Fatty Acid Methyl Ester (biodiesel)

Top PDF Fatty Acid Methyl Ester (biodiesel):

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

1. Bahan bakar yang digunakan dalam pengujian yaitu biodiesel lemak ayam.Persentase campuran yang diuji dexlite murni, campuran biodiesel lemak ayam (fatty acid methyl ester gallus gallus domesticus) 5% , 10 % , 15%, 20% dan 25%

4 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

2 Ayam pedaging merupakan salah satu ternak yang dapat dibudidayakan dalam waktu singkat, produksinya meningkat setiap tahunnya, dan peternakannya dapat dijumpai hampir di semua daerah Indonesia. Kandungan lemak ayam broiler sekitar 19 % berat badan. Lemaknya belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga sering dibuang sebagai limbah penyembelihan hewan. Lemak ini dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan biodiesel, sehingga dapat menanggulangi pencemaran lingkungan dan lebih bernilai ekonomis. Oleh karena itu, pembuatan biodiesel dari lemak ayam pedaging (fatty acid methyl ester gallus domesticus) dapat diaplikasi untuk menanggulangi pencemaan lingkungan serta menunjang ketahanan energi
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

SULFONASI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) PADA SINTESIS SURFAKTAN METHYL ESTER SULFONATE (MES) BERDASARKAN VARIASI RASIO MOL REAKTAN

SULFONASI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) PADA SINTESIS SURFAKTAN METHYL ESTER SULFONATE (MES) BERDASARKAN VARIASI RASIO MOL REAKTAN

Surfaktan merupakan suatu zat yang bersifat aktif permukaan yang dapat menurunkan tegangan antar muka minyak-air. Surfaktan yang paling banyak digunakan adalah surfaktan anionik Linear Alkylbenzene sulphonate (LABS) yang disintesis dari minyak bumi. Pada saat ini Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) yang sedang dikembangkan. Surfaktan dapat dihasilkan dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat surfaktan MES berbahan baku FAME dengan Natrium metabisulfit sebagai agen pensulfonasi dan Kalsium Oksida sebagai katalis. Efek dari waktu dan rasio mol reaktan yang ditinjau pada proses sulfonasi sebagai variasi yang akan menjadi bahasan pada penelitian ini. Proses sulfonasi dilakukan selama 3 jam dengan rasio mol 1:1,25; 1:1,5; 1:1,75 dan suhu 90°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan rasio mol reaktan berpengaruh terhadap kualitas surfaktan yang dihasilkan. Surfaktan yang paling baik diperoleh dari rasio mol reaktan 1:1,75 dengan rata-rata bilangan asam 0,74 mg NaOH/g sampai 1,48 mg NaOH/g, bilangan iod 18,65 mg I/g sampai 22,93 serta uji tegangan permukaan 9,62 N/m sampai dengan 11,76 N/m.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan untuk mencapai gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun yang menjadi judul skripsi ini yaitu “ Kajian performansi mesin diesel menggunakan variasi campuran bahan bakar Dexlite dan fatty acid methyl ester gallus gallus domesticus. ”

13 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan untuk mencapai gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun yang menjadi judul skripsi ini yaitu “ Kajian performansi mesin diesel menggunakan variasi campuran bahan bakar Dexlite dan fatty acid methyl ester gallus gallus domesticus. ”

13 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.

