GADAI SYARIAH

Top PDF GADAI SYARIAH:

Tinjauan Yuridis Tentang Gadai Syariah (RAHN) Di Kantor Pegadaian Syariah Di Lhokseumawe

Tinjauan Yuridis Tentang Gadai Syariah (RAHN) Di Kantor Pegadaian Syariah Di Lhokseumawe

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah prinsip gadai syariah (rahn) berdasarkan Hukum Islam yang diberlakukan pada produk gadai syariah di Pegadaian adalah; Tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba, Menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan, dan Melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa sebagai penerimaan labanya, yang dengan pengenaan bagi hasil dan biaya jasa tersebut menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam operasionalnya,. Pelaksanaan prinsip gadai syariah (rahn) pada pegadaian syariah di Lhokseumawe berjalan di atas dua akad transaksi Syariah yaitu; Akad Rahn dengan akad ini Pegadaian menahan barang bergerak sebagai jaminan atas utang nasabah; dan Akad Ijarah yaitu Melalui akad ini dimungkinkan bagi Pegadaian untuk menarik sewa atas penyimpanan barang bergerak milik nasabah yang telah melakukan akad. Pegadaian syariah di Lhokseumawe menyiapkan upaya penyelesaian sengketa apabila rahin wanprestasi yaitu dengan jalan musyawarah, bila tidak tercapai dengan musyawarah, maka penyelesaian sengketa tersebut sepakat untuk menyelesaikannya melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional. Namun sampai saat ini Pegadaian Syariah Lhokseumawe belum pernah menangani perkara wanprestasi akibat rahin. Dengan adanya pegadaian syariah hendaknya bagi umat muslim menjadikan solusi dalam membantu menyelesaikan masalah keuangan dimasa sulit, Pelaksanaan gadai syariah (rahn) di Pegadaian syariah di Lhoksumawe sebaiknya tetap melaksanakan prinsip rahn menurut Hukum Islam demi tercapainya kemaslahatan umat manusia, Cara penyelesaian sengketa di pegadaian syariah adalah dengan jalan musyawarah, namun bila tidak berhasil diselesaikan melalui Badan Arbitrase.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

KONSEP DASAR gadai syariah RAHN

KONSEP DASAR gadai syariah RAHN

yang berhubungan dengan pembiayaan gadai syariah. PSAKini berlaku sejak 1 Januari 2008. Penerapan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No.26/DSN-MUI/III/2002 dengan akad pendamping dari gadai syariah yaitu akad ijarah (PSAK 107) untuk pembiayaan dengan gadai syariah akan memberikan konstribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan perbankan syariah karena peraturan (JAAKFE, Desember 2013) dapat menambah kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan produk pembiayaan gadai syariah. 1
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN GADAI SYARIAH PADA PERUM PEGADAIAN SYARIAH (Studi Kasus: Pegadaian Syariah Cabang Ujung Gurun Padang).

PELAKSANAAN GADAI SYARIAH PADA PERUM PEGADAIAN SYARIAH (Studi Kasus: Pegadaian Syariah Cabang Ujung Gurun Padang).

sebagai komoditas yang diperdagangkan. Pelaksanaan transaksi gadai dalam sistem gadai syariah dapat diketahui telah sesuai dengan ketentuan Hukum Islam. Hal ini terlihat dalam pengambilan keuntungan yang berdasarkan ketentuan syariah, yaitu dengan cara mengambil keuntungan lewat jalan sewa menyewa tempat (Rahn) dan jasa penitipan barang (Ijaroh), sehingga terbebas dari unsur riba dalam melakukan traksaksi gadai.

11 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

3. Partisipasi masyarakat dengan lahirnya sistem Pegadaian Syariah cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah nasabah yang antusias melakukan transaksi gadai syariah pada PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan yang rata-rata 30 s/d 33 orang perhari, dan rata-rata 760 orang perbulannya baik muslim dan non muslim, dengan rata-rata jumlah marhun bih mencapai Rp. 4.718.202.857 perbulannya.

21 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Buku-Buku Ali, Mohammmad Daud , Hukum Islam : Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia,Jakarta, Rajawali Pers, 2005 Ali, Zainuddin,Hukum Gadai Syariah, Jakarta, Sinar Gra[r]

4 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

3. Partisipasi masyarakat dengan lahirnya sistem Pegadaian Syariah cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah nasabah yang antusias melakukan transaksi gadai syariah pada PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan yang rata-rata 30 s/d 33 orang perhari, dan rata-rata 760 orang perbulannya baik muslim dan non muslim, dengan rata-rata jumlah marhun bih mencapai Rp. 4.718.202.857 perbulannya.

