Financial Leverage

Top PDF Financial Leverage:

Pengaruh Operating Leverage, Financial Leverage dan Combination Leverage Terhadap Earning Per Share Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Properti dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia - Repository UM Pontianak

Pengaruh Operating Leverage, Financial Leverage dan Combination Leverage Terhadap Earning Per Share Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Properti dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia - Repository UM Pontianak

The purpose of this study was to determine the effect of variable Operating Leverage, Financial Leverage and partial leverage leverage on Earning Per Share. The data used in the study is secondary data, obtained from the IDX, namely the financial statements from 2014-2016. The population used in this study amounted to 48 service companies in the property and real estate sub-sectors that are still listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2014-2016 period. The sample selection technique uses purposive sampling method and obtained 41 service companies in the property and real estate sub-sectors used as samples. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on the results of data analysis, partially Operating Leverage had no effect on Earning Per Share, Financial Leverage did not affect Earning Per Share, and Combination Leverage did not affect Earning Per Share. Simultaneous test results show that the regression model can be used to predict Earning Per Share as evidenced by a significant value of F of 0.988. R- Square value of 0.001 shows that the ability of independent variables in explaining the variation of the dependent variable is 0.1% and the remaining 99.9% is explained by other variables outside the research model.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI FINANCIAL LEVERAGE DAN PROPORSI SAHAM TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

KONTRIBUSI FINANCIAL LEVERAGE DAN PROPORSI SAHAM TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Financial Leverage merupakan penggunaan sumber dana yang memiliki biaya tetap dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada biaya tetapnya sehingga keuntungan pemegang saham bertambah. Leverage dapat didefinisikan sebagai suatu perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Jika penggunaan hutang memberikan rentabilitas ekonomi yang lebih besar dari bunga hutang tersebut maka penggunaan hutang tersebut dapat dibenarkan. Penggunaan hutang pada saat rentabilitas ekonomi lebih besar dari bunga hutang mengakibatkan memperoleh rentabilitas modal sendiri yang lebih besar. Karena rentabilitas modal sendiri menunjukkan bagian keuntungan yang dinikmati oleh pemilik perusahaan, maka penggunaan hutang berarti memberikan bagian keuntungan yang lebih besar kepada pemilik perusahaan.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Pengaruh Operating Leverage, Financial Leverage, dan Compound Leverage Terhadap Risiko Sistematik

Pengaruh Operating Leverage, Financial Leverage, dan Compound Leverage Terhadap Risiko Sistematik

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh operating leverage, financial leverage, dan compound leverage terhadap risiko sistematik pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010- 2014. Teknik sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sebanyak 11 perusahaan yang dijadikan sampel dari total 30 perusahaan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel operating leverage dan compound leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko sistematik. Sedangkan untuk variabel financial leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko sitematik. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dari hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai 18,5% variabel dependen dapat dijelaskan oleh varibel independen.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE, OPERATING LEVERAGE, DAN PERTUMBUHAN ASSET SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BETA SAHAM PADA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE, OPERATING LEVERAGE, DAN PERTUMBUHAN ASSET SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BETA SAHAM PADA SAHAM LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA.

meningkatnya return saham dan beta saham. Semakin besar perubahan return maka tidak berpengaruh terhadap risiko yang harus ditanggung oleh investor. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Husnan (2000:113) yang menyatakan apabila perusahaan menggunakan hutang semakin banyak, maka akan menanggung risiko yang makin besar. Karena itu semakin tinggi financial leverage tidak mempengaruhi betanya. Begitu pula penelitian ini tidak mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto (1995:375) yaitu perusahaan yang menggunakan dana dengan beban tetap dikatakan menghasilkan leverage yang menguntungkan kalau pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tersebut lebih besar daripada beban tetapnya, dan menghasilkan leverage merugikan apabila perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan dari penggunaan data tersebut sebanyak beban tetap yang harus dibayar. Tetapi hal ini justru mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Susilawati dan Utami (2001) bahwa financial leverage memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap beta saham.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Current Ratio, Size, dan Growth terhadap Financial Leverage Industri Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Return on Asset, Current Ratio, Size, dan Growth terhadap Financial Leverage Industri Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Financial Leverage adalah penggunanaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham (Sartono, 2012:263). Setiap keputusan pendanaan mengharuskan manajer keuangan untuk dapat mempertimbangkan manfaat dan biaya dari sumber-sumber dana yang akan dipilih karena sumber dana mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda.

