Fisiologi Tumbuhan

Top PDF Fisiologi Tumbuhan:

Fisiologi Tumbuhan Pertu mbuhan Tanaman

Fisiologi Tumbuhan Pertu mbuhan Tanaman

Proses tumbuh adalah suatu proses yang kompleks atau sulit sekali, baik mengenai sifat tumbuhan maupun faktor lingkungan. Pertumbuhan yang terbesar merupakan pertumbuhan yang terdiri dari fase membesar dan memanjang sel-sel. Tumbuhan memiliki beberapa fase pertumbuhan, ada yang disebut perkecambahan, tanaman muda, tanaman dewasa, fase generatif, fase vegetatif dan fase-fase lainnya. (Tim Fisiologi Tumbuhan, 2011).

7 Baca lebih lajut

peningkatan kualitas belajar mahasiswa pada perkuliahan fisiologi tumbuhan dasar dengan pemecahan ma

peningkatan kualitas belajar mahasiswa pada perkuliahan fisiologi tumbuhan dasar dengan pemecahan ma

Secara obyektif, kualitas hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan Fisiologi Tumbuhan Dasar (FTD) belum memuaskan, dilihat dari rata-rata nilai midterm dan ujian akhir semester yang masih rendah, dan tingkat keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran masih rendah. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti : (1) perkuliahan yang kurang menarik, (2) perkuliahan kurang memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif untuk memahami konsep, (3) pembelajaran masih didominasi dosen, (4) perkuliahan kurang dapat diikuti oleh mahasiswa, atau (5) media kurang memadahi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Buku Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar

Buku Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar

Petunjuk praktikum Fisiologi Tumbuhan edisi revisi pertama ini dipersiapkan dengan harapan dapat membantu kerja di laboratorium bagi mahasiswa. Topik-topik dari seluruh acara yang dipraktikumkan merupakan beberapa contoh fenomena-fenomena fisiologi dasar, diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah Fisiologi Tumbuhan Dasar, bagi mahasiswa Prodi. Pendidikan maupun Non Kependidikan. Karena terbatasnya waktu maka hanya sebagian topik yang dapat ditampung untuk praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar. Topik-topik kegiatan lain akan dikembangkan atau didistribussikan pada praktikum Fisiologi Lanjut pada semester berikutnya. Diharapkan dari topik-topik ini cukup membantu para mahasiswa untuk memberikan pengalaman dasar tentang fenomena fisiologi dasar. Tentu saja untuk melakukan hal tersebut harus ditunjang dengan buku-buku bacaan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Buku Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Lanjut

Buku Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Lanjut

Petunjuk praktikum Fisiologi Tumbuhan Lanjut edisi revisi pertaama, disusun untuk mendukung perluasan dan pendalaman penguasaan materi kuliah Fisiologi II. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengalaman memecahkan masalah-masalah fisiologi lanjut untuk mahasiswa S-1. Topik-topik kegiatan merupakan topik yang terkait langsung pada materi perkulihan, dan topik-topik lain yang bersifat melengkapi pengalaman yang telah diterima di praktikum Fisiologi Dasar sebelumnya. Namun demikian diharapkan dengan topik-topik yang sederhana tersebut dapat membantu para mahasiswa untuk mengungkapkan latar belakang fisiologi yang lebih jauh. Tentu saja untuk melakukan hal tersebut harus ditunjang dengan buku-buku bacaan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PENGANTAR FISIOLOGI TUMBUHAN Untuk memen

PENGANTAR FISIOLOGI TUMBUHAN Untuk memen

Fisiologi berasal dari bahasa latin, physis berarti alam (nature) dan logos berarti ilmu. Jadi fisiologi tumbuhan diartikan sebagai ilmu tentang alam tumbuhan. Fisiologi Tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor faktor lingkungan mikro disekitar tumbuhan tersebut.

10 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Dan Fisiologi Tumbuhan

Laporan Praktikum Dan Fisiologi Tumbuhan

Sebagai prasyarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan, maka penulis melakukan praktikum dengan judul ‘Pengaruh Kadar Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi Pengubahan A milum Menjadi Glukosa’. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 Maret 2014, sebagai waktu yang ditentukan oleh dosen mata kuliah terkait yaitu Ibu Yuni Sri Rahayu dan Bu Yuliani.

22 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN FISIOLOGI TUMBUHAN TERINTEGRASI STRUKTUR TUMBUHAN BERBASIS KERANGKA INSTRUKSIONAL MARZANO UNTUK MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MAHASISWA.

