gom guar

Top PDF gom guar:

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Pengaruh proporsi drug load terhadap disolusi dispersi padat vacuum dried isolat ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica C-95)-Gom Guar - USD Repository

Dalam pembuatan dispersi padat, isolat ekstrak rimpang kunyit yang digunakan berasal dari PT. Phytochemindo Reksa dengan komponen 97,20% kurkuminoid, yang tertera pada Certificate of Analysis. Dalam kurkuminoid terdapat kandungan kurkumin sebesar 60% (Parinussa dan Timotius, 2010). Isolat ekstrak rimpang kunyit yang dilarutkan dalam etanol 70% (suhu 50°C) didispersikan ke dalam gom guar yang dilarutkan dalam aquadest, hingga homogen. Etanol yang digunakan sebagai pelarut serbuk kunyit sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu hingga suhu 50°C karena bila tidak dipanaskan gom guar yang terdispersi akan menggumpal. Pelarut pada campuran tersebut dihilangkan dengan menggunakan vacuum rotary evaporator.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Perilaku Difusi Ketoprofen Melalui Membran Kitosan-Gom Guar

Perilaku Difusi Ketoprofen Melalui Membran Kitosan-Gom Guar

Gom guar tidak bermuatan sehingga tidak terpengaruh oleh pH dan sangat efektif dalam produk-produk asam. Gom ini juga bersifat kompatibel dengan hampir semua hidrokoloid; secara khusus dengan karaginan atau gom xantan, dapat terjadi interaksi sinergis. Interaksi gom guar tidak menghasilkan gel, tetapi hanya meningkatkan kekentalan, karena derajat substitusi rantai tulang punggungnya yang tinggi mengurangi interaksi (Fardiaz 1989). Gom guar juga telah dimanfaatkan sebagai pembawa untuk memperbaiki sistem pengantaran obat ke dalam usus besar untuk mengobati radang usus besar dan kanker usus besar (Kshirsagar 2000).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Stabilitas Obat Anti Peradangan Indometasin Farnesil Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Stabilitas Obat Anti Peradangan Indometasin Farnesil Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2, setelah 3 bulan penyimpanan kadar infar yang tersalut menurun untuk semua formula mikrokapsul. Hal tersebut biasa terjadi pada suatu sediaan obat yang diuji stabilitasnya. Namun, sediaan obat yang stabil hanya mengalami penurunan kadar zat aktif tidak lebih dari 10%. Penurunan kadar infar yang tersalut diduga terjadi karena membran kitosan-gom guar membengkak saat disimpan di dalam climatic chamber. Menurut Nata et al. (2007b) suhu yang tinggi (40±2 °C) dan didukung dengan kadar air yang tinggi (Huang et al. 2006) dapat membengkakkan membran, sehingga pori-pori pada permukaannya akan membesar dan menyebabkan zat aktif di dalamnya mudah terlepas. Semakin lama mikrokapsul ini dikondisikan pada suhu yang tinggi diduga semakin banyak infar yang terlepas. Hal ini terlihat pada Lampiran 10: dari minggu ke minggu kadar infar yang masih tersalut cenderung menurun.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Perilaku Disolusi Ketoprofen Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Perilaku Disolusi Ketoprofen Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Pengaruh konsentrasi gom guar dan glutaraldehida terhadap bobot ketoprofen yang terekstraksi (Gambar 8) memperlihatkan bahwa dengan semakin tinggi konsentrasi glutaraldehida (sampai 4.0%), bobot ketoprofen hasil ekstraksi meningkat, yang ditunjukkan oleh perubahan daerah warna dari merah muda ke merah tua. Pada Gambar 8 juga terlihat bahwa pada kisaran konsentrasi gom guar 0.35−0.39% dan konsentrasi glutaraldehida 3.3−>4.0%, bobot ketoprofen yang akan diperoleh sebesar 240−270 mg. Semakin tinggi konsentrasi gom guar dari daerah optimumnya (perubahan daerah warna dari merah ke biru), bobot ketoprofen akan cenderung menurun. Hal ini diduga karena pada batas konsentrasi tersebut campuran mulai menunjukkan sifat gel sehingga ketoprofen yang tersalut lebih sukar terlepas dari matriks gel yang semakin rapat. Oleh karena itu, konsentrasi tersebut kurang baik untuk mikroenkapsulasi dengan metode pengeringan semprot (campuran terlalu kental atau telah berbentuk gel) dan proses pelepasan
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Pengaruh kombinasi gom xanthan dan gom guar sebagai gelling agent dalam formula pasta gigi ekstrak etanol 70% daun jambu biji (psidium guajava l.) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh kombinasi gom xanthan dan gom guar sebagai gelling agent dalam formula pasta gigi ekstrak etanol 70% daun jambu biji (psidium guajava l.) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas segala berkat dan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga dengan judul Pengaruh Kombinasi Gom Xanthan dan Gom Guar Sebagai Gelling Agent Dalam Formula Pasta Gigi Ekstrak Etanol 70% Daun Jambu Biji (Psidium guajava l.) Dalam Bentuk Gel ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