28 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

menambah pelumas mesin, menambah ketahanan mesin dan mengurangi frekuensi pergantian mesin. Keuntungan lain dari biodiesel yang cukup signifikan adalah emisi yang rendah dan mengandung oksigen sekitar 10-11% (Lotero, 2004). Biodiesel dapat dibuat dengan proses esterifikasi dari minyak nabati yang mengandung asam lemak bebas tinggi. Namun, permasalahan yang sering dihadapi adalah mahalnya harga minyak nabati yang digunakan dalam pembuatan biodiesel. Oleh karena itu, lemak ayam boiler dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan biodiesel karena mempunyai kandungan asam lemak bebas yang relatif rendah dan harganya murah. Pada penelitian ini, biodiesel dibuat dari lemak ayam boiler yang diperoleh melalui proses transesterifikasi dengan metanol. Kandungan asam lemak bebas yang relatif rendah dalam lemak ayam broiler padat diubah menjadi metil ester (biodiesel) dengan metanol dan katalis Kalium Hidoksida (KOH) melalui proses transesterifikasi.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis, akan tetapi kebutuhan akan bahan bakar fosil semakin meningkat seiring peningkatan populasi manusia, dibutuhkan bahan bakar alternatif untuk mengatasinya. Produksi indonesia akan ayam boiler terus meningkat, lemak buangan ayam boiler dapat dimanfaatkan menjadi biodiesel, melalui proses transeterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan biodiesel lemak ayam sebagai bahan bakar alternatif dan menganalisa peformansi mesin diesel dengan menggunakan campuran bahan bakar dexlite dengan 5%,10%,15%,20%,25% biodiesel lemak ayam ( fatty acid methyl ester galus gallus domesticus) pada variasi putaran 1800 rpm, 2000 rpm, 2200rpm,2400 rpm,dan 2600 rpm dan variasi beban 3,5Kg dan 4,5 Kg . Tahapan kerja yang dilakukan dalam penelitian ini, pembuatan biodiesel dengan proses transesterifikasi, pengujian karakteristik, pencampuran biodiesel dengan dexlite, pengujian nilai kalor pada bom kalorimeter, dan pengujian performansi mesin diesel TD-115 MKII. Dengan menganalisa data didapat, biodiesel telah memenuhi standard nasional, torsi menurun 4%-12.87%, daya menurun 4%-12.87%, m f
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

menambah pelumas mesin, menambah ketahanan mesin dan mengurangi frekuensi pergantian mesin. Keuntungan lain dari biodiesel yang cukup signifikan adalah emisi yang rendah dan mengandung oksigen sekitar 10-11% (Lotero, 2004). Biodiesel dapat dibuat dengan proses esterifikasi dari minyak nabati yang mengandung asam lemak bebas tinggi. Namun, permasalahan yang sering dihadapi adalah mahalnya harga minyak nabati yang digunakan dalam pembuatan biodiesel. Oleh karena itu, lemak ayam boiler dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan biodiesel karena mempunyai kandungan asam lemak bebas yang relatif rendah dan harganya murah. Pada penelitian ini, biodiesel dibuat dari lemak ayam boiler yang diperoleh melalui proses transesterifikasi dengan metanol. Kandungan asam lemak bebas yang relatif rendah dalam lemak ayam broiler padat diubah menjadi metil ester (biodiesel) dengan metanol dan katalis Kalium Hidoksida (KOH) melalui proses transesterifikasi.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Kajian Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Dexlite Dan Fatty Acid Methyl Ester Gallus Gallus Domesticus

Availability of fossil fuels dwindling, but the need for fossil fuels increases due to the increase in human population, alternative fuels needed to overcome them. Indonesian production on boiler chicken increase annually, boiler chicken fat wasted can be harnessed into biodiesel, through a transeterifikasi process . This research aims to examine the feasibility of biodiesel as alternative fuel and analyze diesel engines performance by using fuel mixture dexlite with 5%, 10%, 15%, 20%, 25% chicken fat biodiesel (fatty acid methyl ester gallus gallus domesticus) with varians on ration 1800 rpm,2000 rpm, 2200 rpm,2400 rpm, and 2600 rpm and varians on load 3,5 Kg dan 4,5 Kg . Stages of work done in this research, produce of biodiesel by transesterification process, testing characteristic, blending biodiesel with dexlite, testing calorific value in a bomb calorimeter, and performance testing of diesel engines TD 115 - MKII. By analyzing the data obtained biodiesel has met national standard, torque decreased 4%-12,87%, power decreased 4%-12,87%, m f increased 1,75%-7,1 %, AFR decreased 5,3%-20,1%,
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