PEMBELAJARAN FISIOLOGI TUMBUHAN TERINTEGRASI STRUKTUR TUMBUHAN BERBASIS KERANGKA INSTRUKSIONAL MARZANO UNTUK MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MAHASISWA.

ditentukan derajat integrasi struktur pada fungsi tumbuhan pada setiap konsep. Kelima, pembelajaran terintegrasi tipe nested berbasis kerangka instruksional Marzano. Pembelajaran tersebut dikembangkan untuk memfasilitasi mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan struktur pada fungsi tumbuhan. Pengintegrasian ini termasuk ke dalam pengintegrasian dalam satu disiplin ilmu. Pengembangan pembelajaran tersebut mengharuskan mahasiswa mengintegrasikan pengetahuannya baik secara vertikal maupun secara horizontal, sehingga dapat mengasah keterampilan berpikir, dan keterampilan konten. Selain mengasah keterampilan tersebut, pembelajaran terintegrasi ini dapat memfasilitasi mahasiswa memiliki keterampilan sosial melalui diskusi inkuiri. Kerangka instruksional Marzano yang memiliki lima dimensi digunakan untuk mengaktifkan proses kognitif mahasiswa, dengan menekankan pada lingkungan belajar dan persepsi mahasiswa terhadap materi ajar. Keenam, penurunan beban kognitif mahasiswa dalam mempelajari fisiologi tumbuhan, penurunan beban kognitif berperan penting dalam memfasilitasi mahasiswa untuk menganalisis informasi keterkaitan struktur pada fungsi, dan memberikan persepsi yang positif terhadap proses pembelajaran sehingga memudahkan working memory untuk memproses dan menganalisis informasi. Kemampuan menganalisis informasi akan memfasilitasi mahasiswa dalam mengasimilasi pengetahuan, sehingga akan terbangun skema kognitif dalam long term memory. Terbangunnya skema kognitif akan berpengaruh terhadap kemampuan mengidentifikasi informasi dan menghubungkan informasi dengan informasi lain secara komprehensif. Ketujuh, pengembangan penalaran merupakan salah satu keterampilan berpikir yang berperan penting dalam mempelajari sains. Dengan berkembangnya penalaran memfasilitasi mahasiswa untuk merumuskan dan menerapkan prinsip-prinsip keterkaitan struktur pada fungsi tumbuhan, sehingga memudahkan integrasi konseptual.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN.

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN.

Percobaan – percobaan yang disajikan dalam buku penuntun ini bertujuan mempelajari fungsi tumbuhan, apa yang dilakukan tumbuhan, kapan, dimana dan bagaimana bekerjanya serta apa yang diberikan dari masing – masing kegiatan itu terhadap perkembangan vegetative dan reproduktif tanaman. Hal ini akan merangsang keingintahuan yang hanya dapat dijawab melalui percobaan – percobaan fisiologi tumbuhan.

21 Baca lebih lajut

22. Fisiologi Tumbuhan.

22. Fisiologi Tumbuhan.

Identitas mata kuliah Nama mata kuliah : Fisiologi Tumbuhan Nomor Kode : BI404 Jumlah sks : 3 tiga Semester : 4 untuk Program Studi Biologi 5 untuk Program Studi Pendidikan Biologi[r]

2 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN FISIOLOGI TUMBUHAN TERINTEGRASI STRUKTUR TUMBUHAN BERBASIS KERANGKA INSTRUKSIONAL MARZANO UNTUK MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MAHASISWA - repository UPI D IPA 1007162 Title

PEMBELAJARAN FISIOLOGI TUMBUHAN TERINTEGRASI STRUKTUR TUMBUHAN BERBASIS KERANGKA INSTRUKSIONAL MARZANO UNTUK MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MAHASISWA - repository UPI D IPA 1007162 Title

Anna Fitri Hindriana, 2014 PEMBELAJARAN FISIOLOGI TUMBUHAN TERINTEGRASI STRUKTUR TUMBUHAN BERBASIS KERANGKA INSTRUKSIONAL MARZANO UNTUK MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MAHASISWA Universita[r]

