Fraxinus griffithii Clarke

Top PDF Fraxinus griffithii Clarke:

Isolasi Senyawa Iridoid dari Daun Fraxinus Griffithii Clarke - Ubaya Repository

Isolasi Senyawa Iridoid dari Daun Fraxinus Griffithii Clarke - Ubaya Repository

 Tanaman Fraxinus griffithii Clarke merupakan tumbuhan obat yang utamanya digunakan sebagai antikejang. Tanaman ini sedang dikembangkan untuk menjadi sediaan dengan mengikuti standar obat herbal terstandar (OHT) ataupun fitofarmaka. Pada penelitian ini dilakukan isolasi senyawa iridoid dari daun Fraxinus griffithii Clarke dengan tujuan untuk mendapatkan suatu isolat yang dapat digunakan sebagai senyawa marker pada standarisasi obat herbal terstandar ataupun fitofarmaka. Pada tahap awal dilakukan proses ekstraksi secara maserasi kinetik menggunakan etanol 96%. Ekstrak kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan water bath. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian disuspensikan dalam air dan difraksinasi berturut-turut dengan eter dan kloroform. Fraksi air sisa kemudian dimurnikan menggunakan kromatografi kolom silika gel dan eluen kloroform:metanol (47:3). Isolat kemudian diuji kemurniannya dengan KLT dan diidentifikasi dengan Spektrofotometri UV-Vis. Pada KLT dengan fasa diam silika gel dan fasa gerak kloroform:metanol (47:3), isolat memiliki R f
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) yang diBuat Secara Perkolasi - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) yang diBuat Secara Perkolasi - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol 96% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) yang dibuat secara perkolasi. Serangkaian proses ekstraksi dimulai dari penyerbukan simplisia sampai dengan proses pemekatan, dilakukan untuk mendapatkan ekstrak kental dari daun Fraxinus griffithii Clarke. Ekstrak kental tersebut kemudian ditetapkan parameter spesifik meliputi susut pengeringan, kadar abu dan cemaran mikroba dan non spesifik nya yang meliputi penetapan profil KLT-Densitometri dan profil KCKT. Dari hasil studi didapatkan hasil susut pengeringan (15,99+0,84) %, kadar abu total sebesar (1,11+0,28)%, dan dari penentuan Angka Lempeng Total tidak ditemukan adanya cemaran mikroba. Selanjutnya profil KLT-Densitometri menunjukkan 4 puncak dan 21 puncak pada profil HPLC. Hasil penentuan parameter spesifik dan non spesifik ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan untuk memberikan informasi kepada pemerintah dalam rangka pembuatan parameter umum standard ekstrak dan juga bagi masyarakat industri dalam mengembangkan industri obat herbal.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perbandingan Kadar Iridoid Total dan Unsur Logam Berat dalam Ekstrak Etanol (50, 70 dan 96) Daun Fraxinus Griffithii Clarke Dari Daerah Prajekan Bondowoso - Ubaya Repository

