Gom Xantan

Top PDF Gom Xantan:

Sintesis dan optimalisasi gel kitosan-gom xantan

Sintesis dan optimalisasi gel kitosan-gom xantan

Limbah kulit udang dapat disintesis menjadi kitosan. Sifat reologi kitosan diperbaiki dengan pengegelan menggunakan penambahan glutaraldehida dan hidrokoloid alami seperti gom xantan. Sifat reologi yang diukur meliputi kekuatan, titik pecah, ketegaran, pembengkakan, dan pengerutan gel. Parameter lain yang diukur ialah kadar air, kadar abu, derajat deasetilasi (DD), dan bobot molekul (BM). Pembuatan gel dilakukan dengan mencampurkan larutan gom xantan 0.0%, 0.5%, dan 1.0% (b/v), kitosan 2.5% (b/v), serta glutaraldehida 2.50%, 2.25%, dan 2.50% (v/v). Berdasarkan analisis proksimat, kitosan memiliki kadar air 5.89%, kadar abu 0.15%, DD 73.61%, dan BM 4.30 × 10 5 g mol -1 . Gel optimum terjadi pada konsentrasi glutaraldehida 2.4028% dan gom xantan 1.00% yang memberikan kekuatan, titik pecah, sifat pengerutan, dan sifat pembengkakan gel maksimum, serta ketegaran minimum. Berdasarkan data tersebut kitosan dalam penelitian ini memenuhi spesifikasi kitosan niaga. Spektrum inframerah transformasi Fourier antara kitosan, gel kitosan-glutaraldehida, dan gel kitosan- glutaraldehida-gom xantan menunjukkan puncak serapan spesifik pada 1563 cm -1 (gugus imina).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Latar Belakang: Pengharum ruangan dalam bentuk sediaan gel penggunaannya lebih praktis, lebih mudah dalam hal penyimpanan dan pengemasannya. Kombinasi glukomanan dengan gom xantan menghasilkan gel yang lebih elastis, keras dan tidak mudah rapuh. Minyak apel merupakan salah satu pewangi pengharum ruangan.

2 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL Chapter III V

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL Chapter III V

Bahan-bahan yang diperlukan ditimbang. Akuades dimasukkan kedalam gelas beker kemudian dipanaskan di atas penangas air pada suhu 75°C. Glukomanan dimasukkan ke dalam gelas beker diaduk hingga larut lalu dimasukkan gom xantan dan diaduk kembali. Natrium benzoat ditambahkan sedikit demi sedikit kemudian diaduk hingga homogen sampai tidak terbentuk gumpalan-gumpalan kecil. Gelas beker diangkat dari penangas lalu diaduk hingga suhunya turun mencapai65 o C. Setelah itu ditambahkan propilen glikol diaduk hingga homogen, kemudian ditambahkan minyak apel dan minyak nilam, diaduk kembali sampai homogen. Selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan gel dan dibiarkan dalam suhu ruang hingga membentuk gel.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Glukomanan tidak dapat membentuk gel kecuali dengan adanya gom xantan, dimana asosiasi antar rantai mendukung gelasi atau pengentalan (Thomas 1997). Glukomanan dapat membentuk gel yang tidak mudah rusak, mampu mengurangi tegangan permukaan bila di campurkan dengan gom xantan dan dapat menutupi sifat rapuh gel dari gom xantan. Kombinasi glukomanan dengan gom xantan menghasilkan gel yang lebih elastis dan tidak sineresis, gel yang terbentuk bersifat reversible (Ozu, et al., 1993).

4 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Kesimpulan: Variasi rasio perbandingan glukomanan dan gom xantan dengan konsentrasi 4% yang terbaik sebagai basis gel pengharum ruangan adalah formula B2 (80:20) dan konsentrasi pewangi minyak apel yang paling disukai pada sediaan gel pengharum ruangan yaitu 8%.

16 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Gom xantan berupa bubuk berwarna krem yang dengan cepat larut dalam air panas atau air dingin membentuk larutan kental yang tidak tiksotrofik. Gom xantanpada konsentrasi rendah larutannya kental, pada perubahan suhu terjadi sedikit perubahan kekentalannya. Gom xantan dinyatakan aman digunakan dalam pangan sebagai pengemulsi, pengental, dan pendorong buih pada pangan (Tranggono, et al., 1989).

