group to group exchange

Top PDF group to group exchange:

PERBANDINGAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PENGGUNAAN METODE PEER LESSONS DAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DI MAN CIGUGUR KUNINGAN - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PERBANDINGAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PENGGUNAAN METODE PEER LESSONS DAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DI MAN CIGUGUR KUNINGAN - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Activeness of student learning is a basic element which is important to the success of the learning process. Especially in mathematics, currently there are still many teachers who use the lecture method that make the students tend to be passive while studying in the classroom, through the application of peer lessons and group to group exchange (GGE) method are expected to enhance the student’s activeness in the classroom. The purpose of this research is to compare the student’s learning activeness between the uses of the peer lessons and group to group exchange (GGE) method at MAN Cigugur Kuningan in trigonometry subject. Population in this research is class X MAN Cigugur Kuningan totaling 175 people. Samples were selected by purposive sampling technique, class X2 is applied peer lessons method and class X3 is applied group to group exchange (GGE) method as a sample. This research is a quantitative with data collection technique through observation and questionnaires. Data analysis techniques used by the author are: normality test, homogeneity test, and hyphotheses test in the form of the value t . Data result of the questionnaire showed that the average value of the student mathematics learning activeness who applied peer lessons method by 76% and the average activity of student learning using group to group exchange (GGE) by 74%. Both of these results are included in the strong category. In the observation results show thet peer lessons method is better then group to group exchange(GGE) method, as shown by the increased of student’s activeness of every meeting starting from 25% up to 26%. Based on the hypothesis test the value of statistic sig (2-tailed) was 0,115 > 0,05 then H 2 accepted, it means there is on difference of student’s activeness
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Upaya meningkatkan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange pada pelajaran fikih materi sedekah, hibah, dan hadiah di kelas viii-c mts ex pga proyek univa medan Tahun 2018 - Repository UIN Sumatera Utara

Upaya meningkatkan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran aktif tipe group to group exchange pada pelajaran fikih materi sedekah, hibah, dan hadiah di kelas viii-c mts ex pga proyek univa medan Tahun 2018 - Repository UIN Sumatera Utara

Berdasarkan hasil penelitian bahwa: (1) Keaktifan siswa pada mata pelajaran fkih materi sedekah, hibah, dan hadiah sebelum menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) masih terbilang rendah hanya mencapai 26 % atau berjumlah 9 siswa, (2) Keaktifan siswa pada mata pelajaran fkih materi sedekah, hibah, dan hadiah setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) mengalami peingkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I tingkat keaktifan siswa mencapai 44 % atau berjumlah 15 siawa, pada siklus II mencapai 65 % atau berjmlah 22 siswa, dan siklus III mencapai 76 % atau berjumlah 26 siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR ALAT UKUR SISWAKELAS X SMK MUHAMMADIYAH 3 KLATEN UTARA TAHUN PELAJARAN 20142015 THE IMPLEMENTATION OF GROUP TO GROUP EXCHANGE TO IMPROVE LEA

PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR ALAT UKUR SISWAKELAS X SMK MUHAMMADIYAH 3 KLATEN UTARA TAHUN PELAJARAN 20142015 THE IMPLEMENTATION OF GROUP TO GROUP EXCHANGE TO IMPROVE LEA

