HAMA Helopeltis antonii SIGN

Top PDF HAMA Helopeltis antonii SIGN:

EFEKTIVITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENEKAN SERANGAN HAMA Helopeltis antonii SIGN. PADA TANAMAN KAKAO

EFEKTIVITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENEKAN SERANGAN HAMA Helopeltis antonii SIGN. PADA TANAMAN KAKAO

Hama Helopeltis antonii Sign. merupakan hama utama pada tanaman kakao, karena potensi merusaknya tinggi dan daerah sebarannya luas. Upaya pengendalian selama ini masih mengandalkan insektisida kimia sebagai alternatif utama. Namun, insektisida kimia berperan sebagai agen pencemar lingkungan diantaranya adalah timbulnya resistensi hama terhadap bahan aktif suatu insektisida kimia, terbunuhnya serangga bukan sasaran dan meninggalkan residu pada biji kakao. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengendalian yang ramah lingkungan salah satunya adalah penggunaan insektisida nabati. Penelitian ini mencoba untuk menggali potensi beberapa tanaman sebagai insektisida nabati dari tanaman serai (Cymbopogon nardus L.), bawang putih (Allium sativum L.) dan paitan (Tithonia diversifolia A. Gray.) dalam menekan serangan hama H. antonii di pertanaman kakao.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Metanol Biji Srikaya (Annona squamosa L.) terhadap Mortalitas Dan Perkembangan Serangga Helopeltis antonii Sign

Efektivitas Ekstrak Metanol Biji Srikaya (Annona squamosa L.) terhadap Mortalitas Dan Perkembangan Serangga Helopeltis antonii Sign

Serangga Helopeltis antonii Sign. (Hemiptera, Miridae) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman kakao (Theobroma cacao). H. antonii termasuk hama yang berperan menimbulkan kerusakan baik pada tanaman muda maupun tanaman produktif. Stadium serangga yang merusak adalah nimfa dan imago yaitu dengan cara memasukkan alat mulutnya (stilet) ke dalam jaringan tanaman dan menghisap cairan-cairan di dalam sel tanaman (Puslitkoka Indonesia, 2004).

22 Baca lebih lajut

Biological Control of Helopeltis sp., the Major Pest of Acacia crassicarpa Tree Plantation with Entomopathogenic Fungi Beauveria bassiana and Lecanicillium lecanii

Biological Control of Helopeltis sp., the Major Pest of Acacia crassicarpa Tree Plantation with Entomopathogenic Fungi Beauveria bassiana and Lecanicillium lecanii

Helopeltis sp. (Hemiptera: Miridae) merupakan serangga pemakan tanaman. Jenis Helopeltis sp. yang umum dikenal diantaranya adalah Helopeltis antonii Sign. yang terdapat pada tanaman kakao, tanaman teh, kina, alpokat, jambu mete, jambu biji. H. theivora Waterh. dijumpai menyerang tanaman teh dan kakao. Jenis H. schoutedeni Reuter dilaporkan menyerang tanaman kapas (dikenal dengan nama H. bergrothi Reuter) (Wheeler 2000). Helopeltis antonii hanya ditemukan di kina, Cinnamomum, jambu bol, Melia, Acacia decurens, jambu mete, Melastoma, cabe rawit dan tanaman dari jenis rumput-rumputan (Kalshoven 1981). Helopeltis sp. termasuk hama yang paling berperan dalam menimbulkan kerusakan, baik pada tanaman muda maupun pada tanaman yang telah menghasilkan (Wiratno et al. 1996). Beberapa spesies tanaman yang menjadi inang Helopeltis adalah teh, kina, Bixa, Gardenia dan sedikit kerusakan ditemukan pada pohon-pohon seperti Albizia, Erythrina, dan Tephrosia. Helopeltis sp. umumnya digolongkan sebagai serangga minor di tanaman kehutanan. Kadang-kadang kerusakan ditemukan pada tanaman mahoni, ketapang, kayu manis, dan melia, akan tetapi laporan terkini menyebutkan bahwa kerusakan berat oleh Helopeltis sp. ini terjadi pada Eucalyptus muda dan tegakan akasia di Indonesia (Wylie et al. 1998 dalam Speight dan Wylie 2001).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK ( Annona muricata L. ) TERHADAP MORTALITAS dan PERKEMBANGAN Helopeltis antonii SIGN (Hemiptera; Miridae)

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK ( Annona muricata L. ) TERHADAP MORTALITAS dan PERKEMBANGAN Helopeltis antonii SIGN (Hemiptera; Miridae)

Skripsi ini berisi hasil kerja / Penelitian mulai bulan September 2005 sampai dengan Desember 2005 di Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Bersama ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri kecuali jika disebutkan sumbernya dan Skripsi ini belum pernah diajukan pada instansi lain.

