fraksi n-butanol ekstrak etanol

Top PDF fraksi n-butanol ekstrak etanol:

Pengaruh fraksi N-Butanol ekstrak etanol daun tempuyung (Sonchus arvensis linn.) terhadap kadar asam urat dalam darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia. [CD-ROM] - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh fraksi N-Butanol ekstrak etanol daun tempuyung (Sonchus arvensis linn.) terhadap kadar asam urat dalam darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia. [CD-ROM] - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

4.6. Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hiperurisemia dengan Pemberian PGA 3% (Kontrol Negatif)… 50 4.7. Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hiperurisemia dengan Pemberian Fraksi n-butanol Ekstrak Etanol Daun Tempuyung 10% b/v (Kelompok F1)…………… 50

15 Baca lebih lajut

Uji efek antipiretik fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Mier) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji efek antipiretik fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Mier) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai uji efek antipiretik fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) pada tikus putih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antipiretik fraksi tersebut dengan menggunakan pepton sebagai induktor sehingga terjadi demam pada tikus putih dan untuk pengukuran demamnya menggunakan termometer rektum digital. Dalam penelitian ini dibuat fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali dengan pemberian dosis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Higashino (1992). Pada penelitian ini digunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok (kelompok kontrol negatif, 3 kelompok perlakuan, dan kelompok pembanding). Setiap hewan didemamkan terlebih dahulu dengan penyuntikan pepton 5% (b/v) secara subkutan. Kelompok kontrol negatif diberikan PGA 3% tanpa bahan aktif secara oral, tiga kelompok diberi fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali dengan dosis 2,5; 5; dan 10 mg/kg BB secara oral, dan kelompok terakhir sebagai pembanding diberi parasetamol dengan dosis 45 mg/kgBB. Setiap hewan coba diukur suhu rektalnya setiap 30 menit selama 4 jam yang kemudian data tersebut diolah untuk dihitung persen penurunan suhu tubuh. Perhitungan statistik dilakukan dengan uji anava. Hasil yang didapat, disimpulkan bahwa fraksi n-butanol ekstrak etanol batang brotowali dosis 2,5; 5; dan 10 mg/kg BB memiliki efek antipiretik, dosis 2,5 mg/kg BB memiliki efek antipiretik sebesar 2,05%, dosis 5 mg/kg BB memiliki efek antipiretik sebesar 2,26%, serta efek yang paling besar ditunjukkan pada dosis 10 mg/kg BB yang hampir setara dengan efek antipiretik parasetamol yang memberikan rerata persen penurunan suhu tubuh sebesar 2,52%. Tidak ada hubungan yang linear antara peningkatan dosis dengan peningkatan efek antipiretiknya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh fraksi n-butanol ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata nees) terhadap penurunan kadar asam urat serum darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh fraksi n-butanol ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata nees) terhadap penurunan kadar asam urat serum darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian fraksi n-butanol ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) terhadap efek penurunan kadar asam urat serum darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif yang diberi suspensi PGA 3%, kelompok F1, F2, dan F3 yang diberikan fraksi n-butanol ekstrak etanol daun sambiloto dengan dosis 1, 1.5 dan 2 g/kg BB, serta kelompok kontrol positif yang diberikan suspensi alopurinol dengan dosis 9 mg/kg BB secara oral. Tiap kelompok diberi makan otak kambing sebanyak 25 g/hari sebagai penginduksi asam urat selama 10 hari. Hasil perhitungan statistik dengan menggunakan Anava yang dilanjutkan dengan uji HSD ( = 0,05) menunjukkan bahwa fraksi n- butanol ekstrak etanol daun sambiloto pada dosis 1g/kg BB dapat memberikan efek penurunan kadar asam urat dalam darah. Pada perhitungan koefisien korelasi didapatkan hasil yaitu r hitung = 0,975 < r tabel =
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh fraksi n butanol ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana mill.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan dengan metode uji toleransi glukosa. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh fraksi n butanol ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana mill.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan dengan metode uji toleransi glukosa. - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

0,5 g/kgBB tidak menunjukkan efek penurunan kadar gula darah yang bermakna pada menit ke-30 yang dikarenakan dosis terlalu kecil, tetapi pada ekstrak dengan dosis 1 dan 1,5 g/kgBB terhadap kontrol ada perbedaan yang sangat bermakna di mana terjadi efek penurunan kadar gula darah. Pada penelitian terdahulu digunakan tikus putih yang diberi asupan glukosa 50 % setelah dilakukan pemberian ekstrak terlebih dahulu, lalu diukur kadar glukosa darah untuk mengetahui efeknya (Kristinawati, 2010). Berdasarkan data di atas, maka pada penelitian ini akan dilakukan pengujian pengaruh fraksi n-butanol ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan dengan metode uji toleransi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh fraksi n-butanol ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) dengan dosis 0,5; 1; dan 1,5 g/kgBB memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang dilakukan dengan metode uji toleransi glukosa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAN n-BUTANOL DARI HERBA SASALADAAN (Peperomia pellucida (L.) Kunth.) DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN.

AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAN n-BUTANOL DARI HERBA SASALADAAN (Peperomia pellucida (L.) Kunth.) DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN.

Tumbuhan sasaladaan ( Peperomia pellucida (L.) Kunth.) telah lama dikenal memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Telah dilakukan pengujian aktivitas antidiabetes Peperomia pellucida (L.) Kunth. terhadap fraksi etil asetat dan n -butanol dari herba tersebut. Ekstrak etanol diperoleh secara maserasi dengan etanol 70% yang kemudian diekstraksi cair-cair dengan sistem pelarut n - heksan:air, etil asetat:air, dan n -butanol:air, masing-masing dengan perbandingan volume 1:1. Pengujian aktivitas antidiabetes fraksi dilakukan menggunakan metode induksi aloksan pada tikus putih jantan dengan dosis masing-masing fraksi 150 mg/kg BB secara peroral. Kadar glukosa ditentukan secara enzimatik (GOD-PAP) kemudian diukur dengan spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 500 nm. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ketiga, keempat, keenam, dan kesembilan setelah diinduksi aloksan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi n -butanol memiliki aktivitas antidiabetes dengan persentase penurunan 53.44% dan 49.81%. Dengan demikian fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antidiabetes yang lebih baik daripada fraksi n -butanol, namun kedua fraksi tidak menunjukkan perbedaan nyata pada uji lanjut Newman-Keuls ( α = 0,01 )
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

UJI TOKSISITAS FRAKSI n-BUTANOL BERUWAS LAUT (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Irma Santi, Sitti Nurbaezurah Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Email : Irma_UMI01yahoo.com ABSTRACT - UJI TOKSISITAS FRA

UJI TOKSISITAS FRAKSI n-BUTANOL BERUWAS LAUT (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Irma Santi, Sitti Nurbaezurah Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Email : Irma_UMI01yahoo.com ABSTRACT - UJI TOKSISITAS FRA

(Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) yang telah dikeringkan, ditimbang sebanyak 300 gram kemudian dimasukkan ke dalam wadah maserasi. Ditambahkan etanol 70% hingga simplisia tersebut terendam seluruhnya sebanyak 5 liter dan dibiarkan selama 5 hari dengan pengadukan beberapa kali. Ekstrak cair yang diperoleh diuapkan dengan menggunakan rotavapor hingga diperoleh ekstrak etanol kental.

7 Baca lebih lajut

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol serta Fraksi n-Heksana Etilasetat dan Air Herba Kurmak Mbelin (Enydra fluctuans Lour.)

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol serta Fraksi n-Heksana Etilasetat dan Air Herba Kurmak Mbelin (Enydra fluctuans Lour.)

Kurmak mbelin (Enydra fluctuans Lour.) adalah tumbuhan yang telah dikenal sejak dahulu kala, berasal dari wilayah Indo-China, yang tumbuh di daerah tropis di Asia dan Afrika. Kurmak mbelin, terutama bagian pucuk muda, digunakan sebagai sayur di Asia Tenggara (Indo-China dan Thailand), baik mentah maupun direbus. Di Kabupaten Karo kurmak mbelin dikonsumsi sebagai sayuran. Tumbuhan ini memiliki rasa yang agak pahit. Bagian herba memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia, golongan kandungan senyawa kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak herba kurmak mbelin.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ketepeng (Senna alata (L.) Roxb.) Dengan Metode DPPH

Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ketepeng (Senna alata (L.) Roxb.) Dengan Metode DPPH

Serbuk simplisia daun ketepeng dikarakterisasi dan diskrining, selanjutnya diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 80%. Ekstrak etanol difraksinasi dengan pelarut n-heksana dan etilasetat. Analisis kandungan kimia secara kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kertas (KKt) serta uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) sebagai radikal bebas dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 516 nm pada menit ke-60 setelah penambahan pelarut metanol. Kemampuan antioksidan diukur sebagai penurunan absorbansi larutan DPPH setelah penambahan ekstrak atau fraksi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Ciplukan (Physalis angulata) Berdasarkan Uji Letalitas Larva Udang

