Fluticasone Furoate

Top PDF Fluticasone Furoate:

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Dengan mengucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Spesialis dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Saya menyadari penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik isi maupun bahasannya. Walaupun demikian, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah perbendaharaan penelitian dengan judu “Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin- 5 (IL-5) Pada Polip Hidung ”
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian - Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian - Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Naclerio and Mackay (2001) melaporkan bahwa dengan menggunakan kortikosteroid semprot hidung selama 4-6 minggu, efektif mengurangi ukuran polip hidung. Pada penelitian ini peneliti menggunakan Fluticasone furoate 110 μg sekali sehari yang diberikan dalam dua kali semprot (27,5 μg/semprot) untuk tiap pol ip hidung.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

8. Fluticasone furoate (FF) II nd 0,5 % Sumber: Sastre and Mosges (2012); Pornsuriyasak a nd Assanasen (2008) Bioavibilitas atau ketersediaan hayati adalah fraksi dari obat yang tidak berubah yang mencapai sirkulasi sistemik setelah diberikan melalui cara pemberian apapun (Holford& Benet, 2005).

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya dr. Julia Maria Sari, PPDS Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tesis saya yang berjudul “Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin–5 (IL- 5) Pada Polip Hidung .”

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Introduction: MMP-9 in nasal polyp can increase vaskuler permeability so edema and inflammation cells migrate. vaskuler sehingga terjadi edema dan perpindahan sel sel radang. Kortikosteroid dapat menekan fase fase pada proses inflamasi. Kortikosteroid semprot hidung merupakan pilihan terapi polip hidung dengan cara menghambat influk sel sel inflamasi. Fluticasone furoate merupakan kortikosteroid semprot hidung yang memiliki afinitas reseptor relatif lebih besar untuk reseptor glukokortikoid manusia degrade almost all of extracellular matrix component. Although this disease has progression in its treatment, it still has high recurrent rate. Corticosteroid topical is the best effective therapy. Corticosteroid may inhibit insterstitial colagen synthesis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Salam sejahtera, saya sampaikan rasa sukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena dengan rahmat dan karuniaNya saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Spesialis dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Saya menyadari penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik isi maupun bahasannya. Walaupun demikian, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah perbendaharaan penelitian tentang Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Fluticasone furoate semprot hidung merupakan suspensi cair fluticasone furoate micronized yang disemprotkan ke mukosa hidung. Dialirkan pada sisi aktuasi dengan semprotan pendek untuk menjaga aliran obat dan meminimalisasi variabilitas dosis. Aliran semprotan selalu tetap jumlahnya, yang dibuat supaya mudah digunakan. Setiap aktuasi semprotan mengalirkan 27.5 μg fluticasone furoate dalam 50 μL dari suspensi (0.015% w/w benzalkonium chloride, dextrose anhydrous, edetate disodium, microcrystalline cellulose, carboxymethylcellulose sodium, polysorbate 80, dan purified water). Fluticasone furoate mempunyai volume aplikasi terendah per spray dibandingkan beberapa kortikosteroid cair lainnya termasuk budesonide, triamcinolone acetonide, fluticasone propionate, and mometasone furoate (Anolik 2010).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

bentuk suspensi mikro FF 27,5 μg FF dalam 50 μg suspensi tiap semprot. Mula kerja FF sangat cepat, 8 jam setelah semprotan pertama, berbeda dengan FP pada hari kedua setelah pemberian pertama. FF mempunyai afinitas terbesar terhadap reseptor glukokortikoid jika digunakan semprot hidung dan berikatan dengan reseptor paling lama. Masa kerja lebih lama (24 jam) dengan dosis sekali semprot setiap hari. Pemberian FF sekali semprot sehari menunjukkan efektifitas yang sama dengan pemberian FP dua kali semprot sehari. Dosis yang dianjurkan 110 μg sekali sehari terbagi dalam dua kali semprot (27,5 μg/semprot) tiap hidung/polip . Fluticasone furoate yang masuk kedalam saluran cerna akan metabolisme di hati oleh isozim P450, CYP3A4, sehingga efek sistemik sangat minimal (< 0,5 %). Harus dipertimbangkan pemberian FF pada penderita gangguan fungsi hati. Fluticasone Furoate tidak diidentifikasi di urin orang yang mendapat semprot hidung sehingga tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita dengan gangguan ginjal. Pemberian bersama ketokonazole atau obat lain yang bersifat inhibitor kuat CYP3A4 seperti ritonavir sebaiknya dihindari. Efek samping yang timbul umumnya ringan serta dapat sembuh sendiri dan paling sering timbul adalah epistaksis, faringitis, mukosa hidung terasa kering dan panas (Sastre and Mosges 2012; Kumar, Kumar, Parakh 2011; Djupesland 2010; Pornsuriyasak & Assanasen 2008; Doggrell & Sheila 2003; Mann 2003).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pendahuluan: MMP-9 pada polip hidung dapat dapat meningkatkan permeabilitas vaskuler sehingga terjadi edema dan perpindahan sel sel radang. Kortikosteroid dapat menekan fase fase pada proses inflamasi. Kortikosteroid semprot hidung merupakan pilihan terapi polip hidung dengan cara menghambat influk sel sel inflamasi. Fluticasone furoate merupakan kortikosteroid semprot hidung yang memiliki afinitas reseptor relatif lebih besar untuk reseptor glukokortikoid manusia.