14 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN SERANGGA Helopeltis antonii Sign.

EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN SERANGGA Helopeltis antonii Sign.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2011. Pemeliharaan H. antonii serta penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, ekstraksi metanol biji srikaya (Annona squamosa L.) di lakukan di Laboratorium Biologi, Fakultas Farmasi Universitas Jember. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstraksi metanol biji srikaya (Annona squamosa L.) dalam beberapa serial konsentrasi (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 dan 3%), Variabel terikat pada penelitian ini adalah mortalitas dan perkembangan serangga Helopeltis antonii Sign. Analisis data dengan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% (P<0,05), untuk mengetahui tingkat perbedaan dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN SERANGGA Helopeltis antonii Sign.

EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN SERANGGA Helopeltis antonii Sign.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2011. Pemeliharaan H. antonii serta penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, ekstraksi metanol biji srikaya (Annona squamosa L.) di lakukan di Laboratorium Biologi, Fakultas Farmasi Universitas Jember. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstraksi metanol biji srikaya (Annona squamosa L.) dalam beberapa serial konsentrasi (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 dan 3%), Variabel terikat pada penelitian ini adalah mortalitas dan perkembangan serangga Helopeltis antonii Sign. Analisis data dengan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% (P<0,05), untuk mengetahui tingkat perbedaan dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Aktivitas Insektisida Ekstrak Buah Cabai Jawa terhadap He ope tis antonii Sign

Aktivitas Insektisida Ekstrak Buah Cabai Jawa terhadap He ope tis antonii Sign

Aktivitas insektisida ekstrak cabai jawa terhadap hama H. antonii belum pernah diteliti. Bahan tumbuhan lain yang telah diteliti keefektifannya terhadap Helopeltis spp. di antaranya minyak selasih (Ocimum basilicum), minyak jahe merah (Zingiber officinale), minyak pala (Myristica fragrans), dan minyak masoyi (Massoia aromatica) (Atmadja 2008; Atmadja et al. 2009). Perlakuan dengan minyak selasih 10% dapat mematikan imago H. antonii 83.3% pada 6 hari setelah aplikasi (Atmadja dan Suriati 2009). Hasil penelitian Kardinan dan Sondang (2012) menunjukkan bahwa formula insektisida nabati sitronela 5% + cengkih 10% + azadiraktin 0.15% + rotenon 0.33% efektif mengendalikan Helopeltis spp. pada pucuk teh. Darwis dan Atmadja (2010), melaporkan bahwa penggunaan insektisida nabati serai wangi pada konsentrasi 1.6% dan 3.2% dapat menyebabkan mortalitas H. theivora sebesar 60% dan 83%.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

The Use of Natural Enemies for Controlling Pests for Estate Crops

The Use of Natural Enemies for Controlling Pests for Estate Crops

which is relatively inexpensive and safe for the environment could be developed. The use of a solution containing spores of Beauveria bassiana for controlling Z. coffeae on cocoa proved to give a good result. The same result was also obtained on the use of a crude extract of virus isolated from infected larvae to suppres the popula- tion of S. or S. asigna. In addition, the applica- tion of coeruleus, introduced from Hawaii, for controlling Leucaena psyllid on Leucaena as a shading-tree had also been successful. The development of the use of B. bassiana for controlling H. antonii on cocoa, and for hampei on coffee had been carried out. The application of parasitoid, Cephalonomia stephanoderis, introduced from Africa, for controlling H. hampei; and parasitoid
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PATOGENISITAS EMPAT ISOLAT CENDAWAN Beauveria bassiana TERHADAP HAMA Helopeltis spp. DAN Riptortus linearis DI LABORATORIUM

PATOGENISITAS EMPAT ISOLAT CENDAWAN Beauveria bassiana TERHADAP HAMA Helopeltis spp. DAN Riptortus linearis DI LABORATORIUM

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan koloni, kerapatan dan viabilitas konidia isolat B. bassiana asal Balittro, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus, serta mengetahui kemampuan nya dalam menyebabkan mortalitas terhadap hama Helopeltis spp. dan R. linearis di laboratorium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian dimulai bulan Februari - Juli 2016. Uji Pertumbuhan B. bassiana secara In Vitro menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang 5 kali. Uji Patogenisitas cendawan B. bassiana terhadap Helopeltis spp. dan R. linearis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat B. bassiana yang berasal dari Tanggamus mendapatkan diameter terlebar (5,52 cm) dengan kerapatan konidia tertinggi (82,32 x 10 8 konidia/ml) dan viabilitas paling baik (89,33%) serta dapat menyebabkan mortalitas Helopeltis spp. sebesar 82% dan pada R. linearis sebesar 78%.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