Toksisitas Ekstrak Ciplukan (Physalis angulata) Berdasarkan Uji Letalitas Larva Udang

Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak etanol daun ciplukan menunjukkan keberadaan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan steroid (Tabel 1). Keberadaan alkaloid ditandai dengan terbentuknya endapan putih setelah penambahan pereaksi Mayer, endapan jingga pada penambahan pereaksi Dragendorf, dan endapan cokelat pada penambahan pereaksi Wagner (Gambar 2). Uji flavonoid pada daun ciplukan menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan terbentuknya warna kuning setelah penambahan Mg, HCl pekat, dan n-amil alkohol. Sementara uji fenol menunjukkan hasil negatif karena terbentuk warna cokelat (Gambar 3). Steroid pada ekstrak ditandai dengan terbentuknya warna hijau setelah penambahan pereaksi Liebermann-Burchard (Gambar 4). Sementara itu, uji senyawa triterpenoid dan saponin menunjukkan hasil negatif karena masing-masing tidak terbentuk warna merah atau ungu dan tidak terbentuk busa (Gambar 5).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Jurnal Farmasi Higea, Vol.3, No. 2, 2011

Jurnal Farmasi Higea, Vol.3, No. 2, 2011

Berdasarkan potensi bioaktivitas dari spon laut tersebut maka telah dilakukan skrining sitotoksik dari ekstrak kental metanol dengan metoda Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap 10 jenis spon yang diambil di perairan Mandeh Painan pada kedalaman ± 15 meter di bawah permukaan laut. Salah satu spon yang memiliki aktivitas sitotoksik adalah spon Petrosia sp sebesar 71,81 ppm. Hasil identifikasi dari museum Zoologi Amsterdam Belanda menyatakan sampel tersebut merupakan salah satu spesies dari genus Petrosia yaitu Petrosia

8 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ketepeng (Senna alata (L.) Roxb.) Dengan Metode DPPH

Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ketepeng (Senna alata (L.) Roxb.) Dengan Metode DPPH

Hasil karakterisasi serbuk simplisia diperoleh kadar air 6,62%, kadar sari yang larut dalam air 20,46%, kadar sari yang larut dalam etanol 15,40%, kadar abu total 4,14%, dan kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,37%. Hasil skrining fitokimia daun ketepeng mengandung senyawa kimia golongan flavonoida, glikosida, tanin, antrakinon, saponin dan triterpenoid/steroid. Hasil KLT dan KKt ekstrak etanol diperoleh 6 senyawa tanin, 3 senyawa flavonoid dan 4 senyawa triterpenoid/steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etilasetat dan fraksi air dari daun ketepeng memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai inhibitory concentration (IC 50 ) yang diperoleh dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pirdot (Saurauia vulcani Korth) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pirdot (Saurauia vulcani Korth) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Efek Ekstrak Etanol Dan Fraksi Ekstrak N-Heksan, Etilasetat Dan Etanol Daun Pirdot Saurauia Vulcani, Korth Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Dengan Metode Toleransi Glukosa.. [r]

3 Baca lebih lajut

View of Aktivitas sitotoksik daun ceremai

View of Aktivitas sitotoksik daun ceremai

Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dalam membunuh larva udang dibandingkan fraksi lainnya, sehingga ekstrak etanol dan fraksi etil asetat sangat berpotensi sebagai antikanker.

5 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Pepaya Jantan (Carica Papaya L.) Pada Mencit Jantan

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Pepaya Jantan (Carica Papaya L.) Pada Mencit Jantan

Suwarso, E., Sinaga, K.R., dan Nainggolan, M. (2013). Kajian Ekstrak Etanol Bunga Papaya Jantan (Carica papaya. L) Sebagai Komopreventif Karsinogenesis Kanker Payudara Pada Tikus Betina Yang Mendapat Paparan 7, 12- Dimetilbenz (Α) Antrasena (DMBA). Medan: Laporan Hasil Penelitian Hibah Bersaing Tahun I.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Lamanya Merokok Terhadap Tingkat Kebugaran Tubuh pada Mahasiswa FK USU

