Fatwa DSN MUI

Top PDF Fatwa DSN MUI:

EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DI BANK SYARIAH MANDIRI KOTA MALANG DI TINJAU DARI FATWA DSN MUI NOMOR 68 TAHUN 2008

EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DI BANK SYARIAH MANDIRI KOTA MALANG DI TINJAU DARI FATWA DSN MUI NOMOR 68 TAHUN 2008

Dapat ditarik kesimpulan bahwa, dengan berpedoman dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di BSM kota Malang, bahwa eksekusi yang dilakukan di BSM sudah sesuai dengan prinsip syariah yaitu memiliki prinsip-prinsip yang tidak keluar dari prinsip syariah (prinsip kekeluargaan, prinsip kehati-hatian, dan lain-lain). Akan tetapi, semestinya aturan yang digunakan dalam hal melakukan perjanjian dan eksekusi menggunakan akad rahn tasjily. Karena, berhubung bank syariah harus tunduk dalam prinsip syariah yang dikeluarkan mui yang sesuai dalam peraturan perbankan syariah pasal 26. Hal ini disebabkan masih terdapat beberapa poin fatwa yang keluarkan DSN MUI sebagai pedoman perbankan syariah yang berada di Indonesia yang dilewatkan atau tidak dijalankan oleh BSM kota Malang. Poin- poin tersebut adalah: Pertama, dalam penyelesaian sengketa semestinya me- nyelesaikan melalui Badan Arbritase Syariah Nasional atau melalui Pengadilan Agama sesuai fatwa DSN MUI dalam ketentuan penutup nomor satu. Kedua, Da- lam akad yang digunakan dalam melakukan perjanjian dengan nasabah, tidak meng- Prinsip kekeluargaan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI  (Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010)  Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai(Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010).

JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI (Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010) Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai(Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010).

Tetapi dalam fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010 tentang jual beli emas secara tidak tunai yang dikeluarkan pada tanggal 3 Juni 2010, DSN- MUI menyatakan bahwa jual beli emas secara tidak tunai itu boleh (mubāḥ ), selama emas tidak jadi alat tukar yang resmi (uang), baik melalui jual beli biasa maupun jual beli m urābaḥ ah. Menarik untuk dikaji alasan fatwa ini dikeluarkan dan kesesuaian i stinbāṭ hukum DSN-MUI dengan i stinbāṭ hukum MUI dalam mengeluarkan fatwa ini.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBIJAKAN BANK BTN SYARIAH KCP BUKIT DARMO SURABAYA TERHADAP PENYELESAIAN PEMBIAYAAN RUMAH BERMASALAH DENGAN FATWA DSN MUI DAN PERATURAN BI.

ANALISIS KEBIJAKAN BANK BTN SYARIAH KCP BUKIT DARMO SURABAYA TERHADAP PENYELESAIAN PEMBIAYAAN RUMAH BERMASALAH DENGAN FATWA DSN MUI DAN PERATURAN BI.

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kebijakan yang pernah diambil Bank BTN Syariah KCP Bukit darmo Surabaya terhadap penyelesaian KPR bermasalah dari sampel acak 10 kasus yang terjadi pada periode Januari-Juni 2015 adalah: 1. SP-3 di keluarkan untuk 1 kasus, 2. Pembinaan di keluarkan untuk 2 kasus, 3. Restrukturisasi di keluarkan untuk 2 kasus, 4. Novasi di keluarkan untuk 3 kasus, 5. Take Over di keluarkan untuk 2 kasus. Dalam menentukan kebijakannya semua produk penagannnya sama, untuk menentukan kebijakannya dilihat dari sisi kualitas pembiayaannya. Pedoman yang dipakai juga telah sesuai acuan yaitu Fatwa DSN MUI No: 47/DSN-MUI/2005 tentang penyelesaian piutang murabahah bagi nasabah tidak mampu membayar dan Peraturan BI No: 13/9/PBI/2011 tentang restrukturisasi pembiayaan bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah yang memang haruslah menjadi acuan semua Bank Syariah dalam menjalankan usahanya.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

ANALISIS EKONOMI FATWA DSN MUI NO. 08 TA

ANALISIS EKONOMI FATWA DSN MUI NO. 08 TA

Fatwa DSN-MUI kali ini menjadi payung hukum bagi usaha peningkatan perekonomian Indonesia khususnya cabang pariwisata halal, namun dalam sebuah struktur pariwisata kita tidak bisa menafikan hubungan masyarakat menengah, hubungan sosial dari objek yang besar ini. Maka Fatwa DSN-MUI kali ini lebih terlihat merupakan fatwa bagi kaum elite, karena banyak hal-hal yang belum terbahas secara detail dalam fatwa seperti hubungan antara pihak pengelola dengan masyarakat dll.

