Hak Asasi Manusia

Top PDF Hak Asasi Manusia:

Hak asasi Manusia Hak asasi

Hak asasi Manusia Hak asasi

Masalah hak asasi manusia menurut para sarjana yang melakukan penelitian pemikiran Barat tentang negara dan hukum, berpendapat bahwa secara berurut tonggak-tonggak pemikiran dan pengaturan hak asasi manusia mulai dari Magna Charta (Piagam Agung 1215), yaitu dokumen yang mencatat beberapa hak yang diberikan raja John dari Inggris kepada bangsawan bawahannya atas tuntutan mereka. Naskah ini sekaligus membatasi kekuasaan raja tersebut. Kedua adalah Bill of Right (Undang-Undang Hak 1689) suatu undang-undang yang diterima oleh parlemen Inggris, setelah dalam tahun 1688 melakukan rrevolusi tak berdarah (the glorius revolution) dan berhasil melakukan perlawanan terhadap raja James II. Menyusul kemudian The American eclaration of Indepencence of 1776, dibarengi dengan Virginia Declaration of Right of 1776. seterusnya Declaration des droits de I’homme et du citoyen
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

SEJARAH HAK ASASI MANUSIA DAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

SEJARAH HAK ASASI MANUSIA DAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

Setelah perang dunia kedua, mulai tahun 1946, disusunlah rancangan piagam hak-hak asasi manusia oleh organisasi kerja sama untuk sosial ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terdiri dari 18 anggota. PBB membentuk komisi hak asasi manusia (commission of human right). Sidangnya dimulai pada bulan januari 1947 di bawah pimpinan Ny. Eleanor Rossevelt. Baru 2 tahun kemudian, tanggal 10 Desember 1948 Sidang Umum PBB yang diselenggarakan di Istana Chaillot, Paris menerima baik hasil kerja panitia tersebut. Karya itu berupa UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS atau Pernyataan Sedunia tentang HakHak Asasi Manusia, yang terdiri dari 30 pasal. Dari 58 Negara yang terwakil dalam sidang umum tersebut, 48 negara menyatakan persetujuannya, 8 negara abstain, dan 2 negara lainnya absen. Oleh karena itu, setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERSPEKTIF PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA MELALUI PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA

PERSPEKTIF PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA MELALUI PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA

Hak asasi Manusia (HAM) menjadi hal mendasar untuk dipastikan pemenuhan perlindungannya karena tanpa HAM maka kemuliaan manusia terdistorsi. Selain itu, negara melakukan pelanggaran atas kontrak dibentuknya negara itu sendiri yang dipastikan untuk melindungi HAM. Belum lagi, HAM sendiri akan tercermin di konstitusi, yang bila HAM dilanggar, praktis konstitusi telah dilanggar dengan sendirinya. UU tentang Pengadilan HAM mengatur mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan persidangan dalam kasus pelanggaran HAM berat. Namun sayangnya sebagian besar aturannya masih menginduk pada KUHAP. Hasil kajian menunjukkan terdapat berbagai kelemahan di dalam UU Pengadilan HAM seperti dari ketidakjelasan unsur rumusan di dalam pengertian kejahatan kemanusiaan, tidak ada mekanisme menyelesaikan perbedaan pendapat antara penyelidik dan penyidik serta tidak diatur mengenai pembentukan pengadilan HAM ad hoc secara komperhensif. Kata Kunci: Hak asasi Manusia (HAM), Penegakan, Pengadilan, Undang- Undang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HAK ASASI MANUSIA VERSUS HAK ASASI ALAM

HAK ASASI MANUSIA VERSUS HAK ASASI ALAM

HAK ASASI MANUSIA VERSUS HAK ASASI ALAM dan PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN SEBAGAI WUJUD.. PERLINDUNGAN HAK ASASI LINGKUNGAN[r]

1 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki oleh manusia 1. Hak Asasi Manusia