12 Baca lebih lajut

FAKTOR FAKTOR PENENTU FINANCIAL LEVERAGE

FAKTOR FAKTOR PENENTU FINANCIAL LEVERAGE

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dividend payout ratio, profitability dan variability of earnings mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap financial leverage. Dividend payout ratio, profitability dan variability of earnings mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap financial leverage menunjukkan bahwa perusahaan dengan dividend payout ratio, profitability dan variability of earnings yang kecil akan melakukan peminjaman yang besar, dan sebaliknya. Penggunaan utang yang semakin besar akan menyebabkan tingkat leverage perusahaan menjadi semakin tinggi. Hal ini berari bahwa perusahaan harus berhati-hati dalam membuat keputusan untuk menambah utang, karena penambahan utang akan menyebabkan beban utang perusahaan semakin besar dan itu berarti semakin besar pula dana yang harus disediakan untuk membayar utang. Sedangkan bagi perusahaan dengan tingkat earnings yang tidak stabil, perlu mencari beberapa alternatif untuk memenuhi kebutuhan dana guna mengembangkan perusahaan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

DAMPAK PERUBAHAN TARIF PAJAK PENGHASILAN BADAN 2008 TERHADAP KEPUTUSAN FINANCIAL LEVERAGE

DAMPAK PERUBAHAN TARIF PAJAK PENGHASILAN BADAN 2008 TERHADAP KEPUTUSAN FINANCIAL LEVERAGE

Populasi dalam penelitian ini adalah sektor manufaktur. Sampel data penelitian terdiri 32 perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011. Pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh proteksi pajak selain hutang, tingkat pajak efektif, laba operasi sebelum penyusutan, profitabilitas (ROA) dan perubahan tarif pajak penghasilan badan 2008 terhadap financial leverage dengan LSDV ( Least Square Dummy Variable).

15 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Financial Leverage dan

Analisis Pengaruh Financial Leverage dan

Struktur modal adalah pendanaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham. Keberadaan struktur modal yang optimal didasarkan pada keseimbangan antara manfaat dan dan biaya dari debt financing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak adanya pengaruh antara financial leverage dan investasi terhadap dividend payout ratio selama tahun 2007-2010 pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya pendapat bahwa struktur modal mempengaruhi nilai perusahaan. Hal ini didukung oleh pecking order theory yang mengatakan bahwa perusahaan cenderung menggunakan dana internal terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan pendanannya, kemudian menggunakan hutang jika dana internal tidak mencukupi. Pengambilan data melalui www.idx.com dan ICMD serta objek penelitian difokuskan pada salah satu sektor perusahaan yaitu perusahaan manufaktur di Indonesia yang membagikan dividen selama tahun 2007-2010 secara berturut-turut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

DAMPAK PERUBAHAN TARIF PAJAK PENGHASILAN BADAN 2008 TERHADAP KEPUTUSAN FINANCIAL LEVERAGE

DAMPAK PERUBAHAN TARIF PAJAK PENGHASILAN BADAN 2008 TERHADAP KEPUTUSAN FINANCIAL LEVERAGE

Result show that, in addition to non debt tax shield; effective tax rate; operating profit before depreciation, and profitability (ROA) partially no effect on financial leverage. While the dummy variable that changes in corporate income tax rates are different effect on financial leverage before and after the rate change. These results suggest that the predictive hypotheses are inconsistent with the test results, so that four independent variables can not be used as an important indicator to consider the financial leverage decisions by the management company.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

INTERDEPENDENSI ANTARA KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN FINANCIAL LEVERAGE DAN KEBIJAKAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