Perbandingan Kadar Iridoid Total dan Unsur Logam Berat dalam Ekstrak Etanol (50, 70 dan 96) Daun Fraxinus Griffithii Clarke Dari Daerah Prajekan Bondowoso - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan kadar iridoid total dan unsur logam berat (As, Cd, Hg dan Pb) dalam ekstrak etanol (50%, 70% dan 96%) daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik. Penetapan kadar iridoid total dilakukan dengan menggunakan pereaksi Trim-Hill secara spektrofotometri sinar tampak dan penetapan kadar unsur logam berat menggunakan instrumen Inductively Coupled Plasma Spectrometer (ICPS). Dari hasil penelitian diketahui bahwa kadar iridoid total pada ekstrak etanol (50%, 70% dan 96%) daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) masing-masing adalah 0,22% Aucubin Equivalent (AE), 0,54% AE, 2,12% AE. Dari penetapan dapat disimpulkan bahwa kadar iridoid total dalam ekstrak daun tiken tertinggi diperoleh dengan cairan penyari etanol 96%, diikuti dengan etanol 70% dan 50%. Selain itu juga disimpulkan bahwa ketiga ekstrak tersebut tidak mengandung unsur logam berat.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 705 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na pada Mencit - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 705 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na pada Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai “Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 70% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na”. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Tiopental Na diberi CMC Na 0,5% sebanyak 0,25 ml/25 g BB secara oral, sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB secara oral. Setelah 90 menit pemberian CMC Na 0,5% maupun ekstrak uji diberikan Tiopental Na 60 mg/kg BB secara intra peritoneal sebanyak 0,25ml/25g BB. Metode yang digunakan untuk uji ini yaitu metode Barbiturate Sleeping Time. Sebagai parameter uji adalah lama perpanjangan waktu tidur mencit yang diamati mulai waktu binatang tidur (righting reflex negative) sampai binatang bangun (righting reflex positive). Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB masing- masing dapat memperpanjang waktu tidur mencit selama 76,73; 123,56 dan 145,96 menit. Setelah dilakukan analisis statistik (Anova Satu Arah, α =0,05), disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun tiken hasil maserasi kinetik mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na dengan memperpanjang waktu tidur mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik terhadap tiopental Na dengan melihat perpanjangan waktu tidur mencit. Hewan coba dibagi menjadi kelompok (kontrol) diberi Tiopental Na, kelompok (uji) diberi ekstrak Daun Tiken dengan dosis 2500, 3000, 3500 mg/kg BB mencit. Ekstrak dalam penelitian ini diberikan per oral disuspensikan dengan CMC Na. Pada penentuan TPE didapat waktu yang paling panjang pada menit ke 60. Setelah diberi ekstrak sesuai dosis pada TPE 60 menit, kemudian diberi injeksi Tiopental Na secara intraperitonial (i.p) dengan dosis 0,25 ml/ 25 g BB kemudian dicatat perpanjangan waktu tidur mencit. Berdasarkan analisis data secara statistik dengan ANAVA Satu Arah dengan aras 0,05. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tidur mencit dengan TPE 60 menit, pada kelompok kontrol (Tiopental Na) yaitu selama 90,38 menit, sedangkan kelompok uji dengan dosis 2500 mg/kg BB selama 122,99 menit; dosis 3000 mg/kg BB selama 139,90 menit dan dosis 3500 mg/kg BB selama 153,36 menit, dan yang mempunyai efek potensiasi paling besar diperoleh dari dosis 3500 mg/kg BB mencit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun tiken hasil maserasi kinetik mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na pada mencit dengan metode Barbiturate Sleeping Time.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% hasil Refluks Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% hasil Refluks Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) - Ubaya Repository

The standardization process should be done to control the quality of the extract, and it was begun by determination of specific and non-specific parameters of extract. This study was conducted to determine the specific and non-specific parameters of ethanol 96% reflux extracts from Fraxinus griffithii Clarke leaves. Fraxinus griffithii Clarke leaves powder was extracted with ethanol 96% using reflux method. The extract was concentrated with rotary vacuum evaporator, then evaporated on waterbath until viscous extract obtained. This study was determined loss on drying, total ash content, total bacterial plate count, TLC- Densitometry profile and HPLC profile. The results showed that loss on drying was (11,35 ± 0,18)%, total ash content was (2,00 ± 0,16)%, and total bacterial count was <1 × 10 -5* CFU. TLC-Densitometry profile was performed using stationary phase of silica gel GF 254 and mobile phase of chloroform : methanol (5:2), showed three specific peaks with Rf value of 0,55; 0,77; and 0,91. HPLC profile was performed using RP-18 column and gradient mobile phase (water, acetic acid (0.15%) and methanol), showed five main peaks with Rt of 15,277; 31,870; 33,613; 42,070; and 42,880 minutes.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Potensi Ekstrak Etanol 50 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensi Ekstrak Etanol 50 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai “Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 50% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na”. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Tiopental Na diberi CMC Na 0,5% sebanyak 0,25 ml/25 g BB secara oral, sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB secara oral. Setelah 60 menit pemberian CMC Na 0,5% maupun ekstrak uji diberikan Tiopental Na 60 mg/kg BB secara intra peritoneal sebanyak 0,25ml/25g BB. Metode yang digunakan untuk uji ini yaitu metode Barbiturate Sleeping Time. Sebagai parameter uji adalah lama perpanjangan waktu tidur mencit yang diamati mulai waktu binatang tidur (righting reflex negative) sampai binatang bangun (righting reflex positive). Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB masing- masing dapat memperpanjang waktu tidur mencit selama 36,82; 57,60 dan 77,51 menit. Setelah dilakukan analisis statistik (Anova Satu Arah, α=0,05), disimpulkan bahwa ekstrak etanol 50% daun tiken hasil refluks mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na dengan memperpanjang waktu tidur mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96 % Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Perkolasi terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96 % Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Perkolasi terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek potensiasi ekstrak etanol 96% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil perkolasi terhadap Tiopental Na pada mencit putih jantan dengan menggunakan metode Barbiturate Sleeping Time. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji dimana tiap kelompok terdiri dari 10 ekor mencit putih jantan. Kelompok Tiopental Na diberi suspensi CMC Na 0,5% secara oral,   sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB secara oral. Setelah 45 menit, diberikan tiopental Na 60 mg/kgBB secara intraperitonial sebagai penginduksi tidur. Kemudian diamati dan dicatat waktu mulai hewan tidur (righting reflex negative) sampai bangun (righting reflex positive). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode Anova satu arah ( α =0,05). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak daun tiken 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB memberikan perpanjangan waktu tidur mencit sebesar 23,08 menit, 62,99 menit dan 79,85 menit. Perpanjangan waktu tidur ini menunjukkan ekstrak etanol 96% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil perkolasi mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Ranting Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Ranting Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

