gelombang singkat

Top PDF gelombang singkat:

KLASIFIKASI KAIN SUMBA  MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN  KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul KlasifikasiKain Sumba Menggunakan Gelombang Singkat dan Backpropagation dengan baik dan tepat waktu.

18 Baca lebih lajut

Pengenalan Pola Sinyal Kardiografi dengan Menggunakan Alihragam Gelombang Singkat

Pengenalan Pola Sinyal Kardiografi dengan Menggunakan Alihragam Gelombang Singkat

Sinyal Kardiografi merupakan sinyal yang diperoleh dari proses perekaman menggunakan 12 sadapan yang dipasang pada dada, lengan kanan, lengan kiri dan tungkai kaki sebelah kiri. Rekaman tersebut memungkinkan terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh adanya kesulitan teknik Elektrokardiografi (EKG). Sinyal kardiografi memiliki pola morfologi atau tata bentuk yang selalu berubah baik pada pasien yang berbeda maupun pada pasien yang sama. Pada sinyal kardiografi mengandung banyak derau. Untuk itu perlu pengolahan sinyal yang sesuai dengan jenis sinyal kardiografi. Tahapan penelitian meliputi penyiapan data, pra pemrosesan, dan pengolahan sinyal dengan metode alih ragam gelombang singkat. Metode alihragam gelombang singkat merupakan metode yang dapat digunakan untuk menyajikan data dan fungsi kedalam komponen frekuensi lainnya. Proses pengolahan sinyal kardiografi dengan menggunakan alihragam gelombang-singkat memiliki keberhasilan tinggi. Dengan alihragam gelombang- singkat ini dimungkinkan pelokasian frekuensi-waktu. Dengan metode membatasi dan menghilangkan bagian-bagian sinyal yang dianggap tidak banyak memberikan informasi. Setelah melalui proses pengolahan sinyal dilanjtkan dengan pengenalan pola menggunakan metode symlet pada alihragam gelombang singkat. Yang diharapkan mendapatkan tingkat akurasi 96%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Website : jurnal.umj.ac.idindex.phpsemnastek PENGARUH DERAU (NOISE) PADA PEMAMPATAN INTRA- FRAME URUTAN CITRA GERAK TARI HEGONG MENGGUNAKAN ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT

Website : jurnal.umj.ac.idindex.phpsemnastek PENGARUH DERAU (NOISE) PADA PEMAMPATAN INTRA- FRAME URUTAN CITRA GERAK TARI HEGONG MENGGUNAKAN ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT

memanfaatkan teknologi pemampatan, maka penyebaran data menjadi lebih cepat hal ini disebabkan ukuran data yang lebih kecil dari ukuran aslinya sehingga mempermudah proses pengiriman data atau dapat mengurangi kebutuhan terhadap kapasitas media penyimpanan. Jenis data yang dimampatkan pada penelitian ini adalah urutan data citra bergerak. Hegong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Sikka, NTT. Tarian ini dimainkan pada acara penyambutan tamu, para penarinya terdiri dari pria dan wanita, gerakan tariannya pun beragam. Dalam hubunganya dengan citra, pengambilan objek pada tarian hegong ini dapat mengurutkan citranya. Kemudian dari urutan citra tersebut akan dimampatkan melalui pemampatan intra-frame menggunakan Alihragam gelombang- singkat (wavelet). Pada penelitian ini akan membandingkan fungsi gelombang-singkat dari keluarga Daubechies, Coiflet, Symlet, untuk mendapatkan persentase Rasio pemampatan dan nilai PSNR dengan memberikan Derau(noise) pada citranya. Dari hasil perbandingan tersebut maka akan diketahui fungsi gelombang-singkat dari keluarga Daubechies, Coiflet, Symlet, yang memiliki nilai Rasio pemampatan dan nilai PNSR yang terbesar dengan pengaruh Derau(noise). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pemamptan intra-frame urutan citra gerak tari Hegong maka didapatkan bahwa keluarga keluarga coiflet 5 mempunyai nilai PSNR yang tertinggi namun rasio kompresinya rendah. Rasio Kompresi yang tertinggi adalah kelurga Haar , namun nilai PSNRnya rendah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN   DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