14 Baca lebih lajut

Sintesis dan Optimalisasi Gel Kitosan-Gom Guar

Sintesis dan Optimalisasi Gel Kitosan-Gom Guar

Gambar 5 menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi glutaraldehida dan gom guar, semakin besar pembengkakan gel. Berger et al, (2004) dan Rohindra et al, (2003) menjelaskan bahwa penambahan senyawa pengikat silang dapat menurunkan pembeng-kakan hidrogel kitosan. Hal ini terjadi karena semakin bertambahnya k onsentrasi glutaraldehida menyebabkan ikatan silang yang terdapat pada jaringan gel semakin rapat dan cairan yang masuk ke dalam struktur tiga dimensinya semakin sulit sehingga menyebabkan daya serap airnya berkurang. Namun, dengan adanya gom guar dalam gel yang berfungsi sebagai polimer tambahan dan dikenal sebagai semi- interprenating network (IPN) dapat meningkatkan kemampuan gel untuk menarik air. Hal ini diduga adanya gugus –NH 2 pada kitosan yang tidak bereaksi dengan glutaraldehida menjadi –NH 3 + yang merupakan
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perilaku disolusi nanokapsul ketoprofen tersalut gel kitosan-alginat secara in vitro

Perilaku disolusi nanokapsul ketoprofen tersalut gel kitosan-alginat secara in vitro

Kitosan merupakan salah satu biopolimer yang telah digunakan dalam mikroenkapsulasi ketoprofen (Yamada et al. 2001). Namun, gel kitosan bersifat rapuh sehingga perlu dimodifikasi. Modifikasi yang pernah dilakukan ialah dengan menambahkan senyawa penaut-silang glutaraldehida dan bahan saling tembus (interpenetrating agent) polivinil alkohol (PVA) (Wang et al. 2004). Bahan saling tembus lainnya yang pernah digunakan adalah gom guar (Sugita et al. 2006), alginat (Sugita et al. 2007b; Cardenas et al. 2003), dan karboksimetil selulosa (CMC) (Sugita et al. 2007a). Modifikasi tersebut menghasilkan sifat reologi kitosan yang lebih kuat dibandingkan dengan tanpa modifikasi. Selain itu, modifikasi juga meningkatkan waktu gelasi.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan

Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan

6 1993). Gom guar lebih dipilih dibandingkan polisakarida galaktomanan yang lain seperti Locust Bean Gum (LGB) dan Tara Gum (TG) karena komposisi rantai manosa:galaktosa (M/G) nya yaitu 2:1, dimana dengan jumlah rantai galaktosa jauh besar dibandingkan LGB dan TG (4:1 dan 3:1) maka gom guar menjadi lebih mudah terdispersi dalam air dingin dengan viskositas jauh lebih besar (Dionisio and Grenha, 2012). Kombinasi gom xanthan dan gom guar dapat memperbaiki uji efektivitas, yaitu uji pengeluaran tube yang kurang baik pada penelitian sebelumnya serta menghemat biaya produksi karena viskositas yang dihasilkan kombinasi gom xanthan dan gom guar lebih besar dibandingkan penggunaan gom xanthan dan gom guar sendiri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Mikroenkapsulasi Minyak Kelapa Murni Menggunakan Penyalut Kitosan