14 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Pengaruh Minyak Nilam Oleum Pogostemon Terhadap Ketahanan Wangi Minyak Lavender Oleum Lavandulae Dalam Sediaan Gel Pengharum Ruangan Memakai Basis Gel Campuran Agar Agar Dan Xanthan Gum.[r]

4 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Glukomanan Dan Gom Xantan Dengan Pewangi Minyak APEL

Contoh lembar penilaian uji ketahanan wangi Lembar Penilaian Uji Ketahanan Wangi Nama : Umur : Instruksi : Berikan pendapat anda tentang aroma wangi sediaan gel pengharum ruangan yan[r]

49 Baca lebih lajut

Perilaku Difusi Ketoprofen Melalui Membran Kitosan-Gom Guar

Perilaku Difusi Ketoprofen Melalui Membran Kitosan-Gom Guar

Kemampuan kitosan untuk membentuk gel telah banyak dimodifikasi. Wang et al. (2004) melaporkan pembentukan gel kitosan-polivinil alkohol (PVA) dengan glutaraldehida sebagai penaut-silang. PVA bertindak sebagai interpenetrating agent (IPN). PVA ditambahkan karena sifat mekaniknya yang lebih baik daripada kitosan dan dapat terurai secara alami. Hasil yang diperoleh menunjukkan penambahan PVA dapat memperbaiki sifat gel kitosan, yaitu menurunkan waktu gelasi dan meningkatkan kekuatan mekanis gel. Modifikasi gel kitosan juga dikembangkan dengan menambahkan hidrokoloid alami, di antaranya dengan karboksimetil selulosa (CMC) (Rachmanita 2006), alginat (Wahyono 2006), gom guar (Lestari 2006), dan gom xantan (Utomo 2006). Keempat modifikasi tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai membran. Namun, gel kitosan yang terbentuk dengan penambahan gom guar memiliki sifat reologi yang lebih baik dibandingkan dengan modifikasi lainnya. Lestari (2006) melaporkan bahwa pada kondisi optimumnya, gel kitosan-gom guar memiliki kekuatan gel, titik pecah (break point), ketegaran (rigidity), pembengkakan (swelling), dan pengerutan (sineresis; shrinking) berturut-turut 553.439 g/cm 2 ; 0.968 cm; 4.147 g/cm; 4.0772 g; dan 1.2738 g. Kondisi optimum yang sesuai untuk pangantaran obat ini diperoleh dari hasil olah data dengan metode respons permukaan (RSM), yaitu pada konsentrasi glutaraldehida dan gom guar berturut-turut 4.86% dan 0.33% yang ditambahkan ke dalam larutan kitosan 2.5%.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Gel Pengharum Ruangan Dengan Pewangi Minyak Melati dan Fiksatif Minyak Akar Wangi

Gel Pengharum Ruangan Dengan Pewangi Minyak Melati dan Fiksatif Minyak Akar Wangi

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan dan Gom Xantan Dengan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif dan Minyak Kenanga Sebagai Pewangi.. Medan : Universitas Sumatera Utara.[r]

2 Baca lebih lajut

Stabilitas Obat Anti Peradangan Indometasin Farnesil Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Stabilitas Obat Anti Peradangan Indometasin Farnesil Tersalut Gel Kitosan-Gom Guar

Kitosan dalam bentuk gel atau lembaran telah digunakan sebagai penyalut obat anti- peradangan ketoprofen (Yamada et al. 2001), indometasin (Rana et al. 2004), dan propanolol hidroklorida (Sutriyo et al. 2005). Namun, gel kitosan yang dihasilkan mudah rapuh. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memodifikasi sifat gel kitosan, di antaranya dengan menambahkan poli(vinil alkohol) (PVA) sebagai bahan saling tembus (interpenetrating agent) dan glutaraldehida sebagai penaut silang (Wang et al. 2004). Penambahan dua bahan tersebut dapat memperbaiki gel kitosan yang terbentuk dengan menurunkan waktu gelasi dan meningkatkan kekuatan mekanik gel. Hidrokoloid alami juga telah banyak ditambahkan untuk memodifikasi gel kitosan, antara lain gom guar (Sugita et al. 2006a), alginat (Sugita et al. 2006b dan Cardenas et al 2003), karboksimetil selulosa (Sugita et al. 2006c), dan gom xantan (Sugita et al. 2007a). Keempat hasil modifikasi tersebut berpotensi sebagai membran dan secara mekanik lebih kuat daripada gel kitosan.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Mikroenkapsulasi Minyak Kelapa Murni Menggunakan Penyalut Kitosan

