frasa preposisional

Top PDF frasa preposisional:

Padanan Makna Frasa Preposisional Dans dalam Penerjemahan Bahasa Prancis ke Bahasa Indonesia dalam Novel Le Noeud de Vipères karya François Mauriac.

Padanan Makna Frasa Preposisional Dans dalam Penerjemahan Bahasa Prancis ke Bahasa Indonesia dalam Novel Le Noeud de Vipères karya François Mauriac.

Frasa preposisional terdiri atas sebuah preposisi dan sebuah kata atau frasa yang mengikutinya. Preposisi mempunyai peranan dalam membentuk sebuah kalimat dan mempunyai padanan yang bervariasi tergantung dari konteksnya. Para pembelajar bahasa Prancis kadang menemui kesulitan dalam menentukan padanannya ketika menerjemahkan. Misalnya preposisi dans ternyata mengandung makna yang berbeda- beda. Korpus yang berupa frasa preposisional dans banyak ditemukan dalam novel Le Noeud de Vipères karya François Mauriac. Oleh karena itu, penulis memilih untuk meneliti padanan dan makna yang terkandung dalam frasa preposisional dans tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui padanan dan makna frasa preposisional dans. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan referensi tambahan mengenai padanan dan makna frasa preposisional dans kepada para pembelajar bahasa Prancis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

FRASA PREPOSISIONAL DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2014

FRASA PREPOSISIONAL DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2014

memberikan penjelasan kepada pembaca, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia mengenai frasa preposisional. Peneliti pun masih belum sepenuhnya memahami atau mengerti tentang bentuk dan makna frasa preposisonal. Hal inilah yang mendorong peneliti ingin meneliti tentang frasa preposisional. Kedua, memberikan penjelasan tentang penggunaan frasa preposisional dalam cerpen. Sebagai pembaca, biasanya orang hanya membaca sekilas isi cerpen tersebut tanpa mengetahui penggunaan frasa. Hal inilah yang membuat peneliti ingin memperlihatkan kepada pembaca bahwa frasa yang digunakan dalam cerpen juga memiliki bentuk dan makna. Ketiga, peneliti memilih frasa preposisional sebagai kajian penelitian karena penggunaan frasa preposisional sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis kesalahan frasa preposisional pada headline news koran suara Tangerang Selatan edisi bulan Oktober-November 2013 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA

Analisis kesalahan frasa preposisional pada headline news koran suara Tangerang Selatan edisi bulan Oktober-November 2013 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA

Puji serta syukur penulis sanjungkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Kesalahan Frasa Preposisional pada Headline News Koran Suara Tangerang Selatan Edisi Bulan Oktober-November 2013 dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA ” . Selawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menjauhkan kita dari jalan kebodohan dan telah membawa ke jalan yang terang benderang. Skripsi ini, penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Selain itu, juga untuk melatih keterampilan menulis penulis dan untuk menambah pengetahuan bagi penulis sendiri maupun untuk orang lain.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Frasa Preposisional Dan Struktur Adjung Dalam Bahasa Rongga

Frasa Preposisional Dan Struktur Adjung Dalam Bahasa Rongga

Dari pembahasan di atas, dapat dikemukakan dua hal pokok sebagai inti dari perilaku preposisi bahasa Rongga. Pertama, dalam hal letak tempat yang diacu dalam peristiwa tutur, bahasa Rongga memperlihatkan sistemnya yang bersifat definit (pasti). Penggunaan preposisi seperti dikemukakan di atas, baik yang dilatarbelakangi oleh keadaan topografi maupun oleh arah mata angin, merupakan cara untuk mengeksplisitkan dan mendefinitkan tempat. Prinsip kedefinitan itu bahkan bisa terjadi, tidak hanya berkaitan dengan tempat seperti dikemukakan di atas, tetapi juga bisa terjadi pada argumen-argumen inti maupun noninti, yang secara gramatikal dikategorikan sebagai frasa nomina. Kedua, meskipun preposisi pai ‘ke’ dan pu’u ‘dari’ mempunyai fungsi yang jelas, kedua preposisi tersebut tidak bisa digunakan tanpa disertai penggunaan preposisi zheta ‘atas’ dan zhili ‘bawah’ atau preposisi mena ‘timur/di timur’, zhale ‘barat/di barat’, zhele ‘utara/selatan’, dan lau ‘selatan/utara’. Jadi, sepanjang suatu konstruksi sintaksis (frasa, klausa, dan kalimat) melibatkan tempat di dalamnya, sepanjang itu pula keenam preposisi yang disebutkan terakhir itu kemunculannya bersifat wajib. Akan tetatpi, frasa preposisional yang secara sintaktis berada di luar fungsi inti, kehadirannya dalam sebuah klausa atau kalimat, bersifat manasuka, boleh muncul dan boleh juga tidak muncul.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Representasi Word Graph Frasa Preposisional Bahasa Indonesia Menggunakan XML

