Gagal Ginjal Kronik (GGK)

Top PDF Gagal Ginjal Kronik (GGK):

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR KREATININ DAN UREUM PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA.

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR KREATININ DAN UREUM PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA.

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit yang sekarang banyak diderita oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Penyakit ini merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang berasal dari berbagai penyakit. Keadaan kerusakan ginjal yang bersifat menahun, progresif dan cukup lanjut menyebabkan GGK. Penderita GGK yang ada setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penderita. Dengan banyaknya penderita GGK, banyak yang melakukan terapi pengganti berupa hemodialisis (HD) yang setiap tahun selalu bertambah dari tahun 2005 sebesar 5.653 menjadi 5.936 pada tahun 2006 (Rekam Medik RSUD Dr. Moewardi, 2008).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Asupan Protein Dan Asupan Kalium Terhadap Kadar Kreatinin Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rsud Kabupaten Sukoharjo.

PENDAHULUAN Hubungan Asupan Protein Dan Asupan Kalium Terhadap Kadar Kreatinin Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rsud Kabupaten Sukoharjo.

4 Menurut hasil penelitian Sumiasih (2012), menunjukkan adanya hubungan asupan protein hewani dengan kadar ureum dan kreatinin pada penderita gagal ginjal kronik. Kadar kreatinin darah yang tinggi dipengaruhi oleh diet tinggi protein yang bersumber dari daging dan makanan yang bernilai biologis rendah (mengandung asam esensial tidak lengkap), seperti kacang - kacangan, biji-bijian, umbi, tempe, tahu, dan jagung. Penelitian yang dilakukan oleh Hakim dkk tahun 1988 terhadap 911 penderita gagal ginjal dengan serum kreatinin >5 mg/dl yang mendapat perhatian nutrisi minimal memperlihatkan berbagai kelainan metabolisme antara lain >30% penderita dengan asidosis berat (bicarbonate serum <15 mmol/l), hiperfosfatemia berat ( fosfat serum >7mg/dl) dan azotemia berat ( BUN >120 mg/dl). Asupan tinggi protein juga dapat menyebabkan hiperurikemia, tidak hanya meningkatkan risiko penyakit gout tetapi juga dapat menyebabkan sindroma metabolik, hipertensi dan disfungsi endotel dengan penyakit vaskuler (Cirillo, 2006;Khosla, 2005). Berdasarkan survei awal yang dilakukan di RSUD Kabupaten Sukoharjo bahwa pasien gagal ginjal kronik pada tahun 2014 sebanyak 1417 orang, sedangkan bulan Januari-Juli 2015 mengalami peningkatan yaitu 19,7%.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah

Ginjal mempunyai kemampuan nyata untuk mengkompensasi kehilangan nefron yang persisten yang terjadi pada gagal ginjal kronik. Jika angka filtrasi glomerolus menurun menjadi 5-20 ml/menit/1,73 m2, kapasitas ini mulai gagal. Hal ini menimbulkan berbagai masalah biokimia berhubungan dengan bahan utama yang ditangani ginjal.

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN ASUPAN PROTEIN PASIEN  Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Protein Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa (HD) Rawat Jalan

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN ASUPAN PROTEIN PASIEN Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Asupan Protein Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa (HD) Rawat Jalan

Pendahuluan: Tingkat pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga mempengaruhi asupan protein pasien gagal ginjal kronik hemodialisa. Asupan protein penting untuk pasien gagal ginjal kronik hemodialisa dipergunakan untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam amino yang hilang selama dialisis.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DALAM PEMBATASAN ASUPAN  Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Dalam Pembatasan Asupan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang M

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DALAM PEMBATASAN ASUPAN Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Dalam Pembatasan Asupan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang M

Skripsi ini menjelaskan bagaimana hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien pasien gagal ginjal kronik dalam membatasi asupan cairan di RSUD Kabupaten Sukoharjo. hasil penelitian dapat ini dapat digunakan sebagai acuan dalam kebijakan asuhan gizi pada pasien rawat jalan khususnya pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Gagal Ginjal Kronik Yang Mengalami Hipoglikemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Gagal Ginjal Kronik Yang Mengalami Hipoglikemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Moewardi Surakarta diselenggarakan selama 6 hari kerja, tiap hari terbagi dalam 2 shift yaitu shift pagi dan shift siang, dan apabila ada program cito atau pasien yang perlu hemodialisa diluar jam kerja maka ada sift tambahan. Pasien menjalani hemodialisa antara 1-2 kali dalam 1 minggu, adapun lama setiap hemodialisis adalah 4-5 jam dalam setiap dilakukan hemodialisa. Oleh karena itu penulis berminat untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Gagal Ginjal Kronik yang mengalami Hipoglikemia di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta”
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Gagal Ginjal Kronik (GGK) - Intan Nurcahyaningsih BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Gagal Ginjal Kronik (GGK) - Intan Nurcahyaningsih BAB II