Kebakaran hutan gambut merupakan salah satu bencana yang merugikan, banyak aktifitas, kegiatan dan kesehatan masyarakat yang terganggu, kehidupan ekosistem yang berkurang, sehingga hal ini menjadi perhatian pihak luas, baik nasional maupun internasional. Kebakaran hutan gambut ini dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jauh. Perkembangan teknologi penginderaan jauh menggunakan satelit Citra MODIS telah digunakan dalam berbagai bidang salah satunya untuk pemantauan kebakaran hutan secara multitemporal. Informasi titik api yang diperoleh dari proses pengolahan citra MODIS dapat diperoleh dengan ekstraksi ciri citra menggunakan Gelombang-singkat, sehingga hasil dari ektraksi ini dapat menjadi masukan dalam proses deteksi titik api menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan. Dalam penelitian ini data suhu permukaan yang digunakan adalah satelit Terra MODIS dengan memanfaatkan kanal 31 dan 32 serta menggunakan algoritma Coll, et.al., data kebakaran hutan dari Dinas Kebakaran Hutan Kota Dumai, untuk ekstraksi ciri menggunakan Gelombang-singkat Haar, Coiflet1 dan Symlet5, serta Jaringan syaraf tiruan Backpropagation untuk mengenali pola titik api.Penelitian ini dilakukan di Kota Dumai Provinsi Riau. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan kanal 31 dan 32 pada citra satelit Terra MODIS dapat digunakan untuk deteksi titik api, dari citra yang diolah didapatkan lebih dari 17 titik api dengan kisaran suhu sebesar 27 0 C – 32 0 C. Sedangkan hasil Pengenalan Pola dengan titik api menggunakan Gelombang-singkat dan Jaringan Backpropagation dengan citra input berupa citra satelit 8 bit dengan ukuran 512 x 512 yang diperoleh dari data satelit ternyata memberikan hasil yang cukup baik dengan performance sebesar 100% pada citra hasil dekomposisi Gelombang-singkat Haar dan Coiflet 1 sedangkan untuk Gelombang-singkat memberikan performance sebesar 40%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perancangan Gelombang Singkat (Wavelet) yang Cocok untuk Sinyal Dua-Dimensi Iris Mata

Perancangan Gelombang Singkat (Wavelet) yang Cocok untuk Sinyal Dua-Dimensi Iris Mata

2.2 Alihragam Gelombang Singkat ( Wavelet – GS) GS adalah fungsi yang memenuhi persyaratan matematika tertentu yang mampu melakukan dekomposisi terhadap sebuah fungsi (Rahmawati, 2007). Secara hierarki untuk merepresentasikan data atau fungsi lainnya. GS dapat digunakan untuk menggambarkan sebuah model atau gambar asli ke dalam fungsi matematis tanpa memperhatikan bentuk dari model berupa citra, kurva atau sebuah bidang. Alihragam GS merupakan sebuah fungsi yang mengubah sinyal dari kawasan waktu ke kawasan frekuensi atau skala.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS UCAPAN VOKAL BAHASA INDONESIA DENGAN ALIHRAGAM PAKET GELOMBANG SINGKAT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS UCAPAN VOKAL BAHASA INDONESIA DENGAN ALIHRAGAM PAKET GELOMBANG SINGKAT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pada aplikasi pengenalan vokal Bahasa Indonesia /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/ rekaman suara manusia yang melafalkan hanya satu jenis suara vokal dalam format wav dialihragamkan menggunakan paket gelombang singkat. Dari alihragam tersebut didapatkan keluaran yang menggambarkan ciri dari data masukan yang berupa ucapan vokal /a/, /i/, /u/, /e/, atau /o/ dalam bentuk spektrum warna.