INTERDEPENDENSI ANTARA KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN FINANCIAL LEVERAGE DAN KEBIJAKAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

The aims of this research to find interdependency relationships among dividend policy, financial leverage policy and investment policy based on pecking order theory testing. Research object is manufacturing companies which listing in Indonesian Stock Exchange 2007-2012 especially in Kompas 100 Index. Given the influence among third the variable hence will know what is there are interdependency among the variable and what its influence to company in period 2007-2012 related to company financial decision. Result of this research shows there is interdependency among dividend policy and investment but not on financial leverage. This result is support on pecking order theory.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE DAN OPERATING LEVERAGE TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM : Studi Empiris pada Perusahaan Subsektor Pertambangan Batu bara Yang Terdaftar Di BEI Periode 2010-2012.

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE DAN OPERATING LEVERAGE TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM : Studi Empiris pada Perusahaan Subsektor Pertambangan Batu bara Yang Terdaftar Di BEI Periode 2010-2012.

This study is aimed to investigate the influence of financial leverage indicated by Debt to Equity Ratio (DER) and operating leverage indicated by Degree of Operating Leverage (DOL) on the stock systematic risk in the sub-sector coal mining company listed on the Stock Exchange in 2010-2012. As an independent variable is financial leverage (X1) and operating leverage (X2), while the dependent variable is the systematic risk of the stock (Y). Descriptive study with survey is employed in this study. The data are taken from sekunder data in form of annual report at coal mine Sub-sector Company in 2010-2012. There are nine companies chosen as the sample of this study. Statistics analysis used is multiple linier regresi analysis with examining the significance of regresi (F test) and the significance of regresi coefficient (t test). The result found that F test shows that financial leverage and operating leverage, 12,7% influences in stock systematic risk. Moreover, operating leverage, 0,14 % influences it as well. The result of t test in this study shows that financial leverage influences stock market systematic risk individually, but operating leverage does not have any influences on it.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

KODE MK STEKPI BAB 2 (2)

KODE MK STEKPI BAB 2 (2)

Hutang menunjukkan adanya dana dari pihak di luar perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan laba. Makin besar hutang perusahaan untuk mendanai asset, maka makin besar financial leverage (financial leverage menunjukkan adanya beban tetap yang berasal dari fixed-cost financing -berupa pembayaran bunga hutang- dalam menghasilkan laba perusahaan). Sehingga dengan kata lain, makin tinggi hutang makin besar risiko perusahaan, dan makin besar pula potensi perolehan labanya. (jadi makin tinggi risiko, makin tinggi returnnya).

Baca lebih lajut

Pengaruh Leverage Keuangan dan Kebijakan Keuangan Terhadap Risiko Dan Keputusan Hedging Serta...

Pengaruh Leverage Keuangan dan Kebijakan Keuangan Terhadap Risiko Dan Keputusan Hedging Serta...

The aims of this study were to analyze the influence of financial leverage and financial policies on systematic risk, hedging decision and firm's value of manufacturing industry of go public companies in Indonesia. Hypotheses of this research were predicted based on trade off risk and return theory, Capital Asset Pricing Model (CAPM) theory and Modigliani and Miller proposition about financial engineering.

Baca lebih lajut

 this  file 1243 4953 1 PB

this file 1243 4953 1 PB

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh profitabilitas yang tinggi dengan menggunakan hutang. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian penjelasan dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga dari 17 perusahaan yang terdaftar di BEI diperoleh 12 perusahaan yang menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas yang digunakan yaitu Degree of Financial Leverage (DFL), Debt to Equity Ratio (DER), dan Time Interest Earned Ratio (TIER). Variabel terikat yang digunakan yaitu Return on Equity (ROE). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial, pengujian hipotesis, dan koefisien determinasi dengan bantuan software IBM Statistic ver.23 for Windows. Berdasarkan pengujian secara simultan (uji-F) diketahui bahwa variabel financial leverage DFL, DER, dan TIER berpengaruh signifikan terhadap variabel profitabilitas yaitu ROE. Secara parsial menggunakan uji-t diperoleh bahwa hanya variabel DER yang berpengaruh signifikan terhadap ROE. Hasil koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 0,632 memiliki arti bahwa variabel DFL, DER, dan TIER mampu mempengaruhi ROE sebesar 63,2%, sedangkan sisanya 36,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Perusahaan yang menggunakan hutang harus lebih hati-hati dan efektif agar dapat meningkatkan ROE.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS RISIKO DAN LAVERAGE docx

