harga kedelai

Top PDF harga kedelai:

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara harga kedelai lokal dengan volume impor kedelai, menganalisis hubungan antara produksi kedelai lokal dengan volume impor produksi, untuk menganalisis hubungan antara harga kedelai lokal dengan harga kedelai internasional, serta menganalisis hubungan antara harga kedelai lokal dengan produksi kedelai.

11 Baca lebih lajut

ANALISIS SPILLOVER VOLATILITAS HARGA KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DI JAWA TIMUR (ANALYSIS OF PRICE VOLATILITY SPILLOVER OF SOYABEAN (Glycine max (L.) Merill) IN EAST JAVA)

ANALISIS SPILLOVER VOLATILITAS HARGA KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DI JAWA TIMUR (ANALYSIS OF PRICE VOLATILITY SPILLOVER OF SOYABEAN (Glycine max (L.) Merill) IN EAST JAVA)

Secara khusus untuk melindungi petani kedelai dari fluktuasi dan gejolak harga kedelai yang tidak menentu dan sulit untuk diprediksi (unpredictable) sebaiknya pemerintah perlu menetapkan harga dasar bagi harga kedelai lokal atau harga pembelian pemerintah (HPP) untuk merangsang petani agar dapat meningkatkan produktivitas,, sehingga tidak terjadi diskriminasi harga yang cukup jauh berbeda. Selain itu, memperkuat nilai tukar petani yang stabil, sehingga dapat menyesuaikan dengan dinamika perkembangan harga kedelai dunia juga merupakan salah satu kebijakan yang dapat ditempuh pemerintah. Implikasi dari hasil penelitian ini juga diharapkan dapat mempengaruhi peningkatan efektivitas kebijakan stabilisasi harga kedelai nasional. Selain itu perlu adanya penyusunan aturan tataniaga terutama mengenai ijin impor dan posisi importir kedelai yang belum selama ini belum jelas, sehingga akan memperkecil kemungkinan munculnya kartel-kartel dalam sistem pemasaran kedelai yang dapat merugikan petani.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Kenaikan Harga Kedelai Terhadap Kinerja Usaha Industri Tempe di Desa Citeureup Kabupaten Bogor

Analisis Pengaruh Kenaikan Harga Kedelai Terhadap Kinerja Usaha Industri Tempe di Desa Citeureup Kabupaten Bogor

Berdasarkan uraian di atas mengenai tingginya permintaan kedelai dalam negeri yang belum terpenuhi dan adanya kenaikan harga kedelai yang terus meningkat dapat mempengaruhi kinerja produksi tempe yang ada. Berdasarkan hasil survei Departemen Perindustrian tahun 1992, bahwa volume bahan baku kedelai yang diolah per pengrajin tempe cukup rendah yaitu sekitar kurang dari 25 kg per hari (Amang B; Husein S; Anas R, 1996). Hal ini menunjukkan bahwa skala usaha untuk pembuatan tempe sebagian besar berupa industri rumah tangga. Usaha skala kecil atau rumah tangga merupakan usaha yang rentan terhadap perubahan harga input. Dengan demikian, adanya kenaikan harga input membuat pengrajin tempe yang merupakan skala kecil merugi karena pengrajin tempe skala kecil masuk dalam kategori price taker tidak dapat mempengaruhi harga output yang ada di pasar ketika adanya kenaikan harga satu input.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Dwi Sartika (2011), dalam penelitiannya yang berjudul analasis permintaan kedelai di Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan analisis regresi linier sederhana yang dilakukan harga kedelai dalam negeri memiliki hubungan yang positif terhadap harga kedelai internasional. Dimana setiap kenaikan harga kedelai internasional, maka harga kedelai dalam negeri juga ikut mengalami kenaikan. Berdasarkan uji parsial (t-statistik) dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh hasil bahwa harga kedelai internasional berpengaruh signifikan terhadap harga kedelai dalam negeri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara harga jual kedelai, luas areal tanam, harga beras, harga pupuk, harga kedelai internasional dan jumlah impor kedelai dengan produksi kedelai nasional tahun 1995-2005 - USD Repository

