group to group exchange

Top PDF group to group exchange:

PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Adapun prosedur pembelajaran dengan menggunakan metode belajaraktif tipe Group to Group Exchange (GGE) adalah (1). Pilihlah topik yang dapat membuat siswa saling bertukar informasi, (2). Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai banyak tugas. Beri waktu yang cukup kepada setiap kelompok untukmenyiapkan cara mereka menyajikan topik yang ditugaskan kepada mereka. (3). Bila tahap persiapan telah selesai, perintahlah kelompok untuk memilih juru bicara. Undang setiap juru bicara untuk memberikan presentasi kepada kelompok lain, (4). Setelah presentasi singkat, doronglah siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang pendapat presenter atau menawarkan pendapat mereka sendiri. Beri kesempatan anggota lain dari kelompok si juru bicara untuk memberikan tanggapan, dan (5). Lanjutkan presentasilain agar setiap kelompok berkesempatan memberikan informasi dan menjawab serta menaggapi pertanyaan dan komentar audiens (Silberman, 2006).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

Hasil belajar siswa pada penelitian ini didapat dari hasil tes materi virus saat pretest dan posttest. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata skor pretest pada kelas eksperimen sebesar 5,58 dan kelas kontrol sebesar 4,94 kemudian diperoleh rata-rata skor posttest siswa pada kelas eksperimen sebesar 14,94 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 13,24. Tingginya hasil belajar pada kelas eksperimen yang diajar dengan strategi Group to Group Exchange dikarenakan strategi ini merupakan perpaduan metode diskusi, tanya jawab, dan mengajar teman sebaya. Tugas yang diberikan pada saat diskusi kelompok dalam mengerjakan LKS berbeda. Dengan adanya tugas yang berbeda mengakibatkan adanya pertukaran informasi dari tiap kelompok. Menurut Silberman dalam Gorgonia, Hardigaluh dan Wahyuni (2016: 6) “diskusi kelas memainkan peran penting dalam kegiatan belajar aktif. Dengan mendengarkan beragam pendapat, siswa akan tertantang untuk berpikir”.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS SMA NEGERI 1 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS SMA NEGERI 1 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

1. Apakah ada pengaruh model pembelajaran aktif Group to Group Exchange dan metode pembelajaran konvensional terhadap aktivitas belajar akuntansi siswa kelas XII IS SMA Negeri 1 Binjai Tahun Pembelajaran 2012/2013? 2. Apakah ada pengaruh model pembelajaran aktif Group to Group Exchange

20 Baca lebih lajut

Upaya meningkatkan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange pada pelajaran fikih materi sedekah, hibah, dan hadiah di kelas viii-c mts ex pga proyek univa medan Tahun 2018 - Repository UIN Sumatera Utara

Upaya meningkatkan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange pada pelajaran fikih materi sedekah, hibah, dan hadiah di kelas viii-c mts ex pga proyek univa medan Tahun 2018 - Repository UIN Sumatera Utara

Berdasarkan hasil penelitian bahwa: (1) Keaktifan siswa pada mata pelajaran fkih materi sedekah, hibah, dan hadiah sebelum menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) masih terbilang rendah hanya mencapai 26 % atau berjumlah 9 siswa, (2) Keaktifan siswa pada mata pelajaran fkih materi sedekah, hibah, dan hadiah setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) mengalami peingkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I tingkat keaktifan siswa mencapai 44 % atau berjumlah 15 siawa, pada siklus II mencapai 65 % atau berjmlah 22 siswa, dan siklus III mencapai 76 % atau berjumlah 26 siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BAWANG, BANJARNEGARA

EFEKTIFITAS GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BAWANG, BANJARNEGARA

Menurut Silberman (Dwi, 2012:3) Metode Pembelajaran Aktif Tipe Group to Group Exchange mempunyai lima unsur yang harus diterapkan, yaitu saling ketergantungan positif, tanggungjawab perseorangan, para anggota kelompok perlu diberi kesimpulan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain, komunikasi antar anggota, evaluasi proses kelompok.

