Hak Tertanggung

Top PDF Hak Tertanggung:

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah tentang Hak-hak tertanggung didalam Asuransi pada PT. Sun Life Financial Cab. Medan, dan mengetahui hambatan hambatan dan upaya yang dilakukan PT Sun Life Financial cab. Medan dalam menangani klaim yang terjadi serta mengetahui penyelasaian klaim asuransi kesehatan pada PT. Sun Life Financial cab. Medan.

1 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Bab IV, pada bab ini merupakan pembahasan permasalahan yang membahas mengenai Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan) yang terdiri dari Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan), Peranan Agen Asuransi dalam Menjalankan Prinsip Utmost Good Faith, dan Tanggung Jawab Perusahaan Asuransi Terhadap Premi Tertanggung Apabila Perusahaan Asuransi Dinyatakan Pailit.

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis terhadap hak tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial Cab. Medan) Sesuai dengan Perkembangan asuransi di Indonesia, berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun, dengan adanya program perlindungan kesehatan selain dilakukan oleh Pemerintah juga dilakukan oleh para pihak swasta dalam hal ini adalah PT Sun Life Financial cab. Medan, hal ini mendorong tumbuhnya perekonomian di Indonesia dan memperluas pentingnya peran asuransi dalam aspek aspek kehidupan di masyarakat Indonesia.

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Kehidupan masyarakat pada zaman modern yang sarat dengan beragam macam risiko dan bahaya ini membuat masyarakat ingin mendapatkan perlindungan terhadap diri mereka. Asuransi merupakan salah satu bentuk perlindungan yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pengaturan asuransi pada umumnya dijelaskan dalam KUH Perdata dan KUH Dagang dan pengaturannya lebih khusus dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian. Salah satu lembaga asuransi yang berada di Indonesia adalah PT. Axa Financial Indonesia, pelayanan perlindungan perusahaan asuransi ini terhadap nasabahnya tidak selamanya berjalan dengan baik. Judul skripsi ini adalah “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan). Sehubungan dengan hal tersebut, dalam skripsi ini diangkat tiga permasalahan yaitu pertama bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap hak tertanggung di PT. Axa Financial Indonesia, kedua peranan agen asuransi dalam menjalankan prinsip Utmost Good Faith (Itikad Baik), dan ketiga bagaimana tanggung jawab perusahaan asuransi terhadap premi tertanggung apabila perusahaan asuransi dinyatakan pailit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Adapun judul skripsi ini adalah “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)”. Isinya membahas tentang hak dan kewajiban Tertanggung, prinsip- prinsip perlindungan tertanggung dalam asuransi jiwa, serta perlindungan hukum terhadap hak tertanggung dalam asuransi jwa pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan).

7 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Sistem jaminan kesehatan di Indonesia sejak dulu belum mampu menghasilkan output di mana masyarakat semakin sadar terhadap hak-hak informasi,transparansi pelayanan dan akuntabilitas kesehatan yang diperoleh. Hal ini diperparah dengan karakteristik pelayanan kesehatan yang cenderung mengalami fenomena asimetris of information yakni ketidakseimbangan informasi pelayanan kesehatan terhadap kebutuhan masyarakat sehingga realitas inilah sebagai salah satu faktor yang memicu kenaikan biaya pelayanan kesehatan.Selain

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

2005 Peraturan Perundang-Undangan Kitab Undang-Undang Perdata Kitab Undang-Undang Dagang Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang[r]

3 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Polis asuransi merupakan isi dari kontrak asuransi, disitu antara lain diperinci hak-hak dan kewajiban dari pihak penanggung dan tertanggung, syarat-syarat dan prosedur pengajuan klaim jika terjadi peristiwa yang di asuransikan, prosedur dan cara pembayaran premi oleh pihak tertanggung, dan hal-hal lain yang dianggap perlu. Secara teoritis polis asuransi adalah kongtrak yang bias dinegosiasikan, meskipun dalam kenyataannya banyak perusahaan asuransi tidak berkenan untuk menegosiasikan isi polis asuransi, dan sudah merupakan perjanjian standar (baku) sehingga tidak akan diubah lagi, sehingga bagi pihak tertanggung berada pada posisi “menerima atau menolak” perusahaan asuransi tersebut. 18
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Manajemen Pemasaran Dan Tata Usaha Asuransi, Pengantar Asuransi II, Kanisius, Yogyakarta Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani.. Hukum tentang Perlindungan Konsumen.[r]