A study was conducted to determine the specific and non specific parameter of ethanol 96% extract of tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) stem which resulted using kinetic maceration method. The spesific parameters included TLC-densitometry and HPLC profile. While the non spesific parameters included loss on drying, total ash content, and bacterial pollution. Before being used, tiken stem was cleaned and dried with the sunlight indirectly then milled into small particles. Extraction was carried out using ethanol 96%. Later on, filtrate was concentrated with rotary evaporator and vaporized on waterbath at 60°C until it produced concentrated ethanol extract. Results showed that extract had loss on drying percentage approximately (15,25% ± 0,67), total ash content (3,23% ± 0,25), and no bacterial pollution according to the Plate Count Method. The TLC-densitometry profile showed 2 peaks whether the HPLC profile showed 16 peaks.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 70% Daun Fraxinus griffithii Clarke Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 70% Daun Fraxinus griffithii Clarke Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penentuan parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol 70% daun Fraxinus griffithii Clarke. Parameter spesifik yang ditentukan meliputi pola kromatogram dengan KLT-densitometer dan pola kromatogram dengan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi), sedangkan penentuan parameter non spesifik meliputi susut pengeringan, kadar abu total dan cemaran mikroba dengan ALT (Angka Lempeng Total). Dari hasil penentuan diatas, dapat disimpulkan susut pengeringan sebesar 15,08 ± 0,60%, kadar abu total 4,23 ± 0,05%, dan cemaran mikroba < 1 x 10 -1 CFU. Pola kromatogram KLT-densitometer menunjukkan adanya empat puncak dengan Rf 0,05; 0,43; 0,73 dan 0,90 dengan area masing-masing 43,58%; 40,06%; 3,50% dan 12,86%. Pola kromatogram KCKT menunjukkan adanya lima puncak utama (area) 5% pada waktu retensi 15,460; 20,320; 33,657; 37,683 dan 42,080 menit dengan area masing-masing sebesar 8,92%, 19,71%, 23,12%, 6,54% dan 10,43%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na dengan menggunakan metode Barbiturate Sleeping Time. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na diberi suspensi CMC Na 0,5% secara oral, sedangkan 3 kelompok uji diberi ekstrak korteks tiken dengan dosis 2500, 3000, dan 3500 mg/kg BB mencit secara oral. Setelah 60 menit, diberikan tiopental Na 60 mg/kg BB mencit secara intraperitonial sebagai penginduksi tidur. Kemudian diamati dan dicatat waktu mulai hewan tidur sampai bangun. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode ANAVA satu arah (α=0,05). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak korteks tiken dosis 2500, 3000, dan 3500 mg/kg BB mencit memberikan perpanjangan waktu tidur mencit sebesar 198,66 menit, 251,56 menit, dan 283, 73 menit. Perpanjangan waktu tidur ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% korteks tiken hasil maserasi kinetic memiliki efek potensiasi terhadap thiopental Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96 % Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96 % Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol 96% korteks tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik. Parameter spesifik yang ditetapkan meliputi profil KLT- densitometri dan profil KCKT. Sedangkan parameter non spesifik meliputi penetapan susut pengeringan, kadar abu total, dan cemaran mikroba. Sebelum digunakan, korteks tikèn dicuci dan dikeringkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung kemudian di hancurkan menjadi serbuk halus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 96%. Filtrat yang didapat kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan diuapkan di waterbath pada suhu 60°C sampai diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menujukkan bahwa ekstrak memiliki susut pengeringan 15,48% ± 0,15, kadar abu total 0,64% ± 0,17, dan tidak ada cemaran mikroba menurut hasil uji Angka Lempeng Total. Profil KLT-densitometri menunjukkan 5 puncak dan profil KCKT menunjukkan 19 puncak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Isolasi Senyawa Iridoid dari Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) - Ubaya Repository

