FREE TRADE AREA

Top PDF FREE TRADE AREA:

Kinerja Perdagangan dan Dampak Free Trade Area (FTA) ASEAN Plus Three terhadap Perekonomian Indonesia

Kinerja Perdagangan dan Dampak Free Trade Area (FTA) ASEAN Plus Three terhadap Perekonomian Indonesia

The trade liberalization is important issue in the era of globalization. Many countries establish a Free Trade Area, one of which is the ASEAN Plus Three FTA. The purpose of this study is to analyze the performance and the impact of ASEAN Plus Three FTA for the Indonesian economy. The level of trade performance of Indonesia were analyzed by examining the export performance through sector's comparative advantage in ASEAN Plus Three, Export Product Dynamic and trade integration with the ASEAN Plus Three. Furthermore, Global Trade Analysis Project (GTAP) model is used to analyze the impact of ASEAN Plus Three FTA on the Indonesian macroeconomic and sectoral performance. Indonesia has a comparative advantage in a mining and quarrying sectors as well as vegetable and animal oil. Meanwhile, Indonesia has a high level of integration in manufacturing sectors, like textiles chemicals, rubber, plastic, machinery and equipment. ASEAN Plus Three FTA will generate a positive impact on several economic indicators such as real GDP, investment, government consumption and the household consumption. In contrast, the trade balance in deficit to the APT, but have a surplus to other countries. From the sectoral performance of Indonesia all commodities have increased imports, while only a few commodity exports increased.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Segala puji, hormat serta syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugerah-Nya, yang memberikan pertolongan dan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul skripsi ini adalah “Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara”.

11 Baca lebih lajut

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Perkembangan perdagangan internasional yang mengarah pada perdagangan bebas, salah satunya adalah ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area). Dalam ACFTA disepakati lima bidang kerjasama, dan salah satunya adalah bidang pertanian, dan bidang pertanian yang saat ini berkembang pesat adalah perkebunan, dan termasuk perkebunan karet alam yang banyak mendapat penawaran ekspor dari negara anggota ACFTA akibat berkembangnya industri otomotif, industri alat kesehatan diantara negara angota-anggota ACFTA. Ada tiga tahap penurunan tarif yang disepakati, salah satunya adalah Sensitive Track. Dalam perjanjian ini, karet alam dan turunananya berada pada highly sensitive list yang baru akan berlaku pada tahun 2015 atau belum berlaku untuk saat ini. Penelitian ini dilakukan di Indonesia sebagai salah satu sentra produksi karet alam di dunia, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak ACFTA (ASEAN China Free Trade Area) terhadap volume dan harga karet alam bentuk smoked sheet ekspor Indonesia dengan menganalisis data sebelum ACFTA (1996- 2004) dan sesudah CAFTA (2005-2013) dianalisis dengan menggunakan Uji-t berpasangan memakai alat SPSS.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2013 setelah pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) namun belum adanya pengurangan dan penghapusan tarif dalam sensitive track, karena pemberlakuan untuk sensitive track baru berlaku pada tahun 2015, dan untuk melihat volume dan nilai ekspor karet alam bentuk smoked sheet Indonesia ke negara ASEAN dan China dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

10 Baca lebih lajut

Kerjasama Internasional(Studi Kasus: Kepentingan Indonesia Terhadap Asean – China Free Trade Area)

Kerjasama Internasional(Studi Kasus: Kepentingan Indonesia Terhadap Asean – China Free Trade Area)

Kepentingan utama dari Indonesia dalam menjalin kerjasama denganChina dalam lingkup kerjasama ASEAN – China Free Trade Area adalah sesuai dengan kepentingan nasional yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan nasional Indonesia ataupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014, Pemerintah telah menetapkan “Visi Indonesia 2014”, yaitu terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan dengan penjelasan: pertama, bahwa kesejahteraan rakyat adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, demokrasi yakni terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis, berbudaya, bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. Dan ketiga, Keadilan yakni terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif, yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Tantangan yang Dihadapi UMKM di Indonesia pada Era Asean-China Free Trade Area 2015

Tantangan yang Dihadapi UMKM di Indonesia pada Era Asean-China Free Trade Area 2015