2 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Tertanggung dalam Klaim Asuransi Kesehatan (Studi pada PT. Sun Life Financial cab. Medan)

karena kecelakaan mungkin tidak selalu jelas; sebagai contoh, apa yang kelihatannya seperti kematian karena suatu kecelakaan namun pada kenyataannya kematian tersebut bukanlah disebabkan oleh kecelakaan. Katakanlah seorang tertanggung mendaki gunung di sepanjang tebing yang tinggi dan terjatuh sehingga ia meninggal. Jika tertanggung tersebut terpeleset dan jatuh, maka kematiannya merupakan kecelakaan. Namun kematian tersebut juga dapat merupakan tindakan bunuh diri (jika tertanggung lompat) atau suatu pembunuhan (jika tertanggung didorong atau sebaliknya dibuat terjatuh). Untuk mengumpulkan informasi yang akan digunakan dalam menetapkan apakah manfaat kematian karena kecelakaan dapat dibayarkan, claim analyst memeriksa semua fakta dalam kasus tersebut, laporan otopsi, riwayat medis dan laporan polisi.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Dalam hal tidak terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian, maka tidak ada masalah terhadap risiko yang ditanggung oleh penanggung. Dalam praktiknya tidak senantiasa bahaya yang mengancam itu sungguh-sungguh terjadi. Ini merupakan kesempatan baik bagi penanggung mengumpulkan premi yang dibayar oleh beberapa tertanggung yang mengikatkan diri padanya. Jika pada suatu ketika sungguh-sungguh terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian (risiko berubah menjadi kerugian), maka kepada tertanggung yang bersangkutan akan dibayarkan ganti kerugian seimbang dengan jumlah asuransinya. Dalam praktiknya, kerugian yang timbul itu bersifat sebagian (partial loss), tidak semuanya berupa kerugia total (total loss). Dengan demikian, tertanggung mengadakan asuransi yang bertujuan untuk memperoleh pembayaran ganti kerugian yang sungguh-sungguh dideritanya.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tertanggung dalam Asuransi Jiwa Pada PT. Axa Financial Indonesia (Agency Medan)

dilakukan training kembali secara berkala oleh pihak perusahaan demi melatih keprofesionalan agen tersebut. Namun apabila ada kemungkinan agen perusahaan ini melakukan kesalahan seperti tidak menyampaikan/memberikan dana premi tertanggung kepada perusahaan, maka bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh Axa Financial Indonesia adalah tetap memenuhi kewajibannya terhadap pemegang polis yang mengalami kerugian karena kesalahan agen. Apabila pemegang polis telah melakukan pembayaran premi kepada agen tetapi oleh agen menyalahgunakan premi tersebut maka apabila jumlah premi yang disalagunakan dalam jumlah sedikit, maka perusahaan asuransi akan memberikan sanksi pemecatan saja. Dalam hal ini, Ibu Zahraini mengatakan bahwa, dikarenakan PT. Axa Financial Indonesia ini merupakan perusahaan non lokal, sehingga untuk mengikuti proses persidangan di Pengadilan tentulah akan lebih rumit. Jadi, untuk dana premi yang disalahgunakan oleh agen dalam jumlah sedikit, akan dilakukan pemecatan. Untuk hal perlindungan pemegang polis/tertanggung, maka pihak asuransi akan mengganti dana premi tersebut, dengan syarat kwitansi dana premi yang diberikan pihak asuransi kepada tertanggung ditandatangani oleh Pemegang Polis/Tertanggung sendiri. Akan tetapi apabila kwitansi itu tidak diisi atau tidak diberikan kepada agen, dan kemudian agen asuransi tersebut menyalahgunakan uangnya, maka dana premi tidak akan diganti oleh pihak perusahaan dikarenakan kelalaian pemegang polis/tertanggung. Namun, apabila jumlahnya tergolong besar, dalam artian agen melakukan penggelapan terhadap uang perusahaan maka perusahaan akan menempuh jalur pengadilan untuk menyelesaikan kasus tersebut. 8
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PIHAK TERTANGGUNG DAN ASURANSI - Perlindungan Pihak Tertanggung Dalam Asuransi Terhadap Tuntutan Ganti Kerugian dari Pihak Ketiga (Studi pada PT Asuransi Intra Asia)