EFIKASI CENDAWAN Aspergillus sp. TERHADAP HAMA PENGHISAP BUAH KAKAO Helopeltis sp. (HEMIPTERA : MIRIDAE) PADA TANAMAN KAKAO | Supriyadi | AGROTEKBIS 1 PB

EFIKASI CENDAWAN Aspergillus sp. TERHADAP HAMA PENGHISAP BUAH KAKAO Helopeltis sp. (HEMIPTERA : MIRIDAE) PADA TANAMAN KAKAO | Supriyadi | AGROTEKBIS 1 PB

Penyediaan Serangga Uji Helopeltis spp. Serangga uji Helopeltis spp. yang digunakan sebagai perlakuan diambil dari lapangan (pertanaman kakao). Helopeltis spp. yang terdapat pada buah kakao yang dapat dijangkau diambil dengan menggunakan tangan yakni dengan memegang antenanya, sedangkan Helopeltis spp. yang terbang ditangkap dengan menggunakan sweep net (jaring serangga). Serangga uji tersebut dimasukkan ke dalam wadah plastik transparan (1 kg) dan bagian atasnya diikat dengan karet gelang atau dengan menggunakan toples plastik yang tutupnya dilubangi. Serangga uji diambil sebanyak ± 200 ekor, dan diselanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dipelihara. Serangga uji dipelihara dalam kotak pemeliharaan dengan ukuran panjang 50 cm dan lebar 50 cm. Sebagai pakan diberikan potongan ketimun dengan ketebalan sekitar 1,5 cm. Setiap hari pakan diganti agar pakan tersebut tetap segar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengujian Formulasi Kering Metarhizium anisopliae Isolat UGM dan Tegineneng serta Beauveria bassiana Isolat Tegineneng Untuk Mematikan Helopeltis spp. di laboratorium dan di lapangan

Pengujian Formulasi Kering Metarhizium anisopliae Isolat UGM dan Tegineneng serta Beauveria bassiana Isolat Tegineneng Untuk Mematikan Helopeltis spp. di laboratorium dan di lapangan

meningkatkan performa beberapa produk yang menggunakan mikroba. Pada mulanya pelapisan kaolin hanya ditujukan untuk perlindungan buah pasca panen, yaitu untuk menggantikan penggunaan lapisan lilin yang diketahui kurang ramah lingkungan. Namun belakangan dapat dibuktikan bahwa penggunaan kaolin juga terbukti efektif untuk perlindungan buah selama masa pertumbuhan dan juga bagian tanaman lainnya. Glen et al. (1999 dalam Kresnawaty et al., 2010) membuktikan kemampuan kaolin untuk perlindungan tanaman baik dari serangan hama maupun penyakit.

50 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS SERAI WANGI TERHADAP HAMA PENGISAP BUAH KAKAO HELOPELTIS ANTONII Nurmansyah

EFEKTIVITAS SERAI WANGI TERHADAP HAMA PENGISAP BUAH KAKAO HELOPELTIS ANTONII Nurmansyah

Efektifitas serai wangi ( Cymbopogon nar- dus ) terhadap hama pengisap buah kakao Helopeltis antonii (Hemiptera;Miridae), te- lah dilakukan di Laboratorium KP. Laing Solok Sumatera Barat, sejak Juni sampai Desember 2008. Percobaan bertujuan un- tuk melihat pengaruh rajangan daun, se- nyawa volatile minyak serai wangi dan fraksi minyak serai wangi ( sitronella ) ter- hadap hama pengisap buah kakao. Perco- baan disusun dalam bentuk rancangan acak lengkap 12 perlakuan dengan 3 ulangan, perlakuan tersebut adalah rajang- an daun serai wangi (15, 25, dan 50 g)/ta- bung, minyak serai wangi dan fraksi sitro- nellal (0,10, 0,20, 0,30, dan 0,50 ml)/ta- bung. Selain itu efektifitas minyak serai wangi dan fraksi sitronellal juga diuji ter- hadap hama H. antonii dengan cara sem- prot. Percobaan disusun dalam bentuk acak lengkap 9 perlakuan dengan 3 ulang- an, konsentrasi yang diuji adalah (500, 1.000, 2.000 dan 4.000 ppm). Hasil pene- litian menunjukkan bahwa rajangan daun serai wangi 50 g/tabung memperlihatkan sifat menolak ( repelen ) terhadap serang- ga H. antonii dengan persentase rendah yaitu 53,33%, demikian juga pengaruh dari minyak serai wangi dan fraksi sitro- nellal pada dosis 0,1 ml/tabung, dengan persentase penolakan berkisar antara 53,33-73,33%. Pada dosis 0,30 ml/tabung pestisida nabati serai wangi bersifat mem- bunuh (insektisida), dengan persentase kematian serangga H. antonii 76,67% (mi- nyak serai wangi) dan 80% (fraksi sitro- nella). Penyemprotan minyak serai wangi
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Cocoa Cultivation Practices and Prospect of the utilization of Black Ant and Weaver Ant for the Control of Cocoa Pod Borer in Kabupaten Kolaka Southeast Sulawesi

