Hidroksipropil metil selulosa

Top PDF Hidroksipropil metil selulosa:

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLETTEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice D

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLETTEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice D

Skripsi yang berjudul “OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT TABLET TEOFILIN DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA (EC) DAN HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN ” disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata 1 (S1) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR.

PENDAHULUAN FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR.

Secara ideal, basis dan pembawa harus mudah diaplikasikan pada kulit, tidak mengiritasi dan nyaman digunakan pada kulit. Basis gel yang digunakan dalam sediaan gel adalah hidroksipropil metil selulosa (HPMC) yang merupakan derivat sintetis selulosa dan termasuk dalam basis hidrofilik (Kibbe, 2004). Digunakan basis gel hidrofilik karena daya sebar pada kulit baik, efeknya mendinginkan, tidak menyumbat pori-pori kulit, mudah dicuci dengan air dan pelepasan obatnya baik (Voigt, 1984). HPMC merupakan suatu selulosa non ionik yang tersedia dalam viskositas dan jenis yang bermacam-macam. Substitusi metil memberi HPMC satu ciri yang unik, kekuatan dari gel dan suhu dimana gel terbentuk (60-90°C) tergantung pada substitusi polimer dan konsentrasinya dalam air (Lieberman et al., 1998). HPMC biasanya digunakan dalam sediaan oral dan topikal (Kibbe, 2004). HPMC merupakan basis gel yang bersifat netral, tahan terhadap pengaruh asam dan basa, stabil pada pH 3-11, tahan terhadap serangan mikroba dan tahan panas.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

PENDAHULUAN Optimasi Formulasi Sediaan Lepas Lambat Tablet Teofilin dengan Matriks Etil Selulosa (EC) dan Hidroksipropil Metil Selulosa (HPMC) dengan Metode Simplex Lattice Design.

Sistem ini mampu mengembang dan diikuti oleh erosi dari bentuk gel sehingga obat dapat terdisolusi dalam media air. Matriks hidrofilik diantaranya adalah metil selulosa, hidroksietil selulosa, hidroksipropil metil selulosa, natrium karboksimetil selulosa, natrium alginat, xanthan gum dan karbopol. Bila bahan- bahan tersebut kontak dengan air, maka akan terbentuk lapisan matriks terhidrasi. Lapisan ini bagian luarnya akan mengalami erosi sehingga menjadi terlarut. 4. Disolusi

18 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN GEL  EKSTRAK LIDAH BUAYA  (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT  FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR.

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR.

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa melimpahkan rahmat, karunia, petunjuk serta kekuatan-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan judul ”FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA ( Aloe vera (L.) Webb.) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR”. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

20 Baca lebih lajut

PEMBUATAN DAN EVALUASI SECARA IN VITROSEDIAAN ORAL DISSOLVING FILM (ODF)CHLORPHENIRAMINE MALEATE MENGGUNAKAN KOMBINASI POLIMER HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DAN PEKTIN SKRIPSI

PEMBUATAN DAN EVALUASI SECARA IN VITROSEDIAAN ORAL DISSOLVING FILM (ODF)CHLORPHENIRAMINE MALEATE MENGGUNAKAN KOMBINASI POLIMER HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DAN PEKTIN SKRIPSI