10 Baca lebih lajut

PERSETUJUAN  Perbandingan Hasil Belajar Ipa Biologi Menggunakan Strategi Group To Group Exchange Dan Poster Session Pada Pokok Bahasan Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas Viii Smp Negeri 3 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

PERSETUJUAN Perbandingan Hasil Belajar Ipa Biologi Menggunakan Strategi Group To Group Exchange Dan Poster Session Pada Pokok Bahasan Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas Viii Smp Negeri 3 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar IPA biologi antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Group to group exchange dan Poster session pada pokok bahasan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sawit tahun ajaran 2011/ 2012. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan antara strategi pembelajaran Group to group exchange dan strategi pembelajaran Poster session. Penelitian diukur dengan menggunakan aspek kognitif dan afektif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diajar menggunakan strategi pembelajaran Group to group exchange (70,56) dan rata- rata kelas diajar yang menggunakan strategi pembelajaran Poster session (68,67). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA Biologi antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Group to group exchange dan strategi pembelajaran Poster session pada pokok bahasan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sawit tahun ajaran 2011/ 2012 (t hitung < t tabel
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK.

Dengan ini saya, Hendi Senja Gumilar menyatakan bahwa tesis dengan judul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Group to Group Exchange (GGE) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa SMK” beserta seluruh isinya adalah benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko/sangsi yang dijatuhkan kepada saya apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA  Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran matematika dengan menerapakan strategi Group to Group Exchange dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas VII A semester genap SMP Negeri 1 Teras Boyolali tahun ajaran 2011/2012 pada pokok bahasan segitiga. Hal tersebut dilihat dari tercapainya indikator-indikator keaktifan belajar matematika sebagai berikut: (1) mengajukan pertanyaan dari 8,82% menjadi 24,99%, (2) menjawab pertanyaan atau mengemukakan pendapat meningkat dari 14,7% menjadi 27,94%, dan (3) mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas meningkat dari 0% menjadi 36,76%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA  Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

i PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA PTK Pada Siswa Kelas VII A Semester Genap SMP Negeri 1 Teras Boyolali Tahun Pelajaran 20[r]

15 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PENGGUNAAN METODE PEER LESSONS DAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DI MAN CIGUGUR KUNINGAN - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PERBANDINGAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PENGGUNAAN METODE PEER LESSONS DAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DI MAN CIGUGUR KUNINGAN - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

2. Keaktifan belajar siswa di kelas yang menerapkan metode Group to group exchange (GGE) pada pokok bahasan trigonometri juga bisa dikatakan sudah aktif . Hal ini berdasarkan data hasil angket yang telah disebarkan kepada responden yang menjadi sampel penelitian. Angket yang disebarkan tersebut berdasarkan kepada 5 aspek dan 14 indikator. Pada aspek 1 yaitu mengenai perhatian rata-rata persentase yang di dapat sebesar 77% pada aspek ke 2 mengenai kerjasama dan hubungan social rata-rata persentase yang didapat sebesar 78%, pada aspek ke 3 mengenai mengemukakan pendapat rata-rata persentase yang didapat sebesar 69%, pada aspek yang ke 4 mengenai pemecahan masalah rata-rata persentase yang didapat 76%, sedangkan pada aspek 5 mengenai disiplin rata-rata persentase yang didapat sebesar 72%. Rata-rata keseluruhan keaktifan belajar siswa yang menggunakan metode belajar group to group exchange (GGE) sebesar 74%.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model CIRC dan Group to Group Exchange terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Kelas IV SD

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model CIRC dan Group to Group Exchange terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Kelas IV SD

Dengan memanjatkan puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Ahir dengan judul “ Efektivitas Model CIRC dan Group to Group Exchange Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas IV SD ”.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI BERPIKIR KRITIS MATEMATIS - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI BERPIKIR KRITIS MATEMATIS - Raden Intan Repository