SULFONASI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) PADA SINTESIS SURFAKTAN METHYL ESTER SULFONATE (MES) BERDASARKAN VARIASI RASIO MOL REAKTAN - POLSRI REPOSITORY

SULFONASI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) PADA SINTESIS SURFAKTAN METHYL ESTER SULFONATE (MES) BERDASARKAN VARIASI RASIO MOL REAKTAN - POLSRI REPOSITORY

Metil ester dapat dihasilkan melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi trigliserida (TG) minyak nabati seperti minyak sawit, minyak kelapa, minyak jarak pagar, minyak kedelai, dan lainnya. Esterifikasi adalah tahap konversi dari asam lemak bebas menjadi ester. Esterifikasi mereaksikan minyak lemak dengan alkohol (Soerawidjaja, 2006). Alkohol yang paling umum digunakan adalah metanol dan etanol, terutama metanol, karena harganya murah dan reaktifitasnya paling tinggi (sehingga reaksinya disebut metanolisis). Produk yang dihasilkan (jika menggunakan metanol) lebih sering disebut sebagai metil ester asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) daripada biodiesel (Knothe et al., 2005), sedangkan jika etanol yang digunakan sebagai reaktan, maka akan diperoleh campuran etil ester asam lemak (fatty acid ethyl ester/FAEE) (Lam et al., 2010).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembuatan Biodiesel Dari Mesokarp Buah Sawit Dengan Metode Reactive Extraction Menggunakan Katalis Enzim Novozym ® 435

Pembuatan Biodiesel Dari Mesokarp Buah Sawit Dengan Metode Reactive Extraction Menggunakan Katalis Enzim Novozym ® 435

emisi gas buang. Pemanasan bahan bakar sebelum memasuki sistem pompa dan injeksi bahan bakar merupakan satu solusi yang paling dominan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul pada penggunaan SVO secara langsung pada mesin diesel. Pada umumnya, orang lebih memilih untuk melakukan proses kimiawi pada minyak mentah atau refined fatty oil/SVO untuk menghasilkan metil ester asam lemak (fatty acid methyl ester - FAME) yang memiliki berat molekul lebih kecil dan viskositas setara dengan solar sehingga bisa langsung digunakan dalam mesin diesel konvensional.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PEMBAHASAN UMUM

BAB I PEMBAHASAN UMUM

Sejak lonjakan inflasi tahun 1974, harga lemak dan minyak rata-rata stabil setelah sebelumnya selama masa 64 tahun, harga keduanya benar-benar mengalami penurunan. Hal ini mendorong dilakukannya berbagai penelitian untuk meningkatkan nilai guna minyak dan lemak tersebut. Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan, akhirnya ditemukan cara pembuatan Fatty Acid Methyl Ester . Pada awalnya Methyl Ester dibuat sebagai bahan baku utama fatty alkohol untuk menanggulangi masalah yang timbul pada hidrogenasi fatty acid dalam pembuatan fatty alcohol.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Utilization of Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA) from olein based methyl ester in heavy duty cleaner making

Utilization of Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA) from olein based methyl ester in heavy duty cleaner making