Mikroenkapsulasi Minyak Kelapa Murni Menggunakan Penyalut Kitosan

Kelapa merupakan suatu komoditas perkebunan yang bisa diolah menjadi minyak kelapa murni (VCO). Kelebihan VCO dibanding minyak lainnya adalah VCO mengandung asam lemak jenuh rantai sedang sekitar 64% yang didominasi oleh asam laurat dengan kandungan sekitar 44–52%. Asam laurat di dalam tubuh diubah menjadi monolaurin yang dapat mencegah serangan virus dan bakteri seperti HIV, HSV-1, dan influenza. VCO yang berwujud cair dan berbau khas dibuat menjadi sediaan obat berbentuk mikrokapsul. Bahan penyalut yang digunakan pada penelitian ini adalah kitosan. Kitosan dilarutkan dalam asam asetat 1%, kemudian ditambah gom guar 0.33%, glutaraldehida 4.86%, VCO, dan tween 80. Mikrokapsul dibuat dengan mengeringkan campuran tersebut menggunakan pengering semprot. Mikrokapsul yang diperoleh dilihat morfologinya dengan mikroskop elektron payaran (SEM), diukur kadar air, kadar abu, dan kadar asam laurat dalam VCO. Hasil SEM menunjukkan morfologi mikrokapsul kosong (tanpa VCO) terlihat kisut dan berlubang, sedang mikrokapsul yang terisi VCO tampak bulat dan halus. Kandungan VCO dalam mikrokapsul dengan glutaraldehida dan tanpa glutaraldehida sebesar 21.08 dan 3.37%. Analisis asam laurat dalam VCO sebelum perlakuan, VCO dari mikrokapsul dengan dan tanpa penambahan glutaraldehida berturut-turut sebesar 42.62, 35.12, dan 31.94%.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Kesimpulan: Variasi rasio perbandingan glukomanan dan gom xantan dengan konsentrasi 4% yang terbaik sebagai basis gel pengharum ruangan adalah formula B2 (80:20) dan konsentrasi pewangi minyak apel yang paling disukai pada sediaan gel pengharum ruangan yaitu 8%.

16 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Glukomanan tidak dapat membentuk gel kecuali dengan adanya gom xantan, dimana asosiasi antar rantai mendukung gelasi atau pengentalan (Thomas 1997). Glukomanan dapat membentuk gel yang tidak mudah rusak, mampu mengurangi tegangan permukaan bila di campurkan dengan gom xantan dan dapat menutupi sifat rapuh gel dari gom xantan. Kombinasi glukomanan dengan gom xantan menghasilkan gel yang lebih elastis dan tidak sineresis, gel yang terbentuk bersifat reversible (Ozu, et al., 1993).

4 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Kesimpulan: Variasi rasio perbandingan glukomanan dan gom xantan dengan konsentrasi 4% yang terbaik sebagai basis gel pengharum ruangan adalah formula B2 (80:20) dan konsentrasi pewangi minyak apel yang paling disukai pada sediaan gel pengharum ruangan yaitu 8%.

2 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Contoh lembar penilaian uji ketahanan wangi Lembar Penilaian Uji Ketahanan Wangi Nama : Umur : Instruksi : Berikan pendapat anda tentang aroma wangi sediaan gel pengharum ruangan yan[r]

49 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Teofilin dengan matriks guar gum 10% yang memberikan pelepasan obat yang bagus tetapi teofilin mempunyai log p 0,4 apabila dibandingkan dengan ketoprofen yang mempunyai log p 1 maka permeabilitasnya lebih bagus ketoprofen, sedangkan diltiazem hidroklorida menggunakan matriks guar gum dengan konsentrasi 50% yang memberikan pelepasan obat yang bagus. Diltiazem hidroklorida mempunyai kelarutan lebih mudah larut dibandingkan ketoprofen yang tidak larut. Maka pada percobaan ini digunakan guar gum dengan konsentrasi antara 10% sampai 50% yaitu 20%, 30% dan 40%. Dimana diharapkan pada konsentrasi ini, matriks yang digunakan memenuhi persyaratan sediaan lepas lambat menurut Bakar (1992). Jumlah dan laju pelepasan obat yang diharapkan adalah pada waktu yang sesuai dengan 0,25 D (6 jam) terdapat 25-50% obat terdisolusi (Q 0,25), pada waktu yang sesuai dengan 0,5 D (12 jam) terdapat
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

contain of guar gum has less sustained release effect than other formula. Concluded that the drug released was influenced by guar gum matrix. Formula with the comparison of 30% guar gum ( w w ) showed the best sustained release effect than other formula.