ACFTA followed by eleven countries in Southeast Asia and China region, including Indonesia. With the participation of Indonesia in ACFTA agreement, then in 2015 Indonesia, including a free trade area of the various levies and tariffs, including tax. The absence of charges, tariffs and taxes will improve the quantity and competitive products and services that can be traded in the country. It is indirectly affect the trading conditions companies in Indonesia, especially those classified as SMEs. This paper aims to provide an overview of the challenges faced by SMEs in Indonesia in the era of ACFTA 2015implementation. There are four major challenges facing SMEs, namely financial management, capital, marketing and technological mastery. The fourth such challenge could be an obstacle to SMEs if not handled seriously. SMEs required to be able to follow the development and able to improve its ability in the face of increasingly fierce global competition. The Government of the Republic of Indonesia so far has made various efforts to overcome these problems so expect SMEs do not experience the turmoil caused by the implementation of ACFTA.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Asean Free Trade Area (AFTA) terhadap Kesejahteraan Petani Padi di Indonesia

Analisis Dampak Asean Free Trade Area (AFTA) terhadap Kesejahteraan Petani Padi di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Menurut BPS (2010) jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian sebesar 41.49 juta jiwa yang merupakan urutan pertama dalam hal lapangan pekerjaan. Oleh karena itu sektor pertanian bagi Indonesia memiliki peranan yang cukup penting dalam pembangunan perekonomian. Pentingnya sektor pertanian dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang cukup besar yaitu 15.90 persen pada tahun 2010. Namun, produksi komoditas pertanian di Indonesia belum mencukupi kebutuhan permintaan dalam negeri, maka diperlukan perdagangan yang terkait dengan komoditas pertanian untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Perkembangan perdagangan yang semakin kompleks menuntut adanya sebuah aturan atau hukum yang tertulis dan berlaku universal, maka dibentuk Asean Free Trade Area (AFTA) untuk perdagangan bebas di antara negara-negara Assocation of Southeast Asian Nations (ASEAN). Beras merupakan komoditas pertanian yang diperdagangkan didalam perdagangan bebas AFTA.
Baca lebih lanjut

213 Baca lebih lajut

Kebijakan Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Negatif China – ASEAN Free Trade Area (CAFTA)

Kebijakan Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Negatif China – ASEAN Free Trade Area (CAFTA)

AFTA kemudian menjadi salah satu bentuk kerjasama ekonomi perdagangan bebas di kawasan ASEAN yang berisikan program-program komprehensif untuk mereduski tarif regional. AFTA dibentuk pada waktu Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke empat di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif yang akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008) sehingga produk-produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global, menarik lebih banyak lagi Foreign Direct Investment, meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade) sebagai basis produksi dunia. Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Dampak Tarif Impor terhadap Pasar Jagung di Indonesia dalam Skema Liberalisasi Perdagangan ASEAN Free Trade Area

Dampak Tarif Impor terhadap Pasar Jagung di Indonesia dalam Skema Liberalisasi Perdagangan ASEAN Free Trade Area

AULIA ISNAINI PUTRI. The Impact of Import Tariff on Maize Market in Indonesia in the Scheme of Trade Liberalization of ASEAN Free Trade Area. Supervised by BONAR M. SINAGA and NIA KURNIAWATI HIDAYAT. Maize is the second largest contributior after rice in food crops subsector in Indonesia. The domestic maize production is unable to meet the high demand for maize. Therefore, there is a gap or an imbalance between supply and demand for maize, so that maize import cannot be avoided. The implementation of ASEAN Free Trade Area has been realized by reducing and eliminating tariff barriers. The purposes of the study were to: (1) identify factors that affect the supply and demand for maize, (2) analyze the impact of changes in internal and external factors on the supply and demand for maize, and (3) analyze the impact of changes in internal and external factors on the welfare of produsers and consumers of maize in Indonesia. The study used time series data from 1986- 2010. Indonesian Maize Trade model is constructed as a system of simultaneous equations and estimated method using Two Stage Least Squares (2SLS). The elimination of Indonesian maize import tariff from AFTA or non AFTA countries leading to decreased producer surplus. Therefore, the combination of eliminating of Indonesian maize import tariff from AFTA and non AFTA countries, decreasing in the retail price of urea fertilizer, and increasing of maize prices at the farm level can compensate the decreasing of producer surplus so that the welfare can be increased (net surplus).
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

Analisis Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Volume Dan Harga Karet Alam Bentuk Smoked Sheet Ekspor Indonesia

ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) merupakan sebuah kesepakatan antar negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dan menghilangkan atau mengurangi segala hambatan- hambatan dalam perdagangan internasional (tarif maupun non tarif), peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak ACFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

18 Baca lebih lajut

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) adalah sebuah kesepakatan antar negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dan menghilangkan atau mengurangi perdagangan barang (tariff maupun non tariff), peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak CAFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH ASEAN - CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN THAILAND DI BIDANG PERTANIAN