Isolasi Senyawa Iridoid dari Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa iridoid dari korteks tiken (Fraxinus griffithii Clarke). Ekstrak etanol korteks tiken difraksinasi berturut-turut dengan eter dan kloroform. Fraksi air sisa selanjutnya dilakukan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel, fase gerak kloroform – metanol (47:3). Dari kromatografi kolom berhasil dimurnikan satu senyawa yang diduga sebagai iridoid. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki λ max 277,80 dan 223,40 nm; berwarna merah kecoklatan dengan pereaksi anisaldehid asam sulfat.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 50% Daun Fraxinus griffithii Clarke hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 50% Daun Fraxinus griffithii Clarke hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian tentang parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak daun tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) yang berasal dari desa pancur. Pembuatan serbuk daun dilakukan setelah dikeringkan dengan sinar matahari secara tidak langsung. Daun tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) diekstrak menggunakan metode maserasi kinetik dan cairan pelarut etanol 50%. Ekstrak diuapkan dengan waterbath sampai diperoleh ekstrak kental. Kemudian dilakukan penetapan susut pengeringan, kadar abu total, cemaran mikroba, profil dari KLT-Densitometri dan KCKT. Hasil penelitian menunjukan susut pengeringan didapat (15,14±0,47)%, kadar abu total didapat (6,53±0,30)%, angka lempeng total tidak ditemukan pertumbuhan mikroba, profil KLT-Densitometer didapatkan tiga puncak dan profil KCKT didapatkan 18 puncak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Daun dan Kulit Batang Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Daun dan Kulit Batang Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek potensiasi kombinasi ekstrak etanol 96% daun dan kulit batang tiken (Faxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit putih jantan terhadap tiopental Na dengan menggunakan metode Barbiturate Sleeping Time. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 10 ekor mencit. Kelompok tiopental Na diberi suspensi CMC Na 0,5% secara oral, kelompok uji diberikan kombinasi (1:1) ekstrak daun dan kulit batang tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB secara oral. Diberikan Tiopental Na 60 mg/kgBB secara intraperitonial sebagai penginduksi tidur setelah 60 menit, berdasarkan hasil TPE (Time Peak Effect) yang didapat. Kemudian dicatat waktu mulai hewan tidur (righting reflex negative) sampai bangun (righting reflex positive). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode Anova one way (α=0,05) dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi (1:1) ekstrak daun dan kulit batang tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB memberikan perbedaan persentase perpanjangan lama tidur mencit sebesar 39,34; 66,04 dan 81,90. Analisis statistika secara Anova dan LSD menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol 96% daun dan kulit batang tiken 3500 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Kartini Isolation of Iridoid Glycoside from Fraxinus griffithii Clarke Abstract 2011

Kartini Isolation of Iridoid Glycoside from Fraxinus griffithii Clarke Abstract 2011

Fraxinus griffithii Clarke (“Tiken” or “orang-aring”) is a plant that grows wild on the slopes of the mountains, like in the Besuki (Probolinggo) and Lumajang (Sutarjadi, 1980; Ali, 1988). In East Java, this plant has become famous again related with the circulation of tiken extract as adulterant for opium in 1961-1969 (Ali, 1988).

1 Baca lebih lajut

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Refluks dengan Pelarut Etanol 96 Terhadap Mencit - Ubaya Repository