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan (1) kreativitas belajar alat ukur dan (2) hasil belajar alat ukur melalui metode belajar aktif Tipe Group to Group Exchange (GGE) siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan dokumentasi. Hasil analisis data menggunakan analysis deskriptif kuantitatif untuk menentukan prosentase data kreativitas dan hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) dapat meningkatkan kreativitas belajar alat ukur. Kreativitas belajar siswa pada siklus I termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata (Means) = 45,23, sedangkan kreativitas belajar siswa pada siklus II termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata (Means) = 54,77. (2) Metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) dapat meningkatkan hasil belajar (ranah kognitif) alat ukur. Berdasarkan data perolehan nilai siswa dari pra tindakan, siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata nilai siswa. diketahui hasil tes pada siklus I bahwa nilai rata-rata pretest siklus I sebesar 58,85 meningkat pada posttest sebesar 75,14 dengan peningkatan sebesar 16,19%. Nilai rata-rata pretest siklus II sebesar 73,14 meningkat menjadi 85,14 pada posttest dengan peningkatan 12%. Berdasarkan analisis yang diperoleh dari data hasil observasi dan hasil tes, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakn metode pembelajaran Group to Group Exchange (GGE) dapat meningkatkan kreativitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran alat ukur.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN  STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN   Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar hasil belajar Biologi siswa kelas VIIB dengan menggunakan strategi Group to Group Exchange dengan media Mind mapping. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan evaluasi dengan menggunakan strategi pembelajaran Group to Group Exchange dengan media Mind mapping yang dilakukan dalam dua siklus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai dengan siklus II melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data diperoleh dari hasil belajar siswa (aspek afektif) mata pelajaran Biologi dan pengamatan sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung (aspek afektif) antara peneliti dan kolaborator. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar di setiap siklus. Banyaknya siswa yang mencapai nilai KKM (≥70) sebelum tindakan sebanyak 6 siswa (27,2%), siklus I meningkat menjadi 12 siswa (54,5%) dan siklus II sebanyak 21 siswa (91,3%). Peningkatan keaktifan siswa dalam keberanian bertanya pada siklus II sebesar 56,52%, menjawab pertanyaan sebesar 89,95%, menanggapi pernyataan/jawaban sebesar 47,82%, dan memperhatikan penjelasan guru/teman sebesar 78,26%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Group to Group Exchange dengan media Mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar Biologi pada aspek kognitif dan afektif siswa kelas VIIB SMPN 2 Selogiri Wonogiri tahun ajaran 2012/2013.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA.

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan menerapkan metode pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE) dalam pembelajaran matematika. Metode di dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE), dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Conggeang dan sampel kelas VII-D sebagai kelas eksperimen dan VII-E sebagai kelas kontrol. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran aktif tiepe GGE lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan metode ekspositori.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI VIRUS KELAS X SMA ARTIKEL PENELITIAN

Secara keseluruhan persentase jumlah siswa yang tuntas pada masing-masing kelas, nilai LKS, nilai evaluasi, dan persentase jawaban benar per tujuan pembelajaran pada kelas eksperimen memiliki hasil belajar yang lebih tinggi peningkatannya antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan, dibanding siswa pada kelas kontrol. Hal ini disebabkan pada kelas eksperimen diberi perlakuan strategi Group to Group Exchange. Strategi Group to Group Exchange merupakan proses pembelajaran secara berkelompok untuk mempelajari suatu materi dengan tugas yang berbeda, dimana siswa bisa mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentang materi yang dipelajari, dan mendiskusikan materi dengan siswa (Rosmaini, Nursal, dan Noprianti, 2010: 2). Tugas yang diberikan kepada setiap kelompok peserta didik berbeda. Masing-masing kelompok “mengajar” apa yang telah dipelajari untuk sisa kelas (Silberman, 2007: 166). Dengan adanya tugas berbeda mengakibatkan adanya pertukaran informasi dari tiap kelompok. Hal ini menyebabkan adanya kerjasama dan saling tukar pendapat oleh masing-masing kelompok. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Arini, Rasana dan Suarni, 2012: 4) yang menyatakan bahwa “implikasi strategi pembelajaran aktif Group to Group Exchange dalam proses belajar mengajar adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk beraktivitas dalam belajar, melaksanakan kerjasama dengan teman sebaya, saling bertukar pendapat untuk menambah pengetahuan sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan yang diinginkan kemudian dipresentasikan kepada orang lain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENERAPAN  STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN   Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DENGAN MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN Penerapan Strategi Pembelajaran Group To Group Exchange Dengan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIIB SMP Negeri