PENGARUH ASEAN - CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN THAILAND DI BIDANG PERTANIAN

Adapun China, suatu Negara maju dengan tingkat perekonomian yang tidak dapat diragukan lagi kemajuannya, melihat ASEAN sebagai mitra kerjasama ekonomi yang baik di karenakan faktor geo-politik dan geo-ekonomi yang relatif memiliki jalan pemikiran yang sama, yaitu ingin berhubungan baik dengan Negara tetangga dan juga ingin memajukan tingkat perekonomian masing-masing negara. Dari beberapa perundingan terkait kerjasama ASEAN dan China Akhirnya kerjasama perdagangan bebas ASEAN dan China ditandatangani bersama dengan nama ASEAN-China Free Trade Area dan akan diberlakukan secara formal pada tanggal 1 Januari 2010. Tantangan tersendiri bagi Negara Thailand dimana Thailand harus mengoptimalkan China sebagai tujuan ekspor dengan memanfaatkan sektor yang berpotensi tinggi yaitu sektor pertaniannya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Analisis Dampak CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) terhadap Perdagangan Jeruk Sumatera Utara

Menurut Kuncoro (2012), China ASEAN Free Trade Area (CAFTA) digagas dan diberlakukan sebagai kerjasama perdagangan dan ekonomi antara negara-negara ASEAN dan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dan menghilangkan atau mengurangi perdagangan barang (tarif maupun non tarif), peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak CAFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN-China sepakat untuk menurunkan dan menghapus tarif berdasarkan 3 tahap yaitu (1) Early Harvest Programme (2) Normal Track Programme (3) Senscitive Track yang meliputi Sensitive List dan Highly Sensitive
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Hukum Antidumping Sebagai Pelindung Produk Industri Dalam Negeri Dalam Rangka ACFTA (Asean Free Trade Area)

Hukum Antidumping Sebagai Pelindung Produk Industri Dalam Negeri Dalam Rangka ACFTA (Asean Free Trade Area)

diberlakukannya ACFTA. 124 Pemerintah juga tidak mendukung pertumbuhan industri dalam negeri. Industri sepatu di Bandung, misalnya tidak mampu berkembang dan bersaing dengan produk impor karena karet mentahnya dijual ke luar negeri. Kemudian industri sepatu dalam negeri harus membeli sol dari luar negeri yang harganya mahal dan tidak mampu bersaing dengan produk-produk ekspor. 125 Persoalan selanjutnya adalah lemahnya infrastruktur dan tingginya biaya transportasi. Menurut Faisal Basri, bahwa dalam ACFTA Indonesia pasti kalah. Ini terjadi karena ekonomi nasional belum terintegrasi. Jika kita memang ingin mengikuti free trade area maka mestinya ada proses pengintegrasian perekonomian kita dengan regional, mengintegrasikan perekonomian kita dengan global. Semetara ekonomi kita belum terintegrasi yang dibuktikan oleh adanya disparitas harga yang tinggi. Disparitas harga ini muncul sebagai akibat tingginya biaya transportasi di Indonesia, contohnya bagaimana ongkos angkut dari Gorontalo dan Lampung ke Jakarta lebih mahal daripada biaya angkut dari California ke Lampung. Oleh karena itu lebih murah membeli jagung dari California daripada membeli jagung dari Lampung. Mahalnya ongkos transportasi ini membuat harga barang lebih mahal. 126
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

Pembentukan ASEAN-CINA Free Trade Area (ACFTA) dan hubungan ekonomi ASEAN-CINA (2003-2009)

Pembentukan ASEAN-CINA Free Trade Area (ACFTA) dan hubungan ekonomi ASEAN-CINA (2003-2009)

Gambaran ini membawa tekanan pada Cina, jika Asia Tenggara dan Asia Timur secara ekonomi terpisah, maka kedua kawasan ini akan mengalami kesulitan menghadapi Eropa dan Amerika yang semakin terintegrasi perekonomiannya. Oleh karena itu, membangun blok ekonomi regional di kawasan Asia adalah pilihan yang harus ditempuh untuk mengimbangi dua kekuatan tadi. Di satu sisi FTA memudahkan negara yang terlibat untuk meningkatkan kerjasama melalui perdagangan barang, jasa ataupun investasi, namun di sisi lain FTA justru menyulitkan negara di luar anggotanya. Oleh karena itu, pembentukan ASEAN-Cina Free Trade Area menjadi pilihan terbaik bagi Cina untuk ikut terlibat dalam fenomena regionalisme ini, agar dapat bekerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk mengimbangi kelompok- kelompok regional lainnya di dunia ini. Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai dorongan eksternal lainnya yang menyebabkan Cina lebih tertarik lagi kepada ASEAN dalam melakukan kerjasama di bidang ekonomi.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