Cocoa Cultivation Practices and Prospect of the utilization of Black Ant and Weaver Ant for the Control of Cocoa Pod Borer in Kabupaten Kolaka Southeast Sulawesi

Kabupaten Kolaka merupakan daerah penghasil kakao terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan kakao di daearah ini adalah adanya serangan hama PBK yang sampai saat ini telah menyerang seluruh areal perkebunan baik perkebunan rakyat maupun perkebunan negara. Desa Lambandia, Kecamatan Lambandia sebagai salah satu desa penghasil kakao terbesar di Kabupaten Kolaka. Berdasarkan hasil survei, petani di desa ini masih tergolong usia produktif yaitu berumur antara 40–60 tahun, hal ini merupakan salah satu potensi untuk pengembangan dan pengelolaan tanaman kakao yang lebih intensif. Bertahannya petani mengusahakan tanaman kakao disebabkan harga yang menjanjikan dan pemasarannya mudah. Keseluruhan petani berusahatani pada kebun milik sendiri, dengan lahan umumnya datar dengan naungan tanaman kelapa. Sebagian besar petani menanam kakao varietas hibrida.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Cocoa Cultivation Practices and Prospect of the utilization of Black Ant and Weaver Ant for the Control of Cocoa Pod Borer in Kabupaten Kolaka Southeast Sulawesi

Cocoa Cultivation Practices and Prospect of the utilization of Black Ant and Weaver Ant for the Control of Cocoa Pod Borer in Kabupaten Kolaka Southeast Sulawesi

Sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran manusia terhadap kelestarian lingkungan hidup, semakin banyak pula aspek lingkungan yang dipertimbangkan sebelum melakukan berbagai pengambilan keputusan, termasuk sebelum melakukan tindakan pengendalian hama dalam usaha taninya. Berbagai cara pengendalian hama tanaman telah dikenal manusia, namun tidak semua cara tersebut bersifat ramah lingkungan. Salah satu cara pengendalian hama yang dianggap ramah lingkungan adalah pengendalian hayati. Pengendalian hayati sudah dikenal manusia sejak ribuan tahun yang lalu dan sudah diimplementasikan dalam perlindungan tanaman sejak abad ke-17. Namun, di sekitar pertengahan Abad ke-20 popularitas pengendalian hayati memudar karena gencarnya promosi pengendalian secara kimiawi yang ternyata menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan hidup. Baru pada akhir Abad ke-20, pada saat manusia semakin sadar terhadap kelestarian lingkungan, muncul kebutuhan untuk kembali kepada pengendalian hayati. Pengendalian hayati menekankan pada interaksi mangsa- predator dan inang-parasitoid, serta interaksi antara patogen dan inang-terutama serangga inang (Susilo 2007)
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Patogenisitas Empat Isolat Jamur Beauveria bassiana terhadap Hama Helopeltis spp. (Hemiptera: Miridae) di Laboratorium

Patogenisitas Empat Isolat Jamur Beauveria bassiana terhadap Hama Helopeltis spp. (Hemiptera: Miridae) di Laboratorium