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar hasil belajar Biologi siswa kelas VIIB dengan menggunakan strategi Group to Group Exchange dengan media Mind mapping. P enelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan evaluasi dengan menggunakan strategi pembelajaran Group to Group Exchange dengan media Mind mapping yang dilakukan dalam dua siklus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai dengan siklus II melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data diperoleh dari hasil belajar siswa (aspek afektif) mata pelajaran Biologi dan pengamatan sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung (aspek afektif) antara peneliti dan kolaborator. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar di setiap siklus. Banyaknya siswa yang mencapai nilai KKM (≥70) sebelum tindakan sebanyak 6 siswa (27,2%), siklus I meningkat menjadi 12 siswa (54,5%) dan siklus II sebanyak 21 siswa (91,3%). Peningkatan keaktifan siswa dalam keberanian bertanya pada siklus II sebesar 56,52%, menjawab pertanyaan sebesar 89,95%, menanggapi pernyataan/jawaban sebesar 47,82%, dan memperhatikan penjelasan guru/teman sebesar 78,26%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Group to Group Exchange dengan media Mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar Biologi pada aspek kognitif dan afektif siswa kelas VIIB SMPN 2 Selogiri Wonogiri tahun ajaran 2012/2013.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BAWANG, BANJARNEGARA

EFEKTIFITAS GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BAWANG, BANJARNEGARA

Metode belajar aktif adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas siswa. Pembelajaran dikatakan aktif jika dalam pembelajaran tersebut siswa berperan aktif didalamnya dan guru hanya sebagai fasilitator. Salah satu metode pembelajaran aktif adalah Group to Group Exchange (GGE). Menurut Silberman (Murni 2010:1) menyatakan bahwa, “Metode Pembelajaran Aktif Tipe Group to Group Exchange (GGE) merupakan pembelajaran yang merupakan langkah cepat, menyenangkan, mendukung, dan secara pribadi menarik hati”. Metode Pembelajaran Aktif Tipe Group to Group Exchange (GGE) merupakan metode dengan memberikan tugas yang berbeda kepada masing-masing kelompok. Metode Pembelajaran Aktif Tipe Group to Group Exchange merupakan gabungan dari metode diskusi, tanya jawab, dan mengajarkan teman sebaya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE  PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH I SIMO SEMESTER II TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH I SIMO SEMESTER II TAHUN AJARAN 2010/2011.

Sejalan dengan tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan PTK yaitu dengan menggunakan strategi group to group exchange yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah I Simo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pokok yaitu metode observasi dan metode tes, serta metode bantu yaitu catatan lapangan dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskripsi kualitatif melalui perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang dilakukan guru biologi kepada siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERSETUJUAN  Perbandingan Hasil Belajar Ipa Biologi Menggunakan Strategi Group To Group Exchange Dan Poster Session Pada Pokok Bahasan Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas Viii Smp Negeri 3 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

