupakan produk yang dibutuhkan oleh semua pengguna akhir (end users) untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari- hari (Pongiannan dan Chinnasamy, 2014). Pengkelompokan atau kategorisasi produk FMCG, misalnya terdiri dari keperluan pribadi (personal care), kebutuhan rumah tangga (household), minuman ringan, pembersih kamar mandi (toiletries), diterjen, baterai, perlengkapan alat tulis (stationery), kosmetik, farmasi, paket makanan dan lain-lain . Kelompok produk tersebut merupakan hasil dari proses produksi yang dilakukan oleh produsen industri FMCG. Perusahaan-perusahaan bertaraf nasional dan multinasional telah mengoperasikan industri FMCG, sehingga saat ini industri FMCG telah tumbuh pesat di setiap negara (Ibidunni, 2011). Berikut ini berbagai fenomena yang terjadi pada manajemen pemasaran industri FMCG, sehingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

saluran utama produk produsen, manufaktur dan provider B2B ( business- to-business ) adalah: 1) penjualan langsung ke pelanggan bisnis, dan 2) penjualan melalui distributor. Burnett (2008) mengatakan “designing the optimal distribution channel depends on the objectives of the firm and the characteristics of available chann el options”. Jadi semua unit dalam saluran distribusi sama-sama berfungsi untuk memuaskan pelanggan melalui pengantaran pesanan sesuai dengan lokasi tujuan, jumlah, kualitas, dan harga yang sesuai dengan penawaran. Seperti yang dikatakan oleh Weitz, et al. (2004) bahwa, pemilihan dan penerapan saluran distribusi melalui saluran business-to-business (B2B) ataupun consumer-goods tidak terlepas dari peran penting resellers , yakni semua perusahaan di saluran distribusi yang berfungsi untuk menghubungkan produsen dengan konsumen. Selain bertujuan untuk memuaskan pelanggan, semua unit di saluran distribusi mulai dari pengecer, wakil representatif produsen, kantor penjualan, dan grosir bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktifitas promosi yang dapat mempengaruhi dan mendorong terjadinya permintaan. Seperti yang dikatakan oleh Kotler dan Keller (2012) yakni, “the marketer uses distribution channels to display, sell, or deliver the physical product or service(s) to the buyer or user” .
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Pengaruh Perubahan Routes To Market Terhadap Kinerja Pemasaran Pada Perusahaan Fast Moving Consumer Goods

Berdirinya perusahaan-perusahaan baru dalam industri produk konsumsi cepat saji ( Fast Moving Consumer Goods/FMCG ) pada belakangan ini dirasakan cukup pesat dan semakin kompetitif khususnya pada industri minuman ( beverages companies ) produk-produk minuman non alkohol siap minum ( Non Alcoholic Ready to Drink/NARtD ). Tidak semua perusahaan tersebut merupakan perusahaan industri FMCG baru, melainkan beberapa diantaranya adalah merupakan perusahaan industri farmasi yang sedang berekspansi dalam industri FMCG. Seluruh perusahaan tersebut bertujuan sama, yaitu untuk mendapatkan pangsa pasar ( market share ) produk NARtD yang saat ini sedang berkembang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Positioning 7-Eleven dalam Industri Retail Consumer Goods di Jakarta Timur

Analisis Positioning 7-Eleven dalam Industri Retail Consumer Goods di Jakarta Timur