Pujidan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan kasihNyasehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Pembuatan dan Evaluasi secara In Vitro Sediaan Oral Dissolving Film (ODF) Chlorpheniramine Maleate Menggunakan Kombinasi Polimer Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) dan Pektin”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Matriks Hidroksi Propil Metil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Salbutamol Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh Matriks Hidroksi Propil Metil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Salbutamol Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hasil Uji Mutu Fisik Granul................................... Hasil Uji Kekerasan Tablet Salbutamol.................. Hasil Uji Kerapuhan Tablet Salbutamol................. Hasil Penetapan Kadar Tablet Lepas Lambat Salbutamol............................................................... Contoh Perhitungan................................................. Persamaan Formula A............................................. Persamaan Formula B............................................. Persamaan Formula C............................................. Persamaan Formula D............................................. Sertifikat Analisis Hidroksi Propil Metil Selulosa.. Sertifikat Analisis Polivinil Pirolidon K-30............ Sertifikat Analisis Talkum...................................... Sertifikat Analisis Magnesium Stearat.................... Sertifikat Analisis Laktosa...................................... Sertifikat Analisis Natrium Hidroksida................... Sertifikat Analisis Kalium Dihidrogen Fosfat......... Tabel Uji r............................................................... Tabel Uji HSD (0,05).............................................. Hasil Uji Statistik Kadar Air Antar Formula.......... Hasil Uji Statistik Waktu Alir Antar Formula........ Hasil Uji Indeks Kompresibilitas Antar Formula... Hasil Uji Statistik Sudut Diam Antar Formula....... Hasil Uji Statistik Kekerasan Tablet Formula A Antar Batch.............................................................
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Makromolekul pada sediaan gel disebarkan keseluruh cairan sampai tidak terlihat ada batas diantaranya, disebut dengan gel satu fase. Jika masa gel terdiri dari kelompok-kelompok partikel kecil yang berbeda, maka gel ini dikelompokkan dalam sistem dua fase (Ansel, 1989). Polimer-polimer yang biasa digunakan untuk membuat gel-gel farmasetik meliputi gom alam tragakan, pektin, karagen, agar, asam alginat, serta bahan-bahan sintetis dan semisintetis seperti metil selulosa, hidroksietilselulosa, karboksimetilselulosa, dan karbopol yang merupakan polimer vinil sintetis dengan gugus karboksil yang terionisasi. Gel dibuat dengan proses peleburan, atau diperlukan suatu prosedur khusus berkenaan dengan sifat mengembang dari gel (Lachman, dkk., 1994).
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Formulasi Sediaan Gel dan Krim dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe)”.

Tahapan penelitian ini adalah pemeriksaan karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan gel berbasis HMPC (Hidroksi Propil Metil Selulosa) dan krim menggunakan dasar vanishing cream dengan konsentrasi ekstrak rimpang jahe merah 2%, 4%, 6%, dan 8% pada kedua jenis sediaan, penentuan mutu fisik sediaan selama 12 minggu pada suhu kamar meliputi pemeriksaan stabilitas dan homogenitas, penentuan pH, viskositas (gel), dan tipe emulsi (krim), dan uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, serta uji penilaian organoleptik sediaan dengan metode Hedonik menggunakan 20 panelis berdasarkan parameter aroma, sensasi di kulit, dan warna sediaan. Ekstrak diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan menggunakan freeze dryer sehingga diperoleh ekstrak kental.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Formulasi Orally Dissolving Film (ODF) Metoklopramid Menggunakan Hidroksi Propil Metil Selulosa dan Polivinil Alkohol Dengan Menggunakan Metode Solvent Casting

Formulasi Orally Dissolving Film (ODF) Metoklopramid Menggunakan Hidroksi Propil Metil Selulosa dan Polivinil Alkohol Dengan Menggunakan Metode Solvent Casting

Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Formulasi Orally Dissolving Film (ODF) Metoklopramid Menggunakan Hidroksi Propil Metil Selulosa dan Polivinil Alkohol dengan Menggunakan Metode Solvent Casting”.

15 Baca lebih lajut

AMOBILISASI ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus subtilis ITBCCB 148 DENGAN MENGGUNAKAN KARBOKSIL METIL SELULOSA (CMC)

AMOBILISASI ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus subtilis ITBCCB 148 DENGAN MENGGUNAKAN KARBOKSIL METIL SELULOSA (CMC)