Hubungan antara harga jual kedelai, luas areal tanam, harga beras, harga pupuk, harga kedelai internasional dan jumlah impor kedelai dengan produksi kedelai nasional tahun 1995-2005 - USD Repository

pemerintah dalam mengatasi ketahanan pangan. Pemerintah lebih bergantung pada impor dibandingkan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu faktor produksi dalam mengatasi ketahanan pangan. Solusi yang terus menerus impor berbagai produk pangan dari berbagai negara membuat sekian problematika pangan di Indonesia seakan tidak pernah selesai. Dalam hal beras, kekurangan beras diatasi dengan impor beras sehingga Indonesia sempat menjadi importir terbesar di dunia dari tahun 1998-2001. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan produk pangan yang lain seperti gula, daging sapi, garam, kedelai, jagung, dan kacang tanah maupun susu. Rendahnya harga kedelai untuk dijual membuat para petani kedelai khususnya beralih tanam ke jagung dan padi. Hal ini yang membuat produksi kedelai mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - PENGARUH HARGA KEDELAI IMPOR DAN HARGA KEDELAI LOKAL TERHADAP PERMINTAAN KEDELAI IMPOR DI INDONESIA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I PENDAHULUAN - PENGARUH HARGA KEDELAI IMPOR DAN HARGA KEDELAI LOKAL TERHADAP PERMINTAAN KEDELAI IMPOR DI INDONESIA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

produk barang atau jasa yang akan dibeli, semakin murah harganya dan diikuti oleh kualitas yang baik, kita akan cenderung memilih produk tersebut untuk dikonsumsi. Dalam tabel 1.2 dapat dilihat bahwa harga kedelai impor memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga kedelai lokal. Tentunya hal ini dapat menyebabkan permintaan kedelai impor terus bertambah dibandingkan dengan kedelai lokal. Masyarakat akan cenderung mengkonsumsi kedelai impor yang harganya lebih murah dibandingkan dengan harga kedelai lokal. Hal ini pula yang menyebabkan para petani enggan untuk menanam kedelai, karena harga kedelai lokal yang sulit bersaing dengan kedelai impor sehingga tidak menghasilkan keuntungan yang cukup memadai bagi para petani. 9
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Produksi, Konsumsi, dan Harga Kedelai Nasional terhadap Impor Kedelai di Indonesia Periode 1980 s.d 2013.

Pengaruh Produksi, Konsumsi, dan Harga Kedelai Nasional terhadap Impor Kedelai di Indonesia Periode 1980 s.d 2013.

Permintaan kedelai di Indonesia tahun 1980 s.d. 2013 meningkat setiap tahunnya karena adanya peningkatan kebutuhan kedelai dalam negeri, pertumbuhan penduduk, dan peningkatan konsumsi per kapita. Tetapi permintaan yang terus meningkat tidak dapat diimbangi oleh produksi kedelai dalam negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah harus mengimpor kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Tetapi, Indonesia dikhawatirkan akan terus bergantung pada kedelai impor sehingga perlu dilakukan perbaikan terhadap kebijakan impor kedelai dan kebijakan harga kedelai di Indonesia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Jumlah Produksi Kedelai Dalam Negeri , Harga Kedelai Dalam Negeri Dan Kurs Dollar Amerika Terhadap Volume Impor Kedelai Indonesia.[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Integrasi Pasar Dan Transmisi Harga Kedelai Indonesia Dengan Kedelai Dunia.

Analisis Integrasi Pasar Dan Transmisi Harga Kedelai Indonesia Dengan Kedelai Dunia.