Convenience store hadir di kota Jakarta dengan konsep unik dibandingkan jenis ritel lainnya, di mana hal tersebut yang menjadi suatu keunggulan dan menarik perhatian konsumen kota Jakarta. Masyarakat kota Jakarta saat ini, terutama para pelajar, mahasiswa, dan pegawai kantoran telah menjadikan convenience store, sebagai tempat yang nyaman untuk menyantap makanan dan minuman siap saji sambil bersantai dan mengobrol dengan rekan-rekannya. Perubahan gaya hidup masyarakat kota Jakarta saat ini dikarenakan tempat berkumpul dan bersantai sebelumnya, seperti cafe dan restoran fast food, dirasakan kurang memenuhi keinginan konsumen untuk bersantai yang terbatas pada jam operasional. Convenience store kemudian hadir dan mendukung aktivitas masyarakat kota Jakarta dengan menyediakan produk-produk FMCG dengan lokasi yang nyaman, bersih dan aman selama 24 jam selama satu minggu. Pelaku usaha industri retail consumer goods dengan konsep convenience store yang sedang unggul di kota Jakarta akhir-akhir ini adalah 7-Eleven dibawah PT. Modern PutraIndonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT. Modern Internasional, Tbk. Konsep yang digunakan 7-Eleven sedikit berbeda dengan konsep yang digunakan Circle K sebagai pioner convenience store di Indonesia. Perbedaan konsep diantara kedua pemain bisnis ritel tersebut yaitu 7-Eleven menyediakan produk makanan dan minuman siap saji dengan merek sendiri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor Fundamental Keuangan Dan Resiko Sistematik Terhadap Harga Saham Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar  Di Bursa Efek Indonesia

Analisis Faktor Fundamental Keuangan Dan Resiko Sistematik Terhadap Harga Saham Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Hasil pengujian menunjukkan bahwa return on asset (ROA), return on equity (ROE), price earning ratio (PER), payout ratio (PER), debt equity ratio (DER) dan required rate of return (r) tereliminasi dalam proses uji regresi linier metode stepwise karena memiliki pengaruh yang rendah terhadap harga saham. Earning pershare (EPS) mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap harga saham perusahaan consumer goods. Hal ini berarti bahwa earning pershare (PES) merupakan tolok ukur yang lebih baik dalam menilai harga saham perusahaan consumer goods. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa earning pershare (EPS), book value (BV), return on investment (ROI), operating profit margin (OPM) dan beta berpengaruh secara simultan terhadap harga saham perusahaan consumer goods yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia, variabel beta tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

Model perencanaan rantai pasok untuk consumer goods di PT. XYZ

Model perencanaan rantai pasok untuk consumer goods di PT. XYZ

4.4 Penentuan Parameter Model ................................................ IV-10 4.4.1 Penentuan Biaya Pembelian Produk ........................... IV-10 4.4.2 Penentuan Biaya Persediaan ...................................... IV-13 4.4.3 Penentuan Biaya Transportasi .................................... IV-14 4.4.4 Penentuan Safety Stock ............................................. IV-15 4.5 Optimasi Penentuan Kebutuhan Jumlah Alokasi .................. IV-15 4.6 Penentuan Kebutuhan Consumer Goods ............................... IV-19 4.7 Verifikasi Model Program Linier .......................................... IV-23 4.7.1 Verifikasi Internal ...................................................... IV-24 4.8 Model 2 ................................................................................ IV-25 4.8.1 Penentuan fungsi tujuan .............................................. IV-26 4.8.2 Penentuan fungsi pembatas ......................................... IV-28 4.8.3 Model matematis secara keseluruhan .......................... IV-30 4.9 Penentuan parameter model .................................................. IV-30 4.9.1 Penentuan Biaya Kekurangan Persediaan .................... IV-30 4.9.2 Penentuan Jumlah Kebutuhan ..................................... IV-34 4.9.3 Penentuan Jumlah Persediaan ..................................... IV-35 4.9.4 Penentuan Jumlah Kekurangan Persediaan ................. IV-36 4.10Verifikasi Model Program Linear ......................................... IV-37 BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL ................................ V-1 5.1 Analisis Model ..................................................................... V-1 5.1.1 Analisis Model 1 ........................................................ V-1 5.1.2 Analisis Model 2 ........................................................ V-2 5.2 Analisis Sensitivitas ............................................................. V-3 5.2.1 Perubahan Jumlah Permintaan Pada Model 1 .............. V-4 5.2.2 Perubahan Jumlah Permintaan Pada Model 2 .............. V-4 5.3 Analisis Optimasi Model dengan Kondisi Perusahaan .......... V-7 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... VI-1 6.1 Kesimpulan .......................................................................... VI-1 6.2 Saran .................................................................................... VI-1 DAFTAR PUSTAKA
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PORTOFOLIO INVESTASI SAHAM PERUSAHAAN DENGAN SEKTOR USAHA BARANG KONSUMSI (CONSUMER GOODS) DAN PERTAMBANGAN (MINING) DI BEI PADA TAHUN 2005-2008