BAB I PENDAHULUAN. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki oleh manusia 1. Hak Asasi Manusia

Declaration of Human Rights 1948. Ketentuan dalam piagam PBB lebih ditegaskan kembali bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) akan mendukung dan mendorong penghormatan secara universal dan efektif hak-hak asasi dan kebebasan pokok bagi semua suku tanpa membeda bedakan. Kemajuan dan perkembangan perlindungan terhadap hak asasi manusia pada masa kini dengan cepat berkembang bersama dengan perkembagan dibidang hubungan antar negera baik secara regional maupun multilateral 2 . Salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tugasnya mempromosikan dan mendorong pelaksanaan human rights adalah United Nation
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia

Dan sejarah manusia dalam hidup berkelompok baik yang tertulis maupun tidak tertulis senantiasa dipenuhi permasalahan antara hak dan kewajiban, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antara penguasa dan yang dikuasai. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrat dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi. Hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia

Secara formal konsep mengenai Hak Asasi Manusia lahir tanggal 10 – 12 – 1948. ketik 12 – 1948. ketik PBB memproklamirkan Deklarasi Universal Hakhak Asasi Manusia, yang didalamnya memuat PBB memproklamirkan Deklarasi Universal Hakhak Asasi Manusia, yang didalamnya memuat 30 pasal dan sacara eksplisit menerangkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah sesuatua yang melekat 30 pasal dan sacara eksplisit menerangkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah sesuatua yang melekat pada manusia sejak lahir yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi oleh siapapun.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN BERBASIS HAK ASASI MANUSIA: PEMBANGUNAN BERBASIS HAK ASASI MANUSIA:

PEMBANGUNAN BERBASIS HAK ASASI MANUSIA: PEMBANGUNAN BERBASIS HAK ASASI MANUSIA:

prinsip-prinsip pokok hak asasi manusia menyebutkan bahwa hak asasi manusia bersifat universal dan tak dapat dicabut; tidak bisa dibagi; saling berkaitan dan tak bisa dipisah-pisahkan. hak asasi bersifat universal karena setiap orang terlahir dengan hak yang sama, tanpa memandang di mana mereka tinggal, jenis kelamin atau ras, agama, latar belakang budaya atau etnisnya. hak asasi tidak bisa dicabut karena hak setiap orang tidak akan pernah bisa ditanggalkan dan direbut. hak asasi akan saling bergantung satu sama lain dan tidak­bisa­­dipisah-pisahkan­karena­semua­hak―­hak­sipil,­politik,­sosial,­ ekonomi,­maupun­budaya―kedudukannya­setara­dan­tak­akan­bisa­ dinikmati sepenuhnya tanpa ada pemenuhan dari hak-hak lainnya. hak asasi pun menjamin bagi setiap manusia untuk diperlakukan setara tanpa adanya diskriminasi, dan diberi hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang akan berpengaruh pada hidupnya. hak asasi manusia harus ditegakkan dengan hukum dan dikuatkan dengan adanya jaminan penuntutan terhadap para pemangku tanggung jawab (negara) untuk mempertanggungjawabkannya dengan standar internasional.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah

BAB I PENDAHULUAN. tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah

21 koordinasi lembaga-lembaga dan kebijakan yang efektif; pendidikan dan pelatihan hak asasi manusia; dan hak atas kompensasi. 16 Di Indonesia, terkait soal konsep Kota Ramah HAM, hingga kini belum ada konsep dan indikator yang baku dan tetap. Hal ini dikarenakan konsep Kota Ramah HAM sangat partisipatif, transparan dan dinamis dalam pengelolaan kota, sehingga dalam penentuan indikator tergolong sangat kompleks (M. Nurkhoin, 2015, Koordinator Subkomisi Penyuluhan Komnas HAM). Selain itu, konsep ini terbilang sama sekali baru dan baru beberapa daerah di Indonesia saja yang kemudian concern untuk merumuskan aturan normatif dan juga indikator- indikator Kota Ramah HAM di daerahnya masing-masing. Secara nasional, konsep Kota Ramah HAM secara implisit dilakukan dengan berpedoman pada Perpres No. 75 tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) 2015-2019 serta Permenkumham No. 25 tahun 2013 tentang Kriteria Kabupaten/Kota Peduli HAM, yang indikator penilaiannya mencakup hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman, dan hak atas perempuan.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PEUNYATAANUMUM TEUNTANG HAK-HAK ASASI MANUSIA PEUNYATAAN UMUM TEUNTANG HAK ASASI MANUSIA