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan enzim α -amilase dari Bacillus subtilis ITBCCB 148 dengan proses amobilisasi menggunakan CMC sebagai matriks pengamobil. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pemurnian enzim yaitu fraksinasi dengan amonium sulfat, dialisis, dan kromatografi kolom penukar ion CM-selulosa. Enzim hasil pemurnian diamobilisasi dengan karboksil metil selulosa (CMC). Pengujian aktivitas α - amilase dilakukan dengan metoda Fuwa dan metoda Mandels, sedangkan pengujian kadar protein dilakukan dengan metoda Lowry.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Bubur Buah Mangga Dan Karboksi Metil Selulosa (CMC) Terhadap Mutu Sorbet Air Kelapa

Pengaruh Konsentrasi Bubur Buah Mangga Dan Karboksi Metil Selulosa (CMC) Terhadap Mutu Sorbet Air Kelapa

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh konsentrasi bubur buah mangga dan karboksi metil selulosa (CMC) terhadap mutu sorbet air kelapa. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu konsentrasi bubur buah mangga (K) : (6%, 12%, 18% dan 24%) dan konsentrasi karboksi metil selulosa (C) : (0%, 0,25%, 0,5% dan 0,75%). Parameter yang dianalisa adalah kadar vitamin C, total asam, total padatan terlarut, persen mencair, nilai organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Konsentrasi bubur buah mangga dan konsentrasi CMC berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap total asam tetapi tidak nyata terhadap kadar vitamin C, total padatan terlarut, persen mencair, nilai organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Konsentrasi bubur buah mangga 18% dan konsentrasi CMC 0,5% menghasilkan mutu sorbet air kelapa yang paling baik.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Pabrikasi Edible Film dari Carboxy Methil Cellulose (CMC) dan Minyak Jahe sebagai Upaya Peningkatan Umur Simpan Roti

Pabrikasi Edible Film dari Carboxy Methil Cellulose (CMC) dan Minyak Jahe sebagai Upaya Peningkatan Umur Simpan Roti

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film yang terbuat dari pati sagu-alginat dengan minyak serai (0,4%) dengan aktivitas penghambatan 94,0 + 2,0 mm E.Coli (Maizura et al, 2007). Edible film dari pati dengan minyak serai, cengkeh, kayu manis, sinamaldehida (0,7%) mampu menurunkan log 4 cfu/g E.Coli (Rojas-Grau et al., 2008). Penggunaan edible coating antimikroba yang terbuat dari pati sagu dan minyak sereh dapur mampu memperlama umur simpan paprika selama 33 hari (Miskiyah et al., 2009). Berdasarkan dari beberapa hasil penelitian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan pabrikasi edible film yang terbuat dari karboksi metil selulosa (CMC) dengan minyak jahe yang diharapkan dapat meningkatkan umur simpan pada roti.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENETRASI PERKUTAN IN VITRO DISPERSI PADAT PENTAGAMAVUNON-0 (PGV-0) DENGAN PENGOMPLEKS POLIVINILPIROLIDON (PVP) DALAM SEDIAAN GEL HIDROKSIPROPIL METIL CELULOSA (HPMC).

PENETRASI PERKUTAN IN VITRO DISPERSI PADAT PENTAGAMAVUNON-0 (PGV-0) DENGAN PENGOMPLEKS POLIVINILPIROLIDON (PVP) DALAM SEDIAAN GEL HIDROKSIPROPIL METIL CELULOSA (HPMC).

Salah satu derivat sintesis dari substansi alam yang digunakan untuk membuat gel yaitu Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC). HPMC merupakan suatu polimer glukosa yang tersubstitusi dengan hidroksipropil dan metil pada gugus hidroksinya (Sukmadjaya dan Hendrik, 2005). Nama lain dari Hidroksipropil Metilselulose adalah Cellulose, HPMC, Metocel, Methylcellulose propylene glycol ether, Metolose, Pharmacoat. Rumus bangun HPMC adalah sebagai berikut:

13 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA FLOATING TABLET FAMOTIDIN DENGAN KOMBINASI POLIMER HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA K100M DAN ETIL SELULOSA | Adyanti | Majalah Farmaseutik 27792 61066 1 SM

OPTIMASI FORMULA FLOATING TABLET FAMOTIDIN DENGAN KOMBINASI POLIMER HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA K100M DAN ETIL SELULOSA | Adyanti | Majalah Farmaseutik 27792 61066 1 SM