Mikroenkapsulasi Minyak Kelapa Murni Menggunakan Penyalut Kitosan

Kelapa merupakan suatu komoditas perkebunan yang bisa diolah menjadi minyak kelapa murni (VCO). Kelebihan VCO dibanding minyak lainnya adalah VCO mengandung asam lemak jenuh rantai sedang sekitar 64% yang didominasi oleh asam laurat dengan kandungan sekitar 44–52%. Asam laurat di dalam tubuh diubah menjadi monolaurin yang dapat mencegah serangan virus dan bakteri seperti HIV, HSV-1, dan influenza. VCO yang berwujud cair dan berbau khas dibuat menjadi sediaan obat berbentuk mikrokapsul. Bahan penyalut yang digunakan pada penelitian ini adalah kitosan. Kitosan dilarutkan dalam asam asetat 1%, kemudian ditambah gom guar 0.33%, glutaraldehida 4.86%, VCO, dan tween 80. Mikrokapsul dibuat dengan mengeringkan campuran tersebut menggunakan pengering semprot. Mikrokapsul yang diperoleh dilihat morfologinya dengan mikroskop elektron payaran (SEM), diukur kadar air, kadar abu, dan kadar asam laurat dalam VCO. Hasil SEM menunjukkan morfologi mikrokapsul kosong (tanpa VCO) terlihat kisut dan berlubang, sedang mikrokapsul yang terisi VCO tampak bulat dan halus. Kandungan VCO dalam mikrokapsul dengan glutaraldehida dan tanpa glutaraldehida sebesar 21.08 dan 3.37%. Analisis asam laurat dalam VCO sebelum perlakuan, VCO dari mikrokapsul dengan dan tanpa penambahan glutaraldehida berturut-turut sebesar 42.62, 35.12, dan 31.94%.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Perilaku disolusi nanokapsul ketoprofen tersalut gel kitosan-alginat secara in vitro

Perilaku disolusi nanokapsul ketoprofen tersalut gel kitosan-alginat secara in vitro

Pelepasan ketoprofen dari matriks gel kitosan-alginat dikendalikan oleh proses difusi obat melalui matriks. Mekanisme difusinya mirip dengan ketoprofen tersalut kitosan-gom guar. Sutriyo et al. (2005) menyatakan bahwa jika lapisan terhidrasi dapat dipertahankan selama waktu tertentu, maka kecepatan pelepasan obat dikendalikan oleh difusi dan pola pelepasannya linear terhadap akar waktu. Sebaliknya, jika lapisan terhidrasi tidak dapat dipertahankan, maka kecepatan pelepasan obat dikendalikan oleh proses erosi matriks dan pola pelepasannya linear terhadap waktu. Nata et al. (2007) menyatakan bahwa mekanisme difusi ketoprofen tersalut kitosan- gom guar diawali dengan proses pembengkakan saat membran bersentuhan dengan cairan. Selanjutnya pembentukan dan pembukaan pori membran melepaskan obat dari matriks. Semakin tebal lapisan gel yang Kode
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

ANALISIS KARYA GOM TOBING DIHARIAN MEDAN BISNIS DITINJAU DARI GESTUR KARIKATUR DAN TEKNIK PENCIPTAANNYA DENGAN MENGGUNAKAN DESAIN GRAFIS KOMPUTER.

ANALISIS KARYA GOM TOBING DIHARIAN MEDAN BISNIS DITINJAU DARI GESTUR KARIKATUR DAN TEKNIK PENCIPTAANNYA DENGAN MENGGUNAKAN DESAIN GRAFIS KOMPUTER.

Karya karikatur Gom Tobing mengisi rubrik karikatur opini pada halaman enam setiap hari pada Harian Medan Bisnis. Pada setiap karya karikatur Gom Tobing terlihat luwes, seperti tidak punya beban, layaknya goresan pensil di atas kertas, gestur yg di ciptakan pada setiap karya karikaturnya nya pun tak perlu memaksa penikmat berpikir keras untuk mengartikan maksud dari pesan yang di sampaikan pada karikatur tersebut .

23 Baca lebih lajut

51 Profil Disolusi Parasetamol Mukoadhesif Menggunakan Kombinasi Polimer Natrium Karboksimetilselulosa dan Gom Arab

51 Profil Disolusi Parasetamol Mukoadhesif Menggunakan Kombinasi Polimer Natrium Karboksimetilselulosa dan Gom Arab

Granul mukoadhesif dibuat dengan formulasi 4 formula, dibuat sebanyak 200 gram dan masing-masing formula mengandung Avicel PH 102 sebagai pengisi dan variasi Na-CMC dan Gom Arab dalam berbagai pembanding. Pembuatan granul dilakukan secara granulasi basah. Caranya dengan membuat mucilago terlebih dahulu dari zat pengikat, kemudian campurkan semua bahan kedalam lumpang aduk hingga homogen kemudian masukkan mucilago sedikit-demi sedikit sampai terbentuk massa yang bisa dikepal. Kemudian diayak dengan ayakan mesh 16, tebarkan secara merata diatas alumunium voil dan masukkan ke
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Dan Persentase Penstabil Terhadap Mutu Cassava Leaf Leather