4 Baca lebih lajut

KONSEP DAN APLIKASI GADAI SYARIAH RAHN P

KONSEP DAN APLIKASI GADAI SYARIAH RAHN P

1. Mekanisme gadai syariah (rahn) di Bank Jabar Banten Syariah didasarkan pada akad Qordh. Salah satu syarat nasabah mendapatkan pinjaman tersebut adalah dengan menyertakan agunan berupa barang emas minimal seharga Rp 1.000.000,- atau seberat 4 gr emas. Setelah itu nasabah berhak mendapatkan pinjaman maksimal sebesar 85% (untuk koin dan perhiasan) dan 90% (untuk emas batangan) dari nilai taksiran harga emas. Nasabah membayar sewa tempat penyimpanan emas sebesar Rp 3.750,-/gram per bulan yang dibayar diawal akad. Masa pinjaman maksimal selama 1 bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan akad. Bila pada saat jatuh tempo ditambah masa tenggang 7 hari nasabah tidak dapat melunasi pinjamannya, maka nasabah dapat melakukan perpanjangan sebelum akhir masa tenggang dengan membayar kembali biaya sewa penyimpanan barang emas atau bersama-sama bank Jabar Banten Syariah barang jaminan emas milik nasabah dapat dijual dan hasilnya digunakan untuk melunasi kewajibannya kepada pihak Bank. Bila hasil penjualan tersebut lebih tinggi dari jumlah kewajiban nasabah, maka kelebihan tersebut menjadi milik nasabah, sedankan bila hasil penjualan emas lebih kecil dari jumlah kewajiban, maka akan tetap menjadi hutang nasabah kepada Bank Syariah.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

masyarakat mengenai hal yang menyangkut kebendaan/harta. Dalam hukum muammalah gadai syariah disebut juga dengan ar rahn, yakni suatu jaminan atau agunan atas transaksi hutang piutang yang dilakukan berdasarkan syariat Islam. 76 Arrahn dalam hukum Islam merupakan akad watsiiqah (penjaminan) harta. Arrahn dalam hukum Islam hukumnya adalah boleh / jaiz, sebagaimana yang dimaksudkan dalam Q.S.Albaqarah : 283 yang ayatnya menyatakan :” Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang”. Alasan bolehnya arrahn ini adalah memberikan keringanan kepada pelaku muamalah dalam pergaulan hidup dan kepuasan hati baginya yang bermuamalah. Gadai syariah ini merupakan bentuk peralihan hak atas harta benda yang tejadi secara ikhtiyari, yakni atas kehendak salah satu atau kedua belah pihak yang melakukan transaksi. Gadai syariah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah dan menghindarkan masyarakat dari gadai gelap, praktik riba dan pinjaman tidak wajar lainnya. Selain itu manfaat yang diberikan yakni memberikan rasa aman kepada penerima gadai atas seluruh piutang-piutangnya dengan adanya objek gadai yang dijadikan sebagai jaminan dan membantu menghilangkan kesedihan orang yang menggadaikan barangnya, yakni kesedihan yang membuat pikiran dan hati kacau, serta menimbulkan rasa saling mencintai, sayang menyayangi dan tolong menolong antara manusia dari kesusahan dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn) Pada PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk. Cabang Pontianak

Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn) Pada PT. Bank Syariah Mandiri, Tbk. Cabang Pontianak

Barang gadai hanya sebagai jaminan pinjaman yang telah diberikan BSM yang tidak akan mengambil manfaatnya. Pemanfaatannya itu hanya berupa biaya sewa (yang disebut ujrah). Pendapatan atau keuntungan diperoleh dari biaya sewa yang telah dikeluarkannya atas barang gadaian dan pihak penggadai akan membayar sejumlah yang ditetapkan. Biaya tersebut harus dibayar di depan atau pada saat pinjaman dicairkan guna untuk menghindari atau tidak memperbolehkan pihak bank mengambil keuntungan lagi dari akad gadai syariah ini. Di mana akad gadai adalah transaksi pinjam-meminjam (qardh) yang bersifat ta’barru yang berarti kebaikan atau tolong-menolong.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