Famotidin merupakan obat tukak lambung yang memiliki bioavailabilitas rendah dan waktu paruh singkat, sehingga diperlukan sediaan yang mampu mempertahankan keberadaannya di lambung untuk meningkatkan efikasinya menghambat reseptor H-2. Sediaan floating tablet dapat menjadi alternatif karena dapat meningkatkan waktu tinggal obat di dalam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi polimer HPMC K100M dan etil selulosa terhadap sifat fisik floating tablet famotidin serta mendapatkan perbandingan optimum kedua polimer. Formula dibuat berdasarkan metode simplex lattice design menggunakan software Design Expert ® 10. Formula optimum didapatkan dengan menganalisis parameter yang dipengaruhi secara signifikan oleh perbedaan konsentrasi polimer dengan optimasi numerical dan diverifikasi menggunakan software IBM SPSS Statistics 19 metode one sample t-test. Peningkatan kadar HPMC K100M memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kecepatan penyerapan medium oleh granul dan swelling index, penurunan laju disolusi, serta mempercepat floating lag time. Peningkatan kadar etil selulosa memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kecepatan alir granul, kekerasan tablet, dan laju pelepasan obat, serta penurunan indeks tap granul dan kerapuhan tablet. Interaksi kedua polimer tersebut dapat meningkatkan swelling index dan menurunkan laju disolusi. Kombinasi HMPC K100M dengan konsentrasi 18,53% b/b dan etil selulosa dengan konsentrasi 16,47% b/b dapat memberikan sifat fisik floating tablet famotidin yang optimum.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Pepaya dengan Sari Pare dan Konsentrasi Karboksil Metil Selulosa terhadap Mutu Sirup Pepaya-Pare

Pengaruh Perbandingan Sari Pepaya dengan Sari Pare dan Konsentrasi Karboksil Metil Selulosa terhadap Mutu Sirup Pepaya-Pare

. CMC merupakan turunan dari selulosa dan beberapa sering dipakai untuk memperbaiki tekstur dari suatu produk makanan. Fungsi CMC ada sebagai pengental, stabilisator, pembentuk gel dan pengemulsi. Penambahan bahan pengental kedalam bahan pangan dapat meningkatkan sifat hidrofilik protein dari bahan pangan dan sifat lipofilik dari lemak sehingga air yang diserap protein menjadi lebih banyak. Pengikatan air oleh protein menyebabkan tekstur bahan pangan menjadi lebih lembut dan sifat lipofilik dari lemak menyebabkan lemak terdispersi secara merata kedalam bahan pangan sehingga tekstur menjadi lebih seragam (Winarno, 2007).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Uji patch ekstrak etanol bawang merah (allium ascalonicum l.) Terhadap penurunan temperatur dan jumlah limfosit pada tikus putih galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji patch ekstrak etanol bawang merah (allium ascalonicum l.) Terhadap penurunan temperatur dan jumlah limfosit pada tikus putih galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Setyawan, E.I. dan Nugroho, A.K. 2013, ‘Pengaruh kombinasi polimer hidroksipropil metilselulosa dan metilselulosa terhadap karakter fisik, profil pelepasan dan transpor ketoprofen dari matriks patch transdermal’, Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Pepaya dengan Sari Pare dan Konsentrasi Karboksil Metil Selulosa terhadap Mutu Sirup Pepaya-Pare

Pengaruh Perbandingan Sari Pepaya dengan Sari Pare dan Konsentrasi Karboksil Metil Selulosa terhadap Mutu Sirup Pepaya-Pare