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PIHAK TERTANGGUNG DAN ASURANSI - Perlindungan Pihak Tertanggung Dalam Asuransi Terhadap Tuntutan Ganti Kerugian dari Pihak Ketiga (Studi pada PT Asuransi Intra Asia)

Namun penerapan pasla ini sepatutnya tidak mutlak dan kaku. Agar tertanggung tidak dirugikan. Sebab jika kerugian yang diderita tertanggung seluruhnya sudah dikompensasikan oleh penanggung, meamang tidak menjadi masalah. Akan tetapi, bagaimana jka kerugian yang diderita oleh tertanggung hanya diganti sebagian oleh penaggung. Apakah hak tertanggung untuk meminta recovery atas selisih kurang tersebut kepada pihak yang menimbulkan kerugian, kemudian ikut tercabut juga dan kemudian menjadi keuntungan bagi penanggung karena bisa mendapatkan recovery melebihi dari nilai ganti rugi yang diberikan kepada tertanggung. Tentu penafsiran ini tidak sejalan dengan prinsip asuransi di satu sisi dan merugikan kepentingan tertanggung di sisi lain.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

dasar asuransi kesehatan   chriswardani s

dasar asuransi kesehatan chriswardani s

Ada beberapa upaya: Ada beberapa upaya: 1.Iur Biaya Cost Sharing: tertanggung peserta 1.Iur Biaya Cost Sharing: tertanggung peserta juga ikut menanggung sebaian biaya yankes juga ik[r]

27 Baca lebih lajut

Aplikasi cox proportional hazard model di asuransi jiwa : studi kasus pada AJB Bumiputra

Aplikasi cox proportional hazard model di asuransi jiwa : studi kasus pada AJB Bumiputra

Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indones ia, “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena sua tu peristiwa yang tak tertentu.”

68 Baca lebih lajut

PERANAN POLIS DALAM PERJANJIAN ASURANSI

PERANAN POLIS DALAM PERJANJIAN ASURANSI

Mengingat bahwa perjanjian asuransi sebagaimana diatur dalam pasal-pasal 272 KUHD, 280 KUHD, G03 KUHD, GOG KUHD dan 615 KUHD dikecualikan dari azas konsensual, maka satu-satunya alat bukti yang dapat dipakai sebagai dasar untuk inengajukan tuntutan ganti rugi kepada penanggung dalam perjanjian asuransi sebagaimana tersebut dalam pasal-pasal diatas adalah polis. Dengan demikian, apabila dalam perjanjian asuransi sebagaimana tersebut pada pasal- pasal diatas telah terjadi resiko sebelum polis ditandatangani, maka tertanggung tidak dapat mengajukan tuntutan hak ganti ruginya kepada penanggung oleh karena belum adanya polis berakibat hukum belum terjadinya perjanjian asuransi.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

ASURANSI GEMPA BUMI BERBSIS INDEKS (003)

ASURANSI GEMPA BUMI BERBSIS INDEKS (003)

Proses penutupan asuransi AGBBI Proses Klaim asuransi AGBBI Proposal Produk dan Diskusi antara Calon Penanggung dan Calon Tertanggung Calon Tertanggung menyatakan hendak menutup p[r]

3 Baca lebih lajut

POLIS ASURANSI.ppt (124Kb)

POLIS ASURANSI.ppt (124Kb)

Untuk harga pertanggungan Rp 10.000.000,- misalnya, maka Untuk harga pertanggungan Rp 10.000.000,- misalnya, maka di dalam polis dicantumkan valued at Rp. 10.000.000,- atau di dalam polis dicantumkan valued at Rp. 10.000.000,- atau Rp. 10.000.000,- so valued. Berarti harga pertanggungan yang Rp. 10.000.000,- so valued. Berarti harga pertanggungan yang disetujui oleh penanggung dan tertanggung adalah sebesar disetujui oleh penanggung dan tertanggung adalah sebesar Rp. 10.000.000,- tidak menjadi soal apakah harga yang

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...