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Polip hidung merupakan penyakit yang sering ditemui di Departemen THT-KL dan penatalaksanaannya masih terus dikembangkan. Oleh karena itu, penulis berkeinginan untuk meneliti pengaruh fluticasone furoate terhadap ekspresi matriks metalloproteinase-9 pada polip hidung di RSUP H. Adam Malik Medan.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Burgel dkk melaporkan, penggunaan fluticasone furoate selama 8 minggu terbukti menurunkan jumlah eosinofil dan ekspresi IL-5 serta mengurangi ukuran polip. Naclerio dan Mackay melaporkan, penggunaan fluticasone furoate selama 4 minggu efektif mengurangi ekspresi IL-5 dan jumlah eosinofil (Assanasen & Naclerio, 2001; Burgel, 2004).

4 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Salam sejahtera, saya sampaikan rasa sukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena dengan rahmat dan karuniaNya saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Spesialis dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Saya menyadari penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik isi maupun bahasannya. Walaupun demikian, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah perbendaharaan penelitian tentang Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Bapak/Ibu yang terhormat, nama saya Suriyanti, PPDS Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tesis saya yang berjudul “Pe ngaruh kortikosteroid intranasal (fluticasone furoate) terhadap matriks metalloproteinase-9 pada polip hidung di RSU P HAJI ADAM MALIK MEDAN.”

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain kuasi eksperimental (uji sebelum dan sesudah perlakuan). Data diambil dari seluruh penderita polip hidung yang datang berobat ke sub bagian Rinologi Departemen / SMF T.H.T.K.L RSUP H. Adam Malik Medan pada bulan April 2014 sampai dengan Desember 2014 dan mendapatkan terapi fluticasone furoate semprot hidung selama 4 minggu.

2 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

Perbandingan Efek Terapi Fluticasone furoate Semprot Hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung

“The efficacy of Preoperative Short Course of Oral Steroids followed by Postoperatif Topical Nasal Steroids Sprays on Nasal Polyp Recurrence after Endoscopic Nasal Polypectomy.” Journal [r]

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Interleukin – 5 (Il-5) Pada Polip Hidung

Djupesland, P.G., VLckova, I. & Hewson, G., 2010. “Impact of baseline nasal polyp size and previous surgery of efficacy of fluticasone delivered with a novel device: A subgroup analysis.” American Journal of Rhinology and Allergy (24): 291-5.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Pengaruh Kortikosteroid Intranasal (Fluticasone Furoate) Terhadap Ekspresi Matriks Metalloproteinase-9 Pada Polip Hidung Di RSUPH Adam Malik Medan

Medical and Nasal surgical management of nasal polyps in Current opinion in Otolaryngology and Head and Neck Surgery.. Lippincott William and Wilkins Inc, p.[r]

5 Baca lebih lajut

2. Anggota PenelitiPembimbing A. Nama : dr. Mangain Hasibuan, Sp.THT-KL NIP : 19540112 198202 1 002 GolonganPangkat : IVD Jabatan : Staf Divisi Rhinologi DepartemenSMF THT-KL FK USURSUP H. ADAM MALIK MEDAN Fakultas : Kedokteran Perguruan Tinggi - Perbandi

2. Anggota PenelitiPembimbing A. Nama : dr. Mangain Hasibuan, Sp.THT-KL NIP : 19540112 198202 1 002 GolonganPangkat : IVD Jabatan : Staf Divisi Rhinologi DepartemenSMF THT-KL FK USURSUP H. ADAM MALIK MEDAN Fakultas : Kedokteran Perguruan Tinggi - Perbandi

Bapak/Ibu yang terhormat, nama saya Edward Suryanta Sembiring, PPDS Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tesis saya yang berjudul “Perbandingan Efektifitas Terapi Fluticasone furoate Semprot hidung dan Metilprednisolon Oral pada Polip Hidung Dinilai dari Perubahan Jumlah Sel-sel Radang dan Stadium Polip Hidung.”

19 Baca lebih lajut

ANALISIS  BIAYA DAN EFEKTIVITAS  TERAPI ASMA PASIEN RAWAT JALAN   Analisis Biaya Dan Efektivitas Terapi Asma Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi.

ANALISIS BIAYA DAN EFEKTIVITAS TERAPI ASMA PASIEN RAWAT JALAN Analisis Biaya Dan Efektivitas Terapi Asma Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi.

Hasil penelitian menunjukkan obat yang paling banyak digunakan adalah salbutamol sulfat inhalasi yaitu sebanyak 56,00%. Biaya medik langsung untuk pengobatan asma rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi tertinggi pada pola pengobatan fenoterol HBr inhalasi + fluticasone/salmeterol Inhalasi sebesar Rp 298.726,50 dengan efektivitas 80,91%, dan biaya medik langsung paling rendah pada pola pengobatan salbutamol sulfat inhalasi yaitu Rp 110.516,17 dengan efektivitas 73,55%.

16 Baca lebih lajut

Show all 20 documents...