Menurut Hui (1996), transesterifikasi menjadi proses paling efektif untuk mengkonversi trigliserida (minyak atau lemak) menjadi molekul ester. Transesterifikasi berfungsi untuk menggantikan gugus alkohol gliserol dengan alkohol sederhana seperti metanol atau etanol dengan bantuan katalis seperti sodium metilat, NaOH atau KOH. Menurut Vicente et al. (2004) katalis KOH memberikan yield metil ester lebih tinggi yaitu sekitar 91,67% dibandingkan dengan katalis NaOH (85,9%). Darnoko dan Cheryan (2000) telah melakukan proses transesterifikasi secara kontinyu menggunakan suhu proses 60 o C, waktu proses 1 jam dengan menggunakan katalis KOH 1% (w/w) terlarut dalam metanol dengan perbandingan rasio mol reaktan antara metanol dengan minyak sebesar 6:1 menghasilkan rendemen sebesar 95%. Jumlah katalis yang diperlukan dalam proses transesterifikasi adalah sebesar 0,7% sampai dengan 1,5% dan menurut Leung dan Guo (2006) jumlah katalis KOH yang diperlukan sebanyak 1,1%, sedangkan katalis NaOH yang diperlukan sebanyak 1,5%. Reaksi transesterifikasi antara trigliserida minyak nabati menjadi aklil ester atau biodiesel dapat dilihat pada Gambar 5 (Knothe 2004).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PRELIMINARY DESIGN OF BIODIESEL PLANT FROM WASTE VEGETABLE OIL (WVO) AND METHANOL  PRELIMINARY DESIGN OF BIODIESEL PLANT FROM WASTE VEGETABLE OIL (WVO) AND METHANOL WITH CAPACITY OF 15,000 TON/ YEAR.

PRELIMINARY DESIGN OF BIODIESEL PLANT FROM WASTE VEGETABLE OIL (WVO) AND METHANOL PRELIMINARY DESIGN OF BIODIESEL PLANT FROM WASTE VEGETABLE OIL (WVO) AND METHANOL WITH CAPACITY OF 15,000 TON/ YEAR.

Fig.1.3. illustrates the automated biodiesel processor as before the actual reaction begins, it is important to preheat the WVO to reduce the viscosity and evaporate any water existing in the oil from cooking. The next step is to pre-filter the WVO in order to remove any food particles remaining in the oil so that the oil is clean and ready for the chemical reactions. To achieve this step, the WVO was poured through a series of progressively finer filtering screens. The finest filtering screen should be around 50 to 75 microns. After the pre-filtering stage, the oil is ready to be added to the 60 gallon tank for processing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JARAK(RICINUS COMMUNIS) DENGAN MICROWAVE

PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JARAK(RICINUS COMMUNIS) DENGAN MICROWAVE

Minyak jarak kepyar (ricinus communis) dan turunannya dimanfaatkan dalam industri cat, varnish, lacquer, pelumas, tinta cetak, linoleum,oil cloth dan sebagi bahan baku dalam industri – industri plastic dan nilon. Dalam jumlah kecil minyak jarak kepyar (ricinus communis) dan turunannya juga digunakan untuk pembuatan kosmetik, semir dan lilin (Ketaren, 1986). Dalam konversi trigliserida menjadi metil ester melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis basa dapat berjalan efektif jika bahan baku minyak nabati yang digunakan mempunyai kadar FFA kurang dari 2%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KIMIA ORGANIK KEL 11

KIMIA ORGANIK KEL 11

Biodiesel didefinisikan sebagai metil/etil ester yang diproduksi dari minyak tumbuhan atau hewan dan memenuhi kualitas untuk digunakan sebagai bahan bakar di dalam mesin diesel. Sedangkan minyak yang didapatkan langsung dari pemerahan atau pengempaan biji sumber minyak (oilseed), yang kemudian disaring dan dikeringkan (untuk mengurangi kadar air), disebut sebagai minyak lemak mentah. Minyak lemak mentah yang diproses lanjut guna menghilangkan kadar fosfor (degumming) dan asam- asam lemak bebas (dengan netralisasi dan steam refining) disebut dengan refined fatty oil atau straight vegetableoil (SVO). SVO didominasi oleh trigliserida sehingga memiliki viskositas dinamik yang sangat tinggi dibandingkan dengan solar (bisa mencapai 100 kali lipat, misalkan pada Castor Oil. Oleh karena itu, penggunaan SVO secara langsung di dalam mesin diesel umumnya memerlukan modifikasi/tambahan peralatan khusus pada mesin, misalnya penambahan pemanas bahan bakar sebelum sistem pompa dan injektor bahan bakar untuk menurunkan harga viskositas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Kadar Asam Lemak Bebas Dari Palm Kernel Methyl Ester Di Direktorat Jenderal Bea Cukai Belawan Badan Pengujian Dan Identifikasi Barang

Analisis Kadar Asam Lemak Bebas Dari Palm Kernel Methyl Ester Di Direktorat Jenderal Bea Cukai Belawan Badan Pengujian Dan Identifikasi Barang

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiah ini. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memilih judul ANALISIS KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI PALM KERNEL METHYL ESTER DI DIREKTORAT JENDERAL BEA CUKAI BELAWAN BADAN PENGUJIAN DAN IDENTIFIKASI BARANG yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Kimia Analis.