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Refluks dengan Pelarut Etanol 96 Terhadap Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antikejang ekstrak etanol 96% daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil refluks pada mencit menggunakan metode induksi listrik Maximum Electroshock Seizure. Pada penelitian ini digunakan 50 ekor mencit yang terbagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor yaitu kelompok kontrol yang diberi suspensi CMC-Na, kelompok uji yang yang diberi suspensi ekstrak daun Tiken pada berbagai dosis yaitu 4000, 5000, 6000 mg/kg BB dan kelompok pembanding yang diberi larutan Phenobarbital Na. Kontrol dan uji kemudian didiamkan selama 60 menit, dan pada kelompok pembanding didiamkan selama 120 menit setelah pemberian, kemudian semua kelompok diinduksi dengan alat Maximum Electroshock Seizure. Semua pemberian sediaan kontrol, uji dan pembanding dilakukan secara oral. Efek antikejang ditandai dengan penurunan jumlah waktu kejang tonik, klonik dan/atau tonik- klonik. Berdasarkan analisis secara Anova one-way ( α = 0,05) yang kemudian dilanjutkan uji LSD, disimpulkan bahwa dosis efektif dari ekstrak daun Tiken hasil refluks etanol 96% adalah 5000 mg/kg BB tetapi efek anti kejang yang ditimbulkan lebih kecil dari Fenobarbital Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithi Clarke) Hasil Refluks terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithi Clarke) Hasil Refluks terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai “Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Refluks Terhadap Tiopental Na”. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Tiopental Na diberi CMC Na 0,5% sebanyak 0,25 ml/25 g BB secara oral, sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB secara oral. Setelah 30 menit pemberian CMC Na 0,5% maupun ekstrak uji diberikan Tiopental Na 60 mg/kg BB secara intra peritoneal sebanyak 0,25ml/25g BB. Metode yang digunakan untuk uji ini yaitu metode Barbiturate Sleeping Time. Sebagai parameter uji adalah lama perpanjangan waktu tidur mencit yang diamati mulai waktu binatang tidur (righting reflex negative) sampai binatang bangun (righting reflex positive). Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB masing-masing dapat memperpanjang waktu tidur mencit selama 21,03; 27,80 dan 42,44 menit. Setelah dilakukan analisis statistik (Anova Satu Arah, α =0,05), disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun tiken hasil refluks mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na dengan memperpanjang waktu tidur mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 96 Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit - Ubaya Repository

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 96 Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antikejang ekstrak etanol 96% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit. Penelitian ini dilakukan berdasarkan ditemukannya glukosida iridoid ligustrosid yang diperoleh dari hasil isolasi ekstrak kulit batang tiken yang menunjukkan tanaman ini memiliki efek antikejang. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok, terdiri dari 1 kelompok kontrol, 1 kelompok pembanding dan 3 kelompok uji. Kelompok kontrol diberi suspensi CMC-Na, kelompok pembanding diberi larutan Fenobarbital Na dosis 26mg/kg BB, sedangkan kelompok uji diberi suspensi ekstrak daun Tiken pada berbagai dosis yaitu 4000, 5000, 6000 mg/kg BB. Semua kelompok diberi perlakuan secara oral, kemudian didiamkan selama 60 menit lalu diinduksi kejang dengan alat Maximum Elektroshock Seizure. Efek antikejang ditandai dengan penurunan lama waktu kejang, hasilnya semua kelompok uji memberikan penurunan lama waktu kejang apabila dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan analisis statistik (Anava satu arah, α=0,05) yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNT, disimpulkan bahwa pada penelitian ini dosis yang paling baik dari ekstrak etanol 96% daun tiken hasil maserasi kinetik adalah 5000 mg/kg BB tetapi efek antikejang yang ditimbulkan lebih kecil daripada Fenobarbital Na.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol 70 terhadap Mencit - Ubaya Repository

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol 70 terhadap Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antikejang ekstrak etanol 70% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit dengan metode Maximum Elektroshock Seizure. Pada penelitian ini digunakan 50 ekor mencit yang terbagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor yaitu kelompok kontrol yang diberi suspensi CMC-Na, kelompok pembanding diberi larutan Fenobarbital Na, dan kelompok uji yang diberi suspensi ekstrak daun Tiken dengan berbagai dosis yaitu 4000, 5000, 6000 mg/kg BB. Pada kelompok kontrol dan uji didiamkan selama 60 menit, kelompok pembanding didiamkan selama 120 menit setelah pemberian dan semua kelompok diinduksi dengan alat Maximum Elektroshock Seizure. Semua pemberian sediaan kontrol, uji dan pembanding dilakukan secara oral. Efek antikejang ditandai dengan penurunan jumlah waktu kejang tonik, klonik dan atau tonik-klonik. Berdasarkan analisis statistik (Anava satu arah, α =0,05) yang dilanjutkan dengan uji LSD, disimpulkan bahwa pada penelitian ini dosis efektif dari ekstrak etanol 70% daun tiken hasil maserasi kinetik adalah 4000 mg/kg BB tetapi efek antikejang yang ditimbulkan lebih kecil daripada Fenobarbital Na.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 88 documents...