Khusus untuk komoditi kedelai, lonjakan harga pangan dunia yang terjadi pada tahun 2008, termasuk harga kedelai dunia, turut menyebabkan meningkatnya harga kedelai domestik. Setidaknya ada tiga hal yang telah dirangkum oleh Pusat Studi Ekonomi, Kementerian Pertanian (2012), yang menyebabkan meningkatnya harga kedelai dunia, antara lain: i) menurunnya produksi kedelai pada periode tahun 2006 hingga 2008 yang disebabkan oleh menurunnya produktivitas dan area tanam karena bersaing dengan area tanam jagung yang pada saat itu poduksinya semakin meningkat karena penggunaan jagung sebagai bahan baku pembuatan energi alternatif; ii) meningkatnya konsumsi kedelai dunia yang dipicu oleh meningkatnya konsumsi kedelai di Cina dan India yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat di kedua negara tersebut; dan iii) adanya program pengembangan energi alternatif berbahan baku komoditi pangan, seperti di Amerika yang mengembangkan etanol berbasis jagung, Brasil yang mengembangkan etanol berbasis tebu dan Eropa yang mengembangkan biodiesel sebagai energi alternatif. Khusus di Amerika, kebijakan pengembangan energi alternatif berbahan baku jagung, turut mendorong peningkatan harga jagung dunia. Selain itu, pemerintah Amerika memberikan subsidi kepada petani jagung untuk mendorong pengembangan energi alternatif ini. Maka dari itu, banyak petani di Amerika yang beralih dari menanam kedelai menjadi menanam jagung, karena jagung dianggap lebih memberikan insentif yang menguntungkan bagi petani.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Rahmad Wijaya (100304060) dengan judul skripsi “Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara” yang dibimbing oleh Ibu Ir. Diana Chalil, M.si, Ph.D selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si selaku anggota komisi pembimbing.

1 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

lokal ini terjadi seiring dengan peningkatan harga kedelai dunia yang juga mengalami peningkatan cukup tinggi. Harga dunia kacang kedelai yang sebelumnya cukup stabil di kisaran angka US$ 200 – US$ 300 per metric ton, meningkat sampai melebihi angka US$ 500 per metric ton pada tahun 2008 (Lampiran 2).

6 Baca lebih lajut

Faktor–faktor yang Memengaruhi Harga Kedelai Indonesia

Faktor–faktor yang Memengaruhi Harga Kedelai Indonesia

Hasil estimasi VECM pada jangka pendek menunjukkan bahwa variabel impor memiliki hubungan yang signifikan secara positif terhadap harga kedelai domestik. Hal ini disebabkan karena adanya fenomena bahwa kedelai merupakan salah satu komoditi pangan yang memiliki kandungan impor yang cukup tinggi, karena produksi kedelai domestik tidak dapat memenuhi konsumsi masyarakat. Tingginya harga kedelai impor dalam beberapa bulan belakangan dikarenakan oleh menurunnya produksi kedelai di negara produsen besar seperti Amerika Serikat, Brazil, dan Argentina karena adanya perubahan cuaca yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman kedelai. Pada saat bersamaan, produksi kedelai lokal semakin menurun dan tidak menjanjikan sehingga berimbas pada semakin tidak stabilnya harga kedelai lokal (Facino 2012). Kondisi ini tentu sangat tidak menguntungkan bagiIndonesia yang sebagian besar pemenuhan kebutuhan kedelainya bergantung pada impor.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Harga Kedelai Lokal, Produksi Kedelai dan Volume Impor Kedelai di Provinsi Sumatera Utara

Output Korelasi Produksi Kedelai Dengan Volume Impor Produksi Dengan Lag 1 Bulan CORRELATIONS /VARIABLES=impor produksi /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIR[r]