Pengaruh Jenis Dan Persentase Penstabil Terhadap Mutu Cassava Leaf Leather

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan persentase penstabil terbaik untuk menghasilkan cassava leaf leather dengan mutu yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu jenis penstabil (P) (Guar Gum, Locust Bean Gum, Xantan Gum, Gum Arab) dan persentase penstabil (S) (0,25%; 0,50%; 0,75%; 1,00%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar abu, total asam, total gula, total padatan terlarut, pH, kadar serat kasar, indeks warna, pengujian organoleptik secara hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Evaluasi Secara In Vitro Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Emulgator Tween 80 dan Gom arab

Pembuatan dan Evaluasi Secara In Vitro Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Emulgator Tween 80 dan Gom arab

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan anugerah dan kemurahan-Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan skripsi yang berjudul “Pembuatan dan Evaluasi Secara In Vitro Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Emulgator Tween 80 dan Gom arab”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

13 Baca lebih lajut

Jadwal Ujian TA 1 12 141619 dan 23 Mei 2014 fix

Jadwal Ujian TA 1 12 141619 dan 23 Mei 2014 fix

Gusti Agung Rahayu Astuti 1008505036 Formulasi Floating Drug Delivery System FDDS dengan Eksipien Co-Processing Amilum Singkong Fully Pregelatinized dan Gom Akasia Sekretaris : Cok[r]

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KADAR GOM ARAB TERHADAP MUTU FISIK TABLET HISAP EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza. Roxb) DENGAN BASIS MANITOL

PENGARUH KADAR GOM ARAB TERHADAP MUTU FISIK TABLET HISAP EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza. Roxb) DENGAN BASIS MANITOL

Pengobatan beberapa penyakit di masyarakat masih memanfaatkan pengobatan tradisional, yang pengobatan tersebut pada cara penyajiannya masih dengan cara sederhana. Temulawak merupakan salah satu obat tradisional yang hingga saat ini masih digunakan oleh kalangan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak temulawak memiliki khasiat yang sangat manjur untuk hepatoprotektor, menurunkan kadar kolesterol, immunomodulator, dan lain-lain. Khasiat tersebut tidak terlepas dari adanya kandungan kurkumin di dalam ekstrak temulawak (Agoes, 2010). Tablet hisap merupakan bentuk sediaan padat berbentuk cakram yang mengandung bahan obat dimaksudkan untuk secara perlahan-lahan melarut dalam rongga mulut untuk efek setempat. Berdasarkan sifat dari ekstrak dan bahan tambahan yang digunakan maka metode yang digunakan untuk membuat tablet hisap ekstrak temulawak adalah metode granulasi basah. Metode granulasi basah dapat memperbaiki sifat dari bahan aktif yang kurang baik serta memperbaiki mutu fisik dari tablet. Pada pembuatan tablet hisap perlu ditambahkan bahan pengisi, bahan pengikat, lubrikan. Pengikat pada formulasi tablet hisap memiliki peranan yang sangat penting untuk membuat seluruh komponen bahan menjadi tercampur sehingga dihasilkan tablet yang kompaktible. Sehingga pada pembuatan formulasi ekstrak temulawak digunakan gom arab sebagai pengikat tablet, karena gom arab memiliki efek waktu waktu melarut yang lebih lama dan telah sering digunakan sebagai pengikat pada tablet hisap. Diharapkan seiring dengan kenaikan kadar pengikat gom arab maka semakin meningkatkan kekerasan tablet, mengurangi kerapuhan dan memperlambat waktu melarut tablet hisap. Dosis yang digunakan berdasarkan kadar kurkuminoid yang terkandung dalam ekstrak hasil produksi Java Plant adalah 100mg per tablet.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Evaluasi Secara In Vitro Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Emulgator Tween 80 dan Gom arab

Pembuatan dan Evaluasi Secara In Vitro Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan Emulgator Tween 80 dan Gom arab

Metode ini digunakan untuk membuat emulsi dari minyak-minyak menguap dan mempunyai viskositas rendah. Caranya, serbuk gom arab dimasukkan ke dalam suatu botol kering, ditambahkan dua bagian air kemudian campuran tersebut dikocok dengan kuat dalam wadah tertutup. Suatu volume air yang sama dengan minyak kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus mengocok campuran tersebut setiap kali ditambahkan air. Jika semua air telah ditambahkan, emulsi utama yang terbentuk bisa diencerkan sampai mencapai volume yang tepat dengan air atau larutan zat formulatif lain dalam air (Ansel, 1989).
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Show all 56 documents...