PEUNYATAANUMUM TEUNTANG HAK-HAK ASASI MANUSIA PEUNYATAAN UMUM TEUNTANG HAK ASASI MANUSIA

muteulak nyang saban keu barangso jih, lon ngon gata droe sama mulia Peusyarikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kana "komitmen" meunan keuh dikheun lee awak lua dijunjong diseu-on dilindong dipeutheun peunyuloh ureung haroik merdeka. Pane "komitmen" bak awai phon, puteh licen lon neulop sion-on Piagam Peusyarikatan Bangsa-Bangsa di sinan dikheun keuyakinan geutanyoe bandum keu nyan hai adun Hak Asasi Manusia. Cempala kuneng jipoue ue baroh cicem ceudaih jroh ceungklak lagoina uroue ka beungoh janji ka putoih mat bak kukoih Hak Asasi Manusia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pelokalan Hak Asasi Manusia Melalui Partisipasi Publik dalam Kebijakan Berbasis Hak Asasi Manusia

Pelokalan Hak Asasi Manusia Melalui Partisipasi Publik dalam Kebijakan Berbasis Hak Asasi Manusia

Upaya untuk membawa nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) ke tingkat lokal sudah mencuat sejak 1990-an, melalui berbagai konsep, salah satunya human rights in the city. Konsep tersebut menantang pendekatan HAM yang selama ini hanya terpusat pada negara, sehingga membuka ruang bagi ide bahwa implementasi nilai- nilai HAM harus ditangani oleh berbagai tingkatan pemerintahan, bukan lagi terbatas pada pemerintah pusat. Dalam konteks Indonesia, upaya melokalkan nilai-nilai HAM telah dilakukan melalui berbagai kebijakan hak asasi manusia. Kebijakan tersebut antara lain penghargaan kabupaten/kota peduli HAM yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan proyek Kota HAM Bandung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbasis pada studi kasus, analisis dilakukan dengan menerapkan konsep pendekatan hak asasi manusia (human rights-based approach) dalam kebijakan hak asasi manusia. Dalam perspektif pelokalan hak asasi manusia, kebijakan HAM di Kota Bandung menunjukkan beberapa indikasi. Pertama, kebijakan Deklarasi HAM Bandung sebagai suatu kebijakan berbasis hak asasi manusia yang bersifat bottom- up masih belum mampu mendukung upaya pelokalan HAM di kota Bandung. Kedua, kebijakan Penghargaan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA 2016 ANJURAN SURUHANJAYA HAK ASASI MANUSIA MALAYSIA

ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA 2016 ANJURAN SURUHANJAYA HAK ASASI MANUSIA MALAYSIA

Anugerah Hak Asasi Manusia yang telah ditubuhkan pada tahun 2011 oleh Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia, untuk memberi pengiktirafan kepada individu, kumpulan, organisasi dan agensi yang mempunyai rekod cemerlang dalam memajukan hak asasi manusia di Malaysia. Acara tahunan ini juga membentuk sebahagian daripada usaha Suruhanjaya untuk menggalakkan penglibatan masyarakan sivil untuk menyumbang ke arah mempromosi dan melindungi hak asasi manusia.