Representasi Word Graph Frasa Preposisional Bahasa Indonesia Menggunakan XML

Misalkan simpul-simpul pada graf �4 dipadankan dengan suatu nilai, yaitu = 6 = 3 dan dapat digambarkan sebagai berikut 6 Ilustrasi kedua, misalkan diberikan graf �5 dengan banyaknya[r]

29 Baca lebih lajut

Analisis Fungsi dan Makna Syntagme Prépositionnel En dalam Roman La Chute.

Analisis Fungsi dan Makna Syntagme Prépositionnel En dalam Roman La Chute.

Syntagme Prépositionnel atau Frasa Preposisional terdiri atas sebuah preposisi dan sebuah kata atau frasa lain yang mengikutinya. Preposisi mempunya peranan dalam membentuk sebuah kalimat dan mempunyai fungsi dan makna yang bervariasi tergantung pada konteksnya. Para pembelajar bahasa Prancis sering menemui kesulitan dalam menentukan fungsi dan makna tersebut terutama ketika menerjemahkan. Misalnya preposisi en ternyata memiliki beberapa fungsi dan makna yang berbeda-beda. Data yang berupa frasa preposisional en banyak ditemukan dalam roman La Chute karya Albert Camus. Oleh karena itu, penulis memilih untuk meneliti keragaman fungsi dan makna dari frasa prasa preposisional en. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja fungsi dan makna frasa preposisional en.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SATUAPERSON Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Kedua Pada Teks Terjemahan Al Quran.

SATUAPERSON Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Kedua Pada Teks Terjemahan Al Quran.

Nero (2006) hasil penelitian menunjukkan bahwa konstituen pascaverba pasif yang bermorfem terikat di-+{-kan/-i} memiliki fungsi sintaksis subjek, pelengkap, dan keterangan. Konstruksi konstituen terdiri atas verba, frasa verbal, nomina, frasa nominal, adjektiva, farasa adjektival, pronomina, adverbia, frasa adverbial, frasa numeralia, frasa preposisional, klausa verbal, klausa nominal, dan klausa adjektival. Distribusi konstituen itu berupa frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. Peran konstituen pascaverba pasif yang bermorfem terikat di-+{- kan/-i} terdiri atas pelaku, sasaran, pengalam, pemeroleh, waktu, tempat, alat, sumber, tujuan, cara, penyetara, pembanding, sebab, hasil, syarat, dan keadaan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Tardi Koherensi Terjemahan al Quran

Tardi Koherensi Terjemahan al Quran

Ketidaksesuaiannya itu antara lain: frasa preposisional daripada banyak digunakan di luar kalimat perbandingan; dua kata syarat sekaligus digunakan untuk menyatakan satu kalimat penganda[r]

187 Baca lebih lajut

SATUAN LINGUAL YANG MENGANDUNG PRONOMINA PERSONA KETIGA PADA TEKS TERJEMAHAN AL-QURAN YANG  Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Ketiga Pada Teks Terjemahan Al-Quran Yang Mengandung Etika Berbahasa.