16 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Pengaruh Minyak Nilam Oleum Pogostemon Terhadap Ketahanan Wangi Minyak Lavender Oleum Lavandulae Dalam Sediaan Gel Pengharum Ruangan Memakai Basis Gel Campuran Agar Agar Dan Xanthan Gum.[r]

4 Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Gari dalam Pembuatan Roti (Gari Flour Substitution in The Bread

Substitusi Tepung Gari dalam Pembuatan Roti (Gari Flour Substitution in The Bread

Breakdown atau penurunan viskositas selama pemanasan menunjukkan kestabilan pasta selama pemanasan, dimana semakin rendah breakdown maka pasta yang terbentuk akan semakin stabil terhadap panas (Purwani et al., 2006). Parameter viskositas breakdown (VB) dan viskositas trough (VT) terkait satu sama lain karena viskositas breakdown merupakan selisih antara viskositas puncak pasta dengan viskositas trough. Peningkatan nilai viskositas trough pati umumnya selalu diikuti oleh peningkatan nilai viskositas breakdown, begitu pula sebaliknya. Peningkatan viskositas breakdown dan trough terjadi pada penambahan guar gum 1,0 dan 0,5 % serta pada penambahan iles-iles 1,0 %. Sementara interaksi tepung sukun dengan iles-iles pada konsentrasi 0,5 % memiliki efek berlawanan dengan perlakuan lain, yaitu menurunkan viskositas trough dan breakdown.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KARYA GOM TOBING DIHARIAN MEDAN BISNIS DITINJAU DARI GESTUR KARIKATUR DAN TEKNIK PENCIPTAANNYA DENGAN MENGGUNAKAN DESAIN GRAFIS KOMPUTER.

ANALISIS KARYA GOM TOBING DIHARIAN MEDAN BISNIS DITINJAU DARI GESTUR KARIKATUR DAN TEKNIK PENCIPTAANNYA DENGAN MENGGUNAKAN DESAIN GRAFIS KOMPUTER.

Didalam gambar karikatur, gestur memiliki peranan penting untuk mendukung setiap penciptaannya , karena tanpa menekankan gestur sebuah gambar karikatur akan terlihat tidak menarik, kurang bermakna dan maksud dari pesan yang disampaikan akan terlihat kurang jelas. Salah satu karya Gom Tobing yang menggelitik adalah gambar kartun editorial yang menceritakan gonjang- ganjing dalam salah satu partai besar yang sedang berkecamuk akibat banyaknya kader yang melakukan maupun yang diduga melakukan penyimpangan gonjang- ganjing di Partai Demokrat.Gom Tobing adalah sosok yang romantis dan sayang keluarga, hal ini terbukti dari penggambaran sosok anak atau peri yang digambarkan dengan penuh perasaan. Penggambaran yang total terpancar dari kemantapan ekspresi dan gesturnya. Gom Tobing adalah suami dari Ingrid Pasaribu, sesama marga dari Batak Toba juga.Penggambaran dengan teknik digital dan pemilihan warna yang lembut serta enak dipandang mata telah mewakili sosok yang lembut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perancangan Proses dan Formulasi MI Basah Jagung Berbahan Dasar High Quality Protein Maize Varietas Srikandi Kuning Kering Panen

Perancangan Proses dan Formulasi MI Basah Jagung Berbahan Dasar High Quality Protein Maize Varietas Srikandi Kuning Kering Panen

Hasil analisis ragam dengan selang kepercayaan 95% (Lampiran 3) menunjukkan bahwa waktu pengukusan, konsentrasi guar gum, dan interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap kekerasan mi basah jagung. Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kekerasan mi dengan pengukusan selama lima menit berbeda nyata dengan kekerasan mi dengan pengukusan tujuh dan sembilan menit. Pengukusan selama tujuh dan sembilan menit tidak menyebabkan perbedaan kekerasan mi yang nyata. Uji lanjut LSD terhadap pengaruh konsentrasi menunjukkan bahwa setiap level konsentrasi guar gum yang digunakan menyebabkan perbedaan kekerasan yang nyata. Peningkatan konsentrasi guar gum dapat menurukan kekerasan mi, karena guar gum dapat mengikat air. Semakin tinggi konsentrasi guar gum, semakin banyak air yang dapat diikat, sehingga kekerasannya menurun. Semakin lama waktu pengukusan, dapat menyebabkan terjadinya penguapan air. Jumlah air yang berkurang menyebabkan mi menjadi lebih keras. Data kekerasan mi basah jagung dapat dilihat pada Gambar 16.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Show all 100 documents...