7 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI  KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

Pada penelitian ini akan dibuat sistem klasifikasi motif sebagai solusi dalam proses mengklasifikasi motif kain Sumba dengan menggunakan metode WAVELET dan JST Backpropagation.. 2.2 Land[r]

25 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

PENDAHULUAN KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

3 Bernardinus Arisandi, dkk, 2011 Pengenalan Motif Batik Dengan Rotated Wavelet Filter Dan Neural Network Membangun aplikasi yang dapat mengenali batik berdasarkan klasifikasi jenis[r]

9 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

KESIMPULAN DAN SARAN KLASIFIKASI KAIN SUMBA MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT DAN BACKPROPAGATION.

2) a. Klasifikasi motif kain sumba berbasis transformasi wavelet dan jaringan syaraf tiruan memberikan hasil yang baik hal ini terbukti dengan tingkat kesuksesan klasifikasi yang bernilai diatas 90% dan waktu klasifikasi yang singkat sekitar (3,301 detik).

16 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

KESIMPULAN DAN SARAN DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

Pengolahan data yang dilakukan menunjukkan kemampuan citra satelit Terra MODIS dalam mengekstrak parameter suhu permukaan yang berguna untuk mengidentifikasi titik api, sehingga dapat d[r]

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

PENDAHULUAN DETEKSI SEBARAN TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN GAMBUT MENGGUNAKAN GELOMBANG-SINGKAT DAN BACKPROPAGATION (STUDI KASUS KOTA DUMAI PROVINSI RIAU).

Penelitian tentang Jaringan Syarat Tiruan telah dilakukan oleh Yongjun, et.al, 2009 dalam penelitian ini membahas tentang penginderaan jauh untuk monitoring hutan bambu menggunakan Jar[r]

8 Baca lebih lajut

Spektrum Gelombang Elektromagnetik Gelombang Radio

Spektrum Gelombang Elektromagnetik Gelombang Radio

Sinar ultraungu atau disebut juga sinar ultraviolet datang dari matahari berupa radiasi ultraviolet memiliki energi yang cukup kuat dan dapat mengionisasi atom- atom yang berada di lapisan atmosfer. Dari proses ionisasi atom-atom tersebut dihasilkan ion-ion, yaitu atom yang bermuatan listrik. Lapisan yang terdiri dari ion-ion ini membentuk lapisan khusus dalam atmosfer yang disebut ionosfer. Lapisan ionosfer yang terisi dengan atom-atom bermuatan listrik ini dapat memantulkan gelombang elektromagnetik frekuensi rendah (berada dalam spektrum frekuensi gelombang radio medium) dan dimanfaatkan dalam transmisi radio.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KAB (13)

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KAB (13)

100. Teori gelombang yang menyatakan bahwa gaya gesek angin dengan permukaan air laut yang akan membangkitkan gelombang dibuat pertama kali oleh Admiral Sir Francis Beaufort (1808) yang kemudian dikenal sebagai skala angin Beaufort. Pernyataan kondisi angin yang terdapat di bawah ini yang paling benar adalah_______

24 Baca lebih lajut

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATENKOTA 2018 CALON TIM OLIMPIADE KEBUMIAN INDONESIA 2019

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATENKOTA 2018 CALON TIM OLIMPIADE KEBUMIAN INDONESIA 2019

100. Teori gelombang yang menyatakan bahwa gaya gesek angin dengan permukaan air laut yang akan membangkitkan gelombang dibuat pertama kali oleh Admiral Sir Francis Beaufort (1808) yang kemudian dikenal sebagai skala angin Beaufort. Pernyataan kondisi angin yang terdapat di bawah ini yang paling benar adalah_______

24 Baca lebih lajut

Karya Tulis Ilmiah Gelombang Elektromagn

Karya Tulis Ilmiah Gelombang Elektromagn

Suatu sistem telekomunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai pembawa sinyal informasinya pada dasarnya terdiri dari antena pemancar dan antena penerima. Sebelum dirambatkan sebagai gelombang radio, sinyal informasi dalam berbagai bentuknya (suara pada sistem radio, suara dan data pada sistem seluler, atau suara dan gambar pada sistem TV) terlebih dahulu dimodulasi. Modulasi di sini secara sederhana dinyatakan sebagai penggabungan antara getaran listrik informasi (misalnya suara pada sistem radio) dengan gelombang pembawa frekuensi radio tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