Hasil yang diperoleh peneliti memiliki relevansi dengan hasil penelitian terdahulu yang sudah dilakukan oleh Atma Murni, Nurul Yusra T,Titi Solfitri yang menyatakan bahwa sekolah yang menerapkan model pembelajaran tipe Group to group exchange membuat siswa lebih mudah untuk berdiskusi terlebih dahulu tanpa bertanya langsung kepada guru dibandingkan sekolah yang tidak menerapkan model pembelajaran tipe Group to group exchange . Siswa juga semakin yakin dengan kemampuannya, siswa juga menjadi lebih berani untuk mempresentasikan hasil diskusinya tanpa harus diundi atau ditunjuk oleh guru. Dengan demikan penerapan model pembelajaran tipe Group to group exchange sangat baik untuk meningkatkan keaktifan siswa. 84 Selain itu juga terdapat hasil penelitian yang dilakukan oleh Loria yang menunjukkan bahwa dengan adanya model belajar aktif tipe GGE menuntut siswa untuk berpikir tentang apa yang dipelajari, mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dengan teman, bertanya, dan membagi pengetahuan yang diperoleh pada yang lainnya, pada proses pembelajaran tipe GGE ini setiap kelompok diberi tugas yang berbeda. Dan masing-masing kelompok mengajarkan apa yang telah dipelajarinya di depan
Baca lebih lanjut

217 Baca lebih lajut

KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GGE TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISWA

KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GGE TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISWA

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Komparasi Metode Pembelajaran Aktif Tipe Group to Group Exchange (GGE) Berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan Pembelajaran Aktif Tipe GGE Terhadap Ketuntasan Belajar Siswa” disusun berdasarkan penelitian saya dengan arahan dari dosen pembimbing. Sumber informasi atau kutipan yang berasal dari karya yang diterbitkan telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Skripsi ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar dalam program sejenis di perguruan tinggi manapun.
Baca lebih lanjut

242 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DENGAN GROUP INVESTIGATION KELAS XI SMK NEGERI 1 SIBOLGA TAHUN AJARAN 2013/2014.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DENGAN GROUP INVESTIGATION KELAS XI SMK NEGERI 1 SIBOLGA TAHUN AJARAN 2013/2014.

Mario Lumban Batu . NIM . 709 141 124 . " Efforts to Improve Learning Outcomes Through Entrepreneurship Collaborative Learning Model Implementation Group To Group Exchange ( GGE ) The Investigation Group Class XI SMK Negeri 1 Sibolga Academic Year 2013/2014 " . Thesis Department of Economic Education . Commerce Education Program . Faculty of Economics , University of Medan , 2014.

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMA NEGERI I TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL

PENERAPAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMA NEGERI I TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL

Komponen yang menjadi indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu: 1) Apabila keaktifan belajar siswa minimal 60% dan meningkat dari siklus satu ke siklus selanjutnya minimal sebesar 5% dengan penerapan metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE). 2) Apabila jumlah siswa kategori tuntas belajar minimal 60% dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 dan rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari siklus satu ke siklus selanjutnya minimal sebesar 3 point (H. E. Mulyasa, 2012: 183).

8 Baca lebih lajut

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014.

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014.

eksposisi. Selain dari perhitungan statistik, pengaruh metode pembelajaran group to group exchange terhadap kemampuan menulis teks eksposisi dapat kita lihat dari hasil analisis angket yang menyatakan respon subjek penelitian (kelas eksperimen) merasa metode pembelajaran group to group exchange yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah menyenangkan (37% setuju, 47% sangat setuju, dan 16 % agak setuju); merasa lebih mudah (42% setuju, 42% sangat setuju, dan 16% agak setuju); merasa lebih variatif (58% setuju, 37% sangat setuju, dan 5% agak setuju). Sedangkan respon subjek penelitian (kelas eksperiemen) terhadap metode pembelajaran lain yang diterapkan oleh guru pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Kartika XIX-2 Bandung dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah merasa sulit (58% setuju, 26% sangat setuju, 5% aga setuju, dan 11 % tidak setuju); merasa monoton (58% setuju, 26% sangat setuju, dan 16% agak setuju).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013 2014 - repository UPI S BSI 1006382 Title

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013 2014 - repository UPI S BSI 1006382 Title

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, tidak terlepas dari kehendak dan ketetapan Tuhan Yang Maha Esa. Maka sudah sewajarnya jika penulis menghaturkan puji syukur ke hadirat-NYA atas terselesaikannya skripsi ini yang berjudul “ EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA KARTIKA XIX-2 BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014 ”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memeroleh gelar Sarjana Pendidikan progran studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN STRATEGI GROUP – TO – GROUP EXCHANGE PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SLOGOHIMO WONOGIRI TAHUN AJARAN 2007/2008.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN STRATEGI GROUP – TO – GROUP EXCHANGE PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SLOGOHIMO WONOGIRI TAHUN AJARAN 2007/2008.