Pelaksanaan Gadai Konvensional dan Gadai Syariah (Studi Pada PT.Pegadaian Cabang Gaharu Medan dan PT.Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan)

prinsip-prinsip pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam, sedangkan Pegadaian Konvensional dalam pelaksanaannya lebih mengacu kepada sistem hukum perdata barat. Perbedaan antara Pegadaian Konvensional dan Pegadaian Syariah secara signifikan tampak pada sistem operasionalnya, yakni dimana Pegadaian Konvensional mengenakan bunga pinjaman sedangkan Pegadaian Syariah menggunakan pendekatan bagi hasil (mudharabah) atau fee based income, dan menggunakan sistem ijarah (biaya penitipan/penyimpanan barang). Selain itu dalam pelaksanaannya ternyata Pegadaian Syariah tidak hanya diminati oleh kalangan orang-orang muslim saja, tetapi Pegadaian Syariah ini juga diminati oleh kalangan non muslim, kendati mereka tidak tahu apa sebenarnya persamaan dan perbedaan antara gadai syariah dan konvensional. 20 Bagi mereka yang terpenting hanyalah cairnya pinjaman dana/uang dengan cara cepat dan mudah, sehingga sebagai pelaku ekonomi kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, tanpa memikirkan resiko yang mungkin dapat terjadi dalam pelaksanaan perjanjian gadai tersebut, yakni resiko tak terbayarnya utang nasabah (wanprestasi) dan resiko penurunan nilai aset yang ditahan atau rusak.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Implementasi Gadai Syariah Pada Kantor Bank BRI Syariah Kudus

Tinjauan Yuridis Implementasi Gadai Syariah Pada Kantor Bank BRI Syariah Kudus

Berdasarkan pengertian gadai yang dikemukakan oleh para ahli hukum Islam di atas, dapat dikemukakan bahwa gadai (rahn) adalah menahan berat jaminan yang bersifat materi milik si peminjam (rahin) sebagai jaminan atau pinjaman yang diterimanya, dan barang yang yang di terima tersebut bernilai ekonomi sehingga pihak yang menahan (murtahin) memperoleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagian utangnya dari barang gadai dimaksud bila pihak yang menggadaikan tidak dapat membayar utang pada waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu, tampak bahwa gadai syariah merupakan perjanjian antara seseorang untuk menyerahkan harta benda berupa emas/perhiasan/kendaraan dan/atau harta benda lainnya sebagai jaminan dan/atau agunan kepada seseoarang dan/atau lembaga pengadaian syariah berdasarkan hukum gadai syariah, sedangkan pihak lembaga pegadaian syariah menyerahkan uang sebagai tanda terima dengan jumlah maksimal 90 % dari nilai taksir terhadap barang yang diserahkan oleh penggadai Gadai dimaksud, ditandai dengan mengisi dan mendatangani Surat Bukti Gadai (Ruhn).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Konsep dan aplikasii gadai Syariah (RAHN): (studi kasus pada bank Jabar Banten Syariah cabang Bandung dan BNI Syariah cabang Jakarta Selatan

Konsep dan aplikasii gadai Syariah (RAHN): (studi kasus pada bank Jabar Banten Syariah cabang Bandung dan BNI Syariah cabang Jakarta Selatan

Secara etimologi, kata ar-rahn berarti tetap, kekal, dan jaminan. ar-rahn dalam istilah hukum positif disebut dengan barang jaminan, agunan dan rungguhan. Dalam Islam ar-rahn merupakan saran saling tolong menolong bagi umat Islam, tanpa adanya imbalan jasa 2 . Menurut beberapa mazhab, rahn berarti perjanjian penyerahan harta oleh pemiliknya kepada kreditur dan dijadikan sebagai pembayar hak piutang tersebut, baik seluruhnya maupun sebagian. 3 Pada dasarnya, produk-produk berbasis syariah memiliki karakteristik seperti tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba. Inti dari riba dalam pinjaman (riba dayn) adalah tambahan atas pokok baik sedikit maupun banyak. 4 Yang membedakan antara gadai syariah (rahn) dan konvensional diantaranya adalah dalam hal pengenaan bunga. Kemudian menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan, dan melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Strategi pemasaran produk gadai syariah dalam menarik minat Nasabah : penelitian pada unit pegadaian syraiah cabang Pondok Aren

Strategi pemasaran produk gadai syariah dalam menarik minat Nasabah : penelitian pada unit pegadaian syraiah cabang Pondok Aren

