gelombang ultrasonik

Top PDF gelombang ultrasonik:

PELARUTAN FOSFOR DARI BATUAN FOSFAT DENGAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

PELARUTAN FOSFOR DARI BATUAN FOSFAT DENGAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

Gelombang ultrasonik dibagi menjadi 3 jenis, destructive, non-destructive, dan biomedical inspections. Pengujian destructive dengan frekuensi di bawah 20 kHz digunakan untuk pra pengeringan biji-bijian dan buah-buahan, karena mampu menyebabkan berubahnya struktur jaringan bahan. Pengujian non destructive didefinisikan sebagai kegiatan mengidentifikasikan sifat fisik dan mekanis suatu bahan tanpa merusak atau mengganggu produk akhir sehingga diperoleh

37 Baca lebih lajut

Pengaruh Dimensi Terhadap Kecepatan Gelombang Ultrasonik Pada 3 Jenis Kayu

Pengaruh Dimensi Terhadap Kecepatan Gelombang Ultrasonik Pada 3 Jenis Kayu

Terdapat 2 macam cara untuk menduga kualitas kayu yaitu pengujian destruktif (Destuctive Testing) dan pengujian non destruktif (Non Destructive Testing). Pengujian destruktif yaitu pengujian terhadap suatu bahan dengan memberikan beban sampai mengalami kerusakan, sedangkan pengujian non destruktif merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi sifat fisis dan mekanis suatu material tanpa merusak atau mengganggu produk akhir sehingga diperoleh informasi yang tepat terhadap sifat dan kondisi bahan tersebut yang berguna untuk menentukan keputusan akhir pemanfaatannya (Ross et al., 1998 dan Malik et al., 2002). Salah satu bentuk pengujian non destruktif adalah metode gelombang ultrasonik. Pengujian metode ini sebelumnya hanya diterapkan untuk bahan-bahan yang bersifat homogen dan isotropik seperti baja, besi, plastik, keramik dan lain- lain. Perkembangan selanjutnya metode ultrasonik juga digunakan untuk menduga kualitas kayu. Secara individu kayu memiliki keragaman karakteristik yang unik akibat adanya faktor genetik dan pengaruh kondisi tempat tumbuh seperti : suhu, angin, kelembaban dan sebagainya. Fokus dari pe nelitian ini adalah untuk mengamati perilaku rambatan gelombang ultrasonik pada kayu sebagai salah satu metode pengujian non destruktif.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Karakteristik Sifat Fisis dan Kecepatan Gelombang Ultrasonik Pohon Penghasil Gaharu Jenis Aquilaria microcarpa Baill.

Karakteristik Sifat Fisis dan Kecepatan Gelombang Ultrasonik Pohon Penghasil Gaharu Jenis Aquilaria microcarpa Baill.

Permintaan gaharu di pasar lokal dan internasional membuat masyarakat berlomba-lomba mendapatkan gaharu. Apabila dilakukan pemanenan berlebihan, maka hal ini pada akhirnya dapat mengancam kelestarian pohon-pohon penghasil gaharu. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi untuk menduga keberadaan gaharu sebelum dilakukannya kegiatan pemanenan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik sifat fisis berupa kerapatan dan kadar air serta kecepatan gelombang ultrasonik pohon penghasil gaharu jenis Aquilaria microcarpa Baill. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah 60 pohon jenis Aquilaria microcarpa Baill. yang memiliki diameter batang minimal 15 cm dengan 3 kondisi perlakuan, yaitu kontrol, inokulasi secara buatan sebanyak 1 kali dan 3 kali. Pengujian kecepatan gelombang ultrasonik dilakukan pada 2 arah pengujian, yaitu arah pengujian radial untuk melihat kondisi internal pohon dan arah pengujian longitudinal untuk melihat nilai kekakuan kayunya menggunakan alat uji non destruktif merk Sylvatest Duo®. Pengujian sifat fisis yang terdiri dari kadar air dan kerapatan dilakukan dari bagian kulit hingga empulur. Hasil pengujian kecepatan gelombang ultrasonik arah radial menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang ultrasonik pada ketinggian 20 cm, 130 cm dan 200 cm pada pohon kontrol memiliki rataan masing-masing sebesar 969 m det -1 , 915 m det -1 dan 943 m det -1 , pada pohon yang diinokulasi 1 kali sebesar 955 m det -1 , 913 m det -1 dan 911 m det -1 , dan pada pohon yang diinokulasi 3 kali sebesar 1008 m det -1 , 928 m det -1 dan 953 m det -1 . Hasil analisis sidik ragam menunjukkan interaksi antara tinggi pengujian dan perlakuan inokulasi serta faktor tunggal keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai kecepatan gelombang ultrasonik. Hasil pengujian longitudinal menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang ultrasonik pohon kontrol, pohon yang diinokulasi satu kali dan tiga kali masing-masing sebesar 3366 m det -1 , 3188 m det -1 dan 2817 m det -1 . Nilai kekakuan kayu yang diuji pada sisi utara dan selatan pohon kontrol memiliki rataan masing-masing sebesar 9.120 GPa dan 9.268 GPa, pada pohon yang diinokulasi 1 kali masing-masing sebesar 8.259 GPa dan 8.736 GPa, dan pada pohon yang diinokulasi 3 kali masing-masing sebesar 5.877 GPa dan 5.530 GPa. Faktor kegiatan inokulasi berpengaruh secara nyata terhadap nilai kecepatan gelombang ultrasonik arah longitudinal dan nilai kekakuan dinamis kayu dari pohon penghasil gaharu. Nilai kerapatan pada pohon kontrol, 1 kali inokulasi dan 3 kali inokulasi masing-masing memiliki rataan 0.76 g cm -3 , 0.77 g cm -3 dan 0.72 g cm -3 dengan nilai kadar air masing-masing sebesar 53.83%, 55.67% dan 50.05%.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kajian Karakteristik Gelombang Ultrasonik Pada Beras (Oryza sativa L.)

