Hasil belajar Pkn

Top PDF Hasil belajar Pkn:

Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share

Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share

Model pembelajaran kooperatif tipe student team learning ini dikembangkan di John Hopkins University-Amerika Serikat. Lebih dari separuh penelitian tentang pembelajaran kooperatif di sana menggunakan student team learning. Pada dasarnya model pembelajaran kooperatif yang satu ini sama saja dengan model pembelajaran kooperatif yang lain yaitu adanya ide dasar bahwa siswa harus bekerjasama dan turut bertanggungjawab terhadap pembelajaran siswa lainnya yang merupakan anggota kelompoknya. Pada tipe STL ini penekanannya adalah bahwa setiap kelompok harus belajar sebagai sebuah tim. Ada 3 konsep sentral pada model pembelajaran kooperatif tipe STL ini, yaitu: (1) penghargaan terhadap kelompok; (2) akuntabilitas individual; (3) kesempatan yang sama untuk memperoleh kesuksesan. Pada sebuah kelas yang menerapkan model pembelajaran ini, setiap kelompok dapat memperoleh penghargaan apabila mereka berhasil melampaui ktiteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Akuntabilitas individual bermakna bahwa kesuksesan sebuah kelompok bergantung pada pembelajaran yang dilakukan oleh setiap individu anggotanya. Pada model pembelajaran tipe STL, setiap siswa baik dari kelompok atas, menengah, atau bawah dapat memberikan kontribusi yang sama bagi kesuksesan kelompoknya, karena skor mereka dihitung berdasarkan skor peningkatan dari pembelajaran mereka sebelumnya. v. Two Stay Two Stray
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar PKN SD melalui Stategi Crossword Puzzle

Peningkatan Hasil Belajar PKN SD melalui Stategi Crossword Puzzle

Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang mem bentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Pengertian hasil (produk) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional sedangkan belajar merupakan usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku. Belajar merupakan suatu proses yang terarah kepada pencapaian tujuan atau kompetensi yang telah ditentukan (Purwanto, 2009:44). Belajar juga dapat diartikan sebagai suatu proses, artinya dalam belajar akan terjadi proseslihat, membuat, mengamati, menyelesaikan masalah atau persoalan, menyimak dan latihan (Anisah, dkk., 2011:25). Hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2010:22). Ketika pembelajaran berakhir, maka siswa memperoleh hasil belajar. Hasil belajar merupakan hasil dari interaksi kegiatan belajar mengajar (Dimyati, 2010:3).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA KELAS V SD BAWAMAI ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA KELAS V SD BAWAMAI ARTIKEL PENELITIAN

Dalam pembelajaran yang demikian, siswa tidak lagi ditempatkan dalam posisi yang pasif sebagai penerima bahan ajaran yang diberikan guru, tetapi sebagai subyek yang aktif melakukan proses berfikir, mencari, mengolah, mengurai, menggabung, menyimpulkan, dan menyelesaikan masalah. Bahan ajar yang dipilih, disusun, dan disajikan kepada siswa oleh guru dengan penuh makna sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta erat hubungannya dengan kenyataan dan kegunaannya dalam kehidupan. Dalam proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus senantiasa berorientasi pada 4 (empat) pilar pembelajaran yaitu learning to know (belajar untuk tahu), learning to do (belajar untuk melakukan), learning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri), learning to live together (belajar bersama dengan orang lain). Dengan kata lain Pendidikan Kewarganegaraan menuntut terwujudnya pengalaman belajar yang bersifat utuh memuat belajar kognitif, belajar nilai dan sikap serta belajar perilaku.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar PKn Materi Globalisasi Melalui Pembelajaran Kooperatif Teknik Make A Match Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Dawuan Kabupaten Cirebon

Peningkatan Hasil Belajar PKn Materi Globalisasi Melalui Pembelajaran Kooperatif Teknik Make A Match Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Dawuan Kabupaten Cirebon

dilakukan dengan baik. Di dalamnya terdapat kegiatan memulai kegiatan pembelajaran, melaksanakan jenis kegiatan yang sesuai dengan tujuan, siswa, situasi, dan lingkungan, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan urutan yang logis baik secara individual, kelompok atau klasikal, serta dapat mengelola waktu pembelajaran secara efisien. Dalam pengelolaan interaksi kelas, guru memberikan petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran, menanggapi pertanyaan dan respon siswa, menggunakan ekspresi lisan, tulisan, isyarat dan gerakan badan, memicu dan memelihara keterlibatan siswa dan memantapkan penguasaan materi pembelajaran dengan cukup baik. Guru sudah dapat bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap belajar dengan sangat baik. Di dalamnya terdapat tindakan guru menunjukkan sikap ramah, hangat, luwes, terbuka, penuh perhatian dan sabar kepada siswa, menunjukkan kegairahan belajar, mengembangkan hubungan antarpribadi yang sehat dan serasi, membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya, serta membantu siswa menumbuhkan kepercayaan diri.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MATERI KE

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MATERI KE

bernegara . Apabila hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn rendah, maka akan berpengaruh pada rendahnya moral dan wawasan siswa terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi yang demikian tentu akan sangat berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Jika kondisi seperti ini tidak secepatnya ditanggulangi, maka sangat mungkin kualitas sekolah akan menjadi menurun, karena salah satu indikator keberhasilan sekolah adalah mampu mencetak lulusan yang baik.

11 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PKn Melalui Pembelajaran Studi Kasus Pada Siswa Kelas VA SD Negeri Pucangan 03 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012.

NASKAH PUBLIKASI Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PKn Melalui Pembelajaran Studi Kasus Pada Siswa Kelas VA SD Negeri Pucangan 03 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012.

Berdasarkan dialog awal yang dilakukan sebanyak dua kali dengan kepala sekolah dan guru kelas VA pada hari Selasa, 14 Februari 2012 dan hari Rabu, 22 Februari 2012 diperoleh beberapa kesepakatan. Pada dialog pertama, diperoleh kesepakatan yaitu pemberian ijin kepala sekolah dan guru kelas VA kepada peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengidentifikasi masalah-masalah dalam pembelajaran PKn kelas VA di SD Negeri Pucangan 03. Pada dialog kedua diperoleh kesepakatan observasi yang dilakukan peneliti sebelum melakukan putaran. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi lebih lanjut tentang masalah yang dihadapi guru ketika proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V MIS IKHWANUL MUSLIMIN II TEMBUNG.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V MIS IKHWANUL MUSLIMIN II TEMBUNG.

Penelitian yang dilakukan oleh Edy Rosadi (2012:59) tentang interaksi sosial koperatif (kerjasama) dan kompetitif (individual) menjelaskan bahwa dengan bekerjasama dalam kelompoknya (koperatif). Dalam kondisi ini sangat membantu siswa dalam mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina dan terjalin sikap kesetiakawanan sosial yang koperatif. Siswa menyadari bahwa hidup ini tidak bisa sendiri, atau hidup ini pastilah membutuhkan orang lain atau saling ketergantungan, saling berdampingan, saling membatu karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Sedangkan dalam interaksi sosial kompetitif menjadikan siswa lebih aktif, kreatif, mandiri, selalu bersaing dalam belajar, dan saling bersaing dalam memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar PKn yang dapat dilihat dari tercapainya indikator keberhasilan yakni (1) keterampilan guru dalam pembelajaran PKn pada siklus I memperoleh nilai persentase 66,7% termasuk kategori baik (65-84%) dan meningkat pada siklus II mencapai persentase 80,6% termasuk kategori baik (65-84%); (2) aktivitas belajar siswa ranah afektif dan psikomotorik pada siklus I memperoleh persentase 66,7% termasuk kategori baik (65-84%) dan meningkat pada siklus II mencapai persentase 86,7% termasuk kategori sangat baik (85-100%); dan (3) persentase ketuntasan klasikal hasil belajar PKn prasiklus 40% dengan rata-rata nilai 74, meningkat pada tes siklus I dengan ketuntasan klasikal mencapai 73,3% dengan rata-rata nilai 75,3 dan meningkat lagi pada siklus II mencapai ketuntasan klasikal 86,7% dengan rata- rata nilai 80,7.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) dengan Pembelajaran Konvensional Ditinjau dari Hasil Belajar Ranah Afektif pa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) dengan Pembelajaran Konvensional Ditinjau dari Hasil Belajar Ranah Afektif pa

Dukungan terhadap temuan hasil penelitian ini, tidak hanya N. L. P. Eka Agustini, Ndara Tanggu Renda, dan I Nyoman Murda (2015); Kd. Dewi Anggarini, I Nym. Murda, I Wyn. Sudiana (2013); dan Si Ayu Sri Wahyuni, Ni Nyn. Ganing, I Md. Suara (2013); keampuhan model pembelajaran VCT juga telah dibuktikan oleh Mursetyadi Yuli Sadono dan Muhsinatun Siasah Masruri (2014), hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model pembelajaran VCT efektif dalam pembelajaran penanaman nilai. Sejalan dengan Mursetyadi Yuli Sadono dan Muhsinatun Siasah Masruri (2014), Dewa Ayu, I Made Suara, I Gede Meter (2014), membuktikan bahwa model pembelajaran VCT berpengaruh dan signifikan terhadap hasil belajar PKn.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menghargai Keputusan Bersama Melalui Strategi Debat Aktif Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Jipangan PKn Materi Tahun Pelajaran 2011/2012 Boyolali.

NASKAH PUBLIKASI Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menghargai Keputusan Bersama Melalui Strategi Debat Aktif Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Jipangan PKn Materi Tahun Pelajaran 2011/2012 Boyolali.

Berdasarkan hasil penelitia dapat disimpulkan strategi debat aktif dapat meningkatkan hasil belajar PKn meteri menghargai keputusan bersama pada kelas V SD Negeri 1 Jipangan. Hal ini dapat dilihat dari penigkakan keaktifan dan kerja sama siswa, peningkatan hasil belajar tampak pada hasil nilai dalam pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM yaitu sebanyak 8 siswa atau sebesar 50 % dari keseluruhan 16 siswa. Kemudian pada siklus I meningkat sebesar 18,75% siswa yang mendapat nilai di atas KKM yaitu sebanyak 11 siswa atau sebesar 68,75% dari keseluruhan 16 siswa dan pada siklus II meningkat sebesar 12,5% siswa yang mendapat nilai di atas KKM yaitu sebanyak 13 siswa atau sebesar 81,25% dari keseluruhan 16 siswa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan keterampilan guru dan hasil belajar PKn yakni (1) keterampilan guru dalam pembelajaran PKn pada siklus I mendapatkan 85,8% kriteria sangat baik dan meningkat pada siklus II mencapai 90,8% kriteria sangat baik; dan (2) Hasil belajar kognitif siswa dari prasiklus 60% dengan rata-rata 70 meningkat pada tes siklus I dengan ketuntasan klasikal mencapai 73,33% dengan rata-rata 74 dengan kriteria baik dan meningkat lagi pada siklus II mencapai ketuntasan klasikal 83,33% dengan rata-rata nilai 76 kriteria baik, hasil belajar ranah afektif meningkat dari rata-rata klasikal siklus I 76,73%, meningkat pada siklus II 86,36% dengan kategori sangat baik, hasil ranah psikomotorik meningkat dari rata-rata klasikal siklus I 79,34%, meningkat pada siklus II 85,77% kriteria sangat baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran jigsaw meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Batukali. Adapun saran yang diberikan yaitu guru hendaknya menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada mata pelajaran PKn dan siswa hendaknya belajar lebih aktif dan bersungguh-sungguh serta memperhatikan guru ketika proses pembelajaran.

24 Baca lebih lajut

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK NEGERI 1 BALAESANG | Zainuddin | EDU CIVIC 6164 20397 1 PB

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK NEGERI 1 BALAESANG | Zainuddin | EDU CIVIC 6164 20397 1 PB

Judul penelitian ini adalah Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran PKN Di SMK Negeri 1 Balaesang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana upaya Guru PKn di SMK Negeri 1 Balaesang?, 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar PKn pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Balaesang ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menyajikan informasi yang bersifat menerangkan dalam bentuk uraian, maka data yang ada tidak dapat diwujudkan dalam bentuk angka-angka melainkan berbentuk suatu penjelasan yang menggambarkan keadaan, proses, dan evaluasi motivasi belajar pada mata pelajaran PKn melalui observasi, dokumentasi, pemberian angket dan wawancara. Dari keempat kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa upaya guru PKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn belum terlaksana secara maksimal, hal ini sesuai dengan pernyataan yang dipilih informan di mana masing-masing soal responden cenderung memilih pernyataan kadang-kadang dengan item soal mengenai upaya guru PKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain metode, media sebagai sarana juga memiliki faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Karena itu, diperlukan sarana dan fasilitas yang memadai dalam meningkatkan motivasi belajar siswa tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan jud ul “Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Example Non Example Bagi Siswa Kelas V SD I Jatibarat Jepara” . Sholawat serta salam selalu terlimpah pada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW hingga akhir zaman. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu persyaratan peneliti dalam memperoleh gelar sarjana pendidikan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Fakultas Keguruan Universitas Muria Kudus.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Meningkatkan prestasi belajar pkn siswa kelas III SD Negeri Tegalharjo dengan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW tahun pelajaran 2014/2015.

Meningkatkan prestasi belajar pkn siswa kelas III SD Negeri Tegalharjo dengan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW tahun pelajaran 2014/2015.

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi belajar manusia yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Mata palajaran yang sesuai dengan tujuan tersebut salah satunya adalak PKn. Namun berdasar hasil observasi menunjukkan bahwa randahnya pretasi belajar PKn siswa kelas III SDN Tegalharjo.Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran PKn menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SD N Tegalharjo, 2) Meningkatkan dan menggambarkan peningkatan belajar siswa kelas III SD N Tegalharjo dengan menggunakan model pemebelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBATE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS XI SMAN 2 LUBUK PAKAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBATE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS XI SMAN 2 LUBUK PAKAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan yang dilakukan oleh penulis dalam proses penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, bahwa dengan penerapan model pembelajaran Debate dalam mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil temuan yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian yaitu :

Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA SMP TUNAS DHARMA WAY GALIH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA SMP TUNAS DHARMA WAY GALIH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Guru yang kurang interaksi dengan siswa secara intim menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar. Demikian juga siswa merasa jauh dari guru, maka akan segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Untuk itu sebagai seorang guru perlu mendalami siswa dengan baik, harus mempunyai perencanaan tentang sistem konstitusional yang berlaku sekarang secara mendetail, agar dapat melayani anak belajar secara individu. Dengan adanya interaksi timbal balik anar guru dan siswa yang saling menguntungkan, maka proses belajar megajar berjalan lancar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Mahpiyah. 2013. Upaya Mengkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Perubahan lingkungan Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Model Problem Based Introduction. Jurnal IPA. Ibtida’i. Volume 1. No. 01. Tahun 2014. Ibtida’i. Mulyasa, E. 2009. Hubungan Antara Keterampilan Dasar Guru Dalam Mengajar

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD N PROGOWATI PADA MATA PELAJARAN PKN.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD N PROGOWATI PADA MATA PELAJARAN PKN.

pembelajaran. Saat guru menggunakan metode ceramah, banyak siswa yang kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Kemudian, saat guru membuat kelompok dan meminta siswa untuk berdiskusi, hanya beberapa siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok, sedangkan siswa lain ada yang bermain dengan temannya dan ada juga yang berkelahi. Bahkan ada juga siswa yang tidak mau berkelompok dengan salah satu siswa. Ketika guru meminta siswa untuk menyampaikan pendapat, hanya ada beberapa siswa yang mendominasi untuk menyampaikan pendapat. Jika situasi seperti ini terus dibiarkan maka akan timbul kesenjangan antar siswa yang akan berdampak pada tingkat pemahaman siswa dalam belajar. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa siswa belum memiliki sikap kerjasama yang baik di kelas tersebut. Hal tersebut menggambarkan bahwa kemampuan kerjasama siswa di kelas tersebut belum dikembangkan dengan baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar

Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar

Model Pembelajaran Kooperatif tipe-Jigsaw dideskripsikan sebagai strategi pembelajaran dimana siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok yang disebut ?kelompok asal?. Kemudian siswa juga menyusun ?kelompok ahli? yang terdiri dari perwakilan ?kelompok asal? untuk belajar dan/atau memecahkan masalah yang spesifik. Setelah ?kelompok ahli? selesai melaksanakan tugas maka anggota ?kelompok ahli? kembali ke kelompok asal untuk menerangkan hasil pekerjaan mereka di ?kelompok ahli? tadi. Model Pembelajaran Kooperatif tipe-Jigsaw mengkondisikan siswa untuk beraktifitas secara kooperatif dalam dua kelompok, yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Aktifitas tersebut meliputi saling berbagi pengetahuan, ide, menyanggah, memberikan umpan balik dan mengajar rekan sebaya. Seluruh aktifitas tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar dimana siswa secara aktif melaksanakan tugas sehingga pembelajaran lebih bermakna.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...