9 Baca lebih lajut

JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI  (Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010)  Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai(Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010).

JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI (Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010) Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai(Telaah Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010).

Tetapi dalam fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010 tentang jual beli emas secara tidak tunai yang dikeluarkan pada tanggal 3 Juni 2010, DSN- MUI menyatakan bahwa jual beli emas secara tidak tunai itu boleh (mubāḥ ), selama emas tidak jadi alat tukar yang resmi (uang), baik melalui jual beli biasa maupun jual beli m urābaḥ ah. Menarik untuk dikaji alasan fatwa ini dikeluarkan dan kesesuaian i stinbāṭ hukum DSN-MUI dengan i stinbāṭ hukum MUI dalam mengeluarkan fatwa ini.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Manajemen Hotel Adilla Syariah Yogyakarta (Tinjauan Fatwa DSN MUI No: 108DSN-MUIX2016)

Analisis Manajemen Hotel Adilla Syariah Yogyakarta (Tinjauan Fatwa DSN MUI No: 108DSN-MUIX2016)

Secara Umum Hotel Adilla Syariah Yogyakarta sebagai salah satu jasa penyedia akomodasi perhotelan berbasis syariah telah sesuai dengan Fatwa DSN MUI No:108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah. Hal ini dapat dilihat dalam uraian yang berkaitan dengan produk, pelayanan, dan pengelolaan. Akan tetapi ada beberapa hal yang masih perlu disempurnakan, antara lain berkaitan dengan pedoman dan/atau panduan mengenai prosedur pelayanan hotel guna menjamin terselenggaranya pelayanan hotel yang sesuai dengan prinsip syariah, perlunya sertifikasi halal bagi penyedia makanan dan minuman serta penggunaan jasa perbankan syariah dalam pelayanan. Peningkatan ketiga hal tersebut merupakan upaya jaminan pihak manajemen Hotel Adilla Syariah kepada masyarakat, bahwa pihak hotel selalu memastikan prinsip-prinsip syariah tetap menjadi landasan utama manajemen hotel
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS FATWA DSN MUI NOMOR 54 TAHUN 20

ANALISIS FATWA DSN MUI NOMOR 54 TAHUN 20

Achmad Boys Awaluddin Rifai, Analisis fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 54 Tahun 2006 tentang Syariah Card pada iB Hasanah Card (kartu kredit syariah) Bank BNI Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara operasional iB Hasanah Card Bank BNI Syariah terhadap mekanisme Syariah Card menurut fatwa DSN-MUI No. 54 Tahun 2006. Adapun yang melatarbelakangi penulis dalam menyusun skripsi ini yaitu: adanya besaran biaya administrasi yang dikaitkan dengan besaran nilai transaksi; keterbatasan iB Hasanah Card dalam memblokir transaksi minuman keras yang terdapat dalam minimarket ataupun supermarket; dan adanya besaran nilai ta'widh atau biaya ganti rugi atas keterlambatan nasabah dalam melakukan pembayaran yang dikaitkan dalam jumlah keterlambatan hari pembayaran bukan berdasarkan biaya riil (fixed cost).
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

ANALISIS METODE HILAH DALAM PROSES FATWA DSN-MUI Elimartati

ANALISIS METODE HILAH DALAM PROSES FATWA DSN-MUI Elimartati

Abstract: This study focused on the implementation of hilah method within the concept of fatawa of DSN concerning with Sharia banking product agreement. The problems of the research was formulated as follows: “ Does DSN determine the fatawa concerning with Sharia banking product agreement apply the concept of hilah?” This study belonged to library research which studied documents of fatawa of DSN. The method employed was normative qualitative using content analisys using the rules of istimbat. The study began with figuring out the position of hilah method in Islamic laws. Next, gathering and analyzing the fatawa of DSN concerning with Sharia banking product. The finding showed that the process of determination of some fatawa applied hilah method by modifying the format of fikih muamalah. Most of the determination of fatawa of DSN used hilah methods for the goode sake consideration.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Eksistensi fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam tata hukum nasional - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Eksistensi fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam tata hukum nasional - Digital Library IAIN Palangka Raya