Kajian Karakteristik Gelombang Ultrasonik Pada Beras (Oryza sativa L.)

Pada dasaranya penggunaan gelombang ultrasonik telah dimulai sejak perang dunia II untuk mendeteksi kedalaman laut. Teknologi gelombang ultrasonik telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Seperti dalam bidang kedokteran yaitu untuk mendiagnosa janin, organ tubuh dan jaringan. Aplikasi teknologi gelombang ultrasonik pada komoditas pertanian telah berhasil dilakukan oleh Garret dan Furry (1992) bahwa pada buah yang tidak berbiji seperti apel dapat ditentukan sifatnya dengan mengukur kecepatan gelombang ultrasonik. Jivanuwong (1998) menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengetahui kerusakan pada sayuran kentang.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

STUDI PARAMETER FISIK TANAH DENGAN GELOMBANG ULTRASONIK

STUDI PARAMETER FISIK TANAH DENGAN GELOMBANG ULTRASONIK

Kondisi dan tipe permukaan dari contoh tanah mutlak ditentukan pada semua tipe pengujian dengan ultrasonik. Dengan variasi kriteria perbedaan derajat kekasaran, maka hasil tes tidak akan selalu dapat dikorelasikan satu dengan yang lain. Untuk pekerjaan mekanik derajat kehalusan permukaan tidak mempengaruhi hasi pengujian, asalkan ketidakteraturan yang menyebabkan kekasaran tidak melebihi 1/10 panjang gelombang ultrasonik yang digunakan.

12 Baca lebih lajut

akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Kata kunci:Crack, Nonconductive coating, Ultrasonic testing. PENDAHULUAN -

akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Kata kunci:Crack, Nonconductive coating, Ultrasonic testing. PENDAHULUAN -

Abstrak — Konstruksi kapal yang telah beroperasi seringkali terjadi cacat pada daerah lasnya.Cacat yang timbul seperti retak,seringterjadi tanpa disadari padasambungan las yang telah dilapisi cat sebelumnya.Retak tersebut dapat diperiksa menggunakan metode Ultrasonic testing tanpa menghilangkan cat yang terdapat pada sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan cat tersebut terhadap pendeteksian retak dengan metode Ultrasonic testing padafillet joint di braket kapal aluminium.Scanning dilakukan pada face C dari spesimen uji. Pada setiap spesimen diberikan beberapa variasi ketebalan nonconductive coating yaitu 100 mikron, 200 mikron, 250 mikron dan 300 mikron dimana sebelum diberikan variasi ketebalan coating, spesimen terlebih dahulu diberikan retak buatan pada daerah toe las dengan variasi ukuran panjang 70 mm, 30 mm, 20 mm, dan 10 mm, dengan kedalaman 2 mm, 4 mm, 6 mm, dan 8 mm. Setelah itu tiap spesimen dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode Ultrasonic testing (UT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ketebalan nonconductive coating terhadap pendeteksian panjang dan kedalaman retak, dimana kemampuan pembacaan UT terhadap panjang retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 95,814 %, 200 mikron sebesar 89,510 %, 250 mikron sebesar 87,140 % dan 300 mikron sebesar 85,629 % dari ukuran panjang retak sebenarnya. Sedangkan kemampuan pembacaan UT terhadap kedalaman retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 99,219 %, 200 mikron sebesar 98,167 %, 250 mikron sebesar 97,396 % dan 300 mikron sebesar 96,625 % dari ukuran kedalaman crack sebenarnya. Hal ini disebabkan adanya pelemahan gelombang ultrasonik (atenuasi) pada saat gelombang ultrasonik melewati batas permukaan antara nonconductive coating dengan pelat aluminium yang mempunyai impedansi akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Kata kunci:Crack, Nonconductive coating, Ultrasonic testing.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Gambar 2.1 Fenomena gelombang ultrasonik saat ada penghalang [1]