2. Strategi pemasaran produk gadai syariah yang dilakukan oleh unit pegadaian syariah cabang Pondok Aren dengan menggunakan 4P, yaitu: Pertama, strategi dalam bidang produk dengan mengembangkan dan menyediakan 5 produk, sehingga nasabah bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kedua, strategi dalam bidang distribusi, yaitu dengan cara membuka UPC (Unit Pelayanan Cabang) kecil agar mudah untuk dijangkau oleh nasabah atau masyarakat. Ketiga, strategi dalam bidang promosi yaitu dilakukan dengan cara periklanan, berupa spanduk. Publishitas, dengan menjadi sponsor dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Dan melalui penjualan pribadi dengan cara menjelaskan langsung kepada nasabah tentang keunggulan produk-produk yang ada di Pegadaian Syariah Cabang Pondok Aren. Dan Keempat strategi dalam bidang harga, dengan memberikan diskon dengan ketentuan yang ada.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

BAB II - ANALISIS SISTEM PENETAPAN HARGA LELANG BARANG JAMINAN GADAI SYARIAH MENURUT EKONOMI ISLAM (Studi pada Pegadaian KC Syariah Radin Intan Kota Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

BAB II - ANALISIS SISTEM PENETAPAN HARGA LELANG BARANG JAMINAN GADAI SYARIAH MENURUT EKONOMI ISLAM (Studi pada Pegadaian KC Syariah Radin Intan Kota Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Pada akhir Februari 2009 jumlah pembiayaan Pegadaian Syariah mencapai Rp 1,6 triliyun dengan jumlah nasabah 600 ribu orang dan jumlah kantor cabang berjumlah 120 buah. Jumlah tersebut masih lebih kecil dibanding dengan kantor cabang pegadaian konvensional yang berjumlah 3.000 buah. Pembiayaan pegadaian syariah untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar Rp 8,2 milyar, yang berarti lebih besar jumlahnya dari target awal, sebesar Rp 7,5 milyar. Peningkatan bisnis gadai syariah meningkat hingga 158 persen pada akhir tahun 2010. Hal tersebut meningkat tajam dari tahun sebelumnya sebesar 90 persen. Sedangkan peningkatan pegadaian syariah tahun 2008 lebih rendah dibanding dengan tahun 2009 dan 2010 yang hanya 67,7 persen. Secara umum, perkembangan pegadaian syariah mengalami peningkatan yang pesat dari tahun-ketahun. 6
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI GADAI SYARIAH (RAHN) PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG JEMBER

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI GADAI SYARIAH (RAHN) PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG JEMBER

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan akuntansi rahn di Pegadaian Syariah Cabang Jember apakah sudah sesuai dengan PSAK 102 dan PSAK 107. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data Miles dan Hubberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi rahn di Pegadaian Syariah Cabang Jember telah sesuai dengan PSAK 107 untuk produk gadai syariah (rahn). Hanya saja terdapat perbedaan dalam pengakuan atas transaksi gadai syariah (rahn). Sedangkan untuk produk pembiayaan MULIA juga telah sesuai dengan PSAK 102, namun juga terdapat perbedaan dalam pengakuannya. Selain itu juga terdapat perbedaan pengakuan atas emas yang menjadi obyek dari pembiayaan MULIA.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

AKUNTANSI GADAI SYARIAH

AKUNTANSI GADAI SYARIAH

Sedangkanpengertiangadai dalam Pasal 1150 Kitab Undang- UndangHukumPerdataadalahsuatuhak yangdiperolehseseorangyang mempunyaipiutang atassuatubarangbergeraktersebutdiserahkankepada orangyangberpiutang olehorangyangmempunyaiutang.Olehkarenaitu, makna gadai (rahn) dalam bahasa hukum perundang-undangan disebut sebagaibarangjaminanatauagunan.

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Gadai 2.1.1 Gadai Menurut Konvensional - Analisis Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Menggunakan Fasilitas Gadai Emas Pada PT Bank Syariah Mandiri Cab Iskandar Muda Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Gadai 2.1.1 Gadai Menurut Konvensional - Analisis Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Menggunakan Fasilitas Gadai Emas Pada PT Bank Syariah Mandiri Cab Iskandar Muda Medan

Aplikasi gadai syariah sama dengan produk keuangan lainnya, yakni mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sebagaimana layaknya produk-produk berbasis syariah lainnya, gadai syariah (rahn) juga memiliki karakteristik seperti tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba,menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditi yang diperdagangkan, dan melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa atau bagi hasil.(M. Abdul Mannan,1995 : 167).