8 Baca lebih lajut

PENEMPATAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP KE

PENEMPATAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP KE

Pada Bab II, dijelaskan bahwa kewajiban dan tanggung jawab negara dalam konteks hak asasi manusia (right- base approach) dapat dilihat dari beberapa bentuk yakni, menghormati, melindungi, memenuhi. Kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM, masing-masing mengandung unsur kewajiban negara dan masyarakat untuk bertindak (obligation to conduct) yaitu, masyarakat negara melakukan langkah langkah tertentu untuk melaksanakan pemenuhan suatu hak, serta kewajiban untuk berdampak (obligation to result) yaitu, mendorong negara untuk mencapai sasaran tertentu dalam bidang HAM guna memenuhi standar subtantif yang terukur. Apabila negara tidak mau memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, maka negara dapat digolongkan sebagai yang telah melakukan pelanggar HAM atau hukum Internasioal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hak Asasi Manusia sebagai Bentuk Adanya

Hak Asasi Manusia sebagai Bentuk Adanya

Hak Asasi Manusia (Human Right) adalah sebuah bentuk dasar penghormatan akan eksistensi kehidupan seorang manusia, menjadi sebuah patokan dimana setiap individu memiliki hak istimewa untuk melindungi diri dari segala paksaan dan dorongan yang melampaui hak-hak yang melekat secara alamiah (inherent). HAM tidaklah muncul dengan begitu saja, namun melalui sejarah panjang dan proses yang alot, dimana HAM terlahir dari generasi ke generasi yang berkembang menurut tuntutan zaman. Ditandai dengan perumusan hak asasi manusia secara internasional pada 10 Desember 1948 dengan diterimanya Universal Declaration of Human Right, seluruh dunia yang menjadi bagian PBB harus menjadikan HAM sebagai bagian dari identitas bangsanya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Islam dan Hak Asasi Manusia

Islam dan Hak Asasi Manusia

“Sudah banyak perkara batil, kejahatan dan kerosakan dilancarkan ke atas negara kita oleh musuh yang berlindung di balik tabir HAM. Antara yang paling hangat ialah kes murtad Lina Joy lwn Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan dan lain-lain (2007), isu permohonan penggunaan kalimah Allah oleh pihak gereja Kristian dan kisah serbuan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) ke atas dewan DUMC kerana wujudnya usaha kristianisasi. Malah di Gombak, golongan Syiah yang diketuai oleh saudara Kamil Zuhairi telah cuba menggunakan saluran hak asasi manusia untuk menidakkan usaha pihak berkuasa membanteras penyelewengan akidah. Selain itu, kesetaraan gender atau feminisme, perlakuan songsang homoseksual, lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) turut diperjuangkan oleh pihak pro HAM melalui program Seksualiti Merdeka. Atas nama kebebasan bersuara dan hak asasi juga, pengamal homoseksual Irsyad Manji dibawa ke Malaysia pada Mei 2012 oleh kelompok tertentu yang mendukung serta menerbitkan bukunya”.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA

ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA

Adapun Islam sebagai agama yang rahmatan li al-‘ālamīn telah mengajarkan tentang HAM. Hal ini didasarkan pada tujuan disyari’at- kannya ajaran Islam ke dalam lima tujuan, yaitu: (1) memelihara agama; (2) memelihara jiwa; (3) memelihara akal; (4) memelihara kehormatan atau keturunan; dan (5) memelihara harta. Kelima tujuan itu kemudian menjadi prinsip hak asasi manusia, yaitu: (1) hak perlindungan terhadap jiwa atau hak hidup; (2) hak perlindungan keyakinan; (3) hak perlindu- ngan terhadap akal pikiran; (4) hak perlindungan terhadap hak milik; dan (5) hak berkeluarga atau hak memperoleh keturunan dan mempertahan- kan nama baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hak Asasi Manusia Dalam Islam