12 Baca lebih lajut

INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

INDIKASI PRODUSEN TAHU MEMILIH KEDELAI LOKAL DAN PRODUSEN

Kedelai mempunyai kegunaan yang luas dalam tatanan kehidupan manusia. Bagian yang terpenting dari tanaman kedelai adalah bijinya. Biji kedelai dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Salah satu hasil olahan yang dihasilkan dari komoditas kedelai adalah tahu dan tempe. Sungguh disayangkan, kedelai yang merupakan bahan makanan utama sebagian besar diperoleh dari impor. Hal ini dikarenakan stok kedelai nasional yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga harus mengimpor kedelai dari luar negeri. Kecamatan Gambiran merupakan sentra agoindustri tahu dan tempe. Di Kecamatan ini terdapat 204 industri tempe dan 24 industri tahu. Pengrajin tahu di Kecamatan Gambiran lebih memilih menggunakan kedelai lokal sedangkan pengrajin tempe lebih memilih menggunakan kedelai impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor apa saja yang mendasari produsen tahu menggunakan kedelai lokal dan produsen tempe menggunakan kedelai impor dalam memproduksi tahu dan tempe, (2) nilai tambah kedelai pada agroindustri tahu dan tempe, (3) tingkat pendapatan produsen tahu dan tempe, (4) prospek agroindustri tahu dan tempe. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis nilai tambah, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor yang mendasari produsen tahu menggunakan kedelai lokal adalah kandungan pati dan harga kedelai Sedangkan faktor yang mendasari produsen tempe menggunakan kedelai impor adalah kualitas kedelai dan hasil produksi, (2) Nilai tambah agroindustri tahu dan tempe adalah positif, (3) Tingkat pendapatan agroindustri tahu dan tempe adalah tinggi (untung), (4) Prospek pengembangan agroindustri tahu dan tempe berada dibidang White Area.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

kegiatan_7101409279_1361108468. 329.55KB 2013-07-11 22:11:55

kegiatan_7101409279_1361108468. 329.55KB 2013-07-11 22:11:55

Manfaat dan Dampak yang Diharapkan dari Pembuatan “Tahu Beton” Pembuatan Tahu Beton ini diharapkan dapat mendatangkan berbagai manfaat bagi semua pihak. Selain sebagai sumber bahan pangan baru yang bernilai gizi tinggi, tahu beton juga dapat dijadikan solusi alternatif masalah tingginya harga kedelai sebagai bahan baku tahu konvensional. Lebih lanjut dapat mengurangi jumlah impor kedelai di dalam negeri. Selanjutnya, langkah tersebut diharapkan dapat dijadikan solusi pencegahan masalah pemenuhan gizi masyarakat (gizi buruk) karena biaya untuk pencegahan timbulnya gizi buruk jauh lebih murah daripada mengobatinya (Suhardjo, 2003). Selain itu dengan mengganti bahan baku tahu dari kedelai menjadi biji nangka/beton setidaknya akan mengurangi jumlah permintaan di pasar sehingga akan menurunkan harga serta memperkecil impor kedelai.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Volatilitas Harga Pangan Dan Pengaruhnya Terhadap Indikator Makroekonomi Indonesia

Volatilitas Harga Pangan Dan Pengaruhnya Terhadap Indikator Makroekonomi Indonesia

Indonesia adalah negara pengimpor kedelai yang cukup besar relatif terhadap kebutuhannya, yaitu lebih kurang sebesar 70 persen. Ketergantungan terhadap impor yang cukup besar menunjukkan rawannya perubahan harga kedelai di dalam negeri akibat perubahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Jika nilai tukar dollar terhadap rupiah semakin tinggi (artinya rupiah terdepresiasi) maka akan meningkatkan harga kedelai dan sebaliknya, hal ini berarti volatilitas harga kedelai berkorelasi positif dengan perubahan nilai tukar. Kerawanan ini tidak hanya ditinjau secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menjadi isu sosial-politik, karena kedelai merupakan bahan baku konsumsi makanan seperti, tahu, tempe dan jenis makanan lainnya. Oleh karena itu upaya untuk menstabilkan harga kedelai penting untuk dilakukan. Dalam jangka pendek, impor diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kedelai dan membatasi munculnya spekulan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah melalui Perum Bulog melakukan impor kedelai dengan mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 23 tahun 2013.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Konsumai Kedelai di Sumatera Utara

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Konsumai Kedelai di Sumatera Utara

Dari penelitian ini didapatkan bahwa produksi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh luas lahan, tenaga kerja, harga pupuk. Produksi kedelai di Sumatera Utara secara parsial tidak dipengaruhi oleh luas panen kedelai dan tenaga kerja. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga impor kedelai, jumlah penduduk, pendapatan dan nilai tukar kedelai. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara parsial tidak dipengaruhi harga kedelai impor, jumlah penduduk, pendapatan, dan nilai tukar kedelai. Rasio produksi dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara mengalami fluktuasi 2004-2013
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

 this  file 762 3050 1 PB

this file 762 3050 1 PB

Ada dua faktor yang sering muncul pada variabel penelitian di dalam penelitian terdahulu, yaitu variabel produksi kedelai dalam negeri dan variabel harga kedelai dunia. Karena kedua faktor yang selalu muncul sebagai variabel bebas dalam penelitian terdahulu, sehungga penulis ingin meneliti lebih jauh seberapa besar pengaruh variabel produksi kedelai dalam negeri, dan variabel harga kedelai dunia terhadap volume impor kedelai di Indonesia. Data sekunder time series digunakan dalam penelitian ini dimana studi penelitian pada tahun 1996 hingga 2013. Peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai pengaruh dari produksi kedelai dalam negeri, dan harga kedelai dunia terhadap volume impor kedelai Rumusan Masalah
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PERUBAHAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN KEDELAI OLEH PENGUSAHA TEMPE DI DESA SEPANDE KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO.

PENGARUH PERUBAHAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN KEDELAI OLEH PENGUSAHA TEMPE DI DESA SEPANDE KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO.

permintaan sebesar 54811,80 kw pada kurun waktu tahun 2010-2012. Sedangkan perkembangan permintaan kedelai jenis non pelangi mengalami penurunan dengan jumlah permintaan sebesar 57064,37 kw pada kurun waktu tahun 2010-2012 sehingga jelas dari perpaduan antara permintaan kedelai jenis pelangi dan jenis non pelangi memperlihatkan grafik dengan keadaan stabil atau tidak ada perubahan. Jadi sesuai dengan teori permintaan jika harga naik maka permintaan terhadap suatu barang cenderung menurun dan juga sebaliknya. Hal ini tidak terjadi di Desa Sepande yang merupakan sentra pembuatan tempe yang dapat dilihat pada grafik tren perkembangan permintaan kedelai terlihat stabil ketika harga kedelai melambung naik karena kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tempe yang permintaannya tidak mengalami perubahan walau harganya berubah-ubah dan berapapun harga tempe konsumen tetap membelinya karena tempe merupakan lauk pauk yang harganya paling murah serta kaya akan gizi sehingga berapapun harga tempe tidak mengurangi permintaan tempe di pasaran. Adapun itu membuat permintaan kedelai oleh para pengusaha tempe menjadi tetap dan biasanya para pengusaha tempe memberi solusi dengan cara memperkecil ukuran dan menurunkan mutu tempe ketika harga kedelai naik.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN KEDELAI Studi Kasus pada Kelompok Usaha Tani Kedelai Dukuh Asem Kelurahan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN KEDELAI Studi Kasus pada Kelompok Usaha Tani Kedelai Dukuh Asem Kelurahan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka.

Para pengrajin tahu tempe menerima dampak dari kenaikan harga kedelai impor merasa sangat dirugikan, karena bahan baku utama yaitu kedelai yang digunakan untuk memproduksi tahu tempe merupakan produk impor. Ketua umum gabungan koperasi produsen tempe tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin (Tempo.com, 2013), mengatakan bahwa sebenarnya kualitas kedelai lokal tidak kalah dengan impor. Namun, kedelai lokal kurang dalam hal produksi dan penanganan pasca panen. Sementara alasan produsen tahu dan tempe memilih kedelai impor adalah karena ada beberapa kelebihan yang dimiliki kedelai impor di bandingkan dengan kedelai lokal.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...