Gambar 2.1 Fenomena gelombang ultrasonik saat ada penghalang [1]

Peralatan piezoelektrik secara langsung mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Tegangan input yang digunakan menyebabkan bagian keramik meregang dan memancarkan gelombang ultrasonik. Tipe operasi transmisi elemen piezoelektrik sekitar frekuensi 32 kHz. Efisiensi lebih baik, jika frekuensi osilator diatur pada frekuensi resonansi piezoelektrik dengan sensitifitas dan efisiensi paling baik. Jika rangkaian pengukur beroperasi pada mode pulsa elemen piezoelektrik yang sama dapat digunakan sebagai transmitter dan reiceiver. Frekuensi yang ditimbulkan tergantung pada osilatornya yang disesuiakan frekuensi kerja dari masingmasing transduser. Karena kelebihannya inilah maka tranduser piezoelektrik lebih sesuai digunakan untuk sensor ultrasonik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Sistem Pemantauan Ketinggian Air Sungai Menggunakan Gelombang Ultrasonik.

Sistem Pemantauan Ketinggian Air Sungai Menggunakan Gelombang Ultrasonik.

2. Gelombang ultrasonik yang dihasilkan oleh sensor ping mampu mengukur ketinggian air, walaupun terdapat sedikit perbedaan hasil ukur antara sistem yang menggunakan sensor ultrasonik/ping dengan hasil pengukuran manual menggunakan mistar karena adanya pembulatan hasil akhir pada output data yang diolah oleh arduino.

19 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik Cover

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik Cover

Salah satu bagian dari ana dan praarana yang mendukung peningkatan ualitas PBM adalah adanya makalah n tulisan tcrkait dengan bidang keilmuan yang ssuai Dengan terbitnya makalah ini s[r]

4 Baca lebih lajut

Pengukuran Rendemen Tebu Menggunakan Gelombang Ultrasonik

Pengukuran Rendemen Tebu Menggunakan Gelombang Ultrasonik

Nira yang sudah jernih ini diukur dengan dalam yang gelap agar diperoleh tingkat ketelitian yang Nilai Brix ditentukan dengan rnernasukkan nira tebu secukupnya ke dalarn suatu kernudian [r]

6 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB II

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB II

B.B IT TRANSDUSER MAGNETOSTRICTIVE Gelomang uloik pada jcni� ini pada dasamya diha�ilkan olch efek kontraksi bahan magnctostrictivc pada inti, yang elanjutnya diteuskan ke membran pe[r]

5 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik Daftar pustaka

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik Daftar pustaka

[3] Matiction: Revealing the llnkno"n Becky Jns: ."TRE>1A productS, Inc Chen Liang: n Diego Sate University Jounal: lEE!; AES Systcrns Me, Marth 16 [4 Fabriation of Pieeic I Magnetoric[r]

1 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB VI

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB VI

BAB I PENUTUP Di bebcrapa uraian dan data diatas daat dilihat bahwa kcmungkinan untuk mclakukan dsain sendiri terhadap scbuah trandsuser ulnic dari jenis magnetostrictive masih mungk[r]

1 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB V

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB V

BABY FAKTOR PENDUKUNG Proses pembcrsihan dengan gelombng ultrasonik mendasarkan pada pclepan partikel kotorn pada emmkaau dengan a menggetarkn partikcl kotorn crt mekanis.. Penggetar[r]

4 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB IV

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB IV

Pada dasamya energi gclombOl ultrasonik yang diha�ilkan semnksimal m1gkin harus disalriO pada eban am hal ini wadah emersih dan isinya, hal inj hanya tcljadi jika aeristik eban da[r]

2 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB III

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB III

Unn1k at pembersih yang cukup korosif akan lebih baik ditenpatkan dalam wadah yang mempunyai peliudung korosif, demikian juga wmk zat lain yang cukup keras harus ditcmpatkan dalam wad[r]

1 Baca lebih lajut

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB I

LAPPEN Andreas Setiawan Pemanfaatan gelombang ultrasonik BAB I

Piezclektrik adalah suatu bahan yang ca fisik daat euh eon1k jika dikenai suatu tegangan juga sebaliknya, ehingga jika ten yang diberikan beubah-uah cukup cepat maka materi piezocle[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 4831 documents...