Serangga Helopeltis spp. (Hemiptera: Miridae) merupakan salah satu hama penting tanaman kakao dengan kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Saat ini, pengendalian hayati menjadi salah satu alternatif yang sedang banyak diteliti dan dikembangkan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida sintetik. Salah satu agensia hayati yang banyak dimanfaatkan sebagai bioinsektisida untuk pengendalian Helopeltis spp. adalah jamur Beauveria bassiana. Beberapa laporan menyebutkan bahwa jenis isolat, kerapatan sspora dan viabilitas spora yang dihasilkan mempengaruhi efektifitas jamur entomopatogen, termasuk jamur B. bassiana, untuk mengendalikan hama sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tumbuh, kerapatan dan viabilitas spora 4 isolat jamur B. bassiana (isolat Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Balittro) serta mengetahui kemampuannya untuk menyebabkan mortalitas hama Helopeltis spp. di laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Februari sampai Juli 2016. Uji pertumbuhan B. bassiana secara in vitro disusun menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam tahapan ini adalah 4 isolat jamur B. bassiana. Sedangkan uji patogenisitas jamur B. bassiana terhadap Helopeltis spp. menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam tahapan ini adalah 4 isolat jamur B. bassiana dan 1 perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jamur B. bassiana memiliki pertumbuhan koloni, kerapatan spora, viabilitas spora dan mortalitas yang berbeda-beda. Jamur B. bassiana isolat Tanggamus mempunyai diameter koloni pertumbuhan terbesar (5,52 cm), kerapatan spora dan viabilitas spora tertinggi (82,32 x 10 8 konidia/ml dan 89,33%) serta dapat menyebabkan mortalitas Helopeltis spp. tertinggi
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Strategi PHT pada tanaman Helopeltis

Strategi PHT pada tanaman Helopeltis

Serangan Helopeltis spp. pada pucuk/ranting menyebabkan bercak-bercak cekung di tunas ranting. Bercak mula-mula bulat dan berwarna coklat kehitaman, kemudian memanjang seiring pertumbuhan tunas itu sendiri. Akibatnya, ranting tanaman akan layu, kering dan mati. Pada serangan yang berat, daun-daun akan gugur dan ranting tanaman akan seperti lidi. Sasaran serangan Helopeltis spp. terutama adalah buah. Pucuk atau ranting tanaman biasanya diserang jika hanya terdapat sedikit buah di pohon. Serangan hama ini dapat menurunkan produksi sebesar 50-60%. Oleh karena itu, serangan yang terjadi berulang kali setiap tahunnya dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar karena tanaman tidak sempat tumbuh secara normal (Wahyudi et al, 2008).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

IP TM9 FACIAL SIGN

IP TM9 FACIAL SIGN

harus dilihat juga ekspresi mata • Mulut monyong, bermakna: o memperhatikan sesuatu dengan kritis; o protes, penolakan ditambah dengan ekspresi mata membesar yang ditujukan ke arah ora[r]

7 Baca lebih lajut

Membangun Budaya Hak-Hak Asasi Manusia | Sardi | Jurnal Media Hukum 1968 5404 1 SM

Membangun Budaya Hak-Hak Asasi Manusia | Sardi | Jurnal Media Hukum 1968 5404 1 SM

DARI INSTRUMEN HAM KE BUDAAAAYAYYYYA HAMA HAMA HAMA HAMA HAM Dalam rangka melindungi rakyat serta hak-haknya, Pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat haruslah meratifikasi berb[r]

8 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Pemantauan dan Analisa Data Kepadatan Lalu Lintas Penerbangan Bandara Juanda Surabaya Berbasis Web.

Sistem Informasi Pemantauan dan Analisa Data Kepadatan Lalu Lintas Penerbangan Bandara Juanda Surabaya Berbasis Web.

Get Forecasting Data Get Tanggal & Call Sign v_Overflight Get Tanggal & Call Sign v_departure Get Tanggal & Call Sign v_Arrival Get Airlines Data Get Tanggal & Call Sign v_overflight[r]

6 Baca lebih lajut

Pengetahuan Lokal Petani Dalam Mengelola Padi Sawah di Pangaribuan

Pengetahuan Lokal Petani Dalam Mengelola Padi Sawah di Pangaribuan

Gilok-gilok ni eme ima nama negai eme, gilok on manegai bulung ni eme, molo nungga sega bulungna perkembangan ni eme pe gabe dang denggan gabe gagal ma panen nami. Makana dang boi sembarangan ikkon jalo do ni ubatan alana hatop do menyebar hama on. (Ulat-ulat padi ini adalah perusak tanaman petani, bagian tanaman padi yang dirusaknya adalah daun, jika daun-daun padi rusak otomatis perkembangannya menjadi terhambat dan menggagalkan panen kami para petani ini. Oleh karena itu hama ini tidak bisa disepelekan, karena perkembanganbiakan ulat ini termasuk cepat. Maka dari itu jika satu rumpun padi saya yang masih terjangkit harus sudah dibuat pembasmian terhadap hama tersebut).
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Show all 2637 documents...