3 Baca lebih lajut

MODUL 3 FISIOLOGI TUMBUHAN METABOLIT SEKUNDER DAN PERTAHANAN TUMBUHAN

MODUL 3 FISIOLOGI TUMBUHAN METABOLIT SEKUNDER DAN PERTAHANAN TUMBUHAN

Klas senyawa sekunder fenolik yang terbanyak di tumbuhan diperoleh dari phenylalanin melalui eliminasi molekul ammonia dari asam sinamat. Reaksi ini dikatalis oleh phenylalanine ammonia lyase (PAL), enzim yang paling banyak dipelajari pada metabolisme sekunder tumbuhan. Phenylalanin berada pada titik percabangan antara metabolisme primer dan sekunder sehingga reaksi yang dikatalisnya adalah tahap regulasi yang penting pada pembentukan banyak senyawa fenolik. Aktivitas PAL dapat ditingkatkan oleh faktor lingkungan, seperti nutrien yang rendah, cahaya (melalui pengaruhnya pada fitokrom) dan infeksi fungi. Kontrolnya terjadi pada inisiasi transkripsi. Contohnya, invasi fungal memicu transkripsi mRNA yang mengkode PAL, sehingga meningkatkan jumlah PAL di tumbuhan, yang akan menstimulir sintesis senyawa fenol. Regulasi aktivitas PAL pada tumbuhan menjadi semakin kompleks adanya banyak gen pengkode berbagai PAL, beberapa diantaranya hanya diekspresikan pada jaringan spesifik atau hanya dibawah kondisi lingkungan tertentu. Reaksi-reaksi selanjutnya yang dikatalisis PAL adalah penambahan gugus hidroksil dan substituen lainnya. Trans- sinamic acid, p-coumaric acid dan derivatnya adala senyawa fenol sederhana yang disebut phenyl propanoid karena mengandung cincin benzen.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

FISIOLOGI TUMBUHAN

FISIOLOGI TUMBUHAN

Mangan Mn Gejala kekurangan Mangan Mn hampir sama dengan gejala kekurangan Besi Fe pada tanaman, yaitu: - Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terja[r]

22 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Ergonomi  fisiologi tumbuhan

Laporan Praktikum Ergonomi fisiologi tumbuhan

Dwi Faktor Hasil dari pengujian ANOVA terhadap interaksi antara intensitas cahaya, tingkat kebisingan, dan waktu setelah dianalisis adalah : ada interaksi antara faktor cahaya dengan fa[r]

59 Baca lebih lajut

LAPORAN FISIOLOGI TUMBUHAN TITIK TUMBUH (1)

LAPORAN FISIOLOGI TUMBUHAN TITIK TUMBUH (1)

Pada table 5 yaitu hasil perbandingan tingkat pertumbuhan titik tumbuh pada keempat macam biji yaitu timun, kacang panjang, buncis dan paria, maka didapatkan hasil rata-rata untuk tingkat pertumbuhan titik tumbuh kacang panjang yaitu 0,14 cm, timun 0,25 cm, buncis 0,18 dan paria 0,81 cm. Titik tumbuh tertinggi yaitu paria dan titik tumbuh terendah yaitu kacang panjang. Hal ini terjadi karena adanya faktor internal seperti hormon/ gen dan faktor eksternal seperti lingkungan, air, suhu, dan kelembaban yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Menurut Fahn (1992), pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor,yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Faktor-faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan antara lain makanan,air,suhu,kelembapan,dan cahaya, selain terdapat faktor eksternal terdapat pula faktor internal diantarannya yaitu gen dan hormone.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan Kelas A T

Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan Kelas A T

Sulfur merupakan salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan oleh tanaman dan diserap oleh akar sebagai ion sulfat dan mengalami reduksi di dalam tanaman menjadi gugusan sulfihidril (-SH), sedangkan daun mengambil sulfur dari atmosfer dalam bentuk sulfur dioksida. Sulfur merupakan bagian dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks yang berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman.

4 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan Pro

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan Pro

Tumbuhan umumnya menyerap/ mengisap air tanah oleh sistem akarnya, meskipun pada beberapa tumbuhan sederhana seperti lumut kerak dan lumut daun mampu menyerap air dari sekitarnya secara langsung. Air memasuki akar melalui bulu-bulu akar yang sangat halus yang berada seitar 6 mm setelah tudung akar. Sistem bulu akar ini memperluas permukaan aktif yang mampu menyerap air, dan secara terus menerus diperbaharui sesuai dengan pertumbuhan akar menembus tanah.

9 Baca lebih lajut

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

PETUNJUK PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

Cara Kerja  Isi 4 botol cuka dengan aquades masing-masing 75 ml dan tandai permukaannya  Ambil 4 pucuk tanarnan, sayat bagian kulit batang diluar xylem kira-kira 3 cm dari bawah Tutu[r]

12 Baca lebih lajut

HANDOUT PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN PER

HANDOUT PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN PER

b. Pertumbuhan Sekunder: Ditandai dengan bertambahnya diameter batang. Biasanya hanya tumbuhan berbiji yang mengalami pertumbuhan sekunder. Sel-sel meristem yang terdapat di kambium aktif membelah. Pembelahan terjadi secara radial (pembelahan sel yang terdapat di sekitar xilem mengarah kedalam dan sel- sel yang terdapat di bagian floem mengarah keluar), akan membentuk lingkaran tahun.

6 Baca lebih lajut

Show all 6497 documents...