Gambar Desain Interior dan Eksterior Bangunan Gedung

Top PDF Gambar Desain Interior dan Eksterior Bangunan Gedung:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN 1 CILAKU CIANJUR.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN 1 CILAKU CIANJUR.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian ini dipilih karena data penelitian diperoleh langsung dari siswa sebagai sumber pertama, untuk kemudian diolah secara statistik demi mendapat hasil penelitian yang akurat dan terukur.Alasan tersebut sesuai dengan pengertian penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2014:13) yaitu penelitian di mana data diperoleh dari sumber pertama melalui instrumen penelitian dan hasilnya berupa angka- angka untuk dianalisis menggunakan statistik. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, karena cara terbaik dan tepat untuk memperoleh data peningkatan hasil belajar adalah dengan membandingkan hasil belajar sebelum diberikan perlakuan dengan hasil belajar setelah perlakuan. Sugiyono (2014:107) menjelaskan bahwa metode ini digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Dalam bukunya, Sarwono (2006:17) menambahkan bahwa penelitian eksperimental menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur, dan sepesifik.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

S PTA 1105706 Chapter5

S PTA 1105706 Chapter5

2) Bagi Guru di SMK Negeri 2 Garut, dapat mempertimbangkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk menerapkan metode tutorial, karena dilihat dari hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa penerapan metode tutorial pada mata pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik lagi dibandingkan dengan menggunakan metode sebelumnya melalui ceramah oleh guru secara satu arah atau modul pembelajaran saja. Guru mata pelajaran juga sebaiknya ikut berperan serta dalam mengembangkan metode tutorial yang digunakan baik dari segi desain dan juga isi, agar dapat lebih meningkatkan minat dan perhatian siswa sehingga dapat memberikan dampak yang lebih positif lagi; 3) Bagi Siswa Siswi di SMK Negeri 2 Garut, siswa yang menggunakan metode
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Tutorial pada Mata Pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 2 Garut.

Penerapan Metode Tutorial pada Mata Pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 2 Garut.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan desain nonequivalent control group design. Eksperimen dilakukan pada siswa kelas XI TGB 1 dan XI TGB 2 masing-masing terdiri dari kelompok kontrol (16 responden) dan kelompok eksperimen (18 responden). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode tutorial lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata N-Gain, yaitu kelas kontrol berada pada rentang golongan rendah, sedangkan untuk kelas eksperimen berada pada rentang golongan sedang. Berdasarkan dari hasil nilai N-Gain dan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan metode tutorial dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional dalam mata pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

S PTA 1105706 Abstract

S PTA 1105706 Abstract

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen semu ( quasi eksperimental design ) dengan desain nonequivalent control group design. Eksperimen dilakukan pada siswa kelas XI TGB 1 dan XI TGB 2 masing-masing terdiri dari kelompok kontrol (16 responden) dan kelompok eksperimen (18 responden). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode tutorial lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata N-Gain, yaitu kelas kontrol berada pada rentang golongan rendah, sedangkan untuk kelas eksperimen berada pada rentang golongan sedang. Berdasarkan dari hasil nilai N-Gain dan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan metode tutorial dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional dalam mata pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Desain Interior terhadap Kenyam

Pengaruh Desain Interior terhadap Kenyam

Kemudian dalam pencapaiannya memenuhi lima fungsi tersebut, diperlukan sarana dan prasarana yang telah direncanakan sebelumnya yang mampu diubah sesuai dengan keperluan masa mendatang perpustakaan tersebut. Keamanan dan kenyamanan pengguna serta keselamatan bahan pustaka di perpustakaan bersangkutan semaksimal mungkin. Keamanan dan kenyamanan dibutuhkan, agar pengguna dapat dengan leluasa memanfaatkan bahan pustaka dalam perpustakaan demi kebutuhan informasinya yang nantinya akan berdampak positif bagi loyalitas pengguna terhadap koleksi perpustakaan, dan banyak aspek yang dibutuhkan demi menjamin hal tersebut. Salah satu dari sekian banyak aspek yang menyangkut kenyaman dan keamanan tersebut adalah bagaimana desain interior perpustakaan itu sendiri yang direncanakan oleh pihak perpustakaan sesuai dengan kriteria standar.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Desain Museum Ekologi Surabaya untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Warga Surabaya

Desain Museum Ekologi Surabaya untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Warga Surabaya

Terakhir sesuai dengan rekomendasi Desain Arsitektur Ekologis dari Frick, H., dkk., (1998); Frick, H. ,dkk., (2006); dan Yeang, K., (2008) dilakukan integrasi sistem – sistem yang ramah lingkungan dalam desain museum. Hal ini mencakup sistem struktur, sistem distribusi listrik, sistem distribusi air bersih, sistem distribusi air kotor, sistem distribusi sampah, sistem penghawaan aktif, sistem pencahayaan, sistem penanggulangan kebakaran, sistem air hujan, sistem material dan lansekap bangunan. Dan karena kebutuhan ruang – ruang laboratorium maka sistem penghawaan pasif disediakan secara terbatas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG

GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG

 Mengumpulkan informasi yang dipertanyakan dan menentukan sumber (melalui benda konkrit di lapangan, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan terkait komposisi, harmoni, dan estetik Konsep ruang pada interior

8 Baca lebih lajut

Kata Kunci: kaum urban, gaya hidup, representasi, arsitektur, kafe, semiotik. PENDAHULUAN - REPRESENTASI GAYA HIDUP KAUM URBAN DI SURABAYA PADA ARSITEKTUR KAFE CALIBRE COFFEE ROASTERS DAN HISTORICA COFFEE & PASTRY (Sebuah analisis Semiotika melalui Desain

Kata Kunci: kaum urban, gaya hidup, representasi, arsitektur, kafe, semiotik. PENDAHULUAN - REPRESENTASI GAYA HIDUP KAUM URBAN DI SURABAYA PADA ARSITEKTUR KAFE CALIBRE COFFEE ROASTERS DAN HISTORICA COFFEE & PASTRY (Sebuah analisis Semiotika melalui Desain

Pembahasan pertama adalah identifikasi dan analisis denotasi dan konotasi melalui elemen dasar dan elemen modifikasi arsitektur pada kedua kafe tersebut. Pada area eksterior kafe Calibre Coffee Roasters, elemen dasar barrier dari Calibre Coffee Roasters adalah kerangka baja hitam dengan kaca sebagai bagian depan, dengan jalan setapak (dalam elemen dasar arsitektur, disebut sebagai path) menggunakan pavling blocks dan di elemen dasar platform atau Raised Area yang ditandai dengan dua buah anak tangga menuju ke pintu utama Calibre Coffee Roasters seperti yang tervisualkan pada gambar 3.2. Elemen dasar Barrier (pembatas satu ruangan ke ruangan lain) dalam eksterior Calibre Coffee Roasters ditampilkan dengan kerangka baja berwarna hitam dan kaca tembus pandang berukuran besar. Kaca tembus pandang dengan kerangka baja hitam berfungsi pula sebagai elemen dasar openings (pintu dan jendela) dan juga berfungsi sebagai pembatas antara wilayah dalam dan luar kafe. Selain itu juga berfungsi sebagai masuknya cahaya matahari untuk elemen modifikasi penerangan (lighting) di dalam ruangan pada saat pagi sampai siang hari.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Materi Desain Interior II: Jenis Bangunan

Materi Desain Interior II: Jenis Bangunan

Syst em t anda yang dim unculkan pada bangunan public harus dapat dibaca oleh t arget audiencenya dengan jelas. Sign syst em sendiri t erdiri dari berbagai hal ant ara lain, w ayfinding, t raffic sign, signboard dan bent uk sign lain yang dit erapkan pada int eriornya. Sign syst em akan m em udahkan pengguna dalam m em anfaat kan fasilit as yang ada pada bangunan t ersebut .

3 Baca lebih lajut

Buku Panduan Nirmana 2 Dimensi

Buku Panduan Nirmana 2 Dimensi

Jika kita telah lebih jauh, nirmana mirip dengan Tipografi (ilmu huruf) yaitu tentang mengorganisasikan sesuatu untuk mencapai kualitas artistik pada sebuah karya seni atau desain. Nirmana berbicara tentang harmoni, keselarasan soal rasa, dan impresi pada sebuah bentuk. Nirmana tidak hanya mencakup 2 dan 3 dimensi saja melainkan menjelajah sebuah ruang yang disebut dengan ruang maya.

18 Baca lebih lajut

Pengertian seni rupa 2 dimensi dan seni

Pengertian seni rupa 2 dimensi dan seni

Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk. Dalam membuat hasil karya seni rupa, ada berbagai macam teknik. Teknik-teknik dasar dalam seni rupa 2 dimensi dan 3dimensi – masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya. Hal ini juga berlaku pada teknik pembuatan karya seni rupanya, meskipun secara umum semua teknik yang digunakan terdapat

7 Baca lebih lajut

Pedoman Kegiatan Survei Konstruksi Perorangan 2013

Pedoman Kegiatan Survei Konstruksi Perorangan 2013

Kelompok ini mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya, seperti jalan raya, pekerjaan gedung, pekerjaan sipil pertanian, perhubungan dan penyiapan lahan lainnya, seperti peledakan bukit, tes pengeboran, pengurukan, perataan, pemindahan tanah dan reklamasi pantai, pembuatan saluran drainase. Kegiatan yang termasuk pada kelompok ini antara lain, seperti pembersihan tempat yang digunakan untuk bangunan, pembukaan lahan (penggalian, pengurukan, perataan lahan konstruksi, penggalian parit, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan sebagainya), penggalian, pengeboran dan pengambilan contoh untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan sejenis, persiapan lahan untuk penambangan meliputi pemindahan timbunan dan pengembangan serta persiapan lahan dan properti mineral, tidak termasuk penyiapan lahan untuk pertambangan minyak dan gas. Termasuk pembangunan lahan drainase dan pengeringan lahan pertanian atau kehutanan.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Desain interior I

Desain interior I

Konsep desain interior adalah dasar pemikiran desainer di dalam memecahkan permasalahn atau problem desain. Konsep desain ditetapkan setelah desainer dapat mengidentifikasi atau menyimpulkan problem desain sebagai hasil analisa data yang diperoleh dari pemberi tugas. Oleh karena itu, sebuah konsep desain dinilai baik bila data yang diperoleh dari pemberi tugas/user/klien/ lengkap dan akurat.

