harga saham syariah

Top PDF harga saham syariah:

PENGARUH GEJOLAK MONETER TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH SEKTOR MANUFAKTUR DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA

PENGARUH GEJOLAK MONETER TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH SEKTOR MANUFAKTUR DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA

Pada gambar 4.9 di atas, dapat dilihat bahwa DJIA berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham syariah sektor manufaktur di ISSI. DJIA merupakan cerminan pergerakan ke 30 saham-saham top di Amerika, dimana ketiga puluh saham-saham tersebut merupakan saham top dunia. Sehingga pergerakan DJIA meski tidak secara keseluruhan dianggap sebagai representatif dari pergerakan bursa-bursa saham secara global. Hal ini menyebabkan investor sering mengacu kepada bursa global termasuk DJIA. Ketika terjadi kenaikan harga pada DJIA akan mengakibatkan terjadinya kenaikan permintaan saham di Indonesia karena perpikir bahwa keadaan pasar global sedang bagus. Kenaikan permintaan saham dengan penawaran relatif tetap mengakibatkan kenaikan harga pada saham syariah sektor manufaktur di ISSI. Kenaikan harga saham syariah sektor manufaktur di ISSI pada akhir tahun yang tidak sejalan dengan harga saham pada DJIA disebabkan faktor internal negara Indonesia sendiri yaitu semakin menguatnya kurs rupiah akibat kebijakan pemerintah mengurangi jumlah impor dan menambah ekspor.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM SYARIAH INTE (1)

PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM SYARIAH INTE (1)

Dari data dan fakta di atas, dapat dilihat bahwa kinerja pasar saham syariah sangat dipengaruhioleh gejolak yang terjadi di pasar saham internasional. Hal ini terjadi sebagai akibat semakin terintegrasikannya pasar-pasar saham yang ada di dunia, sehingga gejolak yang terjadi di suatu negara, dapat memengaruhi kondisi negara lain secara signiikan. Demikian pula dengan stabilitas kondisi makroekonomi. Meski pasar saham syariah Indonesia sempat terpukul akibat krisis 2008, namun karena kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil dan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, maka Jakarta Islamic Index pun mampu menunjukkan kinerja recovery yang lebih baik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks harga saham syariah di beberapa negara dan variabel makroekonomi nasional terhadap kinerja Jakarta Islamic Index. Adapun pasar saham syariah negara lain yang diteliti pengaruhnya dalam studi ini adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang dan Malaysia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah Inte (2)

Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah Inte (2)

Abstrak: Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah Internasional dan Variabel makroekonomi Terhadap Jakarta Islamic Indeks. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh indeks harga saham syariah internasional dan variabel makroekonomi terhadap Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM), dengan data runtut waktu bulanan dari Januari 2007 sampai dengan Oktober 2012. Hasil studi menunjukkan bahwa JII dipengaruhi secara positif dan signiikan oleh DJIEU, DJIMY dan IPI, serta dipengaruhi secara negatif dan signiikan oleh DJIJP, IMUS, M2 dan SBIS. JII paling cepat mencapai kestabilan ketika merespon guncangan terhadap jumlah uang yang beredar (M2). Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi otoritas moneter dengan otoritas jasa keuangan, penguatan sektor riil, penguatan upaya meminimalisir pen- garuh bunga terhadap pasar keuangan syariah, dan perlu dibangunnya sistem peringatan dini untuk mengantisipasi krisis keuangan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

Saham adalah surat berharga tanda bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) (Guslina, 2009). Saham konvensional memasukkan seluruh saham yang tercatat pada bursa saham dengan mengabaikan faktor halal dan haram. Hal yang terpenting adalah saham emiten yang terdaftar (listing) telah sesuai dengan aturan yang berlaku atau legal secara hukum tanpa memikirkan jika ada emiten yang menjual sahamnya di sektor usaha yang bertentangan dengan syariah islam atau dapat merusak kehidupan masyarakat. Sehingga, saham konvensional dapat memiliki ketidakpastian yang sangat besar. Selain itu, saham syariah juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mengimbangi saham konvensional di Indonesia. Dapat dilihat dari pertumbuhan saham syariah di pasar modal syariah mulai tinggi dan menunjukkan peningkatan jumlah saham. Di Indonesia, ada dua indeks saham syariah yang merupakan indikator penunjuk kinerja / pergerakan indeks harga saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang berdiri tahun 2011 dan Jakarta Islamic Index (JII) yang berdiri sejak tahun 2000.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Pengaruh return on asset,current ratio,debt to equity ratio,dividen,laba bersih dan dividend payout ratio terhadap harga saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta islamic index periode 2009-2014

Pengaruh return on asset,current ratio,debt to equity ratio,dividen,laba bersih dan dividend payout ratio terhadap harga saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta islamic index periode 2009-2014