ANALISIS PORTOFOLIO INVESTASI SAHAM PERUSAHAAN DENGAN SEKTOR USAHA BARANG KONSUMSI (CONSUMER GOODS) DAN PERTAMBANGAN (MINING) DI BEI PADA TAHUN 2005-2008

Alasan penulis mengambil dua sektor ini karena saham-saham pada sektor barang konsumsi (consumer goods), yang mencakup subsektor rokok, obat-obatan, kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman menjanjikan prospek jangka panjang yang cukup cerah karena didukung potensi faktor demografis Indonesia yang berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 1.1 yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup baik pada IHSS barang konsumsi (consumer goods) dari tahun 2005 hingga 2007. Sedangkan ditahun 2008 terjadi penurunan karena terjadinya krisis ekonomi global yang mengakibatkan semua harga saham dari berbagai sektor mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS PERIODE 2002-2004 (Studi Empiris Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar di BEJ).

PENDAHULUAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS PERIODE 2002-2004 (Studi Empiris Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar di BEJ).

Dengan berdasarkan uraian di atas dan mengingat bahwa kinerja suatu perusahaan sangat penting, maka perlu dianalisis indikator-indikator yang mempengaruhi kinerja perusahaan, sehingga penulis mengambil judul “ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS PERIODE 2002-2004 (Studi Empiris Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar di BEJ)”.

Baca lebih lajut

Analisis kinerja portofolio saham sektor consumer goods industry

Analisis kinerja portofolio saham sektor consumer goods industry

Berdasarkan hasil penelitian bahwa saham sektor Consumer Goods Industry yang terdiri atas saham UNVR, INDF, GGRM dan KLBF selama tahun 2009- 2013, khususnya pada kondisi saham KLBF dan GGRM dalam periode 2 tahun terakhir mengalami penurunan. Hal ini dapat terlihat dari pergerakan harga saham masing-masing emiten. Berbanding terbalik dengan kedua saham lainnya yaitu UNVR dan INDF dimana kondisi sahamnya mengalami peningkatan. Harga saham KLBF lebih rendah dari IHSG, hal ini terjadi karena dilakukannya pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 dari Rp 50 menjadi Rp 10. Kinerja saham, dapat terlihat melalui tingkat expected return dan risiko dari saham-saham tersebut. Pada periode tahun 2009-2013 tingkat expected return bulanan keempat saham tersebut adalah GGRM (0,04846), INDF (0,04092), KLBF (0,04104) dan UNVR (0,02622). Pada periode tahun 2009-2013 tingkat risiko bulanan yang akan diterima juga dapat dikatakan cukup tinggi yaitu GGRM (0,12619), INDF (0,10258), KLBF (0,16108) dan UNVR (0,08137). Pada keempat saham tersebut memiliki tingkat expected return bulanan positif, hal ini menjadikan bahwa keempat saham ini layak dijadikan alternatif dalam berinvestasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KAJIAN TERHADAP PERJANJIAN BAKU ANTARA DISTRIBUTOR DAN SUB DISTRIBUTOR PRODUK FAST MOVING CONSUMER GOOD (Suatu Kajian Terhadap Penerapan Perjanjian Baku Ditinjau dari Teori Kepatutan).

PENDAHULUAN KAJIAN TERHADAP PERJANJIAN BAKU ANTARA DISTRIBUTOR DAN SUB DISTRIBUTOR PRODUK FAST MOVING CONSUMER GOOD (Suatu Kajian Terhadap Penerapan Perjanjian Baku Ditinjau dari Teori Kepatutan).