I. GELOMBANG - GELOMBANG GETRAN DAN BUNYI

I. GELOMBANG - GELOMBANG GETRAN DAN BUNYI

Sebuah gelombang sinus berpropagasi pada arah x positif dengan amplitodo 15 cm, panjang gelombang 40 cm dan frekuensi 8 Hz. Pada saat t=0 dan x=0, simpangannya adalah 15 cm Tentukan bilangan gelombang k, perioda T dan frekuensi sudut dan kecepatan gelombang

54 Baca lebih lajut

Persamaan gelombang berjalan dan gelombang tegak

Persamaan gelombang berjalan dan gelombang tegak

Untuk menggetarkan ujung kawat A dapat pula dipakai alat vibrator. Setelah terbentuk pola gelombang stasioner dalam kawat dan jika diamati akan terlihat adanya simpul dan perut di antara simpul-silpul tersebut. Diantara simpul-simpul itu antara lain adalah A dan K yaitu ujung-ujung kawat tersebut, ujung A pada garpu tala dan simpul K pada bagian yang ditumpu oleh katrol. Pada seluruh panjang kawat AK = L dibuat terjadi 4 gelombang, maka kawat mempunyai  1 = 1 4 L. Apabila f adalah frekwensi getaran tersebut, maka

15 Baca lebih lajut

Mengenal Macam macam Gelombang (1)

Mengenal Macam macam Gelombang (1)

1. Gelombang transversal. Yakni jenis gelombang dengan arah getaran yang tegak lurus dengan arah rambatannya. Satu gelombang dalam jenis ini terdiri atas satu lembah dan juga satu bukit. Contoh gelombang transversal ini adalah gelombang pada riak air dan gelombang pada benang yang digetarkan.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH ANGIN TERHADAP TINGGI GELOMBANG PADA STRUKTUR BANGUNAN BREAKWATER DI TAPAK PADERI KOTA BENGKULU

PENGARUH ANGIN TERHADAP TINGGI GELOMBANG PADA STRUKTUR BANGUNAN BREAKWATER DI TAPAK PADERI KOTA BENGKULU

Keadaan Pantai Tapak Paderi Bengkulu telah banyak mengalami kerusakan berupa abrasi, dan sedimentasi yang disebabkan oleh hempasan gelombang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecepatan angin sebagai data sekunder untuk perhitungan tinggi gelombang signifikan (Hs) dan desain struktur bangunan (breakwater) di Tapak Paderi Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data angin 10 tahun terakhir (2002- 2012) dan data pasang surut (bulan Mei data terbesar di tahun 2009). Data ini diperoleh dari Badan Meteriologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas II pulau Baai Bengkulu, dan data dimensi bangunan (breakwater) diperoleh dari PT. Waskita Karya cabang Bengkulu. Data primer berupa pencatatan tinggi gelombang secara langsung di lapangan di daerah Tapak Paderi Bengkulu. Analisis data ini menggunakan perhitungan pemecah gelombang tipe sisi miring. Proses perhitungan menggunakan program worksheet yang selanjutnya hasil dari penelitian ini diperoleh tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 2,832 meter, periode gelombang signifikan (Ts) sebesar 8,399 detik. Hasil perhitungan yang lain adalah kondisi gelombang direncana lokasi pemecah gelombang (breakwater) mengalami gelombang pecah karena db>dLWL>dHWL, elevasi puncak breakwater sebesar 5,385 meter dan tinggi breakwater sebesar 6,432 meter, berat batu (W) sebesar 3,867 ton, lebar puncak sebesar 3,913 meter, tebal lapis lindung (t) terdiri dari 3 lapisan yaitu t 1 sebesar 2,609 m, t 2 sebesar 1,211 meter, t 3 sebesar
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 7496 documents...