Dalam penelitian ini, penulis akan menghitung nilai, posisi, dan signifikansi rasio-rasio keuangan, yaitu rasio profitabilitas (Return on Asset), rasio likuiditas (Current Ratio), rasio solvabilitas (Debt to Equity Ratio), Dividen, Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio terhadap Harga Saham Syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2009-2014. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data laporan keuangan emiten tetap yang termasuk sebagai perusahaan terdaftar di Jakarta Islamic Index dari 2009 hingga 2014. Metode yang digunakan adalah regresi data panel (data panel regression) karena data yang digunakan merupakan gabungan data silang (cross section) dan serial waktu (time series) sehingga dapat diketahui pengaruh, posisi, signifikansi variabel independen terhadap variabel dependennya.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, DAN LIKUIDITAS TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG  Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Aset, Dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Syariah Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Per

PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, DAN LIKUIDITAS TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Aset, Dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Syariah Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Per

Saham syariah merupakan saham-saham perusahaan yang dalam operasionalnya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Pengelompokan saham syariah berada dalam Jakarta Islamic Index (JII) yang terdaftar di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id . Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti mengenai pengaruh profitabilitas, pertumbuhan aset, dan likuiditas terhadap harga saham syariah. Variabel-variabel yang digunakan adalah profitabilitas, pertumbuhan aset, dan likuiditas sebagai variabel independen dan harga saham syariah sebagai variabel dependen.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah Inte

Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah Inte

Dari data dan fakta di atas, dapat dilihat bahwa kinerja pasar saham syariah sangat dipengaruhioleh gejolak yang terjadi di pasar saham internasional. Hal ini terjadi sebagai akibat semakin terintegrasikannya pasar-pasar saham yang ada di dunia, sehingga gejolak yang terjadi di suatu negara, dapat memengaruhi kondisi negara lain secara signiikan. Demikian pula dengan stabilitas kondisi makroekonomi. Meski pasar saham syariah Indonesia sempat terpukul akibat krisis 2008, namun karena kondisi makroekonomi nasional yang relatif stabil dan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, maka Jakarta Islamic Index pun mampu menunjukkan kinerja recovery yang lebih baik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks harga saham syariah di beberapa negara dan variabel makroekonomi nasional terhadap kinerja Jakarta Islamic Index. Adapun pasar saham syariah negara lain yang diteliti pengaruhnya dalam studi ini adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang dan Malaysia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

2.1 Saham Syariah - Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)

2.1 Saham Syariah - Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)

Analisis teknikal digunakan untuk mencari pola harga saham yang berulang dan dapat diidentifikasi. Salah satu teori analisis terkenal menyatakan bahwa pergerakan harga dari suatu sekuritas mengandung semua informasi mengenai semua sekuritas tersebut. Untuk lebih mendekati pasar, para analis teknikal modern membuat grafik yang dapat menampilkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah. Baik analisis teknikal maupun analisis fundamental dapat dikombinasikan dengan metode-metode penelitian lainnya untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat seperti metode rata-rata bergerak (moving averages), Oscillator, dan Stochastic RSI, fuzzy, neural network, algoritma genetic, dan metode hybrid (Sulistiawan, 2007).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

2.1 Saham Syariah - Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

2.1 Saham Syariah - Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

indikator yang diberikan yaitu grafik baris (line chart), grafik bar (bar chart), candlestick chart, dan point and figure chart (Widoatmodjo, 2009). Baik analisis fundamental maupun analisis teknikal dapat dikombinasikan dengan menggunakan metode-metode lainnya seperti metode perataan bergerak (moving average) dan metode pemulusan eksponensial (exponential smoothing), algoritma genetik, metode hybrid, jaringan saraf tiruan, dan fuzzy agar menghasilkan prediksi harga saham yang lebih akurat dan tepat (Hani, 2014).

15 Baca lebih lajut

080 Index Harga saham syariah

080 Index Harga saham syariah

Penelitian mengenai reaksi pasar salah satunya dapat diukur dengan menggunakan abnormal return. Abnormal return berasal dari selisih return realisasi dan return ekspektasi. Return ekspektasi disebut juga dengan return normal (retun yang diharapkan investor). Perbedaan hasil penelitian mengenai perbedaan abnormal return di sekitar pengumuman menjadikan topik penelitian ini semakin menarik. Pada umumnya, indeks yang diamati adalah indeks turunan yang jumlah sahamnya lebih sedikit dari total saham yang listing di pasar modal suatu negara. Contoh indek turunan yang banyak dipakai di suatu riset adalah NZSE 10 (New Zaeland Stock Exchange 10), PSI 20 (Potuguese Stock Exchange 20), dan LQ 45 (Liquid 45) yang mensyaratkan likuiditas dan frekuensi transaksi. Tetapi, Kuala Lumpur Syariah Index (KLSI) dan ISSI menyaratkan kesesuaian usaha dengan syariah. Penelitian dari Bildik dan Gulay (2001), Bechman (2002), dan Rahman (2007) menujukan bahwa informasi pengumuman perubahan komposisi indeks karena keluar masuknya saham-saham tertentu di pasar turunan direspon atau direaksi oleh pelaku pasar modal.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, DAN LIKUIDITAS TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA  Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Aset, Dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Syariah Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Periode 2012-2014.

PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, DAN LIKUIDITAS TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan Aset, Dan Likuiditas Terhadap Harga Saham Syariah Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Periode 2012-2014.

Pada aspek keuangan, salah satunya mencakup kegiatan pengambilan keputusan pendanaan yang akan diambil perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya, dan memilih alternatif investasi yang tepat dengan menggunakan modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapat dana atau tambahan modal adalah melalui pasar modal, karena pasar modal merupakan sarana yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dana. Tempat penawaran penjualan efek ini dilaksanakan berdasarkan satu lembaga resmi yang disebut bursa efek. Salah satu efek yang diperjualbelikan yaitu berupa saham. Investor untuk berinvestasi di pasar modal memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Informasi akurat yang diperlukan yaitu mengetahui sejauh mana eratnya hubungan variabel-variabel yang menjadi penyebab fluktuasi harga saham dan juga mengetahui bagaimana bentuk hubungan antar variabel- variabel tersebut. Dengan mengetahui variabel-variabel tersebut, investor dapat memilih perusahaan yang benar-benar dianggap sehat sebagai tempat menanamkan modalnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan Metode Simple Evolving Connectionist System (SECOS)

Tabel 3.1 Rangkuman Data Saham Jakarta Islamic Index 21 Table 3.2 Use Case Spesifikasi untuk Use Case Pengaturan Data 33 Table 3.3 Use Case Spesifikasi untuk Use Case Pelatihan Data 33 Table 3.4 Use Case Spesifikasi untuk Use Case Pengujian Data 34 Table 3.5 Use Case Spesifikasi untuk Use Case Prediksi 34

12 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INDEKS SAHAM SYARIAH DENGAN INDEKS SAHAM KONVENSIONAL PERIODE 2015-2017 (STUDI KASUS PADA JII DAN LQ45)

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INDEKS SAHAM SYARIAH DENGAN INDEKS SAHAM KONVENSIONAL PERIODE 2015-2017 (STUDI KASUS PADA JII DAN LQ45)

Pasar modal di Indonesia terdiri dari pasar modal konvensional dan pasar modal syariah. Walaupun termasuk baru, pasar modal syariah sudah berkembang cukup signifikan dan mulai dilirik oleh para investor baik yang ingin berivestasi secara syariah maupun yang percaya akan pertumbuhan saham syariah di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja indeks harga saham konvensional dengan indeks harga saham syariah. Indeks harga saham konvensional diambil data dari Indeks LQ45 sedangkan indeks harga saham syariah diambil data Indeks Jakarta Islamic Index (JII). Data indeks tersebut diambil dalam 2 tahun terakhir yaitu 2016-2017. Alat analisis yang digunakan adalah Uji beda untuk 2 populasi yang tidak saling berhubungan (Uji t) dengan menggunakan program SPSS versi 17. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikan 0,00 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kinerja indeks saham konvensional dengan kinerja indeks saham syariah yang listing di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terlihat dari perubahan harga saham konvensional yang cukupsignifikan kenaikannya selama masa pengamatan, tetapi hal ini biasanya diiringi dengan penurunan yang signifikan pula. Berbeda dengan saham syariah yang mempunyai harga saham relatif stabil dan sangat cocok untuk investor saham yang tidak menyukai saham yang memiliki resiko tinggi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis E cient Market Hypothesis (EMH) di Bursa Saham Syariah, 2005:1 – 2008:11

Analisis E cient Market Hypothesis (EMH) di Bursa Saham Syariah, 2005:1 – 2008:11

Pengujian berikutnya yang perlu dilakukan adalah uji kausalitas Granger. Uji kausalitas ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kausal antar-indeks harga saham syariah di dunia. Tabel 6 menunjukkan hasil uji kausalitas Granger JII, IMUS, SASEIDX dan FTSEMY. Pada kasus kausal antara JII dan IMUS nampak bahwa pada lag 1 IMUS berpengaruh terhadap JII. Artinya bahwa perilaku atau kondisi bursa saham syariah Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perilaku atau kondisi di bursa saham syariah Indonesia. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh kedua regulator di bursa saham (sektor keuangan) untuk melakukan pengawasan serta pengambilan kebijakan yang hati-hati serta kredibel.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...