18 Baca lebih lajut

Implementasi Gadai Emas Syariah dengan A

Implementasi Gadai Emas Syariah dengan A

Gadai emas adalah salah satu bentuk utang piutang berbasis kepercayaan dari orang yang berpiutang, dimana terdapat orang yang menggadaikan barangnya berupa emas perhiasan maupun logam mulia sebagai jaminan dari sebuah hutang, tetapi barang jaminan tersebut tetap menjadi milik yang menggadaikan.Penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah ―Bagaimanakah implementasi Gadai Emas Syariah dengan akad Rahn sebagai alternatif pembiayaan pada masyarakat non bank, dengan pokok kajian (1) Dasar hukum Gadai Emas Syariah sebagai pembiayaan, (2) Syarat dan prosedur pembiayaan melalui akad Rahn, serta (3) Hak dan kewajiban para pihak pada akad Gadai Emas Syariah.Dari hasil penelitian diketahui : (1) Dasar Hukum (a) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sebagai dasar Hukum Gadai, (b) Al- Qur‘an dan Al -Hadits, (c) Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Rahn, (2) Syarat dan prosedur pegadaian syariah dengan akad Rahn adalah (a) Pihak penggadai mendatangi langsung lembaga pegadaian dengan membawa barang emas seberat 10,2 gram, (b) P ihak pegadaian menaksir barang emas perhiasan 24 karat dengan nilai sebesar 22 karat, (c) Taksiran barang emas perhiasan sebagai jaminan dihitung oleh Pegadaian Syariah lebih rendah 12% dari harga pasar emas perhiasan, (d) Pihak Pegadaian Syariah menetapkan margin ujrah setiap 10 hari sebesar Rp 7.300,- untuk marhun bih Rp.1.000.000,- dan maksimal tempo penebusan yang ditetapkan adalah 120 hari (4 bulan), (e) Pihak pegadaian syariah menyerahkan dana pembiayaan kepada pemberi gadai, (f) Diberikan kemudahan untuk dapat menebus barang gadai setiap saat namun harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, (g) Dana pembiayaan dikembalikan kepada pihak Pegadaian Syariah pada saat jatuh tempo dan barang gadai dikembalikan kepada pemberi gadai, (h) Jika pemberi gadai gagal mengembalikan dana pembiayaan pada saat jatuh tempo dan tidak memperpanjang akadnya maka dilakukan proses lelang/eksekusi terhadap barang gadai, (3) Hak dan kewajiban secara spesifik ditetapkan dalam akad dimana akad Rahn diikuti dengan akad Ijarah guna penyewaan tempat penitipan barang emas. P oses akad berla ngsung cepat dan mudah. Gadai syariah pada Pegadaian Syariah dengan akad Rahn memiliki sifat tolong menolong dengan menguntungkan para pihak. Pelayanan yang baik, syarat dan prosedur yang tidak berbelit, kepercayaan yang tinggi dari masyarakat membuat lembaga ini diminati masyarakat sebagai alternatif pembiayaan syariah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN GADAI EMAS PADA BANK SYARIAH PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM Iwan Setiawan

PENERAPAN GADAI EMAS PADA BANK SYARIAH PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM Iwan Setiawan

Memasukkan produk rahn emas dalam perbankan syariah seringkali terjebak di antara kedua aturan yang saling tarik menarik antara perbankan syariah dengan PT Pegadaian (Persero). Mencermati fenomena operasional gadai syariah di atas, menarik perhatian para ekonom muslim untuk menawarkan alternatif pilihan sistem perbankan dan pegadaian yang bebas bunga, yaitu sistem gadai syariah. Sistem yang ditawarkan ini digali dari nilai-nilai ajaran Islam, khususnya hukum Islam. Ia berbeda dengan sistem bunga, karena sistem gadai syariah memuat norma keadilan, keseimbangan, keberpihakan kepada fakir miskin, dan mengesampingkan monopoli ekonomi. Ia tidak melulu money oriented tetapi ada unsur ibadah kepada pemilik hak mutlak, Allah swt. Namun demikian, klaim sistem bunga tidak memberikan rasa keadilan dan sistem gadai syariah lebih memberikan rasa keadilan bagi para pihak yang bertaransaksi ekonomi perlu pembuktian yang didukung data ilmiah.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...