Penelitian ini berguna untuk memperoleh data penyusunan skripsi sebagai syarat memperoleh gelar sarjana di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Sebagai sumber informasi ilmiah kepada pihak yang membutuhkan khususnya masyarakat tentang pemanfaatan bahan pangan yang kurang diminati masyarakat. Sebagai usaha pengembangan produk sirup yang biasanya didominasi oleh buah saja, dan juga pemanfaatan pare yang biasanya hanya digunakan untuk pembuatan sayuran sederhana serta penggunaan karboksil metil selulosa yang berguna menstabilkan produk sehingga memiliki kekentalan yang diinginkan dan akan menghasilkan inovasi pangan dengan produk pangan sehat dan menyegarkan berupa sirup pepaya- pare.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Sintesis Selulosa Kaproat Melalui Reaksi Interesterifikasi Antara Selulosa Asetat Dengan Metil Kaproat

Sintesis Selulosa Kaproat Melalui Reaksi Interesterifikasi Antara Selulosa Asetat Dengan Metil Kaproat

idrid menggunakan pelarut asetat glasial dan katalisator asam sulfat pekat menghasilkan selulosa asetat dengan kandungan asetil 44,08 % dan mempunyai derajat substitusi (DS) 2,92. Penggunaan asetat anhidrid dengan perbandingan moll (selulosa: asetat anhidrid 1 : 3 ) diharapkan agar ketiga gugus hikrosksill pada setiap monomer dapat terasetilasi secara sempurna membentuk triester dengan waktu pengadukan selama 5 jam pada suhu 50 0 C. Reaksi asetilasi selulosa dengan menggunakan katalis asam sulfat pekat berlangsung menurut reaksi berikut:

8 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL STERIL SONOHISTEROSALPINGOGRAFI BERBASIS HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

FORMULASI GEL STERIL SONOHISTEROSALPINGOGRAFI BERBASIS HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

Pemeriksaan patensi tuba dengan teknik sonohisterosalpingografi membutuhkan gel sebagai media distensi karena bersifat tahan lama dan tidak cepat menghilang di dalam tuba. Salah Satu basis gel yang dapat digunakan adalah hidroksipropil selulosa. Tujuan penelitian untuk mengetahui teknik sterilisasi yang sesuai dalam pembuatan gel steril sonohisterosalpingografi berbasis hidroksipropil selulosa dan mengetahui formulasi gel steril sonohisterosalpingografi berbasis hidroksipropil selulosa yang sesuai persyaratan farmasetika dan dibandingkan dengan produk innovator. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorik dengan tahapan penyiapan alat dan bahan, perancangan formula, formulasi sediaan gel steril yang terdiri dari formulasi secara aseptik dan sterilisasi menggunakan radiasi sinar gamma, pengujian sterilitas sediaan gel steril, evaluasi sifat fisik sediaan gel steril dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik sterilisasi yang sesuai untuk formulasi sediaan gel steril sonohisterosalpingografi adalah formulasi secara aseptik. Formulasi gel steril berbasis hidroksipropil selulosa yang dapat digunakan dengan metode sonohisterosalpingografi adalah F1 (hidroksipropil selulosa 3,5 % dan gliserin 3 %), F2 (hidroksipropil selulosa 3,5 % dan gliserin 5 %), F3 (hidroksipropil selulosa 4 % dan gliserin 3 %), dan F4 (hidroksipropil selulosa 4 % dan gliserin 5 %). Formula F4 merupakan formula yang terbaik dengan pH rata-rata 6,64 dan viskositas rata-rata 598,36.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT ANTIMALARIA DENGAN PENYALUT HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT ANTIMALARIA DENGAN PENYALUT HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

Rasa obat antimalaria yang pahit menjadi kendala dalam terapi antimalaria. Melalui penyalutan bahan aktif diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penyalutan terhadap bahan aktif menggunakan polimer, yaitu Hidroksipropil Selulosa (HPC). Penyalutan dilakukan menggunakan alat spray drying dengan kondisi penyalut meliputi suhu inlet 118 o C dan outlet 65 o C. Setelah penyalutan diformulasikan dalam bentuk sediaan granul effervescent. Hasil evaluasi granul effervescent menunjukan bahwa sediaan yang dibuat memenuhi persyaratan sebagai sediaan yang baik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 1878 documents...