Berdasarkan observasi kelas pada tanggal 2 April 2008, dalam proses pembelajaran biologi di kelas VIII C SMPN I Slogohimo tahun ajaran 2007/2008 terdapat beberapa kelemahan, yaitu: guru, siswa, dan juga waktu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan siswa kurang termotivasi untuk belajar dan sering tidak memperhatikan proses pembelajaran. Waktu pembelajaran berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, jam pelajaran terakhir akan menurunkan motivasi belajar. Dari hasil observasi tersebut, peneliti mencoba menerapkan strategi group-to- group exchange yang merupakan strategi pembelajaran aktif sehingga siswa
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENERAPAN  STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN   Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

(2 siswa), dan memperhatikan penjelasan guru dan teman sebanyak 31,8% (7 siswa). Setelah dilakukan tindakan yaitu penerapan strategi group to group exchange dengan media mind mapping pada siklus terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada indikator bertanya meningkat menjadi 13,63% (3 siswa), menjawab pertanyaan sebanyak 40,90% (9 siswa), menanggapi jawaban/pernyataan sebanyak 13,63% (3 siswa), dan memperhatikan penjelasan guru dan teman terjadi peningkatan sebanyak 54,54% (12 siswa). Pada siklus II, terjadi peningkatan yang sangat baik yaitu pada indikator bertanya meningkat menjadi 56,52% (13 siswa), menjawab pertanyaan sebanyak 86,95% (20 siswa), menanggapi jawaban/pernyataan sebanyak 47,82% (11 siswa), dan memperhatikan penjelasan guru dan teman terjadi peningkatan sebanyak 78,29% (18 siswa). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa prosentase keaktifan siswa yang dilakukan siswa tiap indikator pada siklus II lebih tinggi daripada siklus I. Hal ini berarti terjadi peningkatan keaktifan yang dilakukan siswa. Nilai tuntas pada aspek afektif yang dihitung yaitu yang berkriteria baik (skor 3) dan sangat baik (skor 4). Sebelum dilakukan tindakan, rata-rata nilai terendah adalah 1, rata-rata nilai tertinggi 2,75, dan jumlah siswa yang mencapai nilai tuntas sebanyak 13,63% (3 siswa). Setelah dilakukan tindakan siklus I, terjadi peningkatan yaitu rata-rata nilai terendah adalah 1,25, namun rata-rata nilai tertinggi masih sama sebelum dilakukan tindakan yaitu 2,75, sedangkan jumlah siswa yang mencapai nilai tuntas meningkat menjadi 31,81 (7 siswa). Pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu rata-rata nilai terendah adalah 1,75, rata-rata nilai tertinggi meningkat menjadi 3, dan jumlah siswa yang mencapai nilai tuntas meningkat menjadi 73,91% (17 siswa). Peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai tuntas ini sudah mencapai target yang diinginkan sebelumnya yaitu sebanyak 15 siswa (65%). Hal ini juga membuktikan bahwa penerapan strategi group to group exchange dengan media mind mapping juga dapat meningkatkan keaktifan siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE PADA MATERI HIMPUNAN DI MTs NURUL IHSAN

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE PADA MATERI HIMPUNAN DI MTs NURUL IHSAN

Strategi pembelajaran group to group exchange adalah salah satu strategi belajar aktif dimana siswa dituntut untuk berpikir dan bekerja sama untuk menentukan jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan yang dimiliki sebelumnya. Strategi ini merupakan perpaduan metode diskusi, tanya jawab dan mengajar teman sebaya. Tugas yang diberikan kepada setiap kelompok siswa berbeda. Masing- masing kelompok "mengajar" apa yang telah dipelajari untuk sisa kelas (Silberman : 2011). Strategi ini untuk mengetahui pemahaman dan mengaktifkan siswa dalam pelajaran matematika. Strategi ini cocok untuk mengefektifkan proses belajar matematika di kelas karena siswa diikut sertakan dalam pembelajaran tidak hanya duduk pasif. siswa lebih dominan bekerja aktif ketimbang guru. Guru hanya mengawasi masing-masing kelompok, dapat menimbulkan rasa kompetitif yang sehat. Selain itu juga dapat mengembangkan musyawarah dan tanggung jawab.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...