SATUAN LINGUAL YANG MENGANDUNG PRONOMINA PERSONA KETIGA PADA TEKS TERJEMAHAN AL-QURAN YANG Satuan Lingual Yang Mengandung Pronomina Persona Ketiga Pada Teks Terjemahan Al-Quran Yang Mengandung Etika Berbahasa.

frasa nomina, frasa verba, frasa preposisional, dan frasa atributif, 2) fungsi yang diisi oleh satuan lingual yang mengandung pronomina persona III pada teks terjemahan Al Quran yang mengandung etika berbahasa meliputi, subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan, atribut subjek, dan atribut objek, 3) peran yang diduduki satuan lingual yang mengandung pronomina persona ketiga pada teks terjemahan Al Quran yang mengandung etika berbahasa meliputi, peran pelaku, peran tindakan/perbuatan, peran arah/tujuan, peran penerima, peran keberadaan, peran penderita, peran objektif, peran pengenal, peran dikenal, peran peruntukkan, peran alat, peran waktu, peran pengalam, peran atribut, peran sebab, peran asal, peran perkecualian, peran hasil, peran keadaan, peran kesertaan, dan peran cara.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

ANALISIS SUBSTITUSI PADA RUBRIK MOTIVASI DALAM MAJALAH HADILA  Analisis Substitusi Pada Rubrik Motivasi Dalam Majalah Hadila.

ANALISIS SUBSTITUSI PADA RUBRIK MOTIVASI DALAM MAJALAH HADILA Analisis Substitusi Pada Rubrik Motivasi Dalam Majalah Hadila.

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan jenis substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila edisi April, Mei, dan Juni 2013, (2) mengidentifikasi ketepatan penggunaan substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila edisi April, Mei, dan Juni 2013. Objek penelitian ini adalah jenis substitusi dan ketepatan penggunaan substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila edisi April, Mei, dan Juni 2013. Data dalam penelitian ini adalah wacana dan kalimat yang mengandung substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila edisi April, Mei, dan Juni 2013. Sumber data dalam penelitian ini adalah rubrik motivasi dalam majalah Hadila edisi April, Mei, dan Juni 2013. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, jenis substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila yaitu substitusi verbal, substitusi nominal, substitusi frasa, dan substitusi klausal. Penggunaan substitusi pada rubrik motivasi dalam majalah Hadila yang mencakup substitusi verbal, substitusi nominal, substitusi frasa, dan substitusi klausal sudah tepat. Ketepatan tersebut dapat dilihat pada data (1) hingga data (13).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Makalah B .indonesia tentang kalimat

Makalah B .indonesia tentang kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono, 2007). Kalimat dapat dibedakan menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. Dalam bahasa lisan, kalimat adalah satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata, gabungan kata dengan frasa, atau gabungan frasa dengan frasa, yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket, satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal, diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final, yaitu intonasi berita, tanya, intonasi perintah, dan intonasi kagum. Dalam bahasa tulis, kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital, diselingi atau tidak diselingi tanda koma (,), titik dua (:), atau titik koma (;), dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Adapun ciri- ciri kalimat yaitu :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BENTUK DAN MAKNA REGISTER OLAHRAGA ARUNG JERAM Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

BENTUK DAN MAKNA REGISTER OLAHRAGA ARUNG JERAM Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Homonimi adalah ungkapan (berupa kata, frasa, atau kalimat) yang bentuk sama dengan ungkapan lain (juga berupa kata, frasa, atau kalimat), tetapi maknanya tidak sama (Verhaar dalam Chaer, 1995: 93). Selain itu menurut Moeliono via Laila (1999: 34), homonimi ialah bentuk istilah yang sama ejaannya atau lafalnya, tetapi yang mengungkapkan makna yang berbeda-beda karena dari asal yang berlainan. Ada dua jenis homonimi, yaitu homofon dan homograf. Homofon ialah bentuk yang sama lafalnya, tetapi berlainan ejaannya misalnya bank dengan bang; sanksi dengan sangsi. Selanjutnya homograf ialah bentuk istilah yang sama ejaannya, tetapi mungkin lain lafalnya, misalnya teras ‘inti’ dengan teras ‘bagian rumah’. Berikut contoh homonimi dalam ORAJ.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

jenis jenis frasa dlm bhs indonesia

jenis jenis frasa dlm bhs indonesia

Berdasarkan satuan makna yang dikandung / dimiliki unsur-unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :  Frasa biasa, yaitu frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna sebenarnya de[r]