RRF pada pasien gagal ginjal tahap akhir atau ERDS memiliki kepentingan klinis yang berkontribusi pada adekuasi dialisis, kualitas hidup, dan mortalitas. RRF merupakan fungsi ginjal sisa yang masih dapat bekerja pada pasien GGK yang secara sederhana dapat disimpulkan berdasarkan berkemih atau tidaknya pasien serta jumlah urine yang diproduksi selama sehari, jika pasien masih dapat berkemih. Efek kardiovaskuler pada pasien dialisis berupa hipertrofi dan dilatasi jantung yang mengarah pada fungsi jantung yang semakin memburuk terjadi pada pasien dialisis peritoneal yang mengalami anuria (indikator hilangnya RRF). RRF juga sering digunakan sebagai indikator LFG serta merefleksikan fungsi endokrin, homeostasis kalsium, fosfat, dan vitamin D, serta kontrol volume yang masih tersisa (Lai et al., 2006). Hubungan antara RRF dengan hipertensi intradialitik belum diteliti secara intensif. Wang et al. (2002) dan Menon et al. (2001)menemukan dalam penelitiannya bahwa kontrol tekanan darah memburuk pada pasien dialisis peritoneal sebanding dengan penurunan RRF.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang berhubungan dengan mekanisme koping klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di rumah sakit umum pusat (RSUP) Fatmawati Tahun 2009

Faktor-faktor yang berhubungan dengan mekanisme koping klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di rumah sakit umum pusat (RSUP) Fatmawati Tahun 2009

Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit kronik dan salah satu terapinya adalah hemodialisis yang akan menyebabkan perubahan peran, citra tubuh, mengancam identitas dan mengubah gaya hidup yang ada. Perubahan – perubahan yang terjadi dan adanya ancaman dalam diri individu membuat seseorang berusaha untuk mengatasinya dan usaha yang dilakukan oleh individu dalam menghadapi masalah disebut mekanisme koping. Menurut Lazarus (1991) koping dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mengatur, memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah yang bersifat menantang, mengancam, membahayakan, merugikan atau menguntungkan seseorang. (Kuntjoro, 2009)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN GAGAL GINJAL KRONIK

LAPORAN PENDAHULUAN GAGAL GINJAL KRONIK

Dengan pencangkokkan ginjal yang sehat ke pembuluh darah pasien CRF maka seluruh faal ginjal diganti oleh ginjal yang baru. Ginjal yang sesuai harus memenuhi beberapa persaratan, dan persyaratan yang utama adalah bahwa ginjal tersebut diambil dari orang/mayat yang ditinjau dari segi imunologik sama dengan pasien. Pemilihan dari segi imunologik ini terutama dengan pemeriksaan HLA

Baca lebih lajut

LP ASUHAN AKEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK 1

LP ASUHAN AKEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK 1

Anemia merupakan masalah yang sulit ditanggulangi pada CRF. Usaha pertama harus ditujukan mengatasi faktor defisiensi, kemudian mencari apakah ada perdarahan yang mungkin dapat diatasi. Pengendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat meninggikan Hb. Transfusi darah hanya dapat diberikan bila ada indikasi yang kuat, misalnya ada insufisiensi koroner.

Baca lebih lajut

T1 802011077 Full text

T1 802011077 Full text

Penyakit gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama. Biasanya pasangan yang menderita penyakit kronis seperti gagal ginjal, merasa bahwa dirinya tidak dapat berfungsi secara maksimal sebagai suami ataupun istri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat korelasi atau hubungan antara komunikasi interpersonal suami istri terhadap koping dengan stress pada penderita gagal ginjal kronik GGK di RSUD Kota Salatiga. Sampel (N= 35), diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala komunikasi interpersonal suami istri dan skala koping dengan stress pada penderita GGK. Hasil penelitian menggunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment dengan koefisien korelasi (Rxy) = 0,632 dan R² = 0,243 atau hanya 24,3% yang artinya komunikasi interpersonal suami istri memiiki hubungan terhadap koping dengan stress pada penderita GGK di RSUD Kota Salatiga.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab1

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab1

Anemia penyakit kronik dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti infeksi, kanker, autoimun, penolakan kronik setelah transplantasi organ padat, dan gagal ginjal kronik. Anemia pada penyakit kronik yang sering dijumpai yaitu pada penyakit gagal ginjal kronik (GGK). 3 Anemia pada GGK berhubungan

Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Cronic Renal Failure

Laporan Pendahuluan Cronic Renal Failure

Cronic enal failure (CRF) atau Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia berupa retensi ureum dan sampah nitrogen lain dalam darah (Smeltzer, et al, 2008). Menurut NKF,(2009) menyatakan GGK sebagai kerusakan ginjal dengan kadar filtrasi glomerulus rate (GFR) kurang dari 60 ml/menit/1,73m2 lebih dari 3 bulan, dimanifestasikan dengan abnormalitas patologi dan komposisi darah dan urin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pruritus Uremik pada Penyakit Gagal Ginj

Pruritus Uremik pada Penyakit Gagal Ginj

Pruritus uremik merupakan salah satu keluhan yang sangat mengganggu dan sangat sering dirasakan oleh penderita gagal ginjal kronik. Menariknya, gejala tersebut tidak terdapat pada penderita gagal ginjal akut. Sejumlah faktor yang diduga sebagai penyebab terjadinya pruritus uremik ini telah banyak diteliti namun patogenesisnya hingga kini masih belum jelas. Mungkin banyak faktor yang mempengaruhi patogenesis terjadinya pruritus uremik dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui patogenesis pruritus uremik ini.

Baca lebih lajut

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448) Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun. (Price, 1992; 812)

Baca lebih lajut

ASKEP CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

ASKEP CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626) Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448)

Baca lebih lajut

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626) Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448)

Baca lebih lajut

ASKEP CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

ASKEP CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448) Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun. (Price, 1992; 812)

Baca lebih lajut

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626) Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448)

Baca lebih lajut

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE ) | Karya Tulis Ilmiah

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448) Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun. (Price, 1992; 812)

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...