Mengacu kepada klasifikasi di atas, fatwa DSN MUI tidak termasuk ke dalam legislative acts maupun executive acts, bukan pula termasuk judicial acts, sebab fatwa DSN MUI bukanlah sebuah putusan lembaga peradilan.Bahkan di bidang perbankan syari’ah di Indonesia, yang menjadi acuan pelaksanaan aktifitas perbankan syari’ah adalah Peraturan Bank Indonesia.Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah pun sejatinya adalah Peraturan Mahkamah Agung Republik

9 Baca lebih lajut

Dualisme Akad Tabarru dan Tijarah dalam

Dualisme Akad Tabarru dan Tijarah dalam

kedua akad tersebut. Dalam hal ini, kontrak utamanya adalah tabarru’ , sedangkan yang kedua adalah akad opsional. Namun industri asuransi syariah di Indonesia lebih menekankan pada akad tambahan daripada akad pokoknya. Berdasarkan pengamatan, asuransi syariah di Indonesia tidak memisahkan pengelolaan dana tabarru’ dengan tijârah. Ini berarti bahwa mereka mencampur return yang diperoleh dari kedua sektor. Hal tersebut menunjukkan bahwa dualisme akad tab arru’ dengan tijârah dalam asuransi syariah di Indonesia tidak sejalan dengan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang asuransi. Namun artikel ini juga menemukan bahwa beberapa ketentuan DSN-MUI yang bersifat ambigu. Artikel ini menawarkan skema alternatif untuk kedua model akad dalam perspektif fikih muamalah. Akad yang dapat diterapkan untuk tabarru’ adalah akad berbasis upah (ujrah). Sedangkan akad yang paling tepat untuk tijârah adalah kerjasama investasi berbasis profit and loss sharing. Kata kunci: Akad, asuransi syariah, tabarru’ , tijârah, fatwa DSN-MUI
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

S PEA 0906815 Chapter3

S PEA 0906815 Chapter3

Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa Fatwa DSN-MUI, Peraturan Bank Indonesia (PBI), Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI), Peraturan- Peraturan Pemerintah atau Undang – Undang, buku-buku, literatur yang berkaitan dengan murabahah, perbankan syariah, dan literatur mengenai prinsip-prinsip syariah dalam muamalah, serta data-data perusahaan yang diijinkan untuk ditelaah dan dipublikasi.

23 Baca lebih lajut

87 PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH MELALUI JALUR NON LIGITASI Parman Komarudin

87 PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH MELALUI JALUR NON LIGITASI Parman Komarudin

Fatwa DSN-MUI Semua fatwa Dewan Syariah NasionalMajelis Ulama Indonesia DSN-MUI perihal hubungan muamalah perdata senantiasa diakhiri dengan ketentuan :”jika salah satu pihak tidak me[r]

19 Baca lebih lajut

Dilema aplikasi akad berbasis sosial dan (2)

Dilema aplikasi akad berbasis sosial dan (2)

seperti itu, maka tentu saja dapat dibenarkan oleh ajaran Islam, bahkan dianjurkan. Metode takâful tersebut akan meringankan penderitaan seseorang, yaitu dengan jaminan keselamatan kerja, askes, pensiun hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, dan sebagainya. Fatwa DSN MUI No. 53/DSN-MUI/III/2006 telah mengatur pengelolaan dana yang menggunakan akad tabarru’ pada usaha asuransi syariah. Pengelolaan dana tabarru’ harus mengikuti aturan dari DSN MUI, yaitu: (1) pembukuan dana tabarru’ harus terpisah dari dana lainnya; (2) hasil investasi dari dana tabarru’ menjadi hak kolektif peserta dan dibukukan dalam akun tabarru’; (3) dari hasil investasi, perusahaan asuransi dapat memperoleh bagi hasil berdasarkan akad mud } a > rabah atau akad mud } a > rabah mushtarakah, atau memperoleh ujrah (fee) berdasarkan akad wakalah bil ujrah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - WIDYA DWI PRATIWI BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - WIDYA DWI PRATIWI BAB I

Memberikan gambaran mengenai penerapan dan kesesuaian akad wadi‟ah pada produk tabungan menurut Fatwa DSN -MUI No:02/DSN- MUI/IV/2000. Penelitian ini akan menjadi pengayaan dan referensi tentang praktik akad wadi’ah yad dhamanah pada produk tabungan bagi peneliti selanjutnya.

8 Baca lebih lajut

LEGISLASI FIKIH EKONOMI PERBANKAN: SINKRONISASI PERAN DEWAN SYARIAH NASIONAL DAN KOMITE PERBANKAN SYARIAH | Umam | Mimbar Hukum 16139 30687 1 PB

LEGISLASI FIKIH EKONOMI PERBANKAN: SINKRONISASI PERAN DEWAN SYARIAH NASIONAL DAN KOMITE PERBANKAN SYARIAH | Umam | Mimbar Hukum 16139 30687 1 PB

semula tidak setuju dengan pembentukan KPS ini, antara lain K.H. Ma’ruf Amin (Ketua DSN-MUI). Alasan yang beliau kemukakan, yaitu bahwa: (1) Pasal 32 RUU menggadang-gadang KPS dapat mengambil alih peran DSN-MUI. Kelak, KPS bertugas mengeluarkan ketetapan atau fatwa mengenai produk dan jasa bank syariah serta unit usaha syariah pada bank konvensional, (2) KPS tidak bisa menggantikan posisi DSN-MUI dalam menetapkan fatwa, karena membuat fatwa itu tidak sama dengan membuat peraturan. Pembuat fatwa itu harus orang yang memiliki kompetensi, yakni memahami ilmu ikih dan ilmu lain untuk menggali nilai-nilai hukum Islam. Menurut Beliau tugas yang mungkin dibebankan kepada KPS hanyalah memproses fatwa DSN-MUI untuk menjadi PBI. Atau kemungkinan lain, Bank Indonesia dapat membentuk Komite Syariah dan anggotanya berasal dari DSN-MUI. 20
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Efek Syari’ah Dalam Hukum Pasar Modal Di Indonesia

Perlindungan Hukum Terhadap Efek Syari’ah Dalam Hukum Pasar Modal Di Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efek syari’ah di dalam hukum pasar modal di Indonesia itu memberikan penegasan bahwa segala kegiatan yang berlandaskan syari’ah maka harus sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah. Dan dengan ini dibutuhkan peran oleh Dewan Syari’ah Nasional (DSN- MUI) sebagai pengawas prinsip-prinsip syari’ah tersebut dalam menetapkan kriteria syari’ah. Namun fatwa DSN-MUI dianggap tidak mengikat sebab tidak masuknya DSN MUI kedalam tata peraturan perundang-undangan Republik Indonesia, serta menuntut adanya bursa efek syari’ah yang secara murni baik dari prinsip, mekanisme penerbitan serta transaksi perdagangannya berdasarkan hukum Islam
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SKRIPSI KHUSNUL NUR AISYAH 210214064

SKRIPSI KHUSNUL NUR AISYAH 210214064

Fatwa DSN MUI NO. 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah merupakan hasil ijtihad ulama yang dituangkan dalam rapat pleno pengurus Dewan Syariah Nasional pada tanggal 29 Dzulhijjah 1436 H/01 Oktober 2016 M di Jakarta. Pelaksanaan fatwa DSN MUI ini diatur lebih lanjut dalam Pedoman Implementasi Fatwa. Apabila terjadi perselisihan diantara para pihak dalam penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah, maka penyelesaiannya dilakukan melalui lembaga penyelesaian sengketa berdasarkan syariah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Diantara ketentuan yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Tentang Pedoman Penyelenggaraan pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah yaitu sebagai berikut: 34
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

PENERAPAN SISTEM MUDHARABAH PADA BAITUT TAMWIL MUHAMMADIYAH KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN  Penerepan Sistem Mudharabah Pada Baitut Tamwil Muhammadiyah Kedungwuni Kab. Pekalongan.

PENERAPAN SISTEM MUDHARABAH PADA BAITUT TAMWIL MUHAMMADIYAH KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN Penerepan Sistem Mudharabah Pada Baitut Tamwil Muhammadiyah Kedungwuni Kab. Pekalongan.

Dalam skripsi ini peneliti digunakan untuk mengetahui bagaimana sistem mudharabah pada pembiayaan bagi hasil, khususnya pembiayaan mudharabah yang ada di BTM Kedungwuni Kab.Pekalongan, apakah dalam pelaksanaanya telah sesuai dengan prosedur fatwa DSN – MUI.Untuk mengetahui permasalahan tersebut, penulis menggunakan penelitian field research dengan metode penelitian lapangan, studi pustaka, wawancara, dan observasi.Dengan demikian, adanya metode tersebut penulis dapat memberikan penjelasan yang konkrit sesuai dengan data yang diperoleh.

12 Baca lebih lajut

Show all 1134 documents...