PERSETUJUAN Perbandingan Hasil Belajar Ipa Biologi Menggunakan Strategi Group To Group Exchange Dan Poster Session Pada Pokok Bahasan Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas Viii Smp Negeri 3 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar IPA biologi antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Group to group exchange dan Poster session pada pokok bahasan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sawit tahun ajaran 2011/ 2012. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan antara strategi pembelajaran Group to group exchange dan strategi pembelajaran Poster session. Penelitian diukur dengan menggunakan aspek kognitif dan afektif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diajar menggunakan strategi pembelajaran Group to group exchange (70,56) dan rata- rata kelas diajar yang menggunakan strategi pembelajaran Poster session (68,67). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA Biologi antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Group to group exchange dan strategi pembelajaran Poster session pada pokok bahasan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di kelas VIII SMP Negeri 3 Sawit tahun ajaran 2011/ 2012 (t hitung < t tabel
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Metode belajar aktif adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktifitas siswa. Belajar aktif mengakomodir segala kebutuhan siswa, karena siswa terlibat langsung dalam aktifitas pembelajaran. Ketika kegiatan belajar bersifat aktif, maka siswa akan mengupayakan sesuatu. Siswa akan menginginkan sebuah jawaban atas sebuah pertanyaan, membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah, atau mencari cara untuk menyelesaikan tugas (Silberman, 2006). Salah satu tipe pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE). Dengan diterapkannya metode belajar aktif tipe Group to Group Exchange (GGE), diharapkan siswa lebih tertarik dalam proses pembelajaran sehingga mampu menumbuhkan motivasi belajar matematika siswa yang berakibat pada meningkatnya hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran Group to Group Exchange terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VII di SMPN 3 Mataram. Dilihat dari nilai rata-rata yang sangat tinggi, maka metode pembelajaran ini sangat efektif dan dapat digunakan. Hasil belajar pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, dikarenakan kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan metode pembelajaran group to group exchange. Dalam metode pembelajaran group to group exchange, masing-masing kelompok akan diberikan tugas dengan materi yang berbeda, siswa berdiskusi di kelompoknya sendiri, kemudian dilanjutkan presentasi kelompok dengan kelompok lain dan saling bertukar pendapat atas materi yang mereka dapatkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Silberman (2009:166), bahwa group to group exchange merupakan metode yang diberikan tugas berbeda kepada kelompok siswa yang berbeda, masing-masing kelompok “mengajar” apa yang telah dipelajari. Dengan metode pembelajaran ini, siswa dituntun untuk melakukan diskusi dalam kelompok kecil sebagai wahana bagi siswa untuk mengeluarkan pendapat dan mengembangkan gagasan-gagasan mereka dengan cara mereka sendiri. Kelompok dibuat heterogen untuk menghindari penguasaan pada proses pembelajaran oleh salah satu kelompok.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS SMA NEGERI 1 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS SMA NEGERI 1 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

Untuk meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa diperlukan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, alternative tindakan yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Group to Group Exchange. Melalui model pembelajaran Group to Group Exchange, siswa bisa mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentang materi yang dipelajari, dan mendiskusikan materi dengan siswa lain. Pemberian tugas yang berbeda kepada siswa akan mendorong mereka untuk tidak hanya belajar bersama tetapi juga mengajarkan satu sama lain.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK.

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK.

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan penalaran dan komunikasi matematis untuk dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Namun kondisi saat ini, skor kemampuan siswa dalam penalaran dan komunikasi matematis masih sangat rendah. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa SMK yang mendapat pembelajaran kooperatif GGE; mengetahui kualitas peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa; mengetahui korelasi antara peningkatan kemampuan penalaran dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa; dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan kooperatif GGE. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design, dengan populasi berasal dari seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 8 Bandung. Sedangkan sampelnya diambil sebanyak dua kelas yang dipilih secara purposive sampling untuk dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran kooperatif GGE dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian ini terdiri atas seperangkat tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, LKS, angket dan lembar observasi. Hipotesis yang diajukan diuji melalui uji parametrik (Uji- t), uji non-parametrik (Uji Mann-Whitney), serta Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas peningkatan kemampuan kedua kelas sama, yaitu pada kategori sedang untuk peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil bahwa peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis kelas eksperimen secara signifikan lebih baik daripada kelas kontrol. Selain itu, ditemukan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara peningkatan kemampuan penalaran dan peningkatan komunikasi matematis siswa di kelas eksperimen. Untuk sikap siswa, terungkap bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan kooperatif GGE.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN AKTIF TI

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN AKTIF TI

Group To Group Exchange (GGE) merupakan salah satu metode pembelajaran aktif yang memanfaatkan kelompok belajar untuk memaksimalkan belajar. Kelompok dibuat heterogen untuk menghindari penguasaan pada proses pembeljaran oleh salah satu kelompok.masing-masing kelompok mendapatkan topik yang berbeda. Metode ini merupakan gabungan dari metode diskusi, tanya jawab dan mengajarkan teman sebaya. Atas alasan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melihat efektifitas metode pembelajaran aktif tipe Group to Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Pesantren Modern Datok Sulaiman (PMDS) putri Palopo.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013 2014 - repository UPI S BSI 1006382 Title