Untuk produk fast moving consumer goods yaitu produk-produk yang di konsumsi secara harian dan cepat habis selanjutnya akan disebut FMCG, saluran distribusi yang digunakan adalah saluran distribusi tidak langsung. Penyaluran produk ke grosir, ritel tidak dilakukan langsung oleh distributor tetapi lewat penunjukkan sub distributor (Royan, 2011:32). Hal tersebut dimungkinkan untuk dijalankan karena sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Ketentuan dan Tata cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Agen atau Distributor Barang dan/atau jasa yang berbunyi sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

FisDas1 kinematika1d a

FisDas1 kinematika1d a

The distance between dots on a ticker tape represents the object's position change during that time interval. A large distance between dots indicates that the object was moving fast during that time interval. A small distance between dots means the object was moving slow during that time interval.

Baca lebih lajut

ANALISIS BULLWHIP EFFECT PRODUK FAST MOVING PADA DIVISI NON FOOD  Analisis Bullwhip Effect Barang Fast Moving Pada Divisi Non Food Soft Line Kategori Haba & Toiletries Studi Kasus Di Assalaam Hypermarket Jl. Ahmad Yani No. 308, Pabelan, Kartasura, Sukohar

ANALISIS BULLWHIP EFFECT PRODUK FAST MOVING PADA DIVISI NON FOOD Analisis Bullwhip Effect Barang Fast Moving Pada Divisi Non Food Soft Line Kategori Haba & Toiletries Studi Kasus Di Assalaam Hypermarket Jl. Ahmad Yani No. 308, Pabelan, Kartasura, Sukohar

a. Fast Moving Item di Assalaam Hypermarket setiap bulan berbeda-beda. Ada beberapa jenis sikat gigi, sabun cuci piring, pasta gigi, dan sabun mandi yang menjadi kategori fast moving item . Terdapat 5 produk yang menjadi sampel pengolahan data dikarenakan ketersediaan barang pada setiap ritel tidak sama. b. Terjadinya bullwhip effect merupakan dampak dari amplifikasi permintaan, artinya permintaan dari downstream lebih besar. Perhitungan bullwhip effect menghasilkan :

Baca lebih lajut

Ringkasan Disertasi.1

Ringkasan Disertasi.1

Konsep tentang produk, harga, distribusi dan promosi merupakan paradigma manajemen bauran pemasaran yang memiliki dominasi pada pemikiran pemasaran, penelitian dan praktik sejak diperkenalkan sekitar 40 tahun yang lalu (Gronroos, 1997), atau sekitar 60 tahun dari waktu sekarang. Selanjutnya di berbagai literatur muncul teori pemasaran relasional, disebutkan bahwa pemasaran relasional merupakan hubungan antara pemasok dengan pelanggan di dalam konsep pemasaran B2B dan Business-to- Consumer (B2C) (Alvarez et al. , 2011). Penelitian pertama tentang pemasaran relasional dilakukan pada tahun 1970-an, namun muncul ke dalam literatur pemasaran pada tahun 1980-an (Rao dan Perry, 2002; Theron et al. 2008). Pada saat awal diperkenalkannya pemasaran relasional dalam pasar B2B, makna hubungan merupakan hal penting untuk keberhasilan organisasi, penekanan pemasar dalam pasar B2C dan pasar jasa adalah pergantian dari pemasaran transaksional ke pemasaran relasional (Aminu, 2012). Berdasarkan historikal perkembangan pemasaran relasional, maka konseptualisasi bauran pemasaran di dalam proses keputusan pembelian merupakan muatan penting dalam studi ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UEU Master 9689 JURNAL.Image.Marked

UEU Master 9689 JURNAL.Image.Marked

perbedaan yang signifikan antara ketidakpraktikan manajemen laba sebelum dan setelah penerapan IFRS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama penerapan IFRS kondisi manajemen laba di perusahaan manufaktur kelompok industri consumer goods yang terdaftar di BEI mengalami peningkatan pada ketidakpraktiknya, yang dilihat dari nilai manajemen laba akrual yang semakin mendekati angka 0. Hal ini tentu saja mengisyaratkan bahwa aturan yang ditetapkan dalam IFRS sudah dapat berjalan secara efektif di Indonesia karena sudah mampu meminimalisir praktik manajemen laba.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 3510 documents...