DAMPAK ASEAN KOREA FREE TRADE AREA (AKFTA) TERHADAP EKONOMI INDONESIA

DAMPAK ASEAN KOREA FREE TRADE AREA (AKFTA) TERHADAP EKONOMI INDONESIA

Tujuan dari ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) adalah untuk memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara negara-negara anggota, meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa serta menciptakan suatu sistem yang transparan dan untuk mempermudah investasi, menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijaksanaan yang tepat dalam rangka kerjasama ekonomi antara negara-negara anggota, memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota ASEAN baru (Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam) dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi diantara negara-negara anggota 3 .
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Terti Anjayani 2014 (PENGARUH CHINA-ASEAN FREE TRADE AREA ( CAFTA) TERHADAP INDUSTRI MIKRO DI INDONESIA )

Terti Anjayani 2014 (PENGARUH CHINA-ASEAN FREE TRADE AREA ( CAFTA) TERHADAP INDUSTRI MIKRO DI INDONESIA )

Perdagangan bebas CAFTA (ASEAN-China Free Trade Area) dapat meningkatan daya saing antara pengusaha besar maupun kecil dengan produk-produk dari ASEAN dan China. Industri TPT Indonesia harus memilik daya saing dengan industri TPT dari negara-negara yang melakukan perjanjian CAFTA yaitu negara ASEAN dan China. Namun, hal yang sangat dikhawatirkan oleh semua pihak adalah produk China dimana harga produknya relatif lebih murah dibandingkan dengan negara-negara yang terlibat dalam CAFTA. Perdagangan bebas (CAFTA) ini menimbulkan dampak

26 Baca lebih lajut

Pembentukan ASEAN-CINA Free Trade Area (ACFTA) dan hubungan ekonomi ASEAN-CINA (2003-2009)

Pembentukan ASEAN-CINA Free Trade Area (ACFTA) dan hubungan ekonomi ASEAN-CINA (2003-2009)

untuk mempertahankan kebijakannya yang independen dan otonom (Perwita & Yani 2005, h. 77). Kebijakan yang diambil oleh suatu negara baik yang bersifat domestik terlebih lagi luar negeri, harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang cepat terjadi pada lingkungan internasional. Oleh karena itu, globalisasi telah membuka peluang yang tidak terbatas bagi negara-negara untuk melakukan kerjasama dan integrasi ekonomi yang saling menguntungkan dalam bidang perdagangan barang, jasa, maupun investasi. Penulis akan berkonsentrasi pada aspek ekonomi dari globalisasi, karena aspek ekonomi ini berkaitan dengan saling ketergantungan (interdependensi) yang terjadi di antara negara-negara di dunia ini. Selain dari konsep interdependensi, penulisan skripsi ini juga akan dilihat dari perspektif neoliberal institusionalis, agar dapat menggambarkan peran institusi ataupun rezim (serangkaian peraturan) yang terjadi dalam pembentukan ASEAN- Cina Free Trade Area ini.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Dampak ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) dan ASEAN India Free Trade Area (AIFTA)

Dampak ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) dan ASEAN India Free Trade Area (AIFTA)

Perjanjian Free Trade Area (FTA) yang dilakukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dengan negara di luar kawasan tersebut bertujuan untuk memperluas pemasaran dan peningkatan penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh setiap negara yang turut serta dalam perjanjian tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara juga mengadakan perjanjian dengan beberapa negara dalam hal perdagangan bebas. Indonesia mengadakan perjanjian internasional dengan banyak negara yang berasal tidak hanya dari kawasan Asia. Pada Mei 2012 Indonesia telah terlibat dalam enam skema FTA, yaitu: ASEAN Free Trade Area (AFTA) , ASEAN China Free Trade Area (ACFTA), ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA), Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN India Free Trade Area (AIFTA), dan ASEAN-Australia-New Zealand (AANZ).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PMK2017 24PMK.0102017 PENETAPAN TARIF BEA MASUK DALAM RANGKA ASEAN KOREA FREE TRADE AREA

PMK2017 24PMK.0102017 PENETAPAN TARIF BEA MASUK DALAM RANGKA ASEAN KOREA FREE TRADE AREA

Pos Tarif/ Uraian Barang Description of Goods Bea Masuk atas Impor Barang HS Code 2017 dan dari Republik Korea/Import seterusnya Duty on Goods Imported rom Republic of Korea 60.03 K[r]

339 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...