Efektivitas Metode Pembelajaran Group To Group Exchange Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Pada Siswa Kelas X Sma Kartika Xix-2 Bandung Tahun Ajaran 2013 2014 - repository UPI S BSI 1006382 Title

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, tidak terlepas dari kehendak dan ketetapan Tuhan Yang Maha Esa. Maka sudah sewajarnya jika penulis menghaturkan puji syukur ke hadirat-NYA atas terselesaikannya skripsi ini yang berjudul “ EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA KARTIKA XIX-2 BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014 ”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memeroleh gelar Sarjana Pendidikan progran studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA  Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

PENERAPAN STRATEGI GROUP TO GROUP EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA Penerapan Strategi Group To Group Exchange Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika (Ptk Pada Siswa Kelas Vii A Semester Genap Smp Negeri 1 Teras Boyolali T

This research has purpose to describe the application of Group to Group Exchange strategy to increase the student’s activity of learning in mathematics VII A grade, SMP Negeri 1 Teras. This type of research is action research class.The subject in this research are all of students in class VIIA that consist of 34 students and approach applied is a classroom research that did collaborative with mathematics teacher. This research are consist of two cycles. Data collection method used in this research are observation, note field research, and documentation. Guaranting data validity uses research worker triangulation source. Data analysis technique using is descriptive qualitative that consist of data reduction, data presentation, and data verification. The results of this researchshowed an increase in students learning activity in learning mathematics by applying Group to Group Exchange strategies. That is can see from the indicators: 1) asking questions before cycles 8,82% be 24,99% in the last cycles, 2) answering questions and expressing opinion before cycles 14,7% be 27,94% in the last cycles, 3)doing exercise in front of the class before cycles 0% be 30,88% in the last cycles.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model CIRC dan Group to Group Exchange terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Kelas IV SD

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model CIRC dan Group to Group Exchange terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Kelas IV SD

Marviana, Nindya Intan. 2018. Efektivitas model CIRC dan Group to Group Exchange Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas IV SD. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pembimbing I Wahyudi, S.Pd, M.Pd,. Pembimbing II Dra. Endang Indarini, M.Pd.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGELOLAAN LINGKUGAN (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Talangpadang Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015)

PENGARUH ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGELOLAAN LINGKUGAN (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Talangpadang Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015)

sebuah pertanyaan, membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah atau mencari cara untuk mengerjakan tugas (Hosnan, 2011: 209). Model pembelajaran active learning memiliki beberapa teknik pembelajaran, salah satu teknik pembelajaran tersebut adalah Group to Group Exchange. Group to Group Exchange adalah salah satu model belajar aktif yang menuntut siswa untuk berpikir tentang apa yang dipelajari, berkesempatan untuk berdiskusi dengan teman, bertanya dan membagi pengetahuan yang diperoleh kepada yang lainnya. Dalam model belajar aktif tipe Group to Group Exchange masing-masing kelompok diberi tugas untuk
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S BSI 1006382 Chapter5

S BSI 1006382 Chapter5

eksposisi. Selain dari perhitungan statistik, pengaruh metode pembelajaran group to group exchange terhadap kemampuan menulis teks eksposisi dapat kita lihat dari hasil analisis angket yang menyatakan respon subjek penelitian (kelas eksperimen) merasa metode pembelajaran group to group exchange yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah menyenangkan (37% setuju, 47% sangat setuju, dan 16 % agak setuju); merasa lebih mudah (42% setuju, 42% sangat setuju, dan 16% agak setuju); merasa lebih variatif (58% setuju, 37% sangat setuju, dan 5% agak setuju). Sedangkan respon subjek penelitian (kelas eksperiemen) terhadap metode pembelajaran lain yang diterapkan oleh guru pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Kartika XIX-2 Bandung dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah merasa sulit (58% setuju, 26% sangat setuju, 5% aga setuju, dan 11 % tidak setuju); merasa monoton (58% setuju, 26% sangat setuju, dan 16% agak setuju).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...