20 Baca lebih lajut

FRASA dan fakta matang doc

FRASA dan fakta matang doc

- Kajian daripada pegawai Jabatan Kebajikan Masyarakat mendapati bahawa kebanyakan rakyat yang terlibat dengan gejala negatif terutamanya golongan remaja yang terdiri daripada mereka ya[r]

7 Baca lebih lajut

1.B. SILABUS B.ARAB X GENAP

1.B. SILABUS B.ARAB X GENAP

 Menulis kata-kata, frasa atau kalimat yang didektekan oleh guru  Menyusun kata / frasa menjadi kalimat dengan struktur yang tepat  Menyusun frasa/kalimat yang tersedia menjadi wac[r]

5 Baca lebih lajut

S IND 1000592 Chapter5

S IND 1000592 Chapter5

Leksikon tentang cau yang berupa kata berjumlah 37 leksikon: 12 leksikon monomorfemis dan 25 leksikon polimorfemis. Leksikon yang berbentuk polimorfemis terbagi menjadi dua kategori, yaitu prefiks dengan jumlah 18 leksikon dan ambifiks dengan jumlah 7 leksikon. Adapun leksikon yang berbentuk frasa berjumlah 63 leksikon yang seluruhnya termasuk ke dalam kategori frasa nominal karena terbentuk dari unsur inti yang berupa kata atau frasa nominal dan terbagi atas 52 leksikon frasa yang terbentuk dari unsur kata + kata, serta 11 leksikon frasa yang terbentuk dari unsur kata + frasa atau frasa + kata. Seluruh leksikon tentang cau yang berbentuk frasa tersebut termasuk frasa endosentrik karena terdapat unsur inti yang mewakili frasa tersebut.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

FRASA ISOLEK DAYAK BA’NGAPE: KAJIAN SINTAKSIS

FRASA ISOLEK DAYAK BA’NGAPE: KAJIAN SINTAKSIS

‘penjumalahan’. Di samping itu, mungkin juga menimbulkan hubungan makna ‘pemilihan’. Hubungan makna itu secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata dan atau atau di antara kedua unsurnya, menjadi rumah dan pekarangan atau rumah atau pekarangan. Berikut ini pemaparan mengenai makna frasa berdasarkan kategori frasa yaitu makna frasa nomina terbagi menjadi (penjumlahan,kesamaan, penerangan, pembatas, penentu dan petunjuk, jumlah, serta sebutan), makna frasa verba terbagi menjadi (negatif, aspek, tingkat), makna frasa adverbia (keterangan waktu), makna frasa preposisi (penanda hubungan tempat, penanda hubungan peruntukkan, penanda hubungan sebab, penanda hubungan kesertaan, penanda hubungan waktu), dan makna frasa adjektiva (sangat dan derajat). METODE PENELITIAN
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Frase Preposisional Di Pada Kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye:Kajian Sintaksis.

PENDAHULUAN Frase Preposisional Di Pada Kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye:Kajian Sintaksis.

Hal paling kecil dalam penelitian bahasa tulis adalah frase. Frase tersusun atas dua unsur atau lebih. Frase memiliki banyak jenis, di antaranya adalah frase preposisional. Frase preposisional berkaitan dengan objek yang didahului oleh preposisi. Objek dalam frase tersebut dapat dijadikan sebagai subjek pada klausa pasif.

5 Baca lebih lajut

REKONSEPSI FRASA MENGESANKAN KETELANJANG. pdf

REKONSEPSI FRASA MENGESANKAN KETELANJANG. pdf

Di dalam kajian filsafat, makna kata per kata memiliki peranan penting. Terdapat kesatuan erat antara kata dan objek dimana nama dianggap sebagai bagian dari pembawa nama atau yang menggantikan pembawanya. Kata terutama dipahami dalam pengertian sebuah nama. Tetapi sebuah nama adalah apa adanya karena ia adalah sesuatu yang disebut orang dan apa yang dia jawab. Ia berkaitan dengan pembawanya. Kebenaran nama di- tegaskan oleh fakta bahwa seseorang menja- wabnya dan dapat disimpulkan bahwa sese- orang merupakan bagian dari wujudnya. 1 Hal demikian muncul dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi (UU No. 44-2008) dimana frasa “mengesankan ketelanjangan” memun- culkan interpretasi (sesuatu yang telah di-
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 574 documents...

Related subjects