ANALISIS RISIKO DAN LAVERAGE docx

Analisis risiko merupakan pasangan kembar analisis profitabilitas. Keduanya dipakai untuk menentukan daya tarik suatu perusahaan. Konsep operating dan financial Leverage adalah bermanfaat untuk analisis, perencanaan dan pengendalian keuangan. Dalam manajemen keuangan, Leverage adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of founds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Jika semua biaya bersifat variabel, maka akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tapi karena sebagai biaya perusahaan bersifat biaya tetap, maka untuk menghasilkan laba diperlukan tingkat penjualan minimum tertentu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Manajemen

Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Manajemen

This study aimed to investigate the effect of financial difficulties and the level of company size on the level of accounting conservatism. In determining the condition of financial difficulties researchers used financial ratio analysis that profit margin ratio and financial leverage. As for the size of the company using the number of shares outstanding. This study refers to the results of research conducted by Luciana Spicca (2003). Eko Widodo (2005), Nathania Pramudhita (2012), and Ike Restu Prahara (2014). Variables used in this research is the profit margin, financial leverage, company size, and accounting conservatism. The population in this study is from four mining companies mining subsectors listed in the Indonesia Stock Exchange in 2015. The sample in this study using purposive sampling method. Then from the criteria set elect 16 of the 41 companies in the sample. The results using multiple linear regression showed that the profit margin ratio is not striving to accounting conservatism with a probability value of 0.077. Financial leverage has no effect on accounting conservatism with a probability value of 0.143. Firm's size has no effect on accounting conservatism with a probability value of 0.324. Simultaneously three variables affect the accounting conservatism with probability value 0,000. The results of this study concluded that the greater the value of the financial distress ratio and size of the company's simultaneously, then anticipate the company to conservative measures will be even greater.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS LEVERAGE OPERASI DAN LEVERAGE K

ANALISIS LEVERAGE OPERASI DAN LEVERAGE K

Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Financial leverage dengan demikian menunjukan perubahan lab per lembar saham (earning per share atau EPS) sebagai akibat perubahan EBIT.

Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

untuk memberikan kepercayaan terhadap investor dan dapat dipertanggung jawabkan serta dapat dipercaya oleh para investor. Laporan keuangan yang telah diaudit akan memberikan tingkat kepercayaan yang lebih besar kepada pemakainya. Adanya laporan keuangan yang dapat dipercaya akan mengurangi terjadinya kesalahan informasi laporan keuangan. Investor akan melihat kinerja perusahaan dengan melihat laporan keuangan berupa profitabilitas dengan indikator ROE (return on Equity), nilai perusahaan yaitu dilihat dari nilai rasio EPS (earning per Share) dan financial leverage yaitu dilihat dari perbandingan antara total hutang dengan total aktiva.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KODE MK STEKPI BAB 2 (1)

KODE MK STEKPI BAB 2 (1)

Hutang menunjukkan adanya dana dari pihak di luar perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan laba. Makin besar hutang perusahaan untuk mendanai asset, maka makin besar financial leverage (financial leverage menunjukkan adanya beban tetap yang berasal dari fixed-cost financing -berupa pembayaran bunga hutang- dalam menghasilkan laba perusahaan). Sehingga dengan kata lain, makin tinggi hutang makin besar risiko perusahaan, dan makin besar pula potensi perolehan labanya. (jadi makin tinggi risiko, makin tinggi returnnya).

Baca lebih lajut

Show all 9298 documents...