Hak Asasi Manusia Dalam Islam

Allah SWT yang sudah dibawanya sejak lahir ke alam dunia. Apabila manusia tidak memahami hak-hak yang dimilikinya maka manusia tidak dapat menjalankan tugas serta kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi. Umat Islam harus menyadari dan memahami tentang hak-hak yang dimilikinya sebagaimana tercantum dalam al-Quran. Hal ini mungkin akibat rendahnya pendidikan atau sistem sosial politik dan budaya di tengah masyarakat. Hak Asasi Manusia sudah diatur berdasarkan atau berpedoman pada Al-Qur‟an dan Hadist sebagai tuntunan hidup umatmanusia. Oleh karena itu kita harus mengetahui hak-hak kita dan selalu memperjuangkannya selama tidak mengambil atau melampui batas dari hak-hak orang lain.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihomati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU HAM no.39 tahun 1991 pasal 1). Hak asasi manusia (HAM) bukanlah hak yang berasal dari negara, akan tetapi fungsi negara adalah mengakui, menghargai dan memberikan perlindungan terhadap hak tersebut, berdasarkan hal ini perlu diketahui mengenai definisi atau pengertian HAM menurut negara berdasarkan ketentuan undang-undang yang ada. Sebagai hak asasi yang dimiliki sejak lahir maka HAM tentunya perlu diatur dalam pelaksanaannya oleh negara. Hal ini untuk menghindari adanya pelanggaran HAM yang diakibatkan pelaksanaan HAM orang lain. Untuk itu kita perlu mengetahui apakah yang menjadi batasan dalam pelaksanaan HAM.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

MENGENAL HAK ASASI MANUSIA

MENGENAL HAK ASASI MANUSIA

Ternyata prinsip non-retro aktif itu, dalam pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, dimasukkan juga dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi manusia. Undang-Undang yang dipromulgasikan pada tanggal 23 september 1999 itu dalam pasal 4 menyatakan: “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun”. Secara harafiah teks yang ada di dalam pasal 37 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, diambil oper begitu saja, tanpa adanya pembaharuan dan peninjauan kembali. Memang asas hukum pidana pada umumnya menerapkan asas atau prinsip non- retro aktif, yang juga dimuat dalam Pasal 18 (2) Undang-Undang tentang HAM ini: “setiap orang tidak boleh dituntut untuk dihukum atau dijatuhi pidana, kecuali berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan yang sudah ada sebelum tindak pidana itu dilakukannya”. Tetapi berkaitan dengan HAM, prinsip non-retro aktif tidaklah dapat diterapkan dan diaplikasikan begitu saja. Prinsip dalam Hak Asasi Manusia ialah mau melindungi martabat manusia seutuhnya dalam segala waktu dan mau mengkikis habis kejahatan yang melawan kemanusiaan itu 15 . Kejahatan berat yang melawan kemanusiaan, haruslah
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Islam Dan Hak Asasi Manusia

Islam Dan Hak Asasi Manusia

Pada pergantian milenium ini, dalam dunia politik global ditandai dengan dua peristiwa penting yang memiliki jangkauan yang sangat luas. Kedua kecenderungan tersebut sering berjalan secara kontradiktif. Gerakan pertama adalah usaha-usaha universalisasi ide-ide yang lahir dari kebudayaan clan sistem politik Barat, seperti demokrasi clan Hak-hak Asasi Manusia (HAM), agar diterima oleh kebudayaan clan masyarakat non-Barat. 1 Gerakan ini disponsori oleh negara-negara maju, Eropa Barat clan Amerika Serikat, yang selama ini dipandang sebagai negara kampium demokrasi clan HAM. Bahkan kini penerapan demokrasi clan Hak-hak Asasi Manusia bukan lagi sebagai a'!Juran tetapi menjadi keharnsan yang mesti diterima oleh semua bangsa clan menjadi kebudayaan baru di era informasi ini. Sehin gga hal itu sering dijadikan "senjata" oleh negara­ negara maju untuk menekan negara-negara berkembang lainnya untuk mengikuti agenda-agenda politik clan ekonominya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...