Pengaruh Lamanya Merokok Terhadap Tingkat Kebugaran Tubuh pada Mahasiswa FK USU

Ekstraksi dilakukan secara perkolasi menggunakan pelarut etanol, fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan dan etilasetat. Pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi teripang menggunakan metode pemerangkapan radikal bebas DPPH (1,1- diphenyl-2-picrylhydrazil) diukur pada panjang gelombang 516 nm setelah 60 menit pada suhu kamar. Pemeriksaan karakteristik simplisia meliputi penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut air, penetapan kadar sari larut etanol, penetapan kadar abu total, dan penetapan kadar abu tidak larut asam. Pemeriksaan golongan senyawa terhadap serbuk simplisia hewan meliputi pemeriksaan senyawa glikosida, saponin dan steroid/triterpenoid.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi n-Heksana Serta Fraksi Etil Asetat Herba Sawi Tanah (Adenostemma Lavenia (L.) Kuntze) Terhadap Beberapa Bakteri

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi n-Heksana Serta Fraksi Etil Asetat Herba Sawi Tanah (Adenostemma Lavenia (L.) Kuntze) Terhadap Beberapa Bakteri

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, kasih dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi n- heksana serta fraksi etilasetat herba sawi tanah (Adenostemma lavenia (L.) Kuntze) terhadap bakteri. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Dan Getah Kemenyan (Styrax benzoin Dryand.) Terhadap Beberapa Mikroba

Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Dan Getah Kemenyan (Styrax benzoin Dryand.) Terhadap Beberapa Mikroba

Cawan petri dimasukkan 0,1 ml inokulum, kemudian ditambahkan 20 ml media nutrient agar steril yang telah dicairkan dan ditunggu hingga suhu mencapai 45 o C, dihomogenkan dan dibiarkan sampai media memadat. Setelah itu ditanamkan silinder logam. Selanjutnya masing-masing silinder logam dimasukkan ekstrak etanol sebanyak 0,1 ml dengan berbagai konsentasi. Kemudian diinkubasi pada suhu 36-37 o C selama 18-24 jam. Hal yang sama dilakukan terhadap fraksi n-heksan dan fraksi etilasetat. Selanjutnya diameter daerah hambat di sekitar silinder logam diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali (Ditjen POM, 1995).
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 2 g, lalu disari dengan 20 mL campuran etanol 95% dengan air (7:2) dan 10 mL asam klorida 2 N, direfluks selama 2 jam, didinginkan dan disaring. Diambil 20 mL filtrat ditambahkan 25 mL air suling dan 25 mL timbal (II) asetat 0,4 M, dikocok, didiamkan 5 menit lalu disaring. Filtrat disari dengan 20 mL campuran isopropanol dan kloroform (2:2), dilakukan berulang kali sebanyak 2 kali. Sari air dikumpulkan dan diuapkan pada temperatur tidak lebih dari 50 o C. Sisanya dilarutkan dalam 2 mL metanol. Larutan sisa digunakan untuk percobaan berikut : 0,1 mL larutan percobaan dimasukkan dalam tabung reaksi dan diuapkan diatas penangas air. Pada sisa ditambahkan 2 mL air dan 5 tetes pereaksi Molisch. Langkah selanjutnya, secara perlahan-lahan ditambahkan 2 mL asam sulfat pekat melalui dinding tabung, terbentuknya cincin berwarna ungu pada batas kedua cairan menunjukkan glikosida (Depkes, RI., 1995).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi n-Heksana Serta Fraksi Etil Asetat Herba Sawi Tanah (Adenostemma Lavenia (L.) Kuntze) Terhadap Beberapa Bakteri

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi n-Heksana Serta Fraksi Etil Asetat Herba Sawi Tanah (Adenostemma Lavenia (L.) Kuntze) Terhadap Beberapa Bakteri

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber tanaman obat yang secara turun temurun telah digunakan sebagai ramuan obat tradisional. Tanaman sawi tanah (Adenostemma lavenia (L.) Kuntze) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan masyarakat di daerah Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara sebagai obat diare, disentri, luka bakar dan mengatasi mata bengkak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi simplisia, golongan senyawa dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etilasetat herba sawi tanah terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KEMBANG DAYANG (Cestrum nocturnum L.) Antioxydant activity of extract and fraction of kembang dayang (Cestrum nocturnum L.)

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KEMBANG DAYANG (Cestrum nocturnum L.) Antioxydant activity of extract and fraction of kembang dayang (Cestrum nocturnum L.)

Larutan uji yaitu ekstrak etanol 96% daun kembang dayang (Cestrum nocturnum L.), fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air yang dibuat dalam pelarut metanol pro analisa. Masing-masing ekstrak dan fraksi ditimbang 50 mg dan dilarutkan kedalam 50 ml metanol (Pro analisa) dalam labu takar (1.000 µg/ml).

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects