FREE TRADE AREA

Top PDF FREE TRADE AREA:

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Segala puji, hormat serta syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugerah-Nya, yang memberikan pertolongan dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul skripsi ini adalah “Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara”.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH ASEAN - CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN THAILAND DI BIDANG PERTANIAN

PENGARUH ASEAN - CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN THAILAND DI BIDANG PERTANIAN

Suatu perdagangan internasional kawasan merupakan pembahasan yang tidak asing lagi dalam kajian ilmu hubungan internasional. Dimana suatu aktor Negara mencoba bernegoisasi dengan aktor Negara lain untuk melakukan suatu perjanjian perdagangan bebas demi meningkatkan kemakmuran ekonomi serta untuk menimbulkan suatu keharmonisan hubungan antar Negara tetangga. Selain itu juga dengan melakukan suatu kerjasama perdagangan internasional, suatu Negara dapat meraih kepentingan nasionalnya, seperti skema kerjasama ASEAN dan yang lebih besar lagi adalah kerjasama ASEAN-China Free Trade Area. Dari kedua kerjasama tersebut, mendorong Negara Thailand untuk mengambil peluang sebaik-baiknya dalam memajukan perekonomian negaranya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Tantangan yang Dihadapi UMKM di Indonesia pada Era Asean-China Free Trade Area 2015

Tantangan yang Dihadapi UMKM di Indonesia pada Era Asean-China Free Trade Area 2015

ACFTA followed by eleven countries in Southeast Asia and China region, including Indonesia. With the participation of Indonesia in ACFTA agreement, then in 2015 Indonesia, including a free trade area of the various levies and tariffs, including tax. The absence of charges, tariffs and taxes will improve the quantity and competitive products and services that can be traded in the country. It is indirectly affect the trading conditions companies in Indonesia, especially those classified as SMEs. This paper aims to provide an overview of the challenges faced by SMEs in Indonesia in the era of ACFTA 2015implementation. There are four major challenges facing SMEs, namely financial management, capital, marketing and technological mastery. The fourth such challenge could be an obstacle to SMEs if not handled seriously. SMEs required to be able to follow the development and able to improve its ability in the face of increasingly fierce global competition. The Government of the Republic of Indonesia so far has made various efforts to overcome these problems so expect SMEs do not experience the turmoil caused by the implementation of ACFTA.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Dari Tabel 6 dan Gambar 3. dapat dilihat bahwa dari mulai tahun 1996 sampai tahun 2004 atau sebelum pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) luas lahan dan produksi karet alam Indonesia cenderung mengalami penurunan, sedangkan pada tahun 2005 sampai 2013 atau sesudah pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) luas lahan dan produksi Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan atau konsumsi karet alam dunia seiring dengan meningkatnya industri otomotif sekitar 70% karet digunakan untuk industri ini untuk pembuatan ban dan aksesoris otomotif, kemudian 30% lagi digunakan untuk industri mainan anak-anak dan alat kesehatan dll. Disamping itu tingginya permintaan karet ala mini tidak luput dari diversifikasi produk yang dilakukan Indonesia untuk peningkatan mutu dan
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Asean Free Trade Area (AFTA) terhadap Kesejahteraan Petani Padi di Indonesia

Analisis Dampak Asean Free Trade Area (AFTA) terhadap Kesejahteraan Petani Padi di Indonesia

Produksi komoditas pertanian di Indonesia belum mencukupi kebutuhan permintaan dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan perdagangan yang terkait dengan komoditas pertanian untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Negara yang produksi pertaniannya surplus dapat mengekspor produk pertaniannya ke negara yang membutuhkan, sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Perkembangan perdagangan yang semakin kompleks menuntut adanya sebuah aturan atau hukum yang tertulis dan berlaku universal, maka dibentuk Asean Free Trade Area (AFTA) untuk perdagangan bebas di antara negara-negara Assocation of Southeast Asian Nations (ASEAN). Hubungan ekonomi antara negara-negara ASEAN yang digariskan oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN dan merupakan hasil dari Visi ASEAN 2020 yang berisi berbagai langkah yang telah diambil oleh ASEAN untuk tujuan integrasi ekonomi.
Baca lebih lanjut

213 Baca lebih lajut

Kerjasama Internasional(Studi Kasus: Kepentingan Indonesia Terhadap Asean – China Free Trade Area)

Kerjasama Internasional(Studi Kasus: Kepentingan Indonesia Terhadap Asean – China Free Trade Area)

Kepentingan utama dari Indonesia dalam menjalin kerjasama denganChina dalam lingkup kerjasama ASEAN – China Free Trade Area adalah sesuai dengan kepentingan nasional yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan nasional Indonesia ataupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014, Pemerintah telah menetapkan “Visi Indonesia 2014”, yaitu terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan dengan penjelasan: pertama, bahwa kesejahteraan rakyat adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, demokrasi yakni terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis, berbudaya, bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. Dan ketiga, Keadilan yakni terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif, yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Kinerja Perdagangan dan Dampak Free Trade Area (FTA) ASEAN Plus Three terhadap Perekonomian Indonesia

Kinerja Perdagangan dan Dampak Free Trade Area (FTA) ASEAN Plus Three terhadap Perekonomian Indonesia

Memasuki awal abad 21 dunia ditandai dengan terjadinya proses integrasi di berbagai kawasan, khususnya integrasi dalam bidang ekonomi. Salah satu bentuk integrasi ekonomi adalah dengan membentuk kawasan perdagangan bebas atau FTA (Free Trade Area). Indonesia telah terlibat dalam beberapa kesepakatan FTA diantaranya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN-Cina FTA (ACFTA) serta masih banyak lagi kesepakatan FTA yang sedang dirundingkan diantaranya adalah ASEAN Plus Three FTA. FTA ini akan menjadi kawasan FTA terbesar di seluruh dunia karena akan menyebabkan terjadinya integrasi perekonomian yang meliputi sekitar 2,5 milyar konsumen, yaitu lebih dari 1,6 milyar dari Asia Timur dan lebih dari 700 juta dari ASEAN (ASEANSEC, 2010). Implikasi bagi Indonesia dan negara lain yang terlibat adalah tentu saja harus menghadapi pasar bebas kawasan ASEAN dan Asia Timur dengan tingkat persaingan yang lebih ketat. ASEAN Plus Three FTA dapat memberikan peluang yang besar bagi Indonesia untuk maju berkembang mencapai kemakmuran bersama anggota ASEAN Plus Three lainnya. Di lain pihak, penerapan FTA ini juga bisa menjadi ancaman besar bagi ekonomi Indonesia bila pemerintah dan rakyat Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2013 setelah pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) namun belum adanya pengurangan dan penghapusan tarif dalam sensitive track, karena pemberlakuan untuk sensitive track baru berlaku pada tahun 2015, dan untuk melihat volume dan nilai ekspor karet alam bentuk smoked sheet Indonesia ke negara ASEAN dan China dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

10 Baca lebih lajut

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Menurut Kuncoro (2012), China ASEAN Free Trade Area (CAFTA) digagas dan diberlakukan sebagai kerjasama perdagangan dan ekonomi antara negara-negara ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dan menghilangkan atau mengurangi perdagangan barang (tarif maupun non tarif), peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak CAFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN-China sepakat untuk menurunkan dan menghapus tarif berdasarkan 3 tahap yaitu (1) Early Harvest Programme (2) Normal Track Programme (3) Senscitive Track yang meliputi Sensitive List dan Highly Sensitive
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Hukum Antidumping Sebagai Pelindung Produk Industri Dalam Negeri Dalam Rangka ACFTA (Asean Free Trade Area)

Hukum Antidumping Sebagai Pelindung Produk Industri Dalam Negeri Dalam Rangka ACFTA (Asean Free Trade Area)

Penyatuan ekonomi antar negara baik regional maupun multinasional diantaranya adalah ACFTA (Asean-China Free Trade Area) menciptakan mekanisme pasar berdaya saing tinggi sehingga tidak jarang bila ada tindakan persaingan curang salah satunya dalam bentuk diskriminasi harga yaitu praktik Dumping. Indonesia telah meratifikasi Agreement Estabilishing The World Trade Organization melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994, konsekuensinya kemudian membuat ketentuan dasar tentang Antidumping yang hanya dikenakan kepada produk yang mengancam industri dalam negeri terutama Usaha Kecil Menengah. Daya saing industri dalam negeri yang masih rentan, penting peran pemerintah memberikan perlindungan dengan perangkat Hukum Antidumping sebagai tindakan balasan dari politik dumping. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Hukum Antidumping tersebut digunakan sebagai pelindung Industri Dalam Negeri dalam rangka ACFTA.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) adalah sebuah kesepakatan antar negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dan menghilangkan atau mengurangi perdagangan barang (tariff maupun non tariff), peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak CAFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

11 Baca lebih lajut

Dampak ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) dan ASEAN India Free Trade Area (AIFTA)

Dampak ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) dan ASEAN India Free Trade Area (AIFTA)

Perjanjian Free Trade Area (FTA) yang dilakukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dengan negara di luar kawasan tersebut bertujuan untuk memperluas pemasaran dan peningkatan penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh setiap negara yang turut serta dalam perjanjian tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara juga mengadakan perjanjian dengan beberapa negara dalam hal perdagangan bebas. Indonesia mengadakan perjanjian internasional dengan banyak negara yang berasal tidak hanya dari kawasan Asia. Pada Mei 2012 Indonesia telah terlibat dalam enam skema FTA, yaitu: ASEAN Free Trade Area (AFTA) , ASEAN China Free Trade Area (ACFTA), ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA), Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN India Free Trade Area (AIFTA), dan ASEAN-Australia-New Zealand (AANZ).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Kebijakan Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Negatif China – ASEAN Free Trade Area (CAFTA)

Kebijakan Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Negatif China – ASEAN Free Trade Area (CAFTA)

baik untuk barang, jasa, hak milik intelektual maupun investasi secara global bertujuan mereduksi trade barriers (hambatan perdagangan). Terdapat beberapa regulasi yang mencoba diaplikasikan oleh aktor transnasional kepada semua negara secara global. Hal ini karena beberapa negara ada yang memproteksi perekonomiannya dalam negeri sehingga regulasi domestik ini yang berusaha ditiadakan. Menurut penggagas konsep liberalis bahwa dengan adanya penerapan regulasi impor dan ekspor dapat mematikan pertumbuhan investasi modal dari negara investor begitu pula sebaliknya. Adanya regulasi membuat investor berpikir berkali- kali untuk menginvestasikan dananya maka dari itu penghapusan sekat – sekat tersebut yang dengan tidak langsung memakmurkan aliran perekonomian global .
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

AGREEMENT ESTABLISHING THE ASEAN-AUSTRALIA- NEW ZEALAND FREE TRADE AREA

AGREEMENT ESTABLISHING THE ASEAN-AUSTRALIA- NEW ZEALAND FREE TRADE AREA

2. In seeking compensation under Paragraph 1 for a safeguard measure, if the Parties mutually agree, they may hold consultations in the Goods Committee established pursuant to Article 11 (Committee on Trade in Goods) of Chapter 2 (Trade in Goods) to determine the substantially equivalent level of concessions to that existing under this Agreement between the Party taking the safeguard measure and the exporting Party or Parties who would be affected by such a measure prior to any suspension of equivalent concessions. Any proceedings arising from such consultations shall be completed within 30 days from the date on which the safeguard measure was applied.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DAMPAK ASEAN KOREA FREE TRADE AREA (AKFTA) TERHADAP EKONOMI INDONESIA

DAMPAK ASEAN KOREA FREE TRADE AREA (AKFTA) TERHADAP EKONOMI INDONESIA

Dengan adanya perdagangan bebas ini secara otomatis Indonesia juga harus mengikuti kebijakan yang ada dalam kesepakatan Asean Free Trade Area (AKFTA) dimana perdagangan bebas mengharuskan untuk menghapus adanya hambatan ekspor maupun impor seperti halnya mengurangi hambatan tarif, pembatasan mata uang dan kuota impor. Sehingga hal ini akan memudahkan industri dalam negeri untuk mengekspor barang ke luar negeri dan mengimpor barang baik mentah maupun jadi dengan biaya yang lebih rendah. Sehingga diharapkan dengan adanya perdagangan bebas ini akan mempermudah para industri dalam negeri untuk bisa lebih bersaing dan akses bahan yang lebih mudah dan akan mempercepat laju ekonomi Indonesia melalui mudahnya barang masuk dan keluar dengan biaya yang lebih murah.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

AGREEMENT ESTABLISHING THE ASEAN-AUSTRALIA- NEW ZEALAND FREE TRADE AREA

AGREEMENT ESTABLISHING THE ASEAN-AUSTRALIA- NEW ZEALAND FREE TRADE AREA

In exceptional circumstances where a Party faces unforeseen difficulties in implementing its tariff commitments, that Party may, with the agreement of all other interested Parties, modify or withdraw a concession contained in its schedule of tariff commitments in Annex 1 (Schedules of Tariff Commitments). In order to seek to reach such agreement, the relevant Party shall engage in negotiations with any interested Parties. In such negotiations, the Party proposing to modify or withdraw its concessions shall maintain a level of reciprocal and mutually advantageous concessions no less favourable to the trade of all other interested Parties than that provided for in this Agreement prior to such negotiations, which may include compensatory adjustments with respect to other goods. The mutually agreed outcome of the negotiations, including any compensatory adjustments, shall apply to all the Parties and shall be incorporated into this Agreement in accordance with Article 6 (Amendments) of Chapter 18 (Final Provisions).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

menyambung harapan melalui kerjasama perdagangan asean id0 1387264779

menyambung harapan melalui kerjasama perdagangan asean id0 1387264779

I ndonesia turut menyongsong era kompetitif pada 2015 mendatang. Meningkatkan daya saing justru dengan terlibat aktif dalam berbagai forum kerjasama perdagangan internasional yang pada akhirnya turut mendorong pembukaan akses pasar untuk meningkatkan peluang ekspor. Lebih dari itu partisipasi Indonesia dalam kerangka kerjasama seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA) sebagai cikal bakal dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) ataupun kerjasama FTA lainnya seperti ACFTA, AKFTA, AANZFTA, AIFTA dan IJEPA akan mendorong pembentukan Indonesia sebagai basis produksi di kawasan melalui proses integrasi ekonomi yang dilakukan para pelaku usaha termasuk investor yang berasal dari berbagai kawasan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Paper Indonesia China Trade in ACFTA

Paper Indonesia China Trade in ACFTA

As real steps on economic cooperation in ASEAN, China respectively signed framework documents on bilateral trade cooperation with Thailand and Malaysia and signed joint statements on future cooperation with Viet Nam and Brunei in 1997. Moreover, China had already signed all bilateral trade cooperation documents with each ASEAN countries by the end of 2000. All of this bilateral trade cooperation encouraged ASEAN and China to begin negotiations to set up a free trade area at The 7th ASEAN Summit in Brunei. ASEAN-China economic cooperation progressed to a new stage in November 2002 by the signing of Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and China. It was signed by Premier Zhu Rongji and the leaders of the ASEAN countries. Based on the agreement, the ASEAN-China Free Trade Area should cover trade in goods, trade in services, investment, and economic cooperation with trade in goods as the core. It included the setting rules of origin, and disciplines on anti-dumping measures, countervailing measures, safeguards, and dispute settlement mechanism, as guarantee methods to smooth the running of trade exchange between ASEAN and China. For areas of economic cooperation, it encouraged to focus in 5 priority sectors, including agriculture, information and communications technology, human resources development, investment, Mekong River basin development and can be extended to other areas. Overall, this agreement laid the foundations for the ASEAN – China Free Trade Area.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan (1)

Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan (1)

Sebagai guru yang ingin maju dan secara profesional tentu akan setuju jika AFTA (Free Trade Area) diberlakukan di Indonesia, sebab bagaimanpun Indonesia salah satu termasuk anggota neraga-negara ASEAN, secara ilmiah dan keilmuan menurut penulis bahwa pemberlakuan AFTA (Free Trade Area) nantinya tentu akan memunculkan kecenderungan dampak positif dan negatif terutama dalam dunia pendidikan, dampak positf yang ada tentu memperluas hubungan lembaga pendidikan dengan negara tetangga misal: tukar antarpelajar itu salah satu wujud dari kerja sama dibidang pendidikan sementara dampak negatif yang dibawa AFTA (Free Trade Area) 2015 adalah kebebas guru dan dosen luar negeri menyaingi lapangan pekerjaan di Indonesia karena dengan AFTA (Free Trade Area), sepantasnya jika tenaga kerja pendidik mendatangkan, dan datang ke Indonesia karena kebebasan perdagangan dan jasa terutama dalam bidang pendidikan. Apalagi salah satu penyebab adalah produk pendidikan Indonesia saat ini kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dimasa depan. Pendidikan Indonesia lebih mengarah kepada pendidikan akademis daripada pendidikan vokasional yang menghasilkan tenaga kerja terampil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

A Gravity Model Approach of ASEAN+3 Free Trade Agreements on ASEAN’s Trade Flows: Trade Creation or Trade Diversion? - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

A Gravity Model Approach of ASEAN+3 Free Trade Agreements on ASEAN’s Trade Flows: Trade Creation or Trade Diversion? - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Despite its exceptional history of welfare enhancement, there are a number of negative economic consequences that must be taken into account. Trade does not necessarily improve welfare of mutual economies. Viner (1950) asserted that there are two effects caused by regional integration in the economy: trade creation and trade diversion. Trade creation can be defined as a condition when a regional integration creates a trade that would not have existed otherwise. As a result, a more - efficient country may provide higher supply. In all cases, trade creation will raise a country‘s national welfare. On the flip side, trade diversion occurs when regional integration diverts trade apart from a more - efficient supplier outside nonmember countries and toward a less-efficient supplier within. Its effect towards welfare may differ slightly from trade creation. In some circumstances, trade diversion will reduce a country‘s national welfare; notwithstanding in unusual cases, national welfare could improve. The evidences of trade diversion which hampered a country‘s welfare have been apparent in diverse hemisphere— for instance, the trade diversion which have been experienced by ASEAN-5 country (Mangunsong, 2006); EU and EFTA (Soloaga & Winters, 1999); Mexico under NAFTA (Fukao, Okubo, & Stern, 2002).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...