Baca lebih lajut

Removal of bioactive compound (g oryzanol) from rice bran oil based biodiesel using deep eutectic solvent

Removal of bioactive compound (g oryzanol) from rice bran oil based biodiesel using deep eutectic solvent

Rice is a staple food in Indonesia. Rice bran is the main by-product of rice milling process and contains 10-26 % of rice bran oil (RBO) (Ju and Zullaikah, 2013). Zullaikah et al. (2009) reported isolation of ɣ -oryzanol from crude rice bran oil (RBO) by a two-step crystallisation process. In this work, we used rice bran oil-based biodiesel as raw material because RBO is potential low cost feedstock for biodiesel and new generation solvent (DES) to remove ɣ-oryzanol from crude biodiesel. Biodiesel produced from RBO contained impurities such as FFA, monoglycerides (MG), diglycerides (DG), triglycerides (TG) and bioactive compounds (γ-oryzanol, tocopherols, tocotrienols, phystosterol, polyphenols and squalene) (Kasim et al., 2007). Those impurities should be removed from biodiesel. Isolation of bioactive compounds from RBO-based biodiesel could be reducing the production cost of biodiesel (Ju and Zullaikah, 2013). Vegetable oils contain phytosterols of 1 - 5 g/kg, but the content of phytosterols in RBO was 30 g/kg, whereas γ-oryzanol content in RBO was 1 - 3 %. γ-Oryzanol is one of phenolic compounds which are defined as a group of ferulic acid esters of sterols and triterpene alcohol. It was an important substance that can be applied widely in the food, cosmetics and pharmaceuticals (Jesus et al., 2010). γ-oryzanol can be degraded at a rate which was lower than that of α-tochoperol at high temperature; therefore γ-oryzanol is an antioxidant that is promising for application at high temperature (Ju and Zullaikah, 2013). Other beneficial effects of γ-oryzanol were their activity against free radicals in the body, to lower cholesterol in the blood, liver, and inhibiting menopause. Isolation and purification of γ-oryzanol from RBO-based biodiesel is an attractive option to further reduce the production cost of biodiesel since γ−oryzanol can be sold separately at high price and increasing the purity of biodiesel to fulfill biodiesel standard. The most commonly method for purification of biodiesel are wet washing and dry washing. Wet washing using water or acid such as phosphoric acid, sulphuric acid and hydrochloric acid to removed impurities such as catalyst and soap. It’s due to catalyst and soap were soluble in water and acid (Hayyan et al., 2010). Although water washing is efficient, it is associated with problems such as increase
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Biodiesel dari Mesokarp Buah Sawit dengan Teknologi Reactive Extraction

Pembuatan Biodiesel dari Mesokarp Buah Sawit dengan Teknologi Reactive Extraction

[40] Jiang, Y., Li, D., Li, Y., Gao, J., Zhou, L., He, H., “In Situ Self -Catalyzed Reactive Extraction of Germinated Oilseed with Short-Chained Dialkyl Carbonates for Biodiesel Production”, Biosource Technology, Vol. 150, Hal: 50 – 54, 2013. [41] Science Lab, “Material Safety Data Sheet Dimethyl Carbonate MSDS”, 2013. [42] Nielsen, P. M., Brask, J., Fjerbaek, L., “Enzymatic Biodiesel Production: Technical and Economical Considerations”. Eur. J. Lipid Sci. Technol, Vol.110, Hal: 692 – 700, 2008.

7 Baca lebih lajut

Show all 3152 documents...