70 Baca lebih lajut

4472-KST-Desain Produk Interior dan Landscaping

4472-KST-Desain Produk Interior dan Landscaping

9 Membuat gambar kerja desain produk interior danlandscaping bahan logam Menjelaskan prosedur pembuatan gambar kerja bahan logam Mengidentifikasi objek desain produk interior danlan[r]

2 Baca lebih lajut

KONSEP DAN GAYA EKSTERIOR bangunan

KONSEP DAN GAYA EKSTERIOR bangunan

k. Arsitektur Minimalis Adalah desain arsitektur yang meminimalkan bentuk- bentuk yang tidak diperlukan. Arsitektur minimalis banyak dipengaruhi olen arsitektur jepang. Ciri arsitektur minimalis adalah dengan penggunaan bentuk-bentuk yang sederhana dan simpel sesuai dengan fungsinya. Dengan adanya bukaan yang lebar untuk pencahayaan juga merupakan ciri dari arsitektur minimalis, selain itu penggunaan lampu soro pada dinding sebagai aksen yang hidup pada malam hari.

8 Baca lebih lajut

Desain Interior I

Desain Interior I

Konsep desain interior adalah dasar pemikiran desainer di dalam memecahkan permasalahn atau problem desain. Konsep desain ditetapkan setelah desainer dapat mengidentifikasi atau menyimpulkan problem desain sebagai hasil analisa data yang diperoleh dari pemberi tugas. Oleh karena itu, sebuah konsep desain dinilai baik bila data yang diperoleh dari pemberi tugas/user/klien/ lengkap dan akurat.

70 Baca lebih lajut

Perancangan Gedung Kesenian Musik Dan Tari Tradisional Jawa Barat.

Perancangan Gedung Kesenian Musik Dan Tari Tradisional Jawa Barat.

Setelah dipaparkan secara singkat diatas mengenai penggabungan dua unsur antara tradisional dan modern, pada bagian ini akan dibahas lebih dalam lagi tentang penggabungan anatara dua unsur tersebut yang nantinya akan menjadi konsep utama dalam perancangan proyek ini. Unsur modern yang dominan pada site ini menjadi latar belakang dari konsep ini. Bangunan yang ada pada sekitar site ini merupakan bangunanbangunan yang menjadi citra kota Bandung, bangunan yang paling kuat citra Bandungnya adalah Gedung Sate, dan tidak jauh dari proyek perancangan gedung kesenian yang akan dirancang.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Unsur unsur seni lukis dengan

Unsur unsur seni lukis dengan

Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Karya seni rupa berupa gambar ataupun lukisan bermula dari titik. Titik adalah salah satu elemen dalam seni rupa yang paling kecil, dan merupakan elemen paling dasar dalam seni rupa atau design. Apabila suatu titik ditarik akan menjadi suatu garis, dan titik apabila diolah secara luas akan menjadi suatu bidang. Titik

9 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG DI SMK NEGERI 2 SUKOHARJO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GUIDED NOTE TAKING (GNT).

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG DI SMK NEGERI 2 SUKOHARJO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GUIDED NOTE TAKING (GNT).

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung dengan penerapan model pembelajaran koopertatif tipe Guided Note Taking (GNT) pada siswa Teknik Gambar Bangunan yang mengambil mata pelajaran Teknik Gambar Bangunan di SMK negeri 2 Sukoharjo. (2) Mengetahui peningkatan aktivitas belajar pada mata pelajaran Gambar Interior dan Eksterior Bangunan Gedung dengan penerapan model pembelajaran koopertatif tipe Guided Note Taking (GNT) pada siswa Teknik Gambar Bangunan yang mengambil mata pelajaran Teknik Gambar Bangunan di SMK negeri 2 Sukoharjo.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN GENDER TERHADAP PREFER

ANALISIS HUBUNGAN GENDER TERHADAP PREFER

Metode penelitian adalah penelitian lapangan dengan penekanan pada aspek kuantitatif dan kualitatif. Aspek kualitatif yang dimaksud adalah karakteristik desain yang tidak bisa dinyatakan dalam bentuk besaran atau angka seperti, kerapian, kerumitan, dll. Berbeda dengan kualitatif, aspek kuantitatif ditekankan pada aspek desain yang dapat diukur seperti, besar ruangan, dll. Kedua aspek tersebut dikaji untuk mendata secara detail kriteria ideal setiap orang. Lalu menganalisa jumlah suara yang masuk atas suatu preferensi dalam aspek desain rumah, seperti, pola dekorasi, ukuran
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...